Claim Missing Document
Check
Articles

Kondisi Tutupan Terumbu Karang di Perairan Utara Pulau Cempedak Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat Meidiantino, Stefans; Warsidah, Warsidah; Nurrahman, Yusuf Arief; Kusumardana, Setra
Oseanologia Vol 3, No 3 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v3i3.87503

Abstract

Pulau Cempedak termasuk wilayah kawasan konservasi perairan kecamatan Kendawangan, kabupaten Ketapang. Secara geografis, pulau Cempedak telah ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) di Kalimantan Barat dan memiliki ekosistem terumbu karang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi terumbu karang yang meliputi presentase tutupan karang hidup serta struktur komunitas terumbu karang di perairan utara pulau Cempedak. Metode yang digunakan yaitu purposive sampling dengan teknik pengambilan data menggunakan Point Intercept Transect (PIT), dengan 3 stasiun pada kedalaman 2 sampai 4 meter. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini menunjukan persentase tutupan karang hidup berkisaran 31% sampai 66%, menunjukan bahwa persentase tutupan karang hidup tergolong dalam kategori tinggi. Nilai indeks keanekaragaman tutupan karang hidup berkisaran 1,69 sampai 2,44 menunjukan keanekaragaman rendah hingga sedang, indeks keseragaman berkisar 0,80 sampai 0,87 menunjukan keseragaman karang hidup tinggi, dan indeks dominansi berkisar antara 0,12 sampai 0,24 menunjukan dominansi karang hidup rendah hingga sedang. Lifeform terumbu karang diperairan pulau Cempedak yang mendominansi pada kedalaman 2 sampai 4 meter Encrusting dan Massive Corals. Kondisi perairan di lingkungan pulau Cempedak tergolong masih dalam keadaan yang optimum bagi kehidupan dan pertumbuhan terumbu karang.
Assessing Coral Reef Health in Northern Waters of Penata Besar Island West Kalimantan Bariah, Anisah; Safitri, Ikha; Nurrahman, Yusuf Arief; Sofiana, Mega Sari Juane; Helena, Shifa; Faizal, Ibnu
Jurnal Biodjati Vol 9, No 2 (2024): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v9i2.38146

Abstract

Penata Besar Island is designated as one of the Coastal and Small Island Conservation Areas (KKP3K) in West Kalimantan, is a critical site for conserving coral reefs and reef fish. Currently, global climate change and anthropogenic activities have exacerbated coral reef bleaching worldwide. In the context of escalating global climate change and human-induced threats, this study evaluates the health condition of coral reefs in the northern waters of Penata Besar Island, Bengkayang Regency. An exploratory approach was employed, utilizing the Line Intercept Transect (LIT) method across four stations at two distinct depths (2-3 m and 5-6 m). The results revealed that coral cover varied with depth. At a depth of 2-3 m, live coral coverage was between 51.2% and 62.4%, classified as good, while at 5-6 m, coverage ranged from 30.4% to 49.4%, categorized as fair. Coral Massive (CM) was the predominant growth form observed. The diversity index (H') ranged from low to medium, the Evennes index (E) from medium to high, and the dominance index (C) was categorized as low. These findings highlight the varying health of coral reefs in different depths and provide a basis and essential insights for targeted conservation efforts.
Karakteristik Sedimen di Pantai Sungai Belacan Kabupaten Sambas Kalimantan Barat Rozy, Fachrul; Nurrahman, Yusuf Arief; Apriansyah, Apriansyah
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2025): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i1.89470

Abstract

Penelitian mengenai karakteristik sedimen di Pantai Sungai Belacan, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, sangat penting untuk memahami lingkungan pantai dan dinamikanya. Komposisi sedimen, distribusi ukuran butiran, dan proses transpor memegang peranan penting dalam membentuk ekosistem pantai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sebaran ukuran butir dan karakteristik sedimen serta mengetahui kondisi faktor oseanografi (arus, pasang surut, dan gelombang) di Pantai Sungai Belacan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif, dengan pengumpulan sampel sedimen menggunakan alat Sedimen Grab di delapan lokasi stasiun. Analisis karakteristik sedimen dilakukan melalui pendekatan granulometri dan analisis statistik ukuran butir. Data pendukung berupa kecepatan arus, pasang surut, dan tinggi gelombang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi sedimen didominasi oleh pasir, dengan ukuran butir rata-rata berkisar antara 0,86 "“ 1,56 mm, termasuk kategori pasir sedang dan kasar. Nilai sortasi berkisar antara 1,19 "“ 1,51 dengan kategori terpilah buruk. Nilai skewness antara 2,36 "“ 3,26 dengan kategori condong sangat halus. Nilai kurtosis antara 0,66 "“ 0,87 dengan kategori tumpul dan sangat tumpul. Kecepatan arus rata-rata adalah 0,0413 m/s dan kecepatan maksimal sebesar 0,18 m/s, pola pasang surut campuran condong harian ganda, dan tinggi gelombang signifikan berkisar antara 0,26 "“ 0,61 meter, dengan rata-rata bulanan 0,41 m.
Kondisi Kerusakan Terumbu Karang Akibat Aktivitas Wisata Snorkeling di Teluk Cina Pulau Lemukutan Guntara, Erda; Muliadi, Muliadi; Nurrahman, Yusuf Arief
Oseanologia Vol 2, No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i1.56355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kerusakan terumbu karang yang berada di kawasan Teluk Cina, Pulau Lemukutan, khususnya kerusakan yang ditimbulkan oleh aktivitas wisata snorkeling. Pengamatan terumbu karang menggunakan metode LIT (Line Intercept Transect) untuk menganalisis tingkat kerusakan. Hasil analisis dampak wisata snorkeling didapatkan kondisi ekosistem terumbu karang yang berada di perairan Teluk Cina masuk kedalam kategori rusak sedang, dengan angka stasiun 1 (1,47%,) stasiun 2 (2,41%), dan stasiun 3 (3,29%) dan, karang yang luka stasiun 1 (1,57%), stasiun 2 (2,48%), dan stasiun 3 (3,52%). Hal ini dapat menjadi acuan ilmiah bahwa ekosistem terumbu karang di Teluk Cina memerlukan perhatian dalam pemeliharaan dan penjagaan ekosistem, supaya tidak terjadi penurunan menuju kategori buruk.
Distribusi Salinitas, Suhu, dan pH Akibat Pengaruh Arus Pasang Surut di Muara Sungai Mempawah Rhedyanto, Teodorus; Nurrahman, Yusuf Arief; Risko, Risko
Oseanologia Vol 2, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i2.60538

Abstract

Kondisi perairan muara sungai dipengaruhi oleh pasang surut dan parameter fisik sungai dan menyebabkan terjadinya instrusi air asin. Instusi air asin menjadi salah satu masalah di daerah pesisir, terutama daerah muara sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi salinitas, suhu dan pH akibat arus pasang surut serta mengetahui hubungan parameter fisik sungai terhadap jangkauan sebaran salinitas di Muara Sungai Mempawah, Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan selama 3 hari yaitu 13 s.d 15 April 2021 pada kondisi pasang menuju surut dan surut menuju pasang. Metode dalam penelitian ini adalah metode regresi linier berganda yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel pasut dan parameter fisik sungai terhadap variabel salinitas.  Salinitas, suhu, dan pH di Muara Sungai Mempawah masing-masing berkisar antara 0,02"° "“ 29,9"°; 28,20C "“ 32,20C dan pH berkisar 6,50 "“ 7,98. Kecepatan arus pada kondisi pasang sebesar 0,085 m/s "“ 0,876 m/s menuju ke hulu, sedangkan pada kondisi surut kecepatan arus sebesar 0,236 m/s "“ 0,893 m/s menuju ke arah laut. Berdasarkan distribusi salinitas di Muara Sungai Mempawah termasuk kedalam tipe estuari tercampur sebagian (Partially mixed Estuary). Dari hasil analisis regresi linier berganda di peroleh R2 sebesar 0,600 atau 60%. Nilai tersebut menunjukkan besarnya pengaruh pasut dan parameter fisik sungai (arus, kedalamana dan jarak jangkauan) terhadap sebaran salinitas dan 40% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak terdapat dalam model.
Kondisi Macro Debris Pada Kawasan Konservasi Penyu di Pantai Kampak Sungai Belacan Kecamatan Paloh Kalimantan Barat Wardhana, Muhammad Ridwan Septian; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Nurrahman, Yusuf Arief
Oseanologia Vol 2, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i2.59612

Abstract

Sampah laut (marine debris) merupakan bahan padat yang diproduksi atau diproses secara langsung atau tidak langsung, sengaja atau tidak sengaja, dibuang atau ditinggalkan di dalam lingkungan laut. Sampah laut dapat terdampar di wilayah pantai akibat fenomena fisika di laut. Penelitian ini dilakukan pada wilayah konservasi penyu di Pantai Kampak Sungai Belacan, Kecamatan Paloh, Kalimantan Barat. Pantai Kampak yang merupakan wilayah konservasi jarang ada kegiatan manusia sehingga sampah laut yang terdampar dapat terakumulasi seiring waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendata jenis sampah yang terdampar di pesisir pantai. Terdapat tiga stasiun yang digunakan dalam penelitian ini. Pendataan sampah mengacu pada form International Coastal Cleanup (ICC) dengan luas area pendataan sepanjang 100 m tiap stasiun. Kategori sampah yang paling banyak ditemukan adalah (benda yang sering ditemukan) dengan sampah terbanyak adalah tutup botol plastik. Ada dua kategori yang ditambahkan karena tidak terdapat di form ICC yaitu macro debris dan sampah lainnya. Analisis Anova Satu Arah digunakan sebagai perbandingan pada tiap stasiun di wilayah penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa banyaknya sampah yang ditemukan mempengaruhi lingkungan terutama wilayah pesisir pantai.
Model Pasang Surut di Teluk Tambelan Kepulauan Riau Fajarriady, Muhammad Rizki; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Nurrahman, Yusuf Arief
Oseanologia Vol 2, No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i1.58378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan pasang surut di Teluk Tambelan dan membandingkan kesesuaian hasil model dengan hasil pengukuran lapangan. Prosedur penelitian diawali dengan pengambilan data pasang surut selama 30 hari di 2 stasiun. Selanjutnya pengukuran kondisi Oseanografi yang diukur seperti, pasang surut dan arus laut. Pengolahan data pasang surut menggunakan metode Least Square pada program t_tide dengan komponen harmonik (Mâ‚‚, Sâ‚‚, K1, O1 dan Mâ‚„). Pemodelan pasang surut dilakukan dengan menggunakan Princeton Ocean Model (POM). Hasil model pasang surut diverifikasi dengan hasil pengukuran lapangan, sehingga diperoleh fase dan amplitudo pasang surut komponen O1 berkisar 197 °-205 ° dan 0,2-0,22m, komponen K1 berkisar 242 °-252 ° (phase) dan 0,21-0,24 m (amplitudo), komponen   Mâ‚‚ berkisar 97 °-104 ° (phase) dan 0,125-0,31m (amplitudo), komponen Sâ‚‚ berkisar 107,5 °-110 ° (phase) dan 0,073-0,079m (amplitudo) dan komponen Mâ‚„ berkisar 1,4 °-1,8 ° (phase) dan 260-300m (amplitudo). Pola aliran arus pasang surut menunjukkan dua pola dengan fase yang berbeda yaitu fase purnama dan fase perbani. Pada fase purnama arus memiliki pola yang sedikit terlambat dikarenakan pasang tertinggi arus cenderung bergerak keluar dari teluk sedangkan pada saat kondisi air laut surut maka arus cenderung bergerak masuk ke teluk. Fase perbani menunjukkan arus memiliki pola cenderung sesuai dimana pada pasang tertinggi arus akan bergerak masuk ke dalam teluk, sedangkan pada saat surut terendah arus cenderung bergerak keluar dari teluk. Kecepatan arus maksimum terjadi pada kondisi surut dengan nilai kecepatan 0,903 m/s.
Daya Dukung Kawasan Ekowisata Mangrove Equator Park Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kubu Raya Anyim, Martien; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Nurrahman, Yusuf Arief
Oseanologia Vol 2, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i2.64580

Abstract

Ekowisata merupakan kegiatan wisata yang mengedepankan aspek lingkungan. Ekosistem yang berpotensi utuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata adalah ekosistem mangrove, salah satunya kawasan ekowisata Equator Park Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kubu Raya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Daya Dukung Kawasan (DDK) ekowisata Equator Park Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kubu Raya. Penelitian dilakukan di kawasan ekowisata Equator Park Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kubu Raya. Data primer diambil menggunakan kuesioner pada 95 orang responden yang ditentukan berdasarkan metode sampling jenuh. Data sekunder diperoleh melalui wawancara langsung kepada pengelola kawasan ekowisata. Hasil penelitian mendapatkan bahwa kunjungan harian pada kawasan ekowisata Equator Park sejumlah 16 orang/hari, yang sebagian besar berasal dari Kota Pontianak (53%), dengan rentang umur 20 - 23 tahun (40%), jenis kelamin laki - laki (52%) dan jumlah kunjungan rata-rata 1-3 jam. Unit area yang disediakan pada kawasan ekowisata tersebut antara lain pendopo (120,12 m2), tracking dari beton (65 m), area photografi (15,12 m2) dan waktu pelayanan selama 8 jam. Hasil analisa mendapatkan Daya Dukung Kawasan (DDK) Equator Park adalah 103 orang/hari. Nilai tersebut masih mencukupi untuk mendukung kunjungan harian pada saat (16 orang/hari) sehingga aktivitas wisata di kawasan tersebut belum beresiko bagi ekosistem mangrove.
Inventory Of Gastropods In The Coastal Area Of Desa Sungai Nibung West Kalimantan Safitri, Ikha; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Sofiana, Mega Sari Juane; Apriansyah, Apriansyah; Nurrahman, Yusuf Arief; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Enjella, Enjella; Ginting, Madi Juna Permalem
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5 No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/barakuda45.v5i1.333

Abstract

Desa Sungai Nibung is a village located in Teluk Pakedai District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan. This village is one of the conservation areas established by the Regional Government of West Kalimantan Province in 2020. Desa Sungai Nibung has a high diversity of natural resources, one of which is gastropods. Gastropods are organisms that act as grazers, scavengers, and predators. These organisms can live in waters, coastal and terrestrial. Its diversity has been reported to be more than 75,000 species. Several gastropods have been used by the local community as food with a high protein source. Gastropods found on the coast of Sungai Nibung Village are Ellobium, Cassidula, Nerita, Neritina, Chicoreus, Cerithidea, Littoria, Potamopyrgus, and Onchidium.
Struktur Komunitas Mangrove di Bagian Barat Pulau Cempedak Kecamatan Kendawangan Kalimantan Barat Jordy, Roy; Nurrahman, Yusuf Arief; Apriansyah, Apriansyah
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i2.94200

Abstract

Hutan mangrove merupakan kawasan hutan yang masih terpengaruhi oleh pasang surut air laut. Pulau Cempedak memiliki beberapa ekosistem pesisir, salah satunya yaitu hutan mangrove. Hutan mangrove di Pulau Cempedak tersebar dibeberapa kawasan yaitu bagian Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana struktur komunitas mangrove yang berada di Bagian Barat Pulau Cempedak, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuadran transek dengan masing "“ masing kategori pertumbuhan yaitu tingkat pohon (20m x 20m), tiang (10m x 10m), pancang (5m x 5m) dan semai (2m x 2m). Terdapat lima jenis mangrove yang ditemukan yaitu Bruguiera gymnorrhiza, Avicennia lanata, Bruguiera cylindrica, Xylocarpus granatum dan Heritiera littoralis. Jenis mangrove yang mendominasi yaitu Bruguiera gymnorrhiza total individu 80.000 individu/ha dan ditemukan diseluruh Stasiun dan seluruh kategori pertumbuhan dan nilai H"™ yang didapatkan berkisaran 0-1,42.
Co-Authors . Apriansyah A.A. Ketut Agung Cahyawan W Akbar, Farizki Anyim, Martien Apriansyah Arie Antasari Kushadiwijayanto Arie Antasarie Kushadiwijayanto Armanto, Armanto Bariah, Anisah Enjella, Enjella Fachrul Rozy Faizal, Ibnu Fajarriady, Muhammad Rizki Fiddy Semba Prasetiya Fiddy Semba Prasetiya Ginting, Madi Juna Permalem Gunawan, Topang Guntara, Erda Harianto Harianto Harianto Helena, Shifa Heni Susiati Hertadi, Rizky Ibnu Faizal Ikha Safitri Indah Riyantini Indah Riyantini Indah Riyantini Jevriono, Jevriono Jordy, Roy Kanti Rahayu Kushadiwijayanto, Arie Antasari Kusumardana, Setra Lestari, Putri Riya Lorensius Sumarno Oci Marine K Martasuganda Mega Sari Juane Sofiana Meidiantino, Stefans Minsas, Sukal Muhardi Muliadi Muliadi Muliadi Nadiansyah, Nadiansyah Nora Idiawati Nurcahyanto, Taufik Nurdiansyah, Sy. Irwan Nurdiansyah, Syarif Irwan Oktavia Oktavianty, Novi Dwi Otong Suhara Djunaedi Palias, Berdya Diatn Pamenang, Unggul Pangestu, Nugraha Jaya Pratama, Muhammad Rizky Prayitno, Dwi Imam Prayogo, Dimas Arkan Ramadhan, Helmi Rhedyanto, Teodorus Rini, Marini Risko, Risko Rita Rostika Riza Adriat Rofi'ah, Khairunnisa Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto Rusli, Muhammad Abdul Rasyid Saputra, Dicky Wahyuda Sari, Sherin Sastia Shah, Muhar Dian Sheila Zalessa Sheila Zallesa Sri Astuty Sri Astuty Sri Astuty Subarni, Seri Sukal Minsas Sukal Minsas Sulastri Arsad Sumarni, Goreti Sundari, Nova Surya Darma Sy Irwan Nurdiansyah Thasya, Rafaela Tia Nuraya Venansius, Venansius Wardhana, Muhammad Ridwan Septian Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah, Warsidah Yuliono, Agus Zalessa, Sheila Zulfian Zulfian