Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penerapan Online Collaborative Learning untuk Meningkatkan Technological dan Pedagogical Knowledge Bagi Guru PAUD Herlina Ike Oktaviani; Susilaningsih Susilaningsih; Saida Ulfa; Taufik Ikhsan Slamet
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v6i12023p68-73

Abstract

Tantangan Guru PAUD di era revolusi 4.0 adalah berhadapan langsung dengan generasi Alfa. Generasi Alfa adalah generasi yang lahir mulai tahun 2010 yang kelahirannya terpapar teknologi. Perlu adanya peningkatan kemampuan pedagogik dan teknologi untuk guru PAUD sehingga dapat menyesuaikan karakteristik peserta didiknya. Tujuan kegiatan pelatihan ini adalah guru dapat menerapkan pembelajaran online secara kolaborasi untuk menambah pengetahuan teknologi dan pedagogik. Metode pelatihannya adalah ceramah, role playing, dan praktek. Hasil dari kegiatan ini dilihat dari hasil pre-test dan postest yang menunjukkan dari 30 peserta pelatihan ada 3 orang guru yang nilainya menurun sedangkan 27 guru meningkat. Hal tersebut menunjukkan keberhasilan pelatihan ini dalam meningkatkan pengetahuan pedagogik dan teknologi untuk guru PAUD.
Pengembangan Online Quiz untuk Guru Sebagai Penunjang Pembelajaran dalam Melatih Kecepatan Berpikir Siswa Herlina Ike Oktaviani; Agus Wedi; Eka Pramono Adi
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v5i22022p48-54

Abstract

SD Modern Al-Rifa’ie merupakan salah satu sekolah dalam naungan yayasan pondok pesantren dengan jumlah guru 20 orang. Beberapa diantara guru tersebut belum selesai mencapai jenjang S1 sedangkan evaluasi pembelajaran yang dilakukan di sekolah dibuat sendiri oleh guru. Untuk itu perlunya suatu pemaparan materi terkait pengembangan soal evaluasi berbasis online karena sekolah sudah menggunakan platform google form ketika ujian sekolah. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini yaitu: 1) guru memiliki kemampuan dasar tentang evaluasi pembelajaran, 2) meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan online quiz untuk meningkatkan kemampuan berpikir cepat siswa. Metode pelatihan adalah dengan menggunakan ceramah, kelompok terbimbing dan praktik pembuatan online quiz. Hasil dari kegiatan ini semua guru mampu membuat online quiz melalui platform kahoot dan quizizz. Selain itu dari hasil pre-test dan post-test menunjukkan bahwa 3 orang peserta mengalami penurunan dan 17 orang peserta mengalami peningkatan hasil belajar. Maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pembuatan soal evaluasi dan online quiz.
Pelatihan Kewargaan Digital Bagi Guru SMA dengan Pendekatan Game-Based Learning Taufik Ikhsan Slamet; Raden Bambang Sumarsono; Herlina Ike Oktaviani; Yerry Soepriyanto
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v9i22026p75-80

Abstract

Pelatihan kewargaan digital adalah merupakan kegiatan pengabdian masyarakat. Tujuannya untuk mengatasi tantangan minimnya literasi kewargaan digital di kalangan pendidik serta kebutuhan akan inovasi metode pembelajaran yang efektif. Metode yang digunakan adalah pelatihan intensif berbasis workshop yang berfokus pada dua luaran utama: pengembangan kurikulum kewargaan digital yang terintegrasi dengan konteks madrasah, dan pelatihan penggunaan metode breakout box sebagai aktivitas Game. Hasil program ini menunjukkan keberhasilan sempurna dalam peningkatan kapasitas 25 guru peserta. Capaian utama meliputi adopsi kurikulum kewargaan digital sebagai kerangka ajar baru, penguasaan metode game- based LearningBreakout Box yang terbukti meningkatkan keterlibatan dan Peningkatan signifikan rata-rata pemahaman guru tentang konsep kewargaan digital. Meskipun terdapat kendala terkait ketersediaan perangkat fisik dan skala implementasi awal, produk dan inovasi yang dihasilkan kini siap untuk diujicobakan secara penuh kepada siswa, menjadikannya model penguatan budaya digital sekolah yang aplikatif dan berkelanjutan.