Claim Missing Document
Check
Articles

Kesesuaian Penyimpanan Obat High Alert di Depo Obat Rumah Sakit X di Kalimantan Selatan Tahun 2015 Aditya Maulana Perdana Putra
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.1 No.1 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat High Alert adalah obat yang memiliki risiko tinggi menyebabkan bahaya besar pada pasien jika tidak digunakan secara tepat. Menurut Permenkes No 58 tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan di Rumah Sakit bahwa obat high alert wajib disimpan secara terpisah dari penyimpanan lain dan diberikan penandaan khusus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Kesesuaian Penyimpanan Obat High Alert dengan List Of ISMP di Depo Obat Rumah Sakit X. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. populasi penelitian adalah depo obat Rumah Sakit X yang berjumlah lima depo. Sampel pada penelitian ini adalah sampel jenuh. Alat penelitian pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Hasil penelitian yang dilakukan seluruh depo obat Rumah Sakit X tidak sesuai dalam penyimpanan obat high alert. diperoleh kesimpulan bahwa penyimpanan Obat high alert di depo Obat Rumah Sakit X yaitu lima depo obat terdapat depo VIP Intan dan depo IGD semua obat high alert sesuai dan tiga depo obat lainnya yaitu depo BPJS Rawat Jalan, depo BPJS Rawat Inap, depo Rawat Jalan Umum tidak sesuai. Untuk penyimpanan Obat Look Alike terdapat dua depo Obat yang tidak sesuai dalam melakukan penyimpanan Obat Look Alike yaitu depo Vip Intan dan depo IGD. Sedangkan pada penyimpanan Obat Sound Alike dari lima depo Obat yang diteliti terdapat hasil hampir semua depo obat tidak sesuai dengan List Of ISMP.
Molecular Docking and In Silico Evaluation of Beluntas (Pluchea indica) Phytochemicals as Potential Angiotensin-Converting Enzyme Inhibitors for Hypertension Treatment Rasjava, Achmad Ramadhanna’il; Akbar, Nabila Hadiah; Arfan, Aulia Rhamdani; Wardani, Dyah Ayu Pramoda; Putra, Aditya Maulana Perdana; Muslimawati, Khoirunnisa; Buih, Putri Helena Junjung; Fakih, Taufik Muhammad
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 9 No. 1 (2026): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v9i1.9706

Abstract

Hypertension remains a major global health concern due to its high prevalence and strong association with cardiovascular diseases and kidney failure. A key component of blood pressure regulation is the Angiotensin-Converting Enzyme (ACE), which catalyzes the conversion of Angiotensin I into the vasoconstrictor Angiotensin II, making it a primary target for antihypertensive drugs. Although synthetic ACE inhibitors such as ramiprilat are effective, their use is often associated with adverse effects, highlighting the need for safer alternatives. This study employs molecular docking and in silico analysis to evaluate the potential of phytochemicals from beluntas (Pluchea indica) as natural ACE inhibitors. A total of 110 phytoconstituents were screened for pharmacokinetic properties using ADMET analysis, leading to the selection of 20 ligands for docking simulations. Among these, 4,5-di-O-caffeoylquinic acid exhibited the highest binding affinity (-9.409 kcal/mol), followed by di-O-caffeoylquinic acid (-8.984 kcal/mol) and quercetin-3-O-β-D-galactopyranoside (-8.372 kcal/mol). These compounds demonstrated stronger binding affinities than the ACE natural substrate, Angiotensin I (-7.133 kcal/mol), and the ACE inhibitor, ramiprilat (-8.717 kcal/mol), suggesting their potential as competitive ACE inhibitors. The binding interactions of these compounds were characterized by hydrogen bonding with key catalytic residues (HIS368, GLU368), electrostatic stabilization, and hydrophobic interactions within the enzyme active site. Notably, caffeoylquinic acid derivatives closely mimicked the binding mode of ramiprilat, whereas quercetin glycosides exhibited a distinct interaction pattern, indicating a possible alternative inhibitory mechanism. These findings provide evidence supporting the potential of P. indica phytochemicals as natural ACE inhibitors and warrant further investigation into their therapeutic applications in hypertension management.
WASPADA KEDALUWARSA TERSEMBUNYI: SOSIALISASI PENENTUAN BEYOND USE DATE (BUD) DI APOTEK Ratih Pratiwi Sari; Aditya Maulana Perdana Putra; Muhammad Rezki Azni; Winda Tamara
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38582

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai perbedaan antara Expired Date (ED) dan Beyond Use Date (BUD) berisiko terhadap keamanan terapi obat di rumah. Kegiatan promosi kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis pengunjung Apotek Melia HKSN Banjarmasin dalam membedakan konsep ED dan BUD, serta mampu menetapkan batas aman penggunaan berbagai sediaan farmasi. Tahapan promosi Kesehatan ini diawali dengan fase persiapan melalui observasi situasi mitra dan penyusunan kuesioner. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara tatap muka pada 14 sampai dengan 16 Oktober 2025 dengan melibatkan 19 responden dari berbagai latar belakang pendidikan. Metode intervensi menggunakan media leaflet yang disertai edukasi persuasif, sesi diskusi, serta simulasi langsung terhadap perhitungan BUD sediaan obat. Evaluasi keberhasilan kegiatan diukur segera setelah intervensi melalui perbandingan skor pre-test dan post-test yang erdiri dari 10 butir pertanyaan kuesioner benar-salah. Hasil menunjukkan peningkatan literasi kesehatan yang signifikan, dimana 15 responden (78,9%) mengalami kenaikan skor pengetahuan. Penguatan pemahaman paling substantif ditemukan pada sediaan sirup kering (dari 32% menjadi 89%) dan puyer yang mencapai Tingkat pemahaman sempurna yaitu 100%. Promosi Kesehatan ini terbukti efektif dalam memberdayakan Masyarakat dalam menjaga mutu dan keamanan obat yang disimpan di lingkungan keluarga.Kata kunci: Beyond Use Date; Apotek; Sediaan Farmasi; Edukasi Obat. ABSTRACTThe public's lack of understanding regarding the difference between Expired Date (ED) and Beyond Use Date (BUD) poses a risk to the safety of home drug therapy. This health promotion activity aims to improve the understanding and practical skills of visitors to the Melia HKSN Banjarmasin Pharmacy in differentiating the concepts of ED and BUD, as well as being able to determine the safe limits for the use of various pharmaceutical preparations. The health promotion stage begins with a preparation phase through observation of partner situations and the preparation of questionnaires. The activity was implemented face-to-face from October 14 to 16, 2025, involving 19 respondents from various educational backgrounds. The intervention method used leaflets accompanied by persuasive education, discussion sessions, and direct simulations of calculating BUD for drug preparations. Evaluation of the activity's success was measured immediately after the intervention by comparing pre-test and post-test scores consisting of 10 true-false questionnaire questions. The results showed a significant increase in health literacy, where 15 respondents (78.9%) experienced an increase in knowledge scores. The most substantial increase in understanding was found in dry syrup preparations (from 32% to 89%) and powders, which achieved a perfect understanding level of 100%. This health promotion program has proven effective in empowering communities to maintain the quality and safety of medicines stored within the family.Keywords: Beyond Use Date; Pharmacy; Pharmaceutical Preparations; Drug Education.
Co-Authors Abdul Hadi Achyadi, Ryan Akbar, Nabila Hadiah Ana Ulfah Arfan, Aulia Rhamdani Arnida Arnida Aulia, Desy Buih, Putri Helena Junjung Dahlia Syahrina Darmiani, Siti Deni Setiawan Desy Aulia Difa Intannia Dyah Anggraeni Eka Kumalasari Eka Kumalasari Endang Kurniasih Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah, Fadlilaturrahmah Fahma Lailani Febrianti, Dwi Rizki Fitria Febrianti Hafizah, Noor Hakim, Ade Syarif Hayatun Izma Helsawati Helsawati Herningtyas Nautika Lingga I Dewa Putu Pramantara Jenah, Rina Astiyani Karani Karani Khalid, Ega Rezkyan Khalifah, Sefa Nur Khoerul Anwar Khoirunnisa Muslimawati Lailani, Fahma Lisdawati, Nani M. Ahlun Nazir M. Arsyad Madani, Al Mahendra, Rachul Ridho Mahrita Mahrita Masran, Ulfah Maudy Namirah Raudatullis Wanda Maya Armianti Mochammad Maulidie Alfiannor Saputera Muhammad Arsyad Muhammad Ikhwan Rizki Muhammad Rezki Azni Muliani, Putri Sari Nabila Hadiah Akbar Nahdha Nahdha Nahdha Nahdiya Rahmah Nahdiya Rahmah Nahdiya Rahmah Nani Lisdawati Nashrul Wathan Nazhipah Isnani Noor Cahaya Noor Rizkiyah Noorcahyati Noorcahyati Novia Ariani Nur Annisa Meilina Nurul Mardiati Okta Muthia Sari Okta Muthia Sari Okta Sari, Okta Putri Helena Junjung Buih Putri Nur Azizah Putri Nur Azizah, Putri Nur Qory Rahmat Nazri Rahmatullah, Satrio Wibowo Rahmawati, Fita Ramadhan, Fery Rasjava, Achmad Ramadhanna’il Risma Dian Ariyani Riza Alfian Rosanti, Diah Aulia Rustifah Rustifah Rustifah, Rustifah Saftia Aryzki Salsabila, Risma Zahra Salwa, Helmina Sandi, Dita Ayulia Dwi Saragih, Triando Hamonangan Sari, Okta Muthia Sari, Ratih Pratiwi Sari, Risa Purnama Sari, Sindwi Rinanda Sari, Sri Oktaviani Silviana, Mega Siska Musiam Siti Darmiani Sofia Sofia, Sofia Susanto, Yugo Syifa Maharani Taufik Muhammad Fakih Titin Nor Tjitradi, Sukhito Yohanes Ulfah Masran Wahyuni, Amaliyah Wardani, Dyah Ayu Pramoda Winda Tamara Yusrine Wasiaturrahmah Yusrinie Wasiaturrahmah