Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Midwifery Journal

Pengaruh Teknik Pijat Bayi Terhadap Perkembangan Motorik Dan Peningkatan Berat Bayi Pada Pmb Ni Wayan Richa Desiyanti, S.Tr.Keb Tahun 2021 Sari Nainggolan, A.Triska Oktavika; Rosmiyati, Rosmiyati; Suharman, Suharman; Fitria, Fitria
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i1.9529

Abstract

Background: According to the Indonesian Ministry of Health that in 2010, 11.5% of children under five in Indonesia experienced growth and development disorders. While the data shows the total index of child development in Indonesia includes 88.3% and Lampung 85.%. (Riskesdas, 2018).Objective: The purpose of this study is to find out whether in doing baby massage is able to improve motor development and increase the baby's weight.Methods:Research used quantitatively, sampling techniques are generally done randomly with a pre-experimental design, experimental with one group pretest-posttest research design using a sample of as many as 20 babies. The study was conducted in June and July 2021, this study was in PMB Ni Wayan Richa Desiyanti, S.Tr.Keb Central Lampung.Result:The results of this study from 20 respondents averaged motor development before intervention of 0,30 standard errors of 0,050 lowest average results or minimum results of 0 and the highest results or maximal results of 1. While the average weight score before the intervention of 7.33 standard errors amounted to 0.247 the lowest average result or minimum result was 6 and the highest blood pressure result or maximal result of 9. Motor mean values after 0,05, SE 0,050 min 0 and max 1. While the weight after 0,05, SD 0,224, SE 0,050 min 0 and max 1.Conclusion: It can be concluded that the results of the t wilcoxon obtained p value0,000< α (0.05) means that H0 is rejected and Ha is accepted, which means there is an influence on the technical impact of baby massage on motor development and weight gain aged 4-12 months.Suggestion: Suggestions that the elderly and the community are able to apply baby massage to increase the child's motor development and baby's weight.Keywords: Baby, Baby Massage, Motor Development, Weight Gain Latar Belakang: Data nasional Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia bahwa pada tahun 2010, sebesar 11,5% anak balita di Indonesia mengalami kelainan pertumbuhan dan perkembangan. Sedangkan data menunjukan total indeks perkembangan anak di Indonesia mencakup 88,3% dan Lampung 85,% . (Riskesdas, 2018).Tujuan: Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah dengan di lakukan baby massage mampu meningkatkan perkembangan motorik dan meningkatkan berat badan bayi.Metode: Penelitian yang di gunakan kuantitatif, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random dengan desain pre-experimental  design, experimental dengan desain penelitian One Group pretest-posttest dengan menggunakan sampel sebanyak 20 bayi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni dan bulan Juli tahun 2021, Penelitian ini di PMB Ni Wayan Richa Desiyanti, S.Tr.Keb Lampung Tengah.Hasil: Hasil penlitian ini dari 20 responden nilai rata-rata perkembangan motorik sebelum intervensi sebesar 0,30 standar eror sebesar 0,050 hasil rata-rata terendah atau hasil minimal yaitu sebesar 0 dan hasil tertinggi atau hasil maximal sebesar 1. Sedangkan hasil nilai rata-rata berat badan sebelum intervensi sebesar 7,33 standar eror sebesar 0,247 hasil rata-rata terendah atau hasil minimal yaitu sebesar 6 dan hasil tekanan darah tertinggi atau hasil maximal sebesar 9. Nilai mean motorik setelah 0,05, SE 0,050 min 0 dan max 1. Sedangkan berat badan setelah 0,05, SD 0,224, SE 0,050 min 0 dan max 1.Kesimpulan: Dapat di simpulkan hasil uji wilcoxon didapat p value 0,000<α (0,05) artinya H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada pengaruh teknik baby massage terhadap perkembangan motorik dan kenaikan berat badan bayi usia 4-12 bulan.Saran: Saran agar oang tua dan masyarakat mampu menerapkan baby massage agar meningkatkan perkambangan motorik anak dan berat badan bayi.Kata Kunci: Bayi, Baby Massage, Perkembangan Motorik, Kenaikan Berat Badan
JUS SEMANGKA MEMPENGARUHI PENURUNAN TEKANAN DARAH TERHADAP PENDERITA HIPERTENSI PADA LANSIA Suharman, Suharman; -, Septiana; Rosmiyati, Rosmiyati
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): Vol.1 No.2 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i2.3345

Abstract

Background : Hypertension or high blood pressure is a condition when blood flows through blood vessels with greater strength than usual. Handling that can be done in addition to pharmacological therapy is to use non-pharmacological therapy or complementary therapy. One of the preventative measures to reduce blood pressure is by consuming watermelon. Purpose : know the effect of watermelon juice on blood pressure reduction in patients with hypertension at Bhayangkara Hospital, Bandar Lampung in 2020. Method : This type of research is quantitative research design with a quasi-experimental approach. The population in this study were all elderly people with hypertension at the Bhayangkara Hospital in Bandar Lampung as many as 46 people. Sample 16 people, the sampling technique used was purposive sampling Data collection using observation sheets and data analysis used was the T-dependent test. Result : showed that the average frequency distribution of blood pressure before giving Watermelon Juice was 150 mmHg, with SD 5.7, systolic value = 140-160 mmHg and diastole value = 80-100. The frequency distribution of average blood pressure after administration of Watermelon Juice was 119 mmHg, with SD 10.7 of systole = 100-138 and diastole = 77-99. Conclusion There is an influence of consumption of Watermelon Juice on the reduction in blood pressure in the elderly (p value 0,000 <0.05). Suggestions For the elderly and the community, for the community and family can apply appropriate herbal treatments to treat hypertension symptoms, one of which is to consume watermelon juice to reduce high blood pressure levels, so it can reduce the use of pharmacological drugs that have side effects..  Keywords: watermelon juice, hypertension, elder people ABSTRAK Latar belakang : Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi ketika darah mengalir melalui pembuluh darah dengan kekuatan yang lebih besar dari biasanya.  Berdasarkana hasil pra survey di Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung pada bulan februari 2020 didapatkan jumlah laki-laki 102 orang dan perempuan 67 orang, dari 169 orang terdapat 46 orang mengalami hipertensi. Tujuan penelitian adalah diketahui Pengaruh Pemberian Jus Semangka Terhadap Penurunan Tekanan Darah Terhadap penderita Hipertensi di Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung tahun 2020.Metode :  Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian dengan pendekatan quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang mengalami hipertensi di Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung sebanyak 46 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dengan jumlah sampel 16 orang,  Teknik sampling yang digunakan purposive sampling Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi dan analisa data yang digunakan adalah uji  T-dependent.Hasil : hasil penelitian didapatkan bahwa distribusi frekuensi rata-rata tekanan darah sebelum pemberian Jus Semangka adalah 150 mmHg, Distribusi frekuensi Rata-rata tekanan darah sesudah pemberian Jus Semangka adalah 119 mmHg,Kesimpulan Ada pengaruh konsumsi Jus Semangka terhadap penurunan tekanan darah pada lansia (p value 0,000 < 0,05).Saran bagi lansia dan masyarakat, dapat mengkonsumsi Jus Semangka dengan dosis Jus Semangka sebanyak 2 kali perhari atau 1000 gram perhari selama 7 hari serta mengikuti penyuluhan-penyuluhan tentang pencegahan tekanan darah tinggi untuk menambah pengetahuan lansia tentang penanganan penurunan tekanan darah tinggi. sehingga dapat mengurangi penggunaan obat-obatan farmakologi yang ada efek sampingnya. Kata Kunci  : Jus Semangka, Hipertensi, Lansia
Pijat Oksitosin Terhadap Tanda Kecukupan Asi Pada Bayi Ningsih, Astri Cahya; Rosmiyati, Rosmiyati; Isnaini, Nurul
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 September 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i3.12216

Abstract

Background: Breast feeding for babies has an important meaning, especially concerning sufficiency of nutrition and other substances required for body immunity against diseases. Oxytocin massage is one solutions to overcome lack of breast milk production, where oxytocin hormone takes a role. Purpose:The objective of this research was to find out the influence of oxytocin massage to breast milk sufficiency for babies in Wirahayu, S.Tr., Keb private midwifery in Panjang of Bandar Lampung in 2020.   Methods: This was a quantitative research by using quasi-experiment design and one group pretest and posttest approach. Population was 20 mothers with babies of 3-6 months old visiting Wirahayu, S.Tr.,Keb in Panjang of Bandar Lampung. 20 respondent samples were taken by using purposive sampling. Data were collected by using questionnaires and observations and analyzed by using univariate and bivariate analyses by using paired t-test.   Result: The result showed that the average (mean) of breast milk sufficiency before and after oxytocin massage were 5.50 and 9.05 respectively. Statistic test result showed that there was an influence of oxytocin massage to breast milk sufficiency for babies in Wirahayu, S.Tr., Keb private midwifery in Panjang of Bandar Lampung in 2020 with p-value 0.000.Conclusion: There was an influence of oxytocin massage to breast milk sufficiency for babies in Wirahayu, S.Tr., Keb private midwifery in Panjang of Bandar Lampung in 2020.Suggestion Keywords : oxytocin massage,breast milk sufficiency signs ABSTRAK Latar Belakang: Pemberian ASI pada bayi mempunyai arti sangat penting ,terutama menyangkut pemenuhan kebutuhan gizi dan zat lain pembentuk kekebalan tubuh terhadap penyakit. Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidak lancaran produksi ASI, hormone yang berperan yaitu hormon oksitosin.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap tanda kecukupan ASI pada bayi di PMB Wirahayu, S.Tr.,Keb Panjang Bandar Lampung Tahun 2020.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan pendekatan one group pre test and post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 3-6 bulan di PMB Wirahayu, S.Tr.,Keb Panjang Bandar Lampung yang berjumlah 20 responden. 20 sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan lembar kuesioner dan observasi. Data dianalisa dengan analisa univariat dan bivariat dengan uji paired T-Test.Hasil: Hasil penelitian menunjukan diketahui rata-rata (mean) tanda kecukupan ASI sebelum pijat oksitosin 5,50 dan rata-rata (mean) tanda kecukupan ASI sesudah pijat oksitosin 9,05. Berdasarkan hasil uji statistic didapatkan ada pengaruh pijat oksitosin terhadap tanda kecukupan ASI pada bayi di PMB Wirahayu, S.Tr.,Keb Panjang Bandar Lampung Tahun 2020 dengan p-value 0,000.Kesimpulan: Ada pengaruh pijat oksitosin terhadap tanda kecukupan ASI pada bayi di PMB Wirahayu, S.Tr.,Keb Panjang Bandar Lampung Tahun 2020.Saran ibu menyusui diharapkan agar dapat mencari informasi kesehatan tentang pentingnya pijat oksitosin melalui media cetak(buku,majalah,Koran atau tabloid) dan media massa (tv,internet) sehingga ibu akan mempunyai keterampilan dalam melakukan pijat oksitosin agar bayi mendapatkan cukup ASI dan tidak menemui kendala saat memberikan ASI Kata Kunci : Pijat Oksitosin, Tanda Kecukupan ASI, ibu menyusui
PIJAT OKSITOSIN TERHADAP TANDA KECUKUPAN ASI PADA BAYI Ningsih, Astri Cahya; Rosmiyati, Rosmiyati; Isnaini, Nurul; Mariza, Ana
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 4 (2021): Volume 1 Nomor 4, Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i4.4460

Abstract

Background: Breast feeding for babies has an important meaning, especially concerning sufficiency of nutrition and other substances required for body immunity against diseases. Oxytocin massage is one solutions to overcome lack of breast milk production, where oxytocin hormone takes a role.Purpose:The objective of this research was to find out the influence of oxytocin massage to breast milk sufficiency for babies in Wirahayu, S.Tr., Keb private midwifery in Panjang of Bandar Lampung in 2020.  Methods: This was a quantitative research by using quasi-experiment design and one group pretest and posttest approach. Population was 20 mothers with babies of 3-6 months old visiting Wirahayu, S.Tr.,Keb in Panjang of Bandar Lampung. 20 respondent samples were taken by using purposive sampling. Data were collected by using questionnaires and observations and analyzed by using univariate and bivariate analyses by using paired t-test.  Result: The result showed that the average (mean) of breast milk sufficiency before and after oxytocin massage were 5.50 and 9.05 respectively. Statistic test result showed that there was an influence of oxytocin massage to breast milk sufficiency for babies in Wirahayu, S.Tr., Keb private midwifery in Panjang of Bandar Lampung in 2020 with p-value 0.000.Conclusion: There was an influence of oxytocin massage to breast milk sufficiency for babies in Wirahayu, S.Tr., Keb private midwifery in Panjang of Bandar Lampung in 2020.Suggestions for health workers to improve health services on how to increase signs of breast milk adequacy, by providing health education about the importance of doing oxytocin massage and providing classes for breastfeeding mothers and classes for oxytocin massage  Keywords            : oxytocin massage and breast milk sufficiency signs Latar Belakang: Pemberian ASI pada bayi mempunyai arti sangat penting ,terutama menyangkut pemenuhan kebutuhan gizi dan zat lain pembentuk kekebalan tubuh terhadap penyakit. Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidak lancaran produksi ASI, hormone yang berperan yaitu hormon oksitosin.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap tanda kecukupan ASI pada bayi di PMB Wirahayu, S.Tr.,Keb Panjang Bandar Lampung Tahun 2020.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan pendekatan one group pre test and post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 3-6 bulan di PMB Wirahayu, S.Tr.,Keb Panjang Bandar Lampung yang berjumlah 20 responden. 20 sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan lembar kuesioner dan observasi. Data dianalisa dengan analisa univariat dan bivariat dengan uji paired T-Test.Hasil: Hasil penelitian menunjukan diketahui rata-rata (mean) tanda kecukupan ASI sebelum pijat oksitosin 5,50 dan rata-rata (mean) tanda kecukupan ASI sesudah pijat oksitosin 9,05. Berdasarkan hasil uji statistic didapatkan ada pengaruh pijat oksitosin terhadap tanda kecukupan ASI pada bayi di PMB Wirahayu, S.Tr.,Keb Panjang Bandar Lampung Tahun 2020 dengan p-value 0,000.Kesimpulan: Ada pengaruh pijat oksitosin terhadap tanda kecukupan ASI pada bayi di PMB Wirahayu, S.Tr.,Keb Panjang Bandar Lampung Tahun 2020.Saran petugas kesehatan agar dapat meningkatkan pelayana kesehatan tentang cara bagaimana meningkatkan tanda kecukupan ASI, dengan cara memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya melakukan pijat oksitosin serta menyediakan kelas ibu menyusui dan kelas pijat oksitosin Kata Kunci          : Pijat Oksitosin & Tanda Kecukupan ASI 
Penggunaan Metode Kanguru Dan Bedong Kain Untuk Meningkatkan Suhu Bayi Baru Lahir Dan Mencegah Hipotermia Fadhillah, Reza Fadhillah; Nurliyani, Nurliyani; Rosmiyati, Rosmiyati; Kurniasari, Devi
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4, Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i4.8699

Abstract

Background : Health problems in children are one of the main problems in the world of health in Indonesia. The degree of children's health describes the degree of health of the nation, because children are the next generation of the nation who have abilities that can be developed in the development of the nation. Newborns are babies born during the first hour of birth. Newborns are babies from birth to 4 weeks of age. Birth is usually at 38-42 weeks' gestation. Hypothermia is an abnormal body temperature of a newborn (<36°C) when measuring temperature through the axillae, where the body temperature of a normal newborn is 36.5°C-37.5°C (axillary temperature). Hypothermia is a sign of danger because it can cause changes in the body's metabolism which will end in heart-pulmonary failure and death. Management that can be done in hypothermic patients is to do the kangaroo method and swaddle with cloth in regulating the baby's body temperature.Purpose : To Know the Effectiveness of Using the Kangaroo Method and Cloth Swaddles to Warm and Increase the Body Temperature of Newborns for the Prevention of Hypothermia in PMB Kemiling Region.Methods: This quantitative research applied pre-experimental method with pretest posttest research design. The sample in this study was 30 infants, conducted by purposive sampling technique. This research found that there was an increase in the temperature of newborns after being given the kangaroo and cloth swaddling method. Based on the result of swaddling the cloth there was an increase of 82.50 and when the kangaroo method was used there was an increase of 68.89 with a p-value of 0.045.Results : It can be concluded that the use of the kangaroo method and cloth swaddling can increase body temperature in newborns and the use of cloth swaddles was more influential in increasing body temperature. Therefore, it is suggested that the results of this study can be applied by midwives to reduce hypothermia in newborns. Keywords : Newborn Baby, Hypothermia, Cloth Swaddling, Kangaroo Method ABSTRAK Latar Belakang : Masalah kesehatan pada anak adalah salah satu masalah utama dalam dunia kesehatan di indonesia. Derajat kesehatan anak menggambarkan derajat kesehatan bangsa, dikarenakan anak sebagai generasi penerus bangsa yang memiliki kemampuan yang dapat di kembangkan dalam perkembangan bangsa. Bayi Baru lahir adalah bayi yang baru lahir selama satu jam pertama kelahiran. Bayi baru Lahir adalah bayi yang baru lahir sampai usia 4 minggu. Lahirnya biasanya dengan usia gestasi 38-42 minggu. Hipotermia adalah suhu tubuh bayi baru lahir yang tidak normal (<36ºC) pada pengukuran suhu melalui aksila, dimana suhu tubuh bayi baru lahir normal adalah 36,5ºC-37,5ºC (suhu aksila). Hipotermi merupakan suatu tanda bahaya karena dapat menyebabkan terjadinya perubahan metabolisme tubuh yang akan berakhir dengan kegagalan fungsi jantung paru dan kematian. Penatalaksanaan yang dapat dilakukan pada pasien hipotermia adalah dengan melakukan metode kangguru dan pembedongan dengan kain dalam pengaturan suhu tubuh bayi.Tujuan Penelitian : Diketahui Efektifitas Penggunaan Metode Kanguru Dan Bedong Kain Untuk Menghangatkan Dan Peningkatan Suhu Tubuh Bayi Baru Lahir Untuk Pencegahan Hipotermia di PMB Wilayah Kemiling.Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode Pre-eksperimental dengan rancangan penelitian pre test-post test desagn. Sample dalam penelitian ini adalah 30 bayi dengan teknik purposive sampling. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan suhu Bayi Baru Lahir setelah diberikan Metode Kangguru dan Bedong Kain. Dengan hasil saat dilakukan Bedong Kain terjadi peningkatan 82,50  dan pada saat dilakukan Metode Kangguru terjadi peningkatan 68,89 dengan P Value 0,045.Hasil Penilitian : Disimpulkan bahwa penggunaan Metode Kangguru dan Bedong Kain dapat meningkatkan suhu tubuh pada bayi baru lahir dan penggunaan Bedong Kain lebih berpengaruh  untuk menaikkan suhu tubuh. Oleh karena itu disarankan hasil penelitian ini dapat diaplikasikan oleh bidan untuk mengurangi Hipotermia pada Bayi Baru Lahir. Kata kunci : BBL, Bedong Kain, Hipotermia, Metode Kangguru