Claim Missing Document
Check
Articles

MANAJEMEN PERENCANAAN KARIER BAGI PENYANDANG DISABILITAS DI RUMAH DISABILITAS BORNEO BANJARMASIN Muhammad Eka Prasetia; Ainun Heiriyah; Endang Pratiwi
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.16049

Abstract

Sumber daya manusia merupakan hal yang penting karena individu (manusia) inilah yang akan menggerakkan seluruh komponen yang berbeda dalam kehidupan. Setiap individu dapat mengembangkan dan merealisasikan kompetensinya secara penuh dan memiliki hak untuk mengembangkan potensi perencanaan kariernya. Anak berkebutuhan khusus (ABK) atau penyandang disabilitas, seperti halnya anak normal lainnya, juga mempunyai kesempatan yang baik dalam melakukan pendidikan ataupun dalam hal memasuki dunia kerja.  Keterbatasan fisik yang dialami penyandang disabilitas tidak selamanya bergantung kepada orang lain, mereka juga dapat hidup seperti orang normal pada umumnya baik dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, bekerja serta menghasilkan karya kecuali penyandang disabilitas berat. Dengan itu sebelum melaksanakan karir yang sebenarnya maka diperlukan perencanaan karir terlebih dahulu guna mempersiapkan karir saat usia kerja. Salah satu perencanaan karir yang diberikan kepada anak berkebutuhan khusus atau penyandang distabilitas salah satunya adalah keterampilan (kecakapan) untuk upaya mewujudkan nilai tambah bagi anak berkebutuhan khusus atau penyandang distabilitas dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Dengan memberikan support dan arahan dari beberapa pihak (keluarga, kerabat, organisasi, lembaga, masyarakat, dll) kepada anak berkebuthan khusus (ABK) atau penyandang disabilitas sehingga mereka memiliki kemampuan keterampilan (skill) agar dapat bersaing sehat di dunia pendidikan ataupun dunia kerja.Terdapat tiga metode dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digunakan diantaranya: (1) ceramah; (2) pelatihan; dan (3) evaluasi. Peserta kegiatan terdiri dari 10 orang remaja disabilitas yang hadir pada saat kegiatan pengabdian kepada masyarakat.Hasil kegiatan Workshop Manajemen Perencanaan Karier Remaja disabilitas di rumah disabilitas borneo Banjarmasin menghasilkan: (1) Remaja disabilitas di rumah disabilitas borneo Banjarmasin dapat melakukan manajemen perencanaan karier; (2) Hasil Pretes pengetahuan manajemen perencanaan karier remaja penyandang disabilitas pada rumah disabilitas borneo banjarmasin adalah tergolong kategori Rendah (1,63); dan (3) Hasil Posttes pengetahuan manajemen perencanaan karier remaja penyandang disabilitas pada rumah borneo banjarmasin adalah tergolong kategori Sedang (4,4)  Kata kunci: Manajemen, perencanaan karier      
WORKSHOP PELAYANAN PENGUATAN KARIER REMAJA DISABILITAS DI YAYASAN RUMAH DISABILITAS BORNEO BANJARMASIN Ainun Heiriyah; Muhammad Eka Prasetia; Sanjaya Sanjaya
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 2 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i2.16037

Abstract

 Masa remaja merupakan masa yang rentan terhadap perubahan baik secara fisiologis, psikologis, emosi, minat, pola prilaku  dan prioritas. Anak tunarungu dapat diartikan anak yang tidak dapat mendengar. Tidak dapat mendengar atau kemungkinan kurang mendengar atau tidak mendengar sama sekali. Anak tunarungu berbicara tanpa suara atau dengan suara kurang jelas atau bahkan tidak berbicara sama sekali. Tak jarang anak anak berkebutuhan khusus (ABK) atau penyandang disabilitas tunarungu mendapatkan deskriminasi di dunia kerja. Mereka dianggap sebelah mata karena keterbatasan yang mereka miliki. Mereka dianggap tidak mampu menjalankan tugas dengan baik karena kondisi fisik, intelegensi, serta hubungan sosialnya yang tidak normal. Padahal, mereka juga berhak untuk mendapatkan hak pendidikan, kesehatan, sosial masyarakat, serta sebuah pekerjaan.Metode pelaksanaan menggunakan metode: (1) ceramah; (2) pelatihan; dan (3) evaluasi. Khalayak sasaran berjumlah 11 orang disabilitas yang menghadiri kegiatan PKM.Hasil kegiatam PKM     Dari hasil analisis data pretes evaluasi awal kegiatan, maka dapat di klasifikasikan bahwa penguatan karier remaja disabilitas yayasan borneo banjarmasin tergolong dalam kategori Rendah (3,27). Hal ini tentunya merupakan hal yang wajar, dikarenakan selama ini remaja disabilitas belum pernah diberikan pelayanan penguatan karier. dan Dari hasil analisis data posttes evaluasi keseluruhan kegiatan, maka dapat di klasifikasikan bahwa pemberian pelayanan penguatan karier remaja disabilitas borneo Banjarmasin tergolong dalam kategori kategori Sedang (4,39). Hal ini tentunya hal yang baik, karena adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan workshop pengabdian kepada masyarakat.   
WORKSHOP BIMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL BANJAR PADA MGBK SMA DI KOTA BANJARMASIN Ainun Heiriyah; Muhammad Eka Prasetia; Farial Farial; Hegen Dadang Prayoga
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 9, No 2 (2023): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v9i2.12309

Abstract

Setiap Permainan tradisional dapat dijadikan sebuah inovasi dalam layanan bimbingan dan konseling. Permainan tradisional dapat dikolaborasikan dengan layanan bimbingan dan konseling sehingga menjadi sebuah teknik atau metode di dalam pelaksanaan layanan layanan bimbingan dan konseling kelompok. Untuk mewujudkan ini tentu harus ada kreativitas guru BK dalam melakukan inovasi terhadap layanan bimbingan dan konseling yang akan diselenggarakan di sekolah. Berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa guru BK SMA di Kota Banjarmasin masih memerlukan wawasanan ilmu pengetahuan, kreativitas/ inovasi dalam layanan BK dan  keterampilan dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Khususnya pada pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling kelompok di sekolah. Permasalahan mitra yang menjadi prioritas utama adalah dirinci sebagai berikut: (1) Terdapat guru BK yang kurang memiliki kreativitas dalam mengembangkan inovasi dalam  layanan  bimbingan dan konseling kelompok di sekolah; dan (2) Terdapat guru BK yang belum mengetahui tahapan dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling kelompok berbasis permainan tradisional banjar. Dari fenomena permasalahan dan alternatif solusi, maka pelaksana memilih prioritas solusi diantaranya ialah: (1) Memberikan bantuan kepada guru BK berupa kreativitas dan inovasi konselor sekolah professional dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling kelompok di sekolah; dan (2) Memberikan bantuan kepada guru BK berupa pelatihan bimbingan dan konseling kelompok berbasis permainan tradisional banjar. Metode pelaksanaan menggunakan metode: (1) ceramah; (2) pelatihan; dan (3) evaluasi. Khalayak sasaran berjumlah 32 orang guru BK yang menghadiri kegiatan PKM.Hasil kegiatam PKM dari analisis data pre test evaluasi awal kegiatan, maka dapat di klasifikasikan bahwa kreativitas guru BK di SMA Kota Banjarmasin tergolong dalam kategori Rendah (2,92) dan hasil kegiatan PKM dari analisis data post test kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi meningkat dengan kategori Tinggi (7,45). Hal ini tentunya merupakan hal yang baik, setelah diberikannya kegiatan workshop sehingga dapat meningkatkan kreativitas guru BK dalam inovasi layanan BK di sekolah.Kata kunci: Bimbingan, konseling, permainan tradisional banjar 
WORKSHOP KETERAMPILAN TEKNIK KONSELING ASERTIF TRAINING PADA MUSYAWARAH GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SMA DI KOTA BANJARMASIN Muhammad Eka Prasetia; Ainun Heiriyah; Irfan Fitriadi; Fitrah Yuridka
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 9, No 1 (2023): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v9i1.12103

Abstract

Di setiap sekolah khususnya SMA tentu memiliki guru BK yang berperan penting dalam keberhasilan setiap peserta didik menjalani proses pendidikan di sekolah dengan baik. Guru BK melakukan berbagai pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan di sekolah untuk keberlangsungan perkembangan perseta didik agar dapat tumbuh dan berkembang secara mandiri serta dapat menyelesaikan permasalahannya sesuai dengan tugas perkembangannya. Pelayanan Bimbingan dan konseling di sekolah sangat penting untuk membantu peserta didik mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapinya, salah satunya dengan Teknik assertive training. Dalam melakukan pelayanan di sekolah guru BK SMA harus mengembangkan wawasan dan keterampilan yang mereka miliki dalam rangka menjadi guru BK yang handal dan professional dalam melaksanakan tugas di sekolah. Keterampilan guru BK adalah kemampuan guru BK dalam menguasai, mengelola layanan bimbingan dan konseling saat melaksanakan proses kegiatan bimbingan dan konseling, sehingga kegiatan layanan terlaksana secara efektif dan efesien. Terdapat tiga metode dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digunakan diantaranya: (1) ceramah; (2) pelatihan; dan (3) evaluasi. Peserta kegiatan terdiri dari 32 orang Guru BK SMA di kota Banjarmasin (MGBK). Pre Test kegiatan Workshop Keterampilan Konseling Asertif Training Guru BK tergolong kategori Rendah (3,04). Setelah diberikan materi kegiatan dan pelatihan Workshop Keterampilan Asertif Training Guru BK dilakukan Post Test, maka diketahui adanya peningkatan keterampilan konseling menjadi  kotegori Sedang (6,59).
Exploration of Career Differences in Career Interests of Students with Special Needs Heiriyah, Ainun; Haryadi, Rudi
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 6 No 2 (2019): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/kons.v6i2.5105

Abstract

This study aims to analyze and identify trends in the career interests of students with special needs in the city of Banjarmasin and see if there are differences in career interest trends between students with special needs in primary and secondary schools. The research design used was a cross-sectional survey. The results show that there are differences in career interests of students with special needs related to the field of Social careers, Realistic career fields, Artistic career fields, Conventional career fields, Enterprising career fields, and Investigative career fields. Also, there was a small difference in career interest scores between elementary and middle school students, even though overall, the trend for interests was almost the same. Based on the research results obtained, it is recommended to further researchers to conduct further research on career interests for students with special needs with more specific characteristics and develop assessment instruments that are more relevant for students with special needs.
Strategi Guru Bimbingan dan Konseling dan Wali Kelas dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba pada Siswa SMA Negeri 6 Banjarmasin Khadijah, Siti; Heiriyah, Ainun; Auliah, Nurul
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1437

Abstract

Salah satu masalah besar yang dihadapi Indonesia adalah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Remaja, terutama siswa sekolah menengah atas (SMA), berada dalam fase pertumbuhan psikologis dan sosial yang sangat sensitif terhadap berbagai pengaruh eksternal, termasuk narkoba. Guru BK dan wali kelas sangat penting dalam mendidik siswa tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Guru BK bertanggung jawab untuk mendukung kesejahteraan psikologis siswa dan menumbuhkan pola pikir yang sehat. Wali kelas bertanggung jawab untuk melacak perilaku, sikap, dan interaksi siswa di kelas. Penelitian adalah kualitatif dan menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan guru BK untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di SMAN 6 Banjarmasin adalah dengan memberikan layanan preventif berupa layanan bimbingan klasikal serta bekerjasama dengan wali kelas, dimana wali kelas bertugas untuk mengawasi siswa ketika berada di dalam kelas dan memberikan informasi terkait permasalahan siswa kepada guru BK. Sedangkan strategi wali kelas dalam upaya pencegahan narkoba yaitu dengan mengajak siswa untuk hidup sehat dan melakukan senam sehat bersama setiap hari senin.
Hubungan Antara Body Shaming dan Self-Compassion dengan Interaksi Teman Sebaya di SMA Negeri 12 Banjarmasin Awalia; Heiriyah, Ainun; Sanjaya
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1444

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada analisis mengenai keterkaitan antara body shaming dan self-compassion dengan interaksi teman sebaya pada peserta didik SMA Negeri 12 Banjarmasin. Metodeonal korelasi dalam pendekatan kuantitatif menjadi dasar analisis pada penelitian ini. Penentuan sampel dilakukan dengan metode sampling jenuh, yang melibatkan 60 siswa sebagai partisipan. Proses pengambilan data dilakukan dengan tiga jenis instrumen, yaitu skala body shaming , skala self-compassion , dan skala interaksi teman sebaya. Analisis korelasi Pearson dan korelasi berganda diterapkan sebagai metode untuk menguji hipotesis. Temuan penelitian ini mengindikasikan adanya hubungan antara body shaming dengan interaksi teman sebaya yang terbukti dari hasil analisis koefisien korelasi yang ditemukan dalam penelitian ini adalah -0,280 Dengan nilai signifikansi sebesar 0,031 < 0,05. Selain itu, ditemukan korelasi yang signifikan antara self-compassion dengan interaksi teman sebaya yang terbukti dari hasil analisis perolehan koefisien korelasi sebesar 0,661 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Selanjutnya dilihat dari analisis gabungan body shaming dan self-compassion memiliki hubungan yang signifikan terhadap interaksi teman sebaya yang berdasarkan hasil analisis ditemukan nilai korelasi sebesar 0,690 pada tingkat probabilitas (sig. F Change) sebesar 0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman body shaming cenderung menurunkan kualitas interaksi sosial siswa, sedangkan tingkat self-compassion yang tinggi berkontribusi positif terhadap kemampuan siswa dalam menjalin hubungan dengan teman sebaya.
Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya dan Minat Belajar dengan Prokrastinasi Akademik Siswa SMA Negeri 12 Banjarmasin Puteri, Nur Ananda; Heiriyah, Ainun; Hayati, Sri Ayatina
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1445

Abstract

Hubungan antara interaksi teman sebaya dan minat belajar sangat mempengaruhi tingkat prokrastinasi akademik siswa. Dukungan positif dari teman sebaya berperan sebagai pendorong yang membangkitkan motivasi serta minat belajar siswa, sehingga membantu siswa menghindari perilaku bertahan nunda dalam memenuhi tanggung jawab akademik dengan menyelesaikan tugas. Riset ini dimaksudkan guna memahami dan menganalisis bentuk sekaligus kekuatan hubungan antara interaksi teman sebaya dan minat belajar dengan prokrastinasi akademik pada siswa SMA Negeri 12 Banjarmasin. Metode korelasional kuantitatif digunakan dengan instrumen kuesioner Likert dan analisis SPSS 27 (uji normalitas, linearitas, korelasi pearson, dan regresi ganda). Hasil menunjukkan adanya korelasi sedang, keterkaitan yang terbukti signifikan antara interaksi teman sebaya dan tingkat prokrastinasi akademik (r ≈ 0,44; p < 0,01), serta antara minat belajar dan prokrastinasi (r ≈ 0,50; p < 0,01). Analisis regresi ganda menggambarkan bahwa kedua variabel secara bersamaan menjelaskan sekitar 29 % variansi prokrastinasi (R = 0,538; F < 0,001). Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan interaksi sosial dan motivasi internal saling melengkapi dalam mengurangi perilaku penundaan tugas siswa.
Hubungan Antara Social Support dan Self Efficacy dengan Stres Akademik Siswa SMA Negeri 12 Banjarmasin Futri, Elisa; Heiriyah, Ainun; Abidarda, Yulizar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1446

Abstract

Pada penelitian ini yang melatar belakangi masalah yaitu kurangnya social support yang didapatkan dan kurangnnya self efficacy yang dimiliki oleh siswa kelas X, hal inilah yang bisa menyebabkan siswa merasakan stres akademik. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis dan memahami apakah ada atau tidak hubungan antara social support dengan stres akademik, untuk menganalisis dan memahami apakah ada atau tidak hubungan antara self efficacy dengan stres akademik, dan untuk menganalisis dan memahami apakah ada atau tidak hubungan antara social support dan self efficacy dengan stres akademik yang dialami siswa di SMA Negeri 12 Banjarmasin. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif, dengan koefisien korelasi. Penelitian ini melibatkan 33 siswa kelas X-3 dan 31 siswa kelas X-4, sehingga totalnya 64 orang. Penelitian melibatkan 60 siswa. Metode sampling jenuh diterapkan untuk menetapkan jumlah sampel dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya korelasi antara social support (X1) variabel bebas dengan stres akademik (Y) variabel terikat dengan didapat nilai sig 0,001<0,05 juga adanya korelasi antara self efficacy (X2) variabel bebas dengan stres akademik (Y) variabel terikat dengan didapat nilai sig 0,000<0,05 dan hasil ketika social support (X1) dan self efficacy (X2) diuji secara bersamaan, ada korelasi antara keduanya dengan stres akademik (Y) dengan nilai sig 0,000<0,05.
Strategi Guru Bimbingan dan Konseling dalam Pembinaan Karakter Disiplin Siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Murung Raya latifah, Siti Umi; Heiriyah, Ainun; Abidarda, Yulizar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1449

Abstract

Pembinaan karakter disiplin siswa merupakan hal penting dalam menunjang keberhasilan dan pembentukan kepribadian positif, karakter disiplin harus ditanamkan sejak awal kepada siswa supaya mereka bisa kedepannya.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode yang digunakan guru bimbingan dan konseling untuk membina karakter disiplin siswa Madrasah Aliayah Negeri 1 Murung Raya serta faktor penghambatnya. Dalam penelitian ini, pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Guru BK menggunakan strategi bimbingan kelompok satu kali dalam dua minggu yang membantu membangun karakter positif dan edukatif. Selain itu, ada konseling khusus yang membantu siswa mengembangkan karakter positif dan menangani masalah pribadi. 2) Ada beberapa kendala yang jadi penghambat guru BK seperti beberapa siswa tidak memberikan dukungan dari orang tua dan keluarga, dan beberapa kurang terbuka dengan guru BK.