Claim Missing Document
Check
Articles

Paragenesis Prospek Endapan Bijih Besi Daerah Tanjung Kecamatan Bontocani Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan Hasbi Bakri; Harwan Harwan; Alam Budiman Thamsi; Irzal Nur; Firdaus F; Andi Fahdli Heriansyah
Jurnal Geomine Vol 9, No 2 (2021): Edisi Agustus 2021
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v9i2.971

Abstract

Iron ore is the second most abundant metal on earth. The characteristics of this iron ore usually consist of iron ore carrier minerals associated with other minerals. One area that has iron ore prospects is the Tanjung area, Bontocani District, Bone Regency. The purpose of this study was to determine the types of iron ore carrier minerals and their associations, mineralization characteristics and paragenesis of iron ore carrier minerals. The data collection technique is carried out directly in the field by taking random samples in the field according to field conditions. Laboratory analysis uses mineragraphic analysis to determine iron ore carrier minerals and their associated minerals and X-Ray Diffraction analysis to determine iron ore carrier minerals that are not identified by mineragraphic analysis. From the results of the study found iron ore carrier minerals magnetite, goethite and hematite and their associated minerals in the form of sulfide minerals in the form of pyrite, covelite and braunite. The iron ore textures found are replacement and intergrowth textures. Paragenesis of mineral deposits formed successively are magnetite, hematite, pyrite, cuprite, braunite and goethite.
Penerapan Sistem Informasi Geografis Untuk Mengidentifikasi Tingkat Bahaya Longsor Di Kec. Sabbang, Kab. Luwu Utara, Prov. Sulawesi Selatan Alam Budiman Thamsi; Habibie Anwar; Suryanto Bakri; Harwan Harwan; Muh. Idris Juradi
Jurnal Geomine Vol 7, No 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1173.466 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i1.340

Abstract

Bencana alam merupakan kejadian yang perlu dilakukan penelitian lebih mendalam sehingga dapat meminimalisir kerugian yang diakibatkan oleh bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas daerah rawan bencana longsor, tingkat daerah bencana longsor dan foktor yang dapat menyebabkan terjadinya longsor. Metode penelitian dilakukan menggunakan aplikasi sistem informasi geografis (SIG) yang terdiri dari data curah hujan, penggunaan area lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, lithologi batuan, bentuk lahan dan struktur geologi. Data tersebut kemudian dilakukan pengharkatan (scoring) untuk memperoleh area tingkat bahaya longsor. Hasil penelitian diperoleh empat zona tingkat bahaya longsor yaitu zona bahaya longsor rendah dengan luas 3.656 Ha, zona bahaya longsor sedang dengan luas 22.628 Ha, zona bahaya longsor tinggi dengan lus 42.063 Ha dan zona bahaya longsor sangat tinggi 331 Ha. Hasil yang diperoleh mengidentifiksikan bahwa potensi untama bahaya longsor disebebkan oleh curah hujan yang tinggi yaitu 3826 mm/tahun. Area kemiringan lereng 40% sampai 100% yang luas juga merupakan factor yang menyebabkan potensi terjadinya longsor.
Pelatihan Pembuatan Peta Menggunakan QGIS Bagi Siswa SMK Penerbangan Techno Terapan Makassar Alam Budiman Thamsi; Muhammad Aswadi; Firman Nullah Yusuf; Muhamad Hardin Wakila; Suriyanto Bakri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 11, No 1 (2021): Juli 2021
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v11i1.1267

Abstract

Kegiatan pelatihan interpretasi dan digitasi peta berbasis SIG juga akan mengalihkan perhatian taruna-taruni untuk lebih aktif lagi belajar dan mempraktekkan pemanfaaatan komputer berbasis SIG. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pelatiahan kepada taruna-taruni cara interpretasi dan digitasi ke software QGIS, mengetahui kemampuan peserta sebelum dan setelah pelatihan. Kegiatan ini menggunakan metode pembelajaran ceramah dan latihan. Kemampuan peserta pelatihan dilakukan dengan perhitungan uji t pada regresi berganda dengan menggunakan aplikasi SPSS 25. Hasil pelatihan pembuatan peta menggunakan open source software QGIS adalah Taruna-taruni sudah mengetahui cara interpretasi dan digitasi ke software QGIS. Taruna-taruni sudah dapat mengoperasikan aplikasi sistem informasi geografis (global information system) dengan menggunakan software QGIS. Berdasarkan uji t berpasangan kuesioner diketahui nilai Sig untuk pengaruh pasca pelatihan terhadap pretasi yang diperoleh (nilai) adalah sebesar 0,009 0,05 dan nilai t hitung 3,101 t tabel 2,179, sehingga dapat disimpulkan bahwa pasca pelatihan diterima berarti terdapat pengaruh yang signifikan terhadapat prestasi (nilai).
ANALISIS MANFAAT SEKTOR PERTAMBANGAN TERHADAP PREKONOMIAN KAB LUWU TIMUR MENGGUNAKAN METODE ANALASIS LOCATION QUENTION DAN ANALISIS SHIFT-SHARE Pangeran Sulfahmi; Nur Asmiani; Alam Budiman Thamsi
Geosapta Vol 6, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v6i2.7094

Abstract

Keberadaan perusahaan tambang di tengah-tengah masyarakat merupakan wujud dan partisipasi dalam peningkatan dan pengembangan pembangunan masyarakat. Menurut Penjelasan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009, UU tersebut mengandung pokok-pokok pikiran sebagai berikut; Ayat 4) usaha pertambangan harus memberi manfaat ekonomi dan sosial bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat dan pergeseran nilai perekonomian pada sektor pertambangan di Kabupaten Luwu Timur. Penelitian ini merupakan penelitan yang menganalisis data Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) lapangan usaha khususnya pada sektor pertambangan dan penggalian dengan menggunakan metode analisis Location Quentiont dan metode analisis Shift-share. Metode ini dapat memberikan gambaran data nilai pemasukan setiap daerah dari setiap sektor untuk menunjukkan basic dan non-basis pada daerah tersebut, serta menunjukkan pergeseran nilai dari setiap sektor pada daerah penelitian yang dibandingkan dengan wilayah yang lebih luas (nasional). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa sektor pertambangan dan penggalian pada Kabupaten Luwu Timur merupakan sektor basis dengan sektor ini mampu memenuhi kebutuhan daerahnya bahkan mampu untuk mengekspor hasil produk sektor pertambangan untuk memenuhi kebutuhan daerah lain, Luwu Timur juga khususnya pada sektor pertambangan dan penggalian merupakan sektor yang memiliki nilai pendapatn tertinggi dibandingkan sektor pada kabupaten lain se-Sulawesi Selatan, namun sektor pertambangan dan penggalian daerah Luwu Timur memiliki pertumbuhan ekonomi yang tergolong lamban atau tidak progresif berdasarkan analisis Shitf-shareKata-kata kunci: sektor pertambangan, PDRB, locations quentiont, shift-share.
ANALISIS ALTERASI PADA ENDAPAN BIJIH BESI DI DAERAH TANJUNG, KECAMATAN BONTOCANI, KABUPATEN BONE, PROVINSI SULAWESI SELATAN Firdaus F; Tri Andriyani Kandora; Dirgahayu Lantara; Alam Budiman Thamsi; Harwan Harwan; Hasbi Bakri
Geosapta Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1317.17 KB) | DOI: 10.20527/jg.v6i1.7082

Abstract

Keberadaan bijih besi di Indonesia dapat ditemukan dibeberapa daerah dengan jumlah keterdapatan yang beragam. Salah satu daerah yang memiliki potensi keterdapatan bijih besi adalah daerah Bontocani, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui himpunan mineral dan tipe alterasi endapan bijih besi. Metode yang dilakukan yaitu observasi singkapan, pengambilan sampel, dan identifikasi mineralisasi-alterasi yang selanjutnya dianalisis petrografi dan geokimia. Pengujian terhadap 5 sampel batuan melalui analisis petrografi dilakukan untuk mengetahui kelimpahan mineral penyusun dan analisis geokimia dari pengujian XRD (X-rayDiffraction) dilakukan untuk menentukan jenis mineral secara lebih spesifik yang tidak dapat dilihat melalui analisis petrografi, serta untuk menentukan himpunan mineral dan tipe alterasi. Himpunan mineral alterasi berdasarkan hasil analisis petrografi adalah plagioklas, kuarsa, kalsit, garnet, epidot, piroksin, serisit, augit, diopside, hornblende, feldspar, microcline, dan muskovit. Sedangkan hasil analisis XRD (X-rayDiffraction) menunjukkan kehadiran andradit, melanit, flourin, magnesit, alabandit, magnetit, cooperit, danalit, goetit, albit, hedenbergit, dolomit, cristobalit, wollastonit dan chromit. Berdasarkan beberapa mineral penciri tersebut dapat diketahui bahwa tipe alterasi di daerah penelitian adalah propilitik dan skarn. Kata kunci: Bijih Besi, Alterasi, Mineral, Petrografi, XRD.
ANALISIS PENGARUH MORFOLOGI PADA PEMBENTUKAN NIKEL LATERIT PT PRIMA SENTOSA ALAM LESTARI KABUPATEN MOROWALI PROVINSI SULAWESI TENGAH Alam Budiman Thamsi; Nurliah Jafar; Ahmad Fauzie
Geosapta Vol 7, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v7i2.9114

Abstract

Terbentuknya endapan nikel di daerah tropis terjadi akibat proses pelapukan batuan ultrabasa yang kadar Ni-nya mencapai 0,25%. Salah satu syarat terbentuknya endapan nikel yang baik adalah topografi yang landai sehingga air dapat menyerap ke dalam tanah. Tujuan penelitian adalah mengetahui bentuk morfologi daerah penelitian dan pengaruh slope terhadap kadar nikel. Metode yang digunakan adalah analisis statistik bivariat untuk menghitung derajat korelasi antara variabel slope dan kadar Ni. Data slope diperoleh dari data topografi dan data kadar diperoleh dari data assay. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi hitung -0,351 yang jumlahnya lebih besar dari nilai koefisien korelasi tabel yang menunjukkan adanya korelasi antara variabel. Hal ini menunjukkan bahwa pada daerah yang curam cenderung kadar nikelnya rendah sedangkan pada daerah yang landai cenderung kadar nikelnya tinggi.
Studi Mineralogi Batuan Basal Sebagai Source-rock Bijih Besi Daerah Bontocani Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan Hasbi Bakri; Anshariah Anshariah; Firdaus F; Arif Nurwaskito; Alam Budiman Thamsi; Habibie Anwar; Emi Prasetyawati Umar
Jurnal Geomine Vol 10, No 2 (2022): Edisi Agustus 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v10i2.1374

Abstract

Research has been carried out regarding the source rock of iron ore deposits. This area became the object of research because of the discovery of iron ore deposits and several other metals. In this research, the focus of the study is the source rock that carries Fe metal. The results of the initial study indicate that the basalt is thought to have carried the metal intruding the wall rock causing a reaction to occur. The analysis in this paper consists of field research, sampling, preparation, and analysis of petrography and XRD. Based on petrographic observations, basalt is composed of the main minerals in the form of pyroxene minerals, plagioclase, and base mass with a distinctive texture in the form of a porphyry texture where pyroxene and plagioclase minerals as phenocrysts are embedded in the base mass and opaque minerals. The secondary minerals found were epidote, actinolite, hornblende, anatase, staurolite, carbonate minerals, chlorite, sericite, magnesite, clay minerals, and quartz. The ore minerals are magnetite, goethite, chamosite, and pyrope.
Karakterisasi Batubara Formasi Walanae Daerah Kaloling Kabupaten Sinjai Propinsi Sulawesi Selatan Anshariah Anshariah; Emi Prasetyawati Umar; Agus Ardianto Budiman; Hasbi Bakri; Alam Budiman Thamsi; Nurliah Jafar; Alfian Nawir; Andi Fadli Heriansyah; Muhamad Hardin Wakila; F Firdaus; Harwan Harwan
Jurnal Geomine Vol 10, No 3 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v10i3.1250

Abstract

Coal is a unique sedimentary rock, both in the process of formation and rock characteristics which are strongly influenced by the conditions of the depositional environment. Different depositional environments, the characteristics of the coal are different. The research method used in this research in the field is in the form of direct sampling in the field using the channel sampling ply by ply method, namely sampling by making channels on coal outcrops and taking samples that represent the lower, middle and upper layers of the coal seam to determine the average characteristics. The sample is then prepared to get a certain size and can be representative of the field sample. The prepared samples were then subjected to a proximate test to determine the moisture content, ash content, volatile matter and fixed carbon. Laboratory tests are carried out in the Lab. Analysis and Processing Hasanuddin University Makassar. The results of the proximate analysis  carried out show the coal characteristics of the Walanae Formation in the Kaloling Region which has a moisture content value that decreases from bottom to top with an average of 7.49%; coal ash content increased from bottom to top with an average value of 47.63% ash content; the value of volatile matter decreased from bottom to top with an average of 26.56% of volatile matter; and the value of fixed carbon which increases with increasing depth with an average value of 18.29%.
ESTIMASI SUMBERDAYA NIKEL MENGUNAKAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHT PT ANG AND FANG BROTHERS Alam Budiman Thamsi; Izzulhaq Ainunnur; Habibie Anwar; Muhammad Aswadi
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v9i1.235

Abstract

Estimasi sumberdaya nikel sangat penting diketahui agar dapat menjadi dasar dalam perencanaan tambang. Inverse Distance Weight (IDW) memiliki prinsip yaitu dengan dilakukan pembobotan titik data yang didasarkan pada penyebaran kualitas, blok yang akan ditaksir dari bobot penaksir, dan hubungan ruang letak terhadap bobot sampel. Tujuan penelitian ini agar mengetahui arah sebaran, jumlah sumberdaya nikel menggunakan IDW dan klasifikasi sumberdaya pada zona Cut Off Grade (COG) 1,3%. Pemilihan metode estimasi didasari analisis statistik dan geostatistik, jika koefisien variasi dibawah 1,5 dan selisih sill terhadap nugget diatas 50% maka penggunaan IDW baik digunakan. Metodologi penelitian ini menggunakan metode IDW yang didasari statistik dan geostatistik, berawal dari analisis statistik univarian, statistik spasial, statistik bivarian dan estimasi sumberdaya serta pengklasifikasian menggunakan standar Relative Kriging Standard Deviation (RKSD). Zona saprolit memiliki kualitas kadar diatas COG 1,3% dengan koefisien variasi 0,185 dan selisih sill dan nugget 72%, hubungan antar data aktual dan data spasial yaitu cukup baik karena koefisien korelasi bernilai 0,53 dan RMSE 0,28 yang artinya tingkat kesalahan data terbilang rendah. Arah sebaran nikel pada Blok Mawar PT. Aang and Fang Brothres ialah dari barat daya ke timur laut dengan jumlah sumberdaya menggunakan metode IDW didapatkan volume 239.882,81 m3, tonase 377.276,05 ton dan kadar rata-rata nikel 1,58 % dan zona saprolit merupakan sumberdaya terukur berdasarkan RKSD.
Reclamation Plan on Stone Land of The Ex-Nickel Mining at PT Vale Indonesia Tbk Central Pinnacle Condemnation Muhammad Furqan Al Faruqi; Firman Nullah Yusuf; Habibie Anwar; Alam Budiman Thamsi
Journal of Geology and Exploration Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Geology and Exploration, June 2023
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jge.v2i1.46

Abstract

Environmental and occupational safety issues in the world's mining business have always been the most important issues. The main problems that arise in ex-mining areas include environmental changes which include chemical changes, physical changes and biological changes (Hoskin, 2002). Reclamation is an activity carried out throughout the stages of the mining business to organize, restore and improve the quality of the environment and ecosystem so that they can function again according to their designation (Ahmad, 2006). Primary data collection was obtained using a mobile phone as evidence of the implementation of research activities for research location data, reclamation locations were taken using GPS (global position system) and drones. Secondary data is given directly from supervisors in the company. Land arrangement is intended to obtain a surface finish that is stable and has a natural shape so that it is in harmony with the shape of the pristine landscape, supports the success of plant growth, facilitates access to further work throughout the area, and increases the aesthetic value of the land (Munir, 2017). All irregular heaps are tidied up and leveled, deposits that have the potential to form a collection of water are filled with the result of pushing material from the leveled heap. Ex-mining land with irregular and uneven terrain (holes, relatively steep slopes) must be laid out in such a way as to be stable with low landslide and erosion hazard potential (Noor Rizqoon, 2004). Piling of rocks using top soil as thick as 50 cm on rocky ground. Activities that are no less important are sowing topsoil, making contour drains and making planting holes, these activities are carried out by making arrangements for making drainage and pocket ponds have been completed. Planting holes with a spacing of 3.5 meters and 4 meters can be ascertained that in 1 hectare of reclamation land for Konde Central Pinnacle 714 planting holes can be made, so it can be concluded that the planting holes for Konde Central Pinnacle are good with spacings of 3.5m and 4m.
Co-Authors A. Arizal A. F. Heriansyah A. Maulana A. S. Munir Abdul Salam Munir Agus Ardianto Budiman Ahmad Fauzie Ahmad Gazali, Ahmad Alfian Nawir Alfian Nawir Alfian Nawir Almarabi, Laode Muhammad Imaduddin Amran, Farizah Dhaifina Andi Fadli Heriansyah Andi Fahdli Heriansyah Anshariah Anshariah Anshariah Anshariah Anshariah, Anshariah Aprilia, Riska Dwi Ardhana, Muh. Reza Arif Nurwaskito Aulia, Rieska Dewi Aulia, Rizky Nurul AYU LESTARI Badduwahe, Harianto Bakri, Hasbi Bakri, Hasbi Bakri, Suriyanto Bakri, Suryanto C. A. Chalik C. D. Sangadji Chalik, Citra Aulian Dirgahayu Lantara Djamaluddin Djamaluddin E. P. Umar F, Firdaus F. Firdaus F. N. Yusuf Farizah Dhaifina Amran Febrianto Wajar, Kurniawan Firaldy S Firdaus Firdaus F Firdaus Firdaus Firdaus, F. Firman Nullah Yusuf Fitri Amalia H. Anwar Habibie Anwar Habibie Anwar Harmitun, Harmitun Harwan Harwan Harwan Harwan, Harwan Hasbi Bakri I. Nur Idris Juradi, Muhammad Irwan, Muhammad Reza Ardhana Irzal Nur, Irzal Izzulhaq Ainunnur L.O.M.Y. Amsah Limbanadi, Iftitah Vinny Aurelia M. Aswadi Maharza, Agvir Fajri Mais Ilsan, Mais Miftah Farid Muhammad Akbar Muhammad Aswadi Muhammad Furqan Al Faruqi Muhammad Idham Farid Muhammad Nur Alim Muhdi, Irawan Nasrullah Nasrullah Nasrullah Nasrullah Nawir , Alfian Nawir, Alfian Ningsih, Apriana Ningsih, Apriyana Nompo, Supardin Nur Asmiani Nurhawaisyah, Sitti Ratmi Nurhawaisyah, Sitti Ratmi Nurliah Jafar Nurliah Jafar Nurliah Jafar, Nurliah Nurwaskito, Arif Pangeran Sulfahmi Prasetyawati Umar, Emi R. M. Ismail Rachman, Muhammad Fathur Rahareng, Sutriani Rahma, Kismu Ratmi Nurhawaisiah, Sitti Rauf Husain, Jamal Reynaldhi Yogi Pranata S. R. Nurhawaisyah Sahabuddin Sahabuddin Sanjaya, Harta Saputra, Isroq Aditya Ekyan Sri Widodo Sukamto, Purwoto Suryanto Bakri Syamsul Bakhri Tholib, Mohammad Tri Andriyani Kandora Tsalis Kurniawan Husain Tsalis Kurniawan Husain, Tsalis Kurniawan Tukloy, Muh. Yusril Affandy Wahyu Maulana, Wahyu Wakila, Muhammad Hardin Wardana, Lubis Widodo , Sri