Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Tingkat Kecemasan Dalam Perspektif CBT Pada Mahasiswa FAI Dalam Menghadapi UAS Reni Sinta Dewi; Angelina, Putri Ria; Hamidah, Rizka Nur; Asmarani, Siti Maulida; Faizah, Tya Amiratul
FIKRAH Vol 9 No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v9i2.19680

Abstract

  Kecemasan merupakan masalah dalam psikologis, seseorang mengalami kecemasan akan memiliki kekhawatiran yang dideskripsikan kurang baik oleh individu. Kecemasan dapat dialami oleh siapa saja, termasuk mahasiswa dan menghadapi ujian merupakan satu stresor timbulnya kecemasan pada mahasiswa. Kecemasan akan memengaruhi performa, mahasiswa akan terganggu konsentrasi sehingga mengganggu dalam menghadapi ujian. Kecemasan dapat dikurangi melalui konseling dengan pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT), melalui pendekatan CBT, mahasiswa yang mengalami kecemasan dalam menghadapi Ujian Akhir Semester akan dibantu dengan mengubah pemikiran dan keyakinan irasionalnya dengan pemikiran dan keyakinan rasional yang lebih sehat dan positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan pada mahasiswa FAI dalam menghadapi UAS. Metode pada penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Partisipan penelitian ini berjumlah 229 mahasiswa. Hasil analisis data menunjukan bahwa, 60% mahasiswa berada pada tingkat kecemasan tinggi. Hal ini berarti mayoritas tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi UAS berpada pada kategori tinggi.
Tingkat Kecemasan Dalam Perspektif CBT Pada Mahasiswa FAI Dalam Menghadapi UAS Reni Sinta Dewi; Angelina, Putri Ria; Hamidah, Rizka Nur; Asmarani, Siti Maulida; Faizah, Tya Amiratul
FIKRAH Vol 9 No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v9i2.19680

Abstract

  Kecemasan merupakan masalah dalam psikologis, seseorang mengalami kecemasan akan memiliki kekhawatiran yang dideskripsikan kurang baik oleh individu. Kecemasan dapat dialami oleh siapa saja, termasuk mahasiswa dan menghadapi ujian merupakan satu stresor timbulnya kecemasan pada mahasiswa. Kecemasan akan memengaruhi performa, mahasiswa akan terganggu konsentrasi sehingga mengganggu dalam menghadapi ujian. Kecemasan dapat dikurangi melalui konseling dengan pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT), melalui pendekatan CBT, mahasiswa yang mengalami kecemasan dalam menghadapi Ujian Akhir Semester akan dibantu dengan mengubah pemikiran dan keyakinan irasionalnya dengan pemikiran dan keyakinan rasional yang lebih sehat dan positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan pada mahasiswa FAI dalam menghadapi UAS. Metode pada penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Partisipan penelitian ini berjumlah 229 mahasiswa. Hasil analisis data menunjukan bahwa, 60% mahasiswa berada pada tingkat kecemasan tinggi. Hal ini berarti mayoritas tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi UAS berpada pada kategori tinggi.
HUBUNGAN REGULASI EMOSI TERHADAP PENERIMAAN DIRI SISWA KELAS XII DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA BOGOR Maghfirah Qonitatunnisa; Putri Ria Angelina; M. Kholil Nawawi
CONS-IEDU: Jurnal Program Studi Bimbingan Dan Konseling Islam Vol 5 No 2 (2025): CONS IEDU
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/cons.v5i2.1767

Abstract

both socially and emotionally. However, it was found that some students still experience difficulties in managing their emotions and show low levels of self-acceptance. This study aims to determine the relationship between emotion regulation and self-acceptance among students in this environment. The research uses a quantitative approach with a correlational method. The sample consisted of 65 students selected using a saturated sampling technique. The instruments used were an emotion regulation scale based on Gross's theory and a self-acceptance scale based on Jersild's theory. Based on the data analysis and discussion, it was found that the majority of 12th-grade students at Pondok Pesantren Miftahul Huda Bogor have a moderate level of emotion regulation, as evidenced by 42 respondents (64.6) being in the moderate category. Similarly, the level of self-acceptance among these students was also in the moderate category, with 33 respondents (50.8) falling into that group. Pearson correlation test results showed a positive and significant relationship between emotion regulation and self-acceptance, with a correlation coefficient of r  0.583 and a significance value of 0.001. This means that the higher the students’ ability to regulate their emotions, the higher their level of self-acceptance. Thus, the hypothesis in this study is accepted. This research suggests the need for the development of emotional regulation training programs to support the optimal development of students self-acceptance.
Hubungan Antara Kecemasan Akademik Dengan Konsentrasi Belajar Siswa Kelas X Di SMAN 10 Kota Bogor Shopiya Maolidah; Putri Ria Angelina; Khaidir Fadil
CONS-IEDU: Jurnal Program Studi Bimbingan Dan Konseling Islam Vol 5 No 2 (2025): CONS IEDU
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/cons.v5i2.1779

Abstract

Adolescence is a period that is vulnerable to stress, including stress related to academic demands. Academic stress can cause pressure that triggers academic anxiety, a psychological condition that has the potential to disrupt students' concentration in learning. This concentration disorder can cause students to have difficulty in understanding learning materials. This study aims to determine the relationship between academic anxiety and the concentration of learning of class X students at SMAN 10 Bogor City. This study uses a quantitative approach with a correlational research method. Data collection techniques use questionnaires and observations. The data analysis techniques used are descriptive analysis, normality tests and correlation tests. The population used was 319 students with a sample of 216 students, and the sampling technique used was area sampling. The results of the study showed that there was a significant relationship between academic anxiety and learning concentration with a correlation coefficient value of -0.565 and a significance value of <0.001. This indicates a negative correlation, which means that the higher the academic anxiety, the lower the concentration of learning. Conversely, the lower the academic anxiety, the higher the concentration of learning. So, it can be concluded that academic anxiety has a relationship with learning concentration, and the relationship is a negative relationship.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KEMAMPUAN PERENCANAAN KARIR PESERTA DIDIK KELAS XI MA CAHAYA INSANI AL UM Rizki Nur Fitriani; Putri Ria Angelina; Fahmi Irfani
CONS-IEDU: Jurnal Program Studi Bimbingan Dan Konseling Islam Vol 5 No 2 (2025): CONS IEDU
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/cons.v5i2.2285

Abstract

One of the developmental tasks of high school students is readiness to organize their future as their role as adults. Therefore, careful career planning is needed so that students can plan their careers according to the students' strengths, weaknesses and abilities. One of the factors that can influence thorough career planning is belief in one's own abilities or what is called self-efficacy. This research aims to determine the relationship between self-efficacy in class XI students at MA Cahaya Insani Al UM. The hypothesis proposed in this research is that there is a positive relationship between self-efficacy and career planning abilities. The subjects in this research were 34 MA Cahaya Insani Al Um students. The sampling technique used is non-probability sampling technique. (Saturated Sampling). Research data was collected using two scales, namely the self-efficacy scale and the career planning ability scale. Data collection techniques use primary data and secondary data. The results of the research show that there is a positive relationship between self-efficacy and career planning abilities as indicated by a significance result of 0.606. This shows that there is a very significant positive relationship between self-efficacy and the career planning abilities of class XI students at MA Cahaya Insani Al Um.
Peran Lembaga Pendidikan Informal Dalam Membentuk Sikap Toleransi Pada Usia Remaja Damayanti, Yola; Muhammad Zainul Hasani Syarif; Putri Ria Angelina
Journal of Islamic Education Studies Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58569/45dzdc54

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran keluarga dalam membentuk sikap toleransi pada usia remaja di Kp. Pabuaran Rt/Rw 02/05 Desa Cihideung Udik Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran lembaga pendidikan informal, pola asuh orang tua, serta faktor pendukung dan penghambat dalam membentuk sikap toleransi pada usia remaja. Pada beberapa lingkungan tingkat toleransi pada usia remaja cukup rendah seperti tidak hormat kepada orang tua, mendiskriminasi minoritas, perundungan, dan kenakalan remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran lembaga pendidikan informal merupakan lembaga yang memiliki pengaruh besar dalam pembentukan sikap toleransi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Peneliti melakukan pengamatan, wawancara, dan dokumentasi di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar. Hasil penelitian di lapangan peneliti menemukan bahwa peran lembaga pendidikan informal dalam membentuk sikap toleransi pada usia remaja di Kp. Pabuaran Desa Cihideung Udik Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor yaitu sebagai pendidik, teladan, dan memunculkan tokoh-tokoh yang berpengaruh dengan menggunakan pola asuh demokratis (otoritatif) yang menyeimbangkan antara kedisiplinan, kemandirian, dan kasih sayang untuk anak usia remaja agar tidak melakukan diskriminasi kepada orang lain, selalu mementingkan kepentingan umum, dan memberikan contoh-contoh kebaikan juga keburukan untuk dihindari. Faktor yang menjadi penghambatnya yaitu komunikasi yang kurang baik antara kedua orang tua dan anak remaja, kurangnya pemahaman orang tua tentang anak dan pendidikan sikap toleransi, serta dididik pada waktu dan suasana hati yang tidak tepat. Sedangkan adanya kerja sama dan lingkungan yang baik rukun damai dan harmonis menjadi kunci keberhasilan yang merupakan faktor pendukung dalam membentuk sikap toleransi.
Preventing online gambling through classical guidance services Putri Ria Angelina; Reni Sinta Dewi; Noneng Siti Rosidah; Nur Asiah Ulfah
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1185700

Abstract

The rapid advancement of technology has generated both beneficial and adverse consequences, with online gambling emerging as a growing concern among students. This study aimed to evaluate the effectiveness of classical guidance services in preventing online gambling behavior. A quasi-experimental approach with a one-group pretest–posttest design was employed, involving 20 students selected through purposive sampling. Data were collected using an online gambling behavior scale covering cognitive, affective, and behavioral aspects, which had been tested for validity and reliability. The data were analyzed using a paired sample t-test. The results revealed a significant difference between pretest and posttest scores, indicating that classical guidance services effectively reduced students’ tendencies toward online gambling behavior. These findings suggest that classical guidance can serve as a practical preventive intervention within school settings to address digital-risk behaviors among students.