Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengembangan Prototipe Infus Berbasis Internet Of Things Untuk Monitoring Pasien Secara Real Time Saputra, Rangga; Hikmah, Irmayatul; Indah Purnama, Sevia
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prototipe infus yang dilengkapi IoT inidirancang untuk membangun sistem pemantauan real-timeterhadap cairan infus pasien, meningkatkan efisiensi dankeamanan dalam pelayanan kesehatan. Denganmenggunakan sensor sel beban untuk mengukur beratkantong infus, sistem ini mentransmisikan data secaranirkabel melalui WiFi ke aplikasi Blynk. Peringatan otomatisakan dikirimkan kepada staf perawat ketika volume infusmendekati ambang batas minimum yang telah ditentukan.Penilaian kinerja mencakup empat area utama: fungsiperingatan, presisi sensor, perhitungan tetes per menit(DPM), dan kualitas jaringan. Uji peringatan memastikansistem secara andal menyalakan indikator LED danmenghasilkan notifikasi saat tingkat cairan mencapai atauturun di bawah 50 ml. Evaluasi presisi membandingkanoutput sensor beban dengan timbangan digital yangdikalibrasi. Sensor 1 menunjukkan MAE sebesar0.4166666667 (0.14970%) dan RMSE sebesar 0.6454972244(0.232%). Sensor 2 menunjukkan $MAE $sebesar $0,3846153846$ (0,12837%) dan RMSE sebesar $0,6201736729 (0,207%).Pengujian akurasi DPM menunjukkan Sensor 1 mencapaiMAE sebesar 3,91011236 (19,55%) dan RMSE sebesar4,546884351 (22,73%). Sensor 2, bagaimanapun,menunjukkan kesalahan yang lebih tinggi: MAE sebesar5,714285714 (28,57%) dan RMSE sebesar 7,55928946(37,80%). Akhirnya, metrik Kualitas Layanan (QoS)menunjukkan latensi rata-rata 1,502 ms (Sangat Baik),throughput 57,45 Kbps (Moderat), tingkat kehilangan paketyang signifikan sebesar 41,08% (Sangat Buruk), dan nilaijitter 3,296 ms (Baik).Kata kunci—Infus, Load Cell, Platform Blynk, QoS, ESP32,Monitoring Real-time
Dampak Pendidikan Kesehatan dan Dukungan Keluarga dalam Membentuk Sikap Anti-Rokok pada Remaja Amelia, Salsabila; Sulaeman, Sulaeman; Saputra, Rangga
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i3.1400

Abstract

Latar Belakang : Perilaku merokok pada remaja masih menjadi permasalahan serius dalam bidang kesehatan masyarakat, terutama karena usia remaja merupakan masa transisi yang rentan terhadap pengaruh lingkungan sosial. Rokok tidak hanya memberikan dampak buruk bagi kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi aspek psikologis dan sosial remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dan dukungan keluarga dalam membantu membentuk sikap anti-rokok pada remaja di Desa Kampung Melayu Barat RT 02/RW 02 Kabupaten Tangerang tahun 2025. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-experiment one group melalui model pre-test dan post-test dengan kelompok kontrol. Teknik Sampel: Jumlah sampel sebanyak 85 responden dan sampel penelitian adalah remaja usia 10-14 tahun, 14-16 tahun, 17-19 tahun yang dipilih menggunakan teknik total sampling.  Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji Kolmogrov-Sminov Test, serta uji paired t-test untuk melihat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan remaja mengenai bahaya rokok setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan nilai rata-rata kenaikan yang bermakna (p < 0,05). Analisis lebih lanjut menegaskan bahwa kombinasi pendidikan kesehatan dan dukungan keluarga memiliki pengaruh dalam membentuk sikap anti-rokok. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan dan dukungan keluarga merupakan dua faktor penting yang berpengaruh secara signifikan dalam membentuk sikap anti-rokok pada remaja.
Peran Kandungan C-Organik, Nitrogen, Fosfat, Kalium Tanah Entisol dalam Mendukung Pertumbuhan Sorgum (Sorghum bicolor L.) di Lombok Utara Baiq Najwa Tiara Safitri; Naufal Rifki Abibreza; Rangga Saputra; Riski Hidayah; Rizki Amelia; Fitria Zulhaedar; Titin Sugianti; Yanti Triguna; Fahrudin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7653

Abstract

Kabupaten Lombok Utara merupakan salah satu daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang memiliki iklim kering dan didominasi oleh lahan kering. Wilayah ini didominasi oleh tanah berordo Entisol, yaitu tanah muda secara perkembangan pedogenik dengan tekstur berpasir, reaktivitas tanah yang beragam (pH 5,6–8,5), serta kandungan unsur hara seperti fosfor (P) dan kalium (K), kapasitas tukar kation (KTK), dan kejenuhan basa yang tinggi. Tanaman sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) memiliki potensi besar untuk dibudidayakan di wilayah ini karena adaptif terhadap lahan kering dan kini menjadi perhatian dalam pengembangan alternatif ketahanan pangan dan energi baru terbarukan (EBT). Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Pengambilan contoh tanah dilakukan pada lahan terbuka di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, dengan lima titik sampling pada ketinggian 200–250 mdpl menggunakan metode random samping pada kedalaman 0–30 cm. Berdasarkan hasil analisis laboratorium didapatkan hasil C-Organik 0,38 %, N-total 0,08%, P-total 4,463%, K-total 0,092% dan tekstur liat berlempung. Parameter tekstur, C-organik, N-total, dan K-total berada dalam kelas S3, sedangkan P-total termasuk dalam kelas S1 (sangat sesuai). Dapat dikategorikan tanah entisol di Lokasi kajian secara umum termasuk dalam kelas kesesuaian lahan S3 (lahan maginal) untuk budidaya tanaman sorgum.
INVESTIGASI KOLOM DENGAN PENAMPANG BERLUBANG BERBASIS KAYU LOKAL: Investigation of Short Hollow Column of Local Timber Rofaida, Aryani; Sugiartha, I Wayan; Saputra, Rangga
Spektrum Sipil Vol 2 No 1 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu merupakan satu dari beberapa bahan konstruksi yang sudah lama dikenal masyarakat, didapatkan dari semacam tanaman yang tumbuh di alam yang dapat diperbaharui secara alami. Penggunaan kayu sebagai bahan konstruksi tidak hanya didasari oleh kekuatannya saja, akan tetapi juga didasari oleh keindahannya. Keterbatasan ukuran kayu saat ini menyebabkan masalah tersendiri dalam hal memenuhi kayu sebagai bahan struktural. Pemanfaatan kayu laminasi dimaksudkan untuk mengurangi penggunaan kayu solid dengan dimensi besar sebagai bahan struktural. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kapasitas tahanan penampang kolom kayu hollow dan mengetahui pola keruntuhannya kayu hollow. Penelitian pendahuluan yang dilakukan berupa pengujian sifat fisik dan sifat mekanik kayu.Selanjutnya dilakukan kegiatan utama secara bertahap yaitu pembuatan benda uji kolom kayu hollow dengan dimensi 12,5 cm x 12,5 cm dan tebal 2,5 cm. Pengujian kolom kayu hollow dilakukan dengan pembebanan statis jangka pendek yang ditempatkan secara sentris.. Hasil Investigasi menunjukkan bahwa Kapasitas tahanan tekan rata – rata penampang kolom’sebesar 34,566 MPa.. Sedangkan Pola keruntuhan yang terjadi pada kolom kayu hollow yakni keruntuhan tekan atau keruntuhan material (crushing failure).
Pengaruh Terapi Musik terhadap Tingkat Nyeri Pemasangan Infus pada Pasien Anak Usia Prasekolah di Ruang Anak Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta Tahun 2023 Rita Donna Marlina; Yuni Susilowati; Rangga Saputra
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v2i1.2807

Abstract

The infusion procedure can cause problems in children due to pain. Based on preliminary studies, it was found that at least 3 out of 5 pediatric patients who underwent an infusion procedure would cry loudly due to pain. This study is to determine the effect of music therapy on infusion pain in preschool-aged children. This study used Post-test Only Control Group Design which consisted of an experimental group of 9 respondents and a control group of 9 respondents. Based on the univariate statistical test, the results show that most of the respondents in the control group were 6 years old, namely as many as 3 people (33.3%), male as many as 5 people (55.6%), felt pain on a scale of 6-7 as many as 5 people (55.6%) and pain scale 8-9 as many as 4 people (44.4%). While in the intervention group, most of the respondents were 5 years old, consisting of 3 people (33.3%), 6 people (66.7%) were male and 6 people felt pain on a scale of 2-3 (66.7%). Based on the Mann Whitney test, a p value of 0.000 was obtained, meaning that music therapy affected the pain level of infusion in preschool-aged children. The results of this study prove that music therapy is an effective distraction technique for infusion pain levels in preschool-aged children. The results of this study are expected to be a reference for nurses in applying music therapy in reducing pain due to infusion.
The Correlation between Knowledge and Compliance with Personal Protective Equipment (PPE) Use in Construction Workers at EMC Alam Sutera Hospital, South Tangerang City Melda Siahaan; Sartika, Imas; Saputra, Rangga; Oliber A. Arde, Bernardo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 03 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Science) 
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhs.v16i03.4002

Abstract

  Construction work has a high-risk workplace. Construction workers are often faced with difficult and dangerous working situations. One of the efforts to protect workers in Occupational Safety and Health (OSH) is by supplying Personal Protective Equipment (PPE). This study analyzes the correlation between knowledge and compliance with personal protective equipment (PPE) used in construction workers. This paper correlated quantitative research with a cross-sectional approach. The study population was all construction workers at EMC Alam Sutera Hospital, South Tangerang, totaling 70 people. There were 70 respondents with a total sampling technique. The instruments were PPE compliance observation sheets and PPE knowledge questionnaires. Data analysis was univariate and bivariate analysis. Results showed that most respondents were 40 or older (60%). In addition, half of them had secondary and tertiary education (54.3%). Most also had good knowledge about PPE (65.7%). Of the 46 construction workers with good PPE knowledge, 42 complied with PPE use (91.3), and only four were not compliant (8.7%). Meanwhile, of the 24 construction workers with poor knowledge of PPE, 11 were not compliant with PPE use (45.8%), and 13 were compliant (54.3%). The statistical test results obtained were p=0.001. Thus, there was a significant correlation between knowledge and compliance with PPE use in respondents. In conclusion, knowledge correlates compliance with PPE uses among construction workers in EMC Alam Sutera Hospital, South Tangerang City. The hospital should provide recommendations to construction companies at EMC Alam Sutera Hospital, South Tangerang City, regarding using full PPE for construction workers.
Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan Remaja tentang Anemia di SMPN 2 Pasar Kemis Saputra, Rangga; Rahmawati, Rista Nova; Santi, Dwi Ros
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.17548

Abstract

ABSTRAK Anemia adalah masalah kesehatan global yang mempengaruhi wanita, anak-anak, dan wanita hamil atau menyusui. Anemia disebabkan oleh kekurangan nutrisi penting, termasuk zat besi, zinc, vitamin, dan protein. Di Indonesia, 1 dari 4 remaja putri mengalami anemia. Penyebabnya antara lain kehilangan darah, infeksi, penyakit, kekurangan zat gizi mikro, dan hemoglobinopati. Pendidikan Kesehatan dapat membantu mengurangi risiko anemia pada remaja. Tujuan penulis melakukan Pengabdian Masyarakat untuk  memberikan Pendidikan Kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang anemia di SMPN 2 Pasar Kemis. Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2024 ini melibatkan siswi-siswi kelas 8 SMP Negeri 2 Pasar Kemis. Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pemberian soal pre-test, presentasi informasi anemia, dan post-test. Fasilitator mendorong partisipasi aktif dan membahas hambatan yang mungkin terjadi. Kegiatan berlangsung selama kurang lebih 45 menit. Hasil dari kegiatan Pengabdian Masyarakat yang menggunakan metode penilaian pre-test dan post-test menunjukkan bahwa penyampaian Pendidikan Kesehatan sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja putri di SMP Negeri 2 Pasar Kemis. Sebelum sesi Pendidikan Kesehatan, tingkat pengetahuan mengenai anemia tercatat sebesar 58%. Setelah program tersebut dilaksanakan, tingkat pengetahuan meningkat secara signifikan menjadi 92%, menandakan bahwa mayoritas remaja putri kini memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang anemia. Terjadi perubahan yang signifikan dalam tingkat pengetahuan antara sebelum dan setelah diberikan Pendidikan Kesehatan.  Kata Kunci: Anemia, Kesehatan, Remaja, Pendidikan  ABSTRACT Anemia is a global health problem that affects women, children, and pregnant or lactating women. Anemia is caused by a deficiency of essential nutrients, including iron, zinc, vitamins, and protein. In Indonesia, 1 in 4 adolescent girls experience anemia. The causes include blood loss, infection, disease, micronutrient deficiencies, and hemoglobinopathy. Health education can help reduce the risk of anemia in adolescents. The author's purpose is to conduct community service to provide health education for adolescents' knowledge about anemia at SMPN 2 Pasar Kemis. The community service activity which was carried out on July 22, 2024 involved 8th grade students of SMP Negeri 2 Pasar Kemis. The activity began with an opening, followed by the provision of pre-test questions, presentation of anemia information, and post-test. Facilitators encourage active participation and discuss possible obstacles. The activity lasted for approximately 45 minutes. The results of Community Service activities using pre-test and post-test assessment methods showed that the delivery of health education was very effective in improving the understanding of adolescent girls at SMP Negeri 2 Pasar Kemis. Before the health education session, the level of knowledge about anemia was recorded at 58%. After the program was implemented, the knowledge level increased significantly to 92%, indicating that the majority of adolescent girls now have better knowledge about anemia.Conclusions: There was a significant change in the level of knowledge between before and after health education.  Keywords: Anemia, Health, Adolescents, Education
Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Mendukung Proses Belajar Siswa di SMA Negeri 1 Kuripan Saputra, Rangga; Najwa, Lu`luin; Irawan, M. Ary
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v12i2.13912

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to describe the management of facilities and infrastructure in improving the learning process at SMA Negeri 1 Kuripan. The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques use observation, interviews, and documentation. Data analysis uses data reduction, data presentation, and conclusion. Based on the results that the author has found at the research location, the management activities of facilities and infrastructure in improving the learning process at SMA Negeri 1 Kuripan consist of 4 focuses, namely: 1) The planning stage which includes analysis of needs, financing, and priorities, 2) The implementation stage is one of the important factors in supporting the smoothness and effectiveness of the teaching and learning process. This can be seen from the suitability of the types of learning media, practice tools, and learning resources with the subject matter and learning objectives, as well as their positive impact on the learning process, 3) Maintenance stage, including two types, namely routine and periodic maintenance 4) Supervision stage, carried out by all stakeholders and without a special supervision team, and carried out periodically. So the conclusion of the study of educational facilities and infrastructure management in supporting the student learning process at SMA Negeri 1 Kuripan is that carrying out the planning, implementation, maintenance, and supervision processes, thus can have a positive impact on the learning process and improving the quality of learning, student learning interest, and achievement of learning achievements.Keywords: Management of Facilities and Infrastructure, Learning Process.Abstrak: Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan manajemen sarana dan prasarana dalam meningkatkan proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Kuripan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil yang telah penulis temukan di lokasi penelitian, kegiatan manajemen sarana dan prasarana dalam meningkatkan proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Kuripan terdiri dari 4 fokus, yakni: 1) Tahap perencanaan yang meliputi analisis kebutuhan, pembiayaan, dan prioritas, 2) Tahap pelaksanaan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran dan efektivitas proses belajar mengajar. Hal ini terlihat dari kesesuaian jenis media pembelajaran, alat praktik, dan sumber belajar dengan materi pelajaran dan tujuan pembelajaran, serta dampak positifnya terhadap proses pembelajaran, 3) Tahap pemeliharaan, meliputi dua jenis yaitu pemeliharaan rutin dan berkala 4) Tahap pengawasan, dilaksanakan oleh semua stakeholder dan tanpa adanya tim khusus pengawasan, dan dilaksanakan secara berkala. Maka kesimpulan dari penelitian manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam mendukung proses belajar siswa di SMA Negeri 1 Kuripan yaitu dengan melakukan proses perencanaan, pelaksanaan, pemeliharaan, dan pengawasan, dengan demikian hal ini dapat memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran seperti peningkatan kualitas pembelajaran, minat belajar siswa, dan pencapaian prestasi belajar.Kata kunci: Manajemen Sarana dan Prasarana, Proses Pembelajaran 
Analisa Sistem Operasi Real-Time pada Pengendalian Robot Industri: Evaluasi Performa dan Stabilitas Viona Veliza; Rangga Saputra
Polygon : Jurnal Ilmu Komputer dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 3 No. 6 (2025): November : Polygon : Jurnal Ilmu Komputer dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/polygon.v3i6.818

Abstract

In the modern industrial world, robots like mechanical arms in automotive factories or packaging lines must move quickly and safely. For this, a real-time operating sistem (RTOS) is needed—think of it as a "super-fast brain" that ensures the robot reacts instantly to commands, without delays or errors. This paper analyzes popular RTOS like FreeRTOS and VxWorks for controlling industrial robots, focusing on evaluating performance (speed of operation) and stability (long-term reliability). We conducted tests in a lab using a simple robot that moves its arm to pick up objects. Performance was measured by response time (how quickly the robot stops when encountering an obstacle, ideally under 10 milliseconds) and throughput (how many tasks it can complete per second). Stability was checked through simulations of disruptions, like heavy loads or interfered sensor signals, using metrics such as error rate and time variation (jitter). Results show that FreeRTOS is more efficient for small, affordable robots, with high performance (average response time of 4 ms) but moderate stability (5-10% errors during overload). In contrast, VxWorks excels in stability (errors <2%, stable for up to 95% of tasks on time) for large factory robots, though it requires stronger hardware. Our analysis uses simple models like graphs and repeated tests, without complex formulas, to prove that the right RTOS can boost production efficiency by up to 25% and reduce accident risks.
The Impact of Calcium Alginate Dressings on Wound Healing in Patients with Diabetic Ulcers Shadrina, Dhiya; Saputra, Rangga; Aisy, Diah Rihhadatul; Cahyaseno, Dwi Putri; Septiany, Virgenia; Noviasuci, Wulan
Genius Journal Vol. 7 No. 1 (2026): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v7i1.844

Abstract

Introduction: Diabetic foot ulcers often occur due to a combination of neuropathy (sensory, motor, autonomic) and ischemia. This condition is further exacerbated by infection which generally requires proper care for wound healing. Calcium Alginate Dressing is a group of exudate and odor-absorbent dressings that aim to accelerate the healing process of diabetic mellitus wounds, this support material is made from seaweed with hemostatic properties. Objective: To determine the effect of using calcium alginate dressings in the healing process of diabetic ulcer wounds. Method: This study used a literature review method by searching for articles in the Google Scholar, PubMed, and Research Gate databases with a publication range of 2015-2025. Of the 18 articles found, 8 articles met the inclusion criteria. Result: The use of calcium alginate has been shown to have an effect on diabetic wound healing by creating a moist and protected wound environment, which reduces the risk of infection and improves patient comfort. Conclusion: Calcium alginate creates a moist wound environment, facilitates keratinocyte proliferation and epithelial cell migration, which supports the epithelialization process. The use of calcium alginate as a wound dressing in diabetic wounds provides significant results in accelerating the healing process.