Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pentingnya Edukasi Gizi Seimbang dan Pengenalan Isi Piringku pada Siswa Remaja SMA Islam Aulia Chairani; Yanti Harjono Hadiwiardjo; Melly Kristanti; Isniani Ramadhani Sekar Prabarini
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2023): Vol. 1 No. 2 (2023): SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v1i2.7301

Abstract

Usia remaja membutuhkan nutrisi dari makanan secara kualitas dan kuantitas agar tubuh dapat berfungsi secara optimal. Nutrisi yang masuk ke dalam tubuh selanjutnya akan dibentuk menjadi sumber energi yang digunakan untuk mempertahankan daya tahan, daya konsentrasi serta tersedianya tenaga untuk melakukan aktivitas belajar. Peningkatan permasalahan pada aspek nutrisi ini terjadi akibat perubahan gaya hidup yang mempengaruhi konsumsi makan menunjukkan adanya penurunan asupan makronutrien  seperti karbohidrat, protein dan lemak selain asupan serat kurang dan konsumsi makanan cepat saji yang berlebih sehingga menyebabkan obesitas. Gizi seimbang merupakan susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh yaitu jenis kelamin, usia, dan status kesehatan. Gizi seimbang bagi anak sekolah dipenuhi setiap hari dengan makanan yang beraneka ragam. Perubahan komposisi tubuh dan peningkatan aktivitas fisik anak sekolah memerlukan asupan gizi seimbang. Tujuan penyuluhan dalam diskusi kelompok terarah  ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan menu gizi seimbang dalam isi piringku, menggunkan media lembar balik dan melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk mengetahui status gizi remaja. Pengukuran tingkat pengetahuan menggunakan kuesioner pre-post test terdapat terdapat peningkatan yang signifikan (p-value 0.003)perubahan rerata pengetahuan remaja dari skor 80 sebelum penyuluhan menjadi 86 setelah penyuluhan.
Relationship between knowledge and attitude toward travel health preparation behaviour of air travellers during COVID-19 pandemic Alhaque, Nitya Fithra Salsabila; Savitri, Pritha Maya; Muti, Annisa Farida; Hadiwiardjo, Yanti Harjono
Farmasains : Jurnal Farmasi dan Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/farmasains.v8i2.30698

Abstract

COVID-19 is a highly contagious disease. People who travel in this situation, including air travel, can increase the risk of transmitting or being transmitted by COVID-19. The attack rate of COVID-19 during air travel is 4.8%. It is necessary to form a new behaviour regarding good health preparation before travelling to prevent the spread of COVID-19. A person's behaviour can be affected by knowledge and attitude. This research aims to determine the relationship between knowledge and attitude towards the travel health preparation behaviour of air travellers during the COVID-19 pandemic. This research is an observational analytical study with a cross-sectional approach. The population in this study was people who travelled by air from Soekarno-Hatta International Airport during the COVID-19 pandemic, with inclusion sample criteria of people who travelled by air in June – October 2021 and were aged 15–64 years old. The sample was collected using a purposive sampling technique using social media, and 104 respondents were obtained. The data was collected using an online questionnaire via a Google form. The result shows that the majority of respondents have good knowledge (44.2%), a positive attitude (59.6%) and good behaviour (76%). There was no significant relation between knowledge and behaviour (p=0.066) and a significant relation between attitudes and behaviour (p=0.000). This result can be caused by several factors influencing behaviour, such as other predisposing factors (besides knowledge and attitudes), enabling factors, and reinforcing factors, such as easy access to massive information about the COVID-19 pandemic and strict government regulation.
PENGARUH OBESITAS SENTRAL TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA PEGAWAI PEREMPUAN DI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA Ningtiyas, Tabita Sri Wahyu; Kristanti, Melly; Nurcita, Boenga; Hadiwiardjo, Yanti Harjono
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.25413

Abstract

Peningkatan perempuan dalam dunia kerja menimbulkan peningkatan kelelahan kerja. Permasalahan kelelahan kerja lebih beresiko tinggi terjadi pada perempuan. Faktor pemicu perempuan lebih beresiko mengalami kelelahan akibat status gizi obesitas sentral yang sering terjadi pada perempuan. Obesitas sentral mengakibatkan penurunan oksigen yang masuk ke tubuh sehingga menimbulkan kelelahan. Faktor lain yang memicu kelelahan yaitu usia, masa kerja dan beban kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh obesitas sentral dan faktor paling berpengaruh terhadap kelelahan kerja pada pegawai perempuan di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional teknik random sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 36 pegawai perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran lingkar perut, kuesioner NASA-TLX, FAS dan masa kerja. Analisis statistik pada penelitian ini menggunakan uji regresi logistik. Pada penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh yang siginifikan antara obesitas sentral (p=0,002), usia (p= 0,011), masa kerja (p=0,011) dan beban kerja (p=0,030) terhadap kelelahan kerja. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara obesitas sentral terhadap kelelahan kerja setelah dikontrol oleh variabel usia, masa kerja dan beban kerja. Penelitian ini menemukan bahwa beban kerja yang paling berpengaruh terhadap kelelahan kerja dengan atau tanpa obesitas sentral pada pegawai. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa obesitas sentral berpengaruh terhadap kelelahan kerja, namun beban kerja yang paling berpengaruh terhadap kelelahan kerja karena beban kerja yang tinggi memicu seseorang mengalami kelelahan. Maka dari itu perlu evaluasi terkait beban kerja pada pegawai perempuan di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta.
Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional terhadap Pelaksanaan Pelayanan Promotif dan Preventif Nadia Nadia; Yanti Harjono Hadiwiardjo; Nunuk Nugrohowati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i05.2267

Abstract

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah program jaminan kesehatan berbasis asuransi sosial yang diwajibkan bagi seluruh rakyat Indonesia dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat. BPJS Kesehatan mendorong FKTP, khususnya Puskesmas, untuk lebih berinovasi dalam program khususnya di bidang promotif dan preventif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana Puskesmas Kecamatan Kramat Jati Kota Jakarta Timur mengimplementasikan program JKN yang dibuat oleh BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan preventif dan promotif. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif yang menggunakan desain kualitatif dan melakukan wawancara dengan informan untuk pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan 10 informan penelitian, yang terdiri dari Kepala Bidang Upaya Kesehatan Masyarakat sebagai informan kunci, enam orang informan utama, yaitu pegawai di bidang UKM esensial yang terdiri dari staf Promosi Kesehatan, Kasie Kesehatan Lingkungan, Kasie KIA/KB, Kasie Gizi, Kasie Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Menular, dan Kasie Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit tidak Menular, serta tiga orang informan pendukung, yaitu seorang dokter umum dan 2 (dua) orang pasien. Hasil temuan menunjukkan bahwa pelayanan promotif dan preventif Puskesmas Kecamatan Kramat Jati tidak mengalami perubahan yang signifikan sebelum atau sesudah program JKN dilaksanakan. perubahan yang terjadi, khususnya terkait kebijakan dan pendanaan JKN. Terdapat beberapa kendala antara lain kurangnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan Puskesmas, perluasan cakupan SPM (Standar Pelayanan Minimal), dan kurangnya koordinasi antar tenaga kesehatan. Temuan penelitian tersebut mengarahkan peneliti pada kesimpulan bahwa indikator pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif tidak dapat diturunkan hanya dari satu faktor saja. Selain itu pelaksanaan program JKN tidak berdampak langsung terhadap pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif karena arahan pelaksanaan kegiatan tersebut masih dibiayai dari dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).
Determinan Perilaku Tes IVA di Puskesmas Sawangan Kota Depok Tahun 2022 Dewi, Indah Rahma; Hadiwiardjo, Yanti Harjono; Saleh, Arman Yurisaldi; Purwaningastuti, Diana Agustini
Perilaku dan Promosi Kesehatan : Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 5, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background. WHO in 2020 states that the fourth most common cancer is cervical cancer and GLOBOCAN in 2018 states that it is the second most common cancer in Indonesia. VIA is one of the programs for cervical cancer early detection implemented in Indonesia, however the coverage relatively low. Aim. Identification determinant of VIA behavior among 30-50 years old women in Puskesmas Sawangan, Depok. Method. Analytical observational study with a cross-sectional design. The sample was women aged 30-50 years at Puskesmas Sawangan. The data collected with consecutive sampling technique. The research instrument is a questionnaire. Data analysis used are Chi-square and logistic regression. Result. Majority of respondents were unemployed, multiparous, had good knowledge, negative attitudes, poor information access, did not have family support, and had not been tested for VIA. There is a significant relationship between parity (p-value = 0.005) and information access (p-value = 0.001) with VIA behavior and no significant relationship between knowledge, attitude, work and family support with VIA behavior (p-value > 0.05). Multivariate tests showed that parity was the dominant factor associated with VIA behavior (OR =9.106). Conclusion. Parity and information access are related to VIA behavior, while knowledge, attitudes, employment, and family support are not related to VIA behavior.
Efektivitas antibakteri ekstrak ultrasonik dan maserasi daun ungu (Graptophyllum pictum L. Griff) terhadap Staphylococcus aureus Utomo, Muhammad Gifta; Bahar, Meiskha; Hadiwiardjo, Yanti Harjono; Zulfa, Fajriati
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i1.1000

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri utama penyebab berbagai penyakit infeksi pada manusia, mulai dari infeksi kulit hingga aliran darah. Resistensi S. aureus terhadap beberapa antibiotik saat ini mendorong pencarian pengobatan alami yang tidak menyebabkan resistensi. Daun ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff.) dikenal di Indonesia sebagai tanaman obat yang sering dimanfaatkan untuk mengatasi wasir. Tanaman ini memiliki potensi sebagai agen antibakteri melalui senyawa metabolit sekundernya, seperti flavonoid dan tanin, yang dapat diekstraksi dengan metode ultrasonik dan maserasi. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan efektivitas antibakteri ekstrak daun ungu antara metode ultrasonik dan maserasi terhadap pertumbuhan S. aureus. Penelitian dilakukan secara in vitro dengan desain penelitian true experimental. Perbandingan kemampuan antibakteri dilakukan dengan menggunakan ekstrak daun ungu dari metode ultrasonik dan maserasi pada konsentrasi 60%, 70%, dan 80%. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi sumuran, dan pengukuran zona hambat dilakukan setelah 24 jam. Hasil analisis One-Way ANOVA mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan, dan uji Post Hoc Tukey menegaskan bahwa kedua metode pada setiap konsentrasi memiliki perbedaan rata-rata yang signifikan dibandingkan dengan kontrol negatif. Hasil uji independent sample t-test mengindikasikan terdapat perbedaan yang signifikan antara ekstrak daun ungu yang diekstraksi menggunakan metode ultrasonik dan metode maserasi. Dalam keseluruhan hasil, Ekstrak daun ungu dengan metode ultrasonik menunjukkan rata-rata diameter zona hambat yang lebih besar jika dibandingkan dengan ekstrak maserasi. Keunggulan tersebut disebabkan oleh kemampuan metode ultrasonik untuk menghasilkan ekstrak yang lebih murni tanpa mengonsumsi banyak energi dan pelarut.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sikap Remaja Dalam Mengkonsumsi Makanan Cepat Saji Di Kota Depok Tahun 2022 Kristanti, Melly; Nugrohowati, Nunuk; Harjono, Yanti; Fairuz, Nabila
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i01.2411

Abstract

Makanan cepat saji atau fast food adalah makanan yang dapat disajikan dalam waktu singkat dan praktis. Remaja mengalami pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang pesat. Mereka membutuhkan asupan gizi yang lebih besar dibandingkan saat mereka masih anak-anak. Dampak jangka panjang bagi seseorang yang mengkonsumsi makanan cepat saji tidak hanya berpengaruh pada dirinya, tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, dan pada akhirnya dapat mempengaruhi Bangsa Indonesia karena memiliki sumber daya manusia yang kualitas kesehatannya tidak baik. Maka dari itu penelitian ini ingin melihat apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi sikap remaja dalam mengkonsumi makanan cepat saji di kota depok. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Diandiaktika dengan subjek seluruh siswa/siswi SMA Diandiaktika berjumlah 117 subjek dengan teknik consecutive sampling. Desain studi penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Analisis data yang digunakan yaitu logistic regresi dengan variabel yang diteliti adalah sikap, jenis kelamin, status ekonomi dan pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan pengetahuan berhubungan signifikan dengan sikap remaja dalam mengonsumsi makanan cepat saji (nilai p = 0,010; OR = 3,414; CI 95% = 1,416 – 8,227). Sedangkan faktor jenis kelamin (nilai p = 0,220; OR = 0,782; CI 95% = 0,237 – 2,185) dan status ekonomi (nilai p = 0,110; OR = 0,774 ; CI 95% = 0,331 – 1,814) tidak menunjukkan ada hubungan. Faktor pengetahuan remaja menunjukkan hubungan yang signifikan dengan sikap mengkonsumsi makanan cepat saji setelah dikontrol oleh status ekonomi dan jenis kelamin remaja (nilai p = 0,006; OR = 3, 475; CI 95% = 1,435-8,412). Hasil ini dapat menjelaskan bahwa perlunya didikan orang tua dalam menentukan makanan yang sehat dan bergizi seimbang kepada anak-anaknya dimulai sejak dini, agar sikapnya dalam memilih makanan dapat lebih baik lagi hingga mereka dewasa.
Parental history and body mass index as predictors of osteoporosis among urban elderly women in Depok, Indonesia Kusumawardani, Kunthi Ayu; Supartono, Basuki; Hadiwiardjo, Yanti Harjono; Citrawati, Mila
BKM Public Health and Community Medicine Vol 41 No 02 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v41i02.14618

Abstract

Purpose: This study aims to identify the risk factors associated with osteoporosis among urban elderly women in Depok, Indonesia. Methods: This research employed a cross-sectional design and involved 110 elderly women living in Cimanggis District, Depok. Participants were selected through consecutive sampling. Data were collected through interviews using the risk factor checklist from the International Osteoporosis Foundation, and bone density measurements were obtained using heel bone ultrasound. The relationship between variables was analyzed using the Chi-square test and logistic regression. Results: The results showed that most elderly suffer from osteoporosis (77.3%). BMI and parental history of hip fracture showed a significant relationship with bone density. History of fractures after 50 years of age, height loss greater than 4 cm, comorbidities, long-term medication use (over three months), smoking, and alcohol consumption showed no significant relationship with bone density. The most influential risk factor was a parental history of hip fracture. Conclusion: The majority of elderly women have osteoporosis (77.3%). Low body mass index and a family history of hip fractures are significantly associated with lower bone density. These results highlight the need for preventive strategies and lifestyle interventions to reduce osteoporosis risk among the elderly.
Faktor yang Berhubungan dengan Pengendalian Tekanan Darah Pasien Hipertensi Usia 15-64 Tahun Muharany, Raden Roro Ariesna; Hadiwiardjo, Yanti Harjono; Bahar, Meiskha; Nugrohowati, Nunuk
Health and Medical Journal Vol 5, No 3 (2023): HEME September 2023
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v5i3.1291

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi permasalahan penyebab kematian terbesar dengan prevalensi tertinggi di provinsi DKI Jakarta sebesar 13,4%. Kejadian hipertensi di wilayah Puskesmas Kecamatan Makasar mencapai 4.986 kasus pada bulan Januari - Oktober tahun 2022. Terdapat 3 faktor yang akan diteliti yaitu pengetahuan, sikap, dan kepatuhan minum obat. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, sikap, dan kepatuhan minum obat terhadap pengendalian tekanan darah pasien hipertensi usia 15-64 tahun di Puskesmas Kecamatan Makasar tahun 2022. Metode: Penelitian menggunakan desain studi cross sectional dengan populasi penelitian pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Makasar. Sampel sebanyak 71 responden diambil dengan teknik consecutive sampling. Kriteria inklusi adalah pasien hipertensi usia 15-64 tahun yang telah mendapatkan pengobatan antihipertensi dan memiliki data rekam medis 3 bulan terakhir (Agustus, September, dan Oktober) di Puskesmas Kecamatan Makasar tahun 2022. Kriteria eksklusi berupa riwayat penyakit kronik, kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, dan melakukan aktivitas ringan. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner dan data rekam medis. Analisis statistik menggunakan uji chi-square dengan nilai p<0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p-value = 0,04; OR = 37,200; 95%CI = 3,243 - 426,674), sikap (p-value = 0,022; OR = 15,273; 95%CI = 1,451 - 160,732), dan kepatuhan minum obat (p-value = 0,028; OR = 13,750; 95%CI = 1,314 - 143,852) terhadap pengendalian tekanan darah pasien hipertensi usia 15-64 tahun di Puskesmas Kecamatan Makasar tahun 2022. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna atau signifikan antara tingkat pengetahuan, sikap, dan kepatuhan minum obat terhadap pengendalian tekanan darah pasien hipertensi usia 15-64 tahun yang berarti tingkat pengetahuan tinggi, sikap baik, dan kepatuhan minum obat yang tinggi dapat mempengaruhi tekanan darah terkendali.
Hubungan Daya Tahan Kardiovaskular dan Aktivitas Fisik terhadap Tekanan Darah Mahasiswa Usia 18-21 Ananda, Regita Siska; Citrawati, Mila; Hadiwiardjo, Yanti Harjono; Widyawardani, Nugrahayu
Health and Medical Journal Vol 5, No 3 (2023): HEME September 2023
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v5i3.1292

Abstract

Pendahuluan: Indonesia memiliki data kejadian hipertensi menurut Riskesdas pada tahun 2018 dengan penduduk berusia lebih dari 18 tahun yaitu sebesar 34,11%, dan DKI Jakarta sebagai provinsi dengan kejadian peningkatan prevalensi hipertensinya tertinggi merupakan awalan bagi generasi selanjutnya untuk mulai memahami bahwa penting menjaga kondisi tubuh dari terjadinya peningkatan tekanan darah. Tekanan darah dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor baik yang tidak dapat di kontrol dan dapat di kontrol, salah satu contoh faktor yang dapat di kontrol adalah ketahanan kardiovaskular dan aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat mencegah meningkatnya tekanan darah melalui mekanisme melebarnya pembuluh darah dan proses pembakaran lemak di pembuluh darah jantung dan aliran darah akan lencar. Daya tahan kardiovaskular adalah mampunya sistem paru, jantung, dan pembuluh darah dalam bekerjasama untuk mengangkut dan memberikan oksigen pada sel agar digunakan untuk metabolisme tubuh yang hasilnya dimanfaatkan untuk beraktivitas dalam waktu yang panjang tanpa kelelahan yang berarti. Maka dari itu, seseorang dengan daya tahan kardiovaskular yang baik maka kualitas aktivitas fisiknya baik ringan atau berat tidak akan membuat seseorang tersebut mengalami kelelahan yang berarti. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan daya tahan kardiovaskular dan aktivitas fisik dengan tekanan darah mahasiswa usia 18-21 tahun. Metode: Penelitian ini berjenis analitik obervasional yang menggunakan pendekatan secara potong lintang atau cross sectional. Proses penelitian dilakukan pada bulan Oktober hingga November tahun 2022 dengan jumlah responden sebanyak 78 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Subjek penelitian diambil dengan metode probability cara simple random sampling. Analisis data setelah dilakukannya pengambilan data menggunakan uji alternatif Fisher. Hasil: Penggunaan uji alternatif Fisher dalam menganalisis hubungan akibat tidak terpenuhinya ketentuan untuk uji Chi-square menunjukan nilai p = 0,038 bagi hubungan daya tahan kardiovaskular dan tekanan darah, begitu juga untuk aktivitas fisik, dengan makna terdapatnya hubungan antara daya tahan kardiovaskular dan aktivitas fisik terhadap tekanan darah. Kesimpulan: Terdapatnya hubungan antara daya tahan kardiovaskular dan aktivitas fisik terhadap tekanan darah menunjukan terdapatnya manfaat dari melatih daya tahan kardiovaskular dan melakukan aktivitas fisik sebagai bentuk preventif peningkatan tekanan darah. Melakukan hal seperti berjalan kaki, jogging, bersepeda, dan kegiatan sederhana lainnya dapat melatih tubuh untuk beradaptasi dalam melakukan kegiatan sehari-hari agar tidak mudah mengalami lelah yang berarti dan menyebabkan peningkatan tekanan.