Claim Missing Document
Check
Articles

STANDAR SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN Baiq Rohiyatun
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2019): April
Publisher : Prodi Administrasi Pendidikan, Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v4i1.1974

Abstract

Abstrak: Sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah merupakan faktor pendukung terlaksananya  program  sekolah,  khususnya  kegiatan  pembelajaran  yang  dilakukan guru. Sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah harus dikelola dengan baik, dengan tujuan jika warga sekolah hendak memerlukan atau menggunakannya, maka sarana dan prasarana tersebut dalam keadaan siap pakai. Menurut perspektif pemerintah, kegiatan manajemen sarana dan prasarana pendidikan setidak-tidaknya memiliki delapan  (8)  mata  rantai  kegiatan.  Sementara  menurut  Peraturan  Menteri  No  24 Tahun 2007 bahwa Standar Nasional Pendidikan tentang Sarana dan Prasarana mencakup tujuh (7) kegiatan manajemen. Guna mengoptimalkan pengadaan, penyaluran, inventarisasi, pemeliharaan, penyimpanan dan pengahapusan sarana dan prasarana pendidikan, maka diperlukan perencanaan yang matang, sehingga sekolah dituntut  untuk  memiliki  kemandirian  untuk  mengatur  dan  mengurus  sekolah menurut kebutuhan berdasarkan aspirasi dan partisipasi warga sekolah dengan tetap mengacu pada peraturan dan perundangan-undangan yang berlaku. Pengelolaan sarana dan prasarana di sekolah itu memang harus di kelola secara baik dengan perencanaan yang baik pula. Sarana dan prasarana pendidikan sangatlah bermanfaat dan berperan penting untuk menunjang kelancaran proses pendidikan karena meskipun KBM (kegiatan Belajar Mengajar) sudah baik, namun tidak didukung dengan alat-alat atau sarana prasarana pendidikan maka hasil yang dicapai tidak akan sesempurna yang diharapkan. Untuk itu perhatian terhadap pengelolaan semua sarana dan prasarana atau perlengkapan  di sekolah memang harus di prioritaskan demi terealisasinya tujuan utama dari adanya perlengkapan ini mampu mendukung penyuksesan dalam pembelajaran. Kata Kunci: Standar, Sarana Prasarana Pendidikan 
ANALISIS KETERLIBATAN GURU DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN (KAJIAN TEORITIS ORGANISASI SEKOLAH) Baiq Rohiyatun
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol 1, No 1 (2016): April
Publisher : Prodi Administrasi Pendidikan, Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v1i1.639

Abstract

Membuat keputusan dan pemecahan masalah merupakan salah satu peranan yangharus dimainkan setiap leader dan manajer. Semua fungsi manajemen seperti perencanaan,pengarahan, dan pengawasan. Kepala sekolah adalah anggota dalam organisasi sekolah yangsecara formal memikul tanggung jawab administrator di sekolahnya. Dalam memikultanggung jawabnya, kepala sekolah dihadapkan kepada berbagai masalah yang muncul dalamrangkaian kegiatan administrasi atau managemen. Masalah itu di samping beragam jugasangat kompeks sehingga memerlukan pemahaman dan keterampilan untuk menemukan danmempertimbangkan sejumlah alternatif pemecahanya ini tidak lain terkait dengan prosespengambilan keputusan. Pengambilan keputusan yang efektif adalah apabila setiap prosesnyadilakukan secara cermat dan menghasilkan keputusan yang tepat dalam kaitannya dengantujuan organisasi. Dalam organisasi sekolah, untuk dapat menghasilkan keputusan yang tepat,kepala sekolah dapat melibatkan guru dalam proses penentuan keputusan. Keterlibatan gurudalam pengambilan keputusan sangat berpengaruh besar dalam peningkatan kualitas guru.Kualitas tidak hanya dimaknai bahwa guru tersebut semakin banyak menguasai materi dan tehnikmengajar, tetapi dari segi moral kerja dan motivasi melaksanakan tugas dan tanggung jawabjuga akan berdampak positif. Keterlibatan guru dalam kerjasama pengambilan keputusanmemiliki nilai yang sangat penting karena cenderung akan menghasilkan keputusanyang lebih berkualitas dari pada keputusan yang bersumber dari seorang individu saja.Kata Kunci: keterlibatan, pengambilan keputusan, organisasi sekolah
MANAJEMEN PERKANTORAN MODERN Baiq Rohiyatun
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2020): April
Publisher : Prodi Administrasi Pendidikan, Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v5i1.3127

Abstract

Seiring perubahan zaman yang mengglobal pada abad ke 21, kehidupan perkantoran pun ikut berubah. Perubahan itu terjadi hampir pada semua unsur perkantoran mulai dari bentuk organisasi, pola komunikasi, mekanisme kerja, manajemen data dan informasi, pengawasan, dan pengembangan kerja, perlengkapan dan fasilitas kantor, hingga tata ruang perkantoran. Dalam pengelolaan perkantoran dewasa ini, perubahan-perubahan tersebut tentu tidak dapat diabaikan. Manajemen perkantoran modern berkenaan dengan penyelenggaraan semua kegiatan yang bertalian dengan pelaksanaan pekerjaan kantor yang modern dan serba otomatis. Otomatisasi perkantoran tidak bisa dipisahkan dari teknologi perkantoran sebab otomatisasi merupakan bentuk pengembangan teknologi.Kata kunci: manajemen, perkantoran modern.
PERAN MANAJEMEN KESISWAAN UNTUK MENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMAN 1 LEMBAR KABUPATEN LOMBOK BARAT Baiq Rohiyatun; Titania Laras Zuliana; Muhammad Iqbal
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol 10, No 1 (2022): April
Publisher : Prodi Administrasi Pendidikan, Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v10i1.5116

Abstract

Abstract: One of the components in education management is related to students. Student management aims at organizing various activities that support the achievement of learning outcomes, development of skills, characters, personality and learning motivation of students. This study aims at: 1) analyzing the activities of student management, 2) identifying student management efforts to increase student motivation. 3) and determining the supporting and inhibiting factors in the implementation of student management in order to increase student learning motivation in SMA Negeri 1 Sheet. This research is a qualitative research, with data collection methods using observation, interviews, and documentation. The results shows that: 1) Student management activities in increasing students' learning motivation consist of internal and external activities. The internal activities are to form student discipline in terms of attendance, behavior, dress and worship. While external activities are the activities carried out outside, such as coordinating or collaborating with student councils, participating in science, economics and computer olympiads. 2) Student management efforts to increase student learning motivation, namely: a) it is given for every flag ceremony activity, b) homeroom provides motivation to learn covering all subjects. c) the motivation is given through student discipline. d) the role of counseling teachers in providing learning motivation. e) the motivation is given during religious activities. 3) The supporting factors of the implementation of student management are: a) fulfilled facilities and infrastructure. b) cooperation between teachers is very good. c) modern learning system. d) a comfortable and safe place. While the inhibiting factors: are a) the apathy of the teacher, the teacher's selfishness. b) diverse student backgrounds. c) limited funds for student activities at school. d) the influence of the external environment. e) there are still many students who are not disciplined.Keywords: Student Management, Student Learning Motivation.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan dari manajemen kesiswaan di SMA Negeri 1 Lembar. 2) Upaya manajemen kesiswaan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Lembar. 3) .Faktor pendukung dan penghambat dari pelaksanaan manajemen kesiswaan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Lembar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini sebagai berikut: 1) Kegiatan manajemen kesiswaan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa yaitu kegiatan internal dan eksternal. Sedangkan kegiatan eksternal adalah kegiatan yang dilaksanakan di luar seperti berkoordinasi atau bekerja sama dengan osis, mengikuti olimpiade-olimpiade sains, ekonomi dan computer. 2) Upaya manajemen kesiswaan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa yaitu: a) motivasi di berikan setiap kegiatan upacara bendera, b) wali kelas memberikan motivasi belajar yang mencakup semua mata pelajaran. c) motivasi diberikan melalu pendisiplinan siswa. d) peran guru BK dalam memberikan motivasi belajar. e) motivasi diberikan pada saat kegiatan keagamaan (Imtaq). 3) Faktor pendukung dan penghambat dari pelaksanaan manajemen kesiswaan yaitu: Faktor pendukung a) sarana dan prasarana yang terpenuhi. b) kerjasama antara guru sangat bagus. c) sistem pembelajaran yang modern. d) tempat yang nyaman dan aman. Sedangkan faktor penghambat a) sifat apatis guru, egois guru. b) latar belakang siswa yang beragam. c) dana yang terbatas untuk kegiatan siswa di sekolah. d) pengaruh lingkungan eksternal. e) masih banyak murid yang tidak disiplin.Kata Kunci: Manajemen Kesiswaan, Motivasi Belajar Siswa
Implementasi Analisis Swot dalam Perencanaan Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar Eneng Garnika; Baiq Rohiyatun; Lu’luin Najwa
Alignment:Journal of Administration and Educational Management Vol 4 No 2 (2021): Alignment:Journal of Administration and Educational Management
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/alignment.v4i2.3031

Abstract

The purpose of this study is to describe, 1) the implementation of SWOT analysis in improving the quality of education in elementary schools; 2) supporting factors, and inhibiting SWOT analysis; 3) strategies for improving the quality of education by schools. This research method is descriptive qualitative with case study design. Collecting research data using observation, interviews, and documentation studies and then analyzed using data triangulation. The results of the SWOT analysis at SDN 7 Mataram are a) strengths, namely the first strategic location of the school (in downtown Mataram). second, the condition and completeness of good facilities and infrastructure; third, human resources (educators and education personnel have qualifications; fourth, a conducive, comfortable and beautiful school climate. Fourth, the fifth standard of the learning process, assessment standards are coordinated with parents and guardians of students; b) Weaknesses, namely from the external environment, namely the lack of concern for parents for the school environment; c) opportunities, namely student guardians facilitate the needs of students in terms of academic and non-academic, students have talents and achievements that often win competitions at the city and provincial level, relations with residents around the school run well and harmoniously; d) treaths (challenges), namely guardians of students who are very critical of the development of students so that teachers must be wiser in making decisions and attitudes. In conclusion, the supporting factors for implementing the SWOT analysis in SDN are human resources, namely stakeholders who are proactive in providing information, and carry out progressive development and principals in school evaluation and development, and strategic planning. The inhibiting factor for implementing the SWOT analysis in SDN is the lack of community support and public understanding of school management. Strategies to improve the quality of education at SDN 7 Mataram by increasing the Koran program, strengthening character education, adding extracurricular activities, creating excellent activities with school characteristics, and strengthening student counseling. Keywords: SWOT Analysis, Implementation, Quality of Education
Pelatihan Penggunaan Media “Loose Parts” untuk Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini di PAUD Cerdas Ceria Lu'luin Najwa; Eneng Garnika; Baiq Rohiyatun; Wiwiek Zainar Sri Utami
Jurnal Dedikasi Madani Vol 1, No 1 (2022): July
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.409 KB) | DOI: 10.33394/jdm.v1i1.6494

Abstract

Anak usia dini memiliki pemikiran unik yang dapat menghasilkan berbagai karya sesuai dengan apa yang pernah mereka lihat dan dengar. Melalui penggunaan Loose Parts anak dibimbing dan difasilitasi untuk terus mengeluarkan imajinasi-imajinasi kreatifnya menjadi sebuah karya nyata sehingga anak merasa memiliki kebebasan untuk berekspresi dan berkreasi sesuai kemampuannya. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengedukasi guru tentang penggunaan media loose part serta dapat mengaplikasikannya dalam proses pembelajaran. Kegiatan diawali dengan pemberian materi dan dilanjutkan dengan praktik penggunaan media loose parts menggunakan bahan di sekitar peserta pelatihan. Kegiatan ini dinilai efektif sebagai sarana edukasi bagi peningkatan kreativitas guru dalam menyampaikan materi pembelajaran yang menarik dan bermakna kepada siswa PAUD.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN EMOSI PADA IBU DENGAN ANAK GANGGUAN SPEECH DELAY Eneng Garnika; Baiq Rohiyatun
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 1 (2023): Volume 8 Nomor 1 Edisi April 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v8i1.7343

Abstract

Emosi adalah perasaan intern yang dirasakan seseorang sebagai reaksi terhadap sesuatu atau seseorang. Emosi dapat muncul apabila terpicu oleh hal-hal yang tidak sesuai baik kecil maupun besar. Emosi merupakan suatu hal yang natural, dan perlu kemampuan untuk dapat mengimplementasikannya secara tepat sesuai dengan kondisi diri. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih mendalam dalam manajemen emosi orang tua dengan anak speech delay di PAUD Permata Bangsa. Terdapat lima indikator dalam manajemen emosi yaitu self awareness (kesadaran diri), managing emotion (pengaturan emosi), motivating oneself (motivasi untuk diri sendiri), emphaty (empati) dan social skill (keterampilan emosi). Orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, memiliki sikap dalam manajemen emosi., yaitu orang tua menyadari dan melihatnya sebagai takdir, da nada orang tua yang belum dapat menerima kenyataan. Dengan dua sikap ini, ada orang tua yang berupaya untuk mengoptimalkan kemampuan anak-anaknya dan menerima kekurangannya,  namun orang tua yang belum dapat menerima situasi anaknya dan membuatnya merasa rendah diri. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan menggunakan field research, dengan teknik pengumpulan data menggunakan interview. Subyek dalam penelitian ini adalah ibu dari anak speech delay di PAUD Permata Bangsa. Dari hasil analisis, didapatkan bahwa ibu dalam menggunakan kesadaran diri, pengaturan emosi, motivasi diri sendiri, empati dan keterampilan emosi, belum maksimal diimplementasikan sehingga masih belum dapat mengelola emosi dengan baik saat mengasuh dan mendidik anak speech delay mereka.
ANALISIS TINGKAT KEBUTUHAN TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS WILAYAH KOTA MATARAM Nina Sartika Putri; Baiq Rohiyatun; Muhammad Iqbal
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): April
Publisher : Prodi Administrasi Pendidikan, Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v11i1.7141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui tentang kebijakan pemerintah terhadap tenaga pendidik dan kependidikan, Mengetahui gambaran tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah menengah atas di Kota Mataram dan  Memproyeksikan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan sekolah menengah atas di Kota Mataram periode 2022 sampai 2025.  Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan untuk Sekolah Menengah Atas di Kota Mataram, dari data yang diperoleh merujuk pada Permendikbud No 22 Tahun 2016 dan dilihat dari data setelah di analisa maka sebanyak 32 sekolah yang di analisis sejumlah 27 sekolah memenuhi standart rasio perbandingan jumlah peserta didik dengan jumlah tenaga pendidik dan rombongan belajar pada satuan pendidikan. Hasil analisis menunjukan rata-rata laju pertumbuhan peserta didik sesuai perhitungan sebesar 2,57%.  Nilai Produktifitas tenaga pendidik Sebesar 0,062 dan Produktifitas Tenaga Kependidikan sebesar 0,022. Sehingga kebutuhan tenaga pendidik di tahun 2023-2025 sebesar 748 sampai 796 orang dengan penambahan jumlah tenaga tenaga pendidik dari tahun 2023-2025 berkisar sebesar 23 sampai 24 orang pertahun. Sedangkan untuk kebutuhan Tenaga Kependidikan di Tahun 2023-2025 sebesar 272 sampai 290 orang dengan penambahan jumlah Tenaga Kependidikan dari tahun 2023-2025 berkisar sebesar 8 sampai 9 orang pertahun.Kata Kunci : Analisis Kebutuhan, Tenaga Pendidik dan Kependidikan, SMA Kota Mataram 
PELATIHAN KEPEMIMPINAN ENTREPRENEURSHIP BAGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN PEMBIAYAAN DI SMA NEGERI 1 PRAYA TIMUR Taufik Suadiyatno; I Made Sonny Gunawan; Baiq Rohiyatun
Jurnal Dedikasi Madani Vol 2, No 1 (2023): July
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jdm.v2i1.8487

Abstract

Abstract Financing independence is an important factor in facing financial challenges faced by educational institutions. The principal's entrepreneurial skills are able to identify opportunities and develop initiatives oriented towards the development of the school's financial resources. This community service is carried out by training / workshop methods attended by school principals and teachers. The results of the service can be concluded that forming financing independence with entrepreneurial leadership can be done by managing financial resources effectively and efficiently, understanding of risk and financial management, increasing cooperation with external parties, and empowering school staff.Abstrak Kemandirian pembiayaan menjadi factor penting dalam menghadapi tantang keuangan yang dihadapi Lembaga pendidikan. Keterampilan entrepreneurship kepala sekolah mampu mengidentifikasi peluang dan mengembangkan inisiatif yang berorientasi pada pengembangan sumber daya keuangan sekolah. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode pelatihan/workshop yang diikuti oleh kepala sekolah dan guru. Hasil pengabdian dapat disimpulkan bahwa membentuk kemandirian pembiayaan dengan kepemimpinan entrepreneurship dapat dilakukan dengan pengelolaan sumber daya finansial secara efektif dan efisien, pemahaman tentang risiko dan pengelolaan keuangan, peningkatan Kerjasama dengan pihak eksternal, serta memberdayakan staf sekolah.Abstract Financing independence is an important factor in facing financial challenges faced by educational institutions. The principal's entrepreneurial skills are able to identify opportunities and develop initiatives oriented towards the development of the school's financial resources. This community service is carried out by training / workshop methods attended by school principals and teachers. The results of the service can be concluded that forming financing independence with entrepreneurial leadership can be done by managing financial resources effectively and efficiently, understanding of risk and financial management, increasing cooperation with external parties, and empowering school staff. Abstrak Kemandirian pembiayaan menjadi factor penting dalam menghadapi tantang keuangan yang dihadapi Lembaga pendidikan. Keterampilan entrepreneurship kepala sekolah mampu mengidentifikasi peluang dan mengembangkan inisiatif yang berorientasi pada pengembangan sumber daya keuangan sekolah. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode pelatihan/workshop yang diikuti oleh kepala sekolah dan guru. Hasil pengabdian dapat disimpulkan bahwa membentuk kemandirian pembiayaan dengan kepemimpinan entrepreneurship dapat dilakukan dengan pengelolaan sumber daya finansial secara efektif dan efisien, pemahaman tentang risiko dan pengelolaan keuangan, peningkatan Kerjasama dengan pihak eksternal, serta memberdayakan staf sekolah. 
STIMULASI KREATIVITAS ANAK MELALUI MEMBUAT KARYA BAHAN LOOSE PART Eneng Garnika; Baiq Rohiyatun
Jurnal Dedikasi Madani Vol 3, No 1 (2024): July
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jdm.v3i1.12242

Abstract

The use of Loose Parts media in learning plays a role in developing creativity in early childhood by carrying out all stages of using Loose Parts media using play strategies, strategies for cleaning up and storing things as well as various strategies for increasing creativity (product creation, imagination, experimental exploration, projects, music and language). In this regard, schools and parents need to establish good cooperation so that they can optimize the use of Loose Parts media to develop creativity in early childhood.