Claim Missing Document
Check
Articles

Laju Pertumbuhan Eucheuma Cottonii Metode Keramba Jaring Apung dengan Berat Awal Berbeda di Melanau Barat, Pulau Lemukutan Hertadi, Rizky; Nurrahman, Yusuf Arief; Minsas, Sukal
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i2.94309

Abstract

Pemilihan berat awal bibit merupakan salah satu faktor krusial dalam budidaya rumput laut yang dapat mempengaruhi efisiensi dan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik (SGR) rumput laut Eucheuma cottonii serta menentukan berat awal bibit yang paling efisien pada metode budidaya keramba jaring apung (KJA). Penelitian dilaksanakan selama 40 hari di perairan Melanau Barat, Pulau Lemukutan, menggunakan empat kelompok perlakuan berat awal bibit yang berbeda: 50 g, 100 g, 150 g, dan 200 g. Data dianalisis menggunakan statistik non- parametrik Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan mutlak tertinggi pada berat awal 100 g dimana hasil pertumbuhan mutlak sebesar 136 g, namun secara statistik tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan dengan nilai Asymp. Sig. 0,49 (p > 0,05). Sebaliknya, laju pertumbuhan spesifik (SGR) menunjukkan perbedaan sangat signifikan dengan nilai signifikansi 0,00 (p < 0,05), dimana bibit dengan berat awal 50 g memiliki SGR tertinggi (rata-rata akhir 2,95%/hari). Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan timbal balik antara efisiensi pertumbuhan dan akumulasi biomassa akhir. Bibit dengan berat awal 50 g menunjukkan efisiensi pertumbuhan tertinggi, sedangkan bibit dengan berat awal 100 g menghasilkan biomassa total terbesar pada akhir masa budidaya. Pemilihan berat awal bibit yang optimal perlu disesuaikan dengan orientasi tujuan budidaya, apakah untuk mempercepat siklus produksi atau memaksimalkan hasil panen total.
A BASELINE STUDY ON MACROZOOBENTHOS ASSEMBLAGES IN PASIR ISLAND Prasetiya, Fiddy Semba; Nurrahman, Yusuf Arief; Zalessa, Sheila; Astuty, Sri; Riyantini, Indah; Faizal, Ibnu
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 2 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.02.7

Abstract

Biodiversity of macrozoobenthos in Pasir Island, Brebes, is under-explored. On the other hand, the baseline information regarding macrozoobenthos is essentially required for better future environmental management. This research aims to analyze macrozoobenthos community structure in the Pasir Island that has not been documented. Surveys were carried out in the rainy season. In this study, a total of 10 sampling locations were classified into two different groups that represent “control” and “disturbed” station. The main structural parameters of the macrozoobenthos identified at each station were specific richness (S), abundance (number of individuals m-2, N) and the Pielou’s index (J). Additionally, the pairwise comparison between groups was conducted by using analysis of similarity (ANOSIM) and the similarity percentage (SIMPER) to obtain the description of community structure. A total of 1054 specimens were counted from the “control” and “disturbed” stations. These specimens belonged to five animal classes, namely, Bivalvia, Gastropoda, Malacostraca, Cephalopoda and Echinoidea. ANOSIM and SIMPER analysis demonstrated that a significant difference was found between “control“ and  “disturbed“ stations with the percentage of dissimilarity value of 88.82%. In addition, environmental variables such pH, salinity and type of substrates contributed significantly to this difference. This result provides insight regarding macrozoobenthos diversity and ecological information that may contribute to further conservation management in the Pasir Island, Indonesia.
Struktur Komunitas Kepiting Biola (Uca spp.) di Kawasan Mangrove Desa Jeruju Besar Kubu Raya Kalimantan Barat Jevriono, Jevriono; Nurrahman, Yusuf Arief; Nurdiansyah, Syarif Irwan
Oseanologia Vol 4, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v4i2.95621

Abstract

Hutan mangrove berfungsi sebagai tempat hidup yang esensial bagi berbagai jenis makhluk hidup, termasuk kepiting biola (Uca spp.) yang memiliki peran ekologis signifikan sebagai pemakan detritus, pengolah sedimen, serta indikator kualitas lingkungan. Namun, tekanan antropogenik seperti alih fungsi lahan dan aktivitas masyarakat mengancam keseimbangan komunitas fauna tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur komunitas kepiting biola (Uca spp.) di kawasan ekosistem mangrove di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian dilakukan di tiga stasiun dengan dominasi vegetasi mangrove berbeda. Data dikumpulkan melalui metode sampling secara purposif, dengan penangkapan kepiting menggunakan bubu payung saat air surut. Kepiting diidentifikasi hingga tingkat spesies di laboratorium. Parameter lingkungan seperti suhu, salinitas, pH, serta oksigen terlarut diukur langsung di lapangan (in situ), sedangkan analisis substrat dilakukan di laboratorium (ex situ). Enam spesies Uca yang ditemukan adalah U. dussumieri, U. forcipata, U. rosea, U. tetragonon, U. coarctata, dan U. vocans. Nilai indeks keanekaragaman (H"™) tercatat pada kisaran 0,897"“1,511, dengan nilai keseragaman (E) cukup tinggi 0,817"“0,946, dan dominansi (C) rendah 0,264"“0,46, menunjukkan komunitas yang stabil tanpa spesies dominan. Kondisi lingkungan mendukung kelangsungan hidup Uca spp. Penelitian ini memberikan data awal penting untuk mendukung pengelolaan dan konservasi ekosistem mangrove berbasis fauna bentik.
Struktur Komunitas Terumbu Karang di Bagian Selatan Pulau Kabung, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat Nadiansyah, Nadiansyah; Idiawati, Nora; Nurrahman, Yusuf Arief
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2022): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v5i3.56449

Abstract

Secara administrasi, Pulau Kabung terletak di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Pulau Kabung memiliki potensi sumberdaya laut, termasuk terumbu karang. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kondisi terumbu karang di bagian Selatan Pulau Kabung, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode Line Intercept Transect (LIT) dari 3 stasiun dengan kedalaman yang berbeda yaitu pada kedalaman 3 m dan kedalaman 6 m. Hasil persentase tutupan karang yang diperoleh pada kedalaman 3 m sebesar 41,3 % dan pada kedalaman 6 me sebesar 41,13 % yang hasil tersebut mendekati kategori baik namun masih masuk dalam kategori sedang. Nilai indeks keanekaragaman diperoleh sebesar 2,53 masuk dalam kategori sedang, indeks keseragaman sebesar 0,85 yang masuk dalam kategori tinggi dan indeks dominansi sebesar 0,17 yang masuk dalam kategori rendah.
PRODUKTIVITAS PRIMER PERAIRAN TELUK CINA DI PULAU LEMUKUTAN, KALIMANTAN BARAT Rofi'ah, Khairunnisa; Nurrahman, Yusuf Arief; Prayitno, Dwi Imam
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2022): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v5i2.54567

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui nilai produktivitas primer perairan Teluk Cina di Pulau Lemukutan dan parameter fisika-kimia perairan Teluk Cina di Pulau Lemukutan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2022. Penentuan titik stasiun menggunakan metode Purposive Sampling. Pengukuran produktivitas primer, DO, suhu, intensitas cahaya, kecerahan, kecepatan arus, pH, dan salinitas dilakukan secara in situ pada stasiun pengambilan sampel. Pengamatan fitoplankton dilakukan secara ex situ di Laboratorium. Dilakukan pengukuran pada tanggal 15 Maret 2022 dan didapatlah nilai produktivitas primer perairan Teluk Cina berkisar antara 656,25 - 1125 mg C/m3/hari. Produktivitas perairan Teluk Cina tergolong kesuburan sedang (mesotrofik) hingga sangat subur (eutrofik). Kelimpahan fitoplankton perairan Teluk Cina berkisar antara 4082,4-4774,464 ind/L dan menandakan perairan mesotrofik atau kesuburan sedang. Nilai parameter fisika kimia di perairan Teluk Cina tergolong tinggi dan optimum bagi perairan tersebut.
Kelimpahan dan Keanekaragaman Ikan Karang di Perairan Selatan Pulau Kabung Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat Armanto, Armanto; Nurrahman, Yusuf Arief; Helena, Shifa
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2022): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v5i2.54096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman ikan karang di perairan Selatan Pulau Kabung. Metode yang digunakan dalam pengamatan ikan karang yaitu metode Underwater Visual Census (UVC. Jenis ikan karang yang teridentifikasi pada empat stasiun penelitian sebanyak 32 spesies, dengan komposisi kelompok ikan major sebesar 44%, ikan target 37%, dan kelompok ikan indikator sebesar 19%. Kelimpahan ikan karang di Pulau Kabung berkisar 0,524-1,076 ind/m2. Kelimpahan ikan karang di Pulau Kabung dikategorikan melimpah. Indeks keanekaragaman (H"™) ikan karang di stasiun penelitian dikategorikan sedang, indeks keseragaman (E) di Pulau Kabung dalam kategori labil, dan indeks dominansi (D) di stasiun penelitian dalam kategori rendah. Kondisi perairan Pulau Kabung yaitu, suhu, salinitas, oksigen terlarut (DO), kecerahan, dan kecepatan arus termasuk kategori yang masih mendukung untuk kehidupan ikan karang.
Simpanan Karbon pada Sedimen Mangrove di Kedalaman Berbeda di Desa Jeruju Besar Kalimantan Barat Sumarni, Goreti; Nurrahman, Yusuf Arief; Minsas, Sukal
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 7, No 1 (2024): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v7i1.64375

Abstract

Ekosistem mangrove berperan penting dalam penyimpanan karbon dan layak menjadi kajian dalam ekosistem Blue Carbon. Mangrove memanfaatkan CO2 untuk proses fotosintesis dan menyimpannya dalam stok biomassa dan sedimen sebagai  upaya mitigasi perubahan iklim. Perkiraan penyimpanan karbon pada ekosistem mangrove begitu besar sehingga penting untuk menghitung persentase estimasi simpanan karbon pada sedimen mangrove di Desa Jeruju Besar, Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serapan karbon tersimpan pada sedimen mangrove di kedalaman yang berbeda dan mengetahui parameter fisika kimia pada daerah perairan. Penentuan titik lokasi pengamatan menggunakan metode purposive sampling, sedangkan pengambilan sampel sedimen mangrove dilakukan dengan metode stratified sampling. Data yang dianalisis adalah bulk density, Presentase bahan organik sedimen dan presentase karbon organic pada sedimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah karbon total di ekosistem mangrove di Desa Jeruju Besar berkisar antara 3379,91-3905,29  ton/ha. Simpanan karbon yang paling tinggi yaitu di kedalaman 30-60 cm pada stasiun III yaitu 5224,70 ton/ha.
INVENTARISASI AIR SUMUR SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH DI DESA SUNGAI NIBUNG, KABUPATEN KUBU RAYA Sofiana, Mega Sari Juane; Harianto, Harianto; Prayitno, Dwi Imam; Nurdiansyah, Sy. Irwan; Helena, Shifa; Idiawati, Nora; Minsas, Sukal; Nurrahman, Yusuf Arief; Rudiyanto, Rudiyanto; Safitri, Ikha; Apriansyah, Apriansyah; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Warsidah, Warsidah; Darma, Surya
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Indonesia Mengabdi (JIM)
Publisher : Tahta Media Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/jim.v4i3.1623

Abstract

A common problem faced by coastal communities is the lack of clean water kamislot. This issue also occurs in the coastal area of Sungai Nibung Village, Teluk Pakedai District, Kubu Raya Regency. The community relies on dug well water; however, this water is yellowish, murky, and has an iron odor. This activity, in Community Service (PKM), aims to collect data on the condition of water and existing clean water fasilities and infrastructure, and offer treatment solutions that consider the current situation. The method was carried out through field surveys, raw water sampling, simple water testing (pH, salinity, and coagulation-flocculation tests), and observation of clean water supporting facilities. High levels of in the water can be reduced through coagulation-flocculation using soda ash and PAC to precipitate the iron. If the sedimentation stage is skipped, the workload of the filters in te available facilities becomes heavier. One applicable solution for the community is to add aeration and sedimentation tanks to oxidize and precipitate the iron.
Struktur Komunitas Gastropod di Kawasan Mangrove Desa Sungai Kupah Kabupaten Kubu Raya Nadianti, Vega; Minsas, Sukal; Nurrahman, Yusuf Arief
Oseanologia Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v4i3.96093

Abstract

Kawasan mangrove merupakan ekosistem pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mendukung keanekaragaman hayati. Salah satu organisme yang hidup di kawasan ini adalah gastropoda, yang berfungsi sebagai pengurai dan indikator ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan struktur komunitas gastropoda serta keterkaitannya dengan parameter lingkungan di kawasan mangrove Desa Sungai Kupah, Kabupaten Kubu Raya. Pengumpulan data dilakukan pada lima stasiun dengan metode kuadrat transek berukuran 1x1 meter. Parameter lingkungan yang diamati meliputi suhu tanah, pH tanah, salinitas, pH air, dan fraksi tanah. Hasil identifikasi menunjukkan tujuh spesies gastropoda dari lima famili, dengan spesies dominan Neritina violacea. Kepadatan tertinggi ditemukan pada stasiun yang memiliki substrat lempung berpasir dan vegetasi mangrove rapat. Nilai indeks keanekaragaman berada pada kategori rendah hingga sedang. Faktor lingkungan seperti suhu dan pH tanah, serta tekstur substrat, memengaruhi distribusi spesies. Penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan kawasan mangrove sebagai habitat alami gastropoda.
Karakteristik Pasang Surut dan Arus di Muara Sungai Pawan Kabupaten Ketapang Supeza, Andhika; Apriansyah, Apriansyah; Nurrahman, Yusuf Arief
Oseanologia Vol 5, No 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v5i1.101220

Abstract

Pasang surut dan arus mempengaruhi komponen hidrodinamika yang berperan penting dalam dinamika perairan Muara Sungai Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan karena adanya aktivitas masyarakat dan transportasi di Muara Sungai Pawan yang dipengaruhi oleh kondisi tersebut. Pengukuran pasang surut dan arus dilakukan selama 15 hari dengan interval satu jam menggunakan palem pasut dan layang-layang arus. Penelitian ini menggunakan metode least square dengan analisis harmonik melalui program T_Tide pada Matlab untuk mengetahui amplitudo dan fase pasang surut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe pasang surut di Muara Sungai Pawan termasuk dalam tipe diurnal (harian tunggal) dengan nilai Formzahl sebesar 6,57. Sementara itu, pengukuran arus yang meliputi arah dan kecepatan menunjukkan bahwa arus dominan bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan berkisar antara 0,01–0,6 m/s dan tergolong lemah hingga sedang. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memahami karakteristik pasang surut dan arus di Muara Sungai Pawan sebagai dasar pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengelolaan sumber daya pesisir serta mendukung kegiatan masyarakat di sekitar Muara Sungai Pawan.
Co-Authors . Apriansyah A.A. Ketut Agung Cahyawan W Akbar, Farizki Anyim, Martien Apriansyah Arie Antasari Kushadiwijayanto Arie Antasarie Kushadiwijayanto Armanto, Armanto Balkista, Nabila Balta Bariah, Anisah Enjella, Enjella Fachrul Rozy Faizal, Ibnu Fajarriady, Muhammad Rizki Fiddy Semba Prasetiya Fiddy Semba Prasetiya Ginting, Madi Juna Permalem Gunawan, Topang Guntara, Erda Harianto Harianto Harianto Helena, Shifa Heni Susiati Hertadi, Rizky Ibnu Faizal Ikha Safitri Indah Riyantini Indah Riyantini Indah Riyantini Jevriono, Jevriono Jordy, Roy Kanti Rahayu KUNCORO, IWAN - Kushadiwijayanto, Arie Antasari Kusumaningsih, Alvianita Rika Putri Kusumardana, Setra Lestari, Putri Riya Lorensius Sumarno Oci Marine K Martasuganda Mega Sari Juane Sofiana Meidiantino, Stefans Minsas, Sukal Muhardi Muliadi Muliadi Muliadi Nadiansyah, Nadiansyah Nadianti, Vega Nora Idiawati Nora Idiawati Nurcahyanto, Taufik Nurdiansyah, Sy. Irwan Nurdiansyah, Syarif Irwan Oktavia Oktavianty, Novi Dwi Otong Suhara Djunaedi Palias, Berdya Diatn Pamenang, Unggul Pangestu, Nugraha Jaya Pratama, Muhammad Rizky Prayitno, Dwi Imam Prayogo, Dimas Arkan Ramadhan, Helmi Rhedyanto, Teodorus Rini, Marini Risko, Risko Rita Rostika Riza Adriat Rofi'ah, Khairunnisa Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto Rusli, Muhammad Abdul Rasyid Saputra, Dicky Wahyuda Sari, Sherin Sastia Shah, Muhar Dian Sheila Zalessa Sheila Zallesa Sri Astuty Sri Astuty Sri Astuty Subarni, Seri Sukal Minsas Sukma, Nimaz Tegar Sulastri Arsad Sumarni, Goreti Sundari, Nova Supeza, Andhika Surya Darma Surya Darma Sy Irwan Nurdiansyah Syarif Irwan Nurdiansyah Thasya, Rafaela Tia Nuraya Venansius, Venansius Wardhana, Muhammad Ridwan Septian Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah, Warsidah Yuliono, Agus Zalessa, Sheila Zulfian Zulfian