Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

DESCRIPTION OF THE AMOUNT OF LYMPHOCYTE AND NEUTROPHIL RATIO IN ACUTE APPENDICITIS PATIENTS IN DR WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR HOSPITAL Maria Maria; nurlia naim; Zulfian Armah
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.298 KB) | DOI: 10.32382/mak.v10i2.1300

Abstract

Nilai leukosit terutama netrofil dan limfosit adalah pemeriksaan laboratorium dasar yang merupakan penanda yang sensitif pada proses inflamasi, dan dapat digunakan sebagai alat bantu diagnosis apendisitis( usus buntu) akut. Tujuan penelitian adalah mengetahui rasio neutrofil dan limfosit pada pasien apendisistis (usus buntu) akut. Penelitian dilakukan secara cross sectional analitik di RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo periode Mei - Juni  2019.  Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisa secara deskriptidf. Diperoleh 30 sampel dengan apendisitis (usus buntu) akut. Dari hasil penelitian didapatkan sebanyak 15 sampel (50%) dari 30 sampel menunjukkan peningkatan ratio neutrofil , sebanyak 4 sampel (13%) menunjukkan penurunan ratio neutrofil, dan sebanyak 11 sampel (37%) menunjukkan ratio neutrofil yang normal. Untuk pemeriksaan ratio limfosit didapatkan sebanyak 19 sampel (63%) menunjukkan penurunan ratio limfosit dan 11 sampel (37%) menunjukkan ratio neutrofil yang normal. Disimpulkan bahwa Pemeriksaan Rasio Neutrofil dan Limfosit baik digunakan dalam memprediksi apendisitis akut.Kata Kunci : Neutrofil, Limfosit, Apendisitis (Usus Buntu) Akut
TINGKAT POSITIFITAS Mycobacterium tuberculosis MENGGUNAKAN TCM DENGAN HASIL KONVERSI AWAL PENGOBATAN SHORT REGIMEN PASIEN TB MDR Syahida Djasang; Kalma Kalma; Ery Hikmawati; Zulfian Armah
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v13i1.2750

Abstract

Tuberkulosis Multidrug Resistant (TB MDR) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang resisten terhadap antibiotik rifampisin dan isoniazid dengan atau tanpa obat anti tuberkulosis lainnya. Pemeriksaan tes cepat molekuler (TCM) dan konversi sputum BTA adalah dua pemeriksaan yang wajib dilakukan pasien TB MDR dalam menjalani pengobatan. Tingkat kepositifan TCM sebelum pengobatan merupakan metode penilaian secara langsung jumlah bakteri di dalam sputum dan menunjukan derajad keparahan yang akan mempengaruhi hasil konversi pengobatan. Penentuan hasil konversi dilakukan dengan pemeriksaan sputum BTA pada akhir tahap awal pengobatanan dan akhir tahap lanjutan pengobatan. Pada tahap awal pengobatan hasil konversi menunjukan prediksi keberhasilan pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat positifitas sebelum pengobatan dengan hasil konversi setelah pengobatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional laboratorik dengan pendekatan cross sectional dengan metode total sampling. Sampel dari pasien yang terdiagnosa TB MDR dengan TCM yang menjalani awal pengobatan short regimen di RSUP Dr Mohamad Hoesin Palembang tahun 2019 s.d April 2020 sebanyak 70 pasien. Hasil penelitian didapat dari 70 pasien ada  47(67%)  yang memiliki tingkat positif tinggi dan 23 (33%) memiliki tingkat positifitas rendah. 35(50%) yang memiliki positifitas tinggi mengalami konversi dan 12(17%) mengalami gagal konversi atau tidak konversi. Sedangkan 21(30%) yang memiliki tingkat positifitas rendah mengalami konversi dan 2(3%) tidak konversi. Dari uji statistik didapatkan P value 0,122 (>0,05) sehingga kesimpulannya tidak ada hubungan tingkat positifitas Mycobacterium tuberculosis menggunakan TCM dengan hasil Konversi awal pengobatan short regimen. Kata Kunci: Hasil Konversi, TB MDR, Tingkat Positifitas TCM
Identifikasi Jamur Penyebab Onychomycosis Pada Kerokan Kuku Pekerja Bangunan Di Desa Bontokassi Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa Zulfikar Ali Hasan; Radiatul Adawiyah; Nurlia Naim; Zulfian Armah
Lontara Journal of Health Science and Technology  Vol 3 No 1 (2022): Ilmu dan Teknologi Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v3i1.272

Abstract

Onychomycosis is a disease caused by dermatophyte and non-dermatophyte fungi that can attack human nails. Work environment, personal hygiene of workers, age and length of work can increase the risk of Onychomycosis. This study aims to identify the fungi that cause Onychomycosis on the nails of construction workers. This research is descriptive observational and using purposive sampling technique. This study used 2 methods of examination, namely directly and indirectly using 20% KOH and planting on Sabouraud Dextrose Agar culture media. The results of the identification of 15 samples using 20% KOH, found 1 (6.67%) positive sample with the discovery of hyphae and spores while 14 (93.3%) other samples were negative. The results of the identification on Sabouraud Dextrose Agar media that had been incubated at 37 oC for 3-5 days, it was found that 15 (100%) samples were positive for fungal infection. The Non-Dermatophyte, namely the discovery of 6 samples (40%) of Aspergillus Sp fungi and 5 samples of Penicillium Sp fungi (33.33%) and the discovery of Dermatophyte fungi, namely Trichopyton sp fungi as many as 3 samples (20%) and Epidermophyton sp as much as 1 sample (6.67%).
Analisis Bilirubin dan Hemoglobin Pada Bayi Baru Lahir Ridho Pratama; Nuriah Khofifah; Zulfian Armah; Rafika Rafika
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol 3 No 2 (2022): Ilmu dan Teknologi Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v3i2.308

Abstract

One of the causes of infant death outside the womb is hyperbilirubinemia. This hyperbilirubinemia is a clinical phenomenon often found in newborns in the first week of life. In laboratory examination, the determination of hemoglobin level is an indicator that is widely used to determine the prevalence of anemia. This study uses an observation method with a descriptive approach. The data collection of this research was carried out at RSIA Pertiwi Makassar City in May 2021. The sample in this study was secondary data for all newborns. The results of this study were obtained from 40 newborns (85%) who had hyperbilirubinemia. As many as 6 newborns (15%) did not have hyperbilirubinemia while from 25 newborns, 9 newborns (36%) had anemia, and as many as 16 newborns. Born (64%) did not have anemia. Keywords: Bilirubin, Hemoglobin, And Newborn
PERBANDINGAN PERTUMBUHAN Candida albicans PADA MEDIA Potato Dextrose Agar (PDA) DAN Chrom Agar Candida (CAC) rafika rafika; Zulfian Armah; Nurlia Naim; Ridho Pratama; Khaeriatussa’ada Khaeriatussa’ada
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jmkik.v7i2.1016

Abstract

Pentingnya mengidentifikasi jamur penyebab penyakit sedini mungkin perlu dilakukan utamanya pada pemeriksaan dengan metode kultur. Saat ini pemeriksaan kultur jamur khususnya Candida albicans pada beberapa laboratorium kesehatan telah menggunakan media Chrom Agar Candida (CAC) sebagai media identifikasi dan isolasi, sedangkan pada laboratorium lainnya seperti laboratorium pendidikan masih menggunakan media Potato Dextrose Agar (PDA) untuk mengisolasi dan mengidentifikasi adanya jamur Candida albicans. Tujuan penelitiaan ini adalah untuk melihat adanya perbedaan pertumbuhan jamur Candida albicans pada media Potato Dextrose Agar (PDA) dan Chrom Agar Candida (CAC). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimen dengan desain penelitian yang dipilih adalah post test only control group design. Penelitiaan ini dilaksanakan pada Mei 2022 di Laboratorium Mikologi Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Makassar. Hasil penelitian secara makroskopis menunjukkan koloni Candida albicans pada media PDA berbentuk seperti ragi, basah, cembung, putih kekuningan dan berbau asam sedangkan pada media CAC koloni halus, berwarna hijau yang dikelilingi zona bening kehijauan. Adapun hitung jumlah koloni Candida albicans pada media PDA sebanyak 2,8×106 CFU/ml dan media CAC sebanyak 2,3×106 CFU/ml. Meskipun analisa statistik rata rata diameter pertumbuhahan koloni Candida albicans pada media PDA dan CAC tidak berbeda secara signifikan (p>0,05). Akan tetapi pada media CAC lebih khas dalam menunjukkan adanya spesies Candida albicans dibandingkan media PDA dengan formasi warna yang dibentuk
WAKTU SIMPAN WHOLE BLOOD CELL (WBC) TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT, ERITROSIT DAN TROMBOSIT Artati Artati; Nurlia Naim; Muh. Yusril; Zulfian Armah; Ridho Pratama
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v13i2.3023

Abstract

Transfusi darah merupakan suatu rangkaian proses pemindahan darah dari seseorang donor kepada resipien. Darah disimpan di lemari es dengan suhu 2 - 6°C. Dalam proses penyimpanan darah akan mengalami perubahan – perubahan komponen darah seperti jumlah leukosit, eritrosit, dan trombosit. Tujuan penelitian Untukk mengetahuii pengaruhhwaktu simpan darah terhadap jumlahhleukosit, eritrosit, trombosit, pada whole blood darah donor sebelum dan sesudah disimpan selama 1 hari, 3 hari, 5 hari dan 7 hari. Jenis penelitian ini adalah Experimen, dan analisis data yang di peroleh dari hasil pemeriksaan leukosit, eritrosit dan trombosit menggunakan uji Paired T test. Sampel yang digunakan untuk penelitian ini sebanyak 4 golongan darah A, B, AB, O. sampel sesuai dengan kriteria inklusi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat pengaruh waktu simpan terhadap penurunan jumlah leukosit, eritrosit, dan trombosit dimana terjadinya penurunan jumlah leukosit dengan rata – rata penurunan sebesar 0,17 103/µl, kemudian jumlah eritrosit memiliki rata – rata penurunan sebesar 0,3 106/µl dan jumlah trombosit memiliki rata – rata penurunan sebesar 5,25 1010/µl. Dan untuk peneliti selanjutnya yang sama dimasa akan datang untuk menambah jumlah sampel atau melukukan pemeriksaan secara duplo agar mengetahui perbandingan yang lebih jelas terhadap jumlah komponen darah
AKTIVITAS PERTUMBUHAN Mycobacterium tuberculosis PADA MEDIA COCO BLOOD MALACHITE GREEN SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI MEDIA LOWENSTEIN JENSEN Zulfian Armah; Rafika Rafika; Rahman Rahman; Arwin Arwin; Herdiana Herdiana; Nurul Syafika
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v14i1.3329

Abstract

Kultur merupakan Gold Standard untuk menegakkan diagonis Tuberculosis. Media kultur Mycobacterium tuberculosis relatif mahal dan membutuhkan waktu yang lama untuk pertumbuhannya, maka diupayakan media alternatif yang relatif lebih murah dan  waktu pertumbuhan yang lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu tumbuh dan kesuburan pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis pada media Coco Blood Malachite Green dan media Lowenstein Jensen. Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan secara eksperimental dengan desain penelitian Post- test Only Control Group design. Media Coco Blood Malachite Green yang mengandung air kelapa tua, base agar darah dan darah sisa transfusi dapat mendukung pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Tuberkulosis Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar. Penelitian ini menggunakan strain murni Mycobacterium tuberculosis H37RV  dengan hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan koloni Mycobacterium tuberculosis tampak pada minggu kedua . Didapatkan pertumbuhan koloni tumbuh namun tidak subur pada media Coco Blood Malachite Green (CMB). Sedangkan, pada media Lowenstein Jensen didapatkan pertumbuhan yang subur.  Data dianalisis menggunakan Mann Whitney Test, hasil yang didapatkan ada perbedaan dari pertumbuhan pada media Coco Blood Malachite Green dan media Lowenstein Jensen dalam pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis dengan nilai probabilitas nilai sig. (0,025). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa media Lowenstein Jensen lebih baik dibanding media Coco Blood Malachite Green dalam menumbuhkan Mycobacterium tuberculosis. 
A Review on Green Synthesis, Antimicrobial Applications and Toxicity of Silver Nanoparticles Mediated by Plant Extract Subakir Salnus; Wahid Wahab; Rugaiyah Arfah; Firdaus Zenta; Hasnah Natsir; Muriyati Muriyati; Fatimah Fatimah; Arini Rajab; Zulfian Armah; Rizal Irfandi
Indonesian Journal of Chemistry Vol 22, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.71053

Abstract

Nanotechnology explores nanoscale materials that can be used in a wide range of industries such as biotechnology, cosmetics, drug delivery, nanomedicine, and biosensors. Nanoparticles in diverse shapes and sizes can be prepared through physical, chemical, and biological methods. The employment of reducing agents, which will change their form, size range, level of stability, and interaction, is a crucial part thus employing a biological approach is necessary. Chemically generated metal oxide nanoparticles raise considerable issues owing to the usage of hazardous and poisonous chemicals, as well as the potential for conservational impairment. In contrast, the production of silver nanoparticles using the principal method of green synthesis has found a special place in research that is considered more environmentally approachable requiring the use to produce non-toxic nanomaterials. Plants and polymer materials have received a lot of interest in the preparation of nanoparticles since they are renewable and affordable. In this review, we present a comprehensive overview of more ecologically friendly synthesis techniques that use plant extracts to make silver nanoparticles and their application as antibacterial agents, as well as toxicity features based on the shape, size range, and phytochemical mechanism of plants.
Potential of Cassava Peel as an Alternative Growth Media of Aspergillus niger and Rhizopus oryzae with Concentration Modification Artati Artati; Risky Risky; Rafika Rafika; Zulfian Armah; Syahida Djasang; Asriyani Ridwan; Aan Yulianingsih Anwar
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Potekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmak.v14i2.251

Abstract

Waste is the waste product of a production process or materials that are no longer valuable or worthless, including waste from food processing processes. One of the main food wastes produced in developing countries is cassava peel from a plant with the Latin name Manihot ultisima. Cassava skin is the outer layer of the tuber which functions as a protector for the cassava flesh. This research aims to prove that cassava peel can be used as raw material for making alternative media for fungal growth and to find out the most effective concentration to use. This research is experimental using cassava skin as a sample. In this research, data analysis was carried out using the One-Way Anova Test. Concentrations of 5%, 10%, 15%, 20%, 25% and 30% were made as alternative media for the growth of Aspergillus niger and Rhizopus oryzae fungi and SDA media as a control. During the incubation period for these two species, both Aspergillus niger and Rhizopus oryzae experienced growth which became bigger day by day. The conclusion of this research is that cassava peel can be used as a natural ingredient that can be used as an alternative medium for fungal growth. In the alternative media for cassava peel, the most effective concentration of the Aspergillus niger species is 20%, while for the Rhizopus oryzae species it is 15%
Identifikasi Jamur Penyebab Onychomycosis Pada Kerokan Kuku Pekerja Bangunan Di Desa Bontokassi Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa Zulfikar Ali Hasan; Radiatul Adawiyah; Nurlia Naim; Zulfian Armah
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol 3 No 1 (2022): Ilmu dan Teknologi Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v3i1.272

Abstract

Onychomycosis is a disease caused by dermatophyte and non-dermatophyte fungi that can attack human nails. Work environment, personal hygiene of workers, age and length of work can increase the risk of Onychomycosis. This study aims to identify the fungi that cause Onychomycosis on the nails of construction workers. This research is descriptive observational and using purposive sampling technique. This study used 2 methods of examination, namely directly and indirectly using 20% KOH and planting on Sabouraud Dextrose Agar culture media. The results of the identification of 15 samples using 20% KOH, found 1 (6.67%) positive sample with the discovery of hyphae and spores while 14 (93.3%) other samples were negative. The results of the identification on Sabouraud Dextrose Agar media that had been incubated at 37 oC for 3-5 days, it was found that 15 (100%) samples were positive for fungal infection. The Non-Dermatophyte, namely the discovery of 6 samples (40%) of Aspergillus Sp fungi and 5 samples of Penicillium Sp fungi (33.33%) and the discovery of Dermatophyte fungi, namely Trichopyton sp fungi as many as 3 samples (20%) and Epidermophyton sp as much as 1 sample (6.67%).