Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKAP MAHASISWA TERHADAP PERAN JENDER Binahayati Rusyidi; Nina Djustiana; Renny Sekarningsih
Sosiohumaniora Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.394 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i1.5241

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah menguji pengaruh faktor-faktor sosial-demografi, sosial-budaya dan keberagamaan terhadap sikap mahasiswa perguruan tinggi mengenai peran jender. Responden adalah 269 mahasiswi dan 179 mahasiswa perguruan tinggi negeri di wilayah Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat yang sedang mengikuti perkuliahan semester genap tahun 2012. Responden berasal dari program studi sarjana Ilmu Hukum, Ilmu Keperawatan, Ilmu Kesejahteraan Sosial, dan Ilmu Pemerintahan yang rata-rata berusia 19,7 tahun (SD=1,1). Penentuan sampel dilakukan secara non- random dengan menggunakan convenience sampling technique. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner terstruktur oleh para responden. Penelitian ini menunjukkan kecenderungan sikap mahasiswa yang ambigu atau inkonsisten terhadap peran jender. Meskipun secara umum mahasiswa mendukung kesetaraan kesempatan dan peran laki-laki dan perempuan dalam pekerjaan dan pendidikan, sebagian besar masih mendukung adanya segregasi peran laki-laki dan perempuan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat yang pada prinsipnya memberikan keistimewaan dan kebebasan yang lebih besar kepada laki-laki. Analisis regresi menunjukkan bahwa jenis kelamin, agama, orientasi kekerabatan, dan tingkat keberagamaan secara statistik memiliki asosiasi signifikan dengan sikap mahasiswa mengenai peran jender. Jurusan, masa kuliah, dan latar belakang lingkungan masa kecil dan remaja tidak menunjukkan asosiasi yang signifikan dengan sikap mahasiswa. Dalam kerangka pendidikan berwawasan jender, penelitian ini merekomendasikan pengembangan metode untuk penelitian di masa yang akan datang. Penelitian juga merekomendasikan pentingnya transformasi dan peningkatan sikap yang mendukung kesetaraan jender di kalangan mahasiswa perguruan tinggi. Materi-materi berwawasan jender perlu diintegrasikan ke dalam kurikulum akademik dan kegiatan kemahasiswaan. Kata kunci: sikap mahasiswa, peran jender, kesetaraan laki-laki dan perempuan, lembaga pendidikan tinggi
Faktor-faktor yang Memengaruhi Sikap Mahasiswa Program Studi Psikologi, Keperawatan dan Kesejahteraan Sosial terhadap Perempuan Korban Perkosaan Binahayati Rusyidi; Nunung Nurwati
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 4 No. 3 (2016): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.323 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v4i3.286

Abstract

Pandangan atau sikap negatif serta menyalahkan perempuan yang menjadi korban tindak kekerasan seksualmasih hidup dan berkembang di dalam masyarakat. Para penyedia layanan kesehatan dan sosial dituntut untukmemiliki sikap yang tepat terhadap korban tindak kekerasan seksual karena hal tersebut dapat memengaruhi aksesdan efektivitas layanan. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan sikap mahasiswa tingkat sarjana terhadapperempuan korban perkosaan serta menguji asosiasi faktor-faktor sosial-demografi dan sosial-budaya terhadapsikap para mahasiswa. Responden adalah 318 mahasiswa semester 1, 3 dan 5 pada program studi kesejahteraansosial, keperawatan dan psikologi di sebuah perguruan tinggi negeri di wilayah Jatinangor, Sumedang, Jawa Barattahun. Penentuan sampel dilakukan secara non- random dengan menggunakan convenience sampling technique.Data dikumpulkan dari responden pada tahun 2015 dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara statistikdengan teknik simple regressions. Umumnya mahasiswa menunjukkan sikap yang cenderung kurang positif terhadapkorban kekerasan seksual. Hal ini antara lain ditunjukkan dengan masih kuatnya kecenderungan menyalahkankorban, kurang mempercayai kredibilitas korban, dan meremehkan kejadian perkosaan. Sikap terhadap peran jender,etnisitas dan tingkat keberagamaan merupakan faktor-faktor yang berasosiasi secara signifikan terhadap sikapmahasiswa. Mahasiswa yang mendukung kesetaraan peran laki-laki dan perempuan dalam kehidupan masyarakatdan keluarga, kelompok etnis non-Sunda, serta responden dengan tingkat keberagamaan yang lebih rendahcenderung melaporkan sikap yang lebih positif terhadap korban dibandingkan mereka yang bersikap konservatifterhadap peran jender, berasal dari etnis Sunda dan melaporkan tingkat keberagamaan yang lebih tinggi. Tidakditemukan pengaruh program studi, jenis kelamin, usia dan waktu tempuh perkuliahan terhadap sikap mahasiswa.
DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP ORANGTUA ANAK PENDERITA KANKER DI YAYASAN KOMUNITAS TAUFAN JAKARTA TIMUR YANA SAFITRI; BINAHAYATI BINAHAYATI; BUDI M TAFTAZANI
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14296

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyakit yang mematikan yang dapat menyerang siapa saja dari berbagai kalangan usia dan jenis kelamin. Salah satu yang dapat menjadi penderita kanker terbesar adalah anak-anak. Kanker yang menyerang pada anak adalah kanker dengan berbagi jenis dan stadium. Walau masih muda kanker yang terjadi pada anak dapat terjadi hingga stadium lanjut. Dalam hal ini, yang menderita dan mendapatkan dampak dari adanya kanker bukan anak saja tapi orangtuanya. Orangtua anak penderita kanker dapat mengalami kecenderungan disfungsi sosial, kehilangan motivasi dan kekurangan secara ekonomi karena dampak dari anaknya yang menderita kanker. Orangtua anak penderita kanker membutuhkan dukungan sosial yang dapat memberikan berbgai jenis implikasi pada orangtua anak penderita kanker.Maka dari itu, peneliti bertujuan mengetahui gambaran mengenai dukungan sosial pada anak penderita kanker. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi nonpartisipasi, studi kepustakaan dan studi dokumentasi.
PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK KORBAN TRAFFICKING Anis Soraya; Binahayati Rusyidi; Maulana Irfan
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.674 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v2i1.13260

Abstract

Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas). Anak sebagai manusia berusia 0-18 tahun merupakan individu yang masih dalam masa perkembangan fisik, mental, maupun intelektual. Anak memang rentan menjadi sasaran tindak kekerasan dan perdagangan manusia. Beberapa hal yang menjadi faktor pendorong terjadinya perdagangan anak diantaranya; faktor ekonomi keluarga, rendahnya tingkat pendidikan anak dan keluarga, serta kurangnya kepedulian orangtua terhadap pengurusan administrasi anak seperti pembuatan akta kelahiran sehingga menyebabkan mudahnya terjadi perdagangan manusia karena korban tidak memiliki identitas. Perdagangan orang (Trafficking) adalah tindakan merekrut, mengirim, memindahkan, menampung atau menerima orang untuk tujuan eksploitasi baik di dalam maupun di luar negeri dengan cara kekerasan ataupun tidak. Anak memiliki hak khusus menurut hukum internasional dan hukum Indonesia dan Pemerintah dalam hal ini memiliki kewajiban untuk melindungi anak-anak dari kejahatan perdagangan manusia. Di dalam Konvensi Hak-hak Anak (KHA), ditegaskan bahwa anak berhak mendapatkan perlindungan dari penculikan, perdagangan dan penjualan anak untuk tujuan atau dalam bentuk apapun (pasal 35). Pemerintah Indonesia telah melakukan usaha-usaha untuk mencegah dan menanggulangi masalah perdagangan manusia dengan beberapa cara seperti dibentuknya undang- undang no 21. Tahun 2007, Tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang, Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan pengadaan RPSA atau Rumah Perlindungan Sementara Anak. Ditingkat masyarakat, hendaknya ada kampanye dan pendidikan tentang perdagangan anak serta usaha-usaha untuk melawannya.
PELAKSANAAN SEKOLAH INKLUSI DI INDONESIA Indah Permata Darma; Binahayati Rusyidi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.875 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.13530

Abstract

Sekolah inklusi merupakan salah satu bentuk pemerataan dan bentuk perwujudan pendidikan tanpa diskriminasi dimana anak berkebutuhan khusus dan anak-anak pada umumnya dapat memperoleh pendidikan yang sama. Pendidikan inklusi merupakan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang mensyaratkan agar semua anak berkebutuhan khusus dapat menerima pendidikan yang setara dikelas biasa bersama teman-teman usianya.Selama ini anak – anak yang memiliki perbedaan kemampuan (difabel) disediakan fasilitas pendidikan khusus disesuaikan dengan derajat dan jenis difabelnya yang disebut dengan Sekolah Luar Biasa (SLB). Secara tidak disadari sistem pendidikan SLB telah membangun tembok eksklusifisme bagi anak – anak yang berkebutuhan khusus.Penyelenggaraan sekolah inklusi bagi anak berkebutuhan khusus hendaknya menciptakan lingkungan yang menyenangkan, ramah dan dapat menumbuhkan rasa percaya diri siswa berkebutuhan khusus untuk mengenyam pendidikan yang layak sesuai dengan hak mereka.Kenyataan penyelenggaran sekolah inkusi di Indonesia masih belum sesuai dengan konsep yang dikemukakan dan pedoman penyelenggaraan, baik dari segi siswa, kualifikasi guru, sarana dan prasarana, dukungan orang tua dan masyarakat. Penyelenggaraan sekolah inklusi di Indonesia saat ini masih menjadi fenomena.
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM PEMBENTUKAN KONSEP DIRI POSITIF BAGI LESBIAN DI KOTA TASIK Shella Adelina; Binahayati -; Meilanny Budiarti S.
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.999 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v3i2.13650

Abstract

Fenomena homoseksual telah menjadi trend di kehidupan masyarakat Indonesia. Tidak hanya di kota-kota besar, di kota-kota kecil yang sarat akan norma dan budaya pun homoseksual menjadi permasalahan yang sulit dikendalikan. Bukan hanya mengenai aspek moral, homoseksual dipengaruhi pula oleh gaya hidup dan hubungan sosial. Hal ini telah menjadi perhatian yang serius bagi pemeritah Kota Tasik karena homoseksual dianggap masalah sosial yang mencoreng nama baik Kota Tasik sebagai Kota Santri. Bagi lesbian, menunjukkan dirinya sebagai penyuka sesama jenis adalah hal yang sulit. Terlebih posisi perempuan di Indonesia sangat sentral dan terikat pada nilai dan norma-norma sosial. Kesulitan membuka diri menjerumuskan lesbian untuk bergabung kedalam komunitas lesbian agar memperoleh penerimaan diri dan rasa aman. Konsep diri lesbian cenderung negatif karena terdapat faktor labeling dan penolakan yang diterima lesbian dari lingkungan sekitarnya. Masyarakat lebih senang ”mengobati” lesbian daripada ”merubah perilaku” padahal lesbian bukanlah penyakit, melainkan perilaku seksual menyimpang. Pemerintah telah memiliki kebijakan yang mengenai larangan menjadi homoseksual. Namun diperlukan dukungan lain dari berbagai pihak terkait dan para profesional untuk mengatasi permasalahan lesbian. Pekerja sosial adalah profesi profesional pemberi bantuan yang berfokus pada keberfungsian sosial dengan memperhatikan aspek orang didalam lingkungan. Pekerja sosial dapat berperan dalam mengatasi permasalahan individu dan lingkungan. Hasil penelitian ini mengungkapkan : Keberadaan lesbian di Kota Tasik cenderung meningkat setiap tahun; belum ada program yang tepat bagi penanganan lesbian; belum adanya peran pekerja sosial dalam upaya penanganan lesbian di Kota Tasik.
PENGETAHUAN REMAJA TERHADAP HIV-AID Nunung Nurwati; Binahayati Rusyidi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.34 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i3.20607

Abstract

Remaja yang terinfeksi HIV-AID  di Indonesia menunjukkan angka yang cenderung meningkat, ketidak tahuan remaja menjadi pemicu peningkatan tersebut. Pengetahuan cara penularan HIV-AID sangat penting untuk mendorong remaja terhindar dari HIV-AID. Remaja berisiko sangat tinggi, karena remaja hubungan yang singkat dan pasangan yang banyak (pacar). Pengetahuan remaja ini termasuk salah satu indicator dalam Millenium Develepment  Goals (MDGs) sehingga harus terus dipantau oleh Negara-negara berkembang termasuk Indonesia.Tujuan dari penulisan atikel ini untuk mendeskripsikan pengetahuan HIV-AID dikalangan remaja  berusia 15-24 tahun.Untuk keperluan analisis artikel ini digunaka data dari hasil SDKI Indonesia tahun 2017.Berdasarkan data tersebut, diketahui mayoritas remaja pernah mendengar tentang HIV-AID, namun bila dikaji berdasarkan  jenis kelamin, ternyata remaja wanita lebih banyak yang pernah mendengar tentang HIV-AID dibanding remaja pria. Sumber informasi yang banyak diketahui yakni dari guru sekolah, teman dan internet.Cara pencegahan nya, sebagian besar remaja menyatakan dengan cara membatasi hubungan seksual hanya dengan satu pasangan saja. Secara umum, tingkat pengetahuan tentang cara pencegahan HIV-AIDS meningkat seiring tingkat pendidikan remaja.  Temua lainnya, masih ditemukan remaja yang belum pernah mendengar HIV-AID dan tidak mengetahui cara mencegah penularannya. Walaupun kelompok ini jumlah kecil namun perlu mendapat intervensi agar terhindar dari virus HIV-AID, baik yang berada di perkotaan maupun di perdesaan
SIKAP MAHASISWA PERGURUAN TINGGI TERHADAP MITOS PERKOSAAN Sahadi Humaedi; Binahayati Rusyidi; Antik Bintari
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i1.25432

Abstract

Kelompok usia dewasa muda, khususnya mahasiswa merupakan kelompok yang rentan menjadi korban dan pelaku tindak kekerasan seksual. Karenanya pemahaman mereka mengenai kekerasan seksual sangat penting untuk tindak pencegahan dan penanganan yang lebih tepat. Penelitian bertujuan menguji dampak intervensi kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman kritis mahasiswa mengenai mitos perkosaan (rape myths). Sampel adalah 67 orang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan pada sebuah universitas negeri di wilayah Sumedang. Intervensi diberikan dalam bentuk pelatihan dalam durasi 4 minggu berturut-turut ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kritis mahasiswa mengenai kesetaraan jender, kekerasan seksual terhadap perempuan dan mitos-mitos perkosaan. Sikap terhadap mitos perkosaan diukur menggunakan skala Illinois Rape Myth Attitudes. Uji beda pre-post tests menggunakan t-tests menunjukkan bahwa intervensi berdampak positif terhadap perubahan sikap mahasiswa mengenai mitos perkosaan. Hal ini ditunjukkan dengan semakin meningkatnya secara signifikan penolakan mahasiswa terhadap berbagai pernyataan stereotipikal dan tidak berdasar mengenai perkosaan dibandingkan dengan sebelum intervensi (p<.001) Penelitian merekomendasikan pengembangan dan penyebarluasan pelatihan serupa untuk meningkatkan sensitivitas mahasiswa terhadap mitos perkosaan.
PENGEMBANGAN PRODUKTIVITAS PENGRAJIN BAMBU MELALUI PELATIHAN OLAHAN ANEKA KERAJINAN BAMBU DI DESA GENTENG KEC. SUKASARI SUMEDANG BUDHI WIBHAWA; SAHADI HUMAEDI; AGUS WAHYUDI RIANA; BUDI MUHAMMAD TAFTAZANI; MAULANA IRFAN; BINAHAYATI BINAHAYATI
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14347

Abstract

Kegiatan PPM ini bertujuan untuk menangani salah satu kebutuhan masyarakat Desa Genteng akan pemanfaatan sumber daya alam bambu. Dalam hal ini, kekayaan sumber daya alam bambu belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat lokal sehingga belum memiliki daya jual yang tinggi karena kreativitas produksi yang masih rendah. Oleh karena itu, PPM ini secara khusus ditujukan bagi para pengrajin bambu Desa Genteng. Adapun tujuan dari kegiatan PPM adalah meningkatkan keterampilan para pengrajin agar lebih mampu untuk menghasilkan produk kerajinan yang bernilai estetika yang tinggi. Berdasarkan hasil pemetaan sosial dan observasi lapangan, masalah yang selama ini dirasakan oleh pengrajin tersebut adalah rendahnya nilai jual hasil kerajinan bambu yang lebih disebabkan produk yang dihasilkan belum memiliki nilai seni yang tinggi.Dalam mengatasi masalah tersebut, tim bermaksud mengadakan kegiatan yang mampu memberikan dampak postif terhadap peningkatan produktifitas anyaman bambu mengadakan sebuah kegiatan Pelatihan Hasil Produksi Kerajinan Bambu bagi para pengrajin bambu di Desa Genteng. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan produktivitas masyarakat melalui kerajinan bambu kreatif bernilai jual tinggi. Kegiatan PPM ini akan berlangsung selama 7 bulan, dan dapat ditindaklanjuti dengan berbagai kegiatan yang mendukung pelatihan hasil produksi kerajinan bambu.Hasil dari kegiatan pelatihan tersebut, nampak bahwa warga lebih termotivasi mengembangkan kreativitas dari hasil produksi bambu guna bernilai jual tinggi yang akan berdampak terhadap pengembangan industri rumah tangga dari hasil olahan bambu tersebut. Selain itu, peserta pelatihan yang didominasi oleh pengrajin bambu rumah tangga berhasil menghasilkan berbagai macam kreasi seni bambu yang menarik dan siap untuk dijual.
PENANGANAN PEKERJA SEKS KOMERSIAL DI INDONESIA Binahayati Rusyidi; Nunung Nurwati
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.509 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i3.20579

Abstract

This article describes about the situation of prostitution in Indonesia concerning its types, contributing factors, and elimination strategies using available relevant documents. There are both traditional and contemporary types of prostitution in Indonesia that included sex workers, users and the pimps. The contributing factors of prostitution rooted in three domains including demand, supply and catalyst factors that all associated with social, economic, politic, culture, development of information technology, and globalization factors. Strategies to eradicate prostitution by government in Indonesia rely on the institutional based rehabilitation of sex worker were discussed within the frame of best principles of sex workers rehabilitation. Some limitations were highlighted with regards to the design and implementation of current sex worker’s rehabilitation program.
Co-Authors Adi Fahrudin Aditya Rahmat Gunawan Aditya Rahmat Gunawan, Aditya Rahmat Agus Pratiwi Agus Wahyudi Riana Ahmad Zulfa Styabudi Anis Soraya Anis Soraya, Anis Anjani, Firda Dwi Antik Bintari Astri Yuni Lestari Budhi Gunawan BUDHI WIBHAWA Budhi Wibhawa, Budhi BUDI M TAFTAZANI Budi Muhammad Taftazani Budi Muhammad Taftazani BUDI MUHAMMAD TAFTAZANI Budi Muhammad Taftazani, Budi Muhammad Deni Kurniadi Sunjaya Denny Maulana Pratama Denti Kardeti Dhio Adenansi Dhio Adenansi, Dhio Dodi Nuriana Dwi Rahayu Nurmiati Dwi Rahayu Nurmiati Ermiati Eva Nuriyah Eva Nuriyah Hidayat Eva Nuriyah Hidayat Eva Nuriyah, Eva Firda Dwi Anjani Hery Wibowo Hery Wibowo HERY WIBOWO Hery Wibowo, Hery Hetty Krisnani Ida Widianingsih Indah Permata Darma Indah Permata Darma, Indah Permata Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono, Ishartono Jayawarsa, A.A. Ketut Kanya Eka Santi Kharisma, Dinar Kharisma, Dinar Dana Laili Rahayuwati Lenny Meilani Lenny Meilany Lenny Meilany, Lenny Liya Yulia Loho, Albertina N. Mardani Maulana Irfan Maulana Irfan MAULANA IRFAN Maulana Irfan, Maulana Meilani, Lenny Meilanny Budiarti S. Meilanny Budiarti S., Meilanny Budiarti Mira Azzasyofia Misrina Misrina Moch. Zainuddin Moch. Zainuddin, Moch. Muhammad Fedryansah Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah, Muhammad Nandang Mulyana, Nandang Nina Djustiana Nunung Nurwati Nunung Nurwati Nunung Nurwati Nunung Nurwati Nunung Nurwati NURMIATI, Dwi Rahayu Nurul Fadhilah Rezeki Nurul Fadhilah Rezeki, Nurul Fadhilah Permana, Oktia Dwi Pratama, Muhammad Aldy Pristhalia Vernanda Gunawan R. Nunung Nurwati Rahakbaw, Nancy Rahmat Syarif Hidayat Renny Sekarningsih Restuning Widiasih Rusdi Ruslan Halifu Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi SAHADI HUMAEDI Santoso Tri Rahardjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo, Santoso Tri Sari, Citra Windani Mambang SARI, SITI FATIMAH MUTIA Shakilla Dyah Ayu Nadira Shella Adelina Shella Adelina, Shella SITI FATIMAH MUTIA SARI Sri Sulastri TAFTAZANI, BUDI M Tundzirawati Tundzirawati Tundzirawati Tundzirawati, Tundzirawati Tung, Serene En Hui YANA SAFITRI Yana Sundayani Yundari, Yundari Yuningsih, Yuyun Zein, Bhre Kirana Zulhaeni, Zulhaeni