Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Buku Guru Bahasa Indonesia Tema “Hobi Yang Jadi Prestasi” di Kelas 2 SDN 3 Bentek Julianti, Julianti; Arzani, M; Eliyana, Eliyana
IBTIDA-Jurnal Kajian Pendidikan Dasar Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah (PGMI) IAINU Kebeumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33507/ibtida.v5i1.2015

Abstract

This study aims to determine and explain the effectiveness of the teacher's book and the use of the teacher's book on the material of hobbies that become achievements. In addition, this study aims to determine the obstacles to the effectiveness of using teacher books and to find out solutions or strategies to improve the use of Indonesian language teacher books on hobbies that become achievements. This type of research uses a qualitative descriptive approach. The instruments used were interviews, observation, and documentation. Data analysis uses the Miles and Hubberman model through three stages, data condensation, data display, and conclusion drawing or verification. The results showed that the effectiveness of the Indonesian language teacher's book was very good in communicative aspects, clear learning objectives, adequate material, and learning strategies according to student needs. This is supported by teachers who are professional in teaching. However, the effectiveness of using teacher books still experiences obstacles or challenges. This is due to the fact that the teacher's book and student book facilities are still uneven and the material in the teacher's book is still lacking. These obstacles become obstacles so that solutions or strategies are needed. Solutions or strategies that are applied need support from schools, education offices and the government in checking the distribution of teacher books and student books. MGMP should also often conduct training related to teachers' books either through workshops, panel discussions, or workshops.
Pelatihan Asesor Akreditasi Instrumen Pendidikan Dasar Dan Menegah (DASMEN) Badan Akreditasi Nasiona Ismayadi; Sri Handayani, Baiq; Arzani, M.; Satria Elmiana, Dewi
Al-Madani: Jurnal Pengabdian Pada MAsyarakat Vol 4 No 1 (2025): JUNI: Al-Madani (Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat)
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/al-madani(jurnalpengabdianpadamasyarakat).v4i1.2339

Abstract

In Permendikbudristek No. 38/2023 it is also stated that the National Accreditation Agency for Early Childhood Education, Basic Education, and Secondary Education, hereinafter referred to as BAN-PDM, is an agency that carries out accreditation of early childhood education units, basic education units, secondary education units, and equivalent education programs that in carrying out their duties are independent and professional. Thus, BAN-PDM assessors have the authority to accredit PAUD units and dasmen units. Assessors from dasmen also have the right to accredit PAUD units. The 2024 basic secondary instrument training for assessors is a professional development program specifically designed to improve the competence of assessors in using effective and relevant assessment instruments, ensuring that the assessment process carried out by assessors can produce accurate, relevant, and reliable data as a basis for decision making related to the quality of education. The expected results of the 2024 BAN-PDM Assessor Training activities include: 1. Having the ability to understand BAN-PDM accreditation policies and mechanisms. 2. Have the ability to understand changes in the mindset and culture of BAN-PDM assessors. 3. Understand the accreditation instruments that include the following components: Educator Performance in Managing Student-Centered Learning Processes, Leadership of the Head of Educational Units in Managing Educational Units, Learning Environment Climate, and Graduate and/or Student Learning Outcome Competencies. 4. Have the technical skills needed as an assessor. 5. Have the ability to use the Sispena application. 6. Understand integrity as an assessor.
Peran Lingkungan Keluarga Dalam Mendukung Integrasi Nilai-nilai Islam dan Kecerdasan Majemuk Pada Pendidikan Anak Usia Dini M. Arzani; Eliyana, Eliyana
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal)
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/aura.v6i1.2368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran lingkungan keluarga dalam mendukung integrasi nilai-nilai Islam dan kecerdasan majemuk pada anak usia dini, khususnya di PAUD Riyadlusshibyan Lendang Re. Dengan pendekatan kualitatif melalui survei dan wawancara terhadap orang tua, penelitian ini mengkaji bagaimana nilai-nilai Islam diajarkan di rumah dan bagaimana praktik tersebut selaras dengan pendekatan pendidikan di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga yang mengintegrasikan ajaran agama dengan pengenalan kecerdasan anak secara majemuk lebih mampu mendukung perkembangan anak secara holistik. Temuan ini memberikan rekomendasi praktis bagi orang tua dan pendidik untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan moral dan intelektual anak secara seimbang. Kata Kunci: pendidikan Islam; kecerdasan majemuk; anak usia dini; lingkungan keluarga; perkembangan holistik
Analysis The Use of Audio-Visual Learning Media to Increase Students' Learning Interest at 4th Class IPAS Subjects SDN 1 Sigar Penjalin Putra, Iwan Wahyudi; Arzani, M.; Muhajirin, Muhammad
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 8 No 3.A (2025): International Journal of Education, information technology   and others (On Pro
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to, (1) analyse the use of audio-visual learning media in increasing students' interest in learning in class IV Natural and Social Sciences (IPAS) subjects at SDN 1 Sigar Penjalin, (2) describe the supporting and inhibiting factors for teachers in using audio-visual media in class IV SDN 1 Sigar Penjalin, and (3) describe the impact of using audio-visual media in increasing students' interest in learning in IPAS subjects in class IV SDN 1 Sigar Penjalin. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation. The research subjects were IPAS subject teachers, principals, and grade IV students of SDN 1 Sigar Penjalin. Data were analysed through three stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the use of audio-visual media in IPAS learning was able to increase students' attention, involvement, and enjoyment of the learning process. Supporting factors found include teacher readiness, availability of facilities, and school support. Meanwhile, inhibiting factors include limited technological devices and lack of training for teachers. The positive impacts of using this media include increased student interest in learning, a more lively classroom atmosphere, and better student understanding of the material.
Dampak Pendidikan Orang Tua Terhadap Tumbuh Kembang Anak Kelas 3 Di Sdit Al-Hijrah Dusun Busur Desa Rempek Darussalam Tahun Ajaran 2022/2023 Fitriani, Fitriani; Arzani, M; Mulyono, Ana
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 1 No. 4 (2022): Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v1i4.23

Abstract

Fitriani 2023, dampak pendidikan orang tua terhadap tumbuh kembang anak kelas 3 SDIT Al-Hijrah Dusun Busur Barat Desa Rempek Darussalam Tahun Ajaran 2022/2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pendidikan orang tua terhadap tumbuh kembang anak dan pengetahuan orang tua terhadap proses tumbuh kembang anak di SDIT Al-Hijrah Dusun Busur Barat Desa Rempek Darussalam Tahun Ajaran 2022/2023. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan hasil bahwa pendidikan orang tua memiliki dampak yang sangat besar terhadap tumbuh kembang pada anak. Dimana para orang tua yang berpendidikan rendah tidak terlalu memperhatikan pentingnya tumbuh kembang pada anak. Tingkat pendidikan orang tua menengah dapat mengetahui tumbuh kembang pada anak yang lebih baik. Sedangkan pendidikan orang tua yang tinggi tumbuh kembang pada anaknya terbilang sangat baik.
Peran Sekolah dalam Pendidikan Mitigasi Bencana pada Anak Usia Sekolah Dasar di SDN 4 Santong Irwanto, Andi; Arzani, M.; Rahayu, Fitriani
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 3 No 2: Juni (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v3i2.506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran sekolah dalam pendidikan mitigasi bencana, kendala-kendala yang di hadapi dalam implementasi mitigasi bencana dan juga dampak dalam implementasi Pendidikan mitigasi bencana. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, Teknik penelitian yang di gunakan di dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Informasi yang di kumpulkan adalah berasal dari kepala sekolah, guru kelas dan siswa di SDN 4 Santong. Teknik analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah melalui beberapa tahap di antaranya 1) pembatasan kajian penelitian. 2) mengembangkan pertanyaan. 3) perencanaan tahap pengumpulan data dan memperhatikan hasil pengamatan sebelumnya. 4) mengecek kembali data yang di kumpulkan. 5) menata secara sistematis catatan hasil observasi dan wawancara. 6) mendeskripsikan dan menguraikan dari semua data yakni observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa peran sekolah dalam Pendidikan mitigasi bencana sebagai fasilitator yaitu menyiapkan atau memfasilitasi guru dan siswa dalam implementasi Pendidikan mitigasi bencana, baik dari segi mitigasi struktural maupun mitigasi non stuktural. Memfasilitasi perencanaan Latihan, pelatihan dan simulasi serta sosialisasi terhadap bahaya gempa bumi. Sekolah dasar 4 Santong dalam implementasi mitigasi bencana mendapatkan kendala biaya dan sumber daya finansial, kurangnya pengetahuan dan ketrampilan dalam mitigasi bencana, kurangnya fasilitas mitigasi bencana dan kurangnya koordinasi dengan pihak dinas terkait mitigasi bencana. Dampak positif dari implementasi mitigasi bencana yaitu kesadaran yang meningkat, kesiapan dan tanggap darurat, memperkuat komunitas sekolah. Sedangkan dampak negative dari implementasi mitigasi bencana di sekolah adalah biaya dan sumber daya, resiko kesalahan dalam implemetasi, perasaan takut dan kecemasan pada saat simulasi serta gangguan terhadap kurikulum sekolah.
Implementation of the Cooperative Learning Model in Arts and Culture Subjects in Elementary Schools Ridwan, Ridwan; Arzani, M.; Sukarto, Sukarto
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 8, No 3 (2024): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v8i3.7150

Abstract

This research aims to determine the planning, implementation and impact of the jigsaw type cooperative learning model on class V arts and culture subjects at SDN 1 Gumantar. The research subjects were the principal and teachers of arts and culture subjects. The research instruments are in the form of observation guidelines, interview guidelines and documentation guidelines that measure planning, implementation and impacts produced using the jigsaw type cooperative learning model in arts and culture subjects. Data collection techniques in this research used observation, interviews and documentation. Data analysis techniques are carried out using Data Reduction, Data Display (data presentation), Conclusion Drawing/Verification (drawing conclusions and verifying). There are various kinds of learning models that can be implemented in a learning activity. One of them is the jigsaw type cooperative learning model which is a learning model where students can learn to collaborate, work together and be responsible for understanding certain material and conveying it to their group friends. So that when implementing the jigsaw type cooperative learning model in arts and culture subjects, learning activities can indirectly foster the value of student cooperation. The objectives of this research are as follows: 1) to describe the planning of the jigsaw type cooperative learning model in arts and culture subjects, 2) to describe the jigsaw type cooperative learning model in arts and culture subjects, 3) to describe the impact of the jigsaw type cooperative learning model on The 11th unit of visual arts material culture lesson is making works of art from recycled household waste materials.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Bercerita Melalui Media Boneka Tangan di Kelompok B Paud Riyadlusshibyan Tahun Pelajaran 2020/2021 Arzani, Muhammad; Ramzi, Muhajirin
Indonesian Journal of Education Research and Technology (IJERT) Vol 1 No 2 (2021): Indonesian Journal of Education Research and Technology (IJERT)
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak melalui media boneka tangan pada anak Kelompok B di PAUD Riyadlusshibyan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif yang menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini sebanyak 24 anak yang terdiri dari 11 anak laki-laki dan 13 anak perempuan. Objek penelitian ini adalah keterampilan berbicara melalui media boneka tangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini apabila keterampilan berbicara anak telah mencapai 80% dengan kriteria sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada keterampilan berbicara melalui media boneka tangan pada anak Kelompok B di PAUD Riyadlusshibyan. Hasil observasi yang dilakukan pada saat Pratindakan menunjukkan bahwa keterampilan berbicara anak mencapai 36,36% dengan kriteria kurang, pada Siklus I meningkat mencapai 53,54% dengan kriteria cukup, dan pada Siklus II meningkat mencapai 83,54% dengan kriteria sangat baik. Langkah-langkah yang ditempuh untuk meningkatkan keterampilan bercerita melalui media boneka tangan yaitu sebagai berikut: 1) Guru bercerita menggunakan bonekatangan; 2) Guru mengelompokkan anak, tiap kelompok terdiri dari tiga anak; 3)Anak-anak mengulang kembali cerita yang telah disampaikan oleh guru; serta 4)Guru memberikan motivasi dan reward berupa “Tanda Bintang”.
Meningkatkan Kemampuan Sosial Emosional Melalui Permainan Tab Benteng Pada Anak Kelompok B TK Puncang Hijau Arzani, Muhammad; Ramzi, Muhajirin
Indonesian Journal of Education Research and Technology (IJERT) Vol 2 No 1 (2022): Indonesian Journal of Education Research and Technology (IJERT)
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B TK Puncang Hijau, yang berjumlah 26 anak, yang terdiri dari 14 anak laki-laki dan 12 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan catatan lapangan. Instrumen penelitian menggunakan panduan observasi dan catatan lapangan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan sosial pada anak kelompok B TK Puncang Hijau dapat ditingkatkan melalui permainan tab benteng. Hal ini dibuktikan dari hasil yang diperoleh melalui permainan yang dilakukan, diketahui bahwa pada pertemuan pertama tindakan siklus II, diketahui bahwa pada aspek kerjasama, anak yang mencapai skor 3 ada 16 anak atau mencapai 61,5% dari total jumlah anak (26 anak). Pada aspek saling peduli, anak yang mencapai skor 3 ada 16 anak (61,5%). Pada aspek inisiatif, anak yang mencapai skor 3 ada 17 anak (65,4%). Pertemuan kedua tindakan siklus II, pada aspek kerjasama, anak yang mencapai skor 3 ada 25 anak atau mencapai 96,2% dari total jumlah anak (26 anak). Pada aspek saling peduli, anak yang mencapai skor 3 ada 25 anak (96,2%). Pada aspek inisiatif, anak yang mencapai skor 3 ada 25 anak (96,2%). Langkah-langkah yang dilakukan dalam upaya meningkatkan kemampuan sosial anak, meliputi (1) sebelum permainan, anak diminta mendengarkan penjelasan guru dan menyimak lebih baik lagi terhadap teknik permainan yang didemonstrasikan guru, (2) guru memberi contoh atau mendemonstrasikan teknik permainan “tab benteng”, dilakukan sebanyak 2 kali, (3) anak mendapat kesempatan bermain sebanyak dua kali, dan (4) agar lebih tertib, anak dikelompokkan sambil menunggu giliran bermain.
Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Kelompok B2 TK Permata Hijau Desa Menggala Tahun Pelajaran 2021/2022 Arzani, Muhammad; Halimatuzzuhrotulaini, Baiq; Hidayana, Elmi
Indonesian Journal of Education Research and Technology (IJERT) Vol 2 No 2 (2022): Indonesian Journal of Education Research and Technology (IJERT)
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah Bagaimana dampak pandemi covid-19 terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini kelompok B TK Permata Hijau Desa Menggala. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pandemi covid-19 terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini kelompok B TK Permata Hijau Desa Menggala. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dan jumlah subjek dalam penelitian ini sejumlah 19 siswa yang terdiri dari 11 laki-laki dan 8 perempuan. Indicator yang dinilai dalam penelitian ini adalah 1). Kesadaran Diri, 2). Rasa tanngung jawab untuk diri sendiri dan orang lain, 3). Perilaku prososial. Masing-masing indicator memiliki 4 deskriptor untuk indicator kesadaran diri yaitu : (1) Mampu memakai masker tanpa bantuan orang lain, (2) Mampu membuang sampah pada tempatnya, (3) Mampu mencuci tangan tanpa bantuan orang lain, (4) Mampu berdoa dengan tertib rapi sebelum dan sesudah belajar, untuk indicator rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain yaitu : (1) Mengembalikan alat permainan pada temptnya, (3) Mau berbagi menolong dan membantu teman (3) Menghargai karya teman, (4) Mampu Mengerjakan tugas sendiri, untuk indicator perilaku prososial yaitu : (1) Mampu bermain secara kooperatif (2) Bermain dengan teman sebaya (3) Mengetahui perasaan temanya dan meres;on secara wajar (4) Bekerjasama dalam menyelsaikan tugas, dari ketiga indicator tersebut bahwa pencapaian siswa kelompok B2 TK Permata Hijau 1 siswa dari 19 siswa dikategorikan Belum Berkembang (BB) dengan persentase 5,26 % dan 11 siswa dari 19 siswa dikategorikan Mulai Berkembang (MB) dengan persentase 57,89% dan 7 siswa dari 19 siswa dikategorikan Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dengan persentase 36,84 % dan siswa untuk kategori Berkembang Sangat Baik tidak ada. Hal ini menunjukkan bahwa dampak pandemo covid-19 terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini Kelompok B2 TK Permata Hijau Desa Menggala termasuk pada kategori Mulai Berkembang (MB) dengan persentase 57,89%.