p-Index From 2021 - 2026
7.864
P-Index
This Author published in this journals
All Journal COPING (Community of Publishing in Nursing) Jurnal Keperawatan Maternitas Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA JURNAL KEPERAWATAN MERSI JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Manuju : Malahayati Nursing Journal Viva Medika: Jurnal Kesehatan, Kebidanan dan Keperawatan Borneo Nursing Journal (BNJ) Health Information : Jurnal Penelitian Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL Jurnal Peduli Masyarakat Indonesian Journal of Community Health Nursing Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Journal of Language and Health Jurnal Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Jurnal Pengabdian Masyarakat JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal Keperawatan Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Nanggroe: Journal Of Scholarly Service Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat JPMB Parahita Nanggroe: Journal of Scholarly Service WASATHON Journal Of Health Innovation And Community Services Community Health Nursing Jurnal Inovasi Global Jurnal Riset Ilmiah Jurnal Medika: Medika Multidisciplinary Indonesian Center Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN TERAPI RELAKSASI HIPNOSIS LIMA JARI UNTUK MENGATASI KECEMASAN PADA REMAJA anggun hilda, Anggun Hilda Listiana; Rahmawati, Arni Nur; Apriliyan, Ita
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 4 (2024): Vol. 1 No. 4 Edisi Oktober 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i4.296

Abstract

Remaja adalah tahap dari kehidupan di mana seseorang berada pada peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa yang dapat ditandai dengan perkembangan yang dinamis serta perubahan signifikan dalam hal fisik, mental, sosial, dan emosional. Menurut klasifikasi World Healt Organization (WHO), usia remaja dalam hal ini berkisar antara 10 sampai 19 tahun. Pada usia remaja kemasan dapat dirasakan dalam situasi apapun salah satunya pada saat akan menghadapi ujian terutama pada siswa SMA kelas XII. Dalam menangani kecemasan pada siswa kelas XII sebelum ujian dapat dilakukan dengan terapi relaksasi hipnosis lima jari. Tujuan dari dilakukannya Pengabdian kepada Masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kecemasan dan keterampilan melakukan terapi relaksasi hipnosis lima jari untuk menurunkan kecemasan. Metode yang digunakan adalah dengan pendidikan kesehatan melalui ceramah dan demonstrasi video terapi. Kegiatan ini dilakukan sebanyak 2 pertemuan dan dihadiri oleh 60 siswa kelas XII sebagai responden. Hasil dari PkM ini menunjukan adanya peningkatan pengetahuan tinggi setelah pendidikan kesehatan sebanyak 34 siswa (56,7%) dan adanya penurunan terhadap tingkat kecemasan dengan mayoritas siswa tidak cemas sebanyak 34 siswa (56,7%). Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu melalui pendidikan kesehatan dapat meningkatkan tingkat pengetahuan dan terapi relaksasi hipnosis lima jari dapat menurunkan tingkat kecemasan.
IMPLEMENTASI TERAPI MUSIK UNTUK MENURUNKAN GEJALA HALUSINASI PENDENGARAN Fina Milatul Husna, Fina Milatul Husna; Sundari , Ririn Isma; Rahmawati, Arni Nur
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 4 (2024): Vol. 1 No. 4 Edisi Oktober 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i4.302

Abstract

Skizofrenia merupakan salah satu golongan gangguan jiwa berat dengan penyebab yang heterogen baik dari gejala klinisnya, respon dari pengobatan, serta perjalanan penyakitnya yang bervariasi. Tanda dan gejala skizofrenia terbagi menjadi tiga pengelompokan diantaranya gejala kognitif, gejala negatif dan gejala positif. Gejala positif yang umum pada pasien skizofrenia yaitu halusinasi. Halusinasi merupakan suatu gejala gangguan jiwa di mana pasien merasakan suatu stimulus yang nyatanya hal tersebut tidak ada. Pasien dengan halusinasi mengalami perubahan persepsi sensori, merasakan sensasi palsu misalnya penglihatan, pengecapan, perabaan, dan penciuman. Halusinasi ada beberapa jenis, salah satunya yaitu halusinasi pendengaran. Halusinasi pendengaran bermacam-macam bentuknya, dapat berupa bunyi mendenging, suara mengancam, atau suara yang tidak ada makna tetapi sering sekali terdengar sebagai sesuatu kalimat yang berarti. Gangguan halusinasi dapat diatasi dengan cara non farmakologi, terapi non farmakologi bisa lebih aman digunakan karena tidak dapat menimbulkan efek samping seperti obat-obatan, salah satu terapi non farmakologi yang lebih efektif adalah dengan mendengarkan musik. Tujuan terapi musik yaitu dinilai sangat efektif dalam mengurangi kecemasan dan stres, membantu mendorong relaksasi, mengurangi depresi, pemecahan masalah dan dapat mengontrol halusinasi. Terapi musik dangdut pada studi kasus ini dilakukan selama 4 hari berturut-turut. Penulis menggunakan metode deskriptif di RSUD Banyumas yaitu penerapan studi kasus dengan proses tindakan keperawatan berupa dengan pengkajian, perumusan diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Studi kasus ini diharapkan dapat menurunkan frekuensi halusinasi pendengaran pada pasien dan dari hasil catatan lembar keperawatan menunjukan pasien mengalami penurunan frekuensi halusinasi pendengaran dengan tanda gejala halusinasi pendengaran yang di awal 6 turun menjadi 2 poin setelah dilakukan terapi musik yang diterapkan oleh penulis
PENERAPAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SOSIALISASI PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL Febrianti, Sefi; Sundari , Ririn Isma; Rahmawati, Arni Nur
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 4 (2024): Vol. 1 No. 4 Edisi Oktober 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i4.304

Abstract

Gangguan jiwa merupakan suatu keadaan jiwa yang tidak mempunyai hubungan dengan realitas, dimana selama periode gangguan jiwa, individu tersebut tidak menyadari apa yang dialami orang lain tentang hal yang sama dan orang lain tidak mempunyai respons dengan cara yang sama. Berdasarkan data WHO tahun 2019, 1 dari setiap 8 orang atau 970 juta orang di seluruh dunia hidup dengan gangguan jiwa. Didapatkan data dari rekam medik di RSUD Banyumas pada tahun 2021 menyebutkan prevalensi isolasi sosial diruang Nakula ada 14 orang. Salah satu masalah yang ditemukan pada pasien gangguan jiwa berat adalah isolasi sosial. Masalah isolasi sosial dapat dilakukan dengan Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS). Tujuan dari penelitian ini untuk menerapkan Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS) pada pasien isolasi sosial. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif. Studi kasus ini sudah dilaksanakan di Ruang Sadewa Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas tanggal 18 November 2023. Subyek pada studi kasus ini pasien dengan diagnosa Skizofrenia dengan masalah isolasi sosial. Instrumen pengumpulan data dengan format pengkajian asuhan keperawatan jiwa, lembar observasi Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisai (TAKS). Hasil studi menunjukkan bahwa setelah dilakukan implementasi selama 9 hari dengan penerapan TAKS ada perubahan penurunan tanda dan gejala isolasi sosial sebelum dan sesudah dilakukan Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS), dan pasien mampu meningkatkan kemampuan bersosialisasi dengan orang lain. Kesimpulan dari penelitian ini, hasil dari penerapan Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS) dari sesi 1 sampai sesi 7 perlu direkomendasikan agar perawatan pasien dengan isolasi sosial menjadi efektif.
PENERAPAN TERAPI DZIKIR PADA SDR. S UNTUK MENGONTROL HALUSINASI PENDENGARAN Nurianti, Novi; Apriliyani, Ita; Rahmawati, Arni Nur
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 4 (2024): Vol. 1 No. 4 Edisi Oktober 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i4.305

Abstract

Gangguan jiwa merupakan sindrom yang secara klinis dapat terjadi pada seseorang dan ditambah dengan beragam stres disertai peningkatan risiko kematian, nyeri, dan disabilitas. Menurut WHO (World Health Organization) pada 2019 terdapat 264 kasus depresi dimana sebanyak 20 juta kasus merupakan kasus skizofrenia diseluruh dunia. Di Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 31,5% penduduknya mengalami gangguan psikosis. Di Jawa Tengah khususnya RSUD Banyumas pada tahun 2021 sebanyak 2.130 pasien mengalami skizofrenia dimana sebanyak 1.477 pasien mengalami halusinasi. Halusinasi merupakan gejala yang dialami oleh setiap individu yang mengalami gangguan pada persepsi sensorik dimana seseorang mendengar, mencium, mengecap dan melihat hal-hal yang sebenarnya tidak ada yang hanya dirasakan oleh orang tersebut dalam waktu satu bulan atau lebih. Cara meminimalkan gejala halusinasi memerlukan penatalaksanaan salah satunya yaitu terapi dzikir.       Tujuan dari studi kasus ini yaitu menggambarkan penerapan terapi dzikir pada pasien untuk mengontrol halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kepada 1 pasien yang mengalami halusinasi pendengaran dan pasien yang dapat membina hubungan saling percaya serta kooperatif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, studi dokumentasi dan demonstrasi. Hasil dari penelitian menunjukan adanya pengaruh terapi dzikir dalam mengontrol halusinasi pendengaran yang dibuktikan dengan adanya penurunan skor tingkat halusinasi dari 19 menjadi 10 dan pasien mampu mengontrol halusinasinya dengan berdzikir. Hasil penelitian ini dapat dijadikan terapi tambahan dalam mengontrol halusinasi pada pasien dengan halusinasi pendengaran.  
PENERAPAN TERAPI MUROTTAL AL-FATIHAH UNTUK MENGONTROL HALUSINASI PENDENGRAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA Ramadani, Kuatin; Sundari , Ririn Isma; Rahmawati, Arni Nur
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 4 (2024): Vol. 1 No. 4 Edisi Oktober 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i4.306

Abstract

Gangguan jiwa disebutkan sebagai bagian dari gangguan mental. Gangguan mental yang terjadi pada umumnya adalah gangguan kesemasan dan gangguan depresi, menimbulkan gangguan jiwa seperti halusinasi. Halusinasi adalah hilangnya kemampuan manusia dalam membedakan rangsangan     internal dan rangsangan eksternal klien memberi persepsi atau pendapat  tentang lingkungan  tanpa ada obyek atau rangsangan yang nyata. Cara mengontrol halusinasi memerlukan penatalaksanaan non farmakologi yaitu terapi murottal. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan terapi murottal Al-Fatihah pada pasien untuk mengontrol halusinasi pendengaran. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis yaitu metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan kepada 1 pasien halusinasi pendengaran yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, tinjauan literatur, dan demonstrasi. Hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan terapi mutottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi 19 dan sesudah diberikan terapi murottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi menjadi 11. Pasien juga mampu mengontrol halusinasi dengan cara terapi murottal surat Al-Fatihah. Kesimpulan studi kasus ini yaitu terapi murottal surat Al-Fatihah dapat mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien. Diharapkan perawat dapat memasukkan terapi murottal sebagai salah satu penatalaksanaan non farmakologis dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien halusinasi pendengaran.Gangguan jiwa disebutkan sebagai bagian dari gangguan mental. Gangguan mental yang terjadi pada umumnya adalah gangguan kesemasan dan gangguan depresi, menimbulkan gangguan jiwa seperti halusinasi. Halusinasi adalah hilangnya kemampuan manusia dalam membedakan rangsangan internal dan rangsangan eksternal klien memberi persepsi atau pendapat tentang lingkungan tanpa ada obyek atau rangsangan yang nyata. Cara mengontrol halusinasi memerlukan penatalaksanaan non farmakologi yaitu terapi murottal.Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan terapi murottal Al-Fatihah pada pasien untuk mengontrol halusinasi pendengaran. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis yaitu metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan kepada 1 pasien halusinasi pendengaran yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, tinjauan literatur, dan demonstrasi. Hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan terapi mutottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi 19 dan sesudah diberikan terapi murottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi menjadi 11. Pasien juga mampu mengontrol halusinasi dengan cara terapi murottal surat Al-Fatihah. Kesimpulan studi kasus ini yaitu terapi murottal surat Al-Fatihah dapat mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien. Diharapkan perawat dapat memasukkan terapi murottal sebagai salah satu penatalaksanaan non farmakologis dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien halusinasi pendengaran.
Kesejahteraan Keluarga pada Ibu yang Bekerja sebagai Perawat rahmawati, arni nur
Viva Medika Vol 12 No 02 (2019)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v11i02.462

Abstract

The times and increasingly modern technology, encourage a mother to work for financial reasons, self-actualization, and relationships. This makes women workers especially mothers work as vulnerable groups and at risk of occupational health hazards. One of them is the role imbalance between work and family due to multiple roles. This can make the mother work stressful so that it will affect the well-being condition of the mother working in the family. The purpose of this study was to describe the family well-being of mothers who worked as nurses. The design used in this study was descriptive quantitative with 52 respondents who were the results of screening based on inclusion criteria. Family well-being data were analyzed using descriptive analysis. The results of this study indicate the average value of family well-being in mothers who work as nurses is 123.33. The family well-being component consists of the unity of the family system including the relationship of family structure; the relevance of functions or roles in carrying out tasks in the family; and prevent family vulnerability to other influences such as genetic, physiological, sociological or psychological. Based on these results, it can be concluded that family well-being can describe the ability of the mother to work in adapting to her dual role.
Gambaran Motivasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran Daring di SMK Ma’arif NU 1 Ajibarang Fitriana, Fitriana; Kurniawan, Wasis Eko; Rahmawati, Arni Nur
Viva Medika Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i2.890

Abstract

The Covid-19 pandemic has changed the pattern of learning that should be face-to-face to distance learning or commonly called online. Online learning is an educational innovation that involves elements of information technology in learning. Communication between parents and children is very necessary in the educational process. The general purpose of this researcher is to find out the description of student learning motivation in online learning at SMK Ma'arif NU Ajibarang. The research method used is descriptive quantitative with a cross sectional approach. The sampling technique in this study, researchers used proportionate stratified random sampling of 84 respondents. The data analysis used is univariate analysis. The results showed that the most dominant student age was 16 years old (38.1%), with female gender (76.2%) and the most dominant student learning motivation was in the medium category (45.5%). The conclusion is that there is a relationship between family communication patterns and students' learning motivation in online learning at SMK Ma'arif NU Ajibarang.
Penerapan Relaksasi Otot Progresif untuk Meningkatkan Kualitas Tidur pada Remaja Awal Mudrikaturobiah, Ika; Shufah, Imas; Sundari, Ririn Isma; Rahmawati, Arni Nur
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 5 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i5.669

Abstract

Introduction: Sleep is a fundamental need for adolescents, yet many experience poor sleep quality due to stress, academic workload, and excessive smartphone use. Such disturbances often lead to decreased concentration and reduced academic performance. Objective: The purpose of this service was to improve the sleep quality of early adolescents at MTs Miftahul Ulum Karangpari, Brebes, through the application of progressive muscle relaxation (PMR) techniques as a nonpharmacological intervention. Method: This public service was conducted in two sessions involving 13 eighth-grade students. Activities included counseling, demonstrations, and practice of PMR techniques. Sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) before and after the intervention to assess changes in participants’ sleep patterns. Result: The findings showed a notable improvement in sleep quality after the intervention. Before the program, 53.84% of participants had poor sleep quality, 23.08% moderate, and 23.08% good. After implementing PMR, 46.15% achieved good sleep quality, 46.15% moderate, and only 7.70% remained in the poor category. The results indicate an overall improvement of three participants moving to the good category and a reduction of six participants from the poor category. Conclusion: The findings showed a notable improvement in sleep quality after the intervention. Before the program, 53.84% of participants had poor sleep quality, 23.08% moderate, and 23.08% good. After implementing PMR, 46.15% achieved good sleep quality, 46.15% moderate, and only 7.70% remained in the poor category. The results indicate an overall improvement of three participants moving to the good category and a reduction of six participants from the poor category.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Skizofrenia Di Wilayah Kerja Puskesmas Kembaran II Dewi Antika Larasati; Ita Apriliyani; Arni Nur Rahmawati
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v4i2.379

Abstract

Compliance with taking medication in schizophrenic patients is not only the responsibility of health workers, but requires cooperation and support from the family. The family has an important role as a health service in the smallest business unit for the implementation of treatment for people with mental disorders. This research was conducted with the aim of knowing the relationship between family support and the level of adherence to taking medication in schizophrenic patients in the working area of the Twins Health Center II. This type of quantitative research with correlational and cross sectional descriptive methods as the approach. The research sample was family members of schizophrenic patients in the working area of the Kembaran II Public Health Center as many as 43 respondents using the consecutive sampling technique. The tool used to obtain data is a questionnaire sheet. Data analysis using spearman rank. This study shows that family support in schizophrenic patients is more dominant in less family support (54.5%). The level of adherence to taking medication in schizophrenic patients mostly had a low level of adherence to taking medication (61.4%). There is a relationship between family support and the level of adherence to taking medication in schizophrenic patients in the working area of the Kembaran II Public Health Center with a p value of 0.003. Families are expected to be able to provide other information and knowledge regarding the level of adherence to taking medication. Abstrak Kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan saja, namun perlu kerja sama dan dukungan dari keluarga. Keluarga mempunyai peran yang penting sebagai pelayanan kesehatan di dalam unit terkecil usaha untuk pelaksanaan pengobatan pada orang dengan gangguan jiwa.. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Kembaran II. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional dan cross sectional sebagai pendekatannya. Sampel penelitian adalah anggota keluarga pasien skizofrenia yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kembaran II sebanyak 43 responden menggunakan teknik consecutive sampling. Alat yang digunakan untuk mendapatkan data yaitu lembar kuesioner. Analisis data menggunakan spearman rank. Penelitian ini menunjukkan dukungan keluarga pada pasien skizofrenia lebih dominan pada dukungan keluarga kurang (54,5%). Tingkat kepatuhan minum obat pasien skizofrenia sebagian besar dengan tingkat kepatuhan minum obat rendah (61,4%). Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Kembaran II dengan p value 0,003.. keluarga diharapkan mampu memberikan informasi dan pengetahuan lainnya mengenai tingkat kepatuhan minum obat.
Terapi Isometric Handgrip Exercise untuk Nyeri Akut pada Hipertensi di Roujin Home X Faizal Dwi Cahyo; Ita Apriliyani; Arni Nur Rahmawati
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 4 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v4i3.6667

Abstract

Introduction: The increase in life expectancy among the elderly has directly contributed to the rise in the global elderly population. According to global data, the number of elderly individuals is projected to reach 1.4 billion by 2030. This demographic growth is often accompanied by various health problems associated with aging, such as the decline in vital organ function and the emergence of degenerative diseases. One of the most common degenerative diseases among the elderly is hypertension. Hypertension is widely known as a “silent killer” because it can lead to serious complications, including stroke and heart disease, if not managed properly. A common complaint experienced by individuals with hypertension is headache, particularly in the posterior region, which significantly affects the patient’s quality of life. Management of hypertension can be carried out through pharmacological therapy with antihypertensive drugs as well as non-pharmacological interventions. One of the non-pharmacological approaches increasingly being applied is isometric handgrip exercise, which involves static muscle contractions performed at light to moderate intensity. Method:This study aimed to evaluate the effect of isometric handgrip exercise on pain reduction in patients with hypertension. The research design employed a descriptive case study involving one individual with hypertension who experienced pain complaints. The study was conducted on September 16–18, 2024, at Roujin Home X. The instruments used included observation, interview, and the provision of isometric handgrip exercise therapy. Pain measurement was carried out using a numerical rating scale before and after the intervention. Results:The three-day intervention demonstrated a significant reduction in pain levels. On the first day, the patient reported a pain score of 6, which decreased to 4 on the second day, and further declined to 2 on the third day after the intervention. Conclusion:The findings of this study indicate that isometric handgrip exercise is an effective non-pharmacological method for alleviating acute pain in patients with hypertension. This simple intervention has the potential to be applied as a complementary therapy in elderly care facilities to improve the quality of life of individuals living with hypertension.
Co-Authors Adiratna Sekar Siwi Adita Silvia Fitriana Affandi, Fauzan Afif Agus Riyanto Amin Susanto Anggita Nur Amalina Anggraeni, Najwa Sasmita Anggriani, Elsa Nala anggun hilda, Anggun Hilda Listiana Apriliyan, Ita Apriliyani, Ita Arisandy, Nur Aziz Rosna Atun Raudotul Ma'rifah Aulia, Zahra Ayu, Kamanda Restika Bambang Sjambodo Cahyaningrum, Etika Dewi Deni Yusup Prasetio Dewi Antika Larasati Dian Mardiana Diana Rindriani Dicky Rizal Saputra Dwi Novitasari Elsa Miftadeka Aprilian Erin Nofitasari Esti Saraswati Faizal Dwi Cahyo Febrianti, Sefi Feti Kumala Dewi Fina Milatul Husna, Fina Milatul Husna Fitriana Fitriana Fitrianti, Lolita Ganjaran, Handayani Woro Ghani, Farid Herlisah, Mei Ita Apriliyani Ita Apriliyani Iwan Purnawan Khafidin, Mukhamad Khoirussalim, Moh Kurniawan, Wasis Eko Lathifunnisa, Husna Made Suandika Madyo Maryoto Madyo Maryoto Mariah, Ulfah Maryanto - Maya Safitri Maya Sulistiawati Sri Mulyani Mudrikaturobiah, Ika Ningrum, Ema Wahyu Noor Rochmah Ida Ayu Trisno Putri Noor Rochmah Ida Ayu Trisno Putri Nova H, Rahmaya Nur Baety Nuraeni, Eliana Nuri Wulandari, Nuri Nurianti, Novi Nurul Ayuni Nurulistyawan T.P Pintasari, Putri Putri, Noor Rochmah Ida Ayu Trisno Rahmaya Nova Handayani Ramadani, Kuatin Ria Mardiono Prayogi Rindiani, Arin Ririn Isma Sundari Rizkiana, Nurita Rohpiani, Suci Rokhmat, Miftakhur Roro Lintang Suryani Setiani, Lina Shufah, Imas Siti Haniyah Sofia Putri Romadhoni Sulistiyani, Indah Sumiarsih Sumiarsih, Sumiarsih Sundari , Ririn Isma Sundari, Ririn Isma Suryani, Roro Lintang Susilo Rini, Susilo Syawalina, Mutiara Taono, Anggita Stevania Titi Supriyatin Tondani, Amalina Firda Tri Sumarni Tri Sumarni Triana, Noor Yunida Tyas Febriyanti Utami, Ristanti Dwi Wibowo, Prasetyo Laksmana Widyarini, Aulia Wirakhmi, Ikit Netra Yunitasari, Dwi Teguh Yustika, Dewani