Terumbu karang merupakan ekosistem laut yang kompleks, terbentuk dari endapan kalsium karbonat yang dihasilkan oleh organisme laut kecil yang dikenal dengan polip karang, dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi laut. Selain berfungsi sebagai habitat berbagai spesies, terumbu karang juga memiliki nilai ekonomi strategis, khususnya dalam mendukung sektor pariwisata bahari. Kawasan Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan (Gili Matra) dikenal sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia berkat keindahan ekosistem bawah lautnya. Namun demikian, aktivitas pariwisata yang tidak terkendali serta tekanan perubahan iklim telah mengancam kelestarian terumbu karang di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengelolaan terumbu karang berbasis teknologi Biorock dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Gili Matra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan terumbu karang dilakukan melalui kolaborasi masyarakat lokal, organisasi nirlaba, dan yayasan. Teknologi Biorock terbukti efektif mempercepat pertumbuhan karang dua sampai enam kali lebih cepat dibandingkan kondisi alami ataupun menggunakan metode manual. Selain itu, berbagai program pendukung pariwisata berkelanjutan juga dilakukan, antara lain pemberian beasiswa bagi perempuan lokal untuk mengikuti pelatihan menyelam dan konservasi, pelaksanaan pendidikan dan penelitian, pengembangan kemitraan dengan pemangku kepentingan, serta kegiatan pembersihan sampah secara rutin setiap minggu.