Claim Missing Document
Check
Articles

Daya Terima Japanese Steam Bun Dengan Penambahan Pure Wortel (Daucus Corota. L.) Indonesia Satrio; Kukuh Wijayanto; Francisco Gusridwan; Cucu Cahyana; Rusilanti Rusilanti
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1771

Abstract

Japanese Steam Bun merupakan produk bakery berbasis adonan fermentasi yang dimatangkan melalui proses pengukusan sehingga memiliki tekstur lembut, elastis, dan kadar air yang tinggi. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pangan bergizi, diperlukan inovasi produk yang tidak hanya memiliki karakteristik sensori yang baik tetapi juga memiliki nilai gizi yang lebih tinggi. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah penambahan puree wortel (Daucus carota L.) sebagai sumber β-karoten, vitamin, mineral, dan serat pangan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan produk Japanese Steam Bun dengan penambahan puree wortel serta mengetahui tingkat daya terima konsumen terhadap produk yang dihasilkan. Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama merupakan penelitian pengembangan produk menggunakan metode Research and Development (R&D) melalui beberapa tahap formulasi dengan penambahan puree wortel sebesar 10%, 20%, dan 30% yang divalidasi oleh 10 panelis ahli terdiri atas dosen dan praktisi industri bakery. Tahap kedua merupakan penelitian eksperimen menggunakan uji organoleptik terhadap 100 panelis yang terdiri atas panelis agak terlatih dan panelis tidak terlatih untuk mengetahui tingkat daya terima konsumen. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan nilai rata-rata (mean), median, dan modus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi Japanese Steam Bun dengan penambahan puree wortel sebesar 30% menghasilkan karakteristik sensori terbaik berdasarkan aspek warna, pori-pori, tekstur, dan penilaian keseluruhan. Produk tersebut juga memperoleh tingkat penerimaan konsumen yang baik dengan kategori disukai pada hampir seluruh atribut sensori. Penambahan puree wortel terbukti mampu meningkatkan karakteristik produk sekaligus memberikan nilai tambah gizi tanpa menurunkan kualitas Japanese Steam Bun.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO TIKTOK MENU DIET PENYAKIT GINJAL PADA MATA KULIAH GIZI KEBUTUHAN KHUSUS Sahila Sahila; Rusilanti Rusilanti; Rina Febriana
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 7.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan media pembelajaran berupa video di platform TikTok mengenai menu diet penyakit ginjal ditujukan untuk mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada mata kuliah Gizi Kebutuhan Khusus. Media pembelajaran ini memuat materi tentang penyakit ginjal meliputi pengertian, tujuan, syarat, makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan untuk penderita penyakit ginjal (akut, kronik, dan batu ginjal), hingga susunan menu untuk penderita penyakit ginjal kronik. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dan menggunakan model pengembangan DDD-E (Decide, Design, Development, dan Evaluate). Proses pengembangan dilakukan melalui empat tahap: Tahap decide mencakup analisis kebutuhan, menentukan tujuan pembelajaran, dan pemilihan materi serta media pembelajaran. Tahap design meliputi penyusunan garis besar isi materi, storyboard, dan jabaran materi. Tahap development untuk produksi video, validasi ahli (materi, media, dan bahasa) serta uji coba media kepada mahasiswa (one-to-one, small group, dan field test). Tahap evaluate meliputi semua tahap, yaitu decide, design, dan development. Hasil validasi menunjukkan hasil sangat layak dengan skor: ahli materi 89%, ahli bahasa 91%, ahli media 83% . Uji coba pengguna memperoleh hasil 86% (one-to-one), 93% (small group), 91% (field test). Respon mahasiswa 92% yang menandakan bahwa media ini sangat diterima dan dianggap bermanfaat dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, media video TikTok yang telah dikembangkan dianggap sangat layak sebagai media pembelajaran.
Pengaruh penggunaan sari daun ubi jalar putih (Ipomoea batatas L) pada pembuatan kue mangkok terhadap kualitas fisik dan mutu sensoris Mardhatillah Kinanti; Rusilanti Rusilanti; Guspri Devi Artanti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 7.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan sari daun ubi jalar putih (Ipomoea batatas L.) terhadap kualitas fisik dan mutu sensoris kue mangkok. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode eksperimen melalui tiga perlakuan penggunaan sari daun ubi jalar putih sebesar 2%, 4%, dan 6% dari total berat adonan kue mangkok. Uji validasi instrumen dilakukan oleh lima panelis terlatih. Pengujian kualitas fisik difokuskan pada aspek morfologi pori-pori dengan tiga kali pengulangan, sedangkan uji mutu sensoris melibatkan 45 panelis agak terlatih. Analisis uji kualitas fisik menggunakan uji One Way ANOVA menunjukkan bahwa penggunaan sari daun ubi jalar putih berpengaruh signifikan terhadap morfologi pori-pori. Kemudian dilanjut dengan uji Duncan, menunjukkan terdapat perbedaan nyata antarperlakuan, dengan perlakuan 4% memperoleh skor tertinggi pada aspek tersebut. Hasil uji mutu sensoris menunjukkan bahwa penggunaan sari daun ubi jalar putih tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pori-pori, kelembutan, kekenyalan, rasa manis, dan rasa daun ubi jalar putih. Namun, terdapat pengaruh signifikan pada aspek warna dan aroma. Uji lanjut Tuckey’s menunjukkan bahwa pada aspek warna, seluruh perlakuan berbeda nyata, dengan perlakuan 6% menghasilkan warna hijau gelap dengan skor tertinggi. Pada aspek aroma, perlakuan 2% dan 4% tidak berbeda nyata dan tergolong tidak beraroma daun ubi jalar putih, sedangkan perlakuan 6% menunjukkan aroma yang agak terasa.Berdasarkan keseluruhan hasil kualitas fisik dan mutu sensoris, kue mangkok dengan penambahan sari daun ubi jalar putih sebesar 4% direkomendasikan karena memiliki karakteristik yang paling mendekati produk kontrol.
THE EFFECT OF RED ROSELLE EXTRACT ADDITION ON THE PHYSICAL QUALITY AND SENSORY ATTRIBUTES OF INNOVATIVE KUE BANGKIT Georgienia Auerora; Cucu Cahyana; Rusilanti Rusilanti
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): SEPTEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v10i3.3519

Abstract

The shift in food consumer preferences toward clean-label products has increased the demand for natural dyes, such as those derived from roselle (Hibiscus sabdariffa L.). Despite the potential of roselle as an anthocyanin-rich coloring agent, its application in traditional Indonesian cookies, specifically kue bangkit, remains unexplored. This study aims to analyze the effect of adding red roselle extract on the physical quality and sensory attributes of innovative kue bangkit. An experimental quantitative approach was employed, utilizing roselle extract at 9%, 12%, and 15% concentrations. The research addressed challenges related to pigment stability, flavor modification, and texture maintenance during the baking process. Results indicated that increasing the concentration of roselle extract intensified the pink color and sour taste, with the 15% formulation receiving the highest scores for visual and sensory appeal. The addition of the extract did not significantly affect the baking loss or damage the characteristic crumbly texture of the cookies. In conclusion, a 15% concentration of red roselle extract is the recommended formulation for producing a visually appealing and sensory-acceptable innovative kue bangkit, supporting the potential for local food resource development in the bakery industry.
Analisis Kandungan Energi Dan Zat Gizi Makro Menu Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah Menengah Atas Kabupaten Bekasi Zulfa Muzalina Rafifah; Rusilanti; Nur Riska
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.257

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan status gizi peserta didik melalui penyediaan makanan bergizi di sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan energi dan zat gizi makro (protein, lemak, dan karbohidrat) menu Program MBG di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) Kabupaten Bekasi serta kesesuaiannya dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) remaja usia 16–18 tahun. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Kandungan gizi dianalisis menggunakan metode food weighing selama 10 hari pengamatan dan dihitung dengan perangkat lunak NutriSurvey berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kandungan energi, protein, lemak, dan karbohidrat menu berturut-turut sebesar 452,4 kkal, 19,7 g, 18,2 g, dan 53,9 g per sajian. Dibandingkan dengan standar kebutuhan makan siang sebesar 30% AKG, kandungan energi, lemak, dan karbohidrat belum memenuhi kebutuhan remaja laki-laki maupun perempuan. Kandungan protein telah memenuhi kebutuhan remaja perempuan, namun masih kurang 2,8 g pada remaja laki-laki. Defisit energi masing-masing sebesar 342,6 kkal dan 177,6 kkal pada remaja laki-laki dan perempuan, defisit karbohidrat 66,1 g dan 36,1 g, serta defisit lemak 7,3 g dan 2,8 g. Diperlukan evaluasi ukuran porsi dan komposisi menu melalui peningkatan sumber energi, karbohidrat, protein, dan lemak sehat agar menu lebih sesuai dengan kebutuhan gizi remaja.
Co-Authors aAzzahra, Dinda Abda Abda Adinda Mutiara Dewi Aditia, Hana Rizkia aftah simah bengi Agung Gumelar Akmala, Nazia Alsuhendra Alsuhendra Alya Nur Shabrina Ambar Maariyah Septianingsih Anggraini, Suni Putri Annis Kandriasari Annis Kandriasari Annisa Nur Kwan Imasithoh Ari Fadiati Artanti, Gupri Devi Aulia Aufan Abdurrahman Azizah, Amanda Nurul Clara Meliyanti Kusharto Cucu Cahyana Dahlia, Mutiara Dalia Sukmawati Defi Iqfirli Devi Artanti, Guspri Dhian Priyan Raga Efrina Ekawati S. Wahyuni Farihah, Nuraina Fauzan, Azmi Fika Yulianti Fasha Fiki Adi Saputra Francisco Gusridwan Georgienia Auerora Guspri Devi Artanti Hamiyati, Hamiyati Hendrawan, Rina Febriana Heradianti, Nova Hermawan, Putri Jasmine Agustina Indonesia Satrio Iskandarsyah, Chandra Muhammad Jasmine, Andalusia Aisyah Kamaliah, Fitri Kandriasari, Annis Khasanah, Imawaty Nur Kukuh Wijayanto Kurniawati, Syavira Lintang Prabaswara Liyana, Nina Lutfhia Ramadhanti M. Yogi Riyantama Isjoni Magdalena, Kristina Magvira Zawiyah, Aurelia Mardhatillah Kinanti Mariani Mariani Mariani Medita, Havana Zahra Muhamad Yanuar Ihsan Muhariati, Metty Mutiara Dahlia Mutiara Fajri Naomi Risdame Gultom Novita, Sri Ayu Nur Riska Nur Riska Nur Riska Nurannastasya, Cantika Nurlaila Abdullah Mashabi, Nurlaila Abdullah Prabawati, Melly Putri, Aliana Rahminia, Anggi Raihanah, Rana Rifda Khalilah Rachman Rina Febriana Rina Febriana Rizawati, Rizawati Rubi Isfahani, Wita Sachriani Sachriani Sachriani, Sachriani Safira Azzahra Safira Salsabila Safira Salsabila sahila sahila Salihanisa, Karima Salsa Belladina Putri Utami Salsa Belladinna Putri Utami salsabila, safira Salsabila, Uli Salwina Maharani Suryanto Sari, Putri Salsabila Indra Sulistyowati Sulistyowati, Sulistyowati,, Sulistyowati Sutanto, Leovando Ulya, Aisyah Qonita Uswatun Hasanah Utami, Reiza Suzan Wiguna Rahman Yeni Yulianti Yeni Yulianti Yulianti, Yeni Zahra Hasiba Mukti Zakiah, Azzahra Zulfa Muzalina Rafifah