Claim Missing Document
Check
Articles

Mathematical Literacy in Solving PISA Space and Shape Problems : A Self-Regulation Perspective Zainuddin Untu; Tri Widyasari; Intan Dwi Hastuti; Sutarto Sutarto; Percy Sepeng; Dian Kurniati; Sharifah Osman
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 11, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v11i1.14659

Abstract

This study aims to explore the role of self-regulation in enhancing mathematical literacy among high school students solving PISA Space and Shape problems. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through self-regulation questionnaires, PISA-based tasks, and semi-structured interviews from high school students categorized into high, moderate, and low self-regulation groups. The data analysis technique in this study consisting of three stages: data condensation, data display, and conclusion. Results reveal a strong correlation between self-regulation and mathematical literacy, with high self-regulation students excelling in formulating, employing, and interpreting mathematical problems. Moderate self-regulation students displayed partial success, while low self-regulation students struggled significantly, particularly in interpreting and validating solutions. The study underscores the importance of self-regulation strategies such as goal-setting, monitoring, and reflection in improving mathematical literacy. Instructional recommendations include structured goal-setting frameworks, reflective practices, and scaffolded tasks to support learners with varying self-regulation levels. These findings contribute to mathematics education by addressing the interplay between self-regulation and problem-solving in the underexplored Space and Shape domain. Future research should expand on these insights through larger, longitudinal studies to further validate the implications of self-regulation in educational contexts.
Pengembangan Media Video Animasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Pada Materi Pecahan Biasa Kelas IV SDN 1 Midang Rahmi, Novi Liatun; Hastuti, Intan Dwi; Mariyati, Yuni
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 7, No 2: Oktober 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v7i2.660

Abstract

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui media video animasi untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi pecahan biasa kelas IV SDN 1 Midang yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE yaitu (1) Analysis (analisis), (2) Design (desain), (3) Development (pengembangan), (4) Implementation (implementasi), (5) Evalution (evaluasi). Untuk tahap uji coba terbatas dilaksanakan di kelas IV A SDN 1 Midang dan tahap uji coba lapangan dilaksanakan di kelas IV B SDN 1 Midang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk pengembangan media video animasi ini mendapatkan nilai rata-rata hasil validasi materi 84% (sangat valid), ahli media 86% (sangat valid). Untuk angket kepraktisan mendapat nilai rata-rata hasil respon siswa uji terbatas mendapat nilai rata-rata 90,60% (sangat praktis) dan angket respon siswa uji lapangan mendapat nilai rata-rata 90,76% (sangat praktis). Pada tahap uji coba lapangan hasil belajar mendapat nilai rata-rata 0,76% (sangat efektif). Dapat disimpulkan bahwa pengembangan media video animasi untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi pecahan biasa kelas IV SDN 1 Midang layak digunakan dalam pembelajaran Sekolah Dasar pada materi pecahan biasa.
Workshop Pembuatan Media Pembelajaran Kreatif dengan Sparkol VideoScribe Sutarto, Sutarto; Muzanni, Ahmad; Winata, Aliahardi; Anam, M. Chairul; Kartiani, Baiq Sarlita; Hastuti, Intan Dwi
INTAN CENDEKIA (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 4, No 2 (2023): INTAN CENDEKIA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/intancendekia.v4i2.647

Abstract

Perkembangan teknologi dunia yang memasuki era revolusi industri 4.0, yakni  menekankan pada  digital, dan lain sebagainya atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation.  Revolusi industri 4.0 dengan segala tantangan dan dampaknya bagi guru untuk  mengupgrade diri dalam bidang teknologi. Perkembangan teknologi menuntut guru mampu menggunakan media pembelajaran. Dengan demikian perlu adanya pelatihan pembuatan  pembuatan video scribe (sparkol) untuk materi presentasi bagi guru-guru sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah focus grup discussion (FGD).  Langkah-langkah yang dapat dilakukan 1) melakukan sosialisasi tentang pentingnya media pembelajaran yang menarik bagi siswa salah satunya adalah video Scribe (Sparkol) 2) memberikan pelatihan pembuatan video Scribe ( Sparkol) 3) Penggunaan video scribe (sparkol) dalam pembelajaran di sekolah dasar. Hasil pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa pemahaman guru mengenai media pembelajaran meningkat dan antusiasme peserta didik dalam pembelajaran menggunakan media pembelajaan berbasis sparkol video scribe meningkat
Pelatihan Penyusunan Modul Interaktif Berbasis Metode Active Learning untuk Guru SD Hadi Sakti Muzanni, Ahmad; Sutarto, Sutarto; Hastuti, Intan Dwi; Kartiani, Baiq Sarlita; Sudarwo, Raden; Handayani, Monika
INTAN CENDEKIA (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 5, No 2 (2024): INTAN CENDEKIA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/intancendekia.v5i2.663

Abstract

Pelatihan penyusunan modul interaktif berbasis Active Learning untuk guru SD dirancang untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran serta memperkuat kompetensi pedagogis guru. Program ini dilaksanakan melalui serangkaian tahapan mulai dari identifikasi kebutuhan, sosialisasi konsep, praktik penyusunan modul, hingga implementasi dan evaluasi dampak. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap konsep Active Learning, dengan kenaikan tingkat pemahaman sebesar 50% setelah sesi sosialisasi. Selain itu, guru berhasil mengembangkan modul interaktif yang meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran, dengan peningkatan keterlibatan siswa hingga 40%. Observasi kelas setelah implementasi modul menunjukkan bahwa siswa lebih aktif dalam berdiskusi dan memahami materi dengan lebih baik. Evaluasi melalui angket dan sesi pendampingan menunjukkan bahwa 95% peserta merasa lebih percaya diri dalam mengadopsi strategi Active Learning dalam pengajaran mereka. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti memberikan dampak positif bagi penguatan profesionalisme guru dan peningkatan efektivitas pembelajaran di sekolah dasar.
Ethnomathematics: Exploration of Geometry from Karang Bayan Ancient Mosque in Elementary School Mathematics Learning Aini, Gina Mawaddatul; Hastuti, Intan Dwi; Mariyati, Yuni
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 3 (2023): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.824

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengeksplorasi filosofis mengenai bangunan serta mengungkap etnomatematika konsep geometri pada Masjid Kuno Karang Bayan, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian etnografi yang akan menjelaskan salah satu bangunaan bersejarah islam di Lombok dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara secara mendalam. Subjek penelitian yaitu dua narasumber yang merupakan penghulu desa dan juru kunci/pemelihara masjid yang paham terhadap aspek sejarah filosofi serta stuktur pada bangunan masjid kuno. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat makna filosofi dan unsur-unsur matematika berupa bangun datar dan bangun ruang pada bagian-bagian masjid. Konsep geometri yang ditemukan pada arsitektur Masjid Kuno Karang Bayan antara lain: konsep bangun ruang prisma pada atap masjid, konsep balok ditemukan pada bagian lampen jejait masjid dan bagian tunjeng atap masjid, konsep persegi panjang ditemukan pada pintu masjid. This study was carried out to uncover the geometric concepts used in an old mosque in Karang Bayan, West Nusa Tenggara, and to explore philosophical ideas about architecture. This qualitative study discussed one of the old Islamic structures in Lombok using an ethnographic research design. Data collecting strategies were observation and in-depth interviews. The research topic involved two resources: the village chiefs and mosque keepers/maintainers who were knowledgeable about the philosophical and architectural history of the mosque. Findings demonstrated the presence of philophosis and mathematical features in the mosque's structural components as flat shapes and building spaces. The Geometry Concepts found in the architecture of the ancient Mosque of Karang Bayan included: 1) Prismal Concepts on the Roof of the Mosque; 2) the concept of the beam was found by the mosque lampen and the mosque roof section; 3) The rectangular concept was found at the mosque door.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS ETNOMATEMATIKA (MAEN BAWE) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI KPK DAN FPB DI SEKOLAH DASAR Fahirah, Jihan; Hastuti, Intan Dwi; Anwar, Khairil
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6844

Abstract

The low learning motivation and critical thinking skills of students in abstract mathematics materials such as LCM and GCF are the main background of this research. To address this problem, this study focuses on developing an innovative learning module that integrates the Problem-Based Learning (PBL) model with local wisdom through the Maen Bawe ethnomathematics game. The main objective is to produce a valid, practical, and effective product for fifth-grade students. This study used the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data collection was carried out through expert validation sheets, student response questionnaires at SDN 38 Mataram, and a critical thinking ability test. The results showed that the developed module was deemed highly valid by experts (average score >84%) and highly practical based on student responses (score 89.03%). In terms of effectiveness, this module has proven successful in increasing learning motivation and significantly improving students' critical thinking skills, as indicated by a jump in the average score from 31.81 (pre-test) to 96.09 (post-test), with an N-Gain of 94.3% (highly effective category). It is concluded that this ethnomathematics-based PBL module is feasible and effective for use as a learning medium to increase student engagement and cognitive abilities in elementary schools. ABSTRAKRendahnya motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi matematika abstrak seperti KPK dan FPB menjadi latar belakang utama penelitian ini. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini berfokus pada pengembangan sebuah modul pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan model Problem Based Learning (PBL) dengan kearifan lokal melalui permainan etnomatematika Maen Bawe. Tujuan utamanya adalah menghasilkan produk yang valid, praktis, dan efektif untuk siswa kelas V. Penelitian ini menggunakan metode Riset dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi ahli, angket respons siswa di SDN 38 Mataram, serta tes kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan dinyatakan sangat valid oleh para ahli (rata-rata skor >84%) dan sangat praktis berdasarkan respons siswa (skor 89,03%). Dari segi efektivitas, modul ini terbukti berhasil meningkatkan motivasi belajar dan secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, yang ditunjukkan oleh lonjakan skor rata-rata dari 31,81 (pre-test) menjadi 96,09 (post-test), dengan N-Gain 94,3% (kategori sangat efektif). Disimpulkan bahwa modul PBL berbasis etnomatematika ini layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan keterlibatan dan kemampuan kognitif siswa di sekolah dasar.
ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SD NEGERI INPRES BAJO Fahirah, Jihan; Hastuti, Intan Dwi; Anwar, Khairil
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6836

Abstract

This study aims to determine the implementation of the independent curriculum at SDN Inpres Bajo by starting from the planning stage of the implementation of the independent curriculum, the process of implementing the independent curriculum, and the process of evaluating the implementation of the independent curriculum at SDN Inpres Bajo. The type of research used in this study is a qualitative approach. A qualitative research approach that produces descriptive data in the form of written words or writings from people or research behavior based on the philosophy of postpositivity, is used to research the conditions of natural objects. Data collection techniques are carried out through triangulation (combined), data analysis is inductive and the results of qualitative research emphasize meaning rather than generalization. Data collection procedures used in this study are analysis, interviews, and documentation. The data analysis process used is data reduction, data presentation and drawing conclusions. This shows that the implementation of the independent curriculum at SDN Inpres Bajo has gone well, however there are several challenges faced, teachers are required to be more creative in preparing teaching media and also teaching modules that are appropriate to the material being taught. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui impelemntasi kurikulum merdeka di SDN Inpres Bajo dengan memulai dari tahap perencanaan implementasi kurikulum merdeka, proses pelaksanaankurikulum merdeka, serta proses evaluasi pelaksanaan kurikulum merdeka  di SDN Inpres Bajo. Jenis penelitian yang digunakan dalam penenlitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan penelitian kualitatif yang menghasilkan data dekriptif berupa kata-kata tertulis atau tulisan dari orang-orang atau perilaku penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, di gunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah. Teknik  pengumpulan data dilakukan secara tringulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif dan hasil penenlitian kualitatif menekankan pada makna dari pada generalisasi. Prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hal ini menujukan bahwa implementasi  kurikulum merdeka di SDN Inpres Bajo  sudah berjalan dengan baik, akan tetapi ada beberapa tantangan yang dihadapi, guru di tuntut menjadi lebih kreatif dalam mempersiapkan media ajar dan juga modul ajar yang sesuai dengan materi yang di ajarkan.
Analisis Kesalahan Konsep Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Materi Perkalian dan Pembagian Pecahan Kelas V SDN 4 Mataram Nurfitasari, Nurfitasari; Hastuti, Intan Dwi; Mariyati, Yuni
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 7, No 1: April 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v7i1.651

Abstract

Siswa kelas V SDN 4 Mataram masih banyak yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah matematika. Hal ini terlihat dari kesalahan yang dilakukan ketika menyelesaikan masalah materi perkalian dan pembagian pecahan. Inilah yang melatarbelakangi penulis melakukan analisis terkait kesalahan konsep matematika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan konsep siswa dalam menyelesaikan masalah materi perkalian dan pembagian pecahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Instrumen penelitian berupa pedomana wawancara, lembar soal, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa kesalahan konsep matematika yang dilakukan siswa yaitu, kesalahan dalam menentukan rumus (K1), yang di mana siswa salah dalam menentukan cara untuk menyelesaikan masalah. Kesalahan dalam memasukan data rumus (K2), yang dimana siswa salah memasukan angka kedalam rumus. Kesalahan hanya menghafal rumus namun tidak memahami rumus yang dihafal (K3), yang dimana siswa tidak menuliskan proses penyelesaian untuk mendapatkan jawaban, atau menulisnya namun salah. Kesalahan dalam memahami makna soal (K4), yang dimana siswa tidak menuliskan apa yang diketahui dan yang ditanyakan dalam soal atau siswa menulisnya namun salah makna.
Efektivitas Pembelajaran Kontekstual Berbasis Strategi REACT dalam Meningkatkan Pemahaman Matematis Siswa Hastuti, Intan Dwi; ., Sutarto; Jaswandi, Lalu
PeDaPAUD: Jurnal Pendidikan Dasar dan PAUD Vol 3, No 2 (2024): PEDAPAUD: JURNAL PENDIDIKAN DASAR DAN PAUD
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/pedapaud.v3i2.610

Abstract

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran fundamental yang dipelajari di setiap jenjang pendidikan, termasuk di sekolah dasar. Perencanaan pembelajaran yang efektif menjadi faktor utama dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan komunikasi matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan strategi pembelajaran REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, and Transferring) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling, dan instrumen penelitian yang digunakan berupa tes kemampuan komunikasi matematis serta lembar observasi keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis strategi REACT dibandingkan dengan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Pengujian hipotesis dengan uji t-test menunjukkan bahwa penerapan strategi REACT memberikan dampak positif terhadap pengembangan keterampilan komunikasi matematis siswa kelas IV sekolah dasar. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa pendekatan pembelajaran kontekstual yang berbasis strategi REACT dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan pemahaman matematis dan keterampilan komunikasi siswa pada jenjang pendidikan dasar. Oleh karena itu, guru disarankan untuk mengintegrasikan strategi REACT dalam perencanaan pembelajaran matematika guna mendukung perkembangan kognitif serta komunikasi akademik siswa secara optimal.
Perbedaan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII SMPN 1 KEDIRI dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAS) dan Numbered Head Together (NHT) Pada Materi Sistim Koordinat Kartesius Tahun Pelajaran 2018/2019 Hidayat, Rahman; Sutarto, Sutarto; Hastuti, Intan Dwi
PeDaPAUD: Jurnal Pendidikan Dasar dan PAUD Vol 1, No 2 Agustus (2022): PEDAPAUD: JURNAL PENDIDIKAN DASAR DAN PAUD
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/pedapaud.v1i2 Agustus.222

Abstract

This study aims to determine whether there are differences in maths learning achievement between classes taught by cooperative learning model Student Team Achievement Division (STAD) type and class taught by cooperative learning type Numbered Head Together (NHT) in material sistim coordinat cartesius class VIII SMP Negeri 1 Kediri 2018/2019 school year. Data collection techniques in this study are test techniques with instruments in the form of learning achievement test, learning implementation observasion sheets and learning implementation. Data analysis techniques use descriptive statistics. Hypothesis test of students' final ability (posstest) with t-test of two parties at a significance level of 5% resulted in tcount