p-Index From 2021 - 2026
10.315
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MEDISAINS Jurnal Kesehatan Jurnal Berita Ilmu Keperawatan IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Jurnal Keperawatan Silampari Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Jurnal Perawat Indonesia Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Health Information : Jurnal Penelitian J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Jurnal Keperawatan Malang (JKM) PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Science Midwifery Indonesian Journal of Global Health research Nusantara Science and Technology Proceedings Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal EduHealth INDOGENIUS Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Prosiding University Research Colloquium Gaster Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Sinar: Jurnal Kebidanan Holistik Jurnal Kesehatan International Journal Of Health And Social Behavior Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Indonesian Journal of Global Health Research
Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Ansietas dengan Intervensi Relaksasi Benson pada Pasien Pre Operasi Yang Mengalami Ansietas: Literature Review Yeni Rahmawati; Fahrun Nur Rosyid
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46114

Abstract

Pembedahan merupakan tindakan medis invasif yang dapat menimbulkan stres fisiologis dan psikologis, khususnya kecemasan pada pasien sebelum operasi (pra operasi). Kecemasan ini dapat memengaruhi kondisi kardiovaskular, memperburuk proses penyembuhan, serta meningkatkan risiko komplikasi selama dan setelah tindakan operasi. Manajemen ansietas yang efektif sangat dibutuhkan untuk mengurangi dampak negatif tersebut. Salah satu teknik non farmakologis yang digunakan adalah relaksasi Benson, yang dapat menurunkan aktivitas sistem saraf simpatik, menurunkan konsumsi oksigen jantung, dan memberikan efek relaksasi yang signifikan. Penelitian ini menggunakan metode literature review untuk mengkaji efektivitas terapi relaksasi Benson dalam mengelola kecemasan pasien pra operasi. Pencarian jurnal dilakukan pada database Google Scholar, ResearchGate, dan PubMed dengan kriteria inklusi jurnal berbahasa Indonesia dan Inggris, terbit dalam lima tahun terakhir (2021–2025), dan relevan dengan topik. Dari 28 jurnal yang ditemukan, 10 jurnal dipilih untuk dianalisis lebih mendalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa relaksasi Benson secara signifikan dapat mengurangi tingkat ansietas pada pasien pra operasi, memberikan manfaat praktis sebagai intervensi keperawatan yang mudah diterapkan. Dengan demikian, relaksasi Benson layak dijadikan pilihan dalam manajemen kecemasan pra operasi guna meningkatkan kualitas perawatan pasien dan hasil tindakan medis.
Keefektifan Perhitungan Balance Cairan untuk Manajemen Cairan pada Pasien dengan Aki (Acute Kidney Injury) : Literature Review Annas Tasya Permata Sari; Fahrun Nur Rosyid
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46271

Abstract

Acute kidney injury (AKI) adalah salah satu disfungsi organ yang dapat terjadi akibat sepsis. Sepsis adalah disfungsi organ yang disebabkan disregulasi respons tubuh terhadap infeksi yang dapat mengancam jiwa. Tujuan penelitian untuk mengetahui keefektifan perhitungan balance cairan untuk manajemen pada pasien AKI. Metode penelitian ini adalah literature review dengan pendekatan data menggunakan database Science direct, Springer, PubMed, dan Google Scholar dengan kata kunci (keyword) yang digunakan yakni : "Acute Kidney Injury" OR “AKI” AND “Fluid Balance” OR “FB” AND "Fluid Management" AND “Fluid Overload”. Hasil dari literature review yang dilakukan didapatkan sebanyak 1082 artikel dan 9 artikel literature yang memenuhi kriteria inklusi. Kesimpulan menunjukan bahwa pemantauan cairan yang disertai dengan pencatatan cairan masuk dan keluar setiap hari menunjukkan hasil yang efektif dalam manajemen cairan pada pasien AKI. Penanganan yang adekuat seperti kontrol sumber infeksi, resusitasi cairan dan menghindari kelebihan cairan , antibiotika, perawatan ICU, memberikan hasil yang baik untuk pasien sepsis dengan AKI dan edema paru.
Keefektifan Tindakan Keperawatan (Elevasi Kepala) yang Bisa dilakukan Untuk Menurunkan Tekanan Intra Kranial pada Pasien Stroke Infark: Literature Review Kharina Indira Astuti; Fahrun Nur Rosyid
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46290

Abstract

Stroke adalah penyakit otak di mana pembuluh darah ke otak tersumbat, menyebabkan hipoksia, Pemberian tindakan keperawatan berupa elevasi kepala 30 derajat yang berguna untuk memperlancar sirkulasi darah ke saraf otak, untuk meningkatkan pertukaran gas dalam tubuh dan meningkatkan tingkat kesadaran sehingga meningkatkan saturasi oksigen. Tujuan penelitian : untuk mengetahui pengaruh pemberian elevasi kepala 30 derajat dalam penurunan tekanan intra kranial. Metode : Metode penelitian ini adalah literature review dengan pendekatan data menggunakan database research gate, Pubmed dan google scholar dengan kata kunci yang digunakan seperti "stroke iskemik" OR “stroke” AND “head up 300” OR “head elevation” AND "decrease intracranial" OR “decreased intracranial adaptive capacity”.. Hasil : Hasil dari literature review yang dilakukan didapatkan sebanyak 1622 artikel dan 8 artikel literature yang memenuhi kriteria inklusi. Kesimpulan : Pemberian elevasi kepala 30 derajat dapat berpengaruh dan memiliki keefektifan dalam penurunan intrakranial pada pasien yang mengalami stroke.
Efektivitas Mobilisasi Dini Terhadap Penyembuhan Luka Pasien Post Operasi Abdomen ; Literature Review Diah Endah Pramesti; Fahrun Nur Rosyid
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49084

Abstract

Latar belakang: Penyembuhan luka yang optimal menjadi salah satu tujuan utama dalam perawatan pasien pasca operasi abdomen. Salah satu intervensi non-farmakologis yang banyak direkomendasikan untuk mendukung proses penyembuhan tersebut adalah mobilisasi dini. Mobilisasi dini mencakup berbagai aktivitas fisik ringan yang dimulai segera setelah pasien sadar penuh dari anestesi Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas mobilisasi dini terhadap proses penyembuhan luka pada pasien post operasi abdomen berdasarkan hasil-hasil penelitian terbaru. Metode: Penelitian menggunakan desain literature review dengan penelusuran artikel dari database Pubmed dan Google Scholar, mencakup literatur tahun 2020–2025. Seleksi artikel dilakukan secara sistematis sesuai diagram alir PRISMA. Hasil: Berdasarkan analisis terhadap sepuluh penelitian, mayoritas studi menunjukkan bahwa mobilisasi dini yang dimulai dalam 6–8 jam pascaoperasi secara signifikan berpengaruh terhadap percepatan penyembuhan luka, baik pada fase inflamasi maupun proliferasi jaringan. Mobilisasi dini terbukti menurunkan derajat nyeri, risks komplikasi luka, serta mempercepat pemulihan fungsi fisiologis dan kemandirian pasien. Hasil tersebut konsisten pada berbagai jenis operasi abdomen seperti laparatomi, sectio caesarea, dan apendiktomi. Kesimpulan: Mobilisasi dini adalah intervensi efektif yang mendukung percepatan penyembuhan luka dan mengurangi komplikasi pada pasien post operasi abdomen. Integrasi mobilisasi dini dalam perawatan klinis sangat direkomendasikan sebagai bagian integral dari protokol pemulihan pasien pascabedah abdomen.
Hubungan Antara Self Care Management Dengan Gejala Hipertensi Pada Lansia Penderita Hipertensi Untuk Kualitas Hidup Yang Optimal Yolanda Putri Amelia; Fahrun Nur Rosyid
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50297

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyakit kronis yang sering dialami oleh lansia. Kurangnya kepatuhan dalam perawatan diri dapat menambah buruk hipertensi, oleh karena itu upaya yang dapat dilakukan yaitu self care management sebagai strategi mandiri untuk mengontrol penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self care management dengan gejala hipertensi pada lansia. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Gilingan, Surakarta. Metode desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel penelitian adalah lansia hipertensi yang berada di wilayah kerja Puskesmas Gilingan sebanyak 150 responden, yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat self care management cukup, dan sebagian besar mengalami gejala hipertensi kategori sedang. Uji Spearman Rank diperoleh nilai p = 0,001 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = –0,357, yang berarti terdapat hubungan negatif dengan kekuatan sedang antara self care management dan gejala hipertensi pada lansia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin baik self care management yang dimiliki lansia, maka semakin rendah tingkat gejala hipertensi yang dialami. Peningkatan pengetahuan dan praktik self care management perlu didorong melalui edukasi kesehatan secara berkesinambungan untuk membantu lansia dalam mengontrol hipertensi.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Diet Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kemusu Amara Nisa Dei Samanta; Fahrun Nur Rosyid
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51167

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 adalah kondisi kronis yang memerlukan pengelolaan pola makan yang berkelanjutan. Pemahaman pasien terkait diet sangat berpengaruh terhadap kebutuhan akan pola makan yang direkomendasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kaitan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan diet pada individu dengan diabetes melitus tipe 2 di area kerja puskesmas Kemusu, Boyolali. Metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan longitudinal retrospektif. Sebanyak 200 responden dipilih melalui metode purposive sampling. Pengumpulan informasi dilakukan dengan dua kuesioner; yang pertama adalah kuisioner pengetahuan Diabetes Knowledge Questionnaire (DBQ), dan yang kedua adalah kuisioner kepatuhan Perceived Dietary Adherence Questionnaire (PDAQ). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik hingga cukup (75%) dan kepatuhan diet dalam kategori cukup (48,5%). Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan diet dengan nilai p value = 0,000 dan koefisien korelasi r = 0,771, yang menunjukkan hubungan yang kuat dan searah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tingkat pengetahuan yang lebih baik dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus tipe 2.. Edukasi terarah dan berkelanjutan perlu dioptimalkan dalam praktik keperawatan.
Hubungan Tingkat Stres Ujian Dengan Status Tekanan Darah Pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Putri Adinda Cintia Bella; Fahrun Nur Rosyid
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51169

Abstract

Mahasiswa termasuk kedalam kelompok yang rentan mengalami stres akademik terutama saat menghadapi ujian. Stres merupakan suatu respons fisiologis maupun psikologis yang berpotensi mempengaruhi fungsi tubuh, termasuk peningkatan tekanan darah. Hal ini dapat memicu gejala seperti pusing, jantung berdebar, dan kelelahan, namun seringkali diabaikan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres saat ujian dan kondisi tekanan darah pada mahasiswa keperawatan. Desain penelitian yang diterapkan adalah analisis korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah peserta dalam studi ini adalah 207 mahasiswa keperawatan yang dipilih dengan metode purposive sampling. Tingkat stres dinilai melalui kuesioner standar yang disebut Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer yang diukur sebanyak dua kali yaitu pada masa pembelajaran biasa dan pada masa ujian. Analisis data dilakukan menggunakan uji non-parametrik Spearman Rank Correlation. Temuan studi mengindikasikan adanya korelasi yang penting antara tingkat stres saat ujian dan kondisi tekanan darah pada mahasiswa keperawatan (ρ = 0,000 ; r = 0,449) untuk tekanan darah sistolik dan (ρ = 0,000 ; r = 0,423) untuk tekanan darah diastolik.
Pengaruh Edukasi Terhadap Kepatuhan Minum Obat Hipertensi Pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kemusu Dinar Nur Cholifah; Fahrun Nur Rosyid
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51179

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan yang mempengaruhi jantung dan pembuluh darah yang sering kali disebut pembunuh diam – diam, kondisi ini umumnya tidak menunjukkan tanda – tanda tetapi dapat menyebabkan masalah yang serius. Suatu kondisi dianggap hipertensi jika tekanan darah sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih dan diastolik 90 mmHg. Tingkat kepatuhan mengonsumsi obat hipertensi di Indonesia masih relatif rendah sehingga diperlukan edukasi dapat meningkatkan kesadaran pasien. Mengetahui dampak pendidikan terhadap ketaatan pengambilan obat pada pasien hipertensi di area Puskesmas Kemusu. Metode desain penelitian yang digunakan adalah  Quasi-Eksperimental dengan rancangan non-randomized control group pretest-posttest Sampel sejumlah 120 responden (60 intervensi, 60 kontrol) diambil menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa edukasi menggunakan video berdurasi 5 menit mengenai pentingnya kepatuhan minum obat hipertensi. Kepatuhan minum obat diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Setelah edukasi, terjadi peningkatan signifikan skor kepatuhan minum obat terhadap kelompok intervensi dengan nilai p=0,001 (p< 0,05) dengan koefisien  Hal ini menunjukkan edukasi memberi dampak efektif dalam meningkatkan kepatuhan pasien. Pendidikan kesehatan memberikan dampak yang baik terhadap ketaatan pasien hipertensi dalam mengonsumsi obat. Intervensi edukasi disarankan dilakukan secara rutin di fasilitas kesehatan guna mencegah komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
The Relationship Between Self-Care Management and Blood Pressure Status of Hypertension Patients Rara Puspita Anjarwati; Fahrun Nur Rosid
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52005

Abstract

Background : Hypertension is a condition where systolic blood pressure increases to more than 140 mmHg and diastolic blood pressure increases to more than 90 mmHg. Hypertension is currently a problem in developing and developed countries. If not treated properly, high blood pressure can trigger complications of various diseases. Patients with high blood pressure and hypertension can do self-care management to optimize factors that specifically affect hypertension and increase the risk of complications. Objective : In this study, the researcher aims to analyze the relationship between self-care behavior and blood pressure status in hypertensive patients at the Health Center. Method : In this study, the researcher used a quantitative research type with a cross-sectional design. The data collection method used the Self-Care Management Behavior Questionnaire (HSMBQ) questionnaire and blood pressure measurement using a Sphynomanometer. Benefits : This study can be useful for hypertension patients and the health professional team that serves them. This study is also expected to be a foundation for previous researchers Keywords: Self Care, Blood Pressure, Hypertension.
Effect of intradialytic mindfulness-based meditation on spiritual well-being and anxiety in hemodialysis patients: a randomized controlled trial Murwani, Wara Gati; Fahrun Nur Rosyid; Dian Hudiyawati
MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Kesehatan Vol. 24 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v24i1.28905

Abstract

Background: Patients undergoing hemodialysis frequently experience anxiety and reduced spiritual well-being; however, few studies have simultaneously addressed these outcomes using structured mindfulness-based interventions delivered during dialysis sessions. Purpose: To evaluate the effectiveness of intradialytic mindfulness-based meditation in reducing anxiety and improving spiritual well-being among patients undergoing hemodialysis. Methods: A randomized controlled trial was conducted involving 58 patients undergoing routine hemodialysis, randomly assigned to an intervention group (n = 29) or a control group (n = 29). The intervention group received a 2.5-hour mindfulness training session followed by audio-guided mindfulness practice during the first 15 minutes of hemodialysis sessions, twice weekly for four weeks. The control group rested quietly without guided practice. Anxiety was measured using the Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS), and spiritual well-being was assessed using the Spiritual Well-Being Scale (SWBS). Data were analyzed using paired and independent t-tests. Results: The intervention group showed a significant increase in spiritual well-being scores (mean change +6.07) compared with the control group (+1.21) (p = 0.021). Anxiety scores significantly decreased in the intervention group (−11.76) compared with minimal change in the control group (+0.69) (p = 0.001). The between-group effect sizes were large (SWB: d = 1.36; anxiety: d = −1.88). Conclusion: Intradialytic mindfulness-based meditation is a feasible and effective complementary intervention that improves spiritual well-being and reduces anxiety among patients undergoing hemodialysis.
Co-Authors -, kurnia agil saputra Adelia Fenanda Puspitasari Adil Setia Gulo Adinda Dwi Susila Nugroho Affandi, Miftah Nur Ahmad Fadhlur Rahman Aisyafiya Adzani Amalia Siti Choerun Nisa Amara Nisa Dei Samanta Ambarwati, Hevy Ani Syafriati Anisa Nur Azizah Annas Tasya Permata Sari Annas Tasya Permata Sari Annisa, Safira Bela Antika, Febrianti Nur Ardhiansyah, Muhammad Faiz Fahrizal Ardhu Rizkiawan Ardhu Rizkiawan Ardhu Rizkiawan Arif Widodo Ashari Rachmanisa Asta Adyani Astuti, Anis Wiji Astuti, Kharina Indira Aulia Asyifa Nanda Ayuningjati, Krisma Giri Bela Purnama Dewi Beti Kristinawati Bintang Viga Handika Danuartha Vandika Daviq Bagus S Dessy Kurniawati Ruslan Dewi bidan Diah Ayu Kurnia Diah Endah Pramesti Dian Hudiawati Dian Hudiyawati Dinar Nur Cholifah Diyanto, Velani Prastika Dony Dwi Purnama Putra Ekan Faozi Ersawati, Ajeng Eva Diahayu Wardani Fadhlur Rahman, Ahmad Fahmi Fahardianto Faizah Betty Rahayuningsih Fatimah Azzahroini Rajati Fatimah, Isa Ayu Fiqriyah, Indhira Kurniastining Firdausi, Musdhalifah Husna Gracia Foreva Zinta Guntur Nurcahyanto Hapsari, Prahitha Sintha Haryoto Haryoto Hermawan, Graha Dwi Hernawan, Totok Hudiawati, Dian Indriastuti, Eny Isa Ayu Fatimah Iwandani, Nuzhulul Lifqi Janah, Sherly Nur Kalyana Falen Danaswara Kharina Indira Astuti Korina Puspa Komala Kusuma Estu Werdani Laila Shofiya Leni Wijaya Liana Safitri Liana Veranika Mastuti, Dewi Mellyana Purnama Sari Mugi Hartoyo Muhammad Andrian Muhammad Fajar Afnizar Muhtadi Muhtadi Muhtadi, M Mulyadi Mulyadi Munawaroh, Anissyah Ela Salsa Murwani, Wara Gati Musdhalifah Husna Firdausi Mustikasari, Nur Afifah Mustofa, Sidqon Nabila Zahrian Puteri Namira Anfi Normalitasari Nanda, Ginanjar Mukti Nina Indria Wati NOVIA DWI ASTUTI Nur Afifah Mustikasari Nur Mukarromah Nurina Aulia Hanun Nurlaila Fitriani Nyofan Wahyu Mardana Oktaviani Nurhidayah Prakoso, Teguh Tri Priyo Sasmito Puji Kristini Puji Kristini Putri Adinda Cintia Bella Putri Aulia Putri Intan Miladiana Putri, Naura Farkhia Rachma Noer Azizah Rachmanisa, Ashari Rahman, Ahmad Fadhlur Rara Puspita Anjarwati Reviansyah YS, Moch. Reza Rohmatun Zakiyah Risqi Amelia Ajifadillah Ruslan, Dessy Kurniawati S, Daviq Bagus Safira Bela Annisa Safitri, Liana Safitri, Lisa Novia Sakila Indah Mawarni Saputri, Okti Tri Sari, Afifah Dian Setiowati, Tutut Sheena Ramadhia Asmara Dhani Sidqon Mustofa Siti Rahmawati Siti Rahmawati Sri Rahayu Sudrajat Sudrajat Sugiharto, Sh Sugimin, S Sugiyarti Sukirman Lie Sumarno Adi Subrata Supratman Supratman, S Suratman Suratman Tika Handayani Totok Hernawan Treesia Sujana Tutut Setiowati Ultra Madani Umah, Iffah Amirotul Umi Ma'rifah Umi Sholihah Auliyatus Syifa Cantik Vera, Lenia Septika Viona Ardhya Pramita Vivin Eka Susilowati Wahyuningsih, Marni Wardani, Eva Diahayu Wulandari, Ngesti Yeni Rahmawati Yolanda Putri Amelia Zahra Khoirunnisa Zulfiana Nurlaili