Articles
Edukasi Terapi Relaksasi Napas Dalam Untuk Mengatasi Kecemasan Pada Lanjut Usia Dengan Hipertensi Di Puskesmas Sokaraja 1 Kabupaten Banyumas
Fitrianti, Lolita;
Rahmawati, Arni Nur;
Maryoto, Madyo
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2024): November 2024 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59395/altifani.v4i6.608
Hipertensi adalah salah satu kondisi medis yang umum di kalangan lanjut usia (lansia), dan sering kali diiringi dengan tingkat kecemasan yang tinggi. Kecemasan dapat melemahkan kondisi hipertensi, sehingga memerlukan intervensi yang efektif untuk mengatasinya. Salah satu intervensi yang dapat digunakan adalah terapi relaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas edukasi terapi relaksasi napas dalam dalam mengatasi kecemasan pada usia lanjut dengan hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test. Sampel penelitian adalah 16 lansia penderita hipertensi diberikan edukasi terapi relaksasi napas dalam selama 2 kali pertemuan. Data kecemasan diukur menggunakan kuesioner Zung-Self Anxiety Rate Scale sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tingkat kecemasan. 16 lansia mengalami penurunan kecemasan menggunakan Zung-Self Anxiety Scale dengan nilai rata-rata pre test 57,93 menjadi 50,43 setelah dilakukan 2 kali pertemuan edukasi terapi relaksasi napas dalam. Edukasi terapi relaksasi napas dalam efektif dalam mengurangi kecemasan pada usia lanjut dengan hipertensi. Intervensi ini dapat dianggap sebagai salah satu metode non-farmakologis dalam manajemen kecemasan pada lansia hipertensi.
PERILAKU BULLYING DENGAN TINGKAT STRES PADA REMAJA
Affandi, Fauzan Afif;
Rahmawati, Arni Nur;
Sundari, Ririn Isma
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/mr.v19i4.1205
Latar belakang: Masa remaja merupakan periode penting dalam siklus pertumbuhan dan perkembangan manusia di mana individu mengalami transisi dari anak-anak ke dewasa. Salah satu jenis prilaku nefgatif yang terjadi pada remaja adalah Perilaku bullying adalah salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya stres. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku bullying dengan tingkat stres pada remaja kelas VIII SMP Ma'arif NU 1 Purwokerto. Â Metode :Â Desain penelitian cross-sectional berdasarkan pendekatan korelasional digunakan dalam penelitian ini. Sebanyak 136 siswa kelas VIII SMP Ma'arif NU 1 Purwokerto menjadi populasi penelitian ini yang dipilih melalui teknik total sampling. Kuesioner perilaku bullying dan tingkat stres digunakan dalam penelitian ini. Hasil: 66 responden (57,4%) mengalami perilaku bullying tingkat tinggi dan 38 responden (33,0%) mengalami tingkat stres sangat tinggi. Uji statistik Rank Spearman menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,188 dan nilai p-value sebesar 0,045 (<0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan yang sangat lemah antara perilaku bullying dengan tingkat stres pada remaja kelas VIII di SMP Ma'arif NU 1 Purwokerto. Â Kesimpulan: Adanya hubungan perilaku bullying dengan tingkat stres remaja.
Gambaran Pengetahuan Tentang Rokok Elektrik Pada Siswa SMP Negeri 1 Kembaran Banyumas
Maya Sulistiawati Sri Mulyani;
Ita Apriliyani;
Arni Nur Rahmawati
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/phj.v3i2.528
Rokok elektrik adalah alat yang berfungsi mengubah zat kimia menjadi uap dialirkan keparu-paru menggunakan tenaga listrik. Rokok elektrik menjadi pilihan alternatif untuk beralih dari rokok konvensional. Rokok elektrik memberikan efek merugikan bagi kesehatan seperti dampak yang ditimbulkan karena cairan vapor, adanya nikotin dapat menimbulkan rasa adiksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan tentang rokok elektrik pada siswa SMP Negeri 1 Kembaran Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analisis deskriptif menggunakan pendekatan waktu cross sectional. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan rumus slovin dengan jumlah sampel 217 responden, pengambilan sampel penelitian dengan rumus proportionate stratifed random sampling. Hasil penelitian menunjukan responden dengan kategori tingkat pengetahuan cukup/baik sebanyak 130 responden (59.9%), sedangkan kategori tingkat pengetahuan kurang sebanyak 87 responden (40.1%). Analisis univariat menunjukkan responden memiliki pengetahuan cukup/baik terhadap pengetahuan rokok elektrik. Saran penelitian ini diperlukan adanya penelitian selanjutnya dan edukasi penyuluhan kesehatan terhadap pengguna rokok elektrik.
Husband's Support is Related to Anxiety Levels in Third Trimester Pregnant Women
Nuraeni, Eliana;
Arni Nur Rahmawati;
Ririn Isma Sundari
Journal Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58774/jourkep.v4i1.102
Background: The pregnancy process is something that is awaited by every couple but is not free from various psychological challenges, one of which is anxiety in pregnant women. Husband's support is one of the important factors that can determine the level of anxiety of pregnant women, especially in the third trimester. Emotional, instrumental, and informational support from the husband can provide a sense of security and comfort to pregnant women. Purpose: To determine the relationship between husband's support and anxiety in pregnant women in the third trimester. Methods: This study uses quantitative research with correlational methods through a cross-sectional approach. The research location is at Posyandu, Samudra Kulon Village, Gumelar District, Banyumas Regency with a sample of 62 parents and toddlers aged 3-5 years taken using Purposive Sampling. Data collection was carried out using the Developmental Pre-Screening Questionnaire (KPSP) consisting of 9-10 questions and the Parenting Styles and Dimensions Questionnaire - Short Version (PSDQ) consisting of 32 questions. Data analysis used the Spearman rank test. Results: There is a significant and strong relationship between husband support and anxiety in third trimester pregnant mothers with a significance value of p value < 0.05 with a correlation coefficient value of r = -691. Conclusion: There is a positive correlation between parenting patterns and the development of toddlers aged 3-5 years. The better the parenting patterns applied by parents, the more optimal the development of the child.
Anxiety Levels Are Associated with Quality of Life in Elderly People with Hypertension
Anggriani, Elsa Nala;
Rahmawati, Arni Nur;
Apriliyani, Ita
Journal Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58774/jourkep.v4i1.103
Background: Elderly people with chronic illnesses, such as hypertension, accompanied by anxiety disorders, tend to experience a reduced quality of life. This combination of physical illness and mental health issues can lead to impaired interpersonal relationships, disorientation from reality, and decreased productivity, ultimately negatively impacting their quality of life.. Purpose: To determine the relationship between anxiety levels and the quality of life of elderly people with hypertension in the Sokaraja II Community Health Center Working Area, Banyumas Regency. Methods: This research is a quantitative study with a correlational design and a cross-sectional approach. The study location covers four villages within the working area of Sokaraja II Community Health Center, Banyumas Regency. The population consisted of 470 elderly people with a history of hypertension, with a sample of 82 elderly people selected using a proportionate stratified random sampling technique. The instruments used in this study consisted of two standardized questionnaires: the Geriatric Anxiety Scale (GAS) to measure anxiety levels and the WHO Quality of Life -BREF (WHOQOL-BREF) to measure quality of life. Results: Based on the research results, the significance value of p value <0.05 with a correlation coefficient value of r = -605. The Spearman Rank test results show a p value of 0.000 where the value is <0.05, which means that there is a relationship between the level of anxiety and the quality of life of elderly people with hypertension. Conclusion: There is a negative correlation between anxiety levels and quality of life in elderly people with hypertension. The higher the anxiety level, the lower the quality of life in elderly people with hypertension.
Implementasi Pemberian Hot Pack Untuk Menurunkan Derajat Shivering Pada Pasien Pasca Anestesi
Nurul Ayuni;
Roro Lintang Suryani;
Arni Nur Rahmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35960/pimas.v4i3.1873
Anestesi adalah penghilang rasa sakit yang dibagi menjadi anestesi general, regional, dan lokal berdasarkan seberapa efektifnya. Salah satu komplikasi pada pasca anestesi adalah shivering. Untuk mengatasi hal ini, hot pack diberikan sebagai tindakan non-farmakologis . Tujuan dari pemberian hot pack adalah untuk mengeluarkan panas dari tubuh pasien dan membuatnya merasa lebih hangat, sehingga pasien tidak mengalami shivering pasca anestesi. Metode pada Pengabdian Kepada Masyarakat ini menggunakan metode pemberian implementasi hot pack untuk menurunkan shivering pada pasien pasca anestesi diruang recovery room di RSUD dr. Soedirman Kebumen sebanyak 30 peserta dengan melakukan pengukuran derajat shivering sebelum diberikan hot pack dan sesudah diberikan hot pack. Hasil dari Kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan mayoritas derajat shivering pada pre pemberian hot pack adalah derajat shivering 1 dengan jumlah 18 peserta (60%) dan pada post pemberian hot pack adalah derajat shivering 1 dengan jumlah 21 peserta (70%). Nilai minimal derajat shivering sebelum implementasi sebesar 1 dan setelah implementasi menjadi 0 serta nilai maksimal sebelum implementasi sebesar 3 dan setelah implementasi menjadi 2. Kesimpulan dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu hot pack dapat digunakan untuk menuunkan derajat shivering pada pasien pasca anestesi.
Edukasi Video Operating Room Tour Guna Mengurangi Kecemasan Pada Pasien Pre Anestesi Di RSUD dr. Soedirman Kebumen
Pintasari, Putri;
Roro Lintang Suryani;
Arni Nur Rahmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35960/pimas.v4i3.1879
Anestesi dan operasi sering memicu kecemasan pada 80% pasien akibat kekhawatiran akan nyeri, komplikasi, atau kematian. Kecemasan ini berdampak fisiologis seperti peningkatan detak jantung dan tekanan darah, serta memperburuk pemulihan Oleh karena itu, pendekatan nonfarmakologis seperti edukasi melalui video operating room tour dapat menjadi solusi efektif. Video lebih efektif dalam menyampaikan informasi, memudahkan pasien memahami dan menyerap penjelasan. Tujuan dari edukasi video operating room tour ini memperkenalkan lingkungan dan alur prosedur operasi, sehingga meningkatkan pemahaman pasien dan mengurangi kecemasan sebelum anestesi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini melibatkan pemberian kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS) kepada pasien pra anestesi, yang dilakukan sebelum dan setelah menerima edukasi. Hasil dari pengabdian masyarakat ini kriteria usia mayoritas berada pada rentang usia 48–65 sejumlah 12 peserta (40.0%), karakteristik riwayat pembedahan peserta yang belum pernah melakukan pembedahan sejumlah 20 peserta (66.7%). Sebelum intervensi mayoritas pasien mengalami kecemasan sedang sebanyak 19 orang (63,3%). Setelah edukasi mayoritas tingkat kecemasan berubah menjadi kecemasan ringan 25 orang (83,3%).
Penerapan Terapi Musik Untuk Menurunkan Kecemasan Pada Lansia Di RS Aiwakai Ikeda En Okinawa Jepang
Herlisah, Mei;
Apriliyani, Ita;
Rahmawati, Arni Nur
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 9.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan : Kecemasan merupakan masalah yang umum terjadi pada lansia, disertai dengan gejala insomnia, perubahan perilaku, dan masalah kardiovaskular. Kecemasan tersebut terkadang diabaikan karena dianggap menjadi suatu masalah yang normal, sebagai bagian dari proses penuaan. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui serta memberikan informasi mengenai terapi musik klasik yang dapat dijadikan sebagai metode dalam menurunkan kecemasan pada lansia. Metode : Studi kasus pada penelitian ini menggunakan metode pendekatan keperawatan seperti pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Intervensi yang diberikan kepada pasien berupa terapi musik klasik untuk menurunkan kecemasan. Hasil Penelitian : Pemberian terapi musik klasik untuk menurunkan kecemaan pada TN. M, dilakukan selama 3 hari pada tanggal 15 - 17 Juni 2024. Evaluasi akhir atas implementasi terapi musik klasik didapatkan hasil bahwa kecemasan pasien berkurang, ditandai dengan skor geriatry anxiety scale menjadi 37 (kecemasan ringan). Kesimpulan : Terapi musik klasik dapat menurunkan tingkat kecemasan pada lansia
Pelatihan Terapi Mindfulness Untuk Menurunkan Kecemasan Pada Lansia
Aulia, Zahra;
Rahmawati, Arni Nur;
Sundari, Ririn Isma
Journal of Health Innovation and Community Services Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Health Innovation and community Services
Publisher : PPPM Stikes Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/jhics.v4i1.577
Latar Belakang: Hipertensi adalah kondisi tekanan darah meningkat secara abnormal dan terus menerus. Bisa dikatakan hipertensi apabila tekanan darah sistolik lebih dari 120 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 80 mmHg. Penderita hipertensi kemungkinan akan merasa cemas, sehingga diperlukan sebuah terapi untuk menurunkan kecemasan. Terapi mindfulness dapat menurunkan kecemasan karena membantu seseorang menjadi tenang dan positif karena adanya perubahan pada kondisi otak. Tujuan: Memberikan pelatihan terapi mindfulness untuk menurunkan kecemasan pada lansia hipertensi. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah dan demonstrasi yang didukung oleh media seperti PowerPoint, video, dan selebaran tentang terapi mindfulness. Jumlah peserta sebanyak 20 lansia yang mengalami hipertensi. Tingkat kecemasan pada lansia diukur menggunakan instrumen Zung Self-rating Anxiety Scale (ZSAS), dan keterampilan lansia dalam melakukan terapi mindfulness diukur dengan lembar pemantauan yang terdiri dari 12 tahap. Hasil: Hasil dari kegiatan ini menunjukkan penurunan tingkat kecemasan dari skor rata-rata 39,55 menjadi 34,6. Keterampilan lansia dalam melakukan terapi mindfulness mendapatkan skor rata-rata 89,78, yang menunjukkan bahwa mereka dapat melakukan terapi mindfulness dengan baik. Kesimpulan: Terapi mindfulness telah terbukti efektif dalam mengurangi tingkat kecemasan pada orang lanjut usia. Skor kecemasan rata-rata menurun dari 39,55 menjadi 34,6, dengan penurunan signifikan pada kategori kecemasan sedang dan berat. Selain itu, keterampilan lansia dalam mempraktikkan terapi mindfulness diklasifikasikan sebagai baik, dengan sebagian besar peserta mencapai skor tinggi pada lembar pemantauan.
Intervensi Mindfulness sebagai Upaya Pengelolaan Kecemasan Remaja di Lingkungan Sekolah Kejuruan
Rahmawati, Arni Nur;
Haniyah, Siti;
Suryani, Roro Lintang;
Fitriana, Adita Silvia
Journal of Health Innovation and Community Services Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Health Innovation and Community Services
Publisher : PPPM Stikes Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/jhics.v4i2.675
Abstract: Academic anxiety is a common psychological problem experienced by adolescents, particularly vocational high school (SMK) students, impacting their academic performance and mental well-being. This community service program aims to reduce student anxiety levels through education and training in mindfulness breathing techniques using the STOP (Stop, Take a Breath, Observe, Proceed) approach. The activity was conducted at SMK Mulia Husada, Banyumas Regency, involving 11th-grade students, and was carried out in a single training session that included counseling, interactive discussions, and hands-on practice. Initial screening results indicated that most students were in the moderate anxiety category. After the training, more than 90% of students reported feeling calmer and stated that the techniques taught were easy to apply in their daily lives. This program demonstrated that mindfulness training, packaged in an educational and participatory manner, is effective as a promotive and preventive intervention in efforts to strengthen adolescent mental health in the school environment. This activity can be replicated and developed as part of a guidance and counseling program or routine school-based activities to support student psychological resilience.