Claim Missing Document
Check
Articles

Implementation of Curriculum Merdeka in Early Childhood Education (PAUD): Literature Study on Opportunities and Obstacles Garnika, Eneng; Rohiyatun, Baiq
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v13i1.15359

Abstract

This study aims to examine in depth the opportunities and obstacles in implementing the Merdeka Curriculum at the Early Childhood Education (PAUD) level through a literature study approach. Merdeka Curriculum is presented as an effort to transform national education which is more flexible and learner-centered. In the context of PAUD, this curriculum emphasizes a play-based holistic approach and character strengthening through the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5). This study analyzes a range of relevant secondary sources, including scientific journals, policy documents and educational reference books, spanning the period 2019-2024. The results show that the main opportunities for implementing Merdeka Curriculum include learning flexibility, teachers' freedom in developing teaching modules, and a fun contextual approach. However, a number of obstacles were also identified, such as uneven teacher readiness, limited infrastructure, overlapping curriculum understanding, and lack of parental involvement. This study recommends the need for continuous training, increased collaboration between teachers and parents, and strengthening learning communities in PAUD environments to support the optimal implementation of Merdeka Curriculum.Keywords: Merdeka Curriculum, PAUD, Implementation Barriers 
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) Baiq Rohiyatun; Farida Ariany; Eneng Garnika
Jurnal Ilmiah Mandalika Education (MADU) Vol. 1 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Lembaga PKBM Tunas Harapan Varoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/madu.v1i2.35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan pembelajaran di MTs Darunnajah Al-Falah. Jenis Penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru dan siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan cara reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila dalam proses pembelajaran sudah cukup baik. Guru mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dengan memasukkannya dalam metode mengajar, sikap terhadap siswa, dan kegiatan rutin sekolah. Guru selalu mengingatkan siswa yang melanggar nilai-nilai Pancasila. Faktor pendukung dari implementasi nilai-nilai Pancasila yaitu adanya kesadaran, dan dukungan dari kepala sekolah, guru, serta lingkungan sekolah yang mendukung. Hambatan yang dihadapi sekolah yaitu adanya beberapa anak yang sulit dinasehati dan kebiasaan anak di luar sekolah yang kurang baik. Sekolah mengatasi hambatan tersebut dengan terus melakukan pembiasaan, bimbingan, dan pembinaan kepada anak. Kata kunci: Nilai-Nilai Pancasila, Proses Pembelajaran
Strategi Pembelajaran Inklusi untuk Anak dengan Speech Delay melalui Pendekatan Visual dan Taktil Rayani, Dewi; Garnika, Eneng; Rohiyatun, Baiq
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/gv446r83

Abstract

Anak dengan keterlambatan bicara di kelas inklusif sering menghadapi kesulitan dalam memahami instruksi verbal dan mengekspresikan diri, yang dapat menghambat perkembangan akademik dan sosial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi dan efektivitas strategi pembelajaran berbasis pendekatan visual dan taktil bagi anak dengan keterlambatan bicara. Pendekatan ini dirancang untuk memanfaatkan gaya belajar visual-kinestetik yang dominan pada anak-anak tersebut, yang masih jarang dieksplorasi dalam pendidikan inklusif di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, yang dilakukan di TK Permata Bangsa, Mataram. Data dikumpulkan melalui triangulasi observasi, wawancara mendalam dengan guru, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pendekatan visual dan taktil secara signifikan meningkatkan pemahaman bahasa, kosakata, dan komunikasi anak. Pendekatan taktil juga mendukung perkembangan psikomotor dan pemrosesan sensorik yang esensial untuk kemampuan bicara. Keberhasilan ini dipengaruhi oleh lingkungan belajar yang fleksibel dan guru yang responsif. Secara keseluruhan, strategi pembelajaran visual-taktil yang berpusat pada anak terbukti efektif dalam mendukung perkembangan anak dengan keterlambatan bicara dalam konteks pendidikan inklusif. Inclusive Learning Strategies for Children with Speech Delay through Visual and Tactile Approaches Abstract Children with speech delay in inclusive classrooms often face difficulties in understanding verbal instructions and expressing themselves, which can hinder their academic and social development. This study aims to describe the implementation and effectiveness of a visual and tactile-based learning strategy for children with speech delays. This approach is designed to leverage the dominant visual-kinesthetic learning styles of these children, which has been rarely explored in inclusive education in Indonesia. The study employs a qualitative approach with a case study design, conducted at Permata Bangsa Kindergarten, Mataram. Data were collected through triangulation of observation, in-depth interviews with teachers, and document analysis. The results show that the combination of visual and tactile approaches significantly improves language comprehension, vocabulary, and communication skills in children. The tactile approach also supports psychomotor development and sensory processing, which are essential for speech development. This success is influenced by a flexible learning environment and responsive teachers. Overall, the child-centered visual-tactile learning strategy proves effective in supporting the development of children with speech delay in the context of inclusive education.
Peningkatan Kompetensi Metodologi Kualitatif: Pelatihan Terpadu Manajemen Penelitian, Analisis Data, dan Triangulas Hariawan, Rudi; Haromain, Haromain; Rohiyatun, Baiq; Najwa, Lu'luin; Suhardi, Muhammad
Jurnal Dedikasi Madani Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Dedikasi Madani, Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jdm.v4i2.18625

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh Tim Dosen Program Studi Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Mandalika untuk meningkatkan kapasitas akademik dalam penelitian kualitatif, khususnya terkait manajemen penelitian, analisis data, dan validasi temuan. Latar belakang kegiatan ini didasari oleh kebutuhan untuk memperkuat kredibilitas dan ketelitian penelitian kualitatif di kalangan dosen dan mahasiswa, yang sering menghadapi tantangan dalam pengelolaan data kompleks serta validasi hasil penelitian. Melalui metode pelatihan interaktif, kegiatan ini berhasil: (1) membangun pemahaman komprehensif tentang manajemen penelitian kualitatif (perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian); (2) menguasai teknik analisis data studi kasus (pengumpulan, kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan); serta (3) menerapkan triangulasi (sumber, teknik, waktu) untuk memvalidasi data. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi peserta, dengan indikator antusiasme tinggi (1.000 peserta webinar) dan diskusi aktif terkait aplikasi metode tersebut. Berdasarkan temuan, disarankan: (1) institusi pendidikan perlu mengembangkan program berkelanjutan untuk pendalaman metodologi kualitatif; (2) peneliti wajib mengadopsi teknik triangulasi dalam studi lapangan; dan (3) kolaborasi antars-takeholder (akademisi, praktisi, pemerintah) perlu ditingkatkan untuk mendukung riset yang rigor. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan sistematis dalam manajemen dan validasi penelitian kualitatif mampu menghasilkan temuan yang kontekstual dan akademis.
STRENGTHENING STUDENT RESEARCH LITERACY: RESEARCH METHODOLOGY TRAINING AT MAN INSAN CENDEKIA EAST LOMBOK Iqbal, Muhammad; Jayadi, Agus; Rohiyatun, Baiq; Muzakkir, Muzakkir; Muslim, Ahmad; Mursid, Hidayat Joni; Al Maliki, Imam Maksum
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i1.36989

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi riset siswa MAN Insan Cendekia (IC) Lombok Timur melalui pelatihan metodologi penelitian. Rendahnya pemahaman siswa terhadap metodologi penelitian ilmiah menjadi latar belakang pentingnya kegiatan ini, terutama dalam mendukung program Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) dan mempersiapkan siswa menghadapi kompetisi riset seperti Madrasah Young Researchers (MYRES). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan ceramah interaktif, diskusi, dan pendampingan dengan evaluasi berbasis pretest-posttest menggunakan instrumen tes kognitif yang mengacu pada Taksonomi Bloom (C1-C4). Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2025 dengan melibatkan sekitar 110 siswa sebagai peserta. Hasil evaluasi posttest dari 72 responden menunjukkan bahwa rata-rata skor literasi metodologi penelitian siswa mencapai 64,11 dengan standar deviasi 24,33. Kategorisasi menunjukkan 22% siswa berada pada kategori Sangat Baik (≥85), 21% kategori Baik (75-84), 6% kategori Cukup (65-74), 18% kategori Kurang (55-64), dan 33% kategori Sangat Kurang (<55). Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam penguatan literasi riset siswa madrasah dan direkomendasikan untuk dilanjutkan dengan program pendampingan berkelanjutan.Abstract:  This community service activity aimed to enhance the research literacy of students at MAN Insan Cendekia (IC) East Lombok through research methodology training. The inadequate understanding of scientific research methodology among students served as the rationale for this initiative, particularly in supporting the Youth Scientific Group (Kelompok Ilmiah Remaja/KIR) program and preparing students for research competitions such as Madrasah Young Researchers (MYRES). The implementation method employed an interactive lecture approach, discussion, and mentoring with pretest-posttest evaluation using cognitive test instruments based on Bloom's Taxonomy (C1-C4). The activity was conducted on October 11, 2025, involving approximately 110 students as participants. The posttest evaluation results from 72 respondents indicated that the mean score for research methodology literacy reached 64.11 with a standard deviation of 24.33. The categorization revealed that 22% of students fell within the Excellent category (≥85), 21% in the Good category (75-84), 6% in the Fair category (65-74), 18% in the Poor category (55-64), and 33% in the Very Poor category (<55). This activity contributed positively to strengthening the research literacy of madrasah students and is recommended for continuation through sustainable mentoring programs.
ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK Haidah, Masaad; Rohiyatun, Baiq; Najwa, Lu’luin
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9852

Abstract

ABSTRACT The Merdeka Curriculum is an educational policy designed to provide flexibility for schools in developing students’ potential based on their characteristics, interests, and talents. This curriculum emphasizes student-centered learning, collaboration, and project-based approaches to strengthen the Pancasila Student Profile. This study aims to examine the implementation of the Merdeka Curriculum at SMA Negeri 2 Mataram and to identify the supporting and inhibiting factors in improving students’ competencies. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. The informants include the vice principal for curriculum affairs, subject teachers, and twelfth-grade students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of the Merdeka Curriculum has been carried out gradually and systematically. Teachers refer to Learning Outcomes, develop Learning Objective Flows, and apply differentiated learning strategies. The Pancasila Student Profile Strengthening Project plays a role in fostering students’ character, creativity, and collaboration. Its implementation is supported by school commitment, teacher readiness, and adequate facilities, although challenges remain, such as limited instructional time and differences in students’ abilities. ABSTRAK Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan pendidikan yang memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan dalam mengembangkan potensi peserta didik sesuai karakteristik, minat, dan bakatnya. Kurikulum ini menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik, kolaborasi, serta penggunaan pendekatan berbasis proyek untuk memperkuat Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 2 Mataram serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kompetensi peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan terdiri atas wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan siswa kelas XII. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka telah berjalan secara bertahap dan sistematis. Guru mengacu pada Capaian Pembelajaran, mengembangkan Alur Tujuan Pembelajaran, serta menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila berperan dalam mengembangkan karakter, kreativitas, dan kolaborasi siswa. Keberhasilan didukung oleh komitmen sekolah, kesiapan guru, dan fasilitas, meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan perbedaan kemampuan siswa.
EKSPLORASI PERAN SUPERVISI AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU Kalo, Maria Goreti; Rohiyatun, Baiq; Najwa, Lu’luin
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9914

Abstract

ABSTRACT Academic supervision is an important strategy for improving teachers’ professionalism in schools. The effectiveness of its implementation is influenced by the quality of planning, implementation, and follow-up of the supervision process. This study aims to describe the implementation of academic supervision at SMAN 5 Mataram and its role in improving teachers’ professionalism, including pedagogical, personal, social, and professional competencies, as well as to identify the supporting and inhibiting factors. This research employed a qualitative approach using a case study design. The research informants consisted of the principal, the vice principal for curriculum affairs, and subject teachers. Data were collected through interviews, observations, and documentation, while data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that academic supervision planning is carried out systematically through an annual coordination meeting preceded by mapping teachers’ needs. The implementation of supervision emphasizes a collaborative approach through classroom observations and individual conferences, while follow-up activities are conducted in the form of coaching and constructive feedback. Supporting factors include effective principal leadership, a collaborative school culture, and the availability of adequate facilities and infrastructure. Meanwhile, the inhibiting factors include limited time, teachers’ workload, and limited technological facilities. Overall, consistent and participatory academic supervision contributes positively to improving teachers’ professionalism at SMAN 5 Mataram. ABSTRAK Supervisi akademik merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan profesionalisme guru di sekolah. Keberhasilan pelaksanaannya dipengaruhi oleh kualitas perencanaan, pelaksanaan, serta tindak lanjut supervisi yang dilakukan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan supervisi akademik di SMAN 5 Mataram serta perannya dalam meningkatkan profesionalisme guru yang meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru mata pelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan supervisi akademik dilakukan secara terstruktur melalui rapat awal tahun yang diawali dengan pemetaan kebutuhan guru. Pelaksanaan supervisi menekankan pendekatan kolaboratif melalui observasi kelas dan pembicaraan individual, sedangkan tindak lanjut dilakukan dalam bentuk pembinaan serta pemberian umpan balik yang konstruktif. Faktor pendukung pelaksanaan supervisi meliputi kepemimpinan kepala sekolah yang efektif, budaya sekolah yang kolaboratif, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, beban kerja guru, serta keterbatasan fasilitas teknologi. Secara keseluruhan, supervisi akademik yang dilaksanakan secara konsisten dan partisipatif terbukti memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan profesionalisme guru di SMAN 5 Mataram.
IMPLEMENTASI LITERASI NILAIBUDAYA PADA PROGRAM SABTU BUDAYA DAN PAGELARAN SENI (SABDAGENI) Farero, Riyan Gusti; Rohiyatun, Baiq; Faqih, M.
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9940

Abstract

ABSTRACT The strengthening of cultural literacy in the educational environment is an effort to develop students’ character to be culturally aware, ethical, and tolerant amid the growing influence of globalization. Schools play a strategic role in integrating cultural values into various educational activities so that these values are not only theoretical but also internalized in students’ daily behavior. This study aims to describe the implementation of cultural literacy in the Sabtu Budaya and Pagelaran Seni (SABDAGENI) Program at SMPN 6 Mataram, identify the challenges and obstacles in its implementation, and analyze its impact on students. This study employs a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects include the principal, vice principals, teachers, school staff, and students. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that the implementation of cultural literacy through the SABDAGENI Program is carried out continuously and integrated into school activities with cultural nuances. The program receives support from various stakeholders within the school and involves active participation from students in forming habits and behaviors that reflect cultural values. However, its implementation still faces several challenges, particularly related to limited facilities and supporting resources. Nevertheless, the program has a positive impact on improving students’ understanding and internalization of cultural values, which is reflected in the development of culturally aware and tolerant character as well as the creation of a conducive and inclusive school environment.   ABSTRAK Penguatan literasi nilai budaya di lingkungan pendidikan merupakan upaya untuk membentuk karakter peserta didik yang berbudaya, beretika, dan memiliki sikap toleran di tengah arus globalisasi yang semakin kuat. Sekolah memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan nilai-nilai budaya ke dalam berbagai aktivitas pendidikan sehingga tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat diinternalisasikan dalam perilaku sehari-hari peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi literasi nilai budaya pada Program Sabtu Budaya dan Pagelaran Seni (SABDAGENI) di SMPN 6 Mataram, mengidentifikasi tantangan dan hambatan pelaksanaannya, serta menganalisis dampak program tersebut terhadap peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, staf sekolah, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi literasi nilai budaya melalui Program SABDAGENI dilaksanakan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam kegiatan sekolah yang bernuansa budaya. Program ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak di lingkungan sekolah serta melibatkan partisipasi aktif peserta didik dalam pembentukan kebiasaan dan sikap yang mencerminkan nilai-nilai budaya. Namun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi beberapa kendala, terutama terkait keterbatasan sarana dan prasarana serta sumber daya pendukung. Meskipun demikian, program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman dan internalisasi nilai budaya pada diri peserta didik, yang tercermin dalam terbentuknya karakter yang lebih berbudaya, toleran, serta terciptanya iklim sekolah yang kondusif dan inklusif.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN LAYANAN KHUSUS DALAM MENDUKUNG KEMAMPUAN AKADEMIK DAN NON AKADEMIK PESERTA Wahida, Nurul; Rohiyatun, Baiq; Najwa, Lu’luin
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.10075

Abstract

ABSTRACT The importance of managing special services in vocational schools lies in its strategic role in supporting the balanced development of students’ academic and non-academic competencies. In practice, the success of these services is largely determined by management that is well-planned, well-organized, and responsive to students’ needs, both in learning processes and in the development of interests and talents. Therefore, this study aims to describe the management of special services in supporting students’ academic and non-academic abilities at SMK Negeri 3 Mataram. This study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, documentation, and in-depth interviews involving six informants: the principal, vice principal for student affairs, vice principal for curriculum, extracurricular advisor, guidance and counseling teacher, and students. The findings indicate that the management of special services has been implemented collaboratively through planning meetings outlined in the School Activity and Budget Plan (RKAS), funded by the School Operational Assistance (BOS). Academic services are supported by modern facilities such as Smart TVs (IFP) in laboratories, while non-academic services are facilitated through various extracurricular activities. The implementation of these services has shown positive impacts, as reflected in students’ achievements at the national, city, and provincial levels. However, the implementation still faces challenges, including limited flexibility of the RKAS budget for incidental needs and the dual workload borne by some supervisors, which affects the overall optimization of services. ABSTRAK Pentingnya pengelolaan layanan khusus di sekolah kejuruan sebagai upaya strategis dalam mendukung pengembangan kemampuan akademik dan non-akademik peserta didik secara seimbang. Dalam praktiknya, keberhasilan layanan tersebut sangat ditentukan oleh manajemen yang terencana, terorganisasi, dan responsif terhadap kebutuhan siswa, baik dalam bidang pembelajaran maupun pengembangan minat dan bakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen layanan khusus dalam mendukung kemampuan akademik dan non-akademik peserta didik di SMK Negeri 3 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap enam informan, yaitu Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Pembina Ekstrakurikuler, Guru Bimbingan dan Konseling, serta siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen layanan khusus telah dilaksanakan secara kolaboratif melalui perencanaan dalam rapat kerja yang dituangkan dalam RKAS bersumber dari dana BOS. Pelaksanaan layanan akademik didukung oleh fasilitas modern seperti Smart TV (IFP) di laboratorium, sementara layanan non-akademik difasilitasi melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Implementasi layanan ini memberikan dampak positif yang ditunjukkan melalui berbagai prestasi siswa di tingkat nasional, kota, dan provinsi. Namun demikian, pelaksanaan layanan masih menghadapi kendala berupa keterbatasan fleksibilitas anggaran RKAS untuk kebutuhan insidental serta beban tugas ganda pada beberapa pembina, yang memengaruhi optimalisasi layanan secara keseluruhan.