Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Sintesis Zeolit Lynde Type-A (LTA) Dari Zeolit Alam Lampung (Zal) Menggunakan Metode Step Change Temperature Of Hydrothermal Dengan Variasi SiO2/Al2O3 Diaplikasikan Untuk Dehidrasi Etanol Br.Ginting, Simparmin; Sari, Devi Permata; Iryani, Dewi Agustina; Darmansyah, Darmansyah; Hanif, Muhammad; Wardono, Herry
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 4 No. 1 (2019): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v4i1.836

Abstract

Zeolit Lynde Type-A (LTA) merupakan zeolit sintesis yang bergunasebagai adsorben, katalis, membran, penukar ion, dan molecular sieve. Memiliki kemampuan dehidrasi yang tinggi sehingga digunakan untuk dehidrasi air dalam campuran etanol-air. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh zeolit LTA sintesis dari variasi rasio SiO2/Al2O3 terbaik agar diperoleh persen kristalinitas yang tinggi sehingga didapatkan etanol yang sesuai dengan FGE (Fuel Grade Ethanol), yaitu kemurnian mencapai >99%. Variasi rasio SiO2/Al2O3 pada penelitian ini adalah 1; 1,2; 1,4 dan 1,8 mol/mol. Sumber silika dan alumina yang digunakan berasal dari Zeolit Alam Lampung (ZAL). Tahapan sintesis dilakukan pada sebuah water bath dengan metode step change temperature pada 90oC selama 1,5 jam dan 95oC selama 2,5 jam. Berdasarkan analisis XRD didapatkan persen kristalinitas tertinggi pada rasio SiO2/Al2O3 1,8 mol/mol sebesar 71,39 %. Hasil analisis FTIR terdapat ciri khas zeolit LTA yaitu adanya double rings pada bilangan gelombang 500-650 cm-1. Hasil analisis BET didapatkan zeolit LTA berukuran mesopori dan tergolong dalam loop histerisis tipe H3. Dari hasil uji dehidrasi adsorptif etanol-air diperoleh kemurnian etanol tertinggi pada rasio SiO2/Al2O3 1,8 mol/mol sebesar 99,56 %. Pola isoterm adsorpsi air mengikuti model isoterm Langmuir dengan nilai R2 = 0,995, kapasitas adsorpsi qm= 0,8217 mg air/g adsorben dan intensitas adsorpsi Ka = 0,0231. Kinetika adsorpsi air oleh zeolit LTA sintetis sesuai dengan model kinetika adsorpsi pseudo orde 2 dengan nilai tetapan laju reaksi sebesar 0,3065 g/(min-mg) dan nilai qe sebesar 0,2695 g air/g adsorben.
Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Erupsi Gunung Merapi Pada Lansia Dan Ibu Hamil Di Desa Kemalang, Balerante, Klaten Risti Kusumaningrum, Puput; Sari, Devi Permata; Pramono, Cahyo; Nisa, Farah Choirun
WASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 04 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/wasathon.v2i04.1233

Abstract

The impact of the eruption can result in morbidity and mortality rates, especially in the most high-risk groups, namely children and the elderly who have physical and mental limitations. According to BPBD data in 2023, there have been 774 cases of natural disasters in the form of volcanic eruptions in Indonesia. The impact of disasters on vulnerable groups, namely pregnant women and the elderly, is more severe than other age groups. The methodology in this activity is to measure the level of knowledge before and after being given education about disaster preparedness for the eruption of Mount Merapi for the elderly and pregnant women. In this community service activity, the results obtained before the education were given with knowledge lacking as many as 21 (60%) people, sufficient as many as 9 (25.7%) people, and good as many as 5 (14.3%) people. After being given education, the level of knowledge of respondents increased with knowledge lacking as many as 3 (8.6%) people, sufficient as many as 5 (14.3%) people, and good as many as 27 (77.1%) people. Conclusion: The results after the education can be seen that the respondents' knowledge has increased and this method is considered effective in increasing respondents' knowledge.
Inovasi Pembiayaan Sosial Syariah Untuk Meningkatkan Ketahanan Sosial Ekonomi Kota Bengkulu Sari, Devi Permata; Pratami, Ego; Harpepen, Andi
MESTAKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v3i6.512

Abstract

Poverty is a major challenge in the economic development of Bengkulu Province. The high poverty rate in this province highlights the need for innovative approaches in Islamic social finance to enhance social and economic resilience. According to data from the Central Bureau of Statistics (BPS), the poverty rate in Bengkulu Province as of September 2022 was recorded at 14.34%, a decrease from the same period in the previous year, which was 14.43%. This study aims to analyze the role of innovative Islamic social finance, particularly through zakat, infaq, and sadaqah, in efforts to reduce poverty and improve social welfare in Bengkulu. Using a qualitative research method, this study presents Islamic social finance as a potential solution for improving the economic condition of society. The findings show that Islamic social finance can significantly contribute to reducing inequality and lowering poverty levels in Bengkulu, especially through social assistance programs such as the Basic Food Assistance Program (Program Sembako) and the Family Hope Program (PKH).
Perbandingan Metode K-Means dan OPTICS dalam Penggerombolan Kemiskinan Multidimensi di Indonesia Sari, Devi Permata; Rizqi, Tasya Anisah; Fitrianto, Anwar; M.S, Erfiani; Jumansyah, L.M. Risman Dwi
KUBIK Vol 9, No 2 (2024): KUBIK: Jurnal Publikasi Ilmiah Matematika
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kubik.v9i2.39877

Abstract

Kemiskinan multidimensi tetap menjadi tantangan serius di Indonesia meskipun telah mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan pola kemiskinan multidimensi di 34 provinsi Indonesia menggunakan metode K-Means dan OPTICS Clustering. Data kemiskinan multidimensi yang digunakan mencakup aspek ekonomi, pendidikan, ketenagakerjaan, dan standar hidup dari Badan Pusat Statistik. Analisis statistik deskriptif mengungkapkan kesenjangan signifikan antar provinsi dalam berbagai dimensi kemiskinan, dengan korelasi tertinggi sebesar 0,4 antara dimensi pendidikan dan status ketenagakerjaan. K-Means Clustering mengidentifikasi 5 cluster provinsi dengan karakteristik beragam, menunjukkan adanya trade-off antara akses fasilitas dan tingkat kemiskinan. Sementara itu, OPTICS Clustering menghasilkan 2 cluster utama, dengan cluster 1 terdiri dari 24 provinsi yang memiliki kondisi cenderung homogen dan cluster 2 terdiri dari 7 provinsi dengan karakteristik yang berbeda secara signifikan. Perbandingan performa menunjukkan OPTICS unggul dengan nilai Silhouette Index dan WCSS yang lebih baik dibandingkan K-Means. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam analisis kemiskinan multidimensi di Indonesia dan dapat dimanfaatkan untuk merancang program pengentasan kemiskinan yang lebih terlokalisasi sesuai karakteristik masing-masing cluster.
Perbandingan Metode K-Means dan OPTICS dalam Penggerombolan Kemiskinan Multidimensi di Indonesia Sari, Devi Permata; Rizqi, Tasya Anisah; Fitrianto, Anwar; M.S, Erfiani; Jumansyah, L.M. Risman Dwi
KUBIK Vol 9, No 2 (2024): KUBIK: Jurnal Publikasi Ilmiah Matematika
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kubik.v9i2.39877

Abstract

Kemiskinan multidimensi tetap menjadi tantangan serius di Indonesia meskipun telah mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan pola kemiskinan multidimensi di 34 provinsi Indonesia menggunakan metode K-Means dan OPTICS Clustering. Data kemiskinan multidimensi yang digunakan mencakup aspek ekonomi, pendidikan, ketenagakerjaan, dan standar hidup dari Badan Pusat Statistik. Analisis statistik deskriptif mengungkapkan kesenjangan signifikan antar provinsi dalam berbagai dimensi kemiskinan, dengan korelasi tertinggi sebesar 0,4 antara dimensi pendidikan dan status ketenagakerjaan. K-Means Clustering mengidentifikasi 5 cluster provinsi dengan karakteristik beragam, menunjukkan adanya trade-off antara akses fasilitas dan tingkat kemiskinan. Sementara itu, OPTICS Clustering menghasilkan 2 cluster utama, dengan cluster 1 terdiri dari 24 provinsi yang memiliki kondisi cenderung homogen dan cluster 2 terdiri dari 7 provinsi dengan karakteristik yang berbeda secara signifikan. Perbandingan performa menunjukkan OPTICS unggul dengan nilai Silhouette Index dan WCSS yang lebih baik dibandingkan K-Means. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam analisis kemiskinan multidimensi di Indonesia dan dapat dimanfaatkan untuk merancang program pengentasan kemiskinan yang lebih terlokalisasi sesuai karakteristik masing-masing cluster.
Perbandingan Metode K-Means dan OPTICS dalam Penggerombolan Kemiskinan Multidimensi di Indonesia Sari, Devi Permata; Rizqi, Tasya Anisah; Fitrianto, Anwar; M.S, Erfiani; Jumansyah, L.M. Risman Dwi
KUBIK Vol 9 No 2 (2024): KUBIK: Jurnal Publikasi Ilmiah Matematika
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kubik.v9i2.39877

Abstract

Kemiskinan multidimensi tetap menjadi tantangan serius di Indonesia meskipun telah mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan pola kemiskinan multidimensi di 34 provinsi Indonesia menggunakan metode K-Means dan OPTICS Clustering. Data kemiskinan multidimensi yang digunakan mencakup aspek ekonomi, pendidikan, ketenagakerjaan, dan standar hidup dari Badan Pusat Statistik. Analisis statistik deskriptif mengungkapkan kesenjangan signifikan antar provinsi dalam berbagai dimensi kemiskinan, dengan korelasi tertinggi sebesar 0,4 antara dimensi pendidikan dan status ketenagakerjaan. K-Means Clustering mengidentifikasi 5 cluster provinsi dengan karakteristik beragam, menunjukkan adanya trade-off antara akses fasilitas dan tingkat kemiskinan. Sementara itu, OPTICS Clustering menghasilkan 2 cluster utama, dengan cluster 1 terdiri dari 24 provinsi yang memiliki kondisi cenderung homogen dan cluster 2 terdiri dari 7 provinsi dengan karakteristik yang berbeda secara signifikan. Perbandingan performa menunjukkan OPTICS unggul dengan nilai Silhouette Index dan WCSS yang lebih baik dibandingkan K-Means. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam analisis kemiskinan multidimensi di Indonesia dan dapat dimanfaatkan untuk merancang program pengentasan kemiskinan yang lebih terlokalisasi sesuai karakteristik masing-masing cluster.
Perbandingan Metode K-Means dan OPTICS dalam Penggerombolan Kemiskinan Multidimensi di Indonesia Sari, Devi Permata; Rizqi, Tasya Anisah; Fitrianto, Anwar; M.S, Erfiani; Jumansyah, L.M. Risman Dwi
KUBIK Vol 9 No 2 (2024): KUBIK: Jurnal Publikasi Ilmiah Matematika
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kubik.v9i2.39877

Abstract

Kemiskinan multidimensi tetap menjadi tantangan serius di Indonesia meskipun telah mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan pola kemiskinan multidimensi di 34 provinsi Indonesia menggunakan metode K-Means dan OPTICS Clustering. Data kemiskinan multidimensi yang digunakan mencakup aspek ekonomi, pendidikan, ketenagakerjaan, dan standar hidup dari Badan Pusat Statistik. Analisis statistik deskriptif mengungkapkan kesenjangan signifikan antar provinsi dalam berbagai dimensi kemiskinan, dengan korelasi tertinggi sebesar 0,4 antara dimensi pendidikan dan status ketenagakerjaan. K-Means Clustering mengidentifikasi 5 cluster provinsi dengan karakteristik beragam, menunjukkan adanya trade-off antara akses fasilitas dan tingkat kemiskinan. Sementara itu, OPTICS Clustering menghasilkan 2 cluster utama, dengan cluster 1 terdiri dari 24 provinsi yang memiliki kondisi cenderung homogen dan cluster 2 terdiri dari 7 provinsi dengan karakteristik yang berbeda secara signifikan. Perbandingan performa menunjukkan OPTICS unggul dengan nilai Silhouette Index dan WCSS yang lebih baik dibandingkan K-Means. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam analisis kemiskinan multidimensi di Indonesia dan dapat dimanfaatkan untuk merancang program pengentasan kemiskinan yang lebih terlokalisasi sesuai karakteristik masing-masing cluster.
Peran Profesionalisme Mahasiswa PAI Dalam Membina Akhlak Mulia Siswa SMP IT Al Munadi Medan Azizah, Ilma Septia; Jannah, Salsabila Nur; Sari, Devi Permata; Siregar, Pani Akhiruddin
Journal of Sustainable Education Vol. 2 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : EL-EMIR Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63477/jose.v2i2.245

Abstract

This research aims to describe the role of professionalism among female students of Islamic Religious Education (PAI) in fostering noble character in students at SMP IT Al Munadi Medan. The early professionalism of PAI students is important to study because they often have dual roles as active students and teachers, as well as making a real contribution to the religious character education of students. This study uses a qualitative approach with a case study method. The research subject is a sixth-semester PAI student who has been teaching since 2021. Data was collected through in-depth interviews, observations of learning and religious activities, and documentation, which were then analyzed using Miles & Huberman's thematic technique. The results show that the professionalism of the subject is manifested in commitment to dual roles, pedagogical skills developed through extensive experience, good time management abilities, and strategies for fostering student character through learning, religious activities, and personal exemplification. Religious activities such as halaqah, MABIT, tahfidz, congregational prayers, and the commemoration of Islamic holidays serve as effective means to internalize moral values such as honesty, discipline, and responsibility. Students' responses to the guidance are very positive, indicating the internalization of religious values. This finding emphasizes that the professionalism of PAI (Islamic Education) students is not only determined by academic status but also by moral, spiritual, and social dedication manifested through real character education practices.
Meningkatkan Pendapatan UMKM: Peran Kompetensi Kewirausahaan, Pengalaman Kerja dan Diversifikasi Produk Sari, Devi Permata; Hutasuhut, Saidun
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 6: September 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i6.10109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kompetensi Kewirausahaan, Pengalaman Kerja dan Diversifikasi Produk Terhadap Pendapatan Petani Tanaman Hias di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Morawa. Populasi penelitian ini adalah seluruh Petani Tanaman Hias berjumlah 230 dengan sempel sebesar 144. Teknik Pengambilan sampel dalam penelitian ini ialah simple random sampling. Dengan menggunakan tabel Krejcie dan Morgan. Tabel pengumpulan data yang digunakan adalah angket.Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda dan pengujian hipotesis uji t dan uji f serta koefisien determinasi pengolahan data menggunakan SPSS 26.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetemsi kewirausahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani tanaman hias dengan nilai t-hitung > t-tabel (13,639> 1,977) dengan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 Pengalaman kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan dengan nilai t-hitung > t-tabel (16,651 >1,977). Sedangkan berdasarkan sig, dan nilai Alpha ( 0,000 < 0,05). Disversifikasi produk memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan dengan nilai t-hitung > t-tabel (11,590 >1,977).
Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Keperawatan Melalui Bedah Buku SDKI, SLKI, dan SIKI Untuk Penguatan Asuhan Keperawatan Profesional Kusumaningrum, Puput Risti; Agustiningrum, Ratna; Sulistyowati, Arlina Dhian; Sari, Devi Permata
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i3.552

Abstract

Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) merupakan landasan penting dalam pelaksanaan asuhan keperawatan profesional di Indonesia. Namun, pemahaman mahasiswa keperawatan terhadap penerapan ketiga standar tersebut masih terbatas, terutama dalam mengintegrasikannya secara sistematis dalam proses keperawatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa keperawatan melalui kegiatan bedah buku SDKI, SLKI, dan SIKI. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta simulasi studi kasus berbasis standar keperawatan nasional. Kegiatan ini dilaksanakan pada mahasiswa program studi DIII Keperawatan sebanyak 38 responden dalam mempersiapkan diri untuk praktik klinik. Metode yang digunakan dalam kegiatan yaitu pre post test tanpa kelompok kontrol. Didapatkan hasil sebelum dilakukan bedah buku dengan pengetahuan kurang sebanyak 22 (57,9%) responden, cukup sebanyak 11 (28,9%) responden, dan baik sebanyak 5 (13,2%) responden. Setelah diberikan bedah tingkat pengetahuan responden menjadi pengetahuan kurang sebanyak 2 (5,2%) responden, cukup sebanyak 5 (13,2%) responden, dan baik sebanyak 31(81,6%) responden. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam menyusun diagnosis keperawatan, menetapkan luaran, serta memilih intervensi yang sesuai secara evidence-based. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung penguatan kapasitas mahasiswa dalam memberikan asuhan keperawatan yang aman, efektif, dan sesuai standar nasional.