Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Bilirubin dan Hemoglobin Pada Bayi Baru Lahir Ridho Pratama; Nuriah Khofifah; Zulfian Armah; Rafika Rafika
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol 3 No 2 (2022): Ilmu dan Teknologi Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v3i2.308

Abstract

One of the causes of infant death outside the womb is hyperbilirubinemia. This hyperbilirubinemia is a clinical phenomenon often found in newborns in the first week of life. In laboratory examination, the determination of hemoglobin level is an indicator that is widely used to determine the prevalence of anemia. This study uses an observation method with a descriptive approach. The data collection of this research was carried out at RSIA Pertiwi Makassar City in May 2021. The sample in this study was secondary data for all newborns. The results of this study were obtained from 40 newborns (85%) who had hyperbilirubinemia. As many as 6 newborns (15%) did not have hyperbilirubinemia while from 25 newborns, 9 newborns (36%) had anemia, and as many as 16 newborns. Born (64%) did not have anemia. Keywords: Bilirubin, Hemoglobin, And Newborn
Variasi Waktu Fiksasi Netral Buffer Formalin 10% Terhadap Hasil Pewarnaan Hematoxylin Eosin Pada Jaringan Prostat Virgiawan, Alfin Resya; Tandjungbulu, Yaumil Fachni; Widarti; Rahman; Armah, Zulfian; Asmaniar
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Potekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmak.v15i2.970

Abstract

Spesimen operasi berupa jaringan prostat dilakukan pemeriksaan histopatologis. Pemeriksaan  histopatologis merupakan pemeriksaan yang akan menentukan derajat dan penyebaran tumor. Histoteknik merupakan salah satu metode pembuatan sajian histologi. Fiksasi adalah salah satu tahapan penting dalam proses histoteknik yang bertujuan untuk mempertahankan morfologi atau struktur jaringan seperti kondisi awal atau fisiologis. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh waktu fiksasi menggunakan Netral Buffer Formalin 10% terhadap hasil pewarnaan HE pada jaringan prostat, dengan variasi waktu fiksasi selama 1 jam, 3 jam, dan 5 jam. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh waktu fiksasi terhadap gambaran mikroskopis jaringan. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan pendekatan longitudinal. Mengunakan 10 sampel yang diperoleh dengan tehnik esidental sampel, yang dilakukan di RSUD Panembahan Senopati Bantul pada 20 April-4 Mei 2024. Hasil penelitian menunjukkan kualitas pewarnaan HE meningkat seiring dengan peningkatan waktu fiksasi. Fiksasi selama 5 jam memberikan hasil terbaik dengan mayoritas sampel (8 dari 10) menunjukkan inti dan sitoplasma yang jelas. Fiksasi selama 3 jam menunjukkan hasil yang seimbang antara inti dan sitoplasma yang jelas dan tidak jelas Fiksasi selama 1 jam memberikan hasil terburuk dengan mayoritas sampel (9 dari 10) menunjukkan inti dan sitoplasma yang tidak jelas. Analisis statistik menggunakan uji Friedman menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,074. Ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara kelompok-kelompok yang diuji. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa lama waktu fiksasi         mempengaruhi  hasil  mikroskopis jaringan  prostat. Waktu  fiksasi yang terlalu cepat, kurang dari  24 jam,    menyebabkan penurunan kualitas gambaran mikroskopis. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan waktu fiksasi yang optimal agar mendapatkan gambaran mikroskopis yang akurat dan dapat diinterpretasikan dengan baik
Hasil Pemeriksaan Elektrolit Terhadap Kejadian Hiperemesis Gravidarum Dengan Berbagai Tingkatan Pada Ibu Hamil Trimester Pertama Tandjungbulu , Yaumil Fachni; Virgiawan, Alfin Resya; Rahman, Rahman; Armah, Zulfian; Trasmaditya, Ika Mustika
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Potekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmak.v15i2.972

Abstract

Ibu hamil pada trimester pertama dapat mengalami  hiperemesis gravidarum yaitu kejadian mual muntah berlebihan yang dapat mempengaruhi status kesehatan ibu dan janin, kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan elektrolit. Untuk mengetahui kadar elektrolit dilakukan pemeriksaan laboratorium dengan mengukur natrium, kalium, dan klorida yang dapat digunakan sebagai penegakan diagnosa ketidakseimbangan elektrolit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hasil pemeriksaan elektrolit terhadap kejadian hiperemesis gravidarum dengan berbagai tingkatan pada ibu hamil trimester pertama. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain observasional analitikal berdasarkan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 24 ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi penelitian, penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium RSUD Siwa pada 01 April-31 Mei 2024. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil pemeriksaan natrium terhadap kejadian hiperemesis gravidarum tingkat 1, 2, dan 3 terbanyak menurun masing-masing sebesar 60%, 85,7%, dan 66,7%, untuk hasil pemeriksaan kalium terhadap kejadian hiperemesis gravidarum tingkat 1 dan 2 terbanyak normal masing-masing sebesar 80% dan 71,4%, sedangkan tingkat 3 terbanyak menurun sebesar   58,3%, dan   hasil  pemeriksaan   klorida  terhadap  kejadian   hiperemesis  gravidarum  tingkat  1   terbanyak menurun sebesar 60%, tingkat 2 dan 3 terbanyak normal masing-masing sebesar 57,1% dan 75%. Hasil penelitian diolah menggunakan uji statistik spearmen untuk melihat hubungan dari setiap variabel didapatkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hasil pemeriksaan elektrolit natrium (p=0,920), kalium (p=0,105), dan klorida (p=0,178) (p>0,05) terhadap kejadian hiperemesis gravidarum dengan berbagai tingkatan pada ibu hamil trimester pertama. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perubahan kadar elektrolit tidak mempengaruhi atau berkontribusi secara signifikan terhadap kejadian hiperemesis gravidarum baik dalam bentuk ringan, sedang, maupun berat pada ibu hamil trimester pertama dalam penelitian ini. Disarankan perlu dilakukan pengkategorian trimester pada kehamilan untuk menentukan apakah tingkatan trimester ibu hamil dapat mempengaruhi kadar elektrolit terhadap kejadian hiperemesis gravidarum.
Identifikasi Jamur Penyebab Onychomycosis Pada Kerokan Kuku Pekerja Bangunan Di Desa Bontokassi Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa Hasan, Zulfikar Ali; Adawiyah, Radiatul; Naim, Nurlia; Armah, Zulfian
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol. 3 No. 1 (2022): Ilmu dan Teknologi Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v3i1.272

Abstract

Onychomycosis is a disease caused by dermatophyte and non-dermatophyte fungi that can attack human nails. Work environment, personal hygiene of workers, age and length of work can increase the risk of Onychomycosis. This study aims to identify the fungi that cause Onychomycosis on the nails of construction workers. This research is descriptive observational and using purposive sampling technique. This study used 2 methods of examination, namely directly and indirectly using 20% KOH and planting on Sabouraud Dextrose Agar culture media. The results of the identification of 15 samples using 20% KOH, found 1 (6.67%) positive sample with the discovery of hyphae and spores while 14 (93.3%) other samples were negative. The results of the identification on Sabouraud Dextrose Agar media that had been incubated at 37 oC for 3-5 days, it was found that 15 (100%) samples were positive for fungal infection. The Non-Dermatophyte, namely the discovery of 6 samples (40%) of Aspergillus Sp fungi and 5 samples of Penicillium Sp fungi (33.33%) and the discovery of Dermatophyte fungi, namely Trichopyton sp fungi as many as 3 samples (20%) and Epidermophyton sp as much as 1 sample (6.67%).
Analisis Bilirubin dan Hemoglobin Pada Bayi Baru Lahir Pratama, Ridho; Khofifah, Nuriah; Armah, Zulfian; Rafika, Rafika
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol. 3 No. 2 (2022): Ilmu dan Teknologi Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v3i2.308

Abstract

One of the causes of infant death outside the womb is hyperbilirubinemia. This hyperbilirubinemia is a clinical phenomenon often found in newborns in the first week of life. In laboratory examination, the determination of hemoglobin level is an indicator that is widely used to determine the prevalence of anemia. This study uses an observation method with a descriptive approach. The data collection of this research was carried out at RSIA Pertiwi Makassar City in May 2021. The sample in this study was secondary data for all newborns. The results of this study were obtained from 40 newborns (85%) who had hyperbilirubinemia. As many as 6 newborns (15%) did not have hyperbilirubinemia while from 25 newborns, 9 newborns (36%) had anemia, and as many as 16 newborns. Born (64%) did not have anemia. Keywords: Bilirubin, Hemoglobin, And Newborn
Sosialisasi Tentang Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kasus Balita Stunting Melalui Media Poster Di Kelurahan Mappala Kecamatan Rappocini Kota Makassar Artati Artati; Zulfian Armah; Syahida Djasang; Nasir; Nuradi Nuradi; Asriyani Ridwan; Andi Harmawati Novriani. HS; A. R. Pratiwi Hasanuddin; Aan Yulianingsih Anwar
Media Implementasi Riset Kesehatan Vol 4 No 2 (2023): Media Implementasi Riset Kesehatan (Desember)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mirk.v4i2.238

Abstract

Stunting (balita pendek) di Indonesia merupakan masalah gizi yang masih menjadi prioritas. Stunting dapat di cegah dengan cara yaitu ibu hamil harus makan lebih banyak dari biasanya, mengonsumsi tablet tambah darah (TTD), melakukan IMD, pemberian ASI eksklusif, pemberian ASI hingga 23 bulan didampingi MPASI, menanggulangi penyakit kecacingan, memberikan imunisasi dasar lengkap. Sesuai dengan latar belakang tersebut, Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dalam bentuk penyuluhan kepada ibu balita dan kader posyandu di Kelurahan Mappala Kecamatan Rappocini melalui media poster tentang faktor-faktor yang mempengaruhi Kasus Balita Stunting serta cara pencegahan stunting. Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan pada bulan Maret sampai September 2023 yang bertempat di Kelurahan Mappala Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Khalayak sasaran pada Pengabdian Masyarakat ini adalah ibu balita dan kader posyandu di Kelurahan Mapala Kecamatan Rappocini. Hasil dalam pengabmas ini yaitu poster stunting dapat diterima oleh ibu balita dan kader posyandu karena tertarik pada desain dan isi pesan dalam posternya, sehingga tujuan, sasaran, target dan manfaat dari kegiatan pengabmas ini dapat disimpukan tercapai, hal ini sesuai dengan nilai post test yang meningkat (nilai pre test 61.3 dan post test 96.3). Kesimpulan terjadi peningkatan pemahaman dan wawasan mengenai stunting pada ibu balita dan kader posyandu secara signifikan. Kata Kunci : Stunting, Ibu Balita, Balita, media Poster
Upaya Penyadaran Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting di Kelurahan Tidung Kecamatan Rappocini Zulfian Armah; Nurlia Naim; Artati Artati; Aan Yulianingsih Anwar
Media Implementasi Riset Kesehatan Vol 4 No 2 (2023): Media Implementasi Riset Kesehatan (Desember)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mirk.v4i2.239

Abstract

Stunting akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di kemudian hari. Berdasarkan data tersebut maka dilakukan kegiatan pengabdian Masyarakat di kelurahan Tidung kecamatan Rappocini kota Makassar. Tujuan pengabmas ini yaitu untuk meningkatkan peran aktif masyarakat  tentang 4T (Terlalu), 3T (Terlambat), 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) dan sanitasi lingkungan, untuk mengetahui beberapa kasus tentang 4T (Terlalu), 3T (Terlambat), 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) dan sanitasi lingkungan, menciptakan masyarakat sehat khususnya di kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini Kota Makassar dan dapat memberikan pembekalan pengetahuan dan pencegahan stunting ditatanan masyarakat kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah ceramah, Display Study, Studi kasus, diskusi dan evaluasi. Hasil yang diperoleh tingkat pengetahuan masyarakat yang ikut dalam kegiatan pengabdian dapat diketahui melalui beberapa pertanyaan yang diajukan. Pengetahuan masyarakat dikelompokkan menjadi 2 kategori, yaitu pengetahuan baik dan pengetahuan kurang. Pengetahuan baik apabila masyarakat mendapatkan nilai ≥ 70 dan pengetahuan kurang apabila masyarakat mendapatkan nilai < 70. Kesimpulan yaitu kegiatan terlaksana dan berjalan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan; masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan respon yang baik dan antusias dengan kegiatan yang dilaksanakan. Kata Kunci : Stunting, 4T, 3T, 1000HPK, Sanitasi Lingkungan
Potensi Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus) Sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Jamur Aspergillus sp Armah, Zulfian; Anggreani, Rezi; Herdiana, Herdiana; Nasir, Muhammad; Rahman, Rahman
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 20 No 1 (2025): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v20i1.1454

Abstract

Jackfruit seeds are one of the organic wastes that have not been optimally utilized, even though they have high nutritional content, especially carbohydrates. This composition makes jackfruit seeds a potential alternative medium for supporting fungal growth. The alternative medium made from jackfruit seeds is produced by processing the seed extract into a natural growing medium. The objective of this study was to evaluate the growth of Aspergillus sp fungi on an alternative medium made from jackfruit seed extract. The study was conducted using observational and experimental methods in a laboratory, comparing the growth of Aspergillus sp colonies at three media concentrations: 20%, 40%, and 60%. The research was carried out at the Microbiology Laboratory, Department of Medical Laboratory Technology, Poltekkes Kemenkes Makassar in April 2024. Jackfruit seed extract was used as the main medium for fungal growth. The results showed that the average colony diameter of Aspergillus flavus over five consecutive days on jackfruit seed extract medium at a concentration of 20% was 33.7 mm, 40% was 33.9 mm, and 60% was 41.7 mm. A concentration of 60% was found to be the most effective medium for fungal growth. Further research is recommended to explore other concentrations, use jackfruit seed decoction, and eliminate the addition of dextrose in the medium composition. Keywords: Aspergillus sp, jackfruit seeds, alternative medium
Optimalisasi Ubi Jalar Putih (Ipomoea Batatas L.) Sebagai Media Alternatif Pengganti PDA untuk Pertumbuhan Aspergillus flavus Pratama, Ridho; Khatimah, Husnul; Adam, Alfira; Rafika, Rafika; Armah, Zulfian; Artati, Artati; Hasan, Zulfikar Ali
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Potekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmak.v16i1.1434

Abstract

Jamur Aspergillus flavus merupakan salah satu jenis kapang yang memiliki peran penting dalam berbagai bidang, termasuk industri pangan dan kesehatan. Media pertumbuhan jamur secara umum menggunakan Potato Dextrose Agar (PDA), namun biaya dan ketersediaan media ini dapat menjadi kendala dalam penelitian skala besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ubi jalar putih sebagai media alternatif untuk pertumbuhan Aspergillus flavus dibandingkan dengan media PDA komersial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aspergillus flavus dapat tumbuh secara optimal pada media alternatif berbasis ubi jalar putih dengan karakteristik pertumbuhan yang serupa dengan media PDA. Faktor-faktor seperti kandungan karbohidrat, pH, suhu, dan kelembaban berperan penting dalam mendukung pertumbuhan jamur. Tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara media PDA dan media alternatif dalam mendukung pertumbuhan Aspergillus flavus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ubi jalar putih memiliki potensi sebagai media alternatif yang efektif untuk pertumbuhan Aspergillus flavus, terutama dalam kondisi penelitian yang memerlukan bahan yang lebih ekonomis dan mudah diperoleh.
Edukasi Pada Remaja Di Kelurahan Mandala Kota Makassar Tentang Pentingnya Pemeriksaan Hemoglobin Dan Leukosit Untuk Pencegahan Stunting Armah, Zulfian; Artati, Artati; Budirman, Budirman
Media Implementasi Riset Kesehatan Vol 5 No 2 (2024): Media Implementasi Riset Kesehatan (Desember)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mirk.v5i2.1158

Abstract

Pencegahan stunting pada remaja merupakan isu kesehatan yang penting, terutama di daerah perkotaan seperti Kelurahan Mandala, Kota Makassar. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada remaja mengenai pentingnya pemeriksaan hemoglobin dan leukosit sebagai langkah preventif dalam mencegah stunting. Metode yang digunakan adalah penyuluhan atau edukasi, wawancara, pemeriksaan hemoglobin dan leukosit. Lokasi penyuluhan dilakukan di kelurahan Mandala kota Makassar. Sebelum sosialisasi, dilakukan pre test untuk mengukur pengetahuan awal peserta, dengan hasil menunjukkan bahwa Pada saat pre-test tingkat pengetahuan remaja dengan kategori kurang adalah  16 orang (50%), sedangkan dengan kategori baik adalah 16 orang (50%).  Setelah sosialisasi, pada saat post-test tingkat pengetahuan remaja dengan kategori kurang adalah sebanyak 1 orang (1,47%) dan dengan kategori baik adalah sebanyak 67 orang (98,53%).post test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, menunjukkan pemahaman yang baik mengenai pentingnya pemeriksaan hemoglobin dan leukosit. Sedangkan pemeriksaan Hemoglobin dan Leukosit dilakukan di laboratorium. Hasil pengabdian masyarakat meningkatkan pemahaman remaja di kelurahan Mandala kota Makassar tentang pentingnya pemeriksaan hemoglobin dan leukosit untuk pencegahan stunting. Hasil pemeriksaan hemoglobin dan leukosit yang normal (hemoglobin dan leukosit 100%). Implikasi dari kegiatan ini menunjukkan perlunya program berkelanjutan dalam bentuk edukasi rutin dan pemeriksaan kesehatan bagi remaja, sehingga kesadaran akan pentingnya asupan gizi dan kesehatan dapat terus dipelihara. Dengan demikian, diharapkan dapat tercapai zero stunting di kalangan remaja. Pengabdian masyarakat ini menyimpulkan bahwa edukasi kesehatan yang tepat dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja tentang pentingnya pemeriksaan hemoglobin dan leukosit dalam pencegahan stunting. Kata kunci: Pemeriksaan Hemoglobin, pemeriksaan leukosit,remaja, stunting