Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN ADOBE FLASH CS5 PROFESSIONAL BAGI MAHASISWA CALON GURU KIMIA Suryati Suryati; Pahriah Pahriah; Husnul Hatimah; Dahlia Rosma Indah; Hulyadi Hulyadi
Bakti Sekawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Juni
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.659 KB) | DOI: 10.35746/bakwan.v2i1.202

Abstract

Rata-rata mahasiswa di Universitas Pendidikan Undikma (UNDIKMA) khususnya mahasiswa program studi pendidikan kimia mempunyai perangkat komputer berupa laptop yang cukup memadai, sayangnya pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh mahasiswa calon guru kimia dalam pembuatan media pembelajaran yang interaktif menggunakan Adobe Flash CS5 Profesional masih sangat kurang. Kendala utamanya adalah pengetahuan, kemampuan, dan penguasaan terhadap Adobe Flash CS5 Profesional tersebut. Untuk itu, penanganan terhadap permasalahan di atas dibuat kerangka pemecahan masalah seperti yang terlihat pada. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ialah: (1) agar mahasiswa calon guru kimia di UNDIKMA menjadi terampil dalam pembuatan media pembelajaran LKS Interaktif menggunakan Adobe Flash CS5; (2) mensosialisasikan perangkat lunak Adobe Flash CS5. Hasil pengabdian ini meliputi: (a) pelatihan ini memberikan beberapa materi yang terkait dengan upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dengan pemberikan pengetahuan mengenai pemanfaatan Program Adobe Flash CS5 Professional untuk membuat media pembelajaran interaktif yang atraktif dan interaktif; (b) materi yang disajikan dapat diterima, dicerna, dan dipahami mahasiswa; (c) kegiatan berlangsung lancar, tepat waktu dan sesuai dengan yang diharapkan.
Identification of Student Conceptions on the Molecular Structure of Organic Compounds Using Question Hulyadi Hulyadi; Muhali Muhali; Anita Fibonacci
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol 11, No 3 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v11i3.8135

Abstract

The atoms that make up organic molecules are carbon (C), hydrogen (H), oxygen (O), nitrogen (N), phosphorus (P), sulfur (S), and several other elements such as chlorine (Cl), bromine (Br), and iodine (I). The characteristics of the constituent organic molecules are important to study in order to understand the reactions and transformations in the synthesis of organic compounds. The weak conception of students about the characteristics of the constituent elements of organic compounds causes most students to experience difficulties in studying the structure of organic compounds. The purpose of this study was to find out the strengths and weaknesses of students' conceptions in understanding the molecular structure of organic compounds. This research is a quantitative descriptive research. The population of the study was 20 chemistry education students taking the basics of determining the structure of organic compounds. Samples were selected proportionally to the most. The instrument used is a description test designed in the form of a question mapping. The data obtained is then described in tables and graphs. The results showed that most of them were able to determine the types of atoms and bonds formed. Most students have not been able to explain the characteristics of the atoms that make up organic compounds and the subatomic characters that make up the atoms. Technology is needed that can visualize organic molecules at the atomic and subatomic levels to be able to build stronger student conceptions.
Pengaruh penambahan media limbah jamur merang dalam pupuk organik cair terhadap konsentrasi kaslium Putri, Yuli Anggraini; Hulyadi, Hulyadi; Indah, Dahlia Rosma
Empiricism Journal Vol. 1 No. 1: June 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v1i1.264

Abstract

Pupuk organic cair merupakan pupuk yang berupa larutan dari hasil pembusukan bahan-bahan organik. Kombinasi whey tahu dan limbah jamur merang dengan penambahan starter mikroorganisme lokal (MOL) dapat diolah menjadi pupuk organik cair mengandung makro nutrient Kalium (K-total). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan kalium optimum pada pupuk organik cair whey tahu dengan penambahan limbah jamur merang dan mikroorganisme lokal (MOL). Metode penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen di laboratorium dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua: faktor 1 massa limbah jamur merang (Limbah jamur merang lama 600 gr dan limbah jamur merang baru 600 gr) dan faktor 2 volume pupuk organik cair (masing-masing 1L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan K-total tinggi terdapat pada perlakuan POC + LB yaitu 1,05%.The effect of the addition of mushroom waste media in liquid organic fertilizer to the concentration of cassava AbstractLiquid organic fertilizer is a fertilizer in the form of a solution from the decay of organic matter. The combination of whey tofu and mushroom waste with the addition of local microorganism starter (MOL) can be processed into liquid organic fertilizer containing macro-nutrient potassium (K-total). The purpose of this study was to determine the optimum potassium content in the liquid organic fertilizer of whey tofu with the addition of mushroom waste and local microorganisms (MOL). This research method used experimental research in the laboratory using the Completely Randomized Design (CRD) method with two: a factor of 1 mass of mushroom waste (600 gr old mushroom waste and 600 gr new mushroom waste) and a factor of 2 volume of liquid organic fertilizer (each -Each 1L). The results showed that the high total K content found in the POC + LB treatment was 1.05%.
Analisa Lama Penggunaan Kumbung terhadap Produktivitas Jamur Merang (Volvariella volvaceae) Hulyadi, Hulyadi
Empiricism Journal Vol. 3 No. 1: June 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v3i1.723

Abstract

Lingkungan, kualitas media, teknik inokulasi bibit dan kualitas bibit menjadi beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas jamur merang. Kondisi lingkungan menjadi salah satu faktor utama. Kondisi lingkungan ideal harus terus dijaga petani jamur merang, produksi jamur merang tetap setabil. Suhu ruangan menjadi faktor yang harus diperhatikan untuk menjaga tumbuh kembang jamur merang. Suhu ruangan bisa ideal jika kondisi kumbung dan kualitas media terjaga. Peneliti ini bertujuan menganilsa produktivitas kumbung selama satu tahun pertama produksi. Produktivitas diukur melalui lama produksi dan massa jamur merang yang diperoleh. Produksi jamur merang rata-rata dalam setiap bulannya sebesar 103,7 Kg dengan lama produksi rata-rata 30 hari.  Korelasi anatara jumlah produksi dan lama panen berkorelasi positif ini dibuktikan dengan nilai R hitung 0,978>R tabel 0, 4575.  Berdasarkan kajian lapangan dan analisis data diperoleh jumlah produksi berkorelasi positif dengan lama panen dan produksi jamur dan akan menurun seiring bertambahnya usia kumbung. Menurunnya produktivitas diakibatnya karena menurunnya kualitas media tanam. Kontaminan dan sulitnya merekayasa iklim kumbung menjadi faktor lain yang berpengaruh terhadap menurunnya jumlah dan lama produksi jamur merang. Analysis of the Length of Use of Kumbung on the Productivity of Straw Mushrooms (Volvariella volvaceae) Abstract The environment, the quality of the media, the inoculation technique of seedlings and the quality of seedlings are some of the factors that affect the productivity of the straw mushrooms. Environmental conditions are one of the main factors. Ideal environmental conditions must be maintained by straw mushroom farmers, the production of straw mushrooms remains as stable as possible. Room temperature is a factor that must be considered to maintain the growth and development of straw mushrooms. Room temperature can be ideal if the condition of the kumbung and the quality of the media are maintained. This researcher aims to analyze the productivity of the kumbung during the first year of production. Productivity is measured through the length of production and the mass of the acquired straw mushroom. The average production of straw mushrooms in each month is 103.7 Kg with an average production duration of 30 days.  The correlation between the amount of production and the duration of harvest is positively correlated with the calculated R value of 0.978>R table 0.4575.  Based on field studies and data analysis, the amount of production is positively correlated with the length of harvest and mushroom production and will decrease with age. The decline in productivity is due to the decline in the quality of the growing media. Contaminants and the difficulty of engineering a continuous climate are other factors that influence the decrease in the number and duration of straw mushroom production.
Identifikasi Karakter Biodisel Minyak Jelantah Menggunakan Instrumen Gas Cromatografi Mass Spectroscopy (GC-MS) Gargazi, Gargazi; Hendrawani, Hendrawani; Hulyadi, Hulyadi
Empiricism Journal Vol. 3 No. 2: December 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v3i2.1083

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan karakterisasi biodiesel dari miyak jelantah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif kualitatif. Variabel yang diamati dalam penelitian ini antara lain senyawa kimia dan struktur molekul penyusun biodiesel dari minyak jelantah. Penentuan senyawa-seyawa kimia serta struktur molekul penyusun biodiesel dari minyak jelantah diukur menggunakan instrument GC-MS. Hasil pengukuran selanjutnya dijadikan dasar dalam mengidentifikasi krakter biodiesel. Komponen tertinggi berupa senyawa asam lemak. Asam lemak berupa asam oktadekanoat  dengan % area 45,10, selanjutnya metil ester heksadekanoat dengan % area 35,99%.  Komponen ketiga dengan jumlah tertinggi berupa senyawa metil ester oktadekanoat dengan % area 9,42.  Komponen keempat berupa metil ester tetradekanoat dengan % area 3,43. Metil ester C16 masih rendah yaitu sebesar 35,99%. Karakter biodiesel dari minyak jelahtah masih banyak mengandung asam lemak bebas golongan oktadekanoat dan konsenterasi C16 yang menjadi dasar kemudahan biodiesel untuk terbakar masih rendah. Identification of Characteristics of Used Cooking Oil Biodiesel Using Gas Chromatography Mass Spectroscopy (GC-MS) Instruments Abstract The purpose of this study is to identify and characterize biodiesel from used cooking noodles. This research is a qualitative descriptive research. The variables observed in this study include chemical compounds and the molecular structure of biodiesel constituents from used cooking oil. The determination of chemical compounds and the molecular structure of biodiesel constituents of used cooking oil was measured using the GC-MS instrument. The results of the next measurement are used as a basis in identifying biodiesel krakters. The highest component is in the form of fatty acid compounds. Fatty acids are octadecanoic acid with a % area of 45.10, then methyl hexadecanoic ester with a % area of 35.99%. The third component with the highest amount is the octachonate methyl ester compound with a % area of 9.42. The fourth component is methyl ester tetradecanoate with % area 3.43. Methyl ester C16 is still low at 35.99%. The character of biodiesel from used cooking oil still contains a lot of free fatty acids of the octadecanoic group and C16 concentration, which is the basis for the ease of biodiesel to burn is still low.
Kondisi Ideal Tumbuh Kembang Jamur Merang Hendrawani, Hendrawani; Hulyadi, Hulyadi
Empiricism Journal Vol. 4 No. 1: June 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i1.1293

Abstract

Jamur merang merupakan tumbuhan dengan mengambail nutrisi dari media tanamnya. Jamur merang tidak memiliki klorofil seingga sangat bergantung pada media tanamnya dan lingkungan sekitar untuk tumbuh dengan optimal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi media tanam dan lingkungan jamur merang terhadap pertumbuhan jamur merang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif eksperimen. Varibel yang diamati adalah tumbuh kembang jamur merang. Varibel yang mempengaruhi adalah komposisi media tanam dan kondisi lingkungan kumbung jamur merang. Penelitian ini dilakukan dikumbung jamur merang dusun repok tunjang dusun taman indah. Pengaruh perbedaan komposisi media tanam dilakukan pada satu kumbung. Pengaruh paparan cahaya matahari dilakukan pada kumbung jamur yang berbeda. Cahaya matahari yang digunakan hanya cahaya dipagi hari. Pengaturan cahaya dilakukan dengan teknik membuka dan menutup tirai kumbung. Data diambil dengan cara dokumentasi pertumbuhan jamur, kalkulasi produksi jamur dan lama simpan jamur.  Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ditemukan komposisi media tanam dan kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur merang. Temuan didasarkan pada perbedaan pertumbuhan miselium, kualiatas jamur, volume produksi jamur merang. Media tanam yang diberi ampas sagu lebih disukai oleh jamur merang ditandai dengan pertumbuhan miselium, kualitas dan produksi jamur merang yang lebih tinggi dibandingkan media tanam tampa ampas sagu. Kumbung yang diberikan cahaya matahari berlebih berdampak signifikan terhadap pertumbuhan jamur merang. Jamur merang yang terpapar sinar matahari tidak tumbuh dengan baik. Indikatornya jamur menjadi sedikit hitam dan daya simpannya berkurang. Nutrisi dan lingkungan memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan jamur merang yang optimal. Ideal Conditions for Growing Mushrooms Abstract Mushroom is a plant that takes nutrients from its planting medium. Mushrooms do not have chlorophyll so they are very dependent on the growing media and the surrounding environment to grow optimally. This study aims to identify the planting medium and the environment for straw mushroom growth. This research is an experimental descriptive research. The variable observed was the growth and development of the mushroom. Variables that influence are the composition of the growing media and the environmental conditions of the mushroom kumbung. This research was conducted in the repok tunjang mushroom hamlet of Taman Indah hamlet. The effect of differences in the composition of the planting medium was carried out in one kumbung. The effect of exposure to sunlight was carried out on different mushroom houses. Sunlight is used only in the morning. Setting the light is done by opening and closing the curtain kumbung. Data was collected by documenting mushroom growth, calculating mushroom production and mushroom shelf life. Based on the research that has been done, it was found that the composition of the growing media and environmental conditions greatly influence the growth of straw mushroom. The findings are based on differences in mycelium growth, mushroom quality, and mushroom production volume. The planting medium that was given sago pulp was preferred by the straw mushroom which was characterized by the growth of mycelium, the quality and production of the straw mushroom which was higher than the growing medium without sago pulp. Kumbung which is given excess sunlight has a significant impact on the growth of straw mushroom. Mushrooms exposed to sunlight do not grow well. The indicator is that the mushroom turns a little black and its shelf life is reduced. Nutrition and the environment have a significant impact on optimal straw mushroom growth.
Program Kemitraan Masyarakat: Literasi Kelompok Tani Jamur Pringgarata Tentang kondisi Ideal Tumbuh Kembang Jamur Hulyadi, Hulyadi; Muhali, Muhali; Bilad, Muhammad Roil; Gargazi, Gargazi; Mirawati, Baiq; Samsuri, Taufik; Asy’ari, Muhammad; Azmi, Irham
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1535

Abstract

Jamur merang merupakan tumbuhan yang tidak memiliki klorofil. Tidak adanya klorofil menyebabkan jamur tidak dapat memproduksi makanannya sendiri. Kondisi ini menyebabkan jamur sangat bergantung pada media tumbuhnya sehingga baik tidaknya pertumbuhan jamur merang tergantung nutrisi yang terkandung pada media tanamnya. Selain media tanam tumbuh kembang jamur merang sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan kontaminan yang dapat berasal dari media tanam atau lingkungan tumbuh kembang jamur merang. Begitu banyak kompetensi yang harus dimiliki oleh petani jamur merang untuk menjaga produksi tetap stabil. Literasi tentang tumbuh kembang jamur menjadi sangat penting dikuasai petani untuk menjaga produksi tetap stabil. Pelatihan tenologi budidaya jamur merang ini dilaksanakan di kumbung jamur merang Dusun Repok Tunjang Desa Taman Indah Kecamatan Pringgarata. Metode pelaaklanaan yang digunakan adalah gelar teknologi. Proses kegiatan selanjutnya dievaluasi menggunakan pertanyaan langsung yang diberikan kepada petani jamur merang dan perbandingan produksi sebelum pelatihan dan setelah pelatihan. Hasil wawancara dengan petani jamur menunjukkan adanya beberapa hal yang mendasar yang belum dikuasai oleh petani jamur. Hal mendasar tersebut seperti teknik pengomposan dan sterilisasi. Petani jamur merang belum bisa membedakan secara fisik kondisi kompos media tanam yang sudah matang dan belum. Lama pengomposan tergantung kondisi bahan-bahan yang dikomposkan. Jerami yang masih baru atau baru diangkut dari sawah memerlukan waktu 2-3 hari lebih lama dalam proses pengomposan. Kompos yang belum matang menyebabkan jamur tidak dapat tumbuh optimal. Literasi petani tentang kondisi bahan yang digunakan penting untuk dikuasai. Pelatihan ini cukup efektik dalam meningkatkan literasi petani terbukti dari produksi jamur yang meningkat 20% lebih tinggi jika dibandingkan produksi jamur sebelumnya.
Program Kemitraan Masyarakat: Pelatihan Budidaya Tanaman Obat Keluarga Masyarakat Desa Bengkaung Bayani, Faizul; Muhali, Muhali; Hulyadi; Bilad, Muhammad Roil; Samsuri, Taufik; Fitriani, Herdiyana
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.2032

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) di lingkungan pekarangan kantor desa menjadi strategi terencana untuk menggabungkan pengetahuan lokal dengan upaya meningkatkan literasi masyarakat tentang tanaman obat di Desa Bengkaung, Kecamatan Batu Layar. penanaman TOGA tidak hanya berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memberdayakan masyarakat dalam upaya preventif dan promosi kesehatan yang berkelanjutan. Desa Bengkaung, sebagai daerah kaya sumber daya alam dengan warisan tradisional penggunaan tanaman obat, menunjukkan potensi pendekatan partisipatif efektif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Dampak negatif yang ditimbulkan oleh penggunaan obat kimia menjadi dasar masyrakat mulai beralih keobat herbal. Budidaya tanaman obat penting keluarga penting untuk dilakukan untuk menjadi benteng pertahanan masyrakat ditengah meningkatnya penyakit yang menyerang imun tubuh. Program kemitraan masyrakat ini dilaksnakan dengan teknik PRA (Participatori Rural Appraisal) dimana dalam pelaksanaannya melibatkan masyarakat sekitar dalam seluruh kegiatan dan stakeholder setempat. Penggunaan teknik ini bertujuan agar masyarakat dapat saling berbagi dan meningkatkan pengetahaun mereka tentang kondisi dan kehidupan masyarakat, membuat rencana dan bertindak. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan setelah penaman selama 1 bulan tanaman obat tumbuh dengan baik. Bukti ini menunjukkan proses pengomposan dan metedo penanaman berjalan sesuai dengan harapan. Literasi masyrakat tentang obat juga meningkat ini tercermin dari rasa ingin tahu dan variasi tanaman obat yang terus bertambah ditaman obat Desa bengkaung. Community Partnership Program: Training on Cultivating Family Medicinal Plants for the Residents of Bengkaung Village Abstract The utilization of family medicinal plants (TOGA) in the village office yard is a planned strategy to combine local knowledge with efforts to enhance community literacy about medicinal plants in Bengkaung Village, Batu Layar District. The cultivation of TOGA not only contributes to environmental sustainability but also empowers the community in sustainable preventive and health promotion efforts. Bengkaung Village, rich in natural resources with a traditional heritage of medicinal plant use, demonstrates the potential of an effective participatory approach to improving public health. The negative impacts of chemical medicines have prompted the community to shift towards herbal remedies. Cultivating essential family medicinal plants is crucial to fortify the community amidst the rise of diseases that compromise immune health. This community partnership program is implemented using the PRA (Participatory Rural Appraisal) technique, involving the local community and stakeholders in all activities. The use of this technique aims to facilitate knowledge sharing among community members about their conditions and lifestyles, enabling them to plan and take action. Based on the activity evaluation results, one month after planting, the medicinal plants have grown well. This evidence indicates that the composting process and planting methods met expectations. Community literacy about medicinal plants has also increased, as reflected in the growing curiosity and variety of medicinal plants in Bengkaung Village's medicinal garden.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR BAGI GURU DAN SISWA SMAN 08 MATARAM Hulyadi, Hulyadi; Ahmadi, Ahmadi; Khery, Yusran; Hatimah, Husnul; Indah, Dahlia Rosma; Hendrawani, Hendrawani
Abdi Masyarakat Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v3i1.2346

Abstract

kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menambahkan kreativitas guru dalam melihat permasalahan lingkungan disekitar sekolah. Salah satu permasalahan yang dihadapi guru di SMAN 08 Mataram aroma tidak sedap dari limbah pengolahan tahu, limbah organik dari daun-daun pepohonan yang ada disekitar sekolah dan. Limbah cair yang terbuang secara langsung keparit sekitar sekolah menimbut aroma tidak enak. Aroma ini menyebabkan siswa terganggu dalam melakukan proses kegiatan belajar. Dibutuhkan teknologi untuk mengatasi masalah tersebut. Pengolahan limbah menjedi pupuk organik cair menjedi salah satu solusi untuk menjawab permasalahan tersebut. Pembuatan pupuk organik membutuhkan mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik menjadi mineral yang lebih mudah diserap oleh tanaman. Metode kegiatan berupa pelatihan kemudian dilanjutkan dengan pembautan starter dari limbah buah dan bahan organik yang kaya dengan mineral yang ada dilingkungan sekitar sekolah. Berdasarkan hasil evaluasi guru dan siswa menunjukkan antusias yang besar terbukti semua siswa mengikuti kegiatan sampe selesai. Banyaknya pertanyaan dari guru dan siswa bagaimana aplikasinya lebih lanjutnya terhadap tanaman juga merupakan bukti ketertarikan guru dan siswa untuk mengaplikasikan pupuk yang akan dibuat. Guru dan siswa berharap kegitan ini bisa dilanjutkan proses pengabdian ini bisa diintegrasikan dalam pembelajaran IPA untuk mengsilkan proses pembelajaran yang lebih bermakna.
Validitas Bahan Ajar Hidrokarbon Berbasis Model Inkuiri dengan Strategi Konflik Kognitif untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Sabri, Muhammad; Muhali, Muhali; Hulyadi, Hulyadi; Asy'ari, Muhammad
Journal of Authentic Research Vol. 1 No. 1 (2022): January
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v1i1.635

Abstract

Ketersediaan bahan ajar hidrokarbon yang secara eksplisit membelajarkan kemampuan berpikir kritis masih jarang ditemukan. Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir kritis mahasiswa calon guru. Penelitian ini bertujuan mengembangkan prototipe berupa bahan ajar model inkuiri dengan strategi konflik kognitif yang valid dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dari validitas dan keefektifan bahan ajar berbasis inkuiri dengan strategi konflik kognitif yang merupakan hasil pengembangan dengan rancangan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Dua validator ahli, satu validator praktisi dan lima mahasiswa dilibatkan pada evaluasi validitas dan keterbacaan bahan ajar. Data penelitian dianalisis secara deskriptif-kuantitatif menggunakan persamaan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahan ajar yang dikembangkan dinyatakan (1) valid (rerata= 90,31) dengan keterbacaan sangat baik (rerata= 90,22); dan (2) efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa (pretest= 31,3 dan posttest= 61,3) dengan peningkatan medium (n-gain= 0,4). Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar berbasis inkuiri dengan strategi konflik kognitif dapat digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. The Validity of the Hydrocarbon Teaching Materials based on Inquiry Learning Model with Cognitive Conflict Strategies to Improve Critical Thinking Ability Abstract The availability of instructional materials explicitly teaching critical thinking skills is still rare. This condition leads to a low level of critical thinking ability among prospective teachers. This research aims to develop a prototype in the form of an inquiry-based instructional material with cognitive conflict strategy that valid and effective to enhance prospective teachers’ critical thinking ability. This study is a quantitative descriptive research on the validity and effectiveness of inquiry-based instructional materials with cognitive conflict strategy, developed using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Two expert validators, one practitioner validator, and five students were involved in evaluating the validity and readability of the instructional material. The research data were analyzed descriptively and quantitatively using the N-gain equation. The results of the study indicate that the developed instructional material is (1) valid (mean=90.31) with excellent readability (mean=90.22), and (2) effective in improving students' critical thinking ability (pretest=31.3 and posttest=61.3) with a medium level of improvement (n-gain=0.4). Based on these findings, it can be concluded that inquiry-based instructional materials with cognitive conflict strategy can be used in teaching to enhance prospective teachers' critical thinking ability.
Co-Authors - Khaeruman Abd. Rasyid Syamsuri Ade Sukma Hamdani Agus Muliadi AHMADI Ahmadi Ahmadi Ahmadi Ahmadi Ali Imran Ali Imran Anita Fibonacci Asy’ari, Muhammad Azmi, Irham Baiq Asma Nufida Baiq Asma Nufida Baiq Mirawati Bayani, Faizul Bilad, Muhammad Roil Bimaharyanto, Deden Eka Citra Ayu Dewi Dahlia Rosma Indah Darmatasyah Darmatasyah Darmatasyah, Darmatasyah Delila Idsa Amara Raymanda Devi Yuliana, Devi Endang Sudiana Fahrurrozi Fahrurrozi Faizul Bayani Firdaus, Laras Fitriani, Herdiyana Gargazi Gargazi Gargazi Hamdani, Ade Sukma Hardianti, Dina Hasmawati Wahab Helmi Rahmawati Hendrawani Hendrawani Hendrawani Hendrawani Hendrawani, Hendrawani Hidayah, Thauhidayatul Huaida, Nurul Hunaepi, Hunaepi Husnul Hatimah Husnul Hatimah, Husnul I Ketut Sukarma Ida Wahyuni Ida Wahyuni Ika Nurani Dewi Ilyana, Nia Intan Dwi Hastuti Irma Utu Nganji Istin Fitriana Aziza Izzatunnisa Izzatunnisa Izzatunnisa Izzatunnisa, Izzatunnisa Jamilul Mujaddid Jupriadi, Lalu Khaeruman khusnul khotimah Khusnul Khotimah Listantia, Nora M. Muhali Masiah Masiah Mirawati, Baiq Muhali Muhali Muhali Muhamad Zaenudin Muhammad Asy'ari Muhammad Fuaddunazmi Muhammad Roil Bilad Muhammad Sabri Mujaddid, Jamilul Ni Nyoman Sri Putu Verawati Nia Ilyana Pahriah Pahriah Pahriah PAHRIAH, PAHRIAH Pomeistia, Meilynda Prayogi, Saiful Primawati, Sri Nopita Putri, Yuli Anggraini Rahayu, Lale Budi Hutami Rahayu, Supiani Rahman Rahman Rosmayanti, Baiq Sabrun, Sabrun Safitri, Temi Ainul Subagio Subagio, Subagio Sudiana, Endang Sudirman Sudirman Suryati Suryati Suryati Suryati Sutarto Sutarto Taufik Samsuri Wahab, Hasmawati Wiwik Handayani Yuli Anggraini Putri Yuliana, Depi Yusran Khery, Yusran Yusril Anwar Zul Anwar