Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Pemenuhan ASI Eksklusif pada Bayi dan Modifikasi Pengolahan Bahan Makanan oleh Ibu Untuk Pencegahan Stunting pada Balita di Desa Jelegong Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung Mardhiyah, Ai; Eriyani, Theresia; Rakhmawati, Windy; Rukmasari, Ema Arum; Fitria, Nita; Hendrawati, Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15588

Abstract

ABSTRAK Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, tetapi juga memerlukan pendekatan multisektoral, termasuk perbaikan gizi, sanitasi, kebersihan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan. ASI eksklusif memiliki manfaat kesehatan jangka panjang untuk ibu dan anak, termasuk mengurangi risiko kelebihan berat badan dan obesitas pada anak. Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) menjadi penting ketika ASI tidak lagi cukup. Prinsip-prinsip seperti ketepatan waktu, keadekuatan, keamanan, dan pemberian makanan yang benar harus diikuti. Kampanye kesehatan dapat berperan dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya praktik-praktik ini untuk mencegah stunting. Tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya ibu yang memiliki balita mengenai pemenuhan ASI eksklusif dan pengolahan bahan makanan pendamping ASI. Penelitian ini menggunakann metode sosialisasi serta pemberian booklet kepada audiens berisikan materi tentang pengetahuan pemenuhan gizi ASI eksklusif pada ibu. Sebagian besar peserta telah memahami materi yang diberikan oleh kelompok. Perlu adanya kegiatan yang berfokus pada terhadap pengolahan bahan makanan dan memanfaatkan bahan yang ada menjadi makanan dengan nilai gizi yang tinggi. Kata Kunci: Stunting, MP-ASI, ASI Eksklusif  ABSTRACT Stunting prevention can be done with exclusive breastfeeding during the first six months of life, but also requires a multisectoral approach, including nutrition improvement, sanitation, hygiene, health, and poverty alleviation. Exclusive breastfeeding has long-term health benefits for mothers and children, including reducing the risk of overweight and obesity in the child. Breastfeeding (MPASI) becomes essential when milk is no longer enough. Principles such as timeliness, adequacy, security, and proper feeding must be followed. Health campaigns can play a role in raising awareness of the importance of these practices in preventing stunting. Increase public awareness especially of mothers who have news about exclusive breastfeeding and processing of breast-feeding ingredients. The study uses methods of socialization as well as giving a booklet to the audience containing material on the knowledge of maternal exclusive breastfeeding. Most of the participants have understood the material given by the group. There needs to be activities that focus on the processing of food materials and the utilization of existing materials into foods with high nutritional value. Keywords : Stunting, MP-ASI, Exclusive Breastfeeding
Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Toilet Training pada Anak Toddler Berdasarkan the American Academy of Pediatrics Guide Terhadap Self-Efficacy pada Caregiver di Puspa Daycare Dewi, Kurnia Meishinta; Rakhmawati, Windy; Mardhiyah, Ai
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i10.15693

Abstract

ABSTRACT Diaper dermatitis is a condition that children are prone to. The prevalence of diaper dermatitis tends to decrease when children stop using diapers and receive toilet training. Toilet training is a developmental task that must be achieved by toddlers, if it is not achieved, it will have an impact on the child’s physiology and psychology, such as urinary track infection, feelings of inferiority, and maladaptive socialization. The inisiation of toilet training in children is carried out by the caregiver, especially mother at home, but the current phenomenon is that many parents work so children are left in daycare. So, in the condition of children in daycare, the inisiation of toilet training in children is carried out either by the mother who entrusts her child to daycare or by the caregiver at the daycare. The success of toilet training is influenced by caregiver self-efficacy which can be improved through health education about toilet training for children based on effective guidelines. This study aims to analyze the effect of health education about toilet training for toddlers based on The American Academy of Pediatrics Guide on caregiver self-efficacy in Puspa Daycare. This research used a quasi experimental design with one group pre-test and post-test. Sampling used total sampling, obtained 33 participants. The self-efficacy instrument was adapted from the General Self-Efficacy Scale (GSES). Data analysis used the Wilcoxon test. The results of the analysis showed that there is a significant difference between self-efficacy before and after providing health education (p =0,000). The conclusion of this research is that health education about toilet training for toddlers based on The American Academy of Pediatrcs Guide had an effect on increased the self-efficacy of caregivers at Puspa Daycare. This health education can be an intervention for pediatric nurses in provided nursing services to caregivers regarding toilet training for toddler in daycare. Keywords: Caregiver, Daycare, Health Education, Self-Efficacy, The American Academy of Pediatrics Guide  ABSTRAK Diaper dermatitis merupakan kondisi yang rentan terjadi pada anak. Prevalensi diaper dermatitis cenderung berkurang saat anak berhenti menggunakan diapers dan mendapatkan toilet training. Toilet training merupakan tugas perkembangan yang harus dicapai oleh anak toddler, jika tidak dicapai maka akan berdampak pada fisiologis hingga psikologis anak, seperti infeksi saluran kemih, perasaan rendah diri, dan sosialisasi tidak adaptif. Inisiasi toilet training pada anak dilakukan oleh caregiver terutama orang tua di rumah, namun fenomena saat ini banyak orang tua bekerja sehingga anak dititipkan di daycare. Maka, pada kondisi anak di daycare, inisiasi toilet training pada anak toddler dilakukan baik oleh ibu yang menitipkan anaknya di daycare maupun oleh pengasuh di daycare. Keberhasilan toilet training dipengaruhi oleh self-efficacy pada caregiver yang dapat ditingkatkan melalui pendidikan kesehatan tentang toilet training pada anak toddler berdasarkan panduan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan tentang toilet training pada anak toddler berdasarkan The American Academy of Pediatrics Guide terhadap self-efficacy pada caregiver di Puspa Daycare. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan one group pre-test and post-test. Pengambilan sampel menggunakan total sampling, didapatkan 33 partisipan. Instrumen self-efficacy diadaptasi dari General Self-Efficacy Scale (GSES). Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara self-efficacy sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan (p = 0,000). Simpulan pada penelitian ini adalah pendidikan kesehatan tentang toilet training pada anak toddler berdasarkan The American Academy of Pediatrics Guide berpengaruh terhadap peningkatan self-efficacy pada caregiver di Puspa Daycare. Pendidikan kesehatan tentang toilet training ini dapat menjadi intervensi bagi perawat anak dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada caregiver tentang toilet training pada anak toddler di daycare. Kata Kunci: Caregiver, Daycare, Pendidikan Kesehatan, Self-Efficacy, The American Academy of Pediatrics Guide
OVERVIEW OF PERSISTENCE DURING ONLINE LEARNING ON NURSING STUDENTS Mardhiyah, Ai; Yosep, Iyus; Mediani, Henny Suzana; Rakhmawati, Windy; Hendrawati, Sri
Journal of Nursing Culture and Technology Vol. 1 No. 1 (2024): Volume 1 No. 1 2024
Publisher : Rifapublisher.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70049/jnctech.v1i1.6

Abstract

Background: Persistence is a key factor in determining the academic success of nursing students. The impact of persistence on students is improved academic performance, development of study skills, professional readiness, mental well-being, and engagement in academic and extracurricular activities. Nursing students' perceptions and practices of persistence are important to understand in the context of higher education. Objectives: This study aims to describe the level of persistence in Padjadjaran University Nursing students. Methods: The research method used is quantitative using the Self-Regulated Online Learning Questionnaire (SOL-Q) which consists of 5 items. The sampling technique in this study used purposive sampling. The number of samples was 100 padjadjaran university nursing students. Results: The results showed that more than half of nursing students at Padjadjaran University had low persistence, which could affect their academic performance. This can be seen from 59 respondents or as many as 59% of students showed low persistence. This findings highlights the importance of developing learning strategies that can improve the persistence of nursing students. Conclusion: In the context of nursing education, there is a need for greater efforts to improve student persistence, especially in developing their persistence, in order to improve the quality of education and their readiness for future nursing practice.
Menuju Generasi Emas 2045: Peran Guru dalam Skrining Dini Masalah Mental Emosional pada Anak Prasekolah Anggeriyane, Esme; Fitri, Siti Yuyun Rahayu; Dhamayanti, Meita; Rakhmawati, Windy; Hilaliyah, Nurul
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4587

Abstract

Masa prasekolah merupakan periode penting dalam perkembangan aspek fisik, kognitif, dan emosional anak. Namun, masalah mental emosional pada anak prasekolah sering kali tidak terdeteksi sejak dini dan tidak disadari oleh orang disekitar anak. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai pentingnya skrining dini masalah mental emosional pada anak prasekolah dalam mendukung tercapainya Generasi Emas 2045. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui sosialisasi dan edukasi kepada 42 orang guru PAUD dan TK di Kecamatan Banjarmasin Utara. Metode kegiatan terdiri ceramah, simulasi penggunaan Kuesioner Masalah Perilaku Emosional (KMPE) dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan berdasarkan indikator aktivitas berupa memperhatikan materi, kemampuan melakukan skrining, keaktifan dalam diskusi dan mengikuti kegiatan hingga selesai. Didapatkan sebagian besar guru dengan partisipasi aktif dan menyadari tentang pentingnya deteksi dini masalah mental emosional anak prasekolah. Skrining dini dapat menjadi langkah preventif yang efektif untuk mendukung perkembangan anak menuju Generasi Emas 2045 melalui peran aktif guru dalam deteksi dini masalah mental emosional di lingkungan sekolah.
PEMBERIAN INTERVENSI WATER TEPID SPONGE DAN MANAJEMEN MUAL PADA ANAK HIPERTERMIA DAN DEFISIT NUTRISI: LAPORAN KASUS Yuli Rahmawati Utami; Rakhmawati, Windy; Hendrawati, Sri
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 7 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v7i2.2716

Abstract

Histoplasmosis and Tuberculosis (TB) have similar clinical manifestations such as fever, weight loss, night sweats, fatigue. There is a dual diagnosis related to infections that cause febrile neutropenia and malnutrition, an emergency condition. The water tepid sponge method and nausea management need to be used. The aim of this study to determine the effect of applying water tepid sponges and management of nausea in children with hyperthermia and nutritional deficits. The Research design is a case report. The Research sample is client An. L, was diagnosed with pulmonary tuberculosis based on OAT and Histoplasmosis. The Research was carried out four days (observation, assessment, interviews, and intervention). The interventions carried out are warm compress on the forehead, water tepid sponge, combination with paracetamol, and nausea management according to the patient's condition. The evaluation was carried out before and after the intervention. After nausea management, An. L experienced an increase food portions and ate regularly. Decrease in body temperature within the normal range (36.5-37.5°C) for different durations after several interventions. Providing water tepid sponge intervention and nausea management proved effective in reducing fever and increasing appetite. Keywords: children, histoplasmosis, nausea management, pulmonary tuberculosis, water tepid sponge.
Gambaran risiko malnutrisi pada anak kanker di Yayasan Rumah Pejuang Kanker Ambu Putri, Widya Enita; Rakhmawati, Windy; Setiawan, Setiawan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 12 (2025): Volume 18 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i12.704

Abstract

Background: The prevalence of pediatric cancer in Indonesia reaches 1.49% of the total cancer cases in Indonesia. Cancer therapy carried out by children with cancer can improve survival in patients, but the side effects caused can lead to increased risk and incidence of malnutrition in cancer patients. The risk of malnutrition is the potential for individuals to experience nutritional deficiencies or excesses. Purpose: To identify risk of malnutrition in cancer children. Method: Quantitative descriptive research, conducted at the Ambu Cancer Fighters House Foundation in November-December 2024. The sampling technique used total sampling with a sample size of 48 respondents. The independent variable in this study is cancer patients, while the dependent variable is the risk of malnutrition. Data analysis used univariate in the form of frequency distribution. Results: Most respondents were male (64.6%), had cancer for more than 6 months (84.4%), and were diagnosed with leukemia (77.1%). The majority of children at risk of severe malnutrition were aged 1-4 years (62.5%) and 10-12 years (62.5%), with a higher proportion of males (64.1%). The most common type of cancer in children at risk of severe malnutrition was leukemia (54%), while 4 children (57.1%) had cancer for less than 6 months. Conclusion: Children with cancer aged 1-12 years are at high risk of malnutrition, with many children showing weight loss in the past month, emaciation, and symptoms such as diarrhea, nausea, vomiting, and decreased appetite in the past week.   Keywords: Cancer; Children; Malnutrition.   Pendahuluan: Prevalensi kanker anak di Indonesia mencapai 1.49% dari jumlah kasus kanker di Indonesia. Terapi kanker yang dijalankan oleh anak dengan kanker dapat meningkatkan kelangsungan hidup pada pasien, akan tetapi efek samping yang ditimbulkan dapat menyebabkan peningkatan risiko dan kejadian malnutrisi pada pasien kanker. Risiko malnutrisi merupakan potensi individu mengalami kekurangan atau kelebihan nutrisi. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran risiko malnutrisi pada anak yang mengalami kanker. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif, dilaksanakan di Yayasan Rumah Pejuang Kanker Ambu pada bulan November-Desember 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 48 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah penderita kanker, sedangkan variabel dependen adalah risiko malnutrisi. Analisis data yang digunakan univariate dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (64.6%), menderita kanker lebih dari 6 bulan (84.4%), serta didiagnosis leukemia (77.1%). Mayoritas anak dengan risiko malnutrisi berat berusia 1–4 tahun (62.5%) dan 10–12 tahun (62.5%), dengan proporsi lebih tinggi pada laki-laki (64.1%). Jenis kanker yang paling sering ditemukan pada anak dengan risiko malnutrisi berat adalah leukemia (54%), sementara anak yang menderita kanker kurang dari 6 bulan berjumlah 4 anak (57.1%). Simpulan: Anak penderita kanker usia 1-12 tahun berisiko tinggi mengalami malnutrisi, banyak anak mengalami penurunan berat badan dalam satu bulan terakhir, kondisi kurus, serta gejala seperti diare, mual, muntah, dan penurunan nafsu makan dalam seminggu terakhir.   Kata Kunci: Anak; Kanker; Malnutrisi.
Faktor yang Mempengaruhi Psychological Well Being Pada Orang Tua yang Memiliki Anak dengan Thalasemia: A Scoping Review Priadi, Bambang; Mardhiyah, Ai; Rakhmawati, Windy
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.18048

Abstract

ABSTRACT Thalassemia is a chronic condition that burdens the entire family. Parents with children with thalassemia experience critical psychological impacts, which cause deep anxiety, isolation, and self-neglect. To identify the description of PWB of parents with thalassemia children and the factors that influence it. Scoping review with Arksey & O’Malley framework. A literature search was conducted using three primary databases: EbscoHost: Medline Ultimate, Pubmed, Scopus, and one search engine, Google Scholar. The keywords were “Psychological Well-being OR PWB AND Parent OR Parental OR Family AND Thalassemia”. A total of 9 articles were analyzed. Several studies reported that there are still quite a lot of parents with thalassemia children who tend to have low PWB. Factors influencing the level of PWB are social activities, education, knowledge, economic status, self-acceptance, gratitude, religious practices, and effective coping strategies. Many parents experience psychological problems due to their child's illness. Psychological support for them is critical as part of comprehensive medical care along with clinical management for parents with children with thalassemia. Keywords: Psychological well being, Thalasemia, Parents  ABSTRAK Talasemia merupakan kondisi kronis yang membebani kehidupan seluruh keluarga. Orang tua dengan anak penderita talasemia mengalami dampak psikologis yang kritis, yang menyebabkan kecemasan mendalam, isolasi, dan pengabaian diri. Untuk mengidentifikasi gambaran PWB orang tua dengan anak thalassemia dan faktor yang memengaruhinya. Scoping review dengan framework Arksey & O’Malley. Pencarian literatur dari tiga database utama: EbscoHost: Medline Ultimate, Pubmed, Scopus, dan satu search engine yaitu Google Scholar. Kata kunci yang digunakan adalah “Psychological Well-being OR PWB AND Parent OR Parental OR Family AND Thalassemia”. Sebanyak 9 artikel yang dianalisis. Beberapa studi melaporkan masih cukup banyak orang tua dengan anak thalassemia memiliki PWB yang cenderung rendah. Faktor yang dinilai memengaruhi tingkat PWB adalah aktivitas sosial, Pendidikan, pengetahuan, status ekonomi, penerimaan diri, rasa syukur, praktik keagamaan, dan strategi koping efektif. Banyak orang tua yang mengalami masalah psikologis akibat penyakit yang diderita anaknya. Dukungan psikologis bagi mereka sangat penting sebagai bagian dari perawatan medis yang komprehensif beserta manajemen klinis bagi orang tua dengan anak penderita thalassemia. Kata Kunci: Orang tua, Psychological well Being, Talasemia.
Peran sendawa terhadap regurgitasi pada bayi baru lahir: A scoping review Khotimah, Diah Khusnul; Fitri, Siti Yuyun Rahayu; Rakhmawati, Windy
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 3 (2025): Volume 19 Nomor 3
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i3.798

Abstract

Background: Regurgitation in newborns is a common problem that is often complained of by parents and can affect the comfort and quality of life of the baby. One factor that is thought to play a role in preventing regurgitation is the practice of burping after breastfeeding. Although many studies have discussed breastfeeding techniques and preventing regurgitation, the role of burping has not been explored in depth. Purpose: To explore the role of belching on regurgitation in newborns. Method: The scoping review used three databases, namely CINAHL, PubMed, and Scopus and one search engine, Google Scholar. The keywords used in the search were "burping," "regurgitation," "newborn," and "infant care." Inclusion criteria included articles discussing burping practices in the context of newborn care and regurgitation published in the last 10 years, in English or Indonesian. Data extraction was performed using manual tables, and data analysis was performed descriptively qualitatively. Results: There were 6 articles that met the inclusion criteria and discussed the role of burping on regurgitation in newborns. The authors found several themes including the correct burping technique, the right time to burp, and maternal education on the correct way to burp. The results showed that proper burping practices can reduce the frequency of regurgitation in infants, although some studies showed differences in the effectiveness of this technique. Conclusion: Burping technique has an effect on reducing regurgitation in newborns.   Keywords: Burping; Newborns; Regurgitation.   Pendahuluan: Regurgitasi pada bayi baru lahir merupakan masalah umum yang sering dikeluhkan oleh orang tua dan dapat mempengaruhi kenyamanan serta kualitas hidup bayi. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam mencegah regurgitasi adalah praktik sendawa setelah menyusui. Meskipun banyak penelitian yang membahas teknik-teknik menyusui dan pencegahan regurgitasi, peran sendawa belum dieksplorasi secara mendalam. Tujuan: Untuk mengeksplorasi peran sendawa terhadap regurgitasi pada bayi baru lahir. Metode: Scoping review menggunakan tiga database, yaitu CINAHL, PubMed, dan Scopus serta satu search engine Google Scholar. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian adalah "burping," "regurgitation," "newborn," dan "infant care." Kriteria inklusi meliputi artikel yang membahas praktik sendawa dalam konteks perawatan bayi baru lahir dan regurgitasi yang diterbitkan dalam rentang waktu 10 tahun terakhir, dalam bahasa Inggris atau Indonesia. Ekstraksi data dilakukan menggunakan tabel manual, dan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil: Terdapat 6 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan membahas tentang peran sendawa terhadap regurgitasi pada bayi baru lahir. Penulis menemukan beberapa tema mencakup teknik sendawa yang tepat, waktu yang tepat untuk melakukan sendawa, serta edukasi ibu mengenai cara yang benar untuk melakukan sendawa. Praktik sendawa yang tepat dapat mengurangi frekuensi regurgitasi pada bayi, meskipun beberapa studi menunjukkan perbedaan dalam efektivitas teknik ini. Simpulan: Teknik sendawa memiliki pengaruh terhadap penurunan regurgitasi pada bayi baru lahir.   Kata Kunci: Bayi Baru Lahir; Regurgitasi; Sendawa.
NON-PHARMACOLOGICAL THERAPY TO REDUCE CHILDREN'S FEAR OF INVASIVE PROCEDURES: SCOPING REVIEW Rahmawati, Sri; Rakhmawati, Windy; Hendrawati, Sri
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.3007

Abstract

Prosedur invasif seperti kateterisasi intravena, injeksi intramuskular, dan pengambilan sampel darah sering kali menimbulkan rasa takut dan nyeri pada anak-anak, sehingga berdampak negatif pada pengalaman mereka dan memicu fobia jarum. Oleh karena itu, intervensi non-farmakologis seperti teknik distraksi dianggap efektif untuk mengurangi rasa takut dan nyeri selama prosedur tersebut. Ulasan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai teknik distraksi non-farmakologis yang efektif dalam mengurangi rasa takut anak selama prosedur invasif di rumah sakit. Tinjauan cakupan ini dilakukan dengan mengikuti kerangka kerja PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan di database PubMed, ScienceDirect, Scopus, EBSCO-host, dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci yang relevan. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi (RCT dan studi kuasi-eksperimental, diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025, dalam bahasa Inggris) dinilai kualitasnya dengan menggunakan alat JBI. Data diekstraksi dan dianalisis secara tematik. Dari 1.620 artikel, 15 penelitian memenuhi kriteria inklusi. Teknik distraksi dikategorikan menjadi dua kelompok: (1) distraksi pasif (misalnya, Buzzy, mendengarkan musik, menonton kartun, virtual reality) dan (2) distraksi aktif (misalnya, TICK-B, meniup balon, berinteraksi dengan hewan, permainan drama). Kedua teknik tersebut terbukti efektif dalam mengurangi rasa takut, nyeri, dan kecemasan anak, dengan Buzzy dan TICK-B sebagai intervensi yang paling sering digunakan. Teknik distraksi aktif dan pasif sama efektifnya dalam mengurangi rasa takut anak selama prosedur invasif. Temuan ini memberikan panduan bagi para profesional kesehatan dalam memilih intervensi yang sesuai dengan kebutuhan anak dan konteks klinis. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi keefektifan teknik-teknik ini di berbagai kelompok usia dan wilayah geografis.
Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai Intervensi Penurunan Angka Stunting dengan Pendampingan Keluarga di Desa Jelegong Mardhiyah, Ai; Mediani, Henny Suzana; Rakhmawati, Windy; Hendrawati, Sri; Maryam, Nenden Nur Asriyani; Fitria, Nita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22653

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan gizi yang masih menjadi perhatian utama di Indonesia, termasuk di Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Angka stunting di Desa Jelegong terbilang cukup tinggi, yaitu sebanyak 39 balita. Salah satu pendekatan yang mungkin untuk mengurangi stunting adalah dengan membeli lebih banyak makanan (PMT), yang didampingi dengan penyuluhan mengenai gizi seimbang melalui media leaflet kepada keluarga. Untuk mengidentifikasi pelaksanaan pendampingan keluarga dalam pemberian makanan tambahan sebagai intervensi untuk menurunkan angka stunting di Desa Jelegong. Kegiatan ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan sosialisasi. Terdapat kenaikan berat badan dan tinggi badan dari sebelum dan sesudah dilakukan pemberian makanan tambahan, dengan rata-rata kenaikan berat badan sebesar 0,37 kg dan kenaikan tinggi badan sebesar 0,94 cm. Kegiatan ini telah membantu meningkatkan kesadaran keluarga balita tentang pentingnya pemberian makanan tambahan, pemberian ASI eksklusif, pemenuhan gizi seimbang, serta pentingnya lingkungan dan sanitasi yang sehat dan layak bagi tumbuh kembang balita. Kata Kunci: Intervensi, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Pendampingan Keluarga, Stunting  ABSTRACT Stunting is a nutritional problem that remains a major concern in Indonesia, including in Jelegong Village, Rancaekek District, Bandung Regency. The stunting rate in Jelegong Village is quite high, with 39 toddlers affected. A possible approach for reducing stunting is to buy more food (PMT), accompanied by counseling on balanced nutrition through leaflet media for families. This report aims to identify the implementation of family assistance in the provision of supplementary feeding as an intervention to reduce stunting in Jelegong Village. The methods used in this activity include observation, interviews, and socialization. There was an increase in body weight and height between before and after giving additional food, with an average increase in body weight of 0.37 kg and an increase in height of 0.94 cm. The results of this activity have helped raise the awareness of families with toddlers about the importance of supplementary feeding, exclusive breastfeeding, balanced nutrition, and the importance of a healthy and suitable environment and sanitation for the growth and development of toddlers. Keywords: Intervention, Provision of Additional Food Giving, Family Assistance, Stunting
Co-Authors Aat Sriati Abas, Latifa Hidayani Adella, Denisa Adistie, Fanny Ai Mardhiyah Ai Mardhiyah AI MARDHIYAH, AI Amalia, Pandu Rifqi Amita, Dzikra Fitria Amita, Dzira Fitria Ammi Salamah Anggeriyane, Esme Annita Olo Apriliani, Annisa Arief Khoerul Ummah Azalia Melati Bambang Priadi BANGUN SIMANGUNSONG BANGUN SIMANGUNSONG, BANGUN Citra Windani Mambang Sari Desi Apriani Desy Indra Yani Dewi, Kurnia Meishinta Diandini, Reza Dzikra Fitria Amita Efris Kartika Sari Ema Arum Rukmasari Ermiati Ermiati Fanny Adistie Fanny Adistie Farah Nibras Almira Faridah binti Mohd Said Fitri Fadhila Grashiva Putri Karina Gusgus Ghraha Ramdhanie Hendrawati Hendrawati Henny Suzana Mediani Hilaliyah, Nurul Iin Inayah, Iin Ike Sri Redjeki Ilham Taufik Nurilhami Imas Rafiyah Indah Permata Artamia Intan Nurul Khofifah Iwan Shalahuddin Iyus Yosep Kartika Rahayuningtyas Khofifah, Intan Nurul Khotimah, Diah Khusnul Kodchakon Piasai Kosim Kosim Laili Rahayuwati Latifa Hidayani Abas Linlin Lindayani Lisa Noviana Savitri Marthalisa Wirahandayani Marthalisa Wirahandayani Maryam, Nenden Meita Dhamayanti Meri Anggryni Mufida Mufida Mufida, Mufida Muhammad Reza Saputra MURDINI UMIATI MURDINI UMIATI, MURDINI Murtiningsih Murtiningsih Nabilah, Nurul Azmi Nahdriah, Nina Nara Raihani Nenden Nur Asriyani Nenden Nur Asriyani Maryam Nenden Nur Asriyani Maryam Nenden Nur Asriyani Maryam Nestia Risminda Neti Juniarti Nisha Nambiar Nita Fitria Nurul Azmi Nabilah Obara, Septa Pandu Rifqi Amalia PRILIANA GAMAYANTI PRILIANA GAMAYANTI, PRILIANA Puput Fitriliani KH Purwono P Purwono P. p Putri Rhamelani Putri, Azalia Melati Putri, Widya Enita Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahayu, Kunta Taqiyya Ramadhanti Ratnawati, Ai Siti Rausanfikra, Syiffa Salsabila Risminda, Nestia Saepudin, Aceng Safitri, Dian Dinnar Eka Septa Obara Setiawan Setiawan Setiawan, Shafanissa Aulia Siti Rahmawati Ismuhu Siti Yuyun Rahayu Fitri Sri Hastuti, Tuti Sri Hendrawati Sri Hendrawati Sri Hendrawati Sri Hendrawati Suryani Suryani Syahratul Janah Theresia Eriyani Theresia Eriyani Tika Asri Titin Rohmatin Tuti Pahria Ummah, Arief Khoerul Wini Hadiyani Wirahandayani, Marthalisa Witdiawati, Witdiawati Wiwi Mardiah Yanti Hermayanti Yuli Rahmawati Utami