Claim Missing Document
Check
Articles

Implementation of the Cooperative Learning Model in Arts and Culture Subjects in Elementary Schools Ridwan, Ridwan; Arzani, M.; Sukarto, Sukarto
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 8, No 3 (2024): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v8i3.7150

Abstract

This research aims to determine the planning, implementation and impact of the jigsaw type cooperative learning model on class V arts and culture subjects at SDN 1 Gumantar. The research subjects were the principal and teachers of arts and culture subjects. The research instruments are in the form of observation guidelines, interview guidelines and documentation guidelines that measure planning, implementation and impacts produced using the jigsaw type cooperative learning model in arts and culture subjects. Data collection techniques in this research used observation, interviews and documentation. Data analysis techniques are carried out using Data Reduction, Data Display (data presentation), Conclusion Drawing/Verification (drawing conclusions and verifying). There are various kinds of learning models that can be implemented in a learning activity. One of them is the jigsaw type cooperative learning model which is a learning model where students can learn to collaborate, work together and be responsible for understanding certain material and conveying it to their group friends. So that when implementing the jigsaw type cooperative learning model in arts and culture subjects, learning activities can indirectly foster the value of student cooperation. The objectives of this research are as follows: 1) to describe the planning of the jigsaw type cooperative learning model in arts and culture subjects, 2) to describe the jigsaw type cooperative learning model in arts and culture subjects, 3) to describe the impact of the jigsaw type cooperative learning model on The 11th unit of visual arts material culture lesson is making works of art from recycled household waste materials.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Bercerita Melalui Media Boneka Tangan di Kelompok B Paud Riyadlusshibyan Tahun Pelajaran 2020/2021 Arzani, Muhammad; Ramzi, Muhajirin
Indonesian Journal of Education Research and Technology (IJERT) Vol 1 No 2 (2021): Indonesian Journal of Education Research and Technology (IJERT)
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak melalui media boneka tangan pada anak Kelompok B di PAUD Riyadlusshibyan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif yang menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini sebanyak 24 anak yang terdiri dari 11 anak laki-laki dan 13 anak perempuan. Objek penelitian ini adalah keterampilan berbicara melalui media boneka tangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini apabila keterampilan berbicara anak telah mencapai 80% dengan kriteria sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada keterampilan berbicara melalui media boneka tangan pada anak Kelompok B di PAUD Riyadlusshibyan. Hasil observasi yang dilakukan pada saat Pratindakan menunjukkan bahwa keterampilan berbicara anak mencapai 36,36% dengan kriteria kurang, pada Siklus I meningkat mencapai 53,54% dengan kriteria cukup, dan pada Siklus II meningkat mencapai 83,54% dengan kriteria sangat baik. Langkah-langkah yang ditempuh untuk meningkatkan keterampilan bercerita melalui media boneka tangan yaitu sebagai berikut: 1) Guru bercerita menggunakan bonekatangan; 2) Guru mengelompokkan anak, tiap kelompok terdiri dari tiga anak; 3)Anak-anak mengulang kembali cerita yang telah disampaikan oleh guru; serta 4)Guru memberikan motivasi dan reward berupa “Tanda Bintang”.
Meningkatkan Kemampuan Sosial Emosional Melalui Permainan Tab Benteng Pada Anak Kelompok B TK Puncang Hijau Arzani, Muhammad; Ramzi, Muhajirin
Indonesian Journal of Education Research and Technology (IJERT) Vol 2 No 1 (2022): Indonesian Journal of Education Research and Technology (IJERT)
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B TK Puncang Hijau, yang berjumlah 26 anak, yang terdiri dari 14 anak laki-laki dan 12 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan catatan lapangan. Instrumen penelitian menggunakan panduan observasi dan catatan lapangan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan sosial pada anak kelompok B TK Puncang Hijau dapat ditingkatkan melalui permainan tab benteng. Hal ini dibuktikan dari hasil yang diperoleh melalui permainan yang dilakukan, diketahui bahwa pada pertemuan pertama tindakan siklus II, diketahui bahwa pada aspek kerjasama, anak yang mencapai skor 3 ada 16 anak atau mencapai 61,5% dari total jumlah anak (26 anak). Pada aspek saling peduli, anak yang mencapai skor 3 ada 16 anak (61,5%). Pada aspek inisiatif, anak yang mencapai skor 3 ada 17 anak (65,4%). Pertemuan kedua tindakan siklus II, pada aspek kerjasama, anak yang mencapai skor 3 ada 25 anak atau mencapai 96,2% dari total jumlah anak (26 anak). Pada aspek saling peduli, anak yang mencapai skor 3 ada 25 anak (96,2%). Pada aspek inisiatif, anak yang mencapai skor 3 ada 25 anak (96,2%). Langkah-langkah yang dilakukan dalam upaya meningkatkan kemampuan sosial anak, meliputi (1) sebelum permainan, anak diminta mendengarkan penjelasan guru dan menyimak lebih baik lagi terhadap teknik permainan yang didemonstrasikan guru, (2) guru memberi contoh atau mendemonstrasikan teknik permainan “tab benteng”, dilakukan sebanyak 2 kali, (3) anak mendapat kesempatan bermain sebanyak dua kali, dan (4) agar lebih tertib, anak dikelompokkan sambil menunggu giliran bermain.
Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Kelompok B2 TK Permata Hijau Desa Menggala Tahun Pelajaran 2021/2022 Arzani, Muhammad; Halimatuzzuhrotulaini, Baiq; Hidayana, Elmi
Indonesian Journal of Education Research and Technology (IJERT) Vol 2 No 2 (2022): Indonesian Journal of Education Research and Technology (IJERT)
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah Bagaimana dampak pandemi covid-19 terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini kelompok B TK Permata Hijau Desa Menggala. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pandemi covid-19 terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini kelompok B TK Permata Hijau Desa Menggala. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dan jumlah subjek dalam penelitian ini sejumlah 19 siswa yang terdiri dari 11 laki-laki dan 8 perempuan. Indicator yang dinilai dalam penelitian ini adalah 1). Kesadaran Diri, 2). Rasa tanngung jawab untuk diri sendiri dan orang lain, 3). Perilaku prososial. Masing-masing indicator memiliki 4 deskriptor untuk indicator kesadaran diri yaitu : (1) Mampu memakai masker tanpa bantuan orang lain, (2) Mampu membuang sampah pada tempatnya, (3) Mampu mencuci tangan tanpa bantuan orang lain, (4) Mampu berdoa dengan tertib rapi sebelum dan sesudah belajar, untuk indicator rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain yaitu : (1) Mengembalikan alat permainan pada temptnya, (3) Mau berbagi menolong dan membantu teman (3) Menghargai karya teman, (4) Mampu Mengerjakan tugas sendiri, untuk indicator perilaku prososial yaitu : (1) Mampu bermain secara kooperatif (2) Bermain dengan teman sebaya (3) Mengetahui perasaan temanya dan meres;on secara wajar (4) Bekerjasama dalam menyelsaikan tugas, dari ketiga indicator tersebut bahwa pencapaian siswa kelompok B2 TK Permata Hijau 1 siswa dari 19 siswa dikategorikan Belum Berkembang (BB) dengan persentase 5,26 % dan 11 siswa dari 19 siswa dikategorikan Mulai Berkembang (MB) dengan persentase 57,89% dan 7 siswa dari 19 siswa dikategorikan Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dengan persentase 36,84 % dan siswa untuk kategori Berkembang Sangat Baik tidak ada. Hal ini menunjukkan bahwa dampak pandemo covid-19 terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini Kelompok B2 TK Permata Hijau Desa Menggala termasuk pada kategori Mulai Berkembang (MB) dengan persentase 57,89%.
LOKA KARYA PENGEMBANGAN KAPASITAS PENDIDIK TAMAN KANAK-KANAK “ MANAJEMEN KELOMPOK KERJA YANG EFETIF DAN EFISIEN” Eliyana; M. Arzani; Muhajirin Ramzi
Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): July, Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah sebagai bentuk aplikasi Tri Darma Perguruan Tinggi, silaturahmi antar dosen, Ketua dan pengurus IGTKI-PGRI, dan peserta lokakarya yaitu guru-guru TK dan PAUD, lokarya ini bertujuan untuk melatih dan meberikan pengetahun kepada guru atau pendidik lembaga TK dan PAUD sekecamatan Tanjung. Dengan Metode Pelaksanaan menggunakan Metode Cerama, Diskusi, Tanya Jawab, membuat kelompok kerja dan Evaluasi dam Memotivasi Peserta. Dengan hasil Lokakarya Peserta mengetahui bagaimana cara mengembangkan kapasitas Pendidik Tman Kanak-Kanak dan PAUD, dan mengetahui cara mengelola kelompok kerja yan efektf dan efisien pada lembaga Pendidikan khususnya pada lembaga TK dan PAUD dengan Fungsi manajemen yaitu Perencanaan (Planning), pengorganisasian (Organizing), pelaksanaan (Actuating), dan pengawasan (Controlling).
SOSIALISASI AKREDITASI PAUD DAN PNF MELALUI SISPENA 3.1 DI KABUPATEN SUMBAWA: UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Ismayadi; M.Arzani
Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): July, Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman satuan PAUD mengenai kebijakan dan mekanisme akreditasi yang ditetapkan oleh BAN-PDM melalui penggunaan aplikasi Sispena 3.1. Sosialisasi dilaksanakan di Aula DIKBUDPORA Kabupaten Sumbawa pada tanggal 4 Mei 2024 dengan melibatkan 80 lembaga PAUD, pemangku kepentingan, serta asesor BAN-PDM. Metode kegiatan mencakup penyampaian materi, diskusi interaktif, dan praktik langsung pengisian Penilaian Prasyarat Akreditasi (PPA). Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan pemahaman teknis dan kesiapan lembaga dalam mengikuti proses akreditasi secara daring. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendorong akreditasi berkualitas dan berkelanjutan di NTB, khususnya dalam mendukung sasaran 1.304 lembaga PAUD yang menjadi target akreditasi tahun 2024.
REFLEKSI RAKORNAS BAN-PDM 2024: MEMPERKUAT SINERGI DAN TATA KELOLA AKREDITASI PENDIDIKAN Syamsul Hadi; M.Arzani
Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): July, Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) tahap II yang dilaksanakan oleh BAN-PDM dan perwakilan BAN-PDM Provinsi tahun 2024 menjadi wahana strategis untuk mengevaluasi capaian akreditasi serta memperkuat kolaborasi antar lembaga. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di Bali ini melibatkan 34 perwakilan provinsi dan membahas implementasi instrumen akreditasi 2024, realisasi anggaran, serta penetapan arah kebijakan akreditasi tahun 2025. Metode pelaksanaan kegiatan ini mencakup sidang pleno, diskusi kelompok, dan sesi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan sinergi kelembagaan, identifikasi tantangan pelaksanaan akreditasi, serta rumusan tindak lanjut untuk memperkuat mutu pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk merefleksikan dinamika pelaksanaan Rakornas dan menguraikan temuan-temuan yang relevan dalam konteks penguatan tata kelola akreditasi di Indonesia.
Kolaborasi Strategis Pasca-Akreditasi: Upaya Peningkatan Mutu Berkelanjutan Satuan Pendidikan Di Kabupaten Sumbawa M.Arzani
Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Desember, Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan kemitraan fase pasca-akreditasi bertujuan untuk menindaklanjuti rekomendasi hasil akreditasi guna memastikan peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa. Fokus utama kegiatan ini adalah membangun sinergi antara BAN-PDM Provinsi NTB dengan pemangku kepentingan daerah untuk mendiseminasikan hasil akreditasi dan mendorong pemanfaatan rekomendasi sebagai acuan pembinaan. Metode yang digunakan adalah koordinasi intensif, diskusi terarah (FGD), dan evaluasi bersama dengan Dinas Pendidikan serta organisasi mitra di tingkat kabupaten. Hasil kegiatan menunjukkan terciptanya komitmen bersama dalam pemanfaatan data akreditasi untuk alokasi sumber daya dan intervensi program bagi satuan pendidikan yang masih memiliki nilai rendah. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah kemitraan pasca-akreditasi efektif dalam memperpendek kesenjangan komunikasi antara pemberi rekomendasi dengan pelaksana kebijakan di daerah, sehingga penjaminan mutu pendidikan dapat dilakukan secara terukur dan kolaboratif.
Peran Guru Kelas Terhadap Motivasi Belajar Kelas I MI Thoriqul Hidayah Leong Barat Tahun Ajaran 2024/2025 Muliadi Muliadi; Muhamad Arzani; Muh. Hamdani
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 4.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran Guru Kelas Terhadap Motivai Belajar Siswa Kelas I MI Thoriqul Hidayah Leong. Penelitian ini dilaksanakan di MI Thoriqul Hidayah Leong pada siswa kelas I semester 2 tahun pelajaran 2024/2025. Pengambilan data dengan teknik wawancara guru kelas satu dan kepala madrasah, selain itu pengumpulan data juga di lakukan dengan lembar obeservasi guru dan lembar obeservasi siswa. Penelitian ini juga merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Sedangkan teknik analisis data yang dilakukan menggunakan tringulasi data yaitu menggunakan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa peran guru kelas terhadap motivasi siswa kelas satu di bagi menjadi tiga yaitu : 1) Metode yang di terapkan guru kelas guna menumbuhkan motivasi belajar siswa yaitu memerikan pujian, memberikan hadiah, tujuan pembelajaran yang jelas serta umpan balik dan lain sebagainya. Hal tersebut di harapkan dapat menumbuhkan semangat belajar siswa di MI Thoriqul Hidayah Leong. 2) Peroses Guru Kelas Dalam Memberikan Didikan dan Respon Terhadap Motivasi Belajar Siswa. dengan berbagaicara yang telah di terapkannya di antaranya dengan mengidentipikasi penyebab siswa terebut menjadi malas, menggunakan media pembelajaran yang semenarik mungkin seperti video animasi, kartun, media bergambar dan lain sebagainya, menunjukan sikap yang terbuka terhadap siswa, menanggapi pertanyaan siswa secara positif, menyesuaikan gaya belajar siswa, mengenal setiap kemampuan siswa dan memandang siswa secara adil. 3) Respon Siswa Kelas Satu Terhadap Setimulus Yang Di Berikan Guru Kelas Motivasi siswa kelas I MI Thoriqul hidayah cenderung baik hal ini dapat di lihat dari partisipasi siswa terhadap pembelajaran di dalam kelas dan tidak terlepas juga dari peranan seorang guru yang telah mendedikasikan dirinya sebagai bagian dari pelaku pendidikan.
Analisis Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Kelompok (A) Di TK Babul Mujahidin Tahun Ajaran 2024/2025 Monika, Ratna; Arzani, M.; Muhajirin, Muhammad.
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 4.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pola asuh yang diterapkan oleh orang tua dan dampaknya terhadap perkembangan kognitif anak kelompok A di TK IT Babul Mujahidin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi orang tua, guru kelas, dan kepala sekolah TK IT Babul Mujahidin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang tua menerapkan pola asuh demokratis, yang ditandai dengan komunikasi dua arah, adanya aturan yang disertai penjelasan, serta pendampingan aktif dalam proses belajar anak di rumah. Sebagian kecil orang tua menggunakan pola asuh permisif, yang memberikan kebebasan penuh kepada anak tanpa pengawasan dan batasan yang jelas. Dampak dari penerapan pola asuh tersebut sangat berpengaruh terhadap perkembangan kognitif anak. Anak-anak yang diasuh secara demokratis menunjukkan perkembangan kognitif yang lebih baik, seperti mampu mengenal huruf, angka, bentuk, dan warna dengan cepat, serta lebih fokus, percaya diri, dan aktif dalam kegiatan belajar. Sementara itu, anak-anak dengan pola asuh permisif cenderung kurang fokus, mudah bosan, dan menunjukkan perkembangan kognitif yang lambat karena kurangnya struktur dan stimulasi dari orang tua. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran orang tua dalam membentuk perkembangan kognitif anak usia dini. Penerapan pola asuh yang tepat, khususnya pola asuh demokratis, sangat dianjurkan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.