Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Teori Kognitif Sosial Bandura sebagai Upaya Pengembangan Fungsi dan Peran Sekolah Panggih Priyambodo; Firdaus Firdaus; H.B.A. Jayawardana
JURNAL SPEKTRA Vol 8, No 1 (2022): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v8i1.233

Abstract

Sekolah memegang peranan penting dalam hal memberdayakan peserta didik sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penyiapan lingkungan pembelajaran yang tepat berdampak pada situasi pembelajaran. Pembelajaran bermakna menjadikan peserta didik akan lebih mudah dalam mempelajari beragam jenis kemampuan baik pada ranah afektif, kognitif, maupun psikomotorik. Ketercapaian prestasi belajar peserta didik yang optimal secara tidak langsung akan meningkatkan fungsi dan peran sekolah dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya terhadap masyarakat. Guru memiliki keleluasaan dalam menetapkan paradigma pembelajaran dengan tetap mengacu pada kurikulum. Salah satu paradigma pembelajaran yang dapat diterapkan adalah melalui implementasi teori kognitif sosial Bandura. Terdapat tiga komponen yang menjadi fokus perhatian, yaitu: (1) lingkungan yang memberi stimulus; (2) proses kognitif dalam diri peserta didik; serta (3) modifikasi perilaku. Implementasi teori kognitif sosial bandura dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: (1) penyiapan profil kepemimpinan guru sebagai model; (2) penyerapan kultur lokal sebagai basis perilaku model; (3) penciptaan iklim pembelajaran kolaboratif; (4) penguatan self-efficacy, serta (5) penguatan karakter melalui habituasi. Inti dari teori kognitif sosial Bandura adalah penyediaan sumber-sumber perilaku model baik oleh guru maupun peserta didik.
ANALISIS SIFAT GELOMBANG PADA FLUIDA DENGAN TANGKI RIAK Firdaus Firdaus; Almira Syifa; Ani Saturrrohmah
JURNAL SPEKTRA Vol 3, No 2 (2017): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v3i2.31

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tinggi fluida dan jenis fluida terhadap panjang gelombang dan pola gelombang.Percobaan tangki riak yang selama ini sudah ada, hanya menggunakan variasi tinggifluida, variasi celah, variasi frekuensi vibrator dan lain sebagainya.Variasi jenis fluida pada percobaan tangki riak masih jarang diuji cobakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dimana dilakukan pada tangki riak.Komponennya terdiri dari tangki kaca, statif kayu, statif lampu, bohlam 9 watt, kertas putih (layar penangkap) yang berguna untuk menampilkan pola gelombang fluida yang tercipta dan vibrator sebagai penyebab terjadinya gelombang.Pengamatan yang dilakukan adalah mengukur panjang gelombang dan mengamati pola gelombang dengan variasi tinggi fluida dan jenis fluida.Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode analisis kuantitatif dengan analisis regresi dan metode analisis kualitatif dengan analisis deskriptif. Pada saat tinggi fluida 3 cm menghasilkan panjang gelombang yang lebih besar serta pola gelombang yang lebih teratur.Saat medium gelombang menggunakan jenis fluida lain, masing-masing jenis fluida memiliki panjang gelombang yang bervariasi. Larutan gula memiliki panjang gelombang yang paling besar serta memiliki pola gelombang yang paling stabil dan teratur.Dari percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa tinggi mediumdan kekentalan medium mempengaruhi panjang gelombang dan pola gelombang.
ANALISIS BENCANA TANAH LONGSOR SERTA MITIGASINYA Fatiatun Fatiatun; Firdaus Firdaus; Sri Jumini; Nugroho Prasetya Adi
JURNAL SPEKTRA Vol 5, No 2 (2019): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v5i2.113

Abstract

Analisis kejadian tanah longsor ini dilatarbelakangi oleh banyaknya bencana yang terjadi di Wonosobo. Tanah longsor merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di daerah pegunungan, khususnya desa Tieng yang ada di Wonosobo. Masyarakat di daerah tersebut diantisipasi untuk selalu waspada terhadap bencana tanah longsor yang selalu mengancam di saat datangnya musim hujan. Cara penanganan yang tepat saat dan setelah terjadinya bencana tanah longsor merupakan hal yang sangat penting dimiliki oleh warga masyarakat sekitar daerah kejadian tersebut. Teknik survei dipakai dalam menganalisis bencana tanah longsor yang ada di daerah Wonosobo ini. Banyak korban jiwa yang meninggal, luka-luka dan hilang akibat bencana tanah longsor ini. Mitigasi bencana tanah longsor yang dilakukan pemerintah dan warga masyarakat sekitar bencana yang juga dibantu oleh para pecinta alam adalah dengan melakukan reboisasi dengan tanaman yang bisa menyerap banyak air dan menahan tanah supaya tidak longsor lagi. Kegiatan reboisasi ini disampaikan oleh pemerintah ke warga masyarakat sekitar kejadian tanah longsor melalui kegiatan penyuluhan tanggap bencana.
IDENTIFIKASI PERAN ALAT PERAGA IPA SD/MI DI KABUPATEN WONOSOBO Firdaus Firdaus; Pamugkas Stiya Mulyani
Indonesian Journal of Natural Science Education Vol 2, No 1 (2019): JUNI
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/nse.v2i1.493

Abstract

Penelitian ini membahas tentang identifikasi peran alat peraga IPA SD/MI di wilayah Wonosobo. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui ketersediaan alat peraga IPA di SD/MI di kabupaten Wonosobo, (2) Mengetahui peran alat peraga IPA dalam pembelajaran di SD/MI di kabupaten Wonosobo , (3) Menganalisis pelaksanaan pembelajaran terhadap penggunaan alat peraga IPA di SD/MI di kabupaten Wonosobo.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa di SD/MI di kabupaten Wonosobo. Adapun jumlah guru sebagai responden sebanyak 16 guru dan jumlah siswanya adalah sebanyak 320 siswa. Adapun proses analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu tabulasi data, analisis data kualitatif dan intepretasi data. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Alat peraga di sekolah sangat minim, banyak guru yang belum dapat membuat alat peraga sendiri dikarenakan waktu yang sangat terbatas dan keterampilan kurang. (2) Alat peraga memberikan dampak baik kepada siswa di antaranya siswa lebih mudah memahami materi, bersemangat, senang, tidak bosan/ betah dan aktif dalam pembelajaran. (3) Guru sudah baik dalam menggunakan alat peraga IPA serta dalam penyampaian materinya, tetapi variasi penggunaan alat peraga IPA kurang dikarenakan ketersediaan alat peraga IPA yang terbatas.
Effects of Various Semiconducting Oxides as Photoanode and Counter Electrode for Dye Sensitized Solar Cell Application - A Review fatiatun fatiatun; Suryani Abu Bakar; Putut Marwoto; Kusnanto Mukti Wibowo; Muqoyyanah Muqoyyanah; Firdaus Firdaus
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 10, No 2 (2020): October
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v10i2.35195

Abstract

Dye sensitized solar cells (DSSCs) merupakan teknologi alternatif fotovoltaik yang menguntungkan. DSSCs menunjukkan harga yang murah, efisiensi yang tinggi dan proses pembuatan yang sederhana. Dalam aplikasi DSSCs, fotoanoda memiliki peranan yang penting untuk mengumpulkan elektron-elektron yang tereksitasi dan dye berfungsi untuk menyalurkan cahaya elektron-elektron ke transparent conducting film (TCF). Fotoanoda mempunyai band gap yang lebar pada semikonduktor logam oksida (contoh: zinc oxide (ZnO) dan titanium dioxide (TiO2)) yang dilapiskan pada TCF. Counter electrode (CE) adalah salah satu komponen yang penting dalam proses kerja DSSCs. CE digunakan sebagai mediator untuk membangkitkan sensitizer setelah masuknya elektron. Bahan CE yang ideal harus mempunyai resistansi yang rendah, biaya produksi yang murah, konduktivitas listrik yang tinggi, aktivitas elektrokatalitik yang bagus dan stabilitas yang tinggi. Bahan-bahan CE yang umum digunakan untuk aplikasi DSSCs yaitu seperti platina (Pt), karbon, carbon nanotubes (CNTs), grafin dan polimer konduktif. Review ini dikembangkan untuk mempelajari sifat-sifat bahan fotoanoda dan CE yang bagus untuk aplikasi DSSCs. Review ini juga digunakan untuk memberikan informasi untuk perkembangan bahan-bahan fotoanoda dan CE pada penelitian selanjutnya dalam aplikasi DSSCs. Dalam review ini, pengaruh bahan-bahan yang digunakan untuk fotoanoda dan CE dalam aplikasi DSSCs didiskusikan.
Integrasi Budaya Lokal (Bundengan) pada Pembelajaran Gelombang dan Bunyi untuk Meningkatkan Sikap Cinta Tanah Air dan Literasi Sains Siswa Gusrina Rahayu; Ahmad Khoiri; Firdaus Firdaus
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v6i1.4323

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis integrasi budaya lokal (bundengan) pada pembelajaran gelombang dan bunyi yang dapat meningkatkan sikap cinta tanah air dan litersasi sains siswa. Metode penelitian kuantitatif dengan pre-Experimental Design (non-desaign) One-Group Pretest-postest Design. Subjek penelitian siswa kelas VIII MTs Nurul Chusna pada tahun ajaran 2020/2021 sebanyak 20 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan soal pretest, postest literasi sains dan angket sikap cnta tanah air. Teknik analisis uji prasyarat, uji t-test dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukan: 1) Ada perbedaan signifikan literasi sains siswa sebelum dan sesudah menggunakan budaya lokal (bundengan) berdasarkan uji t-test sig (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,005. 2) Adanya peningkatan keterampilan literasi sains sebelum dan sesudah menggunakan budaya lokal (Bundengan) sebesar 57% berdasarkan uji N-Gain. Penggunaan budaya lokal (Bundengan) dalam pembelajaran gelombang dan bunyi efektif digunakan untuk meningatkan sikap cinta tanah air dan literasi sains siswa. Rekomendasi penelitian bahwa integrasi budaya lokal mampu mempertahankan tardisi dan budaya daerah serta memberikan kontribusi terhadap karakter siswa. The research aims to analyze the integration of local culture (Bundengan) in learning waves and sounds that can improve students' patriotism and scientific literacy. Quantitative research method with pre-experimental Design (non-design) One-Group Pretest-posttest Design. The research subjects were 20 class VIII MTs Nurul Chusna in the 2020/2021 academic year. Data collection methods using pretest, posttest scientific literacy and love attitude questionnaire for the homeland: prerequisite test analysis technique, t-test and N-Gain test. The results showed: 1) There was a significant difference in students' scientific literacy before and after using local culture (Bundengan) based on the t-test sig (2-tailed) of 0.000 < 0.005. 2) There is an increase in scientific literacy skills before and after using local culture (Bundengan) by 57% based on the N-Gain test. The use of local culture (Bundengan) in learning waves and sounds is effectively used to increase students' patriotism and scientific literacy. Research recommends that the integration of local culture can maintain local traditions and culture and contribute to students' character.
Integrasi Budaya Lokal (Bundengan) pada Pembelajaran Gelombang dan Bunyi untuk Meningkatkan Sikap Cinta Tanah Air dan Literasi Sains Siswa Gusrina Rahayu; Ahmad Khoiri; Firdaus Firdaus
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v6i1.4323

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis integrasi budaya lokal (bundengan) pada pembelajaran gelombang dan bunyi yang dapat meningkatkan sikap cinta tanah air dan litersasi sains siswa. Metode penelitian kuantitatif dengan pre-Experimental Design (non-desaign) One-Group Pretest-postest Design. Subjek penelitian siswa kelas VIII MTs Nurul Chusna pada tahun ajaran 2020/2021 sebanyak 20 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan soal pretest, postest literasi sains dan angket sikap cnta tanah air. Teknik analisis uji prasyarat, uji t-test dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukan: 1) Ada perbedaan signifikan literasi sains siswa sebelum dan sesudah menggunakan budaya lokal (bundengan) berdasarkan uji t-test sig (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,005. 2) Adanya peningkatan keterampilan literasi sains sebelum dan sesudah menggunakan budaya lokal (Bundengan) sebesar 57% berdasarkan uji N-Gain. Penggunaan budaya lokal (Bundengan) dalam pembelajaran gelombang dan bunyi efektif digunakan untuk meningatkan sikap cinta tanah air dan literasi sains siswa. Rekomendasi penelitian bahwa integrasi budaya lokal mampu mempertahankan tardisi dan budaya daerah serta memberikan kontribusi terhadap karakter siswa. The research aims to analyze the integration of local culture (Bundengan) in learning waves and sounds that can improve students' patriotism and scientific literacy. Quantitative research method with pre-experimental Design (non-design) One-Group Pretest-posttest Design. The research subjects were 20 class VIII MTs Nurul Chusna in the 2020/2021 academic year. Data collection methods using pretest, posttest scientific literacy and love attitude questionnaire for the homeland: prerequisite test analysis technique, t-test and N-Gain test. The results showed: 1) There was a significant difference in students' scientific literacy before and after using local culture (Bundengan) based on the t-test sig (2-tailed) of 0.000 < 0.005. 2) There is an increase in scientific literacy skills before and after using local culture (Bundengan) by 57% based on the N-Gain test. The use of local culture (Bundengan) in learning waves and sounds is effectively used to increase students' patriotism and scientific literacy. Research recommends that the integration of local culture can maintain local traditions and culture and contribute to students' character.
The Development of Edu-Detective Thinking Learning Model For Biology Students Panggih Priyambodo; Wulandari Saputri; Winarto Winarto; Firdaus Firdaus
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 3 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.125 KB) | DOI: 10.35445/alishlah.v14i3.1277

Abstract

This study aims to: (1) produce an appropriate Edu-Detective Thinking learning model, (2) produce a practical Edu-Detective Thinking learning model, and (3) produce an effective Edu-Detective Thinking learning model to improve environmental character, science processes skill, and students' cognitive processing abilities. This type of Research Development research refers to the Borg Gall development model, which includes: (1) preliminary study and information gathering, (2) planning, (3) initial product development, (4) preliminary field testing, (5) product revision main field, (6) main field testing, (7) operational product, (8) operational field testing, (9) final product revision, (10) dissemination implementation. Data on product validity and practicality were collected using questionnaires and observation sheets. Then, the data were analyzed descriptively quantitatively. Meanwhile, the effectiveness data were collected by test questions and analyzed using the MANOVA test.   The results of the study are as follows: (1) the Edu-Detective Thinking learning model is feasible to improve the environmental character, science process skills, and students' cognitive processing abilities, (2) the practical Edu-Detective Thinking learning model to improve environmental character, science process skills, and students' cognitive processing abilities, and (3) the Edu-Detective Thinking learning model is effective for improving the environmental character, science process skills, and students' cognitive processing abilities. Thus, it can be concluded that the Edu-Detective Thinking model can be an alternative learning model to improve the quality of biology learning to be more challenging and fun for students.
PELATIHAN PEMBUATAN KOMPOS DARI LIMBAH RUMAH TANGGA SEBAGAI PELUANG USAHA BARU DI ERA NEW NORMAL DI DESA TIRIP KECAMATAN WADASLINTANG KABUPATEN WONOSOBO Suripto Suripto; Firdaus Firdaus; Asfiah Is’ad Agustina; Atika Laila Maghfuroh; Mufaat Hadi Rosid; Muhammad Uci Turtusi; Nunik Nur Khasanah; Panggih Hari Pambagiyo; Ria Asti Ismia; Ulfa Zakiyatun Nashihah; Wahyu Dwi Sampurno
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 5 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i5.1743-1750

Abstract

Sampah merupakan salah satu masalah krusial yang harus dihadapi oleh masyarakat. Sampah adalah bahan yang dibuang, hasil kegiatan manusia atau alam yang tidak digunakan lagi karena unsur fungsi utamanya telah diambil. Salah satu cara untuk mengurangi sampah adalah dengan memanfaatkan sampah organik menjadi kompos sehingga dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan sampah, sehingga memiliki nilai guna dan mampu menciptakan peluang usaha baru. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan pembuatan kompos dari sampah rumah tangga untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan warga Desa Tirip kecamatan Wadaslintang dalam mengelola sampah rumah tangga. Pelatihan pembuatan kompos dari sampah rumah tangga dengan metode ceramah, diskusi, demonstrasi dan pelatihan pembuatan kompos dari rumah tangga. Evaluasi dilakukan dengan mempraktikkan hasil pelatihan ini di rumah masing-masing yang kemudian akan melakukan review. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya pemahaman dan kemampuan Ibu-ibu PKK dalam pembuatan pupuk kompos dengan komposter setelah mengikuti sosialisasi dan pelatihan pembuatan kompos dari limbah rumah tangga yang dilaksanakan dengan baik dan lancar. Sebanyak 11 unit komposter diserahkan kepada ibu-ibu PKK di Desa Tirip. Diharapkan kader PKK di Desa Tirip dapat berkembang dan lebih terampil setelah mendapatkan sosialisasi dan pelatihan pembuatan kompos dari sampah rumah tangga.
TRAINING IN UTILIZING LOCAL FOOD IN STUNTING PREVENTION IN SOMOGEDE VILLAGE Irfan Faozi; Firdaus Firdaus; Istiqomah Istiqomah; Nurina Nurina; Hanna Kristianasari; Muhammad Hamid; Adit Prayitno; Aji Bayu Prabowo; Nahdia Sains Lini; Nuriyah Setyani; Fiyya Syarifah Kurniasari
Abdimas Galuh Vol 4, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v4i2.7459

Abstract

Stunting adalah kondisi tubuh anak yang gagal tumbuh pada usia balita karena kekurangan gizi (gizi kronis) yang menyebabkan anak terlalu pendek untuk usianya atau tidak berkembang baik. Desa Somogede terjadi stunting disebabkan beberapa faktor seperti kurangnya pengetahuan terhadap remaja perempuan sebelum menikah tentang gizi seimbang, tidak memahami kebutuhan gizi yang seimbang untuk anak, dan kurangnya kreativitas mengolah makanan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kreativitas ibu khususnya bagi ibu hamil dan ibu yang memiliki bayi balita agar memanfaatkan bahan pangan lokal. Metode penelitian ini yaitu dokumentasi, sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan bahan pangan lokal dengan pelatihan pembuatan susu kedelai dan kroket singkong. Kegiatan pengabdian ini dimulai dengan melakukan pengumpulan data berupa pengukuran berat badan balita, panjang badan balita, berat badan ibu hamil, tinggi badan dan lingkar lengan atas ibu hamil. Peningkatan pencegahan stunting melalui pemanfaatan bahan pangan lokal. Hasilnya dapat diketahui bahwa terdapat penurunan angka stunting setelah dilakukannya sosialisasi, edukasi dan pelatihan, pada saat pre-test yaitu terdapat 8 balita (4%) yang pendek dan 2 balita (1%) yang sangat pendek. Hasil post-test menjadi nol artinya sudah tidak terdapat anak atau bayi yang mengalami stunting.
Co-Authors Abdul Majid Abdul Majid Abdul Majid Abdul Majid Adi, Nugroho Prasetya Adit Prayitno Ahmad Khoiri Ahmad Tafrichan Aji Bayu Prabowo Alivia, Reza Almira Syifa Amad Mustakim Aminah Al Zahra Apit Fathurohman Arlinah, Dwi Asfiah Is’ad Agustina Asfiyah, Niawati Atika Laila Maghfuroh Avifatun, Nur Danang Nur Fauzan Dimas Setiawan dini khoirunisak dini khoirunisak El Syam, Robingun Suyud Eli Trisnowati Fajriyyah, Uyun Nafidzatul Fatiatun, Fatiatun Fatma Yuniati Fiqoh Khoeriyah Firdaus Firdaus Fiyya Syarifah Kurniasari H.B.A Jayawardana Hamedda Fatmawati Alhusna Hanna Kristianasari Hanum Ismi Azizah Haryanto, Sri Hidayatullah, Alva Intan Masruroh Swastika Irfan Faozi Izza, Zumrotul Kholifah, Izni Nur Kusnanto Mukti Wibowo Latifah Latifah Masruroh, Umi Sofiyatun Mila Ariyani Moh. Sakir Mufaat Hadi Rosid Mufarohah, Isna Lailatul Muhammad Hamid Muhammad Najib Al Adib Muhammad Uci Turtusi Mukromin Mukromin MUNTAHA, DARUL Muqoyyanah Muqoyyanah Nahdia Sains Lini Nasokah Nasokah Nasokha Nasokha Nasokha, Nasokha Nina Mardiana (F01108057) Noor Aziz Noor Aziz, Noor Nunik Nur Khasanah Nur Farida Nurina Nurina Nuriyah Setyani Pamugkas Stiya Mulyani Pamungkas Stiya Mulyani Panggih Hari Pambagiyo Panggih Priyambodo Panggih Priyambodo Putra, Ngurah Made Darma Putut Marwoto Rahmayanti, Handika Dany Ria Asti Ismia Rifqi Muntaqo Rinneke Kurnia Rizki Ardiawan Sabilla, Alviana Maya Sakir, Mohammad Septi Rosana Siti Rohani Sri Haryanto Sri Haryanto Sri Haryanto Sri Haryanto Sri Jumini Sri Jumini Sri Jumini Sri Jumini Sulastri Sunaryo Sunaryo Suripto Suripto Suryani Abu Bakar Syukron, Muhammad Ulfa Zakiyatun Nashihah Ulfi Meiyana Vioni Wijayanti Vivi Irvani Wahyu Dwi Sampurno Wahyu Nuria Handayani winarto winarto Wiwi Isnaeni Wiyanto Wiyanto Wulandari Saputri, Wulandari