Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN PENGARUH WATER SPRAY DAN FAN COOLING MENGGUNAKAN AIR HANGAT DENGAN AIR SUHU RUANGAN TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH Efris Kartika Sari; Ike Sri Redjeki; Windy Rakhmawati
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.772 KB)

Abstract

Penatalaksanaan demam pada pasien sakit kritis dibutuhkan untuk meminimalkan stres metabolik dan meningkatkan oksigenasi jaringan. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh water spray dan fan cooling yang menggunakan air hangat dengan air suhu ruangan terhadap waktu dan besarnya penurunan suhu tubuh pasien demam yang mendapat terapi acetaminophen, di ruang rawat intensif RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung. Desain penelitian adalah pretest-posttest control group design. Subjek dibagi secara acak ke dalam kelompok perlakuan dan kontrol yaitu: 1) 500 mg acetaminophen dan water spray dan fan cooling dengan air hangat (n= 14), 2) 500 mg acetaminophen dan water spray dan fan cooling dengan air suhu ruangan (n= 14). Terapi diterapkan selama 60 menit. Hasilnya kelompok perlakuan menunjukkan penurunan suhu tubuh sebesar 0,5oC lebih cepat (30 menit) daripada kelompok kontrol (60 menit). Hasil uji Independent Samples T Test juga menunjukkan perbedaan rata-rata nilai suhu tubuh yang bermakna (p < 0,05), dengan rata-rata penurunan suhu tubuh pada kelompok perlakuan yaitu 0,8oC, dan kontrol 0.5oC. Oleh karena itu, water spray dan fan cooling sebagai terapi pendukung (komplementer) hendaknya diterapkan dengan menggunakan air hangat.   Kata kunci: demam, water spray dan fan cooling, air hangat, air suhu ruangan.
Edukasi kepada Kader Kesehatan tentang Penatalaksanaan Nyeri pada Bayi dan Anak Siti Yuyun Rahayu Fitri; Windy Rakhmawati; Tuti Pahria; Sri Hendrawati
Media Karya Kesehatan Vol 5, No 2 (2022): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v5i2.35648

Abstract

Kabupaten Pangandaran merupkan wilayah pemekaran dari Kabupaten Ciamis yang diresmikan berdasarkan undang-undang nomor 21 tahun 2012. Berbagai upaya telah dan tengah dilakukan untuk mencapai kemajuan sesuai misi, visi, dan tujuan Kabupaten Pangandaran. Pengabdian pada masyarakat yang dapat dilakukan sebagai landasan untuk pengembangan suatu daerah yang berkelanjutan dapat diarahkan pada upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat yang dilakukan sejak dini. Kualitas hidup pada masa anak akan mempengaruhi masa selanjutnya. Hal yang jarang diperhatikan oleh masyarakat adalah adanya nyeri pada masa bayi baru lahir sehingga penatalaksanaan untuk mengatasi atau menurunkan nyeri pada masa itu jarang dilakukan, padahal nyeri pada masa bayi jika tidak ditangani dapat memberikan dampak yang merugikan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang yang dapat mempengaruhi kualitas hidup individu. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberi edukasi pada masyarakat tentang penatalaksanaan nyeri pada bayi dan anak. Metoda yang digunakan adalah analisis situasi dan ceramah interaktif kepada kader kesehatan di Desa Cintaratu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Evaluasi kegiatan menggunakan analisis pretes dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pada tahap kajian situasi masyarakat belum merasa yakin bayi baru lahir dapat merasakan nyeri. Setelah edukasi terdapat peningkatan pemahaman yang ditunjukkan dengan peningkatan poin sebesar 21,13 dimana rata-rata nilai pretest sebesar 65,48 ± 23,96 dan posttest 86,61± 18,10. Kata kunci: Anak, bayi, Desa Cintaratu, nyeri.
Development and validation of proactive coping smoking cessation in adolescents Wini Hadiyani; Nisha Nambiar; Faridah binti Mohd Said; Linlin Lindayani; Windy Rakhmawati; Neti Juniarti
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 12, No 1: March 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v12i1.21817

Abstract

Smoking is one of the most significant lifestyle factors contributing to the global disease burden. Individuals who use proactive coping will improve their environment and life rather than reacting to the past and planning for the future by constructing and pooling available resources to deal with stressors. However, instruments measured proactive coping toward smoking cessation are limited. This study aimed to develop and test the validity and reliability of proactive coping toward smoking cessation in adolescents. The data collection process was divided into two phases, namely instrument development and psychometric testing. Exploratory factor analysis and reliability testing were conducted on 300 adolescents. Proactive coping smoking cessation (PCSC) is the development of proactive coping inventory (PCI). Loading factor coefficient on support seeking 0.54-0.82, reflective coping 0.585-0.823, strategic planning 0.580-0.736, proactive coping 0.439-0.648, avoidance 0.586-0.826 and preventive coping 0.507-0.707. Cronbach's alpha for PCSC ranged from 0.970 to 0.972. PCSC shows the acceptable internal and external consistency and the results of the exploratory factor analysis (EFA) verify that the six-factor model correctly represents the original PCI factor structure. Future studies are required to test the instrument in different setting and culture.
The Relationship between Availability Basic Sanitation with Toddlers Stunting Incidence Nara Raihani; Laili Rahayuwati; Desy Indra Yani; Windy Rakhmawati; Witdiawati Witdiawati
Journal of Nursing Care Vol 6, No 1 (2023): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v6i1.44429

Abstract

Poor basic sanitation was one of the indirect causes of stunting. Stunting was one of the toddler health problems which characterized by the child's height not according to his age. This study aims to analyze the relationship between the availability of basic sanitation facilities with stunting in toddlers incidence. This research was a correlational quantitative research with a cross-sectional approach. The total population in this study was 465 people in Sukamulya Village, Rancaekek District, Bandung Regency. Samples were taken by purposive sampling technique so that the sample used was 96, with the criteria of parents with toddlers. The instrument used was the RKDU questionnaire instrument originating from primary research which consisted of demographic data, questions related to the availability of latrines, questions related to waste management and questions related to SPAL. Data were analyzed using the chi- square statistical test. The results of statistical tests show that there was no relationship between the availability of basic sanitation facilities and the incidence of stunting in toddlers in Sukamulya Village (p value= 0,366). There are 22 respondents who still have poor sanitation facilities and 31 toddlers who still suffer from stunting. This needs to be give special attention from nurse to provide counseling interventions for sanitation facilities and stunting treatment.
The Effect of Role Playing Methods on Social-emotional Development in Preschool Children Marthalisa Wirahandayani; Windy Rakhmawati; Ema Arum Rukmasari
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i1.3626

Abstract

Problems that are often experienced by preschool-age children include maladjustment, egocentric, aggressiveness, anxiety, and tend to withdraw from society so that it can cause behavioral problems that reduce social-emotional development. If this problem is not addressed immediately, it can have a negative impact on the health and behavior of children in adulthood. Provision of effective role playing encourages social emotional development of children where through fun playing activities, children get rich experiences so that they can improve social emotional development. This study aims to conduct a literature review review related to the influence of the role playing method on the social emotional development of preschool-aged children. The method used is SLR (Systematic Literature Review). Data collection was carried out by identifying, screening, eligibility, and inclusion stages. A total of 15 articles used in this study were obtained from the PubMed, Ebsco, Sage, and Science Direct databases. The results show that role play affects children's social emotional development. The role playing method can be the right solution for educators and parents in improving children's better social emotional development
Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Pencarian Pelayanan Kesehatan Orang Tua yang Memiliki Anak dengan TB pada Masa Pandemi COVID-19 di Wilayah Puskesmas Kabupaten Tegal Syahratul Janah; Windy Rakhmawati; Nenden Nur Asriyani; Sri Hendrawati
Adi Husada Nursing Journal Vol 8 No 2 (2022): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/ahnj.v8i2.347

Abstract

Situasi penanganan COVID-19 berdampak pada pelayanan Tuberkulosis (TB) anak. Anak merupakan kelompok rentan tertular penyakit TB. Perilaku pencarian pelayanan kesehatan kurang baik dapat menyebabkan keterlambatan pengobatan TB pada anak. Metode penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Kriteria populasi yaitu orang tua yang memiliki anak dengan TB, tercatat dalam rekam medik tahun 2020-2022, sedang atau sudah melakukan pengobatan TB di masa pandemi COVID-19, dan bertempat tinggal di Kabupaten Tegal. Teknik sampling menggunakan total sampling dan responden berjumlah 77 orang. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Hasil menunjukan sebagian responden mempunyai pengetahuan baik, sikap tentang keseriusan TB anak sebagian responden memilih sangat serius, sebagian lainnya memiliki reaksi takut, terkejut, merasa sedih dan putus asa, responden lebih memilih berkonsultasi pada dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Hampir sebagian responden beranggapan bahwa konsultasi TB cukup mahal. Selain itu, lebih dari sebagian responden memilih pergi ke pelayanan kesehatan segera saat anaknya memiliki tanda dan gejala TB, sebagian lainnya tidak pergi ke pelayanan kesehatan karena biaya pengobatan. Petugas kesehatan perlu memberikan pendidikan kesehatan terkait TB dan menekankan deteksi dini agar TB pada anak segera ditangani mengingat pencegahan penularan TB masih kurang baik.
Pengetahuan dan perilaku pencarian pelayanan kesehatan orang tua yang memiliki anak dengan tuberkulosis pada masa pandemi Covid-19 Putri Rhamelani; Windy Rakhmawati; Nenden Nur Asriyani Maryam; Sri Hendrawati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i1.8651

Abstract

Background: During the covid-19 pandemic in West Java, there was a decrease in the number of visits and extended TB care for children, especially at Al-Ihsan Hospital due to the lack of health-seeking behavior from parents. One of the main predisposing factors of this behavior is knowledge. Increased knowledge becomes the basis for the formation of behavior.Purpose: To examine the relationship between parental knowledge of tuberculosis and health-seeking behavior in children during the covid-19 pandemic at Al-Ihsan HospitalMethod: Correlational research design with a retrospective approach. The study population consisted of 156 parents with tuberculosis children aged 0 to 14 years at the Pediatric Polyclinic of Al-Ihsan Hospital. The research sampling technique used purposive sampling with a sample of 51 respondents. The questionnaire used was adapted from a survey developed by World Health Organization (WHO) and tested for validity and reliability. The statistical test used the Spearman Rank test. Univariate and bivariate analyzes were used to analyze study data.Results: Analysis of the total score of parental knowledge of children's tuberculosis found that 37 out of 51 respondents (72.5 percent) had good knowledge and 14 out of 51 respondents (27.5 percent) had poor knowledge and 47 out of 51 respondents (92.2 percent) included in the modern health-seeking behavior and 4 out of 51 respondents (7.8 percent) included in the self-medication or self-treatment which showed a relationship between knowledge and parents' health seeking behavior towards child TB (p = 0.026 < α = 0.05; correlation coefficient = 0.311).Conclusion: There is a positive relationship with low correlation strength between knowledge and parents' health service-seeking behavior towards TB in children.Keywords: Children; Health-Seeking Behavior; Knowledge; Parents; TuberculosisPendahuluan: Selama pandemi covid-19 di Jawa Barat, terdapat penurunan angka kunjungan dan perpanjangan perawatan TB anak terutama di RSUD Al-Ihsan akibat kurangnya perilaku pencarian pelayanan kesehatan dari orang tua. Salah satu faktor predisposisi utama dari perilaku tersebut adalah pengetahuan. Peningkatan pengetahuan menjadi dasar pembentukan perilaku.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencarian pelayanan kesehatan orang tua terhadap TB anak selama pandemi covid-19 di RSUD Al-Ihsan.Metode: Rancangan penelitian korelasional dengan pendekatan retrospective. Populasi penelitian adalah 156 orang tua dengan anak penderita TB usia 0-14 tahun di rawat jalan Poli Anak RSUD Al-Ihsan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 51 orang. Kuesioner yang digunakan diadaptasi dari survei yang dikembangkan oleh World Health Organization (WHO) serta dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Uji statistik penelitian ini digunakan uji Rank Spearman.Hasil: Analisis dari total skor pengetahuan orang tua terkait TB anak didapatkan 37 dari 51 responden (72,5 persen) memiliki pengetahuan baik dan 14 dari 51 responden (27,5 persen) memiliki pengetahuan buruk serta 47 dari 51 responden (92,2 persen) termasuk kategori modern health seeking behavior dan 4 dari 51 responden (7,8 persen) termasuk kategori self medication or self treatment yang menunjukkan relasi antara pengetahuan dengan perilaku pencarian pelayanan kesehatan orang tua terhadap TB anak (p = 0,026 < α = 0,05; Koef. Korelasi = 0,311).Simpulan: Terdapat hubungan positif dengan kekuatan korelasi rendah antara pengetahuan dengan perilaku pencarian pelayanan kesehatan orang tua terhadap TB anak.
Is tuberculosis in children a severe disease? Windy Rakhmawati; Kodchakon Piasai
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkp.v11i1.2282

Abstract

Tuberculosis is one of the health issues over the world. However, childhood TB is often less attention and neglected, particularly in the endemic area, due to the negative result of sputum smear and no specific signs and symptoms among children. Children exposed to infectious disease have a high risk of infection and progressing to TB disease. TB disease among children may develop into a severe form of TB, such as TB meningitis or military TB, and cause death. Therefore, case finding or contact screening is needed to prevent undiagnosed and untreated childhood TB. Parents or family and health professional staff should support adherence to preventive therapy for infected children and anti-TB treatment for TB disease.
Pengetahuan dan Sikap Orang Tua Terkait Tuberkulosis Anak di RSUD Bhakti Dharma Husada Kota Surabaya Septiani Sri Kusuma Astuti; Windy Rakhmawati; Sri Hendrawati; Nenden Nur Asriyani Maryam
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i6.8784

Abstract

ABSTRACT Children have higher potential for contracting tuberculosis due to their immature immunology. Knowledge and attitudes of parents towards childhood tuberculosis are important as an effort to optimally prevent and treat childhood TB. This study aims to describe parents’ knowledge and attitudes towards childhood TB during COVID-19 Pandemic in RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya. A retrospective descriptive quantitative study design was used. Purposive sampling was used with total 38 parents of childhood TB (aged 1-14 years old), Surabaya local citizen, and visited RSUD Bhakti Dharma Husada from January 2020 to July 2022 recruited as study participant. Descriptive statistics were used to analyzed data. Results showed 55.2% of respondents had good knowledge of childhood TB and considered TB as a very serious disease (76.3%). Respondent stated that they believe their children has the same potential to contract tuberculosis (92,1%) yet still felt shocked (65.8%), scared (50%), sad and hopeless ( 47.3%) when knowing their child diagnosis. Study showed less significant percentage of good and poor knowledge about tuberculosis. However, respondents already have good attitudes towards tuberculosis that can have a positive impact on child treatment. Health promotion and counseling by health workers is influential to control the infection. Keywords: Attitude, Children, Knowledge, Tuberculosis  ABSTRAK Anak-anak berpotensi lebih tinggi tertular tuberkulosis berkaitan dengan imunologinya yang belum matang. Pengetahuan dan sikap, dan perilaku pencarian pengobatan orang tua penting sebagai upaya pencegahan dan pengobatan TB anak secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap orang tua terhadap TB anak di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Populasi pada penelitian ini adalah 38 orang tua pasien TB anak (usia 0 – 14 tahun) yang berobat di poli anak RSUD Bhakti Dharma Husada pada rentang Januari 2020-Juli 2022, serta berdomisili di Kota Surabaya. Analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 55,2% responden memiliki pengetahuan yang baik tentang TB anak dan menganggap TB sebagai penyakit yang sangat serius (76,3%). 92,1% responden menyatakan percaya bahwa anaknya memiliki potensi yang sama untuk tertular tuberkulosis. Responden menyatakan merasa kaget (65,8%), takut (50%), sedih dan putus asa (47,3%) saat mengetahui diagnosis anaknya. Studi menunjukkan persentase pengetahuan baik dan buruk tentang tuberkulosis kurang signifikan. Namun responden sudah memiliki sikap yang baik terhadap penyakit tuberkulosis sehingga dapat berdampak positif terhadap pengobatan anak. Promosi kesehatan dan konseling oleh petugas kesehatan diperlukan sebagai langkah pengendalian infeksi. Kata Kunci: Anak, Pengetahuan, Perilaku, Tuberkulosis 
Efektivitas promosi kesehatan pencegahan Covid-19 dengan CTPS Windy Rakhmawati; Yanti Hermayanti; Dzikra Fitria Amita; Latifa Hidayani Abas; Arief Khoerul Ummah; Mufida Mufida; Nestia Risminda; Nurul Azmi Nabilah; Pandu Rifqi Amalia; Septa Obara; Marthalisa Wirahandayani
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.941 KB) | DOI: 10.30644/jphi.v3i2.525

Abstract

COVID-19, the infectious disease caused by SARS-CoV-2, has emerged as a global health crisis and pandemic. Children are very susceptible to disease transmission because their immune system is not yet perfect. To achieve the spread and transmission of this virus, interventions are needed across the population. The promotion of hand washing in children is needed to increase children's knowledge about preventing covid-19 by washing hands with soap. The purpose of this study is to give Indonesian children additional education about handwashing with soap and to make them be able to demonstrate good and correct hand washing. The health education is conducted by giving lecture to the children and showing them videos in the end of the sessions. After that, an evaluation of the health education is carried out by giving the children pre-test and post-test designs. The result of the study showed that 96% children (49 of 51) who attended the health education experienced an increase in their post-test results. This indicated that the content of the health education can be easily understood by most of the children. A good learning process requires several supporting factors such as careful preparation, interactive way of delivering instruction, and good team coordination. In order to monitor the application of the knowledge obtained in the health education, it is necessary to carry out continuous educative activities so that hopefully there will be an increase in the health quality of Indonesian children. Keywords : Covid-19, Education, Hand Washing Steps
Co-Authors Aat Sriati Abas, Latifa Hidayani Adella, Denisa Adistie, Fanny Ai Mardhiyah Ai Mardhiyah AI MARDHIYAH, AI Amalia, Pandu Rifqi Amita, Dzikra Fitria Amita, Dzira Fitria Ammi Salamah Anggeriyane, Esme Annita Olo Apriliani, Annisa Arief Khoerul Ummah Azalia Melati Bambang Priadi BANGUN SIMANGUNSONG BANGUN SIMANGUNSONG, BANGUN Citra Windani Mambang Sari Desi Apriani Desy Indra Yani Dewi, Kurnia Meishinta Diandini, Reza Dzikra Fitria Amita Efris Kartika Sari Ema Arum Rukmasari Ermiati Ermiati Fanny Adistie Fanny Adistie Farah Nibras Almira Faridah binti Mohd Said Fitri Fadhila Grashiva Putri Karina Gusgus Ghraha Ramdhanie Hendrawati Hendrawati Henny Suzana Mediani Hilaliyah, Nurul Iin Inayah, Iin Ike Sri Redjeki Ilham Taufik Nurilhami Imas Rafiyah Indah Permata Artamia Intan Nurul Khofifah Iwan Shalahuddin Iyus Yosep Kartika Rahayuningtyas Khofifah, Intan Nurul Khotimah, Diah Khusnul Kodchakon Piasai Kosim Kosim Laili Rahayuwati Latifa Hidayani Abas Linlin Lindayani Lisa Noviana Savitri Marthalisa Wirahandayani Marthalisa Wirahandayani Maryam, Nenden Meita Dhamayanti Meri Anggryni Mufida Mufida Mufida, Mufida Muhammad Reza Saputra MURDINI UMIATI MURDINI UMIATI, MURDINI Murtiningsih Murtiningsih Nabilah, Nurul Azmi Nahdriah, Nina Nara Raihani Nenden Nur Asriyani Nenden Nur Asriyani Maryam Nenden Nur Asriyani Maryam Nenden Nur Asriyani Maryam Nestia Risminda Neti Juniarti Nisha Nambiar Nita Fitria Nurul Azmi Nabilah Obara, Septa Pandu Rifqi Amalia PRILIANA GAMAYANTI PRILIANA GAMAYANTI, PRILIANA Puput Fitriliani KH Purwono P Purwono P. p Putri Rhamelani Putri, Azalia Melati Putri, Widya Enita Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahayu, Kunta Taqiyya Ramadhanti Ratnawati, Ai Siti Rausanfikra, Syiffa Salsabila Risminda, Nestia Saepudin, Aceng Safitri, Dian Dinnar Eka Septa Obara Setiawan Setiawan Setiawan, Shafanissa Aulia Siti Rahmawati Ismuhu Siti Yuyun Rahayu Fitri Sri Hastuti, Tuti Sri Hendrawati Sri Hendrawati Sri Hendrawati Sri Hendrawati Suryani Suryani Syahratul Janah Theresia Eriyani Theresia Eriyani Tika Asri Titin Rohmatin Tuti Pahria Ummah, Arief Khoerul Wini Hadiyani Wirahandayani, Marthalisa Witdiawati, Witdiawati Wiwi Mardiah Yanti Hermayanti Yuli Rahmawati Utami