Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KARANGRAYUNG II Mardiana, Sri Siska; Faridah, Umi; Subiwati, S; Wibowo, Babar Daru
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan masalah yang ditemukan pada masyarakat baik di negara maju maupun berkembang termasuk Indonesia. Keberhasilan suatu pengobatan tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas pelayanan kesehatan, jenis obat, sikap dan keterampilan tenaga kesehatan, sikap dan pola hidup pasien dan keluarga pasien, tetapi dipengaruhi juga oleh kepatuhan pasien terhadap pengobatan yang sedang ia jalani. Tingkat pendidikan turut pula menentukan mudah tidaknya seseorang menyerap dan memahami pengetahuan yang mereka peroleh, pada umumnya semakin tinggi pendidikan seseorang semakin baik pula pengetahuannya. Tujuan: Untuk Mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Karangrayung II tahun 2018. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi crossectional. Populasi penelitian ini adalah pasien hipertensi. Besar sampel diambil secara acak dengan penentuan jumlah sample minimum menggunakan rumus slovin yaitu 80 responden. Hasil: Sebagian besar tingkat pendidikan SMA sebanyak 52 responden (65%), sedangkan pendidikan SD sebanyak 16 responden (20%) dan yang paling sedikit pendidikan SMP sebanyak 12 responden (15%). Sebagian besar responden memiliki kepatuhan minum obat yang tinggi sebanyak 44 responden (55%), sedangkan yang memiliki kepatuhan sedang sebanyak 4 responden (5%) dan memiliki kepatuhan rendah sebanyak 32 responden (40%)). Kesimpulan: Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji Rank Spearman dengan taraf signifikasi ? 0,05. Dari hasil penelitian hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Karangrayung II terhadap 80 responden menunjukkan nilai p value sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan kepatuahan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Karangrayung II. Nilai koefisien korelasi 0,850 yang berarti tingkat pendidikan mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Karangrayung II, dengan arah korelasi searah atau positif yang berarti semakin tinggi tingkat pendidikan akan meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Karangrayung II.
The Correlation Of Stroke Frequency And Blood Pressure With Stroke Severity In Non Hemorrhagic Stroke Patients Mardiana, Sri Siska; Hidayah, Noor; Asiyah, Nor; Noviani, Ratih
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi stroke mencapai 8,3 per 1000 penduduk, 60,7 persennya disebabkan oleh stroke non hemoragik. Laporan Dinas Kesehatan Jawa Tengah menunjukkan bahwa prevalensi stroke non hemoragik di Jawa Tengah tahun 2017 sebanyak 18.284 kasus. Sementara di Kabupaten Kudus prevalensi kasus baru stroke non hemoragik pada tahun 2017 sebanyak 618 kasus dan di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus jumlah pasien SNH pada tahun 2019 sebanyak 864 pasien. Tujuan: Mengetahui hubungan frekuensi stroke dan tekanan darah dengan keparahan stroke pada pasien stroke non hemoragik di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Metode: Jenis penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional study. Besar sampel 86 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan dengan cara telaah rekam medis, spigmomanometer digital, dan skala National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS). Analisis data uji statistik Spearman Rho. Hasil Penelitian : Mayoritas frekuensi stroke responden adalah Rendah (frekuensi stroke berulang ? 3 kali pasca serangan stroke pertama) sebanyak 74 orang (86%) dan tekanan darah responden adalah Hipertensi I Ringan sebanyak 29 orang (33,7%) serta tingkat keparahan stroke responden adalah Sedang sebanyak 41 orang (47,7%). Simpulan : Ada hubungan frekuensi stroke (p: 0,000 ; nilai r: 0,544) dan tekanan darah (p: 0,000 ; nilai r: 0,500) dengan keparahan stroke pada pasien stroke non hemoragik di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.
Hubungan Usia dan Indeks Masa Tubuh (IMT) dengan Kejadian Hipertensi di Desa Sekuro Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara Faridah, Umi; Rusnoto, R; Mardiana, Sri Siska; Sulistiyanto, Teddy
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Menurut Riset Kesehatan Dasar (RiskesDas) Dari hasil penelitian tahun 2018 di Indonesia mendeskripsikan pada usia penduduk >18 tahun sebesar 34.11% menderita hipertensi. Disebutkan dalam Hasil penelitian Marlinda dkk (2016) menyatakan bahwa tekanan darah tinggi banyak terjadi pada usia dewasa. Dalam hal ini Usia dapat mempengarui hipertensi dan umumnya dapat terjadi pada usia 35-65 tahun. Hal ini karena akibat elastisitas pembuluh darah yang berkurang, Indeks massa tubuh (IMT) juga menunjukkan hubungan secara langsung dengan risiko hipertensi. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 di mana pada berat badan lebih (IMT ? 25,0 sampai < 27,0) pada tahun 2018 terjadi peningkatan menjadi 13,6%. Sedangkan pada kategori obesitas (IMT ? 27,0) terjadi sekitar 14,8% penderita hipertensi. Indeks massa tubuh (IMT) merupakan alat yang sederhana untuk memantau status gizi orang dewasa khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan, Menurut data wawancara yang diperoleh pada bulan Oktober 2021 di Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) di Sekuro didapatkan bahwa kejadian hipertensi di desa sekuro mencapai 369 kasus 65,07% di setiap tahunnya. Kemudian, data rata-rata jumlah pasien yang berkunjung pada tiap bulannya adalah 203 pasien dan di antara nya didapatkan pasien yang menderita Hipertensi sebanyak 33 pasien. Kemudian,17 orang memiliki berat badan diatas batas maksimum yang dinyatakan sebagai kegemukan atau obesitas. Sedangkan, pengunjung di Poli Klinik Desa (PKD) setiap bulannya dengan tekanan darah tinggi menurut kelompok umur yang di diagnosis hipertensi yaitu di dapatkan rata-rata usia 35-59 tahun (6 orang), dan ?60 tahun terdapat (10 orang). Tujuan: Mengetahui hubungan usia dan Indeks Masa Tubuh (IMT) dengan kejadian hipertensi di Desa Sekuro. Metode: Jenis penelitian analitik korelasional dengan tehnikpemilihan sampel menggunakan consecutive sampling yakni didapatkan 45 responden,responden tersebut dikaji mengenai Usia dan Indeks Masa Tubuh (IMT) dengan menghubungkan kejadian Hipertensi dengan cara menggunakan alat ukur atau kuesioner, Kemudian data diolah dengan bantuan komputerisasi dan diuji statistika menggunan uji Spearman Rho. Hasil Penelitian: Sebagian besar usia responden adalah lansia awal sebanyak 20 responden (44.4%)., Sebagian besar indeks masa tubuh (IMT) adalah normal sebanyak 29 responden (64.4%) dan sebagian besar kejadian hipertensi adalah sedang sebanyak 19 responden (42.2%). Simpulan: Ada hubungan usia dengan kejadian hipertensi di Desa Sekuro Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara dengan nilai p = 0,000 < ? 0,05, dan ada hubungan indeks masa tubuh (IMT) dengan kejadian hipertensi di Desa Sekuro Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara dengan nilai p = 0,000 < ? 0,05
EFEKTIFITAS ROM CYLINDRICAL GRIP TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT TANGAN PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK sri siska mardiana; Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum; Aris Wijayanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 1 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v12i1.915

Abstract

EFEKTIFITAS ROM CYLINDRICAL GRIP TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT TANGAN PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK   ABSTRAKStroke non hemoragik sering ditemukan adanya gangguan penurunan kesadaran dengan disertai penurunan aktivitas penderita. Terjadinya peningkatan takanan intra kranial pada penderita akibat adanya penurunan aliran darah ke otak yang dapat menyebabkan iskemia otak. Penurunan kesadaran diakibatkan dari suplai oksigen ke otak yang menurun secara tiba-tiba dan secara bertahap akan menyebabkan hipoksia pada jaringan tubuh. Jika dalam waktu yang cukup lama dan tidak tertangani, penderita akan mengalami gangguan neuromuskuler dengan ditemukan adanya kelemahan pergerakan sendi bahkan dapat terjadi kecacatan. Tujuan penelitian ini untuk  mengetahui efektifiras ROM cylindrical grip terhadap peningkatan kekuatan otot tangan pada pasien stroke Non Hemoragik di RSUD RAA Soewondo Pati. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen semu dengan pendekatan Pre-PostTest. Jumlah sampel 17 pasien kelompok intervensi dan 17 pasien kelompok kontrol yang dipilih secara Consecutive Sampling. Uji analisa menggunakan uji wilcoxon.  Hasil penelitian diperoleh responden sebelum diberikan ROM cylindical grip paling banyak mengalami kekuatan otot tangan baik sebanyak 12 responden (70,6%) dan sesudah diberikan ROM cylindical grip paling banyak mengalami kekuatan otot tangan baik sebanyak 16 responden (94,1%). Hasil penelitian diperoleh kekuatan otot tangan responden sebelum abduksi-adduksi paling banyak kekuatan otot tangan baik sebanyak 13 responden (76,5%) dan sesudah abduksi-adduksi paling banyak kekuatan otot tangan baik sebanyak 15 responden (88,2%). Hasil penelitian di atas didapatkan kelompok intervensi diperoleh nilai ρ  value adalah 0,000 (p0,05) dan kelompok kontrol diperoleh nilai ρ  value adalah 0,045 (p0,05).  Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ρ  value kelompok intervensi lebih kecil dibandingkan ρ  value kelompok kontrol sehingga pemberian ROM cylindrical grip lebih efektif meningkatkan kekuatan otot tangan pada pasien stroke Non Hemoragik dibandingkan menggunakan abduksi-adduksi.Kata kunci : ROM Cylindrical Grip,  Kekuatan Otot Tangan dan Stroke Non Hemoragik     
PENERAPAN KOMUNIKASI SBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERAWAT DALAM BERKOMUNIKASI DENGAN DOKTER Sri Siska Mardiana; Tri Nur Kristina; Madya Sulisno
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i2.487

Abstract

Komunikasi antara perawat dengan dokter merupakan salah satu elemen penting dari praktik kolaborasi dalam pelayanan kesehatan. Komunikasi yang terjalin baik antara dokter dan perawat diharapkan dapat menjadi sarana untuk menyampaikan hal - hal penting, menjalin diskusi, memutuskan secara bersama-sama serta dapat meminimalkan hambatan-hambatan yang ada dalam pemberian perawatan kepada pasien. Model teknik komunikasi SBAR (Situation Background Assessment Recommendation)  membantu perawat untuk mengorganisasi cara berfikir, mengorganisasi informasi, dapat memudahkan penyampaian pesan serta berdiskusi saat berkomunikasi dengan dokter. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah penerapan komunikasi SBAR dapat meningkatkan kemampuan perawat dalam berkomunikasi lisan dengan dokter. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan pre-post test with control group. Jumlah sampel sebanyak 18 peserta pada kelompok intervensi dan 18 peserta pada kelompok kontrol yang diambil dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini menemukan bahwa penerapan komunikasi SBAR dapat meningkatkan kemampuan perawat dalam berkomunikasi dengan dokter. 
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN VAKSIN COVID 19 PADA PASIEN HIPERTENSI Sri Siska Mardiana; Fitriana Kartikasari; Sukarmin Sukarmin; Tri Suwarto; Anggi Riska Wardani
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v8i2.2278

Abstract

Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-Cov-2) merupakan penyebab pandemi virus Corona (COVID-19) tahun 2019. Salah satu cara mengendalikan COVID-19 yang perlu dilakukan adalah pemberian vaksin. Hipertensi merupakan penyakit penyerta COVID-19 yang meningkatkan risiko kematian secara signifikan di Indonesia. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan pendidikan dengan vaksin COVID-19 pada penderita hipertensi di Desa Growong Kidul, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan cross-sectional dan analisis observasional. Purposive sampling adalah adalah teknik yang digunakan untuk membuat sampel penelitian ini. Besar sampel sebanyak 45 responden dengan kuesioner kemuadian dianalisis menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji statistik Spearman's Rho yang dilakukan peneliti menghasilkan nilai p = 0,000 α 0,05 dan nilai r sebesar 0,761, berada di antara r = 0,60 – 0,799. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dan tingkat pendidikan terhadap vaksin Covid-19 di masyarakat di desa Growong Kidul Kecamatan Juwana Kabupaten Pati menunjukkan asosiasi yang kuat. Kesimpulan, Diketahui bahwa pengetahuan dan pendidikan dari 45 responden sebagian besar terdistribusi dengan baik; 14 (31,1%) telah menerima vaksinasi; 11 (24,4%) telah menerima vaksinasi; dan 1 (2,2%) belum menerima vaksinasi COVID-19. 19. Kesimpulan : Pada penderita hipertensi di Desa Growong Kidul Kecamatan Juwana Kabupaten Pati terdapat hubungan yang kuat antara tingkat pengetahuan dan pendidikan dengan vaksinasi Covid-19, menurut hasil analisis uji Chi-Square, hal nilai = 0,000 (p0,05).   
WORKLOAD AND EMOTIONAL INTELLIGENCE OF NURSES IN THE PARTITION ROOM OF SUNAN KUDUS ISLAMIC HOSPITAL Edi Wibowo Suwandi; Dina Afifatul Ma&#039;rufah; Muhammad Purnomo; Sri Siska Mardiana; Ifa Nailatul Iza
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 2 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i2.2734

Abstract

Health workers dedicate themselves to the health sector, have knowledge, skills and education, and require authority to carry out health efforts (Law No. 36 of 2009). Increasing health costs should be balanced with efforts to improve the quality of health services, especially for health workers in hospitals. Knowing the relationship between nurse workload and nurses' emotional intelligence in the inpatient room at Sunan Kudus Islamic Hospital. This research uses a cross-sectional quantitative research approach; the independent variable is workload, and the dependent variable is emotional intelligence. The location is in the RSI Kudus inpatient room, with a total sample of 66 nurses, with side sampling probability sampling based on the inclusion and exclusion criteria. Time of research in June 2022. The instruments used are the Emotional Intelligence Questionnaire courtesy of NHS London. Data analysis using tests spearman rho. Spearman Rho test obtained P value = 0.027 0.05 and has a correlation coefficient value of -0.272, which means that the strength correlation/relationship between workload and emotional intelligence is reasonably strong and has a negative relationship direction. There is a Relationship between Workload and the Emotional Intelligence of Nurses in the Inpatient Room at Sunan Kudus Islamic Hospital. Increasing the number of nurses per room is necessary to minimize the high workload.
PERBEDAAN FREKUENSI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA REMAJA DI SMP Fitriana Kartikasari; Sri Siska Mardiana; anny rosiana masithoh; Nurul Asnal Mubarokah
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 8, No 1 (2023): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v8i1.2026

Abstract

LatarBelakang : Remaja menggunakan media sosial pada tingkat tinggi 64,8% dan rendah 20,4%, yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar secara fisiologis, kognitif, dan sosioemosional.Tujuan : Memahami hubungan frekuensi penggunaan media sosial dengan prestasi akademik remaja di SMP Muhammadiyah 1 Kudus dan MTs Muhammadiyah KudusMetode       : Dengan menggunakan metode waktu cross sectional, jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Dengan menggunakan teknik sequential sampling, jumlah sampel sebanyak 174 responden. Survei tentang frekuensi penggunaan media sosial dan nilai siswa kumulatif adalah instrumen yang digunakan. Chi Square digunakan untuk menganalisis data uji statistik.Hasil           : Responden di MTs Muhammadiyah Kudus memiliki frekuensi penggunaan media sosial yang cukup dengan prestasi belajar baik sedangkan remaja di SMP Muhammadiyah 1 Kudus memiliki frekuensi penggunaan media sosial yang cukup dan  penggunaan media sosial dengan prestasi belajar baik sebanyak 27 (71,1%) dan 11 (21,8%).Kesimpulan : Ada hubungan antara frekuensi penggunaan media sosial dengan keberhasilan akademik remaja di SMP Muhammadiyah 1 Kudus namun tidak di MTs Muhammadiyah Kudus dimana tidak ada hubungan antara keduanya. 
HUBUNGAN TINGKAT PEMAHAMAN DAN SIKAP TERHADAP PERSEPSI MASYARAKAT TERKAIT VAKSIN COVID-19 Sri Siska Mardiana; Fitriana Kartikasari; Rusnoto Rusnoto; Choirul Anas
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 2 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v7i2.1811

Abstract

LatarBelakang       : Menurut hasil survey dari Kemenkes RI pada Akhir Oktober 2020 bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) tentang respon masyarakat atas rencana melaksanakan vaksinasi Covid 19 hasilnya menunjukkan 64,8% masyarakat bersedia divaksinasi, 7,6% menolak dan 26,% masih ragu (Kemenkes RI, 2020)Tujuan        : Hubungan Tingkat Pemahaman dan Sikap Terhadap Persepsi Masyarakat Terkait Vaksin Covid-19 Di Kelurahan Bintoro Demak Metode       : Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan cross sectional. Penelitian cross sectional merupakan jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran atau observasi dari variabel independen dan dependen hanya satu kali pada satu waktu. Pada penelitian ini variabel independen dan dependen dinilai secara simultan pada satu waktu sehingga tidak ada tindak lanjut (Nursalam, 2013)Hasil           : Berdasarkan tabel 4.7 uji statistik Spearman’s Rho yang dilakukan peneliti diperoleh hasil nilai p = 0,000 α 0,05 dan nilai r sebesar 0,761 yang berada diantara rentang r = 0.60 – 0,799 yang artinya ada hubungan sikap terhadap persepsi masyarakat terkait vaksin covid-19 di kelurahan bintoro demak, dengan korelasi keeratan yang kuat.Kesimpulan : Hubungan Tingkat Pemahaman dan Sikap Terhadap Persepsi Masyarakat Terkait Vaksin Covid-19 Di Kelurahan Bintoro Demak  
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN TENTANG DIET DM DENGAN KEPATUHAN DIET PASIEN DIABETES MELLITUS DI RSUD R.A KARTINI JEPARA Yuli Setyaningrum; Sri Siska Mardiana; Dewi Susanti
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 3, No 1 (2018): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v3i1.643

Abstract

Latar belakang : Kepatuhan diet diabetes mellitus merupakan salah satu faktor untuk menstabilkan kadar gula dalam darah menjadi normal dan mencegah komplikasi. Ketidakpatuhan terhadap diet diabetes mellitus akan menyebabkan terjadinya komplikasi akut dan kronik yang pada akhirnya memperparah penyakit bahkan bisa menimbulkan kematian. pendidikan merupakan suatu usaha untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan didalam maupun diluar sekolah. Pengetahuan itu sendiri merupakan dasar untuk melakukan suatu tindakan sehingga setiap orang yang akan melakukan tindakan biasanya didahului dengan tahu, selanjutnya perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan bersifat lebih baik dari pada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan.Tujuan : untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan tentang diet DM dengan kepatuhan diet pasien diabetes mellitus di RSUD R.A Kartini Jepara.Metode : Penelitian ini termasuk jenis penelitian analitik korelasional dengan pendekatan waktu cross sectional. Sampel dalam penelitian ini 38 responden. Penelitian ini menggunakan uji analisa Spearmen Rho.Hasil : Hasil analisis statistik Spearman Rho diperoleh untuk pengetahuan p value = 0.002 dan pendidikan p value = 0.038, lebih kecil dari nilai tingkat kemaknaan ɑ 0.05. Sehingga P value table kurang dari P value hitung maka Ho ditolak dan Ha diterima.Kesimpulan : Bahwa terdapat Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Pengetahuan Tentang Diet DM Dengan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Mellitus Di RSUD RA Kartini Jepara.