Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

LATIHAN OLAH NAFAS DAN PENGUATAN KADER POSBINDU SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN LANSIA Fikri Mourly Wahyudi; Meda Yuliani; Yanyan Mulyan; Iceu Mulyati; Hani Oktafiani; Wahyu Wahdana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39665

Abstract

Kota Cimahi merupakan kota terpadat di Jawa Barat. Per tahun 2024, jumlah lansia di Cimahi mencapai 58.509 jiwa atau sekitar 10% dari total penduduk. Persentase yang besar ini tentu membutuhkan pengelolaan program agar kesehatannya tetap terjaga. Upaya kesehatan lansia dan pra lansia oleh masyarakat disebut dengan Posbindu. RW 14 Kelurahan Baros, Kota cimahi memiliki Posbindu Flamboyan yang terbentuk sejak bulan Mei 2024. Sebelum terbentuk, lansia dan pra lansia di wilayah tersebut belum memiliki kegiatan rutin dalam rangka peningkatan derajat kesehatan dan pencegahan penyakit tidak menular. Kader yang menjadi pengurus posbindu belum mendapatkan pelatihan, sehingga masih dalam tahap mengidentifikasi kebutuhan program dan bagaimana program bisa tepat dilaksanakan. Padahal, kader posbindu merupakan agen terdepan dalam promosi kesehatan dan pencegahan penyakit pada lansia, sehingga penguatan peran kader posbindu menjadi urgensi yang tidak terelakan lagi. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan mencakup kegiatan pemeriksaan kesehatan dengan konsep 5 meja posbindu dan pembekalan kader melalui penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dan konsep organisasional posbindu yang disampaikan oleh perwakilan Puskesmas Cigugur Tengah. Sebagai bentuk upaya keberlanjutan program, tim pengmas menyiapkan kader kit berisi buku saku kader yang berisi materi-materi yang dapat digunakan kader saat kegiatan posbindu, alat-alat pemeriksaan kesehatan (tensimeter, timbangan badan digital, set alat pemeriksaan gula darah, alat ukur tinggi badan, dll.), dan KMS lansia sebagai media pencatatan dan pemantauan perubahan kesehatan lansia serta pemberian edukasi terkait olah nafas pada lansia dalam penurunan tekanan darah serta kesimbangan gula dalam darah. Salah satu perubahan yang terjadi setelah kegiatan pengmas adalah adanya peningkatan signifikan dari kunjungan masyarakat ke kegiatan posbindu, yaitu 17 orang di bulan September, menjadi 52 orang di bulan Desember 2024, diharapkan dengan penguatan posbindu ini dapat meningkatkan kepesertaan Lansia dalam kunjungan serta dengan hal tersebut dapat meningkatkan derajat Kesehatan lansia
ANALISIS KESEHATAN MENTAL DAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA PUTRI DI SALAH SATU SEKOLAH MENENGAH TAHUN 2024 Iceu Mulyati; Lia Novita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v14i2.3038

Abstract

Kesehatan mental anak dan remaja, khususnya remaja putri, sangat memengaruhi masa depan individu, keluarga, dan masyarakat. Gangguan mental tidak hanya berdampak jangka panjang tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi. Remaja dengan gangguan psikologis dapat mengalami nyeri haid, keputihan berlebih, serta perubahan durasi dan keteraturan haid. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kesehatan mental dan kesehatan reproduksi pada remaja putri di salah satu sekolah menengah tahun 2024. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada remaja putri yang memenuhi kriteria. Hasilnya menunjukkan bahwa gangguan reproduksi yang paling umum adalah nyeri haid (59,1%) dan siklus haid tidak teratur (86,4%). Gangguan pada kesejahteraan emosional dan sosial juga ditemukan cukup tinggi, masing-masing sebesar 45,5%. Nyeri dan durasi haid berhubungan erat dengan kondisi mental. Kesimpulannya, ada hubungan kuat antara kesehatan reproduksi dan mental. Gangguan reproduksi dapat memicu stres, kecemasan, dan menurunnya kepercayaan diri, sementara gangguan mental juga memengaruhi fungsi reproduksi. Oleh karena itu, pendekatan terpadu sangat penting dalam menjaga keseimbangan fisik dan mental remaja putri.
Peningkatan Kesehatan Reproduksi Remaja melalui Pos Kesehatan Remaja di SMPN 1 Rancaekek dan SMA 5 Muhammadiyah Wilayah Puskesmas Rancaekek: Pos Kesehatan Remaja Antri Ariani; Agung Sutriyawan; Iceu Mulyati; Ecih Winengsih; Tata Juarta
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol5.iss1.299

Abstract

Adolescence is a period of rapid growth and development, both physically, psychologically and intellectually. Adolescent reproductive health problems include premarital sex, early marriage, early pregnancy, drugs, and HIV/AIDS. WHO (2015) states that around 21 million teenage girls become pregnant every year and almost half (49%) experience unwanted pregnancies. Another problem that affects adolescent health is anemia. According to WHO, the prevalence of anemia in Indonesian women is 23.9%, which has an impact on stunted physical growth, behavioral and emotional disorders, decreased productivity, impaired mental and intellectual development, as well as decreased body immunity and morbidity. Along with physical and psychological changes, teenagers must adapt to the changes that occur to them. During the menstrual period, the problem of dysmenorrhea appears, which has an impact on the daily activities carried out by teenagers at school. The Community Service that will be carried out is the Formation and Training of Adolescent Health Post Management (PoKeRja) and Providing Health Education to all students. The results of implementing this activity showed that before providing education, more than half had sufficient knowledge (53.8%) and after providing education, they had good knowledge (59.6%) regarding health in adolescents. The Adolescent Health Post has been established with support from partner schools SMA 5 Muhammadyah and SMPN 1 Rancaekek as well as students who are administrators of the adolescent health post at their school.
Penyegaran Kader Posyandu melalui Edukasi dan Pelatihan Antropometri untuk Mendukung Upaya Pencegahan Stunting Meda Yuliani; Yanyan Mulyani; Iceu Mulyati; Fikri Mourly Wahyudi; Wahyu Wahdana
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cv9t3j78

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang membutuhkan perhatian serius. Stunting adalah salah satu masalah kesehatan gizi kronis pada anak, selama masa awal pertumbuhan akibat kurangnya asupan gizi yang diberikan dalam waktu lama dan tidak sesuai dengan kecukupan gizi yang dibutuhkan. Stunting terjadi dari 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan akan muncul saat anak berusia 2 tahun. Kader posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat memiliki peran penting dalam mendeteksi dini risiko stunting. Metodel pada kegiatan penyegaran kader melalui edukasi dan pelatihan antropometri bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan pengukuran status gizi balita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan edukasi interaktif dan pelatihan keterampilan praktis terkait pencatatan, pelaporan, dan pengukuran antropometri. Penilaian pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan, dengan Peserta kegiatan adalah kader posyandu dari wilayah binaan dengan jumlah total 18 orang. Hasil dari kegiatan ini, terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan kader setelah diberikan edukasi dan pelatihan, disertai keterampilan yang lebih baik dalam melakukan pengukuran antropometri. Hal ini menunjukkan efektivitas penyegaran kader dalam mendukung upaya pencegahan stunting. Penyegaran kader posyandu melalui edukasi dan pelatihan antropometri terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader. Kegiatan ini direkomendasikan dilakukan secara berkelanjutan delngan dukungan lintas sektor.
ANALISIS KESEHATAN MENTAL DAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA PUTRI DI SALAH SATU SEKOLAH MENENGAH TAHUN 2024 Iceu Mulyati; Lia Novita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v14i2.3038

Abstract

Kesehatan mental anak dan remaja, khususnya remaja putri, sangat memengaruhi masa depan individu, keluarga, dan masyarakat. Gangguan mental tidak hanya berdampak jangka panjang tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi. Remaja dengan gangguan psikologis dapat mengalami nyeri haid, keputihan berlebih, serta perubahan durasi dan keteraturan haid. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kesehatan mental dan kesehatan reproduksi pada remaja putri di salah satu sekolah menengah tahun 2024. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada remaja putri yang memenuhi kriteria. Hasilnya menunjukkan bahwa gangguan reproduksi yang paling umum adalah nyeri haid (59,1%) dan siklus haid tidak teratur (86,4%). Gangguan pada kesejahteraan emosional dan sosial juga ditemukan cukup tinggi, masing-masing sebesar 45,5%. Nyeri dan durasi haid berhubungan erat dengan kondisi mental. Kesimpulannya, ada hubungan kuat antara kesehatan reproduksi dan mental. Gangguan reproduksi dapat memicu stres, kecemasan, dan menurunnya kepercayaan diri, sementara gangguan mental juga memengaruhi fungsi reproduksi. Oleh karena itu, pendekatan terpadu sangat penting dalam menjaga keseimbangan fisik dan mental remaja putri.
Pendidikan Kesehatan Hipertensi Bagi Warga Cibiru Hilir Bandung Roganda Situmorang; Garnadi Jafar; Iceu Mulyati; Fatmawati Karim; Siti Saidah Muthmainah
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 2 No. 2 (2023): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v2i2.1088

Abstract

Sasaran mendasar pemeliharaan kesehatan masyarakat Indonesia untuk mencapai kesehatan nasional adalah keluarga. Informasi ditemukan bahwa dalam keluarga wilayah Desa Cibiru Hilir Bandung terdapat permasalahan masih banyak keluarga kurang mengetahui penyakit tidak menular (hipertensi). Tujuan kegiatan ini adalah mengimplementasikan upaya promosi dan preventif kesehatan berbasis kolaborasi antar profesi tentang pemberian pendidikan kesehatan hipertensi pada keluarga wilayah Desa Cibiru Hilir Bandung. Metode yang digunakan yaitu pemaparan materi, diskusi dan evaluasi kegiatan. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan keluarga tentang hipertensi dari kurang baik menjadi baik. Perlunya sosialisasi secara berkala secara berkala dan melibatkan banyak masyarakat dan kader. Keluarga diharapkan mengaplikasikan dirumah dan disebar luaskan informasi terkait hipertensi.
Makusam Yogurt and Child Pose Yoga for Dysmenorrhea Management Antri Ariani Antri; Yanyan Mulyani; Iceu Mulyati; Intan Yusita
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 7 No. 2 (2026): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v7i2.8511

Abstract

Dysmenorrhea is a prevalent reproductive health concern among adolescent girls that may disrupt everyday activities, school participation, and concentration. This community service initiative sought to strengthen adolescents' understanding of non-pharmacological care for dysmenorrhea through Makusam Yogurt—prepared with yogurt, honey, turmeric, and tamarind—and Child's Pose yoga, while also reducing menstrual pain. A training-based community intervention with a one-group pretest–posttest design was conducted among 52 adolescent girls in the service area of Solokan Jeruk Public Health Center, Bandung Regency. Activities comprised reproductive health education, hands-on preparation of Makusam Yogurt, guided Child Pose practice, and outcome assessment using a knowledge questionnaire and the Numeric Rating Scale (NRS). Following the program, the proportion of participants classified as having good knowledge rose from 60% to 85%. Moderate menstrual pain declined from 68% before the intervention to 5% afterward, and participants were able to prepare Makusam Yogurt independently. The findings suggest that combining health education, an herbal functional-food innovation, and a simple yoga exercise offers a practical and potentially sustainable approach to improving reproductive health knowledge and alleviating dysmenorrhea among adolescent girls.
Co-Authors Agustiani, Siska Nurul Aiyi Asnawi Amirah Salwa Amirah Salwa Mainuha Antri Ariani Antri Ariani Antri Ariani, Antri Ayu Cahyati Bagoes Widjanarko Bambang Noegroho Dewi Nurlaela Sari Dhien Novita Sani Dian, Ratna Dwi Prasetyo Dyah Ayu Fitriani Ecih Winengsih Eki Pratidina Elis Susilawati Ellin Febrina Elsa Nurohimah Endang Sutedja Etika Emaliyawati Farid Husin Fatmawati Karim Fauzan Z Muttaqin Fauzan Zein Mutaqin Fauzan Zein Muttaqin Fikri Mourly Wahyudi Garnadi Jafar, Garnadi Hani Oktafiani Hayati, Ning Ika Kana Trisnawati Iman Abidin Ina Sugiharti Intan Yusita Intan Yusita Juarta, Tata Karim, Fatmawati Khilfa Syawalia Kusumah Khoerunnisa, Fitrina Lia Novita Lika Nurfiati Linda Rofiasari Mamay Maesaroh Manaf Bin Saman Margaretha, Putri Maulidya, Syaira F Meda Yuliani Meda Yuliani Megawati, Sri Wulan Mulyani, Yanyan Muthmainah, Siti Saidah Nabila Berliana Nova Mawar Senja Nur Intan Hayati Husnul Khotimah Nur Intan Hayati Husnul Khotimah Nurhalim Shahib Oktafiani, Hani PONPON IDJRADINATA Ratna Dian Kurniawati Roganda Situmorang Salsabila, Dilla C Sarbini, Amida Siska Nurul Agustiani Siti Saidah Muthmainah Situmorang, Roganda Soni Muhsinin Sri Achadi Nugraheni Sri Lestari Sri Lestari Sugiharti, Ina Sutriyawan, Agung Tata Juarta Tika - Lubis Untung Sudharmono Valiani, Cici Wahyu Wahdana Wahyu Wahdana Widhya Aligita Widhya Aligita Widyawati Widyawati Winengsih, Ecih Yanyan Mulyan Yanyan Mulyani Yosef Pandai Lolan yuliani, meda Yulianti Anjayani Yulianti Anjayani Yuni Mauliany Yusita, Intan Yusrin, Fhani Rahmani