Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KAPASITAS PEREMPUAN WARGA BINAAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN TERHADAP ISU GENDER Rusidi, Binahayati; Pratiwi, Agus
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.207 KB) | DOI: 10.24198/kumawula.v1i1.16705

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap isu gender dan keadilan gender di kalangan perempuan warga binaan lembaga pemasyarakatan di Kota Bandung. Pendekatan-pendekatan pendidikan yang bersifat partisipatif dan kritis diterapkan dalam bentuk pengajaran tatap muka, pemutaran film,  permainan peran,  refleksi, pembahasan kasus, diskusi dan presentasi kelompok dilaksanakan dalam waktu 6 minggu berturut-turut pada tahun 2015. Pre-test menunjukkan bahwa  pemahaman dan sikap sebagian peserta terhadap isu gender masih sangat terbatas  dan belum tepat. Post-test yang dilakukan setelah serangkaian intervensi menemukan perubahan signifikan terkait pengetahuan dan sikap peserta terhadap isu jender. Analisa data kualitatif juga menunjukkan bahwa sikap dan pengetahuan warga binaan meningkat secara positif. Peneliti merekomendasikan keberlanjutan peningkatan kapasitas warga binaan di lembaga pemasyarakatan perempuan sebagai bagian untuk menyiapkan warga binaan berintegasi dengan masyarakat selepas mengalami masa hukuman.Katakunci: peningkatan kapasitas; perempuan warga binaan; relasi gender 
PNM Mekaar dan Rekonsiliasi Nilai Kebijakan: Menuju Pemberdayaan Ekonomi yang Inklusif Nurmiati, Dwi Rahayu; Kharisma, Dinar Dana; Rusyidi, Binahayati
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 20 No 1 (2025): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN VOL.20 NO.1 JUNI 2025
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PNM Mekaar merupakan program pembiayaan mikro yang bertujuan meningkatkan inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi perempuan prasejahtera. Penelitian ini menganalisis rekonsiliasi nilai kebijakan dalam implementasi program, yaitu efisiensi, kesetaraan, keamanan, dan kebebasan. Dengan menggunakan pendekatan literature review berbasis model TCCM (Theory, Context, Characteristics, Methodology), penelitian ini mensintesis temuan dari berbagai studi terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun program ini efektif dalam meningkatkan akses keuangan, masih terdapat ketimpangan dalam penerapannya. Efisiensi program sering berbenturan dengan kesetaraan, sementara regulasi keamanan keuangan dapat membatasi kebebasan penerima manfaat. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih fleksibel, seperti mekanisme subsidi silang, fleksibilitas pembayaran, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan. Studi ini memberikan rekomendasi untuk kebijakan mikrofinansial yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Evaluating the knowledge, roles, and skills of health cadres in stunting prevention: A mixed-method study in Indonesia Widiasih, Restuning; Sunjaya, Deni Kurniadi; Rahayuwati, Laili; Rusyidi, Binahayati; Ermiati; Sari, Citra Windani Mambang; Mardani; Rusdi; Tung, Serene En Hui
Belitung Nursing Journal Vol. 11 No. 3 (2025): May - June
Publisher : Belitung Raya Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33546/bnj.3722

Abstract

Background: Stunting remains a critical public health issue in Indonesia, threatening the well-being of future generations. Community involvement, particularly by health cadres, is essential for effective prevention. However, structured assessments and follow-up initiatives to enhance their participation remain limited. Objective: This study aimed to evaluate health cadres' knowledge, roles, and skills in stunting prevention programs. Methods: A mixed-methods design with an embedded approach was applied in three phases. Phase 1: A quantitative survey assessed stunting knowledge among 193 cadres across 10 stunting locus villages in Bangka Belitung Province, Indonesia (October–December 2022). The survey tool was adapted from previous studies and analyzed using the RASCH IRT model and descriptive statistics. Phase 2: Qualitative data were collected through semi-structured interviews with 20 cadres selected from the survey pool, and analyzed thematically. Phase 3: The same 20 cadres were observed conducting anthropometric measurements to assess skill accuracy. Results: Knowledge levels were generally low, with 52% of cadres scoring low to very low and only 48% achieving moderate to high scores. Three themes emerged: 1) cadres’ perspectives on the causes and consequences of stunting, 2) their roles and actions in stunting prevention, and 3) their experiences during the COVID-19 pandemic. Observations revealed significant inaccuracies in anthropometric measurement techniques. Conclusion: There is a clear need to improve cadres’ knowledge and skills, especially in anthropometric assessment. Recommendations include implementing certification-based training, introducing innovative and standardized measurement tools, and offering accessible web-based learning platforms. Nurses play a crucial role in supporting cadre training and ensuring accurate growth monitoring at the community level.
PENERAPAN PRINSIP HAM PADA SISTEM LAYANAN DAN RUJUKAN TERPADU (SLRT) DI KABUPATEN BANDUNG Anjani, Firda Dwi; Rusyidi, Binahayati; Fedryansyah, Muhammad
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i2.34066

Abstract

Abstract. The implementation of SLRT must seek the application of legal, responsive, transparent, participatory, gender equality, accountable, objective, and sustainable principles. Bandung Regency is an area that has held SLRT since 2016 until now and has received Best Practice achievements from the Ministry of Social Affairs. In fact, the characteristics of the region can be a challenge for the implementation of the SLRT implementation principle. Namely, the male population is greater than the female population, the area is large and consists of lowlands and highlands, and the 69 OPDs have their own programs and target recipients. The researcher wants to know how the Bandung Regency SLRT applies the principles of its implementation by using a human rights-based approach theory. This is because there is harmony between the principles of implementing SLRT and human rights principles in the form of participation, accountability, non-discrimination and equity. Information regarding the implementation of SLRT Bandung Regency is presented using qualitative data, sourced from interviews, non-participant observation, and literature studies. The findings of the study state that the implementation of SLRT in Bandung Regency shows active community participation and differences in treatment in the delivery of services that support substantive gender equality. On the other hand, not all OPDs in Bandung Regency have succeeded in integrating their programs and program beneficiary targets with SLRT. Thus, service delivery is not fully sustainable. However, this is not a form of government reluctance, but rather due to limited resources. Keywords: Implementation of SLRT; Human Rights-Based Approach; Human Rights Principle. Abstrak. Penyelenggaraan SLRT harus mengupayakan penerapan asas legal, responsif, transparan, partisipatif, kesetaraan gender, akuntabel, objektif, dan berkelanjutan. Kabupaten Bandung merupakan daerah yang telah menyelenggarakan SLRT sejak tahun 2016 hingga saat ini dan mendapatkan prestasi Best Practice dari Kementerian Sosial. Padahal, karakteristik wilayahnya dapat menjadi tantangan diterapkannya asas penyelenggaraan SLRT. Yaitu, jumlah penduduk laki-laki yang lebih banyak dibandingkan perempuan, wilayah yang luas dan terdiri atas dataran rendah dan tinggi, serta 69 OPD yang memiliki program dan sasaran penerimanya masing-masing. Peneliti ingin mengetahui bagaimana SLRT Kabupaten Bandung menerapkan asas penyelenggaraannya dengan menggunakan teori pendekatan berbasis HAM. Pasalnya, terdapat keselarasan antara asas penyelenggaraan SLRT dengan prinsip HAM berupa partisipasi, akuntabilitas, non diskriminasi dan ekuitas. Informasi mengenai penyelenggaraan SLRT Kabupaten Bandung disajikan menggunakan data kualitatif, bersumber dari kegiatan wawancara, observasi non partisipan, dan studi literatur. Hasil temuan penelitian menyatakan penyelenggaraan SLRT Kabupaten Bandung menunjukkan upaya partisipasi aktif masyarakat dan perbedaan perlakuan dalam penyelenggaraan layanan yang mendukung kesetaraan substantif gender. Di sisi lain, belum semua OPD di Kabupaten Bandung berhasil mengintegrasikan program dan sasaran penerima programnya dengan SLRT. Sehingga, penyelenggaraan layanan belum sepenuhnya berkelanjutan. Namun, hal tersebut bukan merupakan bentuk keengganan pemerintah, melainkan karena keterbatasan sumber daya. Kata kunci: Penyelenggaraan SLRT; Pendekatan Berbasis HAM; Prinsip HAM
DAMPAK KEHADIRAN JASA PESAN ANTAR MAKANAN PADA MAHASISWA KOS UNPAD BERDASARKAN PERSPEKTIF TEORI KONTROL Zein, Bhre Kirana; Pratama, Muhammad Aldy; Rusyidi, Binahayati
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 4, No 3 (2023): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i3.46601

Abstract

Maraknya kemajuan teknologi membuat masyarakat lebih mudah untuk mengakses kebutuhan, salah satunya adalah dengan hadirnya jasa layanan pesan antar makanan. Mahasiswa kos adalah bagian dari masyarakat yang terdampak. Dampak yang dihasilkan adalah munculnya beberapa tingkah laku dan kebiasaan baru. Kehadiran jasa layanan pesan antar makanan memang memberikan kemudahan, para mahasiswa tak perlu mengeluarkan banyak tenaga dan waktu untuk memesan makanan. Cukup mengandalkan ponsel saja, makanan pun sampai di depan kos. Namun, tak semua dampak menghasilkan kebiasaan yang baik, para mahasiswa jauh lebih mengharapkan kemudahan dan kepraktisan dalam memenuhi kebutuhan pangan, bahkan perasaan rasa malas pun membuat para mahasiswa lebih mengandalkan jasa layanan pesan antar. Tujuan dari artikel ini untuk mengetahui seberapa jauh dampak yang dihasilkan oleh jasa layanan pesan antar bagi tingkah laku mahasiswa. Sementara itu, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data melalui wawancara dengan landasan pertanyaan menggunakan teori kontrol. Hasil temuan data menyatakan bahwa, kemunculan jasa layanan pesan antar memudahkan para mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan pangan tanpa harus keluar kos. Sebagian dari mahasiswa merasa beruntung atas kehadiran jasa layanan ini karena merasa lebih nyaman untuk menyantap makanan sendiri tanpa distraksi dari eksternal. Namun, kehadiran jasa layanan pesan antar ini juga memunculkan sifat malas bagi mahasiswa. Sehingga, para mahasiswa harus lebih bijak untuk memanfaatkan temuan teknologi ini. The rise of technological advances makes it easier for people to access their needs, particularly the presence of food delivery services. Boarding students are part of the affected community. The resulting impact is the emergence of several new behaviors and habits. The presence of food delivery services does provide convenience, students do not need to spend a lot of energy and time to order food. Just rely on your cellphone, the food will arrive in front of the boarding house. However, not all impacts result in good habits, students expect much more convenience and practicality in meeting their food needs, and even feelings of laziness make students rely more on delivery services. The purpose of this article is to find out how far the impact generated by food delivery services has on student behavior. Meanwhile, the method used in this research is data collection through interviews. The Questions of the interview are based on control theory. The findings of the data stated that the emergence of food delivery services made it easier for students to meet food needs without having to go out of their boarding houses. Some of the students feel lucky for the presence of these services because they feel more comfortable to eat their own food without external distractions. However, the presence of food delivery service also raises the lazy nature of students. Thus, students must be wiser to take advantage of these technological findings.
Stages of Self-Help Organization Development: Women Farmers Group D’Shafa in Malakasari Urban Village, Duren Sawit District, East Jakarta Shakilla Dyah Ayu Nadira; Binahayati Rusyidi; Eva Nuriyah Hidayat
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 9 No 2 (2025): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v9i2.9195

Abstract

The D’Shafa Women Farmers Group (Kelompok Wanita Tani/KWT D’Shafa) is a community-based self-help organization that has developed since its establishment in 2018 in RW 05, Malakasari Urban Village, Duren Sawit District, East Jakarta. Through various urban farming activities, the group focuses on food security and women’s empowerment within the local community. This study aims to describe the developmental stages of KWT D’Shafa using Katz’s organizational development theory (as cited in Adams, 2003), as well as to identify the internal and external factors that support its sustainability. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis involving the group’s leaders, administrators, members, and external partners. The findings show that KWT D’Shafa has gone through five developmental stages according to Katz, including origins, informal organization, emergence of leadership, beginning of formal organization, and progressing toward the stage of appointing paid staff and professional workers. However, the group has not fully reached the final stage, as it does not yet employ paid staff, and professionalization efforts still rely on voluntary collaboration with external experts. These findings indicate that the sustainability of KWT D’Shafa is supported by internal factors such as social interaction, participatory leadership, and member commitment, as well as external factors including government assistance and private-sector partnerships, which together enable the group to continue growing as a self-help organization in an urban environment.
Media Framing of Gender in the Cianjur 2022 Earthquake: A Social Work Perspective Dwi Rahayu Nurmiati; Binahayati Rusyidi; Budi Muhammad Taftazani
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v10i1.4532

Abstract

Disasters often exacerbate existing gender inequalities, yet media representations rarely reflect this structural dimension. This study examines how mainstream Indonesian media framed gender issues following the 2022 Cianjur earthquake, using Entman’s framing theory through a social work perspective. A descriptive qualitative method was employed to analyze seven purposively selected online news articles using four framing dimensions: problem definition, causal interpretation, moral evaluation, and treatment recommendation. The results reveal that women were predominantly portrayed as passive victims, with minimal acknowledgment of their agency or the structural causes of vulnerability. Media narratives emphasized emotional portrayals and short-term, charity-based solutions, while only one article offered a partial empowerment frame. These findings suggest that the media plays a critical role in shaping post-disaster gender narratives. The study concludes that integrating social work principles such as empowerment, justice, and inclusion into media analysis can inform more ethical and gender sensitive reporting practices, ultimately contributing to more equitable disaster recovery efforts
GOVERNING INTERFAITH SOLIDARITY: HOW YAKKUM INSTITUTIONALIZES CROSS-FAITH HUMANITARIAN ACTION IN THE 2022 CIANJUR EARTHQUAKE Nurmiati, Dwi Rahayu; Rusyidi, Binahayati; Taftazani, Budi Muhammad; Chen, Yi-Yi
Harmoni Vol. 24 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Research and Development Center for Guidance for Religious Societies and Religious Services, the Research and Development and Education and Training Agency of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia (MORA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32488/harmoni.v24i2.915

Abstract

This study analyzes how interfaith solidarity is negotiated and institutionalized within post-disaster humanitarian governance, focusing on the interaction between the Christian-based YAKKUM Emergency Unit (YEU) and Muslim communities affected by the 2022 Cianjur earthquake in Indonesia. Adopting a sociological approach to religion and humanitarian governance, this research employed a qualitative, in-depth case study design to examine the socially embedded processes of legitimacy, cooperation, and moral negotiation in a religiously homogeneous setting. Data were collected through in-depth interviews with 24 informants, participatory observation across multiple emergency and recovery sites, and analysis of institutional and policy documents. They were analyzed using thematic analysis supported by NVivo 12 Plus. The findings identify four interrelated dimensions that enabled constructive interfaith engagement: equality of status between humanitarian actors and affected communities, shared humanitarian goals grounded in collective moral commitment, intergroup cooperation enacted through participatory practices, and institutional and normative support from state agencies and religious authorities. These dimensions demonstrate that interfaith solidarity in disaster contexts is not a spontaneous moral response, but an institutionalized social practice embedded within local cultural values such as gotong royong and universal compassion. The study contributes to the literature by extending Intergroup Contact Theory into a socio-normative and institutional framework, highlighting the role of cultural legitimacy and governance structures in shaping interfaith relations during crises. Practically, the findings offer empirically grounded insights for strengthening inclusive humanitarian governance and for developing capacity-building frameworks for faith-based organizations operating across religious boundaries in plural societies. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana solidaritas lintas iman dinegosiasikan dan diinstitusionalisasikan dalam tata kelola kemanusiaan pascabencana, dengan fokus pada interaksi antara YAKKUM Emergency Unit (YEU) yang berbasis Kristen dan komunitas Muslim terdampak gempa Cianjur tahun 2022. Dengan menggunakan pendekatan sosiologis terhadap agama dan tata kelola kemanusiaan, penelitian ini menerapkan desain studi kasus intrinsik kualitatif untuk menelaah proses sosial yang terlekat pada pembentukan legitimasi, kerja sama, dan negosiasi moral dalam konteks masyarakat yang relatif homogen secara keagamaan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 24 informan, observasi partisipatif pada berbagai lokasi tanggap darurat dan pemulihan, serta analisis dokumen kelembagaan dan kebijakan, yang kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan bantuan NVivo 12 Plus. Temuan penelitian menunjukkan empat dimensi yang saling berkaitan dalam membentuk interaksi lintas iman yang konstruktif, yaitu kesetaraan status antara aktor kemanusiaan dan masyarakat terdampak, tujuan kemanusiaan bersama yang berlandaskan komitmen moral kolektif, kerja sama antarkelompok yang diwujudkan melalui praktik partisipatif, serta dukungan institusional dan normatif dari negara dan otoritas keagamaan. Keempat dimensi tersebut menunjukkan bahwa solidaritas lintas iman dalam konteks kebencanaan bukanlah respons moral yang spontan, melainkan praktik sosial yang terinstitusionalisasi dan berakar pada nilai-nilai budaya lokal seperti gotong royong dan welas asih universal. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi dengan memperluas Teori Kontak Antarkelompok ke dalam ranah sosio-normatif dan institusional, dengan menekankan peran legitimasi budaya dan struktur tata kelola dalam membentuk relasi lintas iman pada situasi krisis. Secara praktis, temuan ini memberikan dasar empiris bagi penguatan tata kelola kemanusiaan yang inklusif serta pengembangan kerangka penguatan kapasitas bagi organisasi kemanusiaan berbasis iman yang beroperasi lintas batas keagamaan dalam masyarakat plural.
Analisis Kebijakan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Terlantar Berbasis Panti Menggunakan Value-Critical Approach Sinarta, Ode Esa; Rusyidi, Binahayati; Nulhaqim, Soni Akhmad
Share : Social Work Journal Vol 15, No 2 (2025): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v15i2.67370

Abstract

Kebijakan sosial merupakan instrumen utama pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan lanjut usia terlantar. Namun desain kebijakan yang kurang memadai seringkali menimbulkan permasalahan dalam implementasinya di lapangan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan guna menganalisis salah satu kebijakan sosial lanjut usia yaitu Layanan Bimbingan dan Rehabilitasi Sosial pada Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Sudagaran Banyumas dengan menggunakan value-critical approach. Pendekatan tersebut menganalisis kebijakan secara kritis menggunakan kriteria berbasis nilai, seperti keadilan, efisiensi, kecukupan, dan lain-lain. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur terhadap berbagai dokumen resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menemukan kelemahan desain kebijakan Layanan Bimbingan dan Rehabilitasi Sosial, yaitu ketiadaan indikator kuantitatif sasaran layanan, potensi stigmatisasi penerima manfaat, ketiadaan kendali penerima manfaat untuk menentukan layanan, kriteria penerima manfaat yang terlalu luas, kurangnya kesempatan penerima manfaat untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, dan peluang tumpang tindih yang tinggi dengan kebijakan serupa. Oleh sebab itu, diperlukan upaya revisi desain kebijakan Layanan Bimbingan dan Rehabilitasi Sosial pada Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Sudagaran Banyumas oleh para pemangku kebijakan.
Keterkaitan Antar Lingkungan dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Lanjut Usia Terlantar di PPSLU Sudagaran Banyumas Ode Esa Sinarta; Binahayati Rusyidi; Soni Akhmad Nulhaqim
Journal of Social Development Studies Vol 6 No 2 (2025)
Publisher : Department of Social Development and Welfare, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsds.25106

Abstract

Kesejahteraan lanjut usia tidak terlepas dari bagaimana interaksi lanjut usia dengan berbagai lingkungan terdekatnya dan bagaimana keterkaitan antar lingkungan tersebut. Hal itu juga berlaku dalam konteks lanjut usia terlantar yang memperoleh layanan kesejahteraan di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Sudagaran Banyumas. Panti sebagai lingkungan terdekat bagi lanjut usia saling terkait dengan lingkungan lainnya dalam upaya peningkatan kesejahteraan lanjut usia. Atas dasar itu, studi ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian studi kasus untuk mengkaji bagaimana keterkaitan antar lingkungan tersebut dan dampaknya terhadap kesejahteraan lanjut usia. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi kegiatan, serta studi dokumen terhadap dokumen resmi termutakhir, dokumen arsip dan dokumen digital periode tahun 2025 yang relevan dengan keterkaitan antar lingkungan lanjut usia. Informan yang diwawancarai berjumlah 6 orang yang terdiri dari 2 orang pekerja sosial, 2 orang lanjut usia, dan 2 orang keluarga lanjut usia. Adapun teknik analisis tematik digunakan untuk menganalisis data. Studi ini menemukan bahwa lingkungan terdekat lanjut usia terdiri dari Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Sudagaran Banyumas, keluarga lanjut usia, dan Puskesmas. Pola keterkaitan antara ketiga lingkungan tersebut diklasifikasikan menjadi partisipasi dalam beberapa lingkungan, keterkaitan tidak langsung, komunikasi antar lingkungan, dan pengetahuan antar lingkungan. Partisipasi dalam beberapa lingkungan dan keterkaitan tidak langsung antara panti, keluarga lanjut usia, dan Puskesmas telah terjalin dengan harmonis. Namun, komunikasi dan pertukaran pengetahuan antara keluarga lanjut usia dan Puskesmas perlu diperkuat.
Co-Authors Adi Fahrudin Aditya Rahmat Gunawan Aditya Rahmat Gunawan, Aditya Rahmat Agus Pratiwi Agus Wahyudi Riana Ahmad Zulfa Styabudi Anis Soraya Anis Soraya, Anis Anjani, Firda Dwi Antik Bintari Astri Yuni Lestari Budhi Gunawan BUDHI WIBHAWA Budhi Wibhawa, Budhi BUDI M TAFTAZANI Budi Muhammad Taftazani Budi Muhammad Taftazani BUDI MUHAMMAD TAFTAZANI Budi Muhammad Taftazani, Budi Muhammad Chen, Yi-Yi Deni Kurniadi Sunjaya Denny Maulana Pratama Denti Kardeti Dhio Adenansi Dhio Adenansi, Dhio Dodi Nuriana Dwi Rahayu Nurmiati Ermiati Eva Nuriyah Eva Nuriyah Hidayat Eva Nuriyah Hidayat Eva Nuriyah, Eva Firda Dwi Anjani Hery Wibowo HERY WIBOWO Hery Wibowo Hery Wibowo, Hery Hetty Krisnani Ida Widianingsih Indah Permata Darma Indah Permata Darma, Indah Permata Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono, Ishartono Jayawarsa, A.A. Ketut Kanya Eka Santi Kharisma, Dinar Kharisma, Dinar Dana Laili Rahayuwati Lenny Meilani Lenny Meilany Lenny Meilany, Lenny Liya Yulia Loho, Albertina N. Mardani MAULANA IRFAN Maulana Irfan Maulana Irfan Maulana Irfan, Maulana Meilani, Lenny Meilanny Budiarti S. Meilanny Budiarti S., Meilanny Budiarti Mira Azzasyofia Misrina Misrina Moch. Zainuddin Moch. Zainuddin, Moch. Muhammad Fedryansah Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah, Muhammad Nandang Mulyana, Nandang Nina Djustiana Nunung Nurwati Nunung Nurwati Nunung Nurwati Nunung Nurwati Nunung Nurwati NURMIATI, Dwi Rahayu Nurul Fadhilah Rezeki Nurul Fadhilah Rezeki, Nurul Fadhilah Ode Esa Sinarta Permana, Oktia Dwi Pratama, Muhammad Aldy Pristhalia Vernanda Gunawan R. Nunung Nurwati Rahakbaw, Nancy Rahmat Syarif Hidayat Renny Sekarningsih Restuning Widiasih Rusdi Ruslan Halifu Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi SAHADI HUMAEDI Sahadi Humaedi Santoso Tri Rahardjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo, Santoso Tri Sari, Citra Windani Mambang SARI, SITI FATIMAH MUTIA Shakilla Dyah Ayu Nadira Shella Adelina Shella Adelina, Shella Sinarta, Ode Esa SITI FATIMAH MUTIA SARI Soni Akhmad Nulhaqim Sri Sulastri TAFTAZANI, BUDI M Tundzirawati Tundzirawati Tundzirawati Tundzirawati, Tundzirawati Tung, Serene En Hui YANA SAFITRI Yana Sundayani Yundari, Yundari Yuningsih, Yuyun Zein, Bhre Kirana Zulhaeni, Zulhaeni