This Author published in this journals
All Journal Farmasains : Jurnal Farmasi dan Ilmu Kesehatan Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Disease Prevention and Public Health Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi The Indonesian Journal of Public Health Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) IKRA-ITH ABDIMAS JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan Jurnal Biomedika dan Kesehatan Health Sciences and Pharmacy Journal Health and Medical Journal Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan World Nutrition Journal PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pediatric Sciences Journal Prosiding Seri Seminar Nasional eJournal Kedokteran Indonesia Berita Kedokteran Masyarakat Tarumanagara Medical Journal Madani : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat International Journal of Theory and Application in Elementary and Secondary School Education (IJTAESE) Jurnal Abdimas Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Perilaku dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Symbiohealth JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sikap Remaja Dalam Mengkonsumsi Makanan Cepat Saji Di Kota Depok Tahun 2022 Kristanti, Melly; Nugrohowati, Nunuk; Harjono, Yanti; Fairuz, Nabila
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i01.2411

Abstract

Makanan cepat saji atau fast food adalah makanan yang dapat disajikan dalam waktu singkat dan praktis. Remaja mengalami pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang pesat. Mereka membutuhkan asupan gizi yang lebih besar dibandingkan saat mereka masih anak-anak. Dampak jangka panjang bagi seseorang yang mengkonsumsi makanan cepat saji tidak hanya berpengaruh pada dirinya, tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, dan pada akhirnya dapat mempengaruhi Bangsa Indonesia karena memiliki sumber daya manusia yang kualitas kesehatannya tidak baik. Maka dari itu penelitian ini ingin melihat apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi sikap remaja dalam mengkonsumi makanan cepat saji di kota depok. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Diandiaktika dengan subjek seluruh siswa/siswi SMA Diandiaktika berjumlah 117 subjek dengan teknik consecutive sampling. Desain studi penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Analisis data yang digunakan yaitu logistic regresi dengan variabel yang diteliti adalah sikap, jenis kelamin, status ekonomi dan pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan pengetahuan berhubungan signifikan dengan sikap remaja dalam mengonsumsi makanan cepat saji (nilai p = 0,010; OR = 3,414; CI 95% = 1,416 – 8,227). Sedangkan faktor jenis kelamin (nilai p = 0,220; OR = 0,782; CI 95% = 0,237 – 2,185) dan status ekonomi (nilai p = 0,110; OR = 0,774 ; CI 95% = 0,331 – 1,814) tidak menunjukkan ada hubungan. Faktor pengetahuan remaja menunjukkan hubungan yang signifikan dengan sikap mengkonsumsi makanan cepat saji setelah dikontrol oleh status ekonomi dan jenis kelamin remaja (nilai p = 0,006; OR = 3, 475; CI 95% = 1,435-8,412). Hasil ini dapat menjelaskan bahwa perlunya didikan orang tua dalam menentukan makanan yang sehat dan bergizi seimbang kepada anak-anaknya dimulai sejak dini, agar sikapnya dalam memilih makanan dapat lebih baik lagi hingga mereka dewasa.
Parental history and body mass index as predictors of osteoporosis among urban elderly women in Depok, Indonesia Kusumawardani, Kunthi Ayu; Supartono, Basuki; Hadiwiardjo, Yanti Harjono; Citrawati, Mila
BKM Public Health and Community Medicine Vol 41 No 02 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v41i02.14618

Abstract

Purpose: This study aims to identify the risk factors associated with osteoporosis among urban elderly women in Depok, Indonesia. Methods: This research employed a cross-sectional design and involved 110 elderly women living in Cimanggis District, Depok. Participants were selected through consecutive sampling. Data were collected through interviews using the risk factor checklist from the International Osteoporosis Foundation, and bone density measurements were obtained using heel bone ultrasound. The relationship between variables was analyzed using the Chi-square test and logistic regression. Results: The results showed that most elderly suffer from osteoporosis (77.3%). BMI and parental history of hip fracture showed a significant relationship with bone density. History of fractures after 50 years of age, height loss greater than 4 cm, comorbidities, long-term medication use (over three months), smoking, and alcohol consumption showed no significant relationship with bone density. The most influential risk factor was a parental history of hip fracture. Conclusion: The majority of elderly women have osteoporosis (77.3%). Low body mass index and a family history of hip fractures are significantly associated with lower bone density. These results highlight the need for preventive strategies and lifestyle interventions to reduce osteoporosis risk among the elderly.
Faktor yang Berhubungan dengan Pengendalian Tekanan Darah Pasien Hipertensi Usia 15-64 Tahun Muharany, Raden Roro Ariesna; Hadiwiardjo, Yanti Harjono; Bahar, Meiskha; Nugrohowati, Nunuk
Health and Medical Journal Vol 5, No 3 (2023): HEME September 2023
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v5i3.1291

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi permasalahan penyebab kematian terbesar dengan prevalensi tertinggi di provinsi DKI Jakarta sebesar 13,4%. Kejadian hipertensi di wilayah Puskesmas Kecamatan Makasar mencapai 4.986 kasus pada bulan Januari - Oktober tahun 2022. Terdapat 3 faktor yang akan diteliti yaitu pengetahuan, sikap, dan kepatuhan minum obat. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, sikap, dan kepatuhan minum obat terhadap pengendalian tekanan darah pasien hipertensi usia 15-64 tahun di Puskesmas Kecamatan Makasar tahun 2022. Metode: Penelitian menggunakan desain studi cross sectional dengan populasi penelitian pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Makasar. Sampel sebanyak 71 responden diambil dengan teknik consecutive sampling. Kriteria inklusi adalah pasien hipertensi usia 15-64 tahun yang telah mendapatkan pengobatan antihipertensi dan memiliki data rekam medis 3 bulan terakhir (Agustus, September, dan Oktober) di Puskesmas Kecamatan Makasar tahun 2022. Kriteria eksklusi berupa riwayat penyakit kronik, kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, dan melakukan aktivitas ringan. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner dan data rekam medis. Analisis statistik menggunakan uji chi-square dengan nilai p<0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p-value = 0,04; OR = 37,200; 95%CI = 3,243 - 426,674), sikap (p-value = 0,022; OR = 15,273; 95%CI = 1,451 - 160,732), dan kepatuhan minum obat (p-value = 0,028; OR = 13,750; 95%CI = 1,314 - 143,852) terhadap pengendalian tekanan darah pasien hipertensi usia 15-64 tahun di Puskesmas Kecamatan Makasar tahun 2022. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna atau signifikan antara tingkat pengetahuan, sikap, dan kepatuhan minum obat terhadap pengendalian tekanan darah pasien hipertensi usia 15-64 tahun yang berarti tingkat pengetahuan tinggi, sikap baik, dan kepatuhan minum obat yang tinggi dapat mempengaruhi tekanan darah terkendali.
Hubungan Daya Tahan Kardiovaskular dan Aktivitas Fisik terhadap Tekanan Darah Mahasiswa Usia 18-21 Ananda, Regita Siska; Citrawati, Mila; Hadiwiardjo, Yanti Harjono; Widyawardani, Nugrahayu
Health and Medical Journal Vol 5, No 3 (2023): HEME September 2023
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v5i3.1292

Abstract

Pendahuluan: Indonesia memiliki data kejadian hipertensi menurut Riskesdas pada tahun 2018 dengan penduduk berusia lebih dari 18 tahun yaitu sebesar 34,11%, dan DKI Jakarta sebagai provinsi dengan kejadian peningkatan prevalensi hipertensinya tertinggi merupakan awalan bagi generasi selanjutnya untuk mulai memahami bahwa penting menjaga kondisi tubuh dari terjadinya peningkatan tekanan darah. Tekanan darah dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor baik yang tidak dapat di kontrol dan dapat di kontrol, salah satu contoh faktor yang dapat di kontrol adalah ketahanan kardiovaskular dan aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat mencegah meningkatnya tekanan darah melalui mekanisme melebarnya pembuluh darah dan proses pembakaran lemak di pembuluh darah jantung dan aliran darah akan lencar. Daya tahan kardiovaskular adalah mampunya sistem paru, jantung, dan pembuluh darah dalam bekerjasama untuk mengangkut dan memberikan oksigen pada sel agar digunakan untuk metabolisme tubuh yang hasilnya dimanfaatkan untuk beraktivitas dalam waktu yang panjang tanpa kelelahan yang berarti. Maka dari itu, seseorang dengan daya tahan kardiovaskular yang baik maka kualitas aktivitas fisiknya baik ringan atau berat tidak akan membuat seseorang tersebut mengalami kelelahan yang berarti. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan daya tahan kardiovaskular dan aktivitas fisik dengan tekanan darah mahasiswa usia 18-21 tahun. Metode: Penelitian ini berjenis analitik obervasional yang menggunakan pendekatan secara potong lintang atau cross sectional. Proses penelitian dilakukan pada bulan Oktober hingga November tahun 2022 dengan jumlah responden sebanyak 78 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Subjek penelitian diambil dengan metode probability cara simple random sampling. Analisis data setelah dilakukannya pengambilan data menggunakan uji alternatif Fisher. Hasil: Penggunaan uji alternatif Fisher dalam menganalisis hubungan akibat tidak terpenuhinya ketentuan untuk uji Chi-square menunjukan nilai p = 0,038 bagi hubungan daya tahan kardiovaskular dan tekanan darah, begitu juga untuk aktivitas fisik, dengan makna terdapatnya hubungan antara daya tahan kardiovaskular dan aktivitas fisik terhadap tekanan darah. Kesimpulan: Terdapatnya hubungan antara daya tahan kardiovaskular dan aktivitas fisik terhadap tekanan darah menunjukan terdapatnya manfaat dari melatih daya tahan kardiovaskular dan melakukan aktivitas fisik sebagai bentuk preventif peningkatan tekanan darah. Melakukan hal seperti berjalan kaki, jogging, bersepeda, dan kegiatan sederhana lainnya dapat melatih tubuh untuk beradaptasi dalam melakukan kegiatan sehari-hari agar tidak mudah mengalami lelah yang berarti dan menyebabkan peningkatan tekanan.
Prevalence Of Low Back Pain Among Medical Students Post Covid-19 Pandemic In 2023 Maria, Ima; Yanti Harjono; Yuli Suciati; Raja Soaloon Purba; Muhammad Gifta Utomo
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2024): JAMBI MEDICAL JOURNAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmj.v12i1.29326

Abstract

ABSTRACT   Background: Epidemiological studies indicate that low back pain (LBP) is not only experienced by the elderly but also affects the younger population. The presence of LBP in medical students can impact their functionality and daily practices after graduation. This study aims to provide an overview of the prevalence of LBP among medical students at the Faculty of Medicine, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Methods: The study included a total of 738 subjects representing clinical and four levels of undergraduate programs. The Nordic questionnaire and the Oswestry Disability Index (ODI) were employed to assess LBP and its impact on daily life. Results: The prevalence of LBP was 61.2%, with 6.6% experiencing moderate disability. Gender, exercise habits, and a family history of LBP were statistically significant. Conclusion: Institutions need to implement interventions to mitigate LBP among medical students.
Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Mengenai Gizi Kurang pada Balita dengan Metode Intervensi Edukasi Kristanti, Melly; Harjono, Yanti; Arvant, Anisya Zakiyyahaya; Dirgantara, Dandi Tri; Suci, Shabrina Amalia; Nurmaulida, Fadhila
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v6i1.645

Abstract

The nutritional status of children is an important thing that every parent must know, because disturbances that occur due to unbalanced nutrition will cause irreversible damage. In 2018, the prevalence of malnutrition in the world was 7.3% or ± 49.5 million children.The problem experienced by this community is that there are still high cases of malnutrition in toddlers in the working area of the Cipayung Health Center, so there is a need for education and intervention for the community regarding the prevention and prevention of malnutrition. The results of this activity were an increase in knowledge of malnutrition p-value 0.021 and the attitude of obedience of parents in providing supplementary food to their undernourished children. This is very important to do in various working areas of the puskesmas and in the community itself, because prevention from an early age can reduce the high incidence of malnutrition which has an impact on the death rate in Indonesia
Hubungan Waktu Tunggu dan Cara Bayar terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit PGI Cikini Jakarta Sianturi, Hiliando Hasiholan; Hadiwiarjo, Yanti Harjono; Anisah, Anisah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i3.84

Abstract

Latar belakang: Rumah sakit adalah institusi kesehatan yang bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar mutu pelayanan rumah sakit yang berlaku. Mutu pelayanan rumah sakit dinilai dengan menilai tingkat kepuasan pasien yang dapat dipengaruhi beberapa faktor yaitu waktu tunggu dan cara bayar. Waktu tunggu pelayanan rawat jalan RS Cikini lebih dari 60 menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan waktu tunggu dan cara pembayaran dengan kepuasan pasien di Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam RS Cikini Jakarta. Metode: Studi cross sectional dilakukan pada Juli-Agustus 2019. Sampel penelitian sebanyak 78 pasien di rawat jalan poli penyakit dalam. Teknik pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling. Pada penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner untuk menilai kepuasan pasien. Data dianalisis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov Hasil: Hasil univariat menunjukkan sebanyak 45 responden (57,7%) waktu tunggu <60 menit dan 45 responden (57.7%) merasa puas dengan pelayanan rawat jalan. Pasien BPJS dan Asuransi Swasta masing-masing sebanyak 39 responden (50%). Uji penelitian menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov sebagai uji alternatif dari uji chi-square, menunjukan tidak terdapat hubungan waktu tunggu terhadap kepuasan pasien rawat jalan penyakit dalam (p=0,942). Hasil selanjutnya tidak terdapat hubungan cara bayar terhadap kepuasan rawat jalan penyakit dalam (p=0,745). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan waktu tunggu dan cara bayar terhadap kepuasan pasien rawat jalan penyakit dalam. Lamanya waktu tunggu dan adanya perbedaan cara bayar tidak mempengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan rawat jalan karena ada faktor lain yang mempengaruhi kepuasan pasien. Kata Kunci: Cara bayar, kepuasan, waktu tunggu Relationship of Waiting Time and Payments to The Satisfaction on Outpatients of Internal Medicine Clinic in PGI Cikini Hospital Jakarta Background: Hospital is a health institution that is responsible for organizing health services under applicable hospital service quality standard. The quality of hospital services is assessed by the level of patient satisfaction that can be affected by several factors like waiting time and payment methods. Waiting time in outpatient clinic Cikini Hospital is more than 60 minutes. This study aimed to determine the correlation between waiting time and payment method with patient satisfaction in the outpatient clinic of Internal Medicine, PGI Cikini Hospital, Jakarta. Methods: A cross-sectional study was conducted between July and August 2019. The study sample was 78 patients in an outpatient clinic of internal medicine. The sampling technique with consecutive sampling technique. Data were analysis using Kolmogorov-Smirnov test. Results: Univariate outcomes showed 45 respondents (57.7%) waiting time <60 minutes and 45 respondents (57.7%) were satisfied. Each BPJS patients and Private Insurance are 39 respondents (50%). The research test using the Kolmogorov-Smirnov as an alternative test from chi-square test showed that there was no correlation between waiting time to the patient satisfaction of outpatients in internal medicine (p=0,942). Other results there was no correlation between the payment method to the patient satisfaction of outpatients in internal medicine (p=0,745). Conclusion: No correlation between waiting time and payment method to the patient satisfaction of outpatients in internal medicine. The length of waiting time and the difference of payment method do not affect patient satisfaction with outpatient services because other factors affect patient satisfaction. Keywords: Payment method, satisfaction, waiting time
Pengetahuan, Sikap dan Kepemilikan KMS terhadap Kunjungan Ibu ke Posyandu Baktijaya Depok Chairani, Aulia; Ayu, Aletha; Harjono, Yanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i4.89

Abstract

Abstrak Latar belakang : Upaya penurunan Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Anak Balita (AKABA) melalui Posyandu sebagai dukungan masyarakat dalam mencapai indicator pembangunan kesehatan nasional. Posyandu Baktijaya Depok belum mencapai target untuk partisipasi kunjungan balita ke posyandu dan kepemilikan KMS (Kartu Menuju Sehat) juga masih rendah dan perlu ditingkatkan. Penelitain ini ditujukan untuk menilai hubungan pengetahuan dan sikap ibu terhadap posyandu, serta kepemilikan KMS sebagai pemantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional pada ibu yang dengan balita berusia 0-59 bulan. Sampel sebanyak 214 ibu dipilih secara Proportionate Stratified Random Sampling. Wawancara dilakukan menggunakan kuesioner, observasi kartu KMS dan buku register Posyandu untuk variabel pengatahuan, sikap, dan kepemilikan KMS. Uji Kai Kuadrat digunakan untuk menilai hubungan antar dua variabel. Hasil: Total 214 subjek menunjukkan pengetahuan cukup (49,1%), sikap baik (65,4%) dan kepemilikan KMS tinggi (89,7%). Uji Kai Kuadrat menemukan signifikansi terhadap pengetahuan (p=0,007), sikap ibu (p=0,000), dan kepemilikan KMS dengan kunjungan ke Posyandu (p=0,000). Kesimpulan: Ditemukan hubungan antara pengetahuan ibu, sikap ibu, dan kepemilikan KMS terhadap kunjungan ke Posyandu. Knowledges, Attitudes and “KMS” Ownership to Mothers’s Visiting Posyandu Baktijaya Depok Abstract Background: Efforts to reduce the Infant Mortality Rate (IMR) and the Infant Mortality Rate (AKABA) through Posyandu as community support in achieving national health development indicators. Posyandu Baktijaya Depok has not yet reached the target for toddlers' participation in posyandu visits and low KMS (Kartu Menuju Sehat) ownership which needs to be improved. This study aimed to assess the relationship between knowledge and attitudes of mothers towards posyandu, as well as ownership of KMS as a monitor for children's growth and development. Methods: A cross sectional study was performed among mothers with toddlers aged 0-59 months. A sample of 214 mothers were selected by means of Proportionate Stratified Random Sampling. Interviews were conducted using questionnaires, observation of KMS and Posyandu register books for the variables of knowledge, attitudes, and KMS ownership. Chi Square test was used to assess the relationship between two variables. Results: A total of 214 subjects showed sufficient knowledge (49.1%), good attitude (65.4%) and high KMS ownership (89.7%). The Chi Square test showed significance for knowledge (p = 0.007), maternal attitudes (p = 0.000), and KMS ownership with visits to Posyandu (p = 0.000). Conclusion: There was a relationship between maternal knowledge, maternal attitudes, and KMS ownership of visits to Posyandu.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sikap Remaja Dalam Mengkonsumsi Makanan Cepat Saji Di Kota Depok Tahun 2022 Kristanti, Melly; Nugrohowati, Nunuk; Harjono, Yanti; Fairuz, Nabila
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i01.2411

Abstract

Makanan cepat saji atau fast food adalah makanan yang dapat disajikan dalam waktu singkat dan praktis. Remaja mengalami pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang pesat. Mereka membutuhkan asupan gizi yang lebih besar dibandingkan saat mereka masih anak-anak. Dampak jangka panjang bagi seseorang yang mengkonsumsi makanan cepat saji tidak hanya berpengaruh pada dirinya, tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, dan pada akhirnya dapat mempengaruhi Bangsa Indonesia karena memiliki sumber daya manusia yang kualitas kesehatannya tidak baik. Maka dari itu penelitian ini ingin melihat apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi sikap remaja dalam mengkonsumi makanan cepat saji di kota depok. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Diandiaktika dengan subjek seluruh siswa/siswi SMA Diandiaktika berjumlah 117 subjek dengan teknik consecutive sampling. Desain studi penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Analisis data yang digunakan yaitu logistic regresi dengan variabel yang diteliti adalah sikap, jenis kelamin, status ekonomi dan pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan pengetahuan berhubungan signifikan dengan sikap remaja dalam mengonsumsi makanan cepat saji (nilai p = 0,010; OR = 3,414; CI 95% = 1,416 – 8,227). Sedangkan faktor jenis kelamin (nilai p = 0,220; OR = 0,782; CI 95% = 0,237 – 2,185) dan status ekonomi (nilai p = 0,110; OR = 0,774 ; CI 95% = 0,331 – 1,814) tidak menunjukkan ada hubungan. Faktor pengetahuan remaja menunjukkan hubungan yang signifikan dengan sikap mengkonsumsi makanan cepat saji setelah dikontrol oleh status ekonomi dan jenis kelamin remaja (nilai p = 0,006; OR = 3, 475; CI 95% = 1,435-8,412). Hasil ini dapat menjelaskan bahwa perlunya didikan orang tua dalam menentukan makanan yang sehat dan bergizi seimbang kepada anak-anaknya dimulai sejak dini, agar sikapnya dalam memilih makanan dapat lebih baik lagi hingga mereka dewasa.
Peningkatan Pengetahuan dan Pelatihan Kader Posbindu dalam Mendeteksi Depresi pada Lansia Setyaningsih, Yuni; Harjono Hadiwiardjo, Yanti; Muktamiroh, Hikmah
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i2.4060

Abstract

ABSTRAK Lansia merupakan penduduk dengan usia 60 tahun keatas. Lansia masih membutuhkan kasihsayang dari keluarga yang apabila tidak didapatkan menyebabkan lansia menjadi menarik diri dan bisa berakhir menjadi depresi. Depresi yang berkepanjangan pada akhirnya dapat menuju kepada pemikiran kematian atau bunuh diri. Lansia bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di Posbindu setiap bulan oleh kader yang sudah dilatih oleh Puskesmas. Namun demikian belum banyak kader atau masyarakat yang mengetahui tentang depresi dan bagaimana mendeteksinya. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang depresi dan bagaimana mendeteksinya sehingga bisa mencegah perburukan depresi. Pengabdian dilakukan di Posbindu Mutiara sebelas yang dihadiri oleh 32 peserta terdiri dari kader dan masyarakat dengan anggota keluarga lansia. Sebelum kegiatan dilakukan pre test untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta, dilanjutkan dengan penyuluhan dan diakhiri dengan post test untuk mengetahui adanya peningkatan pengetahuan peserta. Dari hasil pengabdian ini didapatkan rerata nilai pre test 67,2 dan pada post test 80,3, terjadi kenaikan sebanyak 13,1. Dilakukan pengolahan data dan didapatkan nilai p 0,001 yang menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada peserta. Dilakukan pula pelatihan mendeteksi depresi pada lansia menggunakan Geriatric Depression Scale yang bisa dipahami dengan baik oleh peserta. Meningkatnya pengetahuan kader dan masyarakat mengenai depresi dan cara mendeteksinya diharapkan dapat diterapkan sehari-hari, agar lansia yang ternyata menderita depresi dapat terdeteksi sejak awal, dan mendapatkan terapiyang sesuai. ABSTRACT The elderly are residents aged 60 years and over. The elderly still need love from family, which if not obtained causes them to become withdrawn and can end up becoming depressed. Prolonges depression can eventually lead to thoughts of death or suicide. Elderly people can get health services at Posbindu every month by kader who have been trained by the Puskesmas. However, not many kader or community know about depression and how to detect it. This community service aim to provide knowledge about depression and how to detect it, so that it can prevent depression from worsening. The service was carried out at Posbindu Mutiara Sebelas, which was attended by 32 participants consisting of kader and community with elderly family members. Before the activity, a pre-test was carried out to determine the participant’s level of knowledge, followed by counselling and ended with a post-test to determine whether there had been an increase in participant’s knowledge. From the results of this service, the average pre-test score was 67,2 and the post-test was 80,3, an increase of 13,1. Data processing was carried out and a p value of 0,001 was obtained, indicating that there was a significant increase in knowledge among the participants. Training was also carried out to detect depression in the elderly using the Geriatric Depression Scale which participants could understand well. It is hoped that increasing knowledge of kader and the community about depression and how to detect it can be applied on a daily basis, so that elderly people who are found to be suffering from depression can be detected early and receive appropriate therapy.
Co-Authors Agneta Irmarahayu Agustini Purwaningastuti, Diana Ahmad Fauzan Alhafiz, Abisha Rakadynan Alhaque, Nitya Fithra Salsabila Alifio, Anugrah Ananda, Regita Siska Anisah Anisya Zakiyyahaya Arvant Annisa Farida Muti Aprilia, Citra Ayu Aprilicia, Gita Arman Yurisaldi Saleh Arvant, Anisya Zakiyyahaya Astrilia, Farah Elena Aulia Chairani Aulia Chairani, Aulia Ayodya Heristyorini Ayodya Heristyorini Ayu, Aletha Ayudia, Tsabita Basuki Supartono Boenga Nurcita Citra Ayu Aprilia Citra Ayu Aprilia Citra Ayu Aprilia Citra Ayu Aprilia Dandi Tri Dirgantara Dela Riadi Dewi, Indah Rahma Diana Agustini Diana Agustini Diana Agustini Dirgantara, Dandi Tri Dwi Arwandi Yogi Saputra Erna Harfiani Fachri Razi Arslan Fadhila Nurmaulida Fairuz, Nabila Fajriati Zulfa Farah Elena Astrilia Gani Mubarak Susanto Gatot Soeryo Hany Yusmaini Irsyad, Nasihin Saud Kusumawardani, Kunthi Ayu Lisencia, Elissa Dewi Maria, Ima Masroekin, Mashoedojo Pratonodihardjo Meiskha Bahar Melly Kristanti Mila Citrawati Muhammad Gifta Utomo Muharany, Raden Roro Ariesna Nabila Fairuz Nadia Nadia Ningtiyas, Tabita Sri Wahyu Nunuk Nugrohowati Nunuk Nugrohowati Nur Agung Dwicahyo Andhanputra Nurfitri Bustamam Nurmaulida, Fadhila Pasiak, Taufiq Fredrik Perdini, Fitriana Titis Pradipta Ayu Dyah Pitaloka Pritha Maya Savitri Purwaningastuti, Diana Agustini Putu Erma Pradnyani Qori Aini Afiati Raden Roro Maya Dennisa Raja Soaloon Purba Reiza, Muhammad Reva Audria Khairani Ria Maria Theresa Rizki Putri Andini Rahmah Savira Chrisna Setyaningsih, Yuni Shabrina Amalia Suci Sianturi, Hiliando Hasiholan Soeryo, Gatot Sri Wahyuningsih Suci, Shabrina Amalia Syarif Rahman Hasibuan Tri Faranita Utomo, Muhammad Gifta Vernanda Em Afdhal Widyawardani, Nugrahayu Yuli Suciati Zainal Musthafa