Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI LITERATUR: IMPLEMENTASI PENDIDIKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA LEMBAGA PENDIDIKAN Rohiyatun, Baiq; Garnika, Eneng
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Volume 9 Nomor 1 Edisi April 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v9i1.11180

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin canggih, informasi dan komunikasi di era digital  dapat memberi banyak manfaat namun juga dapat berdampak negatif dalam kehidupan masyarakat. Dampak negatif yang terjadi dan dirasakan masyarakat di era digital khususnya dalam dunia pendidikan antara lain kurang fokus saat belajar, terbatasnya interaksi sosial positif, penurunan keterampilan tulis tangan, konten tidak sesuai dan mengandung unsur kekerasan, selain itu juga anak menjadi kesulitan mengatur waktu. Untuk meminimalisir dampak negatif dapat dilakukan upaya-upaya kongkrit dari orang tua dan penyelenggara atau pelaku pendidikan. Upaya yang dapat dilakukan salah satunya melalui impementasi pendidikan secara tepat. Pendidikan dalam pembelajaran tentunya bertujuan untuk membentuk karakter baik bagi peserta didik, sehingga mereka diharapkan dapat menjadi generasi cerdas, berkarakter dan berahklak mulia.
STIMULASI KREATIVITAS ANAK MELALUI MEMBUAT KARYA BAHAN LOOSE PART Garnika, Eneng; Rohiyatun, Baiq
Jurnal Dedikasi Madani Vol. 3 No. 1 (2024): July
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jdm.v3i1.12242

Abstract

The use of Loose Parts media in learning plays a role in developing creativity in early childhood by carrying out all stages of using Loose Parts media using play strategies, strategies for cleaning up and storing things as well as various strategies for increasing creativity (product creation, imagination, experimental exploration, projects, music and language). In this regard, schools and parents need to establish good cooperation so that they can optimize the use of Loose Parts media to develop creativity in early childhood.
ANALISIS KETERLIBATAN GURU DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN (KAJIAN TEORITIS ORGANISASI SEKOLAH) Rohiyatun, Baiq
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v1i1.639

Abstract

Membuat keputusan dan pemecahan masalah merupakan salah satu peranan yangharus dimainkan setiap leader dan manajer. Semua fungsi manajemen seperti perencanaan,pengarahan, dan pengawasan. Kepala sekolah adalah anggota dalam organisasi sekolah yangsecara formal memikul tanggung jawab administrator di sekolahnya. Dalam memikultanggung jawabnya, kepala sekolah dihadapkan kepada berbagai masalah yang muncul dalamrangkaian kegiatan administrasi atau managemen. Masalah itu di samping beragam jugasangat kompeks sehingga memerlukan pemahaman dan keterampilan untuk menemukan danmempertimbangkan sejumlah alternatif pemecahanya ini tidak lain terkait dengan prosespengambilan keputusan. Pengambilan keputusan yang efektif adalah apabila setiap prosesnyadilakukan secara cermat dan menghasilkan keputusan yang tepat dalam kaitannya dengantujuan organisasi. Dalam organisasi sekolah, untuk dapat menghasilkan keputusan yang tepat,kepala sekolah dapat melibatkan guru dalam proses penentuan keputusan. Keterlibatan gurudalam pengambilan keputusan sangat berpengaruh besar dalam peningkatan kualitas guru.Kualitas tidak hanya dimaknai bahwa guru tersebut semakin banyak menguasai materi dan tehnikmengajar, tetapi dari segi moral kerja dan motivasi melaksanakan tugas dan tanggung jawabjuga akan berdampak positif. Keterlibatan guru dalam kerjasama pengambilan keputusanmemiliki nilai yang sangat penting karena cenderung akan menghasilkan keputusanyang lebih berkualitas dari pada keputusan yang bersumber dari seorang individu saja.Kata Kunci: keterlibatan, pengambilan keputusan, organisasi sekolah
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Rohiyatun, Baiq; Zulkipli, Zukipli
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v1i2.664

Abstract

Berdasarkan salah satu dari empat kompetensi yang dimiliki guru yaitukompetensi pedagogik, guru harusnya bisa lebih memahami peserta didiknya baik dariaspek fisik, intelektual, sosial, emosional, moral, dan latar belakang sosial budaya.Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah: Apakah ada korelasiantara kompetensi pedagogik guru dengan motivasi belajar siswa di SMPN 1 PrayaBarat tahun pelajaran 2014/2015?. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui ada tidaknya korelasi antara kompetensi pedagogik guru dengan motivasibelajar siswa di SMPN 1 Praya Barat tahun pelajaran 2014/2015. Metodepengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket sebagai metodepokok, sedangkan metode analisis data menggunakan rumus koefesien korelasiproduct moment. Dari hasil perhitungan rxy yang dieroleh dalam penelitian ini adalah0,347, sedangkan nilai rxydalam tabel dengan taraf signifikansi 5% dan N=44 adalah0,297 atau (0,347>0,297), kenyataan ini menunjukkan bahwa nilai ℎ lebih besardari pada . Maka dapat dikemukakan bahwa Hipotesis Nol (H0) “ditolak” danHipotesis alternatif (Ha) “diterima”. Jadi kesimpulan analisis dalam penelitian iniadalah: Ada Korelasi Antara Kompetensi Pedagogik Guru dengan Motivasi BelajarSiswa di SMPN 1 Praya Barat Tahun Pelajaran 2014/2015 dalam kategori rendah.
STANDAR SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN Rohiyatun, Baiq
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2019): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v4i1.1974

Abstract

Abstrak: Sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah merupakan faktor pendukung terlaksananya  program  sekolah,  khususnya  kegiatan  pembelajaran  yang  dilakukan guru. Sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah harus dikelola dengan baik, dengan tujuan jika warga sekolah hendak memerlukan atau menggunakannya, maka sarana dan prasarana tersebut dalam keadaan siap pakai. Menurut perspektif pemerintah, kegiatan manajemen sarana dan prasarana pendidikan setidak-tidaknya memiliki delapan  (8)  mata  rantai  kegiatan.  Sementara  menurut  Peraturan  Menteri  No  24 Tahun 2007 bahwa Standar Nasional Pendidikan tentang Sarana dan Prasarana mencakup tujuh (7) kegiatan manajemen. Guna mengoptimalkan pengadaan, penyaluran, inventarisasi, pemeliharaan, penyimpanan dan pengahapusan sarana dan prasarana pendidikan, maka diperlukan perencanaan yang matang, sehingga sekolah dituntut  untuk  memiliki  kemandirian  untuk  mengatur  dan  mengurus  sekolah menurut kebutuhan berdasarkan aspirasi dan partisipasi warga sekolah dengan tetap mengacu pada peraturan dan perundangan-undangan yang berlaku. Pengelolaan sarana dan prasarana di sekolah itu memang harus di kelola secara baik dengan perencanaan yang baik pula. Sarana dan prasarana pendidikan sangatlah bermanfaat dan berperan penting untuk menunjang kelancaran proses pendidikan karena meskipun KBM (kegiatan Belajar Mengajar) sudah baik, namun tidak didukung dengan alat-alat atau sarana prasarana pendidikan maka hasil yang dicapai tidak akan sesempurna yang diharapkan. Untuk itu perhatian terhadap pengelolaan semua sarana dan prasarana atau perlengkapan  di sekolah memang harus di prioritaskan demi terealisasinya tujuan utama dari adanya perlengkapan ini mampu mendukung penyuksesan dalam pembelajaran. Kata Kunci: Standar, Sarana Prasarana Pendidikan 
EVALUASI TINGKAT KETERPAKAIAN KOLEKSI PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN SMAN 1 LABUAPI Rohiyatun, Baiq; Aryani, Menik
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v4i2.3001

Abstract

Perpustakaan dapat dikatakan berhasil jika banyak digunakan oleh pemustakanya. Salah satu aspek penting untuk membuat perpustakaan itu banyak digunakan pemustaka adalah ketersediaan koleksi yang memenuhi kebutuhan penggunanya. Kegiatan evaluasi terhadap bahan pustaka perlu dilakukan agar dapat mencapai tujuan Perpustakaan SMAN 1 Labuapi pada bulan Januari sampai bulan Desember 2018 memiliki 447  judul buku dengan 4.140 eksemplar buku. Berbagai macam bahan pustaka yang terdapat disirkulasi terdiri dari buku teks dan buku untuk pengembangan ilmu (bahan pustaka umum). Untuk mengetahui bahan pustaka apa saja yang dibutuhkan pengguna perpustakaan di awal tahun ajaran perpustakaan menyebarkan formulir penambahan bahan pustaka keseluruh guru masing-masing mata pelajaran untuk mengisi judul buku yang diperlukan, baik itu buku wajib maupun buku pengayaan informasi bagi pengguna. Jumlah judul dan eksemplar juga belum memenuhi rasio jumlah siswa dan buku ditetapkan pemerintah. Strategi promosi yang dilakukan dengan membangun komunikasi dengan pengguna, merupakan pemanfaatan ilmu komunikasi dalam segala kegiatan promosi, oleh karena itu diperlukan kemampuan dalam berkomunikasi dengan pengguna, lingkungan, fasilitas dan bahan pustaka yang ada. Analisis kekuatan dan kelemahan koleksi diperlukan untuk mengetahui kedalaman dan kelengkapan koleksi dalam subjek tertentu. Kemudian elemen-elemen yang perlu diperhatian dalam mengembangkan bahan pustaka perpustakaan adalah perpustakaan harus mengkaji siapa penggunanya, mengkaji layanan jasa informasi apa yang diinginkan pengguna, mengkaji benefit yang dicari pemustaka, menganalisa kekuatan, kelemahan, dan peluang yang dimikili perpustakaan, serta jasa yang ditawarkan, mengkaji kekuatan dan kelemahan kompetisi, memahami perbedaan antara perpustakaan dan kompetisi dan membuat perencanaan yang dapat diaplikasikan untuk mencapai tujuan.  Kata Kunci: Evaluasi, Koleksi Pustaka, Pustakawan, Promosi
MANAJEMEN PERKANTORAN MODERN Rohiyatun, Baiq
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v5i1.3127

Abstract

Seiring perubahan zaman yang mengglobal pada abad ke 21, kehidupan perkantoran pun ikut berubah. Perubahan itu terjadi hampir pada semua unsur perkantoran mulai dari bentuk organisasi, pola komunikasi, mekanisme kerja, manajemen data dan informasi, pengawasan, dan pengembangan kerja, perlengkapan dan fasilitas kantor, hingga tata ruang perkantoran. Dalam pengelolaan perkantoran dewasa ini, perubahan-perubahan tersebut tentu tidak dapat diabaikan. Manajemen perkantoran modern berkenaan dengan penyelenggaraan semua kegiatan yang bertalian dengan pelaksanaan pekerjaan kantor yang modern dan serba otomatis. Otomatisasi perkantoran tidak bisa dipisahkan dari teknologi perkantoran sebab otomatisasi merupakan bentuk pengembangan teknologi.Kata kunci: manajemen, perkantoran modern.
PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA DI PAUD Rohiyatun, Baiq; Najwa, Lu`luin
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v6i1.4082

Abstract

Salah satu upaya dalam meningkatkan mutu Pendidikan Anak Usia Dini adalah dengan cara terpenuhinya sarana dan prasarana yang ada di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini yang memadai, berkualitas, sesuai dengan perkembangan Anak Usia Dini, dan sarana dan prasarana yang siap pakai. Oleh karena itu untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini diperlukan suatu manajemen sarana dan prasarana yang baik. Sarana dan prasarana pendidikan juga menjadi salah satu tolak ukur dari mutu sekolah. Tetapi fakta di lapangan banyak ditemukan sarana dan prasarana yang tidak dioptimalkan dan dikelola dengan baik. Ada beberapa kagiatan yang dilakukan dalam pengelolaan sarana dan prasarana yaitu: Perencanaan sarana dan prasarana, Pengadaan sarana dan prasarana, Inventarisasi sarana dan prasarana, Pemanfaatan sarana dan prasarana, Pemeliharaan sarana dan Prasarana dan Penghapusan sarana dan prasarana.  Kata Kunci: Pengelolaan, sarana prasarana, PAUD
PERAN MANAJEMEN KESISWAAN UNTUK MENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMAN 1 LEMBAR KABUPATEN LOMBOK BARAT Rohiyatun, Baiq; Zuliana, Titania Laras; Iqbal, Muhammad
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v10i1.5116

Abstract

Abstract: One of the components in education management is related to students. Student management aims at organizing various activities that support the achievement of learning outcomes, development of skills, characters, personality and learning motivation of students. This study aims at: 1) analyzing the activities of student management, 2) identifying student management efforts to increase student motivation. 3) and determining the supporting and inhibiting factors in the implementation of student management in order to increase student learning motivation in SMA Negeri 1 Sheet. This research is a qualitative research, with data collection methods using observation, interviews, and documentation. The results shows that: 1) Student management activities in increasing students' learning motivation consist of internal and external activities. The internal activities are to form student discipline in terms of attendance, behavior, dress and worship. While external activities are the activities carried out outside, such as coordinating or collaborating with student councils, participating in science, economics and computer olympiads. 2) Student management efforts to increase student learning motivation, namely: a) it is given for every flag ceremony activity, b) homeroom provides motivation to learn covering all subjects. c) the motivation is given through student discipline. d) the role of counseling teachers in providing learning motivation. e) the motivation is given during religious activities. 3) The supporting factors of the implementation of student management are: a) fulfilled facilities and infrastructure. b) cooperation between teachers is very good. c) modern learning system. d) a comfortable and safe place. While the inhibiting factors: are a) the apathy of the teacher, the teacher's selfishness. b) diverse student backgrounds. c) limited funds for student activities at school. d) the influence of the external environment. e) there are still many students who are not disciplined.Keywords: Student Management, Student Learning Motivation.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan dari manajemen kesiswaan di SMA Negeri 1 Lembar. 2) Upaya manajemen kesiswaan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Lembar. 3) .Faktor pendukung dan penghambat dari pelaksanaan manajemen kesiswaan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Lembar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini sebagai berikut: 1) Kegiatan manajemen kesiswaan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa yaitu kegiatan internal dan eksternal. Sedangkan kegiatan eksternal adalah kegiatan yang dilaksanakan di luar seperti berkoordinasi atau bekerja sama dengan osis, mengikuti olimpiade-olimpiade sains, ekonomi dan computer. 2) Upaya manajemen kesiswaan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa yaitu: a) motivasi di berikan setiap kegiatan upacara bendera, b) wali kelas memberikan motivasi belajar yang mencakup semua mata pelajaran. c) motivasi diberikan melalu pendisiplinan siswa. d) peran guru BK dalam memberikan motivasi belajar. e) motivasi diberikan pada saat kegiatan keagamaan (Imtaq). 3) Faktor pendukung dan penghambat dari pelaksanaan manajemen kesiswaan yaitu: Faktor pendukung a) sarana dan prasarana yang terpenuhi. b) kerjasama antara guru sangat bagus. c) sistem pembelajaran yang modern. d) tempat yang nyaman dan aman. Sedangkan faktor penghambat a) sifat apatis guru, egois guru. b) latar belakang siswa yang beragam. c) dana yang terbatas untuk kegiatan siswa di sekolah. d) pengaruh lingkungan eksternal. e) masih banyak murid yang tidak disiplin.Kata Kunci: Manajemen Kesiswaan, Motivasi Belajar Siswa
ANALISIS TINGKAT KEBUTUHAN TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS WILAYAH KOTA MATARAM Putri, Nina Sartika; Rohiyatun, Baiq; Iqbal, Muhammad
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v11i1.7141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui tentang kebijakan pemerintah terhadap tenaga pendidik dan kependidikan, Mengetahui gambaran tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah menengah atas di Kota Mataram dan  Memproyeksikan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan sekolah menengah atas di Kota Mataram periode 2022 sampai 2025.  Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan untuk Sekolah Menengah Atas di Kota Mataram, dari data yang diperoleh merujuk pada Permendikbud No 22 Tahun 2016 dan dilihat dari data setelah di analisa maka sebanyak 32 sekolah yang di analisis sejumlah 27 sekolah memenuhi standart rasio perbandingan jumlah peserta didik dengan jumlah tenaga pendidik dan rombongan belajar pada satuan pendidikan. Hasil analisis menunjukan rata-rata laju pertumbuhan peserta didik sesuai perhitungan sebesar 2,57%.  Nilai Produktifitas tenaga pendidik Sebesar 0,062 dan Produktifitas Tenaga Kependidikan sebesar 0,022. Sehingga kebutuhan tenaga pendidik di tahun 2023-2025 sebesar 748 sampai 796 orang dengan penambahan jumlah tenaga tenaga pendidik dari tahun 2023-2025 berkisar sebesar 23 sampai 24 orang pertahun. Sedangkan untuk kebutuhan Tenaga Kependidikan di Tahun 2023-2025 sebesar 272 sampai 290 orang dengan penambahan jumlah Tenaga Kependidikan dari tahun 2023-2025 berkisar sebesar 8 sampai 9 orang pertahun.Kata Kunci : Analisis Kebutuhan, Tenaga Pendidik dan Kependidikan, SMA Kota MataramÂ