p-Index From 2021 - 2026
4.914
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Diri Pasien PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) Stabil Di RSUD Rasidin Padang Sari, Dewi Kartika; Saputra, Nopan; Sari, Yance Komela
Health and Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): HEME January 2026
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v8i1.1695

Abstract

Latar belakang: Manajemen diri pasien PPOK stabil masih menjadi tantangan kesehatan di masyarakat. Hal ini menjadi faktor risiko terjadinya komplikasi eksaserbasi pada pasien PPOK. Oleh sebab itu perlu diketahui gambaran manajemen diri yang bermasalah pada pasien PPOK stabil.Tujuan: Penelitiaan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana gambaran manajemen diri pasien PPOK stabil di Poliklinik Paru RSUD Rasidin Padang.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggambarkan manajemen diri pasien PPOK Stabil di Poliklinik Paru RSUD Rasidin Padang.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 66 responden dengan teknik purposive sampling. Manajemen diri dinilai menggunakan Self-Management Scale (CSMS).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa diketahui lebih dari setengah responden (65,2%) berjenis kelamin laki-laki, sebagian besar (83,3%) memiliki tingkat pendidikan SMA, kurang dari setengah responden (48,5%) berada pada kategori usia dewasa akhir dan sebagian besar (71,2%) telah menderita PPOK kurang dari 5 tahun. Manajemen diri pasien PPOK stabil menunjukkan hampir setengah responden (48,5%) memiliki manajemen diri yang kurang baik. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa manajemen diri pasien PPOK stabil masih kurang baik yang berisiko terjadinya eksaserbasi yang akan memperparah kondisi pasien PPOK stabil. Diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan edukasi dalam meningkatkan kesadaran pasien PPOK dalam memanajemen diri untuk mencegah terjadinya Eksaserbasi.
Dinamika Adaptasi Sosial Komunitas Urban terhadap Digitalisasi Layanan Publik di Kota Medan Pratama, Rizky Aditya; Sari, Dewi Kartika
Jurnal Ilmu Hukum, Ilmu Sosial dan Ekonomi Vol. 3 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika adaptasi sosial komunitas urban terhadap digitalisasi layanan publik di Kota Medan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat penerimaan dan partisipasi masyarakat dalam penggunaan layanan berbasis digital. Transformasi layanan publik di Kota Medan mendorong perubahan pola interaksi antara masyarakat dan pemerintah, khususnya dalam akses administrasi kependudukan, perizinan, dan layanan informasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods) dengan desain survei kuantitatif terhadap 250 responden yang tersebar di lima kecamatan urban, serta wawancara mendalam dan observasi partisipatif untuk menggali pengalaman sosial masyarakat. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui teknik reduksi, kategorisasi, dan penarikan makna tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adaptasi masyarakat urban terhadap digitalisasi layanan publik berada pada kategori sedang hingga tinggi (68%). Faktor literasi digital, tingkat pendidikan, usia produktif, dan dukungan infrastruktur internet berpengaruh signifikan terhadap tingkat adaptasi (p < 0,05). Namun demikian, ditemukan kesenjangan akses pada kelompok lansia dan masyarakat berpendapatan rendah. Secara sosial, digitalisasi layanan publik meningkatkan efisiensi waktu dan transparansi, tetapi juga memunculkan tantangan berupa eksklusi digital dan ketergantungan pada perangkat teknologi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa adaptasi sosial komunitas urban terhadap digitalisasi layanan publik bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh faktor struktural serta kultural. Penguatan literasi digital, peningkatan infrastruktur, dan pendekatan inklusif berbasis komunitas diperlukan untuk memastikan transformasi digital berjalan secara merata dan berkeadilan.
ANALISIS KASUS PEMALSUAN IJAZAH DAN TRANSKIP NILAI UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL (Studi Putusan Nomor 123/PID.B/2014/PN.YYK) Sari, Dewi Kartika
Recidive : Jurnal Hukum Pidana dan Penanggulangan Kejahatan Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS
Publisher : Criminal Law Section Faculty of Law Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/recidive.v4i2.40570

Abstract

AbstractThis study aims to determine the crime of setting diploma forgery cases based on Law Number 20 Year 2003 on National Education System and its application through the consideration of the judge in the District Court of Yogyakarta No. 123 / Pid.B / 2014 / PN.YYK. This study uses normative legal research or legal research doctrinal prescriptive or applied. This study uses a source of primary legal materials and secondary by using the analytical techniques used in this research is the method of syllogism that uses pattern deductive reasoning, that the way of thinking on the basic principles, then study presents the object to be examined in order to draw conclusions on the facts specific nature. Based on the results of this study concluded that the regulation of the crime of forgery diploma regulated in Law Number 20 Year 2003 on National Education System in Article 68 paragraph (1), Article 68 paragraph (2), Article 69 paragraph (1), and Article 69 paragraph (2 ). That consideration of the judge in applying the Yogyakarta District Court No. 123 / Pid.B / 2014 / PN.YYK not in accordance with the applicable regulations should overrule judges more general laws such as the KUHP and use Law Number 20 Year 2003 on National Education SystemKeywords: Crime, Counterfeiting Diploma, National Education SystemAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan tindak pidana kasus pemalsuan ijazah berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan penerapannya melalui pertimbangan hakim dalam putusan Pengadilan Negeri Yogyakarta Nomor 123/PID.B/2014/PN.YYK. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif atau penelitian hukum doktrinal yang bersifat preskriptif atau terapan. Penelitian ini menggunakan sumber bahan hukum primer dan sekunder. Teknik analisis yang digunakan yaitu dengan metode silogisme yang menggunakan pola berpikir deduktif. Pola berpikir deduktif merupakan cara berpikir pada prinsip-prinsip dasar, kemudian penelitian menghadirkan objek yang akan diteliti guna menarik kesimpulan terhadap fakta-fakta yang bersifat khusus. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaturan tindak pidana pemalsuan ijazah diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 68 ayat (1), Pasal 68 ayat (2), Pasal 69 ayat (1), dan Pasal 69 ayat (2). Bahwa pertimbangan hakim dalam menerapkan putusan Pengadilan Negeri Yogyakarta Nomor 123/PID.B/2014/PN.YYK belum sesuai dengan peraturan yang berlaku seharusnya hakim mengesampingkan peraturan hukum yang lebih umum seperti KUHP dan menggunakan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Kata Kunci: Tindak Pidana, Pemalsuan Ijazah, Sistem Pendidikan Nasional
KAJIAN FILOSOFIS PENDIDIKAN PROGRESIVISME DALAM MENGHADAPI TRANSFORMASI DIGITAL PENDIDIKAN Sari, Dewi Kartika; Khobir, Abdul; Husna, Nadia Amalia; Dini, Rikza; Elysia, Fakikhatul
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Now Available
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.57897

Abstract

Digital transformation has brought significant changes to the education system, particularly in learning patterns, the role of educators, and access to learning resources. These changes require a strong philosophical foundation to ensure that the use of technology remains oriented toward the holistic development of learners. This study aims to philosophically examine the relevance of progressivist education in addressing the challenges of digital transformation in education. The research employs a library research method with a philosophical approach through the analysis of various scholarly works related to progressivism and educational technology development. Data were analyzed using content analysis to identify the conceptual relationship between the principles of progressivism and the dynamics of education in the digital era. The findings indicate that the philosophy of progressivism remains highly relevant in supporting twenty-first-century learning, particularly through the principles of student-centered learning, learning by doing, and the development of critical thinking, creativity, communication, and collaboration skills. Furthermore, digital transformation expands opportunities for more flexible, interactive, and contextual learning experiences. However, challenges such as unequal access to technology, low levels of digital literacy, and educators’ readiness continue to hinder its effective implementation. Therefore, progressivism can serve as an important philosophical foundation for developing a humanistic, adaptive, and contextually relevant digital education system.