Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGARUH PEMBANGUNAN JEMBATAN BAHTERAMAS TELUK KENDARI TERHADAP KELANCARAN DISTRIBUSI BARANG PT. MITRA INTERTRANS FORWARDING (MIF) Anggraini, Deni; Kadir, Abdul; Putra, Adris Ade
Jurnal Manajemen Rekayasa (Journal of Engineering Management) Vol 5, No 2 (2023): Oktober Tahun 2023
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmr.v5i2.47445

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk : (1) Menganalisis pengaruh positif dan signifikan distribusi terhadap Kepuasan pengguna PT Mitra Intertrans Forwarding (MIF) setelah adanya jembatan Bahteramas (2) Menganalisis pengaruh positif dan signifikan transportasi terhadap Kepuasan pengguna PT Mitra Intertrans Forwarding (MIF) setelah adanya jembatan Bahteramas (3) Menganalisis distribusi dan transportasi secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan pengguna PT Mitra Intertrans Forwarding (MIF) setelah adanya jembatan Bahteramas. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan jumlah populasi penelitian sebanyak 20 orang sehingga metode penentuan sampel menggunakan tehnik sampel jenuh yaitu menjadikan semua anggota populasi menjadi sampel. Variabel penelitian adalah distribusi (X1) dan tranportasi (X2) sebagai variabel bebas serta kepuasan pengguna adalah variabel terikat (Y). Analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Distribusi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna pada taraf α = 5%. Kesimpulan ini mengandung makna bahwa distribusi yang sangat baik memiliki arah yang positif dan nyata dalam meningkatkan kepuasan pengguna setelah adanya jembatan Bahteramas, Transportasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna pada taraf α = 5%. Kesimpulan ini mengandung makna bahwa transportasi yang sangat baik memiliki arah yang positif dan nyata dalam meningkatkan kepuasan pengguna setelah adanya jembatan Bahteramas dan Distribusi dan transportasi berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap kepuasan pengguna pada taraf α = 5%. Kesimpulan diatas dapat dimaknai bahwa distribusi dan transportasi memiliki arah yang positif dan nyata dalam meningkatkan kepuasan pengguna. melalui distribusi yang efektif dalam mengirimkan dan meyalurkan barang ke pengguna setelah adanya jembatan Bahteramas. Kata Kunci: Distribusi, transportasi dan kepuasan pengguna
FORMULASI DAN UJI ANTIOKSIDAN SEDIAAN GEL EKSTRAK DAUN MARPUYAN (Rhodamnia Cinerea Jack) Musyirna Rahmah Nst; Deni Anggraini Anggraini; Armon Fernando; Anita Lukman; Rajeb Fadillah
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.2343

Abstract

Tumbuhan marpuyan merupakan jenis tumbuhan liar banyak tersebar di wilayah Indonesia. Secara empiris, marpuyan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai pengobatan. Daun tumbuhan marpuyan berpotensi sebagai antioksidan. Hasil penelitian terdahulu melaporkan ekstrak etanol daun marpuyan mempunyai aktivitas tabir surya yang kuat. Formulasi sediaan topikal dalam bentuk gel lebih baik  karena memberikan efek nyaman dikulit. Tujuan penelitian ini adalah memformula ekstrak etanol daun marpuyan dalam bentuk sediaan gel dan menentukan aktivitas antioksidan. Formulasi gel ekstrak etanol daun marpuyan 3 variasi konsentrasi yaitu 0,5% (FI), 1% (FII) dan 2% (FIII). Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH. Evaluasi gel meliputi pengamatan organoleptis, pH, homogenitas, uji stabilitas freeze and thaw, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji iritasi. Hasil penelitian menunjukkan gel ekstrak etanol daun marpuyan memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat pada FII (1%) dan FIII (2%). Hasil uji stabilitas menunjukkan gel gel ekstrak etanol daun marpuyan tidak stabil setelah disimpan 8 minggu dan tidak memenuhi persyaratan uji daya sebar.
Sosialisasi Bahaya Konsumsi Gula Berlebihan dan Dampaknya bagi Kesehatan Masyarakat di Kota Pekan Baru Anggraini, Deni; Sinata, Novia; Agistia, Nesa; Almurdani, M.; Sandra, Alya Dwi; Al-Fadillah, Annsisya Shafira; Azhar, Gustika; Yadi, Hervi; Kurnia, Lisa; Nadia, Putri; Astaharie, Shinta Angelia; Adela, Syarifah Nur; Pratiwi, Wulan Iska; Zikrinnissa, Zikrinnissa
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jbn.v2i2.70

Abstract

Telah dilakukan sosialisasi bahaya konsumsi gula berlebihan dan dampaknya bagi kesehatan masyarakat di Kota Pekan Baru. Kegiatan yang melibatkan peserta berjumlah 60 orang dilakukan di Stadion Utama Riau. Metode yang digunakan dalam sosialisasi ini adalah demonstrasi dan diskusi serta pembagian leaflet kepada masyarakat. Pengukuran efektivitas kegiatan sosialisasi ini dilakukan dengan memberikan tes berbentuk kuisoner yang diberikan sebelum kegiatan sosialisasi sebagai tes awal (pretest) dan tes akhir setelah sosialisasi (post-test). Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah telah terjadi peningkatan pemahaman peserta tentang bahaya konsumsi gula berlebihan dan dampaknya bagi kesehatan setelah kegiatan dilaksanakan. Analisis sosiodemografi yang melihat kategori umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pekerjaan, dan penghasilan peserta menunjukkan bahwa kenaikan pengetahuan yang signifikan terjadi pada peserta yang berusia 17-25 tahun, peserta jenis kelamin perempuan, peserta yang berpendidikan tinggi, peserta yang bekerja, dan berpenghasilan tinggi. Pengetahun yang baik akan bahaya konsumsi gula berlebihan dan dampaknya bagi kesehatan masyarakat akan dapat membantu mengurangi jumlah kasus penyakit degeneratif yang semakin banyak terjadi.
IMPROVED SOLUBILITY NOVEL MULTICOMPONENT CRYSTALS OF FENOFIBRIC ACID-ACETYLSALISYLIC ACID Anggraini, Deni; Novita, Gressy; Wulandari, Intan
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v10i1.1690

Abstract

Solubility is an important physicochemical property of active pharmaceutical ingredients. Poor water solubility of active pharmaceutical ingredients leads to low bioavailability; therefore, efforts are needed to improve the solubility of active pharmaceutical ingredients. The goal of this study was to prepare and characterize novel multicomponent crystals of fenofibric acid (FA) using acid acetylsalicylic (ACE) as a coformer and to evaluate the solubility enhancement when prepared for multicomponent crystal formation.  Solid characterization of the novel multicomponent crystals was performed using powder X-ray diffraction (XRD), differential scanning diffraction (DSC), Fourier transform infrared (FT-IR) spectroscopy, scanning electron microscopy (SEM), polarized microscopy, and solubility tests. Multicomponent crystals were prepared by the solvent drop grinding method using a few drops of an ethanol pro analyzer. The results showed that the solubility of multicomponent crystalline fenofibric acid was 4.7 times greater than that of pure fenofibric acid. Differential Scanning Calorimetry characterization results show the novel multicomponent crystals  with a sharp endothermic peak at 136,65 oC. The PXRD diffractograms show no new diffraction peaks and a decrease  in intensity. FT-IR spectroscopic analysis showed no new functional groups, and most of the transmittance peaks of the multicomponent crystals were superimposed between the peaks of fenofibric acid and acetylsalicylic acid. The novel multicomponent crystals fenofibric acid with acetylsalicylic acid as a coformer can improve the solubility of fenofibric acid  Keywords: Acetylsalicylic acid ; Fenofibric acid ; Multicomponent crystals ; Solubility  
IMPROVED SOLUBILITY NOVEL MULTICOMPONENT CRYSTALS OF FENOFIBRIC ACID-ACETYLSALISYLIC ACID Anggraini, Deni; Novita, Gressy; Wulandari, Intan
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v10i1.1690

Abstract

Solubility is an important physicochemical property of active pharmaceutical ingredients. Poor water solubility of active pharmaceutical ingredients leads to low bioavailability; therefore, efforts are needed to improve the solubility of active pharmaceutical ingredients. The goal of this study was to prepare and characterize novel multicomponent crystals of fenofibric acid (FA) using acid acetylsalicylic (ACE) as a coformer and to evaluate the solubility enhancement when prepared for multicomponent crystal formation.  Solid characterization of the novel multicomponent crystals was performed using powder X-ray diffraction (XRD), differential scanning diffraction (DSC), Fourier transform infrared (FT-IR) spectroscopy, scanning electron microscopy (SEM), polarized microscopy, and solubility tests. Multicomponent crystals were prepared by the solvent drop grinding method using a few drops of an ethanol pro analyzer. The results showed that the solubility of multicomponent crystalline fenofibric acid was 4.7 times greater than that of pure fenofibric acid. Differential Scanning Calorimetry characterization results show the novel multicomponent crystals  with a sharp endothermic peak at 136,65 oC. The PXRD diffractograms show no new diffraction peaks and a decrease  in intensity. FT-IR spectroscopic analysis showed no new functional groups, and most of the transmittance peaks of the multicomponent crystals were superimposed between the peaks of fenofibric acid and acetylsalicylic acid. The novel multicomponent crystals fenofibric acid with acetylsalicylic acid as a coformer can improve the solubility of fenofibric acid  Keywords: Acetylsalicylic acid ; Fenofibric acid ; Multicomponent crystals ; Solubility  
Edukasi dan Konsultasi Terkait Waktu Penggunaan Obat Antihipertensi bagi Pasien yang Menjalankan Ibadah Puasa untuk Menunjang Kesehatan Anggraini, Deni; Octaviani, Melzi; Sinata, Novia; Idzan, Nur Kamilah; Repuja, Dira; Fitri, Eliza; Safitri, Elsa; Annisa, Annisa; K, Della Yunita Sary.; Amanda, Denisya; Ezuela, Deska Z; Anggraini, Dhiva; Sari, Fatwa Aulia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31482

Abstract

Puasa Ramadhan mengubah pola makan dan waktu penggunaan obat secara signifikan, terutama pada pasien dengan penyakit kronis seperti hipertensi. Edukasi penggunaan obat antihipertensi sangat penting agar pasien tetap memperoleh efek terapi optimal selama berpuasa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyrakat khususnya lansia, tentang waktu konsumsi obat antihipertensi selama bulan Ramadhan kegiatan dilaksanakan pada 15 maret 2025 di UPT PSTW Husnul Khotimah, Pekanbaru, dalam bentuk sosialisasi dan konsultasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta setelah edukasi
Inovasi Lip Cream Ekstrak Stroberi (Fragaria x ananassa): Optimasi Beeswax dan Castor Oil sebagai Antioksidan Alami Pelembab Bibir Iskandar, Benni; Zalfa Desion, Aufa; Anggraini, Deni
Majalah Farmasetika Vol 10, No 6 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i6.66570

Abstract

Lip cream merupakan salah satu produk kosmetik dekoratif yang banyak diminati, namun penggunaan bahan sintetis sering menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan Lip cream dengan bahan alami yaitu ekstrak buah stroberi (Fragaria x ananassa) yang kaya akan senyawa antosianin dan polifenol sebagai pewarna alami sekaligus antioksidan. Kombinasi beeswax dan castor oil digunakan sebagai basis karena memiliki peran penting dalam membentuk tekstur, daya lekat, serta kestabilan sediaan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan formula Lip cream berbahan dasar ekstrak stroberi dengan variasi konsentrasi beeswax dan castor oil, serta mengevaluasi karakteristik fisik pH, daya sebar, daya lekat. Penelitian menggunakan software Design Expert dengan metode Box-Behnken Design (BBD) untuk mendapatkan formula optimal. Evaluasi meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, serta uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi beeswax dan castor oil berpengaruh signifikan terhadap pH, daya sebar, dan daya lekat Lip cream. Formula optimal diperoleh pada perbandingan tertentu yang menghasilkan pH sesuai standar kulit bibir, daya sebar baik, dan daya lekat yang cukup. Aktivitas antioksidan ekstrak stroberi tetap terjaga dalam sediaan dengan nilai inhibisi yang diperoleh sebesar 59,97% pada konsentrasi 500µg/ml menunjukkan sediaan Lip cream ekstrak buah stroberi memiliki kemampuan menghambat radikal bebas. Kesimpulan penelitian ini adalah Lip cream berbahan ekstrak stroberi dengan kombinasi beeswax dan castor oil dapat diformulasikan secara optimal, menghasilkan sediaan yang stabil, aman, dan memiliki potensi sebagai kosmetik alami dengan aktivitas antioksidan yang bermanfaat.
Increased Dissolution Rate of Solid Dispersion Fenofibric Acid PEG 6000 and In Vivo Study Anggraini, Deni; Agistia, Nesa; Fernando, Armon; Yulia, Amanda; Repuja, Dira
Journal of Food and Pharmaceutical Sciences Vol 14, No 2 (2026): J.Food.Pharm.Sci
Publisher : Integrated Research and Testing Laboratory (LPPT) Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfps.26376

Abstract

Fenofibrate acid is a fibrate drug with high permeability but low water solubility, resulting in limited bioavailability. Solid dispersion using hydrophilic carriers is one strategy to increase solubility. The objective of this study was to improve the solubility of fenofibric acid by converting it into a solid dispersion system using PEG 6000 as a carrier. Preparation of solid dispersion systems by the melting method. The fenofibric acid PEG 6000 weight ratios were F1 (1:1), F2 (1:3), and F5 (1:5). Physicochemical characterization of the solid dispersions included DSC, PXRD, FTIR, and SEM tests, as well as dissolution and bioavailability tests with the determination of pharmacokinetic parameters. Characterization results show that fenofibric acid with PEG 6000 as a carrier still exhibits a crystalline phase but with reduced intensity, resulting in increased solubility and dissolution rate. Dissolution test show that solid dispersion F3 (1:5) dissolves faster (78.7%) than pure fenofibric acid (53.2%). after 60 minutes. Pharmacokinetic parameter determination tests showed no significant difference between pure fenofibric acid and solid dispersion. Solid dispersion of fenofibric acid with PEG 6000 as a carrier can improve the physicochemical performance and dissolution rate of fenofibric acid but pharmacokinetic parameters did not differ significantly.
Impact of SNEDDS formulation variables on physical characterization, drug release, and anti-inflammatory activity: a review Rodhia Ulfa; Benni Iskandar; Gressy Novita; Deni Anggraini; Wira Noviana Suhery; Prima Aulia Putra
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 24 No. 1 (2026): JIFI
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v24i1.2050

Abstract

Self-nano-emulsifying drug delivery systems (SNEDDS) address the challenges of poor solubility and bioavailability in oral drug delivery. These challenges lead to poor therapeutic results and an increased frequency of dosing. This review assesses the challenges of oral drug delivery due to poor solubility and absorption and the potential of Self-Nanoemulsifying Drug Delivery Systems (SNEDDS) to deliver poorly water-soluble drugs. This also entails an assessment of the formulation components of SNEDDS, particularly oils, surfactants, and co-surfactants, and their influence on the physicochemical properties, release profile, stability, and anti-inflammatory activity of the formulation. A thorough assessment of 25 of the most recent primary studies revealed the significant influence of formulation design on the size and distribution of droplets and their subsequent emulsification, drug release, and bioavailability. Oils that are easier to solubilize, along with high HLB surfactants and co-surfactants, such as PEG 400 and Transcutol, are instrumental in producing smaller, stable emulsions that facilitate permeability. Nevertheless, human pharmacokinetic data are lacking, and challenges remain in the large-scale production of solid dosage forms from liquid SNEDDS. This problem is further complicated by the variability of the excipients. The review highlights the need for standardized predictive models and more refined plans for in vivo validation and excipient development. What is unique is the integration of specific information from formulation optimization with translational pharmacological outcomes. This integration has the potential to greatly improve the design and utilization of SNEDDS, thereby expanding its therapeutic benefits.
FORMULASI DAN KARAKTERISASI NANOEMULGEL LIP SERUM CERAMIDE DENGAN OPTIMASI RESPONSE SURFACE METHODOLOGY Sandry Eka Saputri Nst; Wira Noviana Suhery; Deni Anggraini
Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia (JPFI)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51887/jpfi.v15i1.2250

Abstract

Lip skin possesses a thin stratum corneum (10–15 μm) with low ceramide and lipid content, rendering it particularly susceptible to dehydration and environmental damage. This study aimed to develop and characterize a ceramide nanoemulgel lip serum using Response Surface Methodology (RSM) with Simplex Lattice Design (SLD) optimization, and to evaluate its efficacy in improving lip moisture in vivo. Nanoemulsion optimization was performed using Design Expert® v.13.0, with grape seed oil (1–2%), Tween 80 (6–10%), and Kolliphor® RH40 (6–10%) as independent variables, and pH and percent transmittance as responses. The optimal formula comprised grape seed oil 1.346%, Tween 80 7.001%, and Kolliphor® RH40 9.652% (desirability 0.967). The optimized nanoemulsion was incorporated into a nanoemulgel with 0.2% Carbopol 940. Physicochemical evaluation revealed a particle size of 18.1 nm, a low polydispersity index, zeta potential of +2.0 mV, pH 5.5, and viscosity of 386.4 cP. Physical stability was maintained over 12 weeks under three storage conditions without significant change (p>0.05). Irritation testing on 5 panelists yielded negative results. The in vivo efficacy testing demonstrated a statistically significant improvement in lip moisture (p<0.001): ceramide nanoemulgel achieved 22%, compared to base lip serum (11%) and negative control (3.33%).