Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGARUH FAKTOR ANTESENDEN CONSUMER-BRAND IDENTIFICATION UNTUK MEMBENTUK BRAND LOYALTY PADA KONSUMEN LAPTOP ACER DI SEMARANG Aprilia Dian Tresnaningrum; Diana Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.847 KB)

Abstract

PT Pura Barutama adalah perusahaan yang memproduksi kertas dan berloakasi di Kudus, Jawa Tengah. Proses produksi selama 24 jam yang dijalankan PT Pura Barutama, membuat peran forklift untuk mengangkut gulungan kertas ke gudang menjadi ssama pentingnya dengan fasilitas utama produksi. Data historis menunjukkan kondisi overhaul pada forklift Toyota FD 50, Toyota FD 35, dan Komatsu FD 35 yang beresiko menghentikan alur produksi. Penelitian dilakukan untuk menganalisis kebijakan maintenance yang diterapkan pada ketiga forklift ini. Analisis dilakukan dengan membandingkan total biaya  maintenance yang dihasilkan dari repair maintenance policy dan preventive maintenance policy. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa kebijakan maintenance yang relevanuntuk diterapkan pada ketiga forklift tersebut adalah repair maintenance policy yang menghasilkan total biaya maintenance terendah. Rekomendasi yang diberikan pada perusahaan adalah dalam penerapan repair maintenance policy perlu memperhatikan ketersediaan komponen dan kesiapan operatormaintenance.ABSTRACTOptimal Maintenance Analysis Policy for Forklift Subsection PT Pura Barutama PM 5/6/9 Kudus.PT Pura Barutama is a paper manufacture company located in Kudus, Central Java. Having production process continuously on 24 hours, making forklift is as important as other production facilities because it transports fresh paper roll to the warehouse. Historical data shows that overhaul on forklift Toyota FD 50, Toyota FD 35, and Komatsu FD 35 are risking the production process because it could stop production flow from production area to warehouse. The goal of this research is to analyze themaintenance policy applied on these forklift. Analysis is done with comparing total maintenance cost for repair maintenance policy and preventive maintenance policy. The study shows that the most suitable maintenance policy to applied on these forklift is repair maintenance policy because it has the least totalmaintenance cost. Recommendations that drawn from this study are in applying repair maintenance policy, the avaibility of forklift spare parts and skilled maintenance operator should be considered so that repairment could be done as soon as possible.
ANALISIS KEGAGALAN PRODUK “CROSS SECTION FLOOR LAMP” DENGAN ROOT CAUSE ANALYSIS (Studi Kasus di “PT Barali Citra Mandiri”) Desmond Ryan Khrisnanda; Diana Puspita Sari; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Industri mebel merupakan salah satu sektor industri yang terus berkembang di Indonesia. Keadaan ini membuat para produsen mebel bersaing untuk menghasilkan produk yang berkualitas sesuai dengan keinginan konsumen. Mebel Indonesia kini juga berperan penting sebagai sumber devisa bagi negara karena peminat produk tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Untuk meningkatkan ekspor mebel ke luar negeri industri mebel perlu bergerak maju untuk meningkatkan dalam pemenuhan pesanan sesuai keinginan konsumen secara efektif. Pasar ekspor sangat memperhatikan kualitas produk mebel yang akan dijual. Namun masih terdapat perusahaan mebel di Indonesia yang memproduksi produk tidak standar. Dalam penelitian yang dilakukan di salah satu perusahaan mebel PT Barali Citra Mandiri, menunjukkan adanya jumlah produk cacat yang cukup signifikan. Sehingga diperlukan suatu analisis untuk mengetahui akar penyebab dari cacatnya produk tersebut. Analisis menggunakan dua (2) metode Root Cause Analisis yaitu FTA dan HFACS. Analisis menunjukkan bahwa 58 persen produk cacat disebabkan oleh material dan salah satu proses produksi yang kritis. Serta terdapat 12 jenis akar penyebab kegagalan produk. Oleh sebab itu diperlukan rancangan alat bantu untuk dapat mencegah sebagian besar penyebab cacat tersebut. Perancangan alat bantu mengguanakan metode TRIZ agar menghasilkan keluaran desain yang dapat sesuai dengan keadaan lingkungan produksi.  Furniture industry is the one sector that continues to grow in Indonesia. This situation makes the furniture manufacturers compete to produce a quality product in accordance with the wishes of consumers. Indonesian furniture is now also plays an important role as a source of foreign exchange for the country as enthusiasts of products not only domestically but also abroad. To increase furniture export overseas,the industry needs to move forward to improve the order fulfillment according to consumer desires effectively. The export market is very concerned about the quality of furniture products to be sold. But there is still a furniture company in Indonesia that produce nonstandard products. In this study conducted at one of the furniture firm called PT Citra Mandiri Barali, indicate a number of significant defects. Because of that, we need the analysis to determine root cause of the defect product. That analysis using two (2) method of Root Cause Analysis ,they are FTA and HFACS. It showed that 58 percent of product defects caused by material and one of the critical production processes. And there are 12 types of root causes of product failures. Therefore we should design of the tools necessary to prevent most of the causes of defects. The design of assistive devices using TRIZ methods in order to produce a design that can be accordance with the state of the production environment.
ANALISA PENGUKURAN KINERJA KARYAWAN BERDASARKAN KOMPETENSI SPENCER Raditya Rahman; Rani Rumita; Diana Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan pemakaian tenaga listrik bukan hanya dari segi kuantitas dan kontinuitas, tetapi juga mencakup kebutuhan akan mutu pelayanan. Salah satu usaha PT PLN (Persero) untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah melakukan perbaikan sarana dan sistem pengaturan jaringan distribusi tenaga listrik. Sistem pengaturan jaringan distribusi tenaga listrik dilaksanakan oleh suatu unit organisasi area di lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi, yaitu Area Pengatur Distribusi (APD) , namun dalam pelaksanaan pekerjaannya, PT. PLN (Persero) APD Semarang masih terdapat program program yang belum sesuai denga target yang telah ditetapkan. Spencer melakukan penelitian mengenai kompetensi terhadap 200 lebih pekerjaan dan menemukan 286 model kompetensi yang muncul dari penelitian tersebut. Dalam tiap  model terdapat 80-98%  yang menunjukan perilaku yang diklasifikasikan menjadi 20 kompetensi. Sehingga kompetensi hasil penelitian Spencer.tersebut dapat digunakan untuk mendiagnosis perilaku secara menyeluruh yang mendasari karyawan menyebabkan hasil  suatu pekerjaan Model kompetensi Spencer tersebut akan digunakan untuk mengetahui kebutuhan kompetensi suatu pekerjaan dalam bentuk indikator, yang diolah menggunakan Analityc Hierarchy Process (AHP). Setelah diketahui bobot kepentingannya, pengukuran kinerja dilakukan dengan Objective Matrix (OMAX) untuk mengetahui nilai pencapaian kinerja tiap indikator. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja yang masih kurang   dilihat dari perilaku yang mendasarinya atau dinamakan kompetensi. Dari hasil pengolahan dan analisa kinerja dapat diketahui bahwa kelompok yang paling berpengaruh terhadap kesuksesan hasil pekerjaan adalah berprestasi dan tindakan, karena memiliki bobot  kepentingan terbesar dan indkator dalam kelompok tersebut ada yang termasuk dalam kategori“buruk” (dalam skala 10) yaitu motivasi dalam bekerja. Perusahaan harus meningkatkan kompetensi berprestasi dan tindakan dengan indikator motivasi dalam bekerja sehingga dalam beberapa waktu kedepan, nilai pencapaian kinerja perusahaan dapat masuk dalam kategori “baik”. Namun juga memperhatikan kompetensi lainnya yang berkategori sedang juga mempertahankan kompetensi yang telah berkagori baik.
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN UNIT PELATIHAN OPERATOR MESIN JAHIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL DAN REFINED KANO (Studi Kasus Balai Pengembangan SDM Dan Produk IKM Jawa Tengah) Ria Dwi Lisyanti; Diana Puspita Sari
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dimensi Servqual digunakan untuk menentukan atribut-atribut pelayanan yang diberikan Balai Pengembangan SDM dan Produk IKM Jawa Tengah. Balai PSDM ini merupakan suatu instansi pemerintahan di bawah naungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang didirikan untuk meningkatkan ketrampilan SDM Jawa Tengah serta meningkatkan dan mengembangkan produk IKM di Jawa Tengah. Dalam penelitian ini akan dilakukan upaya peningkatan kualitas pelayanan yang bertujuan untuk meningkatkan kepuasan peserta yang mengikuti pelatihan di Unit Pelatihan Operator Mesin Jahit. Selama ini masih banyak peserta yang merasa kurang puas akan pelayanan yang diberikan pihak Balai sehingga banyak peserta yang mengeluhkan perihal pelayanan tersebut. Hal ini juga dapat mengurangi minat masyarakat lainnya untuk mengikuti pelatihan dan bergabung di Balai PSDM. Dengan menggunakan Dimensi Servqual dan analisa gap 5 diketahui bahwa dari kelima dimensi tersebut terdapat kesenjangan negatif antara kualitas pelayanan yang diberikan dan harapan yang dimiliki peserta. Dan dengan mengintegrasikannya dengan Model Refined Kano, yaitu metode yang dapat mengkategorikan atribut berdasarkan seberapa baik pelayanan tersebut mampu memuaskan kebutuhan pelanggan, dapat diperoleh usulan perbaikan mengenai atribut pelayanan yang perlu untuk ditingkatkan agar kepuasan peserta dapat meningkat antara lain mengenai materi soft skill, sikap pengajar, kebersihan lingkungan, keamanan, ruang kesehatan dan teknologi pendukung.   Abstract Servqual dimension is used to define the attributes of services provided by Human Resource and Home Industry Development Center of Central Java. Human Resource and Home Industry Development Center is one of goverment institute under the auspices of Industrial and Commerce Depertment which is established to improve the skill of Central Java Society as well as improve and develop the product of home industry in Central Java. In this research there will be part that improve the service quality to improve the satisfaction of participant who attended training in the Operator Sewing Machine Training Unit. There are still many participants who felt less satisfied of services provided by the PSDM Center so they complained about the services. The less satisfaction can also discourage other people to join the training in PSDM Center. By using Servqual Dimension and Gap Analysis 5 known that all of five dimensions have a negative gap between the quality of provided service and the expected one. And also by integrating gap analysis and Refined Kano Model – a methode that can categorized the attributes based on how well the service is able to satisfy the needs of customer – can be obtained regarding the proposed improvement service attributes that need to be improve in order to increase participant satisfaction. The attributes, among others are about the material soft skill, teacher attitudes, environmental hygiene, safety, health space and technology supported.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN MAL SEBAGAI TEMPAT BERBELANJA Ikhada Fatati; Diana Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.785 KB)

Abstract

Perubahan gaya hidup telah dialami oleh masyarakat Indonesia. Di era konsumerisme ini, masyarakat mulai meninggalkan pasar tradisional dan lebih memilih mal sebagai tempat berbelanja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih mal sebagai tempat berbelanja. Penelitian dilakukan kepada 100 konsumen mal di Kota Semarang. Pengolahan data dilakukan dengan metode analisis faktor menggunakan SPSS. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa terdapat empat faktor yang mempengaruhi pemilihan mal. Faktor-faktor tersebut adalah hiburan, kenyamanan, gaya hidup dan fasilitas. Faktor hiburan merupakan faktor yang paling mempengaruhi konsumen untuk berkunjung ke mal dengan persentase pengaruh sebesar 31,602%. Keempat faktor tersebut dapat menjelaskan alasan konsumen memilih mal sebagai tempat berbelanja sebesar 80,331%, sedangkan sisanya 19.669% diterangkan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.   Abstract Lifestyle changes have been experienced by the people of Indonesia. In this era of consumerism, people preferred mall as their shopping destination rather than traditional market. The objective of this research was to find out the factors that affect consumers for choosing mall as their shopping destination. The data were obtained from 100 mall consumers in Semarang. The data were analyzed by factor analysis method in SPSS. Based on this research, it was found that four factors affected consumers in choosing mall as their shopping destination. Those factors were entertainment, comfort, lifestyle, and facilities. Entertainment is a factor that most affects consumers to visit mall with percentage of effect is 31.602%. Those factors could explain the reason consumers preferred mall as their shopping destination about 80,331% and about 19,669% were explained by other factors which is not included in this research. 
PENGEMBANGAN STRATEGI HUBUNGAN PELANGGAN BERDASARKAN SEGMENTASI PELANGGAN MENGGUNAKAN DATA MINING Debora Agustina; Darminto Pujotomo; Diana Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.987 KB)

Abstract

PT.XYZ  adalah perusahaan manufaktur baja di Indonesia.  Pada data penjualan baja kelas I tahun 2012 terdapat pola pembelian customer yang unik. Artinya, frekuensi pembelian customer berbanding terbalik dengan profit yang didapatkan perusahaan. Sehingga pada tahun 2012, perusahaan mengalami laba atas negatif yang bernilai negatif, yaitu 0.82%. Oleh sebab itu, perusahaan perlu mengetahui customer yang memiliki potensi dalam meningkatkan profit perusahaan dan menjaga hubungan dengan customer tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Hierarchical K-Means berdasarkan recency, frekuensi, dan profit. Dari hasil penelitian, terdapat 102 pelanggan yang termasuk kelas  profitable dan 61 pelanggan yang termasuk less profitable /unprofitable customer. Yang termasuk dalam kelas profitable customer ada 8 sektor, yaitu  sektor manufaktur besi baja, industri kapal, otomotif, pipa, alat berat, oil&gas, konstruksi, dan distributor baja. Setelah segmentasi tersebut dilakukan pengembangan strategi untuk menjaga hubungan dengan profitable customer berdasarkan program customer relationship management-Parvatiyar dan Sheath karena 102 dari 163 pelanggan perusahaan memiliki pengaruh 95.16% terhadap keuntungan perusahaan. Strategi dalam menjaga hubungan dengan profitable customer adalah continous replenishment program (CRP) dan ECR strategy, single sourcing, customer business development, key account management, logistic partnering, join marketing, co-design, co-development dan co-marketing.   ABSTRACT            PT.XYZ  was steel manufacturing company.  Based on sales data of first-class steel products in 2012, there was a unique purchasing pattern of customer that inverse pattern between frequency and profitability. In the result, the company had negative value of Return on Assets (ROA) which is 0.82%. So, the company should determine and maintan customer who given big potential in order to increase profitability company. This study used Hierarchical K-Means method based on recency, frequency, dan profit. Based on the result,there was 102 customers in class of profitable customer dan 61 customers in class of less profitable /unprofitable customer. One hundred and two profitable customers were eight fields which is steel manufacture, ship industry,vehichle industry, pipe industry, alat berat, oil&gas industry, construction industry, dan steel distributor. After customer segmentation, the study was developed the strategy to manage profitable customer based on Customer Relationship Management’s Program by Parvatiyar dan Sheath because 102  of  163 customers given impact as 95.16 % for company profitability. The strategies were continous replenishment program (CRP) and ECR strategy, single sourcing, customer business development, key account management, logistic partnering, join marketing, co-design, co-development dan co-marketing.
ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMITMEN ORGANISASI (STUDI KASUS PADA PT. SANDANG ASIA MAJU ABADI) Muhammad Baihaqi; Diana Puspita sari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karyawan merupakan salah satu aset yang terpenting bagi sebuah perusahaan pada umumnya karena manfaatnya bagi kesuksesan perusahaan dalam memberikan produk dan jasa bagi  konsumennya. Pada PT. Sandang Asia Maju Abadi (SAMA) ditemukan tingkat turnover karyawan yang tinggi yang menyebabkan permasalahan terhadap proses produksi garment karena kekurangan tenaga kerja. Turnover yang tinggi menjadi sebuah masalah bagi PT. SAMA seiring dengan usahanya untuk bertahan dan berkembang dalam bisnis. Pembentukan komitmen organisasi disertai dengan peningkatan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhinya merupakan cara yang penting untuk dilakukan guna membuat karyawan tetap tinggal dan bekerja lebih baik lagi pada perusahaan. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara variabel yang diteliti dan memberikan rekomendasi bagi pengembangan sumber daya manusia,  terdapat 3 faktor yang berpengaruh terhadap komitmen organisasi yang diteliti diantaranya yaitu perceived organizational support (POS), pengalaman kerja dan kepuasan kerja. Sebanyak 100 kuesioner disebar dan terdapat 96 kuesioner yang sah, pengolahan dan analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan software SmartPLS 2.0 M3. Hasil penelitian membuktikan bahwa POS berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja, pengalaman kerja berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja dan kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi serta menghasilkan rekomendasi bagi perbaikan kedepan terkait POS, pengalaman kerja dan kepuasan kerja.   Employee are one of the most important asset for company in general because they benefit to the company's success in providing products and services for consumers. On PT. Sandang Asia Maju Abadi (SAMA) found that high employee turnover rates are causing problems to the garment production process due to labor shortages. High turnover also becomes problem for PT. SAMA as his efforts to survive and thrive in business. Establishment of organizational commitment is accompanied by  increase of influence  factors that most important thing to do in order to make employees stay longer and work better in the company. Research objective are to determine relationship between variables under study and provide recommendations for the development of human resources, there are 3 factors that influence organizational commitment which examined perceived organizational support (POS), job experience and job satisfaction. 100 questionnaires distributed and there are 96 valid questionnaires, data processing and analysis using Structural Equation Modelling (SEM) with software SmartPLS 2.0 M3.. Results proves that POS has positive effect on job satisfaction, job experience has positive effect on job satisfaction and job satisfaction has  positive effect on organizational commitment and generate recommendations for future improvements related to POS, job experience and job satisfaction.
ANALISIS VARIABEL - VARIABEL YANG MEMPENGARUHI LOYALITAS PELANGGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) STUDI KASUS DI PT. SUARA MERDEKA GROUP Ahmad Muzakki; Diana Puspitasari; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Loyalitas pelanggan merupakan salah satu faktor penting dalam kesuksesan suatu perusahaan. Pada PT Suara Merdeka Group mengalami penurunan jumlah pelanggan. Hal ini didasarkan pada angka market share penjualan koran di Jawa Tengah. Pada tahun 2008 market share Koran Suara Merdeka mencapai 80,08%, tetapi pada tahun 2010 angka market share menurun pada level 77,01%. Market share menunjukkan pangsa pasar koran di Jawa Tengah, sehingga ketika angka market share mulai turun, maka dapat diindikasikan loyalitas pelanggan Koran cetak Suara Merdeka menurun. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel-variabel yang mempengaruhi loyalitas pelanggan, antara lain perceived sacrifice, perceived quality, perceived value, customer satisfaction, trust dan habit. Variabel tersebut didasarkan pada penelitian Hsin-Hui Lin pada tahun 2009 dengan studi kasus mobile commerce. Variabel-variabel tersebut akan digunakan untuk memberikan suatu pandangan tentang masalah yang dihadapi oleh PT Suara Merdeka Group. Sampel pada penelitian ini adalah pelanggan Koran Suara Merdeka di wilayah Semarang. Pelanggan Koran Suara Merdeka sebagian besar berada di Semarang yaitu mencapai 60% dari total pelanggan di Jawa Tengah. Sampel yang diambil sebanyak 200 orang. Metode yang digunakan dalam analisis faktor-faktor ini adalah Structural Equation Modeling (SEM) dan dijalankan dengan software AMOS 18.0. Hasil analisis penelitian faktor-faktor ini menunjukkan bahwa variabel perceived sacrifice, perceived quality, perceived value, customer satisfaction, dan  trust terbukti berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan (customer loyalty). Berdasarkan  temuan empiris ini, usaha untuk meningkatkan loyalitas pelanggan Koran Suara Merdeka dapat memperhatikan variabel trust (kepercayaan), perceived quality (kualitas), dan perceived sacrifice (pengorbanan).
PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA PENGELOLAAN SDM PADA INDUSTRI GARMEN MENGGUNAKAN PENDEKATAN HUMAN RESOURCE SCORECARD Irene Eka Putri; Diana Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Norwest Industry bergerak di bidang industri garmen, yang hanya melayani permintaan dari luar negeri. PT. Norwest Industry sangat memperhatikan sistem produksi, penjaminan kualitas, dan sistem sumber daya manusianya agar dapat menghasilkan produk berkelas dunia. Namun perusahaan masih mempunyai permasalahan dalam hal sumber daya manusia (SDM), yaitu angka turnover karyawan yang cukup tinggi. Akibatnya, perusahaan harus melakukan seleksi dan perekrutan karyawan baru setiap bulannya.  Hal ini tentu tidak efisien, mengingat biaya yang harus dikeluarkan untuk proses seleksi dan perekrutan, biaya untuk pelatihan karyawan baru, waktu yang dihabiskan oleh profesional SDM untuk melakukan proses-proses tersebut, tidak tercapainya target produksi seratus persen, maupun kerugian-kerugian lainnya. Hal itu secara tidak langsung menghambat perusahaan dalam pencapaian ketiga strategi bisnisnya. Human Resource (HR) Scorecard merupakan pendekatan yang tepat untuk itu karena dapat menganalisa dan mengevaluasi SDM perusahaan berdasarkan kriteria pencapaian strategi bisnis, serta visi dan misi perusahaan. Dengan pendekatan HR Scorecard, didapatkan 36 ukuran kinerja atau indikator kinerja untuk menilai kinerja SDM perusahaan saat ini. Hasil pengukuran kinerja dari tiap-tiap ukuran kinerja tersebut menunjukkan ada 27 ukuran kinerja yang sudah baik, 3 ukuran kinerja yang perlu diperbaiki, dan 6 ukuran kinerja yang harus diperbaiki dengan segera. Perbaikan harus dilakukan agar perusahaan dapat mengatasi permasalahan dalam SDMnya dan dapat mencapai strategi bisnisnya.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERAMALAN KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN BAHAN BAKU BATIK DENGAN METODE RAPID APPLICATION DEVELOPMENT (RAD) Hariz Setyawan; Diana Puspitasari; Wiwik Budiawan
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.368 KB)

Abstract

Industri batik di Indonesia berpotensi untuk meningkatkan perekonomian negara. Namun industri batik ini memiliki permasalahan ketidakstabilan ketersediaan bahan baku. Permasalahan ini dapat menyebabkan produksi IKM batik terhambat dan terjadi kenaikan harga bahan baku batik. Permasalahan tersebut diperumit dengan belum tersedianya informasi yang jelas mengenai kondisi bahan baku batik. Informasi penting bagi industri batik, khususnya pemerintah, karena dapat memberikan gambaran kondisi bahan baku tersebut. Gambaran di masa mendatang juga diperlukan, mengingat permasalahan ketersediaan bahan baku batik ini tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Maka, pemerintah memerlukan sistem yang dapat mengelola informasi serta memberikan gambaran kondisi kebutuhan dan ketersediaan bahan baku batik, baik sekarang maupun di masa mendatang. Sistem Informasi Peramalan Kebutuhan dan Ketersediaan (SIPKK) Bahan Baku Batik merupakan sistem yang diusulkan untuk memenuhi kebutuhan industri batik. SIPKK Bahan Baku Batik memiliki fungsi utama untuk mengumpulkan informasi kebutuhan dan ketersediaan bahan baku batik dari IKM batik dan supplier bahan baku batik, kemudian meramalkannya. Sistem tersebut dibangun berbasis web, agar mudah diakses penggunanya. Metodologi untuk membangun sistem tersebut menyesuaikan metodologi Rapid Application Development (RAD). Tools yang digunakan, antara lain: Use Case Diagram, Data Flow Diagram, dan Entity Relationship Diagram. Sistem tersebut telah diuji dengan metode black box dan hasilnya seluruh bagian telah berjalan sesuai dengan rancangannya. Sedangkan peramalan pada sistem tersebut telah dibandingkan dengan software WinQSB dan tidak terdapat selisih dari hasil peramalan keduanya.   Abstract Batik industry in Indonesia has the potential to improve the state's economy. However, the batik industry have instability problems of raw materials supply. This problem can lead to the inhibition of the batik SMEs production and an increase in batik raw material prices. The problem is complicated by lack of clear information about the condition of the batik raw material. Information is important for batik industry, especially the government, because it can provide an overview of the raw materials condition. The future overview is also required, considering the supply of raw materials batik problems can’t be solved in a short time. Thus, the government requires a system that can manage the information and provide an overview of the demand and supply of batik raw materials, both now and in the future. Sistem Informasi Peramalan Kebutuhan dan Ketersediaan (SIPKK) Bahan Baku Batik is a proposed system to meet the demand of the batik industry. SIPKK Bahan Baku Batik main function is to collect information of demand and supply of batik raw materials from the batik SMEs and the batik material suppliers, then forecast those information. The web-based system built, so it’s easily accessible. The methodology for building the system adjusts the Rapid Application Development (RAD) methodology. The tools that are used, include: Use Case Diagram, Data Flow Diagram, and Entity Relationship Diagram. The system has been tested using black box method and the result is the entire section of the system have been run in accordance with the design. Whereas, the forcasting system have been compared withWinQSB software and both forecasting results have no difference. 
Co-Authors Abdrizal Oktafianto Achmad Farizal Imanudin Adi Luhung Pekerti, Adi Luhung Afdi, Zihramna Agnes Kusumawati Ahmad Muzakki Ahmad Rusdiansyah Alkaisi, Fariez Andre Audi Havid Andry Harmawan Andry Harmawan Andy Tri Hermawan Andy Williams Maruhum T Aprilia Dian Tresnaningrum Arfan Backhtiar Arfan Bakhtiar Ariani Putri Winanda, Ariani Putri Arien Dewi Rakhmawati Aries Susanty Arif Martanto Ary Arvianto Atika Novilia Utami Ayu Febrina A Ayu Mei Wulandari Aziz Nurrochman Bambang Purwanggono Belinda Fitria Nugraheni Bibit Setyo Pambudi Cahya Farradita Sulistya Darminto Pujotomo Debora Agustina Desmond Ryan Khrisnanda Dian Tri Kusuma Ningrum Dwi Aprianto Nugroho Dyah Ika Rinawati Dyah Ika Rinawati Dyah Lintang Dyah R. Rasyida Erika Rosmawati Hutabarat Erwin Pujiyatmoko Eva Octaria Siregar Evelyn Evelyn Fahrudin Fahrudin Faisal Adi Nugroho Faisal Adi Nugroho, Faisal Adi Fatrin Muljadi Fatrin Muljadi Felix Pandan Nugrahanto W Firdaus, Rafli Faisal Fitri, Anggun Okta Friska Finalia Sitohang Fuzie Priatamphatie, Fuzie Gifari, Akbar Romadhona Gisha Navitasari Grace Olivia Hanifah Fitri Izzati Hapsari, Chaterine Alvina Prima Hariz Setyawan Hendy Tantono Heny Puspasri Herry Suliantoro Heru Prastawa Hery Suliantoro Ikhada Fatati Irawan, Dhindi Oxiana Irene Eka Putri Khalwa Nur Faiqoh Kharisma Ningrum Klara F. Marpaung L.Tobing, Yineka Oktaviyanti Lakshita Pritandari M. Mujiya Ulkhaq Marudut Mujur Masruroh, Anisa Zakiyatul Maximilian T. Tutuarima Mayang Delima Mega Inayati Rif’ah Mellysa Mellysa Mochammad Agung Wibowo Muhamad Firman Prayogi Muhammad Baihaqi Muhammad Fauzan Marantama Raharjo Muhammad Iqbal Fasa Muhammad Rezza Kurniawan Muhammad Taufik Aditya Mukhammad Faizal Ridho, Mukhammad Faizal Muthiah Hanifah Naniek U. Handayani Naniek Utami Handayani Nartadhi, Rizal Luthfi Nartadhi, Rizal Luthfi Naufal, Teuku Reyhan Naurah Witriannisa Nia Budi Puspitasari Novie Susanto Paramestha, Dominico Laksma Pradhana, Claudha Alba Pratiwi, Icha Putri Puji Handayani Kasih Purnawan Adi Wicaksono Putra Pratama, Fernadiksa Rasta Radhit Pamungkas Oetomo Raditya Rahman Rahma, Atheea Annisa Rahmad Agustian Tambunan Rani Rumita Ranjani, Elvri Ratih Hapsari Mawantika Renaldi, Stellya V. Ria Dwi Lisyanti Riandika Windiasari Rifda Ilahy Rosihan Rifqi, Abid Masluhir Rohim, Ainun Nur Roosita Maryani Roosita Maryani, Roosita Sari Aji Dwijayanti Sari Veronica Jantitya Satria, Yoga Septiana Puji Lestari Seto Ari Kusumo Siahaan, Yessyca Efirani Siti Umiyatun Sri Hartini Sri Hartini Sri Hartini Hartini Sriyanto Sriyanto Sulistya, Cahya Farradita Susatyo Nugroho W.P Susatyo Nugroho W.P. Susatyo Nugroho W.P. Susatyo Nugroho WP Tjioe Calvin Tri Setyo Wicaksono Tri Setyo Wicaksono Wandhansari Sekar Jatiningrum Widharto, Yusuf Widharto, Yusuf Winda Rahmawati Wiwik Budiawan Wiwik Budiawan Yudhistira Ardana, Yudhistira Yusuf Widharto Zahra, Lutfia