Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

The Correlation Of Stroke Frequency And Blood Pressure With Stroke Severity In Non Hemorrhagic Stroke Patients Sri Siska Mardiana; Noor Hidayah; Nor Asiyah; Ratih Noviani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.814 KB)

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi stroke mencapai 8,3 per 1000 penduduk, 60,7 persennya disebabkan oleh stroke non hemoragik. Laporan Dinas Kesehatan Jawa Tengah menunjukkan bahwa prevalensi stroke non hemoragik di Jawa Tengah tahun 2017 sebanyak 18.284 kasus. Sementara di Kabupaten Kudus prevalensi kasus baru stroke non hemoragik pada tahun 2017 sebanyak 618 kasus dan di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus jumlah pasien SNH pada tahun 2019 sebanyak 864 pasien. Tujuan: Mengetahui hubungan frekuensi stroke dan tekanan darah dengan keparahan stroke pada pasien stroke non hemoragik di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Metode: Jenis penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional study. Besar sampel 86 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan dengan cara telaah rekam medis, spigmomanometer digital, dan skala National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS). Analisis data uji statistik Spearman Rho. Hasil Penelitian : Mayoritas frekuensi stroke responden adalah Rendah (frekuensi stroke berulang ≤ 3 kali pasca serangan stroke pertama) sebanyak 74 orang (86%) dan tekanan darah responden adalah Hipertensi I Ringan sebanyak 29 orang (33,7%) serta tingkat keparahan stroke responden adalah Sedang sebanyak 41 orang (47,7%). Simpulan : Ada hubungan frekuensi stroke (p: 0,000 ; nilai r: 0,544) dan tekanan darah (p: 0,000 ; nilai r: 0,500) dengan keparahan stroke pada pasien stroke non hemoragik di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.
HUBUNGAN TINGKAT PEMAHAMAN DAN SIKAP TERHADAP PERSEPSI MASYARAKAT TERKAIT VAKSIN COVID-19 Sri Siska Mardiana; Fitriana Kartikasari; Rusnoto Rusnoto; Choirul Anas
Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 2 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v7i2.1811

Abstract

LatarBelakang       : Menurut hasil survey dari Kemenkes RI pada Akhir Oktober 2020 bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) tentang respon masyarakat atas rencana melaksanakan vaksinasi Covid 19 hasilnya menunjukkan 64,8% masyarakat bersedia divaksinasi, 7,6% menolak dan 26,% masih ragu (Kemenkes RI, 2020)Tujuan        : Hubungan Tingkat Pemahaman dan Sikap Terhadap Persepsi Masyarakat Terkait Vaksin Covid-19 Di Kelurahan Bintoro Demak Metode       : Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan cross sectional. Penelitian cross sectional merupakan jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran atau observasi dari variabel independen dan dependen hanya satu kali pada satu waktu. Pada penelitian ini variabel independen dan dependen dinilai secara simultan pada satu waktu sehingga tidak ada tindak lanjut (Nursalam, 2013)Hasil           : Berdasarkan tabel 4.7 uji statistik Spearman’s Rho yang dilakukan peneliti diperoleh hasil nilai p = 0,000 < α 0,05 dan nilai r sebesar 0,761 yang berada diantara rentang r = 0.60 – 0,799 yang artinya ada hubungan sikap terhadap persepsi masyarakat terkait vaksin covid-19 di kelurahan bintoro demak, dengan korelasi keeratan yang kuat.Kesimpulan : Hubungan Tingkat Pemahaman dan Sikap Terhadap Persepsi Masyarakat Terkait Vaksin Covid-19 Di Kelurahan Bintoro Demak  
ANALISA KEBUTUHAN TENAGA KEPERAWATAN (Studi Kasus di Puskesmas Kebonagung) Tri Suwarto; Muhammad Purnomo; Sri Siska Mardiana
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v4i1.992

Abstract

Nursing services is an integral part of medical services system, 60% of wokers at public health center (Pukesmas)are nurses and therefore the plan of nurses, especially in determining the number of personnel, should be well-considered in order to obtain effective and efficient staff so that number of woker fits the requiref standard.The objective of this research is yo find out the need for nurses based on the analysis of need for nurses inside and outside the building of Puskesmas Kebonagung Kabupaten DemakThis research is adescriptive case study using cross-sectional framework. This research was done in a week at Puskesmas Kebonagung  with atotal sample of seven nurses. The method used in data collecting was distributing from of working list systematically to nurses at Puskesmas Kebonagung .The result of this research showed thed the working time used up by nurse for activities inside the building: productive time compared to non-productive time is 66.14% : 33.86 %. Working time outside the building of Puskesmas Kebonagung for Program Perkesmas took productive time compared to non-productive time of 66.96% : 24.40%; Program P2M took that of 81.83% : 18.17%; Program PKM  took that of 73.34% : 26.66%; and program UKS had tis ratio of 78.60% : 21.40%.With an effective nursing time of 3.22 hours per patient per day, it will need 16 nursing wokers according to formula from Depkes (2002),according to Swansbrug (1996) it will need 14 workers,and from Hasibuan (2003) 13 workers are needed. This result showed that the number of needed nurses at Puskesmas Kebonagung should be uncreased. New 6 – 9 staff should be added to the previous nurses.
The Effect of Neck Exercises on Headaches of Adolescent : A Case Study of College Students in Kudus, Indonesia Sukarmin; Mardiana, Sri Siska
Journal of Health Sciences and Medical Development Vol. 2 No. 03 (2023): Journal of Health Sciences and Medical Development
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/hesmed.v2i03.426

Abstract

Headache is a symptom that widely happen by all age groups including adolescents. According to the Global Burden of Disease (GBD) study, headache belongs the most common disorder occurring to adolescent. a Systematic Review (SR) study of 357 publications, globally the estimated prevalence of active headaches is about 52.0%. This study is to determine the effect of neck exercises on college students’ headaches. This methodology a quasi-experimental study which involve two group including 16 intervention groups and 16 control groups. The intervention group was given neck exercises for 4 weeks, while the control group was given headache education materials. Results of research there was a significant difference in headache before and after neck exercise in the intervention group (p value 0.015) and no significant difference in headache in the control group (p value 0.180).  Neck exercises are quite significant in reducing college students' headaches.
Asuhan Keperawatan Medikal Bedah pada Ny. I dengan Cronic Kidney Disiase (CKD) di Ruang Fresia 2 RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung Salsabela, Adelia; Mardiana, Sri Siska; Suwandi, Edi Wibowo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ginjal merupakan organ yang berfungsi sebagai pengatur keseimbangan cairan dan elektrolit, keseimbangan asam basa, ekskresi air dari sisa metabolik dan toksin. Penyakit gagal ginjal kronik merupakan penurunan pada fungsi sistem ginjal. Hal ini terjadi saat tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan elektrolit dalam darah sehingga menyebabkan uremia. Tanda gejala gagal ginjal yaitu terdapat bengkak atau edema, penurunan nafsu makan, merasa lelah, serta tekanan darah tinggi. Banyaknya masyarakat yang kurang kesadaran untuk memeriksakan gejala dini gagal ginjal merupakan salah satu faktor keterlambatan penangan dan mengakibatkan menjadi penyakit gagal ginjal kronik Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa asuhan keperawatan pada Ny.I dengan CKD di Ruang Fresia RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Penelitian ini menggunakan metode analisa dengan menyusun data fokus. Pemilihan prioritas masalah utama serta menganalisis hasil penerapan intervensi dan evaluasi guna mengidentifikasi antara teori dan fakta yang terjadi. Analisa dilakukan selama 3x8 jam ditanggal 25 sampai 27 November 2024. Hasil dari analisa mendapatkan diagnosa utama Hipervolemia berhubungan dengan kelebihan asupan cairan dibuktikan dengan adanya bengkak dikedua tangan (D.0022). Intervensi yang digunakan Manajemen Hipervolemia (I.03114) yang dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Pada hari terakhir dalam asuhan keperawatan, terdapat perbedaan kondisi pasien. Hasil dari evaluasi hari terakhir mendapatkan pasien sudah tidak bengkak, tampak bugar, intake cairan berkurang, pasien sudah bisa melakukan duduk, dan miring kiri kanan sendiri.
Kualitas Pelayanan Keperawatan dan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap: Studi Korelatif Astuti, Delina; Siswanti, Heny; Mardiana, Sri Siska
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit khususnya di ruang rawat inap dimana pasien yang dirawat memerlukan pemantauan, terapi, tempat tidur, dan perawatan lanjutan, sering terjadi gesekan yang tinggi yang diakibatkan oleh tingginya interaksi yang ada, hal ini dapat menimbulkan kesalahpahaman yang dapat berakibat pasien tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan. Mengukur tingkat kepuasan pasien dapat memberikan data dasar untuk melakukan evaluasi atas pelayanan asuhan keperawatan yang diberikan sehingga pelayanan yang didapatkan oleh pasien menjadi optimal serta dapat meningkatkan reputasi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien rawat inap. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 79 responden, menggunakan kuisioner PSNCQQ (Patient Satisfaction with Nursing Care Quality Questionnaire) dan Kuesioner ServQual. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil: terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien rawat inap dengan p value 0,000. Kesimpulan: evaluasi berkala terhadap kualitas pelayanan keperawatan dan kepuasan pasien sangat diperlukan untuk menjaga serta meningkatkan kepuasan terhadap layanan keperawatan.
Pengaruh Edukasi Seksual melalui Audio Visual terhadap Tingkat Pengetahuan Seksualitas pada Anak Prasekolah di TK Aba Kudus Wildan, Ardhea Rahmalia; Hidayah, Noor; Mardiana, Sri Siska
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan seks sangatlah penting diajarkan sejak dini pada anak. Baik anak laki-laki maupun perempuan harus mendapatkan itu, terutama dimulai dari keluarga lebih dahulu. Hal ini penting untuk mengajarkan anak-anak tentang perilaku seksual yang sehat dan mencegah pelecehan seksual. Mereka harus menghindari mendapatkan informasi yang salah tentang seks dari sumber yang tidak dapat dipercaya, seperti teman sebaya atau internet. Pendidikan seks usia dini ini lebih menekankan untuk mengajarkan anak-anak tentang kondisi tubuh mereka, lawan jenisnya, dan cara menghindari kekerasan seksual. Di sini, pendidikan seks yang dimaksud adalah anak-anak mulai mengenal identitas diri atau mengetahui bahwa organ tubuh Perempuan itu berbeda dengan laki-laki dan keluarga mereka, bagian privasi tubuh, mengidentifikasi anggota tubuh mereka, dan dapat menyebutkan karakteristik tubuh mereka atau pengenalan anggota tubuh (anatomi). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi seksual melalui audio visual terhadap tingkat pengetahuan seksualitas pada anak prasekolah di TK ABA Kudus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy ekspremental dan menggunakan rancangan penelitian non equivalent control group design with control group design pretest-post test. Populasi dalam penelitian ini adalah anak pra sekolah usia 5-6 tahun yang berjumlah 98 orang. Sampel diambil sebanyak 54 responden terbagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan menggunakan rumus Lemeshow dan proporsi kejadian tidak diketahui secara pasti. Instrument yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan seksualitas anak prasekolah sebanyak 20 item pertanyaan untuk mengukur pengetahuan seksualitas sebelum dan sesudah edukasi. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon dan Uji Mann Whitney. Hasil: Hasil analisis menunjukkan rata-rata skor pengetahuan seksualitas pada kelompok eksperimen pre test adalah 9,37 dan pos test meningkat menjadi 15,96, sedangkan pada kelompok kontrol pretest adalah 9,41 dan posttest adalah 9,93. Uji statistik menunjukkan nilai p-value 0,001 (p<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara edukasi seksual terhadap pengetahuan seksualitas pada anak prasekolah. Simpulan: Edukasi seksual melalui audio visual secara signifikan berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan seksualitas pada anak prasekolah di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kudus.
Asuhan Keperawatan pada Tn. S dengan Meningitis Tuberkulosis Grade II di Ruang Azalea RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Nisa, Ana Khoirun; Mardiana, Sri Siska; Suwandi, Edi Wibowo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus penyakit menular sangat banyak ditemukan di Indonesia, salah satunya meningitis. Meningitis terjadi karena terdapat peradangan pada selaput meningen di otak. Penyebab meningitis dapat dari virus, bakteri, jamur ataupun cedera. Meningitis ditandai dengan demam beberapa hari, kaku kuduk, nyeri kepala, kelemahan fisik, bahkan penurunan kesadaran. Nyeri kepala yang dirasakan seperti ditekan. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus untuk menggali masalah Asuhan Keperawatan pada Tn. S dengan Meningitis Tuberkulosis Grade II di Ruang Azalea RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Studi kasus dilakukan selama tanggal 19 sampai 21 November 2024. Teknik pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien Tn. S berusia 60 tahun, berasal dari Indramayu dengan diagnosa utama nyeri kronis b.d penekanan saraf (D.0078). Diagnosa keperawatan nyeri kronis b.d penekanan saraf (D.0078) menggunakan intervensi manajemen nyeri (I.08238)yang berfokus pada teknik nonfarmakologi spiritual. Hasil selama 3x8 jam asuhan keperawatan mendapatkan skala nyeri menurun dari skala 6 menjadi skala 5. Masalah keperawatan nyeri kronis dapat turun dibantu dengan terapi spiritual. Skala nyeri pada hari terakhir turun dari skala 6 menjadi 5. Diharapkan pasien dan keluarga pasien dapat menerapkan teknik spiritual sehingga tercapainya perawatan yang optimal terhadap pasien meningitis.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Hidup pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Khasanah, Mufidatun; Siswanti, Heny; Mardiana, Sri Siska
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus memiliki dampak pada fisik dan psikologis dari penderitanya dan termasuk penyakit kronis. Hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien DM, semakin buruk kualitas hidup pasien DM maka dapat memperburuk kondisinya, tingkat kualitas hidup pasien DM juga dapat memprediksi kemampuan pasien dalam mengendalikan serta menjaga kesehatannya sehingga penting untuk diukur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, status pernikahan, penghasilan dan lama menderita dengan Kualitas Hidup pada Pasien DM Tipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional menggunakan analsia data Chi Square. Hasil: faktor usia (p value 1.000), jenis kelamin (p value 0,615), tingkat pendidikan (p value 0,000), pekerjaan (p value 0,639), status pernikahan (p value 0,000), penghasilan (p value 0,001) dan lama menderita (p value 0,285), hanya faktor tingkat pendidikan, status pernikahan dan penghasilan yang memiliki hubungan dengan kualitas hidup pasien DM Tipe 2. Kesimpulan: sangat penting untuk mengetahui faktor yang berkaitan dengan kualitas hidup pasien untuk dapat meningkatkan kemampuan pasien dalam manajemen pengobatan DM tipe 2 untuk jangka panjang.
Hubungan Motivasi Kerja dan Kompetensi Perawat dengan Kinerja Perawat Fitriyani, Riska Dwi; Purnomo, Muhammad; Mardiana, Sri Siska
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja perawat merupakan elemen penting dalam pelayanan kesehatan dan sangat memengaruhi kualitas layanan kepada pasien di klinik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dan kompetensi perawat dengan kinerja perawat di Klinik Pratama Ibnu Sina Jepara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling, yaitu seluruh anggota populasi yang berjumlah 31 perawat dijadikan sebagai sampel penelitian. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat, dengan uji korelasi Spearman's rho. Hasil menunjukkan bahwa 58,1% perawat memiliki motivasi kerja tinggi dan 54,8% meqmiliki kompetensi yang baik. Namun demikian, sebanyak 51,6% menunjukkan kinerja yang tidak baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya korelasi positif yang kuat dan signifikan antara motivasi kerja p = 0,001 (p<0,05) (r = 0,823) dan kompetensi perawat p = 0,001 (p<0,05) (r = 0,879) dengan kinerja perawat. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi dan kompetensi perawat, maka semakin baik pula kinerja yang ditampilkan dalam memberikan pelayanan kesehatan.