Octavianus Hendrik Alexander Rogi
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Published : 86 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

RUMAH SAKIT MATA DI MANADO BLIND SPACE Pello, Pingkan S.; Rogi, Octavianus H. A.; Erdiono, Deddy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i2.14089

Abstract

Kesehatan indera penglihatan merupakan syarat penting untuk kualitas sumber daya manusia dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Penderita penyakit mata di Indonesia semakin meningkat, seperti halnya di Provinsi Sulawesi Utara sesuai data dari Balai Kesehatan Mata Masyarakat total pasien selama tahun 2011 yakni sebanyak 12.090 terhitung seluruh pasien lama maupun pasien baru. Melihat permasalahan tersebut, maka sangat penting Rumah Sakit Mata untuk memenuhi kebutuhan pasien akan pelayanan kesehatan mata, . Perancangan rumah sakit mata ini merupakan program pengembangan dari Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKKM) Sulut dalam rangka meningkatkan status menjadi sebuah Rumah Sakit Khusus Mata. Metode perancangan Rumah Sakit Mata ini dikaji berdasarkan pendekatan perancangan dan kerangka pikir.  Melalui pendekatan dari beberapa aspek, yaitu pendekatan kajian objek, pendekatan kajian tapak dan lingkungan, serta melalui pendekatan tematik. Kerangka pikir dimulai dari latar belakang serta maksud dan tujuan mengapa rumah sakit mata ini perlu dihadirkan di Kota Manado, atas hal tersebut maka hadirlah beberapa poin yang menjadi sebuah rumusan masalah. Deskripsi objek rancangan terdiri dari kajian tipologi objek, kajian tematik, dan kajian lokasi dan tapak. Ketiga kajian tersebut dianalisis sehingga menghasilkan konsep umum perancangan. Konsep tersebut  kemudian di transformasikan dalam bentuk desain yang adalah hasil akhir dari Perancangan Rumah Sakit Mata. Konsep perancangan Rumah Sakit Mata ini adalah bentuk pengaplikasian tema ‘blind space’ dengan eksplorasi ruang melalui direct modes, yaitu berdasarkan kemampuan non visual manusia. Tema ‘blind space’ lebih mengoptimalkan sistem pendengaran, sentuhan dan penciuman. Konsep perancangan dimulai dari ruang luar, yaitu penempatan zoning berdasarkan karakter dan fungsi tiap massa. Massa dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kelompok massa pertama yakni menampung semua aktivitas pelayanan rawat jalan, unit gawat darurat, dan pelayanan penunjang medis dan non medis, kelompok massa kedua diperuntukkan bagi unit rawat inap, dan kelompok massa ketiga yaitu bagian service. Konsep gubahan massa merespon dari bentuk kondisi site dan dirancang sesuai tema, yakni melalui penataan sirkulasi, view, dam aksesbilitas yang baik. Konsep interior ruang dalam dikaji melalui pemilihan warna pada dinding dan lantai, pemilihan perabot/furniture, dan terutama pengunaan/pemilihan material yang dianggap sangat penting dalam rangka pengaplikasian tema ‘blind space’ pada objek rancangan. Kata Kunci : Rumah Sakit Mata, Kota Manado, Blind Space
TINGKAT KERENTANAN TERHADAP BENCANA BANJIR DI KECAMATAN TONDANO TIMUR KABUPATEN MINAHASA Horhoruw, Hanni Alfio; Rogi, Octavianus H.A.; Supardjo, Suryadi
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di wilayah-wilayah Indonesia. Kecamatan Tondano Timur merupakan salah satu kecamatan di Kabupten Minahasa yang sering terjadi bencana banjir, dikarenaknan meluapnya sungai tondano dan meluapnya danau tondano. Tujuan dari penelitian ini yaitu merekomendasikan strategi mitigasi bencana melalui analisis spasial dalam tingkat kerentanan bencana banijr dalam aspek fisik, sosial, ekonomi dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan kuantitatif dengan melakukan analisis spasial. Sesuai analisis tersebut, maka dalam menganalisis tingkat kerentanan menggunakan metode pembobotan nilai terhadap aspek fisik bangunan, sosial kependudukan, ekonomi dan lingkungan yang parameter pembentuknya berdasarkan PERKA BNPB No. 02 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana, sehingga diperolehnya indeks penduduk terpapar dan indeks kerugian dari dampak bencana. Analisis kerentanan diolah dalam SIG (Sistem Informasi Geografis) untuk mengklasifikasikan nilai kerentanan yang paling tinggi hingga paling rendah. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa hal yaitu; persebaran tingkat kerentanan di kecamatan Tondano Timur terbagi atas 3 kelas (Rendah, Sedang dan Tinggi) tingkat kerentanan diteukan tingkat kerentanan tinggi pada 1 wilayah kelurahan, kerentanan sedang 1 wilayah kelurahan, dan kerentanan rendah pada 9 wilayah, dan yang menjadi pembahasan adalah desa dengan kelas indeks kerentanan tinggi pada tiap ? tiap indeks kerentanan dan rekomendasi?rekomendasi mitigasi penanganan di wilayah yang rentan terhadap bencana banjir di kecamatan tondano timur.Kata Kunci : Tingkat Kerentanan, Bencana Banjir, Kecamatan Tondano Timur
IDENTIFIKASI DAN EVALUASI EKSISTENSI RUANG TERBUKA DI KECAMATAN WENANG KOTA MANADO Longaris, Sendy; Rogi, Octavianus H.A.; Takumansang, Esli D.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Wenang adalah salah satu kecamatan di Kota Manado yang memiliki tingkat kepadatan bangunan tinggi serta sudah tidak memiliki ketersediaan lahan efektif lagi (ditinjau dari tabel ketersediaan lahan efektif di wilayah kota Manado, Ranperda Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Manado tahun 2014-2034). Lokasi Kecamatan Wenang yang berada tepat di pusat kota yang menjadi pusat dari segala aktivitas masyarakat kota Manado baik aktivitas perdagangan, usaha, dan lain-lain. Sehingga terdapat banyak lahan terbangun di kecamatan Wenang. Hal ini menjadi masalah terhadap ketersediaan ruang terbuka sebagai tempat bertemu, berkumpul dan berinteraksi antara satu sama lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi eksistensi ruang terbuka serta mengevaluasi ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kecamatan Wenang Kota Manado berdasarkan Permen PU no. 5 tahun 2008 Tentang Pedoman Penyediaan RTH di Kawasan Perkotaan berdasarkan luas wilayah yaitu minimal 30%, sementara berdasarkan jumlah penduduk menyesuaikan tabel penyediaan yang ada. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif menggunakan teknik analisis dialog deskriptif yaitu mendialogkan hasil data lapangan dengan menyesuaikan teori-teori yang ada, serta metode kuantitatif menggunakan pendekatan analisis spasial dengan bantuan SIG (Sistem Informasi Geografis). Analisis data ini diolah menggunakan aplikasi ArcGIS untuk membuat peta sebaran, jenis, serta tipe kepemilikan ruang terbuka. Dari hasil output peta akan dihitung jumlah ketersediaan ruang terbuka. Maka hasil evaluasi yang diperoleh ketersediaan ruang terbuka berdasarkan luas wilayah masih kekurangan, dari luas wilayah Kecamatan Wenang 368.78 ha hanya terdapat 47.63 ha yang terdiri dari 39.37 ha RTH publik dan 8.26 ha RTH privat. Jika di persentasekan RTH di Kecamatan Wenang hanya memiliki luas 12.91% sementara di standar penyediaan harusnya minimal 30%. Untuk standar berdasarkan jumlah penduduk masih memiliki banyak kekurangan karena tidak tersedianya ruang terbuka berdasarkan tipe taman RT, taman RW dan Taman Lingkungan. Namun di sisi lain ada tipe taman kecamatan yang sudah terpenuhi ketersediaannya yakni seluas 3.49 ha dari standar 0.6 ha per unit.Kata Kunci: Ruang Terbuka, Ruang Terbuka Hijau, Ruang Terbuka Non Hijau.
ANALISIS TINGKAT KERENTANAN GUNUNG API AWU DI KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Salatun, Sri Ratni; Rogi, Octavianus H.A.; Lintong, Steven
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung Awu merupakan gunung api aktif yang terletak di Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan tipe Saint Vincent atau Tipe Vulcano. Puncak tertinggi terletak pada koordinat 03O 41' LU dan 125O 27'30?? BT pada ketinggian 1.340 meter diatas permukaan laut. Bahaya primer letusan gunung api Awu (bahaya langsung akibat letusan) berupa awan panas, aliran lava, guguran lava pijar, dan aliran lahar letusan dan kawasan rawan bencana terhadap hujan material lontaran batu (pijar) berukuran lapili sampai bom/blok (>64 mm), hujan lumpur dan hujan abu lebat. Bahaya sekunder (bahaya tidak langsung akibat letusan) berupa  lahar hujan yang terjadi setelah erupsi apabila turun hujan lebat di sekitar puncak. Tujuan dari penelitian ini yaitu merekomendasikan strategi mitigasi bencana melalui analisis spasial dalam tingkat kerentanan gunung api Awu dalam aspek fisik, sosial, ekonomi dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif  dan kuantitatif dengan melakukan analisis spasial. Sesuai analisis tersebut, maka dalam menganalisis tingkat kerentanan menggunakan metode pembobotan nilai terhadap aspek fisik bangunan, sosial kependudukan, ekonomi dan lingkungan yang parameter pembentuknya berdasarkan PERKA BNPB No. 02 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana, sehingga diperolehnya indeks penduduk terpapar dan indeks kerugian dari dampak bencana. Analisis kerentanan diolah dalam SIG (Sistem Informasi Geografis) untuk mengklasifikasikan nilai kerentanan yang paling tinggi hingga paling rendah. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa hal yaitu; persebaran tingkat kerentanan di Kabupaten Kepulauan Sangihe terbagi atas 3 kelas (Rendah, Sedang dan Tinggi) dan yang menjadi pembahasan adalah desa dengan kelas kerentanan tinggi ada 12 (dua belas kelurahan/desa) dan rekomendasi?rekomendasi mitigasi penanganan di wilayah rentan bencana letusan Gunung api Awu.Kata Kunci : Tingkat Kerentanan, Gunung Api, Spasial, Mitigasi
ANALISIS KERENTANAN BENCANA TSUNAMI DI KOTA PALU Sarapang, Herni Tandi; Rogi, Octavianus H.A.; Hanny, Poli
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Palu merupakan salah satu kawasan seismik aktif di Indonesia karena dilalui segmentasi sesar yang sangat berpotensi membangkitkan gempa bumi kuat, yaitu Sesar Palu-Koro yang memanjang dari Palu ke arah Selatan dan Tenggara. Tsunami dapat diartikan sebagai gelombang laut dengan periode panjang yang ditimbulkan oleh gangguan impulsif dari dasar laut. Gangguan impulsif tersebut bisa berupa gempabumi tektonik, erupsi vulkanik atau longsoran. Oleh karena itu, untuk meminimalisir dampak dari bencana tersebut diperlukan analisis mengenai tingkat kerentanan yang sangat berkaitan dengan penilaian resiko sebagai upaya penanggulangan bencana untuk perencanaan dan pengembangan daerah Kota Palu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kerentanan tsunami dan memberikan rekomendasi kebijakan mitigasi resiko ancaman tsunami menurut peta kerentanan. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif deskriptif. Analisis data pembobotan menggunakan pedoman Perka Badan Penanggulangan Bencana No.2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Setelah mendapatkan bobot tiap-tiap parameter yang telah ditentukan kemudian hasil tersebut dipetakan dengan bantuan GIS (Geographic Information System). Dari hasil studi, didapat 2 hal yaitu persebaran tingkat kerentanan bencana tsunami yang terbagi menjadi 3 kelas yaitu rendah (9 kelurahan), sedang (11 kelurahan) dan tinggi (15 kelurahan), sehingga dari kelas kerentanan tinggi memunculkan rekomendasi kebijakan mitigasi seperti mengaktifkan program keluarga berencana, mengadakan sosialisasi mitigasi, penanaman pohon mangrove, tidak menggunduli peruntukan lahan untuk hutan lindung dan hutan alam, dan tidak membangun bangunan di daerah padat bangunan.Kata Kunci: Tsunami, Tingkat Kerentanan Bencana, Mitigasi
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN LUWUK SELATAN, KABUPATEN BANGGAI, SULAWESI TENGAH Kowal, Rolando Rischi; Rogi, Octavianus H.A.; Karongkong, Hendriek H.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Luwuk Selatan merupakan salah satu Kecamatan yang masuk dalam arahan pola ruang Kabupaten Banggai tahun 2012-2032, yang direncanakan sebagai penyedia peruntukan lahan permukiman baru. Jika ditinjau dari kondisi fisik lahan, Kecamatan Luwuk Selatan tidak semua lahannya dapat di kembangkan sebagai lahan permukiman. Karena kondisi morfologi yang mendominasi di Kecamatan Luwuk Selatan adalah lebih banyak kondisi morfologi perbukitan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kemampuan dan kesesuaian lahan yang ada di Kecamatan Luwuk Selatan serta mengevaluasi arahan kesesuaian lahan dengan lahan peruntukan permukiman di Kecamatan Luwuk Selatan, berdasarkan rencana pola ruang dalam RTRW Kabupaten Banggai 2012-2032. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan analisis spasial dengan bantuan SIG (sistem informasi geografis). Analisis data menggunakan pedoman Permen PU No.20/PRT/M/2007 tentang teknik analisis fisik dan lingkungan, ekonomi serta sosial budaya dalam penyusunan tata ruang. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik superimpose/overlay (Tumpang tindih) dan analisis skoring untuk pemberian nilai setiap parameter. Dari hasil analisis yang di lakukan, diperoleh bahwa kemampuan lahan yang mendominasi adalah kemampuan lahan sedang dan kesesuaian lahan yang mendominasi adalah kesesuaian lahan untuk perkebunan. Untuk lahan peruntukan permukiman yang direncanakan terdapat ketidaksesuaian dengan hasil analisis kesesuaian lahan. Karena lahan yang sesuai rencana peruntukan lahan permukiman dengan analisis kesesuaian lahan hanya 228,04 Ha/41,64 % dan yang tidak sesuai atau terjadi penyimpangan peruntukan lahan permukiman adalah 319,58 Ha/58,32 % dari total luas rencana peruntukan lahan permukiman yang direncanakan seluas 547,62 Ha dari total luas Kecamatan Luwuk Selatan.Kata Kunci: Kemampuan Lahan, Kesesuaian Lahan, Peruntukan Lahan, Permukiman.
PEMETAAN KERENTANAN TERHADAP BAHAYA BENCANA VULKANIK GUNUNG SOPUTAN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Tinaiy, Arflandi Michael; Rogi, Octavianus; Siregar, Frits O
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung Api Soputan adalah gunung api aktif yang terletak di Kabupaten Minahasa Tenggara dengan tipe gunung A atau stratovolcano. Aktifitas letusan dan Bahaya Gunung api Soputan pada umunya berupa letusan eksplosif dan letusan efusif seperti lontaran material abu, pasir, lapilli, dan bom Vulkanik, serta terjadi guguran ? guguran lava pijar pada saat mengalami erupsi, maka diperlukan analisis mengenai tingkat kerentanan yang sangat berkaitan dengan penilaian resiko sebagai upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Minahasa Tenggara. Tujuan dari penelitian ini adalah teridentifikasinya tingkatan kerentanan bencana letusan gunung api dan diperolehnya rekomendasi ? rekomendasi tentang penanganan di kawasan terdampak Gunung api Soputan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan kuantitatif dengan melakukan analisis spasial. Sesuai dengan analisis tersebut, maka dalam menganalisis tingkat kerentanan menggunakan metode pembobotan nilai terhadap aspek fisik bangunan, sosial kependudukan, ekonomi dan lingkungan yang parameter pembentuknya berdasarkan PERKA BNPB No. 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana, sehingga diperolehnya indeks penduduk terpapar dan indeks kerugian dari dampak bencana.Analisis kerentanan diolah dalam SIG (Sistem Informasi Geografis) untuk mengklasifikasikan nilai kerentanan yang paling tinggi hingga paling rendah. Berdasarkan hasil studi, didapat 2 hal yaitu; persebaran tingkat kerentanan di Kabupaten Minahasa Tenggara terbagi atas 3 kelas dan yang menjadi pembahasan adalah kelurahan dengan kelas kerentanan tinggi (6 kelurahan) dan rekomendasi ? rekomendasi penanganan di wilayah rentan bencana letusan Gunung api Soputan.Kata Kunci : Gunung Api, Kerentanan Bencana, Mitigasi.
OCEANARIUM DI MANADO. Estetika Kaca pada Bangunan dengan Penerapan Arsitektur Feminisme Pangkey, Claudia; Rogi, Octavianus H. A.; Siregar, Frits O.P.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16707

Abstract

Masih kurangnya objek wisata di Manado dan berbagai potensi alam yang dapat dikembangkan, salah satunya keindahan taman bawah laut dan biota-biota laut di Kota Manado. Oleh karena itu, Kebijakan Pemerintah Kota Manado tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Manado yang menyatakan bahwa salah satu fasilitas publik yang perlu di bidang Pariwisata adalah Oceanarium yang dinyatakan dalam Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Manado Tahun 2014-2034 Pasal 43 ayat 2 (i) yaitu “pembangunan dan pengembangan oceanarium atau akuarium laut, di kawasan pesisir pantai utara di Kecamatan Bunaken” dengan tujuan ingin mengembangkan objek Pariwisata di kota Manado.Menanggapi hal diatas maka perencanaan untuk membuat objek Oceanarium di Kota Manado menjadi salah satu objek yang dibutuhkan pemerintah dalam hal mengembangkan kebutuhan wisata (exhibition), menambah pengetahuan atau pendidikan (education), dan untuk menjaga kelestarian alam bawah laut (conservation). Lokasi berdasarkan Kebijakan yang dibuat Pemerintah yaitu berada di Kecamatan Bunaken. Dan Tema yang digunakan dalam objek perancangan ini adalah Estetika Kaca pada Bangunan dengan Penerapan Arsitektur FeminismeKata Kunci : Oceanarium, Kota Manado, Estetika Kaca pada Bangunan dengan Penerapan Arsitektur Feminisme
SCIENCE PARK PROVINSI SULAWESI UTARA. “WAYFINDING ARCHITECTURE ” Makagiansar, Trifosa; Rogi, Octavianus H. A.; Siregar, Frits O.P.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.15367

Abstract

Masih kurangnya industri yang melakukan kerjasama inovasi dengan perguruan tinggi menjadi permasalahan negara Indonesia untuk mencapai visi sebagai negara maju dan sejahtera pada tahun 2025. Oleh karena itu pemerintah Indonesia berencana melakukan pengembangan SDM dan Iptek yang merupakan salah satu strategi untuk mempercepat tranformasi ekonomi. Merancang science park dan techno park untuk membantu pengembangan SDM dan Iptek. Science Park untuk wilayah provinsi sedangkan Techno Park untuk wilayah kabupaten/kota Menanggapi hal diatas pemerintah dan Bappeda Provinsi Sulawesi Utara telah merancang MasterPlan untuk Science Park Provinsi Sulawesi Utara dalam bidang pertanian dan perkebunan. Penulis tertarik untuk mengangkat sebuah judul tugas akhir perancangan Arsitektur, yaitu Science Park Provinsi Sulawesi Utara. Lokasi Perancangan Science Park ini berdasarkan master plan diatas dengan menggunakan tema Wayfinding Architecture. Pendekatan dalam rancangan objek Science Park Provinsi Sulawesi Utara mencakup 3 yaitu pendekatan tipologi objek, pendekatan tematik, pendekatan analisis tapak dan lingkungan. Penulis menggunakan proses perancangannya 5 langkah oleh James C. Synder dan Antony J. Catanese  yaitu permulaan, persiapan, pengajuan judul, evaluasi, dan tindakan. Konkretisasi desain sebagai hasil dari proses perancangan diatas terdiri dari layout, denah, tampak, potongan, perspektif, dan gambar tambahan lainnya. Dimana tema Wayfinding Architecture diterapkan pada sirkulasi utama objek Science Park ini adalah sirkulasi linear yang didesain berliku dengan penerapan screen vista yang disengaja untuk menutupi gedung utama sehingga membuat pengunjung menjadi penasaran dan terpacu untuk terus menjelajahi jalur sirkulasi yang ada. Pada ruang dalam tema wayfinding architecture di terapkan pada sirkulasi yang didesain terpusat. Selain ruang luar dan ruang dalam, penerapan tema juga terhadap titik-titik keputusan (landmark, signage, vegetasi, hardscape) untuk membuat pengunjung tidak tersesat dan menemukan tujuan mereka. Kata Kunci : Science Park, Wayfinding Architecture
HOTEL RESORT DI TANJUNG KASUARI SORONG “ARSITEKTUR EKLEKTIK” Titiheru, Novalin Y.; Rogi, Octavianus H. A.; Sembel, Amanda S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.6445

Abstract

Kota Sorong Sebagai kota yang terkenal sebagai salah satu kota dengan peninggalan sejarah bekas perusahaan minyak dan beberapa kawasan wisata lainnya yaitu taman rekreasi pantai Tanjung Kasuari dengan pesona pasir putihnya. Tempat yang perlu dikembangkan  dalam sektor pariwisata Kota Sorong, dengan mengembangkan fasilitas-fasilitas wisata yang memadai agar tempat ini juga di kenal bukan hanya sebagai tempat rekreasi saja tapi juga di kenal dengan keindahan alamnya. Hotel Resort adalah salah satu obyek wisata yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan wistawan yang berkunjung. Penerapan Arsitektur Eklektik adalah sebuah pergerakan arsitektur dengan metode menggabungkan (kombinasi) berbagai aspek, ide, teori maupun yang ditujukan untuk membuat arsitektur terbaik dengan kombinasi yang ada. sentiman dan nostalgia pada keindahan gaya masa lampau juga termasuk ciri Eklektik dengan menggabungkan unsur tradisional dan modern kedalam suatu bangunan yang dianggap sesuai untuk menampilkan keindahan masa lalu. Kata Kunci : Hotel Resort; Eklektik; Tanjung Kasuari
Co-Authors -, Suryono Adriana Renwarin, Adriana Alfonsa Londar, Alfonsa Alvin J. Tinangon Amanda S. Sembel Amanda Sembel Anasiru, Mohammad M. Anastasya E. Rambi, Anastasya E. Andi A. M. Malik Anggreny Purukan Ardi C. Ogelang Arviro Eman Bongi, Anastasia Conny Kandoli Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Cynthia E.V Wuisang, Cynthia E.V Datunsolang, Rifqi Akbar Deddy Erdiono Durand, Deo Victor Dwars Soukotta Dwight M Rondonuwu, Dwight M Dwight M. Rondonuwu Elda Siska Sinuraya Esli D. Takumansang Fela Warouw Fennyrian Masarrang Frits O. P. Siregar Frits O.P. Siregar Gijoh, Christ H. Hendriek H. Karongkong Hengkelare, Sularso H. S. Hengkelare, Sularso H.S Herry Kapugu Horhoruw, Hanni Alfio Ingerid Moniaga Irjadi, Arif Jefrey I. Kindangen Johannes Van Rate Johansen C. Mandey Joseph Rengkung Judy O. Waani Julianus A. R. Sondakh Kevin Usman Kokalinso, Febrianti Margaretha Kolibu, Eunike T. Kowal, Rolando Rischi Kristian Pabeta Kristin N. Johannis Lakat, Ricky S. M. Laming, Magdalena Laming, Magdalena Y. Lasabuda, Muh. Herbian S.P. Leidy M. Rompas Linaldo, Joseph L. A. Linda Tondobala Lintong, Lucky A. Lolokada, Theresia Wangi Longaris, Sendy Magdalena, Enggrila D. Makagiansar, Trifosa Mario D. M. Maahury, Mario D. M. Marshel Pua, Marshel Michael M Rengkung, Michael M Michael M. Rengkung Mosesa, Sola G. P. Muaya, Richie Novalin Y. Titiheru Nur, Ady I. A. P, Norlyvia Jaya Toding Pakaya, Gina A. Palindang, Winda Pangkey, Claudia Pantouw, Christy E Papia J. C. Franklin Pelealu, Veronica L. Pello, Pingkan S. Pierre H Gosal, Pierre H Pierre H. Gosal Pinontoan, Billy J. Poli Hanny, Poli Quedarusman, Claudia A. R. J. Poluan, R. J. Rachmatullah, Michael Rawis, Gloria Mariane Raymond Ch Tarore, Raymond Ch Rieneke L. E. Sela Rieneke Sela Rompas, Syalomita V. R. Rondonuwu , Dwight M. Rondonuwu, Dwight Roosje J Poluan Roosje J. Poluan Rukait, Sherina B. Rumayar, Gerika Sadewi, Yohan C. Salatun, Sri Ratni Sangkay, Visilia C. Sangkertadi Sangkertadi Sarapang, Herni Tandi Sawo, Milano Khemal Sela, Rieneke L.E Sembiring, Agita R. Sgerlen M. Tunas Siregar, Frits O Sondakh, Sharon Costansye Sonny Tilaar Steven Lintong Steven R. Kamurahan Sumarandak, Michelle M. Surjadi Supardjo Suryadi Supardjo, Suryadi Suryono . Tambajong, Gifly Jeremy Tangkudung, Fitri Meylinda Tendean, Susi Cinthya Tinaiy, Arflandi Michael Tjoa, Savy C.N. Tomigolung, Billy Adiputra Tompodung, Injilly Tulangow, Pingkan K Tumbelaka, Isabella S. Veronica Kumurur Verry Lahamendu, Verry Vicky H Makarau, Vicky H Vicky H. Makarau Vinny Wasty Nanariain, Vinny Wasty Wahyudi Siswanto Wakari, Viona V. Walintukan, Casey C Wenur, Fabian Bill Zanuddin, Rian