Claim Missing Document
Check
Articles

Pneumonia as a Life-Threatening Disease among Under-Five Children: A Descriptive Phenomenology Study Restuning Widiasih; Binahayati Rusyidi; Nenden Nur Asriyani Maryam; Tata Sudrajat
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i4.4894

Abstract

Pneumonia is the largest infectious disease in under-five children worldwide, including Indonesia. Comprehensive and integrated approaches are essential to prevent and control childhood pneumonia by involving the community, such as health cadres. Health cadres are the main support for the children's health that liaison between the community and health workers; however, limited exploration of cadres' perspectives about children’ health. . This study aimed to explore the perceptions and experiences of health cadres regarding childhood Pneumonia. This descriptive phenomenological approach used semi-structured interviews with 29 cadres in two different districts. Data collection was used in-depth interviews with a semi-structured approach. The data were analyzed using a comparative analysis approach in qualitative research. The study found three main themes; Pneumonia is a life-threatening disease, the characteristic of Pneumonia, and the need for assistance in preventing and controlling Pneumonia. Various perceptions of Pneumonia may affect the cadres' actions in the children’s health.This study informed  health workers for developing  an innovative training and programs, which will maximize the cadres' roles and capabilities in Pneumonia.
RANCANG BANGUN MODEL PENGEMBANGAN KEGIATAN PENDAMPINGAN SOSIAL PADA REMAJA GENERASI Z DALAM MENGATASI KRISIS IDENTITAS Adlia Rahma Maulida; Hery Wibowo; Binahayati Rusyidi
Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v13i1.46633

Abstract

Remaja merupakan fase transisi dari masa kanak- kanak ke dewasa awal, pada prosesnya akan banyak melewati tantangan yang pada akhirnya dapat menjadi faktor dalam pembentukan identitas diri. Remaja pada era milenial akan berbeda dengan remaja pada zaman dahulu mulai dari lingkungan, pola asuh, akses terhadap layanan dan paya pendampingan oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana membangun kerangka teoritis pendampingan sosial pada remaja generasi z dalam mengatasi krisis identitas.Dengan menggunakan studi kepustakaan berdasarkan penelitian terdahulu dengan melakukan analisa data sekunder secara mendalam yang diperoleh dari jurnal ilmiah dan buku bereputasi nasional dan internasional yang dapat memperkaya penulisan dan juga memperkuat penelitian pada hasil akhir. Pembentukan identitas diri dapat dipengaruhi oleh faktor pengasuhan orang tua, kontrol diri, perkembangan kognitif, serta dukungan dari lingkungan institusi tempat menempuh ilmu.
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP BURNOUT PEKERJA SOSIAL PADA PELAYANAN ANAK KORBAN TINDAK KEKERASAN SEKSUAL Andita Ratih; Binahayati Rusyidi; Sri Sulastri
Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v13i1.45057

Abstract

Burnout menciptakan kondisi dilematik dalam dunia kerja global dan berdampak kepada siapa saja sebagai individu maupun profesional. Di dalam praktik pekerjaan sosial, seting yang paling rentan mengalami burnout adalah mereka yang bekerja di perlindungan anak. Selain itu, pekerja sosial yang bekerja di lembaga pemerintahan cenderung memiliki tingkat burnout yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang bekerja di lembaga swasta. Stabilitas dan kualitas pelayanan sosial pun berdampak negatif. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi burnout adalah dukungan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik survei daring melalui Google Form untuk pengambilan data instrumen Work-related version of the Burnout Assesment Tool (BAT-23) dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Metode penarikan sampel menggunakan nonprobability sampling, tepatnya teknik purposive sampling. Data diolah menggunakan Microsoft Excel dan SPSS 25. Pada penelitian ini diketahui bahwa responden menerima cukup dukungan sosial dari keluarga, teman, maupun orang lain yang signifikan dan mengalami burnout dalam kategori sedang. Secara statistik dukungan sosial yang diterima, status pendidikan terakhir, masa kerja, dan jumlah hari kerja per minggu memiliki keeratan hubungan yang kuat dan signifikan berpengaruh simultan terhadap tingkat burnout pekerja sosial. Namun, tidak signifikan berpengaruh parsial terhadap tingkat burnout pekerja sosial. Asosiasi terbalik dari pengaruh dukungan sosial yang diterima terhadap burnout yang dialami menandakan jika semakin tinggi tingkat dukungan sosial yang diterima, maka akan membuat tingkat burnout semakin rendah, dan sebaliknya. Hal serupa berlaku bagi status pendidikan terakhir dan jumlah hari kerja per minggu.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN BERBASIS HAK DALAM PENDAMPINGAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI KOTA GORONTALO Yolandika Arsyad; Binahayati Rusyidi; Mohammad Fedryansyah
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 1 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i1.40398

Abstract

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan kebijakan penanggulangan kemiskinan dalam bentuk program perlindungan sosial berupa pemberian bantuan non tunai pada keluarga miskin dan rentan yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa implementasi pendekatan berbasis hak dalam proses pendampingan yang dilakukan oleh pendamping PKH. Kerangka analisa yang digunakan adalah pendekatan berbasis hak menurut Gatenio (2016) yang mencakup prinsip partisipasi, akuntabilitas, non-diskriminasi, dan kesetaraan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengambil 5 informan sebagai sampel yang dipilih secara purposive terdiri dari pendamping PKH dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Kota Gorontalo. Pengumpulan data dilakukan melalui proses wawancara mendalam dan observasi partisipan dalam kegiatan pendampingan PKH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pendampingan PKH di Kota Gorontalo pada umumnya telah menerapkan pendekatan berbasis hak yang menekankan pada prinsip HAM yang dilakukan pendamping pada penyaluran bantuan, pertemuan kelompok dan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2), verifikasi, pemutakhiran data dan transformasi kepesertaan. Namun, penerapan prinsip HAM tersebut masih memiliki kelemahan pada pada prinsip kesetaraan, dimana penerapan sanksi bagi KPM yang tidak komitmen dalam proses verifikasi pendidikan dan kesehatan belum diberlakukan. Selain itu pada tahap transformasi kepesertaan masih ditemukan KPM yang sudah mampu dan belum mengundurkan diri dari kepesertaan PKH (graduasi) sehingga menyebabkan tidak maksimalnya prinsip kesetaraan pada proses pendampingan. Peneliti merekomendasikan agar proses pendampingan lebih dioptimalkan oleh pendamping PKH dengan melakukan edukasi, monitoring, serta koordinasi dengan Dinas Sosial sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat dalam pelaksanaan PKH di daerah untuk mengambil kebijakan tegas khususnya untuk meningkatkan penerapan prinsip kesetaraan pada proses verifikasi dan transformasi.
The Response Of Program Keluarga Harapan Toward Elderly Welfare During Pandemic COVID-19 In Indonesia Pristhalia Vernanda Gunawan; Binahayati Rusyidi; Sri Sulastri
Aliansi Special Issue September 2022 : Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/aliansi.v0i0.43097

Abstract

Studi literatur ini menilai respon Program Keluarga Harapan (PKH) selama pandemi Covid-19 untuk mengamankan kehidupan lansia miskin di Indonesia. PKH adalah program inti nasional yang diluncurkan pada tahun 2007 untuk mengentaskan kemiskinan di antara rumah tangga sangat miskin dengan ibu hamil atau menyusui atau anak di bawah 18 tahun melalui transfer bersyarat. Kemudian, program ini diperluas untuk menargetkan lansia miskin yang mengalami beberapa tingkat kecacatan. Penelusuran dan analisis literatur dipandu menggunakan software VOSviewer. Termasuk dalam penelitian ini adalah literatur yang relevan di jurnal bereputasi nasional dan internasional. Studi ini menemukan bahwa dibandingkan dengan situasi pandemi sebelumnya, PKH telah meningkatkan jenis layanan dan metode penyampaiannya untuk merespons pandemi. Program ini beragam layanannya dari transfer tunai hanya untuk memasukkan uang tunai gabungan dan layanan dalam bentuk pasokan makanan. Program ini juga menambahkan bentuk lain dari bantuan tunai untuk membantu rumah tangga lanjut usia mengatasi tekanan keuangan yang meningkat. Penyaluran bantuan tunai lebih tepat waktu dibandingkan sebelum pandemi. Perubahan ini telah diapresiasi oleh penerima manfaat sehingga mereka dapat bertahan dalam waktu yang mendesak.
PENERAPAN PRINSIP HAM PADA SISTEM LAYANAN DAN RUJUKAN TERPADU (SLRT) DI KABUPATEN BANDUNG Firda Dwi Anjani; Binahayati Rusyidi; Muhammad Fedryansyah
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 12, No 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i2.34066

Abstract

Abstract. The implementation of SLRT must seek the application of legal, responsive, transparent, participatory, gender equality, accountable, objective, and sustainable principles. Bandung Regency is an area that has held SLRT since 2016 until now and has received Best Practice achievements from the Ministry of Social Affairs. In fact, the characteristics of the region can be a challenge for the implementation of the SLRT implementation principle. Namely, the male population is greater than the female population, the area is large and consists of lowlands and highlands, and the 69 OPDs have their own programs and target recipients. The researcher wants to know how the Bandung Regency SLRT applies the principles of its implementation by using a human rights-based approach theory. This is because there is harmony between the principles of implementing SLRT and human rights principles in the form of participation, accountability, non-discrimination and equity. Information regarding the implementation of SLRT Bandung Regency is presented using qualitative data, sourced from interviews, non-participant observation, and literature studies. The findings of the study state that the implementation of SLRT in Bandung Regency shows active community participation and differences in treatment in the delivery of services that support substantive gender equality. On the other hand, not all OPDs in Bandung Regency have succeeded in integrating their programs and program beneficiary targets with SLRT. Thus, service delivery is not fully sustainable. However, this is not a form of government reluctance, but rather due to limited resources. Keywords: Implementation of SLRT; Human Rights-Based Approach; Human Rights Principle. Abstrak. Penyelenggaraan SLRT harus mengupayakan penerapan asas legal, responsif, transparan, partisipatif, kesetaraan gender, akuntabel, objektif, dan berkelanjutan. Kabupaten Bandung merupakan daerah yang telah menyelenggarakan SLRT sejak tahun 2016 hingga saat ini dan mendapatkan prestasi Best Practice dari Kementerian Sosial. Padahal, karakteristik wilayahnya dapat menjadi tantangan diterapkannya asas penyelenggaraan SLRT. Yaitu, jumlah penduduk laki-laki yang lebih banyak dibandingkan perempuan, wilayah yang luas dan terdiri atas dataran rendah dan tinggi, serta 69 OPD yang memiliki program dan sasaran penerimanya masing-masing. Peneliti ingin mengetahui bagaimana SLRT Kabupaten Bandung menerapkan asas penyelenggaraannya dengan menggunakan teori pendekatan berbasis HAM. Pasalnya, terdapat keselarasan antara asas penyelenggaraan SLRT dengan prinsip HAM berupa partisipasi, akuntabilitas, non diskriminasi dan ekuitas. Informasi mengenai penyelenggaraan SLRT Kabupaten Bandung disajikan menggunakan data kualitatif, bersumber dari kegiatan wawancara, observasi non partisipan, dan studi literatur. Hasil temuan penelitian menyatakan penyelenggaraan SLRT Kabupaten Bandung menunjukkan upaya partisipasi aktif masyarakat dan perbedaan perlakuan dalam penyelenggaraan layanan yang mendukung kesetaraan substantif gender. Di sisi lain, belum semua OPD di Kabupaten Bandung berhasil mengintegrasikan program dan sasaran penerima programnya dengan SLRT. Sehingga, penyelenggaraan layanan belum sepenuhnya berkelanjutan. Namun, hal tersebut bukan merupakan bentuk keengganan pemerintah, melainkan karena keterbatasan sumber daya. Kata kunci: Penyelenggaraan SLRT; Pendekatan Berbasis HAM; Prinsip HAM
ANALISIS BIAYA MANFAAT PROGRAM KESERASIAN SOSIAL SEBAGAI UPAYA PENANGANAN KONFLIK SOSIAL DI INDONESIA Permana, Oktia Dwi; Rusyidi, Binahayati; Kharisma, Dinar
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v6i1.53284

Abstract

Konflik sosial di Indonesia merupakan masalah yang kompleks dan memiliki dampak yang signifikan terhadap masyarakat secara mental dan ekonomi pasca konflik. Konflik tersebut meliputi berbagai aspek, seperti konflik antar etnis dan konflik agama, yang menunjukkan adanya ketegangan antar kelompok di masyarakat. Dalam konteks penanganan konflik sosial, diperlukan program keserasian sosial yang dapat memberikan manfaat sosial yang komprehensif. Namun, terdapat kesenjangan antara hasil penelitian yang menyoroti kompleksitas konflik sosial dari berbagai sudut pandang dengan kebutuhan akan kebijakan sosial yang holistik dan terintegrasi dalam penanganan konflik sosial di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengukur manfaat sosial yang dihasilkan oleh program keserasian sosial serta evaluasi yang mendalam terkait dengan efisiensi penggunaan sumber daya dan efektivitas program dalam mencapai tujuan keserasian sosial. Selain itu, aspek biaya juga menjadi pertimbangan penting dalam penanganan konflik sosial, seperti biaya perawatan depresi dan gangguan psikososial. Dengan demikian, penelitian lebih lanjut dalam hal ini akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan kebijakan penanganan konflik sosial di Indonesia. Social conflict in Indonesia is a complex problem and has a significant impact on society mentally and economically after the conflict. The conflict covers various aspects, such as inter-ethnic conflicts and religious conflicts, which indicate the existence of tensions between groups in society. In the context of handling social conflict, a social harmony program is needed that can provide comprehensive social benefits. However, there is a gap between research results that highlight the complexity of social conflict from various perspectives and the need for holistic and integrated social policies in handling social conflict in Indonesia. Therefore, further research is needed to measure the social benefits generated by social harmony programs as well as in-depth evaluations related to the efficiency of resource use and program effectiveness in achieving social harmony objectives. In addition, the cost aspect is also an important consideration in handling social conflict, such as the cost of treating depression and psychosocial disorders. Thus, further research in this regard will make a significant contribution to the development of policies for handling social conflict in Indonesia.
PENINGKATAN KAPASITAS PEREMPUAN WARGA BINAAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN TERHADAP ISU GENDER Rusidi, Binahayati; Pratiwi, Agus
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.207 KB) | DOI: 10.24198/kumawula.v1i1.16705

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap isu gender dan keadilan gender di kalangan perempuan warga binaan lembaga pemasyarakatan di Kota Bandung. Pendekatan-pendekatan pendidikan yang bersifat partisipatif dan kritis diterapkan dalam bentuk pengajaran tatap muka, pemutaran film,  permainan peran,  refleksi, pembahasan kasus, diskusi dan presentasi kelompok dilaksanakan dalam waktu 6 minggu berturut-turut pada tahun 2015. Pre-test menunjukkan bahwa  pemahaman dan sikap sebagian peserta terhadap isu gender masih sangat terbatas  dan belum tepat. Post-test yang dilakukan setelah serangkaian intervensi menemukan perubahan signifikan terkait pengetahuan dan sikap peserta terhadap isu jender. Analisa data kualitatif juga menunjukkan bahwa sikap dan pengetahuan warga binaan meningkat secara positif. Peneliti merekomendasikan keberlanjutan peningkatan kapasitas warga binaan di lembaga pemasyarakatan perempuan sebagai bagian untuk menyiapkan warga binaan berintegasi dengan masyarakat selepas mengalami masa hukuman.Katakunci: peningkatan kapasitas; perempuan warga binaan; relasi gender 
PNM Mekaar dan Rekonsiliasi Nilai Kebijakan: Menuju Pemberdayaan Ekonomi yang Inklusif Nurmiati, Dwi Rahayu; Kharisma, Dinar Dana; Rusyidi, Binahayati
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 20 No 1 (2025): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN VOL.20 NO.1 JUNI 2025
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PNM Mekaar merupakan program pembiayaan mikro yang bertujuan meningkatkan inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi perempuan prasejahtera. Penelitian ini menganalisis rekonsiliasi nilai kebijakan dalam implementasi program, yaitu efisiensi, kesetaraan, keamanan, dan kebebasan. Dengan menggunakan pendekatan literature review berbasis model TCCM (Theory, Context, Characteristics, Methodology), penelitian ini mensintesis temuan dari berbagai studi terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun program ini efektif dalam meningkatkan akses keuangan, masih terdapat ketimpangan dalam penerapannya. Efisiensi program sering berbenturan dengan kesetaraan, sementara regulasi keamanan keuangan dapat membatasi kebebasan penerima manfaat. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih fleksibel, seperti mekanisme subsidi silang, fleksibilitas pembayaran, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan. Studi ini memberikan rekomendasi untuk kebijakan mikrofinansial yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Evaluating the knowledge, roles, and skills of health cadres in stunting prevention: A mixed-method study in Indonesia Widiasih, Restuning; Sunjaya, Deni Kurniadi; Rahayuwati, Laili; Rusyidi, Binahayati; Ermiati; Sari, Citra Windani Mambang; Mardani; Rusdi; Tung, Serene En Hui
Belitung Nursing Journal Vol. 11 No. 3 (2025): May - June
Publisher : Belitung Raya Publisher - Belitung Raya Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33546/bnj.3722

Abstract

Background: Stunting remains a critical public health issue in Indonesia, threatening the well-being of future generations. Community involvement, particularly by health cadres, is essential for effective prevention. However, structured assessments and follow-up initiatives to enhance their participation remain limited. Objective: This study aimed to evaluate health cadres' knowledge, roles, and skills in stunting prevention programs. Methods: A mixed-methods design with an embedded approach was applied in three phases. Phase 1: A quantitative survey assessed stunting knowledge among 193 cadres across 10 stunting locus villages in Bangka Belitung Province, Indonesia (October–December 2022). The survey tool was adapted from previous studies and analyzed using the RASCH IRT model and descriptive statistics. Phase 2: Qualitative data were collected through semi-structured interviews with 20 cadres selected from the survey pool, and analyzed thematically. Phase 3: The same 20 cadres were observed conducting anthropometric measurements to assess skill accuracy. Results: Knowledge levels were generally low, with 52% of cadres scoring low to very low and only 48% achieving moderate to high scores. Three themes emerged: 1) cadres’ perspectives on the causes and consequences of stunting, 2) their roles and actions in stunting prevention, and 3) their experiences during the COVID-19 pandemic. Observations revealed significant inaccuracies in anthropometric measurement techniques. Conclusion: There is a clear need to improve cadres’ knowledge and skills, especially in anthropometric assessment. Recommendations include implementing certification-based training, introducing innovative and standardized measurement tools, and offering accessible web-based learning platforms. Nurses play a crucial role in supporting cadre training and ensuring accurate growth monitoring at the community level.
Co-Authors Adi Fahrudin Aditya Rahmat Gunawan Aditya Rahmat Gunawan, Aditya Rahmat Adlia Rahma Maulida Agus Pratiwi Agus Wahyudi Riana Ahmad Zulfa Styabudi Andita Ratih Anis Soraya Anis Soraya, Anis Anjani, Firda Dwi Antik Bintari Astri Yuni Lestari BUDHI WIBHAWA Budhi Wibhawa, Budhi Budhy Santoso BUDI M TAFTAZANI Budi Muhammad Taftazani BUDI MUHAMMAD TAFTAZANI Budi Muhammad Taftazani Budi Muhammad Taftazani Budi Muhammad Taftazani, Budi Muhammad Chen, Yi-Yi Denny Maulana Pratama Denti Kardeti Dhio Adenansi Dhio Adenansi, Dhio Dodi Nuriana Dwi Rahayu Nurmiati Dwi Rahayu Nurmiati Ermiati Ermiati Ermiati Eva Nuriyah Eva Nuriyah Hidayat Eva Nuriyah, Eva Faiza Khalifatunnisa Lukmansyah Firda Dwi Anjani Gunawan, Budhi Hery Wibowo Hery Wibowo Hery Wibowo Hery Wibowo, Hery Hetty Krisnani Ida Widianingsih Indah Permata Darma Indah Permata Darma, Indah Permata Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono, Ishartono Jayawarsa, A.A. Ketut Kanya Eka Santi Kharisma, Dinar Kharisma, Dinar Dana Laili Rahayuwati Lenny Meilani Lenny Meilany Lenny Meilany, Lenny Liya Yulia Loho, Albertina N. Mardani MAULANA IRFAN Maulana Irfan Maulana Irfan Maulana Irfan Maulana Irfan, Maulana Meilani, Lenny Meilanny Budiarti S. Meilanny Budiarti S., Meilanny Budiarti Mira Azzasyofia Misrina Misrina Moch. Zainuddin Moch. Zainuddin, Moch. Mohammad Fedryansyah Muhammad Fedryansah Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah, Muhammad Nandang Mulyana, Nandang Nenden Nur Asriyani Maryam Nina Djustiana Nufus, Belgis Hayyinatun Nulhaqim , Soni Akhmad Nunung Nurwati Nunung Nurwati Nunung Nurwati Nunung Nurwati Nunung Nurwati NURMIATI, Dwi Rahayu Nurul Fadhilah Rezeki Nurul Fadhilah Rezeki, Nurul Fadhilah Ode Esa Sinarta Permana, Oktia Dwi Pratama, Muhammad Aldy Pristhalia Vernanda Gunawan R. Nunung Nurwati Rahakbaw, Nancy Rahmat Syarif Hidayat Renny Sekarningsih Restuning Widiasih Rusdi Ruslan Halifu Sahadi Humaedi SAHADI HUMAEDI Sahadi Humaedi Santoso Tri Rahardjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Sari, Citra Windani Mambang SARI, SITI FATIMAH MUTIA Shakilla Dyah Ayu Nadira Shella Adelina Shella Adelina, Shella Sinarta, Ode Esa SITI FATIMAH MUTIA SARI SITI NAPSIYAH ARIEFUZZAMAN, SITI NAPSIYAH Soni Akhmad Nulhaqim Sri Sulastri Sri Sulastri TAFTAZANI, BUDI M Tata Sudrajat Trihartono, Agus Tundzirawati Tundzirawati Tundzirawati Tundzirawati, Tundzirawati Tung, Serene En Hui YANA SAFITRI Yana Sundayani Yolandika Arsyad Yosef Leu Maing Deni Kurniadi Sunjaya Supriyati Yundari, Yundari Yuningsih, Yuyun Zein, Bhre Kirana Zulhaeni, Zulhaeni Zulham Hamidan Lubis