Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FAKTOR RISIKO HIPERTENSI DI PUSKESMAS KELAYAN TIMUR KOTA BANJARMASIN Aditya Maulana Perdana Putra; Ana Ulfah
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2016): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.101 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v1i2.57

Abstract

Menurut WHO (World Health Organization) 2011, sekitar 1 milyar penduduk di seluruh dunia menderita hipertensi dimana dua pertiganya terdapat di Negara-negara berkembang. Hipertensi menyebabkan 8 juta penduduk di seluruh dunia meninggal setiap tahunnya, dimana hampir 1,5 juta penduduk diantaranya terdapat di kawasan Asia tenggara. Hipertensi terjadi saat seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal dimana tekanan sistolik diatas 140 mmHg dan diastoliknya diatas 90 mmHg. Hipertensi merupakan penyakit yang timbul akibat adanya interaksi dari berbagai faktor risiko yang dimiliki seseorang. Faktor risiko yang mempengaruhi kejadian hipertensi diklasifikasikan menjadi faktor yang tidak dapat dimodifikasi dan dapat dimodifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko terjadinya hipertensi di Puskesmas Kelayan Timur kota Banjarmasin.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pengambilan data menggunakan kuesioner untuk mengetahui faktor risiko hipertensi di Puskesmas Kelayan Timur Kota Banjarmasin selama periode 2 Mei 2016 – 2 Juni 2016. Dengan kriteria inklusi, yaitu: Laki-laki dan wanita usia 26 – 65 tahun, Pasien tanpa komplikasi dan Bersedia untuk menjadi responden penelitian. Metode sampling yang digunakan yaitu Consecutive Sampling.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor risiko hipertensi yang ada di Puskesmas Kelayan Timur Kota Banjarmasin adalah jenis kelamin (berisiko 0.928 kali), kebiasaan merokok (berisiko 1,368 kali), kebiasaan makan-makanan asin (berisiko 2,898 kali), obesitas (berisiko 1,147 kali), konsumsi makanan lemak jenuh (berisiko 1,505 kali).
UJI AKTIVITAS HIPOGLIKEMIK EKSTRAK ETANOL SEMUT JEPANG (Tenebrio Sp.) PADA TIKUS PUTIH GALUR SPRAGUE DAWLEY YANG DIINDUKSI ALOKSAN Aditya Maulana Perdana Putra; Ratih Pratiwi Sari; Riza Alfian
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2017): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.755 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v2i1.83

Abstract

Diabetes adalah penyakit kronis yang kompleks yang memerlukan perawatan medis terus menerus dengan strategi pengurangan risiko multifaktorial luar kontrol glikemik. Berdasarkan hasil International Diabetes Federation Atlas Sixth Edition, Indonesia pada tahun 2013 menempati urutan ke 7. Obat tradisional yang baru-baru ini dapat menurunkan kadar gula darah yang berasal dari hewan adalah semut jepang (Tenebrio Sp.). Semut jepang (Tenebrio Sp.) sebagai antidiabetes baru dalam tahap penggunaan empiris. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol semut jepang (Tenebrio Sp.) dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus putih yang diinduksi dengan aloksan.Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu digunakan pre test and post test with control group design dengan 6 kelompok perlakuan. Tikus yang akan diberi perlakuan 3 hari sebelumnya diberikan aloksan secara intraperitonial. Pengukuran kadar gula darah hewan dilakukan pada hari ke-3, ke-6 dan ke-9 setelah perlakuan. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat tes strip glukosa. Penurunan kadar glukosa darah puasa dari kelompok kontrol dan kelompok uji dianalisis dengan uji General Linier Model pada tingkat kepercayaan 95%.Hasil analisis dengan uji General Linier Model diperoleh nilai p (signifikansi) 0,252. Nilai ini lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan penurunan kadar glukosa darah antar kelompok.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbbi L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI ALOKSAN Aditya Maulana Perdana Putra; Desy Aulia; Amaliyah Wahyuni
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2017): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.64 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v2i2.120

Abstract

Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit metabolisme yang ditandai dengan adanya kondisi hiperglikemia akibat kekurangan insulin ataupun disebabkan karena terjadinya resistensi insulin. Dari angka kejadian diabetes melitus yang terus meningkat maka pengobatan diabetes mellitus perlu diperhatikan salah satunya menggunakan pengobatan alternatif menggunakan belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Salah satu khasiat dari belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) yaitu sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan dosis yang paling efek ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) yang dapat menurunkan kadar glukosa darah pada mencit putih jantan yang diinduksi aloksan.Penelitian ini dilakukan dengan rancangan penelitian pre and post test with control group design terhadap mencit putih jantan pada bulan mei-juni 2017. Dua puluh lima ekor mencit putih jantan dibagi menjadi lima kelompok dengan berbagai kelompok perlakuan. Daun belimbing wuluh diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70 %. Kadar glukosa darah diukur sebelum induksi, sesudah induksi dan setelah 14 hari perlakuan.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun belimbing wuluh dapat menurunkan kadar glukosa darah setelah 14 hari perlakuan. Dosis yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah adalah ekstrak etanol dengan dosis 250 mg/kgBB karena memiliki aktvitas yang sama dengan kontrol positif (metformin 100 mg/kgBB) dalam menurunkan kadar glukosa darah.(ρ=1.000).
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BUAH PARE (Momordica charantia L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA MENCIT PUTIH JANTAN Aditya Maulana Perdana Putra; Ratih Pratiwi Sari
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.878 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i1.132

Abstract

Penyakit degeneratif adalah penyakit yang menyebabkan terjadinya kerusakan atau penghancuran terhadap jaringan atau organ tubuh karena gaya hidup yang tidak sehat dimana salah satunya adalah penyakit diabetes mellitus. Jumlah Penderita yang semakin melonjak dari tahun ke tahun dan pengobatan yang mahal mendorong sebagian masyarakat mencari pengobatan alternatif. yang banyak digunakan sebagai obat tradisional adalah pare (Momordica Charantia). Buah Pare banyak mengandung metabolit sekunder yang diduga dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan berbagai mekanisme kerja. Hal ini lah yang medasari penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak buah pare dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit dan mendapatkan dosis optimal ekstrak etanol buah pare yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah mencit.Sampel penelitian adalah buah pare (Momordica charantia L.) yang terdapat di Kecamatan Bati-bati yang berumur ±3 bulan. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah 25 ekor mencit putih jantan berumur 3 bulan dengan berat rata-rata 20-40 g. Metode yang digunakan adalah tes toleransi glukosa oral dengan lima kelompok perlakuan yaitu kontrol positif (metformin 90mg/kgBB), kelompok ekstrak etanol buah pare 50mg/kgBB, 75mg/kgBB dan 100mg/kgBB serta kelompok kontrol negatif (aquadest 0,5ml/20grBB).Hasil penelitian menunjukkan buah pare mengandung alkaloid dan steroid. Pemberian ekstrak etanol buah pare pada dosis 75 mg/kgBB dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit putih (Mus Musculus) secara signifikan P<0,05. Dengan demikian, ekstrak etanol buah pare dapat digunakan sebagai penurun kadar glukosa darah pada mencit putih jantan.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BIJI PETAI CHINA (Leucaena leucocephala) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI GLUKOSA Ratih Pratiwi Sari; Aditya Maulana Perdana Putra
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.673 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i1.136

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan pada sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Biji petai cina (Leucaena leucochepala) diyakini masyarakat sebagai salah satu tanaman obat yang mampu mengobati DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol biji petai china dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit dan mendapatkan dosis optimal ekstrak etanol biji petai china yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah mencit putih jantan (Mus musculus) yang diinduksi glukosa.Subjek penelitian berupa mencit putih jantan berjumlah 25 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok, terdiri atas kelompok 1 yang diberikan metformin 90mg/kgBB, kelompok 2, 3, 4 yang diberikan ekstrak biji petai china dengan dosis 125mg/kgBB, 250mg/kgBB dan 500mg/kgBB serta kelompok 5 yang diberi aquadest 0,5ml/20gramBB. Seluruh kelompok diinduksi glukosa dengan dosis 2gr/kgBB yang menyebabkan mencit putih jantan dalam keadaan hiperglikemik. Pemeriksaan kadar glukosa darah pada menit ke- 0, 15, 45 dan 60.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang diberikan ekstrak etanol biji petai china dengan dosis 500mg/kgBB dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit putih jantan secara signifikan. Nilai signifikansi pada uji GLM yang diperoleh 0,001 (P < 0,05) dengan kadar rata-rata glukosa akhir 114,120mg/dL. Hal tersebut menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji petai china dapat menurunkan kadar glukosa darah.
UJI BIOLARVASIDA EKSTRAK METANOL DAUN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti L Siska Musiam; Maya Armianti; Aditya Maulana Perdana Putra
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.36 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i1.137

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti L. adalah vektor penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti L. dengan menggunakan larvasida dilakukan sebagai upaya penanggulangan penyakit DBD. Pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas dari ekstrak metanol daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) sebagai biolavasida nyamuk Aedes aegypti L. Konsentrasi ekstrak metanol daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0,1%; 0,2%; 0,3%; dan 0,4%. Temephos 1% digunakan sebagai kontrol positif dan air keran sebagai kontrol negatif. Setiap perlakuan menggunakan 20 larva Aedes aegypti L. Instar III dan direplikasi sebanyak empat kali. Hasil analisis SPSS menyatakan bahwa ada pengaruh konsentrasi terhadap jumlah kematian larva uji, dimana pada konsentrasi 0,3%, 0,4% dan kontrol positif Temephos 1% tidak menunjukkan perbedaan jumlah kematian larva uji yang bermakna. Nilai LC50 yang didapatkan berada pada interval 0,089% sampai 0,123% dengan estimasi konsentrasi 0,108%.
PENGUKURAN KUALITAS HIDUP PASIEN HEMODIALISIS GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD ULIN BANJARMASIN MENGGUNAKAN INSTRUMEN EQ5D Saftia Aryzki; Maudy Namirah Raudatullis Wanda; Yugo Susanto; Mochammad Maulidie Alfiannor Saputera; Aditya Maulana Perdana Putra; Karani Karani
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2019): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.29 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v4i1.230

Abstract

Chronic renal failure is a progressive and irreversible renal function disorder in which the body's ability to fail to maintain metabolism, fluid and electrolyte balance. Chronic kidney failure can interfere with the quality of life of patients, it is necessary to measure the quality of life of patients with chronic renal failure. Measuring the quality of life of patients with chronic renal failure using the Indonesian version of the EQ5D questionnaire. The purpose of this study was to determine the quality of life of chronic renal failure hemodialysis patients in RSUD Ulin Banjarmasin using the EQ5D instrument. This study is an observational study conducted prospectively. Data was collected by filling out the EQ5D questionnaire by all patients with chronic renal failure. The population of this study were chronic renal failure patients who underwent hemodialysis in Hemodialysis Outpatient Services at Ulin Banjarmasin Hospital in June-July 2018 as many as 360 patients and a sample of 207 patients who met the inclusion and exclusion criteria using non random sampling / non-probability sampling techniques accidental sampling. Based on the research that has been done in the Hemodialysis Outpatient Hospital Ulin Banjarmasin, it was found that the average quality of life was 0.792, with a quality of life ≥ 0.792 of 69 patients (33.33%) in the category of good quality of life and quality of life ≤ 0.792 138 patients (66.66%) in the poor quality of life category.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN BAWANG DAYAK (Eleutherine Palmifolia L. Merr) TERHADAP KADAR GULA DARAH MENCIT PUTIH (Mus muscullus) YANG DIINDUKSI GLUKOSA Eka Kumalasari; Syifa Maharani; Aditya Maulana Perdana Putra
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2020): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.983 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v5i2.498

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a collection of metabolic symptoms that arise in a person caused by an increase in blood glucose due to damage to insulin secretion or resistance to insulin or both. Diabetes mellitus medication can be either parenteral or oral which can cause side effects in long-term use such as mild diarrhea, bloating, fatigue acidosis, even hypoglycemic renal impairment. To prevent it can use alternative medicine using Dayak onion (Eleutherine palmifolia (L) Merr.). One of the active substances contained in the Dayak onion is the flavonoids. Flavonoids have antidiabetic activity through their functions as antioxidants. The study aims to determine the activity of Dayak scallion Extract (Eleutherine palmifolia (L) Merr.) To decrease blood sugar levels (Mus muscullus), which is glucose-induced. The research was conducted with research draft pre and post test with control group design. The mice used amounted to 25 male white mice that were divided into 5 groups i.e. negative control (CMC Na 0.5%), control positive (Glibenklamid 3 mg/kgBB), Dayak onion-leaf ethanol extract at a dose of 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB and 200 mg/kgBB. Observations of the decrease in blood sugar levels of each test group were conducted on the same day, 30 minutes, 60 and 90 after hyperglycemia. Results showed that Dayak onion leaves ethanol extract had activity as a lowering of blood sugar levels in glucose-induced white mice
PROFIL PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN COVID-19 DI SALAH SATU RUMAH SAKIT DI BANJARMASIN Yusrinie Wasiaturrahmah; Aditya Maulana Perdana Putra; Nahdha Nahdha; Nahdiya Rahmah
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v5i1.917

Abstract

Coronavirus 19, Knowing as COVID-19, is a disease caused by severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). COVID-19 treatment is still limited to supportive and oxygen therapy. The use of drugs is on the complaints felt by patients and comorbidities. This study aims to look at drug use profiles in COVID-19 patients. This research was included in descriptive research with a retrospective cross-sectional design. This research data was the entire prescription sheet and medical records of COVID-19 patients for March-August 2020 that meet the inclusion criteria. The result from collecting COVID-19 patient data for March-August 2020 obtained 114 medical records that met the criteria for research inclusion. Research Result: Characteristics of study subjects of the male sex are more infected with COVID-19. The age range with the highest number of COVID-19 patients was 46-55 years. Treatment profiles often used in COVID-19 patients are Supplements and Vitamins for 6538 prescriptions and Antibiotics for 2813 prescriptions. The most prescribed supplements and vitamins are Vitamin C, Lakto B, Zinc, and Vitamin C. The most prescribed antibiotics are Azithromycin, Meropenem, and Levofloxacin. The conclusion obtained in this study is that Supplements and vitamins, and Antibiotics are the most prescribed drug class.
COMPARISON THE REAL COST WITH INA-CBG’S PACKAGE TARIFF AND ANALYSIS ON THE FACTORS INFLUENCING THE REAL COST FOR THALASEMIA INPATIENTS USING JAMKESMAS IN RSUP Dr. SARDJITO YOGYAKARTA Aditya Maulana Perdana Putra; Fita Rahmawati; I Dewa Putu Pramantara
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 3, No 1
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.94

Abstract

In 2011, health insurance in patients with thalassemia major help families of patients because thalassemia treatment cost is quite high. In the implementation of INA-CBGs there are some problems, one of which is related to the payment in which difference occurs between tariff of INA-CBGs with real cost.The aim of this research was to find out the extent of the difference between the real tariff and the tariff of INA-CBGs, factors that influence real cost and the description of the appropriateness of therapy towards the Jamkesmas inpatients with Thalassaemia at Sardjito Hospital Yogyakarta.This was an analytical-observational research with of retrospective research design. The object of the research was the files of the inpatient claims and medical records of Jamkesmas patients with Thalassaemia in the period of April 2011 – March 2012 in Sardjito Hospital Yogyakarta. The data analysis was conducted with one sample test to compare between the rate of the real cost and the INACBG’s tariff. Meanwhile, the correlation test and the linear regression test were conducted to find out factors that influence the cost. The result of the research showed that a positive difference between the real cost and the tariff of INA-CBGs was IDR104.498.068 from 138 episodes of care. The average cost of healthcare for Thalassaemia based on the tariff of Sardjito Hospital at the severity level 1 was IDR1.058.823 + 591.923. The three most significant cost components included the blood bag, drugs or medical stuffs and accommodation/hospitalization cost. The result of the correlation test showed that the blood bag, drugs and medical stuffs, hospitalization/accommodation, clinical pathology examination and visite had a strong influence towards the real cost. Meanwhile, from the value of variable coefficients (B), it was known the order of variable that influence the real costs were visite, hospitalization/accommodation, blood bag, drugs and medical stuffs, and clinical pathology examination. From the analysis of the suitability of an indication, there were 5 drugs that are not consistent with the diagnosis of patients and one drug that was not appropriate for the patient.Keywords: INA-CBGs, Thalassaemia, cost, appropriateness of therapy
Co-Authors Abdul Hadi Achyadi, Ryan Akbar, Nabila Hadiah Ana Ulfah Arfan, Aulia Rhamdani Arnida Arnida Aulia, Desy Buih, Putri Helena Junjung Dahlia Syahrina Darmiani, Siti Deni Setiawan Desy Aulia Difa Intannia Dyah Anggraeni Eka Kumalasari Eka Kumalasari Endang Kurniasih Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah, Fadlilaturrahmah Fahma Lailani Febrianti, Dwi Rizki Fitria Febrianti Hafizah, Noor Hakim, Ade Syarif Hayatun Izma Helsawati Helsawati Herningtyas Nautika Lingga I Dewa Putu Pramantara Jenah, Rina Astiyani Karani Karani Khalid, Ega Rezkyan Khalifah, Sefa Nur Khoerul Anwar Khoirunnisa Muslimawati Lailani, Fahma Lisdawati, Nani M. Ahlun Nazir M. Arsyad Madani, Al Mahendra, Rachul Ridho Mahrita Mahrita Masran, Ulfah Maudy Namirah Raudatullis Wanda Maya Armianti Mochammad Maulidie Alfiannor Saputera Muhammad Arsyad Muhammad Ikhwan Rizki Muliani, Putri Sari Nabila Hadiah Akbar Nahdha Nahdha Nahdha Nahdiya Rahmah Nahdiya Rahmah Nahdiya Rahmah Nani Lisdawati Nashrul Wathan Nazhipah Isnani Noor Cahaya Noor Rizkiyah Noorcahyati Noorcahyati Novia Ariani Nur Annisa Meilina Nurul Mardiati Okta Muthia Sari Okta Muthia Sari Okta Sari, Okta Putri Helena Junjung Buih Putri Nur Azizah Putri Nur Azizah, Putri Nur Qory Rahmat Nazri Rahmatullah, Satrio Wibowo Rahmawati, Fita Ramadhan, Fery Rasjava, Achmad Ramadhanna’il Risma Dian Ariyani Riza Alfian Rosanti, Diah Aulia Rustifah Rustifah Rustifah, Rustifah Saftia Aryzki Salsabila, Risma Zahra Salwa, Helmina Sandi, Dita Ayulia Dwi Saragih, Triando Hamonangan Sari, Okta Muthia Sari, Ratih Pratiwi Sari, Risa Purnama Sari, Sindwi Rinanda Sari, Sri Oktaviani Silviana, Mega Siska Musiam Siti Darmiani Sofia Sofia, Sofia Susanto, Yugo Syifa Maharani Taufik Muhammad Fakih Titin Nor Tjitradi, Sukhito Yohanes Ulfah Masran Wahyuni, Amaliyah Wardani, Dyah Ayu Pramoda Yusrine Wasiaturrahmah Yusrinie Wasiaturrahmah