Articles
PENGARUH MODAL, PENGALAMAN, JAM KERJA DAN HARGA KAKAO TERHADAP PENDAPATAN PETANI KAKAO DI TAMAN TEKNOLOGI PERTANIAN NGLANGGERAN
Ramadhani Ardhianto Karsa Sunaryono;
Wahyu Adhi Saputro;
Ecclisia Sulistyowati
Jurnal Bisnis Manajemen dan Akuntansi Vol. 1 No. 1 (2021): Vol 1 No 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/bismak.v1i1.1180
Indonesia sangat mengandalkan sektor pertaniannya terutama subsektor perkebunannya. Salah satukomoditi yang sering dibudidayakan adalah kakao. Daerah Desa Nlglanggeran bahkan memiliki fasilitas berupa Taman Teknologi Pertanian sehingga memang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani kakao Tujuan dari penelitian ini untuk melihat pengaruh modal, pengalaman, lama kerja dan harga kakao terhadap pendapatan petani kakao di Taman Teknologi Pertanian Nglanggeran. Penelitian ini melibatkan responden sebanyak 30 petani kakao dengan metode simple random sampling. Kuesioner digunakan sebagai alat pengunpuk data dan dilakukan dengan metode wawancara. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua variabel yang mempengeruhi pendapatan kakao dan dua variabel lainya yang tidak mempengaruhi. Variabel modal dan harga kakao mempengaruhi pendapatan petani kakao sedangkan variabel pengalaman dan jam kerja tidak berpengaruh terhadap pendapatan petani. Nilai koefisien regresi variabel modal adalah 3,44. Hal tersebut berarti bahwa kenaikan modal sebesar 1 satuan akan meningkatkan pendapatan petani kakao sebesar 3,44 satuan. Nilai koefisien regresi variabel harga kakao adalah 1,25. Hal tersebut berarti bahwa kenaikan harga kakao sebesar 1 satuan akan meningkatkan pendapatan petani kakao sebesar 1,25 satuan.
Analysis Role and Contribution of The Agricultural Sector in Sukoharjo District
Wahyu Adhi Saputro;
Ramadhani A Sunaryono
Journal of Business and Political Economy : Biannual Review of The Indonesian Economy Vol. 2 No. 2 (2020): Journal of Business and Political Economy
Publisher : INDEF - Institute for Development of Economics and Finance
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (157.977 KB)
|
DOI: 10.46851/72
Sukoharjo Regency is one of the buffer districts in Central Java apart from Klaten Regency. Sukoharjo Regency has a potential agricultural sector, so this sector is the region's mainstay. This study aims to identify the role of the agricultural sector in economic development by analyzing the agricultural sector's performance (basis/not) and knowing the agricultural sector's contribution to the Gross Regional domestic product. The data used in this research is time series data from 2013-2017, sourced from the Central Statistics Agency of Sukoharjo Regency. The data analysis method used in this research is Location Quotient and Contribution. Based on the results of the study, it was found that the agricultural sector in Sukoharjo district was a basic sector, while the agricultural sector's contribution to the total Gross Regional Domestic Product was the highest in 2013, with a contribution of 9.86%. Keywords: Sukoharjo, LQ, Contribution, GDPJEL Classification: O40, R10, Q00
PREFERENSI KONSUMEN SAYUR HIDROPONIK DI KOMUNITAS HIDROPONIK SOLO RAYA
Rosita Dewati;
Wahyu Adhi Saputro
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 7, No 1 (2023): AGRISAINTIFIKA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/ags.v7i1.3719
Hydroponics is an alternative plant cultivation system that used without soil. This system is quite popular with the community, especially after the Covid-19 pandemic. Many hydroponic gardens exist and survived today. Consumer preferences and behavior to consume hydroponic vegetables are certainly important for hydroponic farmers to develop their business. It is important for hydroponic farmers to know the consumer preferences of the hydroponic vegetables. By knowing this, hydroponic farmers will be able to formulate strategies for developing and marketing their businesses. This study uses conjoint analysis to determine consumer preferences for hydroponic vegetables and the combination of attributes that consumers prefer. The results of the analysis show that the order of attributes that are considered important in influencing the purchasing decision of hydroponic vegetables are 1) price, 2) weight, 3) packaging and 4) physical condition. The combination of attributes that consumers like is hydroponic vegetables with open clear plastic packaging, fresh physical condition (1-2 days after picking), weight > 300 grams per pack and a price of more than IDR 10,000.00.
SUPPLY OF CASSAVA IN MAGELANG DISTRICT CENTRAL JAVA PROVINCE
Candarisma Dhanes Noor Viana;
Ali Hasyim Al Rosyid;
Wahyu Adhi Saputro;
Sri Hidayati;
Eka Nur Jannah
Jurnal REP (Riset Ekonomi Pembangunan) Vol. 8 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Tidar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31002/rep.v8i1.573
Cassava is a commodity that has the potential to be developed into a regional superior product. Cassava can be processed into other forms of food that are consumed by the community and one of the centers is in Magelang Regency. This study aims to analyze what factors influence the supply of cassava in Magelang Regency. The data used comes from secondary data. The data used from 2008 to 2022 comes from the Central Bureau of Statistics. The results of the study stated that the supply of cassava in Magelang Regency was jointly influenced by the previous year's cassava price, the previous year's sweet potato price, the previous year's cassava production, the harvested area of the previous year's cassava, the previous year's corn price. Meanwhile, partially the supply of cassava in Magelang Regency was influenced by the price of sweet potatoes in the previous year and the cassava harvested area in the previous year. Based on the results of the analysis, the price elasticity of cassava in the previous year on cassava supply in Magelang Regency was inelastic for both short-term elasticity (0.701) and long-term elasticity (0.02).
Kontribusi Timbulan Sampah Pangan di Kabupaten Penyangga Kota Surakarta
Saputro, Wahyu Adhi;
Ulfa, Amalia Nadifta;
Helbawanti, Octaviana
Suluh Pembangunan : Journal of Extension and Development Vol 5 No 01 (2023): Suluh Pembangunan : Journal of Extension and Development
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/jsp.Vol5.No1.2023.188
Food waste is an issue in various regions, especially the consequences of waste. Impact of food waste will have an impact on food security, the environment and the economy. This study aims to determine the contribution of food waste produced in buffer districts in Surakarta City, namely Sukoharjo, Klaten, Wonogiri, Sragen and Boyolali regencies. The data used is secondary data originating from relevant sources such as BPS (Central Statistics Agency) and SIPSN (National Waste Management Information System). The data used is time series data from 2019 to 2021 with the contribution analysis method. Research results, it was found that in 2019, Sragen Regency had the highest food waste generation reaching 145,252 tons with a contribution value of 8.53%. In 2020 Sragen Regency is still in highest position with food waste generation of 145,683 tons with a contribution value of 7.82%. In 2021, the highest waste generation occurred in Sragen Regency with 159,822 tons of waste generation followed by Klaten Regency with 145,262 tons of food waste generation and the contribution value reached 6.49%. There needs to be awareness from the public to consume food wisely so as not to cause an increase in the volume of waste.
Potensi Cadangan Pangan Pokok Masyarakat di Kabupaten Banyumas
Wahyu Adhi Saputro;
Indrawan Firdauzi;
Fitri Amalinda Harahap
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/pspfs.v5i.726
Beras masih menjadi primadona sebagai pangan pokok masyarakat di Indonesia. Kondisi demikian menyebabkan setiap daerah harus mampu menyediakan pangan yang cukup bagi penduduknya khususnya masalah produksi padi. Jawa tengah memiliki produksi cukup tinggi terutama di Kabupaten Banyumas yang memiliki kontribusi dengan catatan produktivitas padi mencapai 56,31 kuintal/hektar. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi cadangan pangan pokok masyarakat di Kabupaten Banyumas. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber pada Badan Pusat Statistik. Data yang digunakan adalah data time series dari tahun 2018 hingga tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rerata produksi padi di Kabupaten Banyumas dalam kurun waktu lima tahun terakhir tercatat 375.521 ton padi atau setara dengan 196.034 ton beras. Rerata konsumsi beras masyarakat di Kabupaten Banyumas relatif dengan catatan 1,56 kilogram per minggunya. Jika dilihat rerata jumlah penduduk di Kabupaten Banyumas sebesar 1.755.400 jiwa maka daerah ini masih mengalami surplus pangan pokok sebesar 53.637 ton beras. Tingginya konsumsi beras di Kabupaten Banyumas selaras dengan tingginya kontribusi beras dalam ketahanan pangan individu sehingga perlu adanya diversifikasi pangan selain beras.
Kontribusi dan Trend Produksi Jagung di Kabupaten Banyumas
Wahyu Adhi Saputro;
Candarisma Dhanes Noor Viana;
Ali Hasyim Al Rosyid
Agri Wiralodra Vol. 15 No. 2 (2023): produksi , kelayakan usaha, strategi pengembangan usaha
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/agriwiralodra.v15i2.64
Jagung merupakan pangan alternatif selain nasi yang masih dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia. Kebutuhan akan jagung tidak hanya bersumber pada konsumsi masyarakat saja namun juga adanya permintaan dari industri pakan ternak. Perkembangan komoditas pertanian di Indonesia penting untuk diketahui terutama mengenai permasalahan naik turunnya produksi komoditas sehingga bisa ditentukan langkah antisipasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi dan trend produksi jagung di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik menggunakan data sekunder berbentuk time series yang berasal dari Badan Pusat Statistika. Data yang digunakan berasal dari tahun 2012 hingga tahun 2021. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kontribusi dan analisis trend produksi. Hasil penelitian menyatakan bahwa Produksi jagung di Kabupaten Banyumas tertinggi terjadi pada tahun 2019 dengan capaian produksi lebih dari 34 ribu ton jagung sedangkan pencapaian produksi terendah terjadi pada tahun 2014 hanya mencapai 14 ribu ton jagung saja. Berdasarkan hasil penelitian juga dapat diketahui bahwa kontribusi produksi tertinggi terjadi pada tahun 2020 yaitu sebesar 1,09 persen. Peramalan produksi jagung di Kabupaten Banyumas bernilai positif sehingga diproyeksikan produksi jagung akan meningkat pada beberapa tahun ke depan.
Halal Certification of Agricultural Export Commodities: Opportunities and Challenges
Budiyoko Budiyoko;
Malinda Aptika Rachmah;
Wahyu Adhi Saputro;
Dewanti Risa Utami;
Kunandar Prasetyo
Journal of Halal Product and Research (JHPR) Vol. 5 No. 2 (2022): Journal of Halal Product and Research (JHPR)
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20473/jhpr.vol.5-issue.2.52-61
The fast growth in the number of muslims worldwide made the halal lifestyle a growing trend. This phenomenon has led to high demand for halal products, especially agricultural commodities. Halal certification efforts for agriculture commodities were not only considered beneficial for consumers but also for producers and business actors. With halal certification, consumer confidence in producers and business actors will increase, and it will have a positive impact on the profits of producers and business actors. This study aims to provide an overview of the importance of halal certification efforts for Indonesia's agricultural export commodities so that it can become a reference for the government in developing the national agro-industry. The method used in this research is descriptive analysis with a review of relevant literature through sources from journals, books, proceedings, publications, and electronic media. The results of the literature review show that the biggest challenge to halal certification in Indonesia lies in the procedures and processes. There was a risk of uncleanness occurring at several stages which may allow contamination of unclean and unclean materials during distribution or transportation. Amid during in the fast development of the global halal market, the high potential for the development of halal-certified organic products in Indonesia opens up opportunities for halal certification for agricultural commodities.
Penentuan Strategi Pengembangan Agribisnis Jahe di Karesidenan Surakarta Pada Masa Pandemi Covid-19
Widianto Prasetyo Utomo;
Thauefek Kurniawan;
Ahmad Fauzi;
Tri Wisudawati;
Ecclisia Sulistyowati;
Wahyu Adhi Saputro
Paradigma Agribisnis Vol 3, No 2 (2021): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33603/jpa.v3i2.4831
Jahe merupakan komoditi khas di Indonesia dengan potensi besar yang dimiliki seperti sebagai rempah-rempah dan obat alami. Alasan tersebut yang membuat jahe sangat mudah dikomersialisasikan. Indonesia juga mengekspor jahe ke negara lain. Permintaan akan jahe yang begitu banyak mencapai ribuan ton terkadang tidak dapat terpenuhi karena kapasitas produksi dalam negri masih minim. Masalah lain yang muncul adalah segi kualitas dan kontinuitas yang masih sering tidak terselesaikan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan agribisnis jahe di karesidenan surakarta pada masa pandemi covid-19. Lokasi penelitian adalah tiga kabupaten yang termasuk ke dalam Karesidenan Surakarta yaitu Kabupaten Karangnanyar, Sukoharjo dan Klaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan agribisnis jahe di Karesidenan Surakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah petani yang berada pada Karesidenan Surakarta. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 35 petani jahe yang ada di Kabupaten Karangnanyar, Sukoharjo dan Klaten. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa posisi RTI dalam matriks IE di kuadran dua yakni tumbuh dan membangun. Strategi SO yang bisa dilakukan adalah menguatkan pasar yang menampung produksi jahe secara kontinyu sehingga produk jahe bisa ditampung dan memproduksi lebih tinggi lagi. Strategi WO yang bisa dilakukan adalah pemberian modal baik berupa hibah maupun pinjaman agar petani mau menamam jahe. Strategi terhadap ancaman (ST) diperlukan untuk konsistensi jahe yang dihasilkan oleh petani secara berkelanjutan. Strategi WT bisa dilakukan dengan memperkuat teknologi budidaya jahe sehingga mampu ditanam disaat cuaca tidak menentu.Keywords : Jahe, Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Ancaman
PRODUKTIVITAS TANAMAN KAKAO BERDASARKAN UMUR DI TAMAN TEKNOLOGI PERTANIAN NGLANGGERAN
Wahyu Adhi Saputro;
Octaviana Helbawanti Helbawanti
Paradigma Agribisnis Vol 3, No 1 (2020): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33603/jpa.v3i1.3942
Produksi kakao dunia salah satunya dipenuhi oleh produksi kakao yang berasal dari Indonesia. Daerah yang membudidayakan kakao dengan integrasi kambing etawa di Taman Teknologi Pertanian Nglanggeran Kecamatan Patuk Gunungkidul. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani kakao yang ada di Taman Teknologi Pertanian Nglanggeran sementara sampel merupakan petani yang memiliki pohon kakao usia produktif kurang dari lima belas tahun dan petani kakao yang memiliki pohon kakao usia non produktif lebih dari lima belas tahun menggunakan simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji-t test paired two sample. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa kakao umun produktif kurang dari lima belas tahun memiliki produktivitas yang lebih baik jika dibandingkan kakao yang memasuki umur tidak produktif lebih dari sama dengan lima belas tahun. Rerata produktivitas kakao umur produktif sebesar 744,20 Kg/Ha sementara rerata produktivitas kakao umur tidak produktif sebesar 588,41 Kg/ha.Kata Kunci : Produksi, kakao, Produktivitas