Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Formulasi Losion Antioksidan Ekstrak Buah Stroberi (Fragaria Ananassa) Deni Anggraini; Armon Fernando; Nurul Elisa
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 02 Desember 2017
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.804 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v14i2.1831

Abstract

Penelitian tentang formulasi losion antioksidan dari ekstrak buah stroberi (Fragaria ananassa) dengan konsentrasi 0,5; 1; dan 2% telah dilakukan. Aktivitas antioksidan losion ditentukan dengan menghitung nilai IC50. Aktivitas antioksidan losion pada konsentrasi 0,5; 1; dan 2% dinilai sebagai antioksidan yang sangat kuat, dengan nilai IC50 berturut-turut 0,47 ppm; 0,82 ppm; dan 1,53 ppm. Evaluasi formula losion antioksidan meliputi organoleptis, homogenitas, stabilitas, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan losion tidak berubah dan stabil selama 8 minggu penyimpanan.
FORMULASI KRIM SERBUK GETAH BUAH PEPAYA (Carica papaya L) SEBAGAI ANTI JERAWAT Deni Anggraini; Masril Malik; Maria Susiladewi
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Peranan dan Kontribusi Herbal dalam Terapi Penyakit Degeneratif"
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.038 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.378

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang formulasi krim serbuk getah buah pepaya (Carica papaya) sebagai anti jerawat. Formulanya dibuat dengan memvariasikan konsentrasi serbuk getah buah papaya dalam bentuk sediaan krim. Evaluasi sediaan krim dilakukan terhadap organoleptis, homogenitas, pH, stabilitas fisik, pemeriksaan distribusi ukuran partikel, iritasi kulit, daya tercuci, dan daya menyebar. Uji efektifitas krim dilakukan pada sukarelawan/panelis dengan cara mengoleskan tipis sediaan krim pada wajah yang terkena jerawat. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa krim dengan konsentrasi 4% dengan tipe minyak-air M/A memberikan hasil yang lebih efektif dibandingkan dengan konsentrasi 2% dan 3%.   Kata kunci : Carica papaya, krim, jerawat
Uji Ketersediaan Hayati tablet Parasetamol dengan Bahan Pengikat Pati Pisang Kepok ((Musa balbisiana) Deni Anggraini; Anita Lukman; Fathur Rahman; N Nurfieftien
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v7i2.15132

Abstract

Zat pengikat pada formula tablet berguna untuk menambah kohesivitas pada serbuk sehingga membentuk ikatan  pada waktu masa cetak  dikempa dan membentuk suatu masa yang kompak. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat  potensi pati pisang kepok (Musa balbisiana) sebagai bahan pengikat formulasi tablet paracetamol. Formulasi tablet menggunakan  metode granulasi basah. Tablet parasetamol di formula menggunakan bahan pengikat pati pisang kepok konsentrasi 15% dalam bentuk mucilago. Tablet parasetamol yang dihasilkan dilakukan evaluasi mutu meliputi uji disolusi, waktu hancur, keseragaman bobot, keseragaman ukuran, keseragaman kadar dan  friabilitas, Tablet parasetamol yang dihasilkan juga dibandingkan ketersedian hayatinya dengan tablet parasetamol inovator. Hasil menunjukkan bahwa tablet parasetamol yang diformula menggunakan bahan pengikat pati pisang kepok 15% memenuhi persyaratan mutu  tablet, terdisolusi 92% dalam waktu 30 menit dan waktu hancur 2 menit 2 detik. Tablet parasetamol yang di formula dengan bahan pengikat pati pisang kepok bioekivalen dengan tablet parasetamol inovator dengan nilai bioavailabilitas relative 1,099.
Preparation and Characterization of a Eutectic Mixture of Fenofibric Acid and Nicotinic Acid and Evaluatuion of In Vivo Antihyperlipidemic Activity Deni Anggraini; Hulwa Salsabila; Salman Umar; Yufri Aldi; Erizal Zaini
Science and Technology Indonesia Vol. 7 No. 4 (2022): October
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.036 KB) | DOI: 10.26554/sti.2022.7.4.514-521

Abstract

Fenofibric Acid (FA) is classified under Biopharmaceutical Classification System (BCS) class II due to its poorly soluble in water and high permeability. The present study aimed to prepare the eutectic mixture of FA with nicotinic acid (NA) and characterize its solid state properties and in vitro dissolution rate, along with its in vivo antihyperlipidemic activity. Solvent drop grinding was the method chosen to prepare the eutectic mixture of FA and NA. Solid-state properties were evaluated using thermal analysis Differential Scanning Calorimetry (DSC), crystallographic analysis Powder X-Ray Diffraction (PXRD), FT-IR spectroscopic analysis, and Scanning Electron Microscopy (SEM). To examine in vivo antihyperlipidemic activity, 16 male Swiss Webster rats were injected with 1% hyperlipidemia-inducing solution, followed by the oral administration of 9.45 mg/kg FA and NA (equivalent to 9.45 mg/kg FA), after which the decrease in cholesterol levels was measured. Two-way ANOVA was used to evaluate the data, followed by Duncan’s multiple range test (95% confidence interval). The results proved that FA formed the eutectic mixture with NA at a molar ratio of 6:4. The eutectic mixture of FA-NA had a better solubility and in vitro dissolution rate compared to intact FA, which also led to notably improved antihyperlipidemic activity.
PREPARASI DAN KARAKTERISASI MIKROKRISTALIN SELULOSA DAUN NENAS (Ananas comusus L. Merr) Deni Anggraini Anggraini
JURNAL KATALISATOR Vol. 7 No. 2 (2022): jurnal Katalisator Volume 7 No 2, Oktober 2022
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.081 KB) | DOI: 10.62769/katalisator.v7i2.1509

Abstract

Mikrokristalin Selulosa (MCC) adalah selulosa murni dari tanaman berserat yang diisolasi dari alfa selululosa dengan hidrolisis asam. Daun nenas memiliki kandungan selulosa 69,5% sehingga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan MCC. Preparasi MCC dengan menggunakan metode Multistage Pulping dapat menghasilkan MCC dengan karakteristik dan kualitas warna yang memenuhi persyaratan. Mikrokristal selulosa hasil isolasi daun nenas dibandingkan dengan Avicel PH® 102 sebagai standar baku. Karakterisasi MCC meliputi organoleptis, pemeriksaan pH, substansi larut air, kelarutan dalam larutan amonia tembaga tetraamin,uji pati, pengamatan dengan alat FTIR (Fourier Transform Infra Red), DSC (Differential Scanning Calorimetry), dan SEM (Scanning Electron Microscopy). Hasil penelitian menunjukkan mikrokristalin selulosa dari daun nenas memenuhi persyaratan sebagai mikrokristalin selulosa.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS TABIR SURYA SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN MARPUYAN (Rhodamnia cinerea Jack): FORMULATION AND SUNSCREEN ACTIVITY OF CREAM CONTAINING MARPUYAN LEAVES (Rhodamnia cinerea Jack) EXTRACT ETHANOL Musyirna Rahmah Nst; Deni Anggraini; Gressy Novita; Mustika Furi; Ihsan Ihtiarudin
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.778

Abstract

Sinar matahari memiliki manfaat bagi kesehatan. Sering terpapar sinar matahari menyebabkan kulit kemerahan, peradangan, dan menyebabkan terjadinya kanker kulit. Salah satu cara untuk melindungi kulit dari sinar matahari yaitu dengan menggunakan tabir surya. Daun marpuyan (Rhodamnia cinerea Jack) mempunyai kandungan flavonoid total dan fenolik total yang tinggi serta memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat sehingga dapat digunakan sebagai bahan aktif alami krim tabir surya. Tujuan penelitian ini adalah memformulasi dan mengevaluasi krim tabir surya ekstrak etanol daun marpuyan (Rhodamnia cinerea Jack) serta mengetahui nilai persen transmisi eritema (%Te), persen transmisi pigmentasi (%Tp), dan nilai Sun Protection Factor (SPF). Dibuat empat formula dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun marpuyan dalam krim yaitu, F0 (0%), F1 (0,1% b/b), F2 (0,5% b/b), dan F3 (1% b/b). Hasil menunjukkan nilai SPF F0, F1, F2, dan F3 berturut-turut 1,05; 4,68 (proteksi sedang); 4,74 (proteksi sedang); dan 9,36 (proteksi maksimal). Nilai SPF antar formula berbeda signifikan yang mana konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan nilai SPF. Kata kunci : Tabir surya, daun marpuyan, formulasi, Sun Protection Factor (SPF)
PEMANFAATAN PATI PISANG KEPOK (Musa balbisiana L.) TERPRAGELATINASI POSPAT SEBAGAI SUSPENDING AGENT SUSPENSI KLORAMFENIKOL Deni Anggraini; Anita Lukman; Delvi
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2023): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v8i2.1321

Abstract

Kepok banana (Musa balbisiana L.) natural starch easily undergoes syneresis due to starch retrogradation which can reduce the stability and viscosity of a suspension preparation, so it is necessary to modify starch to overcome this problem. One of the starch modification technologies is chemical modification with crosslinks. Utilization of kepok banana phosphate pregelatinated starch (Musa balbisiana L.) as a suspending agent in chloramphenicol palmitate suspension has been carried out and evaluated for its physicochemical properties and stability during storage. The method of making the suspension is the dispersion method. F1 used 5% kepok banana phosphate pregelatinated starch, F2 (7.5%) and F3 (10%). The results showed that the best formula was F3 with observations of organoleptic, viscosity and flow properties, degree of sedimentation, redispersibility, density, and pH which met the requirements during 4 weeks of storage.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS TABIR SURYA SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN MARPUYAN (Rhodamnia cinerea Jack): FORMULATION AND SUNSCREEN ACTIVITY OF CREAM CONTAINING MARPUYAN LEAVES (Rhodamnia cinerea Jack) EXTRACT ETHANOL Musyirna Rahmah Nst; Deni Anggraini; Gressy Novita; Mustika Furi; Ihsan Ihtiarudin
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.778

Abstract

Sinar matahari memiliki manfaat bagi kesehatan. Sering terpapar sinar matahari menyebabkan kulit kemerahan, peradangan, dan menyebabkan terjadinya kanker kulit. Salah satu cara untuk melindungi kulit dari sinar matahari yaitu dengan menggunakan tabir surya. Daun marpuyan (Rhodamnia cinerea Jack) mempunyai kandungan flavonoid total dan fenolik total yang tinggi serta memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat sehingga dapat digunakan sebagai bahan aktif alami krim tabir surya. Tujuan penelitian ini adalah memformulasi dan mengevaluasi krim tabir surya ekstrak etanol daun marpuyan (Rhodamnia cinerea Jack) serta mengetahui nilai persen transmisi eritema (%Te), persen transmisi pigmentasi (%Tp), dan nilai Sun Protection Factor (SPF). Dibuat empat formula dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun marpuyan dalam krim yaitu, F0 (0%), F1 (0,1% b/b), F2 (0,5% b/b), dan F3 (1% b/b). Hasil menunjukkan nilai SPF F0, F1, F2, dan F3 berturut-turut 1,05; 4,68 (proteksi sedang); 4,74 (proteksi sedang); dan 9,36 (proteksi maksimal). Nilai SPF antar formula berbeda signifikan yang mana konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan nilai SPF. Kata kunci : Tabir surya, daun marpuyan, formulasi, Sun Protection Factor (SPF)
Formulation of Microemulsion of Cayenne Pepper (Capsicum Frutescens L.) Ethanol Extract and Hair Growth Activity Test Anggraini, Deni; Sandi, Nofri Hendri; Djohari, Meiriza
Majalah Obat Tradisional Vol 29, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mot.87206

Abstract

Cayenne pepper contains capsaicin, which exhibits properties that promote hair growth. Microemulsion is an oil and water dispersion system with a particle size of 10-200 nm which can be used topically as a drug delivery system through the scalp to stimulate hair growth. The microemulsion was made with olive oil and tween 80 as surfactants and stirred using a magnetic stirrer at 1000 rpm for 3 minutes. The ethanol extract of cayenne pepper was prepared in microemulsions at three different concentrations: 0.1%, 0.2%, and 0.3%. Microemulsion tests included organoleptic tests, specific gravity, pH, viscosity, freezing and thawing stability tests, and hair growth activity tests on rabbits. The results showed that the microemulsion of cayenne pepper ethanol extract at concentrations of 0.1%, 0.2%, and 0.3% was quite stable with a clear appearance and a particle size ranging from 27.7 nm to 167.8 nm. The microemulsion of cayenne pepper ethanol extract at a concentration of 0.2% was the most effective in enhancing hair growth, achieving a hair growth length of 1.27 over a 30-day period. A two-way ANOVA statistical test showed that the hair length of rabbits using microemulsion was significantly different from the hair length of negative control animals at p<0.05.
PENTINGNYA NUTRISI DI 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN UNTUK MENCEGAH STUNTING PADA ANAK DI DESA KUAPAN Anggraini, Deni; Sinata, Novia; Agistia, Nesa; Almurdani, M.; Indriana, Annisa Chika Ayu; Melanie, Claudy Friesta; Azli, Echa Saskia; Suwinda, Elia; Mulyani, Fitri; Wulandari, Lydia Tri; Audina, Mia; Nabela, Nabela; Azizah, Nur Rahmi; Suhada, Zikra
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.22531

Abstract

Masalah balita pendek (stunting) merupakan salah satu permasalahan gizi yang menjadi fokus di negara-negara berkembang, seperti Indonesia. Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan (growth faltering) akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama mulai dari kehamilan sampai usia 24 bulan. Keadaan ini diperparah dengan tidak terimbanginya kejar tumbuh (catch up growth) yang memadai. Di Indonesia, berdasarkan Riskesdas 2013 terjadi peningkatan anak stunting dari 36,8% pada tahun 2010 menjadi 37,2% pada tahun 2013. Selama 20 tahun terakhir, penanganan masalah stunting sangat lambat. Secara global, persentase anak-anak yang terhambat pertumbuhannya menurun hanya 0,6 persen per tahun sejak tahun 1990. WHO mengusulkan target global penurunan kejadian stunting pada anak dibawah usia lima tahun sebesar 40 % pada tahun 2025, namun diprediksikan hanya 15-36 negara yang memenuhi target tersebut. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat pengetahuan masyarakat tentang stunting dan mengedukasi cara mencegah terjadinya stunting pada anak dimasa pertumbuhan. Untuk mencapai tujuam tersebut dilakukan beberapa kegiatan yaitu pelaksanaan pre-test, penyuluhan, dan post-test terkait stunting dan cara pencegahan stunting. Kegiatan ini dilakukan terhadap 50 responden di Desa Kuapan Kab. Kampar. Berdasarkan hasil analisis Bivariat diketahui bahwa pemberian perlakuan berupa edukasi masyarakat (pre test) mengenai stunting menunjukkan adanya pengaruh signifikan dibandingkan (Post Test) dengan ada kuisioner dengan pertanyaan yang sama dengan skor (pre test) dari 50 orang yaitu 30 orang 60%, 17 orang 34% dan 3 orang 6% dan (post test) dari 50 orang 100%.