Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN LITERASI DASAR BACA TULIS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Gunawan, Dani; Aolia, Silvi Rahmadani; Rajji Koswara Adiredja; Asy'ari, Lutfi; Nugraha, Widdy Sukma; Mutaqin, Ejen Jenal
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v5i1.2070

Abstract

kurikulum mandiri yang diperkenalkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan bahwa diperlukan beberapa persiapan sebelum pembelajaran, kemudian dilaksanakan pembelajaran kurikulum mandiri dengan diferensiasi dan penilaian pembelajaran. Permasalahan yang diangkat pada penelitian ini adalah: ``Bagaimana penerapan kurikulum belajar mandiri pada pembelajaran keterampilan literasi dasar di kelas IV?'' Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan rincian lebih lanjut mengenai penerapan kurikulum Merdeka dalam pembelajaran keterampilan literasi dasar di kelas IV. Penelitian dilakukan di SD Muhammadiyah 5 Kota Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Deskriptif. Data penelitian ini digunakan melalui observasi, wawancara kepada informan yang dapat memberikan informasi terkait pelaksanaan (GLS) yaitu kepala sekolah, guru, siswa, dan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Metodologi yang diperoleh melalui melakukan studi dokumenter. Hasil temuan tersebut yaitu penerapan seluruh kegiatan literasi, termasuk pembiasaan membaca 15 menit sebelum pembelajaran, pengembangan buku-buku bacaan, dan integrasi literasi ke dalam kurikulum merdeka, telah dilaksanakan dengan baik. Evaluasi literasi juga dilakukan setiap minggu selama upacara melalui amanat pembina upacara.
UPAYA GURU DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Firdaus, Husni; Asy’ari, Lutfi; Nugraha, Widdy Sukma
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Inovasi dan Teknologi Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jurinotep.v2i2.60

Abstract

This study aims to determine student learning independence and to find out the efforts made by teachers in establishing learning independence for fifth grade students at SDN 4 Karangsari Cikelet, Garut Regency. The method used in this research is a qualitative approach. The methods are Observation, Interview and Documentation. The results showed that: 1) Planning, the teacher has described all the plans in the syllabus and lesson plans. The preparation of the Learning Implementation Plan (RPP) made by the teacher is developed in the syllabus. 2) Implementation, the teacher's role in shaping student learning independence can be seen from the media used, namely the appearance of videos and pictures using power point, as well as using the methods of discussion, question and answer, problem solving, socio drama and assignments. 3) Evaluation in the learning process to obtain information on the achievement of learning objectives which is carried out continuously
Analisis Penggunaan Microsoft Word dalam Mengingkatkan Kinerja Karyawan di Politeknik LP3I Rachmawaty, Asye; Tubagus Riko Rivanthio; Nugraha, Widdy Sukma
ATRABIS Jurnal Administrasi Bisnis (e-Journal) Vol. 9 No. 1 (2023): ATRABIS: Jurnal Administrasi Bisnis (e-Journal)-Juni 2023
Publisher : Program Studi Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38204/atrabis.v9i1.1318

Abstract

Microsoft Word sebagai aplikasi pengolah kata yang dikeluarkan oleh Microsoft Office sudah menjadi aplikasi yang sangat familiar bagi kita semua, terutama para pelajar, mahasiswa, karyawan, hingga pelaku bisnis. Aplikasi ini mulai dipelajari sejak Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Bahkan banyak perusahaan yang menjadikan mahir menggunakan aplikasi ini sebagai syarat awal seleksi penerimaan pegawainya. Namun banyak karyawan yang mengaku mahir dalam menggunakan aplikasi ini ternyata masih belum optimal dalam penggunaan beberapa fitur di dalamnya, sehingga kinerjanya cenderung biasa saja atau kurang memuaskan. Politeknik LP3I adalah salah satu perguruan Tinggi Swasta di Indonesia, yang memiliki banyak karyawan yang terdiri dari beberapa kalangan, seperti Dosen dan mahasiswa yang ditempatkan bekerja di kampus tersebut. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana optimasi penggunaan Microsoft Word pada karyawan Politeknik LP3I tersebut. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana penulis memaparkan hasil penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian didapatkan bahwa fitur-fitur yang ada pada aplikasi Microsoft Word yang digunakan secara optimal, terbukti dapat meningkatkan kinerja karyawan di Politeknik LP3I. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa karyawan Politeknik LP3I sudah cukup baik dalam menggunakan Microsoft Word sebagai alat bantu pekerjaannya, namun masih perlu ditingkatkan lagi agar lebih optimal.
Analisis Resiliensi Akademik Siswa Fatherless Di Kelas Tinggi Sekolah Dasar Muhammad Nurjamaludin; Maulida Aulia Rahman; Neni Nadiroti Muslihat; Widdy Sukma Nugraha; Siti Nurul Khotimah; Balqis Maharani
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107606

Abstract

The research was conducted because of the high number of cases of children experiencing the absence of a father figure, both physically and psychologically, especially in Indonesia. This study aims to analyze the academic resilience experiences of fatherless students in the upper grades of elementary school. The method used is a qualitative case study with the subjects being fatherless students, 5th and 6th-grade teachers, and student parents. Data was collected through semi-structured interviews and documentation. The research results indicate that students exhibit differences in building their academic resilience through perseverance, openness to seeking help, and varying ways of managing negative emotions. The main supporting factors are the roles of mothers, teachers, and a supportive social environment. This research is expected to serve as a reference for educators and parents in supporting fatherless students.Penelitian dilakukan karena banyaknya kasus anak yang mengalami ketiadaan peran ayah secara fisik maupun psikologis terutama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman resiliensi akademik siswa fatherless di kelas tinggi sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan subjek siswa fatherless, guru kelas V dan VI, serta orang tua siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menunjukkan adanya perbedaan dalam membangun resiliensi akademiknya melalui sikap pantang menyerah, keterbukaan mencari bantuan, dan cara yang berbeda dalam mengelola emosi negatif. Faktor pendukung utama adalah peran ibu, guru, dan lingkungan sosial yang suportif. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi pendidik dan orang tua dalam mendukung siswa fatherless.
ANALISIS TINGKAT KREATIVITAS SISWA KELAS IV DALAM PEMBELAJARAN PRAKARYA MENGGUNAKAN METODE SURVEI Farida, Alma; Sukma Nugraha, Widdy; Hidayati, Silmi; Aulia Zahra, Shindy; Nabella, Indirawati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42666

Abstract

This study aimed to analyze the level of creativity of fourth-grade students in craft learning using a survey method. The research employed a quantitative approach with a descriptive design. The population as well as the sample consisted of all fourth-grade students of SD Negeri 4 Mekarluyu, totaling 20 students, selected using a saturated sampling technique. The research instrument was a closed-ended questionnaire based on a Likert scale, which had been tested for validity and reliability. The reliability test showed a Cronbach’s Alpha value of 0.890, indicating a very high level of reliability. The data were analyzed using descriptive quantitative techniques by classifying the scores into three categories: high, medium, and low. The results revealed that 100% of the students were categorized in the medium level of creativity, with score ranges between 40–62. These findings indicate that students demonstrate basic creative abilities such as curiosity, flexibility, optimism, problem-solving skills, and imagination; however, they have not yet reached a high level of creativity. Therefore, more innovative and contextual teaching strategies are needed to enhance students’ creativity in craft learning.
ANALISIS TINGKAT RESPON SISWA KELAS V TERHADAP TUGAS RUMAH PADA SEKOLAH YANG MENERAPKAN PROGRAM FULL DAY SCHOOL Sidqi Aliyya, Lisana; Sukma Nugraha, Widdy; Koswara Adiredja, Rajji
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43823

Abstract

The full-day school program was implemented as an effort to improve the quality of education by increasing students' learning time at school. This system provides opportunities for students to gain broader learning experiences, both in academic aspects and character development. However, the implementation of the full-day school program also raises questions about students' responses to homework (PR) after undergoing learning activities throughout the day at school. This study aims to determine the level of response of fifth-grade students to homework in schools that implement the full-day school program. This study uses a descriptive quantitative approach with a survey method. The study population was all fifth-grade students at one of the elementary schools in Garut, totaling 25 students, and all of them were used as research samples. The data collection instruments used were a Likert-scale questionnaire and interviews as supporting data. Data were analyzed using descriptive statistical techniques through the stages of editing, coding, scoring, and data tabulation. The results showed that the level of student response to homework was in the high category at 84% (22 students), the medium category at 16% (3 students), and there were no students in the low category. These results indicate that the majority of students have a positive response to homework despite following the full-day school system. These findings indicate that giving homework is acceptable to students as long as the assignments are appropriate for their abilities and relevant to the learning material.
Pengaruh Model Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) Terhadap Kecakapan Sosial Siswa Sekolah Dasar Neneng Supriani; Widdy Sukma Nugraha; Ejen Jenal Mutaqin; Muhammad Nurjamaludin
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i1.1791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) Terhadap Kecakapan Sosial Siswa di SDN1 Sukasenang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis rancangan penelitian eksperimen, dengan metode quasi eksperimen, dan menggunakan desain Nonequivalent Control Group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SDN 1 Sukasenang. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen angket diberikan pada saat pretest dan posttest. Data dalam penelitian ini tentunya dihitung dan dianalisis menggunakan uji prasyarat dengan menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas. Karena data yang dihasilkan berdistribusi normal dan homogen maka pengolahan data penelitian dilanjutkan dengan uji t. Hasil pengujian hipotesis dari kelas kontrol dan kelas eksperimen diperoleh = 2,789. Kemudian dengan mengambil taraf signifikan 5% dengan α = 0,05 diperoleh = 1,703. Dari hasil data tersebut karena nilai > maka Ha diterima, sehingga model kooperatif tipe STAD berpengaruh signifikan terhadap kecakapan sosial siswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) Terhadap Kecakapan Sosial Siswa di SDN1 Sukasenang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis rancangan penelitian eksperimen, dengan metode quasi eksperimen, dan menggunakan desain Nonequivalent Control Group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SDN 1 Sukasenang. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen angket diberikan pada saat pretest dan posttest. Data dalam penelitian ini tentunya dihitung dan dianalisis menggunakan uji prasyarat dengan menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas. Karena data yang dihasilkan berdistribusi normal dan homogen maka pengolahan data penelitian dilanjutkan dengan uji t. Hasil pengujian hipotesis dari kelas kontrol dan kelas eksperimen diperoleh = 2,789. Kemudian dengan mengambil taraf signifikan 5% dengan α = 0,05 diperoleh = 1,703. Dari hasil data tersebut karena nilai > maka Ha diterima, sehingga model kooperatif tipe STAD berpengaruh signifikan terhadap kecakapan sosial siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SDN 2 Sindanggalih Silmi Aghnia Fitri; Widdy Sukma Nugraha; Fitri Ayu Febrianti; Ejen Jenal Mutaqin
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i1.1801

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA di SDN 2 Sindanggalih. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain nonequivalent control group. Sampel penelitian terdiri atas 40 siswa kelas V, yaitu 20 siswa kelas VB sebagai kelas eksperimen dan 20 siswa kelas VA sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis yang telah divalidasi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa meningkat pada kedua kelas, tetapi peningkatan kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Nilai rata-rata kelas eksperimen meningkat dari 56,1 menjadi 91,05, sedangkan kelas kontrol dari 55,5 menjadi 88,3. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe NHT efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
RADEC-Based Teaching Module Assisted by Media Gallery Walk on Oral Communication Skills: A Development Study Nadiroti Muslihah, Neni; Nuriyanti, Risma; Sukma Nugraha, Widdy
IJORER : International Journal of Recent Educational Research Vol. 7 No. 2 (2026): March
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46245/ijorer.v7i2.1370

Abstract

Objective: The background of this study is based on the importance of learning that encourages active participation of prospective teachers and oral communication skills in accordance with current curriculum requirements. The RADEC model was chosen because it is able to facilitate a systematic and structured learning process, while the Gallery Walk media was used to increase interaction between prospective teachers and provide space for active presentation of work results. The purpose of this study was to determine the development of teaching modules based on the RADEC learning model assisted by the Gallery Walk media on oral communication skills for prospective elementary school teachers. The design used was the ADDIE model, which was limited to three stages, namely analysis, design, and development. The research data was obtained from the validation of materials and media, as well as from a questionnaire responded to by prospective teachers. The results showed that the teaching module based on the RADEC learning model assisted by the Gallery Walk media obtained an average score of 93.1 from subject matter experts, which is classified as very feasible, and an average score of 90.2 from learning media experts, which is also classified as very feasible. Based on these two scores, the average score was 91.7, which is in the very feasible categoryThese results indicate that the RADEC-based teaching module assisted by Gallery Walk media for prospective elementary school teachers is feasible to be used as a learning resource for introducing various learning models. The novelty of this study lies in the explicit integration of the structured RADEC stages (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) with the interactive Gallery Walk activity. Unlike previous interventions that mainly rely on discussions or presentations, this combination systematically develops students’ oral communication skills through progressive learning stages and visual–collaborative interaction. The Gallery Walk component allows students to present ideas, observe peers’ work, and provide feedback, creating a more interactive and reflective learning experience. Thus, this module offers a distinctive pedagogical approach to strengthening prospective teachers’ oral communication skills.
Tinjauan Dukungan Pemerintah dalam Implementasi Kurikulum Merdeka: Persepsi Guru di Sekolah Dasar Ami Mi'raj Zakiyah; Sukma Nugraha, Widdy; Lisnawati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.44938

Abstract

Kurikulum merdeka merupakan salah satu sistem pendidikan yang memberikan kebebasan kepada pihak sekolah dalam mengelola pendidikan sesuai dengan kebutuhan, kultur dan kondisi nyata masing-masing sekolah. Pada kenyataannya dilapangan masih banyak guru yang merasa bahwa peran pemerintah dalam memfasilitasi perubahan kurikulum belum sepenuhnya sampai dan dirasakan oleh guru, masih banyak yang menghadapi kendala teknis dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana dukungan pemerintah dirasakan guru pada penerapan kurikulum merdeka di lingkup sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, melalui metode penelitian survey dengan instrument pengumpulan data berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan pemerintah dalam mendorong implementasi kurikulum merdeka sudah dirasakan cukup baik dengan adanya Platform Merdeka Mengajar yang mencapai nilai rata-rata tertinggi yaitu 4,00. Guru menganggap PMM membantu dalam pelaksanaan pembelajaran juga pengembangan komptensi secara mandiri. Meskipun demikian, lemahnya bantuan teknis melalui pusat layanan atau help desk dengan capaian rata-rata 2,88 cukup menghambat guru dalam menemukan solusi dari permasalahan atau kendala teknis yang dihadapi, layanan yang diberikan bersifat formal dan terlalu umum sehingga sulit bagi guru dalam memecahkan masalah yang bersifat teknis.