Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Terpaan Informasi Promosi Penjualan Dan Citra Merek Wuling Motor Terhadap Minat Beli Konsumen Daffa Argy Pradiptha; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 8, No 4: Oktober 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The automotive industry in Indonesia is very diverse, but currently dominated by industries from Japan, one of the best-selling sales is Toyota. This Japanese brand is very popular with Indonesian people. The community chooses four-wheeled vehicles that are functional, of good quality and of course at a friendly price. This automotive manufacturer from Japan has dominated the Indonesian automotive market for a long time. Wuling motors from China began to enter the Indonesian market three years ago. With the habits and beliefs of most Indonesian people choose a vehicle from Japan whether the Chinese manufacturer is able to compete or not. Therefore the researcher wants to find out whether promotion and brand image can influence buying interest. The purpose of this study is to find out the relationship between sales promotion and Wuling Motors brand image to consumer buying interest. The theory used by the writer is Cognitive Response Theory and Information Theory. This research is a quantitative research with explanatory type. This study uses non probability sampling techniques. With a total sample of 61 people aged 12 - 65 years from Instagram WulingMotorsId.Based on hypothesis testing conducted using Kendall's Tau-b correlation analysis, it shows that; First, there is a positive relationship between exposure to sales promotion information with consumer buying interest with a significance value of 0,000 and a correlation coefficient of 0.387. The higher the exposure to sales promotion information, the higher consumer buying interest, and vice versa. Second, there is a positive relationship between Wuling Motors brand image variables with consumer buying interest with a significance value of 0.031 and a correlation coefficient of 0.220. The higher the Wuling Motors brand image, the higher consumer buying interest, and vice versa.
HUBUNGAN INTENSITAS MENONTON ACARA KOMEDI YKS DAN INTERAKSI DALAM PEER GROUP DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA ANAK Lucia Eka Pravitasari; Tandiyo Pradekso; Turnomo Rahardjo; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.282 KB)

Abstract

Kemudahan dalam mengakses televisi ini tidak diimbangi dengan muatan acara yang sesuai dengan usia anak. Beberapa acara TV seringkali meyajikan acara yang melenceng dari konten seharusnya, misalnya saja acara komedi yang mengandung kekerasan di dalamnya. Tindak kekerasan tidak hanya terjadi di kalangan orang dewasa saja, namun juga terjadi di usia anak-anak. Hal yang mengkhawatirkan adalah anak-anak tidak hanya menjadi korban kekerasan saja, namun juga menjadi pelaku tindak kekerasan. Data pada 2012 mencatat, bahwa terdapat 3.332 kasus kekerasan yang terjadi pada anak yang dilaporkan ke KPAI. Kasus-kasus kekerasan yang terjadi dan dilakukan oleh anak menimbulkan banyak pertanyaan seputar hal-hal apa saja yang membuat anak mampu melakukan tindak agresivitas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas menonton acara komedi YKS dan interaksi dalam peer group dengan perilaku agresif pada anak. Jumlah populasi sebanyak 2594 orang, yang merupakan anak-anak usia 7 – 15 tahun di Kelurahan Jomblang, Semarang. Sedangkan jumlah sampel yang diambil adalah sebesar 96 orang dengan menggunakan multistage sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, dan konkordansi Kendall dengan bantuan program SPSS 20.Perhitungan statistik menunjukkan nilai pada Exact sig. menunjukkan angka 0.000, dengan demikian nilai probabilitas adalah 0.000. Karena nilai probabilitas 0.000 < 0.50 maka keputusan yang diambil adalah H0 ditolak. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa intensitas menonton acara komedi YKS dan interaksi dalam peer group berhubungan dengan perilaku agresif pada anak. Dari hasil uji statistik tersebut dapat diketahui bahwa ada hubungan antara kedua variabel bebas dengan variabel terikat.Bagi pihak media harus mampu menyajikan program acara sesuai dengan jam tayangnya dan sesuai dengan konten aslinya. Kemudian, bagi peneliti selanjutnya diharapkan penelitiannya dilakukan dengan menggunakan variabel-variabel lain. Key Words: Intensitas menonton, Interaksi  peer group, dan Perilaku agresif
PRODUKSI PROGRAM BERITA FEATURE TELEVISI “IS IT YOU?” DI CAKRA SEMARANG TV Shabara Wicaksono; I Nyoman Winata; M Bayu Widagdo; Djoko Setyabudi; Hedi Pudjo Santosa
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.711 KB)

Abstract

Dalam kehidupan anak muda, banyak fenomena-femonema menarik yang dapat diulas. Program feature televisi menjadi salah satu media yang tepat untuk menampilkan fenomena tersebut. Program feature “IS IT YOU?” mengulas berbagai realita dalam kehidupan sehari-hari anak muda dengan tujuan memberikan nilai edukasi dan hiburan pada penonton, yaitu anak muda itu sendiri.Dalam pembuatan program feature televisi terdapat proses pra produksi,produksi dan pasca produksi. Tiap proses dikerjakan oleh masing-masing individu dalam tim berdasar pembagian tugas yang telah dibebankan. Terdapat pembagian tugas sebagai Produser, Penulis Naskah, Program Director, Juru Kamera, dan Penyunting gambar & grafis dalam tim “IS IT YOU?”. Penulis bertugas sebagai Program Director, juru kamera, dan penyunting gambar & grafis.Pada proses pra-produksi, berdasar arahan produser, Program Director memilih narasumber dan melakukan perencanaan pengarahan presenter dan juru kamera. Juru kamera melakukan riset peralatan dan menyusun rencana komposisi pengambilan gambar. Penyunting gambar & grafis menyusun rancangan struktur editing berdasar koordinasi dengan produser.Pada proses produksi, Program Director mengarahkan presenter untuk menggunakan bahasa dan pembawaan yang santai khas anak muda. Juru Kamera melakukan pengambilan gambar dengan komposisi medium shot dan medium close up untuk menghindari gesture tubuh presenter dan lebih menonjolkan ekspresi wajah presenter yang khas. Penyunting gambar & grafis memilih backsound groovy, memilih warna yang soft dan menggunakan teknik cut by cut sebagai ciri khas program.Berdasar testimoni penonton, program feature televisi “IS IT YOU?” merupakan program yang khas bergaya anak muda, mampu menghibur dan tetap memberikan nilai edukasi pada tiap tayangannya. Kata Kunci : Program Berita Feature, Anak Muda, Program Director, Juru Kamera, Penyunting gambar & Grafis
Corelation of Social Media Exposure @pemkot_semarang and Intensity of Reference Group Communication with Desire of Tourism in Semarang Atika Surya Nuraini; Djoko Setyabudi, S.Sos, MM
Interaksi Online Vol 4, No 4: Oktober 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.822 KB)

Abstract

Exposure is a state where the audience or readers exposed to communication messages contained in a mass media by means of senses such as feeling, hearing, and vision. Exposure to messages in social media into a media campaign that could potentially bring in the interest of individuals to travel to the city of Semarang. In addition, the intensity of the reference group communication also has the potential to have a relationship with interest in traveling to the city of Semarang. This study aims to determine the relationship of social media exposure instagram account @pemkot_semarang and intensity of group communication reference to the interest of traveling to the city of Semarang. The cornerstone in this study uses the theory of SOR (Stimulus - Organism - Response) and how groups influence consumer behavior. This type of research tends explanatory study with the technique of sampling in this research is done by simple random sampling technique. The total sample of 40 respondents with criteria that followers Intagram @pemkot_semarang account. Testing the hypothesis in this study using a test Kendals Tau_b with the help of SPSS applications. Based on the results of testing the hypothesis by using statistical test of Kendall's Tau_b showed that there is no significant relationship between exposure to media messages of social relations instagram account @pemkot_semarang (X1) with interest in traveling to the city of Semarang (Y). The second hypothesis test showed that there is a significant correlation between the intensity of the reference group communication (X2) with interest in traveling to the city of Semarang with a strong correlation coefficient.
Hubungan Motivasi dan Intensitas Orang Tua yang Bermain Game dengan Perilaku Menyimpang dalam Keluarga Rizka Arsianti; Tandiyo Pradekso; Nurrist Surayya Ulfa; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.11 KB)

Abstract

Perkembangan penggunaan game yang kian pesat didukung oleh jumlahgame yang semakin banyak, akses yang mudah dengan berbagai platform,membuat game dikonsumsi oleh segala lapisan umur tidak terkecuali orang tua.Perlu disadari bahwa game tidak hanya membawa dampak positif saja namun jugadampak negatif. Motivasi dan intensitas dari seorang pemain game kemudianmemiliki andil dalam pembentukan perilaku, sehingga ada kekhawatiran berujungpada perilaku menyimpang. Keluarga sebagai lingkungan terdekat dari seorangindividu dimana orang tua menjalankan norma-normanya, tidak luput terkenadampak negatif dari game.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tipe eksplanatori,yang bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasidanintensitas orang tua yangbermain game denganperilakumenyimpangdalamkeluarga.Teori yang digunakanadalah Self Determination Theory, dan Teori Belajar Sosial. Penelitian inimenggunakan teknik non random sampling dengan metode purposive samplingdan jumlah sampel sebanyak 100 responden orang tua yang bermain game di kotaSemarang.Hasil dari analisis korelasi Pearson dengan bantuan SPSS 22 menunjukanbahwa antara motivasi bermain game dengan perilaku menyimpang memilikihubungan yang signifikan. Hal ini ditunjukan dengan nilai signifikansi sebesar0,025 dimana tingkat signifikansinya lebih kecil dari 0,05 dan nilai koefisienkorelasinya sebesar 0,197. Sedangkan intensitas dengan perilaku menyimpangmemiliki hubungan yang juga signifikan. Hal ini ditunjukan dengan nilaisignifikansi sebesar 0,015 dimana nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 dan nilaikoefisien korelasinya sebesar 0,217.Keluarga sebagai lingkungan terdekat dari individu dalam hal ini orang tuasebaiknya melakukan tindakan preventif dengan mengarahkan orang tua yangbermain game ke aktivitas yang lebih positif dan mencari kesibukan lain yangmembuat orang tua yang bermain game dapat bersosialisasi denganlingkungannya, sehingga dapat meminimalisir motivasi dan intesitas bermaingame agar terhindar dari perilaku menyimpang.
FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK LOYALITAS KONSUMEN PADA GO-JEK DI SEMARANG Christo Christian Destiyanto; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.658 KB)

Abstract

Customer loyalty is a thing that brand really needed to be still remain in bussiness world, including Go-Jek brand which lead the online transportation market-share in Indonesia right now. But, the practical loyalty (customer loyaty to the brand) cannot be found at the customer because of many factors. Based on jak-pat survey, almost 40,89 persen Go-jek user also Grab user. This behavior known as swinger, which the customer switch a brand consumption immediately. This is can be compounded by the no cost status in the process of replacing the use of the brand. Appearance of various assumption about why this swinger behavior happen, is the reason why author want to research about what actually is the forming loyalty factor of Go-jek customers in Semarang. This is an important thing for Gojek because customer loyalty to the brand can be a potential problem that is very detrimental if it is not immediately addressed properly. This research aims to determine what factors form the loyalty of Go-jek customers in Semarang, with population of 139 people who live in Semarang and have used Go-jek and installed the application. Primary data collected by using purposive sampling technique with data collection tools and techniques in questionnaires form and interviews to enrich the obtained information. Based on the data processing results, using the SPSS 20.0 with factor analysis techniques shows that the KMO value (Kaiser-Mayer-Olkin Measure of Sampling Adequancy) and the Barlett's Test method is 0.612 which means more than 0.5 and this research data is possible to test, the Barlett's Test of Sphericity value also has a sig value of 0,000 and from 25 factors (indicators) forming customer loyalty that has been collected through 7 characters through various books and journals research has been reduced to be 7 factors with 62.05 persen of total variance value. The 7 factors consist of Brand quality, Customer experience, Brand image, Selective consume, Personal value, Trusting to brand and Repeat purchase. The conclusion of this research is price factor is the most rapidly changing the customer behavior. Suggestions from the previous author for further research is retesting cases of customer loyalty with variable promotion.
STRATEGI KOMUNIKASI MUSEUM RANGGAWARSITA Prabowo Nurwidagdyo; Djoko Setyabudi; Tandiyo Pradekso; Nurrist Surayya Ulfa
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.686 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini diawali dengan kesuksesan museum Ranggawarsita dalam meningkatkan jumlah pengunjung. Pada tahun 2012 pengunjung museum Ranggawarsita sebanyak 43.180 orang dan pada tahun 2013 meningkat menjadi 65.957 orang. Ditengah meredupnya daya apresiasi masyarakat tentang museum, ternyata museum ranggawarsita justru mampu meningkatkan jumlah pengunjungnya. Fenomena tersebut menjadi daya tarik bagi peneliti untuk mengkaji bagaimana strategi komunikasi yang telah dilakukan oleh museum Ranggawarsita.Tujuan penelitian adalah mengkaji bagaimana strategi komunikasi dalam meningkatkan jumlah pengunjung di museum Ranggawarsita. Tipe penelitian merupakan penelitian deskriptif kulitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah kepala museum, kepala seksi pelayanan, staf pelayanan, penanggung jawab kegiatan duta museum dan ketua komunitas Lopen.Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa museum Ranggawarsita telah menggunakan 6 tahapan perencanaan strategi komunikasi sebagai upaya meningkatkan jumlah pengunjungnya, yaitu analisis situasi, penentuan tujuan, menentukan target sasaran, pesan, program komunikasi dan evaluasi. Museum Ranggawarsita telah berhasil mengubah paradigma lama yang berbasis koleksi ke paradigm baru yang berbasis konsumen. Konsep marketing yang telah diterapkan adalah internal marketing, integrated marketing dan relationship marketing. Strategi komunikasi yang dilaksanakan oleh museum Ranggawarsita meliputi penyelengaraan event, pembuatan iklan, penggunaan media internet dan program pemberian diskon.Kata kunci: strategi komunikasi, museum, marketing
Strategi Komunikasi Komunitas IndoRunners Destima Nursylva Anggraningrum; Tandiyo Pradekso; Djoko Setyabudi; Nuriyatul Lailiyah
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.22 KB)

Abstract

Tidak mudah mengubah perilaku dan kebiasaan masyarakat untuk memulai hidup sehat dengan berolahraga lari. Oleh karena itu komunikasi kampanye dilakukan oleh IndoRunners untuk mencapai tujuannya, yaitu menyebarkan virus lari kepada masyarakat Indonesia. Banyak cara yang dilakukan oleh komunitas IndoRunners dalam menyebarkan virus lari tersebut. Dalam kenyataannya, IndoRunners telah tersebar diberbagai kota Indonesia bahkan luar Indonesia, dengan peningkatan yang cukup tajam pada member IndoRunners ditahun 2013-2014. Lalu bagaimanakah strategi komunikasi dijalankan IndoRunners, yang merupakan paduan dari proses perancanaan komunikasi dan manajemen komunikasi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk melakukan kajian, menguraikan dan menjelaskan strategi komunikasi kampanye IndoRunners dalam menyebarkan virus lari.Penelitian ini menggunakan pendekatan metodologi kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif, mendeskripsikan strategi komunikasi kampanye IndoRunners dalam menyebarkan virus lari tanpa mengoperasionalisasi atau menguji konsep strategi komunikasi kampanye pada realitas yang diteliti. Subjek penelitian ini adalah komunitas IndoRunners sebagai pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendeketan studi kasus. Dengan analisa data yang digunakan adalah analisa data penjodohan pola, yaitu membandingkan suatu pola yang didasarkan atas empiri dengan pola yang diprediksikan atau dengan beberapa prediksi alternative. Peneliti memfokuskan penjodohan pola pada strategi komunikasi yang digunakan oleh IndoRunners sesuai dengan konseptual teori.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas IndoRunners tidak menggunakan strategi sebagai pembimbing dalam taktiknya. Namun lanngsung mengaplikasikannya dalam sebuah taktik sehingga membuat nya tidak sistematis dan ringan karena tidak digunakan strategi sebagai pembimbing lahirnya ide-ide cerdas. Dan pada perencanaan komunikasi indorunners hanya melakukan proses analisis, perumusan tujuan, perumusan pesan, segmentasi sasaran, taktik, sumber daya dan evaluasi. Sedangkan pada proses manajemen komunikasi Indorunners melakukan tahapan perencanaan tanpa uji coba dilapangan, yang selanjutnya di organizing dan melaksanakan pelaksanaan tekhnis dilapangan, dan pada tahap evaluasi manajemen komunikasi IndoRunners tidak dapat mengukur apakah kegiatan komunikasi IndoRunners tepat sasaran atau tidak.
Hubungan Daya Tarik Endorser dan Citra Merek dengan Minat Beli Wardah Cosmetics Nofita Fatmawati; Hedi Pudjo Santosa; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 1, No 3: Agustus 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJudul Skripsi : Hubungan Daya Tarik Endorser dan Citra Merek dengan Minat Beli Wardah CosmeticsNama : Nofita FatmawatiNim : D2C308011Jurusan : Ilmu KomunikasiMaraknya sertifikasi halal pada produk konsumsi (makanan) akhir-akhir ini mulai merambah pada produk kosmetik. Wardah Cosmetics merupakan kosmetika Indonesia yang sejak awal kemunculannya pada 1995 membawa label halal. Akan tetapi meskipun mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, Wardah Cosmetics bukan merupakan merek kosmetika yang penjualannya berada di peringkat treratas atau menjadi top brand pilihan konsumen. Iklan merupakan salah satu bentuk komunikasi antara produsen dengan target market. Iklan Wardah Cosmetics yang menggunakan endorser Inneke Koesherawaty diharapkan mampu menimbulkan minat beli sekailgus menguatkan citra merek Wardah sebagai kosmetika halal dan aman.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kepada pembaca tentang hubungan daya tarik endorser dan citra merek dengan minat beli Wardah Cosmetics. Penulis menggunakan teori respon kognitif yang menjelaskan tentang bagaimana minat beli produk didasari oleh sumber pesan (endorser) yang kemudian dapat membentuk sikap merek, dimana semakin positif sikap konsumen terhadap merek maka citra merek pun juga positif yang kemudian dapat menimbulkan minat beli terhadap produk.Uji korelasi diantara ketiga variable menunjukkan bahwa Nilai Kendall W adalah sebesar 0,980. Nilai signifikansi pengujian diperoleh sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini berarti ada hubungan antara Daya tarik Endorser dan Citra Merek dengan Minat Beli Produk. Dengan demikian, hal ini sesuai dengan Hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara daya tarik endorser dan citra merek dengan minat beli produk Wardah Cosmetics.ABSTRACTSkripsi Title : Celebrity endorser attractiveness and Brand Image relatedto Buying Intentions of Wardah CosmeticsName : Nofita FatmawatiNIM : D2C308011Departement : Science of CommunicationsThe rise of the halal certification on consumer products (food) recently began to explore in cosmetic products. Wardah Cosmetics is a cosmetic Indonesia since its inception in 1995 to bring halal label. However, although the majority of Indonesia's population is Muslim, Wardah Cosmetics not a brand of cosmetics whose sales ranks treratas or a top brand consumer choice. Advertising is a form of communication between producers and target market. Wardah Cosmetics ads that use Inneke Koesherawaty endorser is expected to generate interest in purchasing sekailgus reinforce brand image Wardah as halal and safe cosmetics.This study aims to explain to the reader about the relationship endorser attractiveness and image of the brand by buying interest Wardah Cosmetics. The author uses the theory of cognitive response that explains how interest in buying products based on message source (endorser) which then can form brand attitudes, which increasingly positive consumer attitudes toward the brand were also positive brand image that can then lead to interest in buying the product.Correlation among the three variables showed that the value is equal to 0.980 W Kendall. Values obtained by testing the significance of 0.000 <0.05. This means that there is a connection between the endorser and the appeal of the Brand Image Buy Interests Products. Thus, it is in accordance with the hypothesis that there is a relationship between the endorser attractiveness and image of the brand with buying interest Wardah Cosmetics products. HUBUNGAN DAYA TARIK ENDORSER DAN CITRA MEREK DENGAN MINAT BELI WARDAH COSMETICSPENDAHULUANSertifikasi halal pada produk konsumsi saat ini semakin marak tidak hanya di negara-negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Di benua Eropa pun saat ini juga sudah mulai diterapkan pelabelan halal pada produk konsumsi. Produk kosmetika merupakan salah satu produk yang juga banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Meskipun bukan produk konsumsi yang berupa makanan, akan tetapi pemakaian kosmetik juga diserap oleh tubuh melalui kulit. Wardah Cosmetics merupakan kosmetika asli Indonesia yang sejak awal kemunculannya pada tahun 1995 sudah mencantumkan label halal dan aman dari MUI dan BPOM. Meskipun demikian, penjualan Wardah Cosmetics tidak terlalu bagus, karena tidak dapat menjadi top brand ataupun kosmetika terlaris di Indonesia, padahal mayoritas penduduk di Indonesia merupakan muslim.Pertumbuhan indoustri kosmetik di Indonesia cukup pesat. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya produsen kosmetik yang muncul dipasaran. Bahkan menurut Wiyantono, selaku ketua bidang perdagangan persatuan perusahaan dan asosiasi kosmetika Indonesia (Perkosmi) proyeksi penjualan kosmetik semester I cukup baik, naik 14,9% secara tahunan, (http://www.indonesiafinancetoday.com).Wakil Direktur LPPOM MUI Bidang Auditing, Ir. Muti Arintawati, M.Si mengungkapkan, berdasarkan asalnya, kosmetika dapat dikategorikan berasal dari beberapa sumber bahan, yaitu tumbuhan, hewan, sintetik kimia, mikroba dan manusia. Dilihat dari sumber asalnya tersebut, ada beberapa bahan yang menjadi titik kritis pencemaran bahan haram dalam kosmetika, bahkan ada pula bahan-bahan kosmetika yang jelas-jelas haram, seperti plasenta, protein hewani maupun media yang digunakan untuk menghasilkan senyawa tersebut bagi sebagian besar pengguna bersifat haram. (http://www.halalmui.org).Produsen kosmetik pun kemudian seolah berlomba untuk bisa memperoleh sertifikasi halal atas produknya. Jauh sebelum banyaknya produk kosmetik yang mempunyai labelhalal, Wardah Cosmetics muncul dengan karakteristik yang berbeda, yaitu dengan label halal dan aman. Wardah Cosmetics merupakan pioneer kosmetik halal dan aman yang sudah memiliki sertifikat halal dari MUI. Wardah Cosmetics mempunyai kurang lebih 200 jenis produk kosmetik yang tercatat mempunyai label halal dan aman dikonsumsi. Setelah label halal menjadi trend, produsen-produsen kosmetik yang sebelumnya tidak mempunyai sertifikat halal mulai berusaha untuk mendapatkan sertifikasi halal. beberapa produkkosmetik yang beberapa produknya sudah mendapatkan sertifikasi halal antara lain : La Tulipe, Ristra, Sari Ayu, Caring Colours Martha Tilaar, Purbasari (lulur), Pourvous dan Kanna (krim penghalus) (http://naturafia.blogspot.com/2012/06/kosmetik-halal.htmlPasar kosmetik di Indonesia semakin meningkat, persaingan antar produsen kosmetik pun juga semakin kompetitif untuk memperebutkan pasar. Menurut Direktur Marketing Martha Tilaar Group Samuel Pranata di sela pembukaan IFW 2010 di Jakarta, saat ini sejumlah produk lokal kalah bersaing dalam merebut pasar dalam negeri. Sebagai contoh, pangsa pasar produk kosmetik dan skincare Indonesia berada di bawah produk luar negeri. jawara untuk kategori kosmetik di Indonesia adalah Oriflame. Dengan sistem penjualan multilevel marketing, merek kosmetik asal Swedia itu berhasil menguasai pasar Indonesia. Dan Martha Tilaar sendiri berada di posisi 2 atau hanya menguasai 16% atau nomer dua di pasar Indonesia, sedangkan untuk produk skincare Martha Tilaar menguasai 6% atau berada di nomor empat setelah Unilever, P n G dan L’oreal. (http://www.beritasatu.com)Perumusan masalahMaraknya tren halal akhir-akhir ini membuat banyak produsen kosmetik untuk mendapatkan sertifikat halal dari MUI. Wardah kosmetik merupakan produk kosmetik yang sejak awal kemunculannya pada tahun 1995 sudah mempunyai label halal jauh sebelum tren halal marak akhir akhir ini. Meskipun demikian merek Wardah belum bisa menguasai pasar. Hal ini dapat di lihat dari urutan kosmetika yang paling laris di Indonesia. Bahkan Wardah Cosmetics tidak berada di urutan 3 besar ataupun 10 besar.Adakah hubungan antara daya tarik endorser dan citra merek dengan minat beli produk Wardah Cosmetics?Tujuan penelitianUntuk mengetahui hubungan antara daya tarik endorser dan citra merek dengan minat beli produk Wardah cosmetics?Penelitian ini menggunakan teori respon kognitif, Cognitive Response Model (CRM) adalah sebuah teori untuk mengenali proses kognisi pada iklan, melalui tahap pengolahan informasi (kognisi), perubahan sikap terhadap merek (afeksi) yang pada akhirnya menuju pada keputusan pembelian (konasi).Fokusnya adalah untuk menentukan jenis respon yang ditimbulkan oleh sebuah pesan iklan dan bagaimana respon ini berhubungan dengan sikap terhadap iklan, sikap terhadap merek, dan minat pembelian. Gambar 1 menggambarkan tiga kategori dasar respon kognitif yang telah diidentifikasi peneliti – product/message, source oriented, dan ad execution thought – dan bagaimana ketiganya mungkin berhubungan dengan sikap dan minat (attitudes and intentions).Penelitian ini menggunakan tipe penelitian eksplanatory (penjelasan) karena peneliti ingin menjelaskan pengaruh antara tiga variable penelitian, yaitu daya tarik endorser (X1), Citra merek (X2) sebagai variable bebas dan minat beli produk (Y) sebagai variable terikat.Data yang diperoleh langsung dari responden melalui kuesioner tentang daya tarik endorser, citra merek terhadap minat beli Wardah Cosmetics. Melalui wawancara survey dengan menggunakan kuesioner terhadap sampel penelitianPopulasi dari penelitian ini adalah wanita muslimah yang berstatus mahasiswi, karyawati dan ibu rumah tangga. Pemilihan objek disebabkan karena wanita merupakan sasaran produk Wardah Cosmetics. Karena tuntutan pekerjaan dan kehidupan sosial sangat penting bagi mereka. Kecenderungan itu membuat mereka mencari produk kecantikan yg cocok. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling.Teknik sampling yang digunakan adalah Accidental Sampling, Merupakan metode sampling yang memilih sampel dari orang atau unit yang paling mudah dijumpai atau diakses. Dimana pengambilan sampel didasarkan pada pemilihan sampel yang sesuai sebagai sumber data oleh peneliti. Metode ini digunakan karena peneliti tidak mempunyai data populasi.ISIWardah Cosmetics merupakan produsen kosmetik yang pertama kali mengusung tema halal dan aman. Muncul di Indonesia pada tahun 1995, didirikan oleh Nurhayati Subakat..Awalnya Wardah dipasarkan secara door to door, multi level marketing, hingga sekarang produknya mudah dijumpai di pasar. Saat ini sudah ada lebih dari 200 produk Wardah yang sudah mempunyai sertifikat halal, mulai dari perawatan wajah hingga perawatan tubuh.Iklan Wardah pada awal kemunculannya di bintangi oleh Marissa Haque, kemudian Inneke Koesherawaty dan sekarang sudah turut menggandeng Marshanda dan seorang desainer muda baju-baju muslimah, Dian Pelangi. Bahkan di beberapa iklan, Wardah tidak hanya menampilkan sosok muslimah yang diwakilkan oleh sosok yang menggunkaan jilbab Dari pemilihan bintang iklan dan penggunaan endorser pendukung, dapat dilihat bahwa Wardah sepertinya sedang melakukan perluasan segment. Karena sebelumnya Wardah Cosmetics terkesan hanya diperuntukkan bagi wanita dewasa saja. Iklan-iklan Wardah saat ini berbeda sekali dengan iklan Wardah yang terdahulu. Iklan Wardah Cosmetics saat ini terlihat lebih fresh dan menarik bersaing dengan iklan-iklan produk kosmetik lainnya.Khalayak sasaran penelitian ini merupakan wanita yang beragama islam. Mulai dari remaja yang diwakili oleh mahasiswi hingga wanita dewasa yang diwakili oleh wanita muslimah yang bekerja hingga ibu rumah tangga. Usia mereka berkisar antara 18-50 tahun.Hasil penelitian- Diperoleh hasil bahwa sebagian besar responden memberikan penilaian yang tinggi mengenai Daya Tarik Endorser yaitu sebanyak 75%, dan diikuti dengan 23%responden yang menilai sangat tinggi dan hanya 2% yang menilai bahwa Inneke Koesherawaty memiliki daya tarik yang rendah.- Kemudian sebagian besar responden memberikan penilaian yang tinggi mengenai Citra merek produk Wardah Cosmetic yaitu sebanyak 76%, dan didukung oleh 17% penilaian sangat tinggi dan hanya 7% responden yang menilai rendah.- Dan sebagian besar responden memberikan penilaian yang sangat tinggi mengenai minat beli yaitu sebanyak 87%, didukung oleh 9% menjawab memiliki minat beli yang tinggi dan hanya 1% responden yang menilai rendah dan 3% memiliki minat yang sangat rendah.Temuan penelitian- Korelasi antara Daya Tarik Endorser dengan Minat Beli Produk diperoleh sebesar 0,068. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat rendah. Nilai signifikansi pengujian diperoleh sebesar 0,381 > 0,05. Hal ini berarti tidak ada hubungan antara Daya Tarik Endorser dengan Minat Beli Produk. Dengan demikian H1 yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara daya tarik endorser dengan minat beli tidak terbukti.- Korelasi antara Citra merek dengan Minat beli produk adalah sebesar 0,379. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang relative rendah. Nilai signifikansi pengujian diperoleh sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini berarti ada hubungan positif antara Citra merek dengan Minat beli produk. Dengan demikian H2 dalam penelitian ini terbukti, yaitu bahwa terdapat hubungan antara citra merek dengan minat beli produk Wardah Cosmetics- Nilai Kendall W adalah sebesar 0,980. Nilai signifikansi pengujian diperoleh sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini berarti ada hubungan antara Daya tarik Endorser dan Citra Merek dengan Minat Beli Produk. Dengan demikian, hal ini sesuai dengan H3 yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara daya tarik endorser dan citra merek dengan minat beli produk Wardah Csmetics.- Berdasarkan uji statistik didapati bahwa ternyata tidak terdapat hubungan antara daya tarik endorser dengan minat beli Wardah Cosmetics. Dengan demikian, secara statistik hipotesis di awal yang menyatakan “terdapat hubungan positif antara daya tarikendorser dengan minat beli Wardah Cosmetics”. Artinya, semakin tinggi daya tarik endorser maka akan semakin tinggi pula minat beli Wardah Cosmetics tidak dapat diterima. Dan tidak sesuai dengan teori respon kognitif yang digunakan dalam penelitian ini. Padahal menurut teori respon kognitif disebutkan bahwa terdapat hubungan antara sumber pesan yang diwakili oleh Endorser dengan minat beli. Hal ini dapat dijelaskan dengan beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya minat beli Wardah Cosmetics yang berkaitan dengan daya tarik endorser. Antara lain seperti banyaknya responden yang menilai bahwa Inneke Koesherawaty merupakan selebritis yang jarang tampil di Indonesia, dan jarang membintangi film/sinetron dan iklan islami. Selain itu Inneke Koesherawat dianggap tidak sesuai dengan usia target market Wardah Cosmetics dan dianggap tidak dapat memberikan rekomendasi kepada target market yang usianya lebih muda dari Inneke Koesherawaty. Bagi beberapa target market Wardah Cosmetics yang berusia di bawah Inneke Koesherawaty, mereka menilai bahwa Inneke tidak sesuai dengan usia mereka dan tidak dapat memberikan rekomendasi kepada mereka. Inneke hanya dinilai cocok oleh target market Wardah Cosmetics yang berusia kurang lebih sama dengan Inneke Koesherawaty.- Sesuai dengan hasil pengujian hipotesis yang menyebutkan bahwa tidak adanya hubungan antara daya tarik endorser dengan minat beli bisa jadi juga dikarenakan pemilihan daya tarik endorser yang dinilai tidak sesuai dengan konsumen Wardah Cosmetics. Pemilihan selebriti menjadi sesuatu yang penting. Selebriti harus mempunyai pengakuan yang tinggi, pengaruh yang sangat positif dengan ketepatan produk yang tinggi pula.- Kemungkinan yang terjadi pada penelitian ini, sesuai dengan hasil penelitian di lapangan adalah karena Inneke dinilai sudah jarang tampil di Indonesia, tidak sesering dulu. Dan lagi perubahan image Inneke yang dahulu kerap membintangi film-film yang bertolak belakang dengan penampilannya sekarang. Perubahan image tersebut bagi sebagian target market Wardah Cosmetics yang berusia sama dengan Inneke Koesherawaty mungkin belum bisa diterima. Sedangkan bagi target market yang lebih muda dianggap bahwa Inneke tidak sesuai dengan usia mereka sebagai target market Wardah Cosmetics.- Setelah dilakukan pencarian dan pengolahan data diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan antara citra merek dengan minat beli produk Wardah Cosmetics. Dalam hipotesis disebutkan bahwa terdapat hubungan positif antara citra merek dengan minat beli Wardah Cosmetics yang artinya semakin tinggi/positif citra merek artinya semakin tinggi minat beli terhadap produk Wardah Cosmetics. Hal ini sesuai dengan temuan penelitian dan seseuai dengan teori respon kognitif yang menyebutkan bahwa sikap terhadap merek dapat memunculkan minat beli.- Jika sikap seorang konsumen terhadap suatu merek cenderung positif maka konsumen tersebut juga cenderung mempunyai citra yang positif terhadap merek tersebut, begitu pula sebaliknya. Maka sangat disayangkan ketika seorang selebritis yang sudah dipilih untuk menjadi endorser suatu produk kemudian tersangkut masalah atau tidak dapat mempertahankan citranya sehingga citra tersebut berdampak pada produk yang diiklankannya.Melalui hasil pencarian dan pengolahan data dalam penelitian ini ternyata membuktikan bahwa terdapat hubungan antara daya tarik endorser dan citra merek dengan minat beli Wardah Cosmetics. Meskipun pada hasil penelitian tidak didapati hubungan antara daya tarik endorser dengan minat beli akan tetapi setelah dimunculkan faktor lain selain daya tarik endorser yaitu citra merek dapat memunculkan minat beli produk Wardah Cosmetics.- Hal ini konsisten dengan Cognitive Respons Model yang menerangkan bahwa dalam untuk menimbulkan minat beli distimuli oleh beberapa tahap pengolahan informasi (kognisi), perubahan sikap terhadap merek (afeksi) yang pada akhirnya kemudian menuju pada keputusan pembelian (konasi). Konsumen akan mempunyai kecenderungan untuk memeilih sebuah merek saat dalam dirinya terkumpul sejumlah informasi positif tentang merek. Informasi-informasi tersebut disampaikan melalui sumber pesan yang diwakili oleh endorser iklan.. dimana citra endorser tersebut diharapkan mampu untuk memperkuat citra merek dibenak konsumen sehingga dapat mempersuasi target market untuk melakukan pembelian.PENUTUPIklan merupakan salah satu bentuk komunikasi pemasaran yang sering digunakan oleh produsen untuk mengenalkan produk hingga menarik minat beli konsumen. Dalam iklan, endorser lazim digunakan untuk dapat lebih mempersuasif minat beli konsumen. Penggunaan selebriti sebagai endorser sebuah produk diharapkan untuk dapat menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi konsumen., yaitu untuk menarik minat beli dan menguatkan citra produk di benak konsumen. Pemilihan endorser yang tidak sesuai dengan produk dapat berakibat pada citra produk itu sendiri, sehingga berdampak pada minat beli terhadap produk.KesimpulanDari hasil analisis data yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dari penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :1. Hasil pengujian hubungan antara Daya tarik Endorser dengan Minat Beli Produk diperoleh tidak adanya hubungan yang signifikan,2. Hasil pengujian hubungan antara Citra merek dengan Minat beli produk menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan namun dalam kategori rendah3. Hasil pengujian hubungan Daya tarik Endorser dan Citra merek dengan Minat Beli Produk secara bersama-sama menunjukkan adanya hubungan yang signifikan.Saran1. Pemilihan selebriti sebaiknya dilakukan dengan terlebih dahulu mempertimbangakan faktor-faktor yang membentuk citra selebriti, latar belakang selebriti, reputasi selebriti, kesesuaian karakter selebriti dengan produk yang akan diiklankan.2. Pemilihan selebriti sebaiknya dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan survey terhadap masyarakat yang menjadi target market. Hal ini dimaksudkan agar pesan iklan tersebut nantinya sampai kepada target market.DAFTAR PUSTAKABuku :Assael, Henry, Consumer Behaviour, Houghtn Mifflin 2004Belch&Belch,2001 dalam Ardha, Ardha Berlian, Modu Manajemen Promosi, Universitas MercuBuana Jakarta 2007Kotler, Philips & Armstrong, Gary , Prinsip-Prinsip Pemasaran Edisi 12 Jilid 2 2008,Kotler, Philip,Manajemen Pemasaran Jilid 2, 2000Rangkuti, Fredy, Riset Pemasaran, Gramedia Pustaka Utama2009Royan, Frans M, Marketing Celebrities, Elex Media Komputindo 2005Setiadi, Nugroho J, Perilaku Konsumen, Kencana 2003Shimp, A Terence, Periklanan Promosi jilid 1, Erlangga 2001Tjiptono, Fandy, Strategi Pemasaran, Andy Offset 1997Widiyanto, Ibnu, Pointers Metodologi Penelitian, CV.Dikalia 2008Mowen, John C, Consumer Behaviour, Prentice Hall 1995Skripsi :Prita Ayu Nurastuti, Hubungan Daya Tarik Selebriti dan Atribut Produk terhadap Minat Beli Motor Yamaha Jupiter MX, 2009Rike Ayu Yuniar , Hubungan Daya Tarik Endorser iklan Vaseline Men dan Ekuitas MErek terhadap Minat Beli Konsumen, 2011Pengaruh Terpaan Iklan dan Citra Merek terhadap Loyalitas Knsumen Aqua, Aprilia Nur Prasiwi, 2012Hubungan Daya TArik EmosionalIklan Pond’s Flawless White dan Citra Merek terhadap Minat Beli Produk, Kurnianingrum Ayu Miranti, 2009Hubungan Daya Tarik Iklan Animasi dan Sikap Merek dengan Minat Beli Produk Molto Ultra, Rhima Sugi Prabandani, 2010Hubungan Terpaaan Iklan Televisi dan Tingkat Awareness terhadap Minat Beli Konsumen pada Produk L-Men, Elbwisza Hertanto, 2010Majalah :Majalah Medisina Edisi 4/Vo.II/Aptil-Juni2008 halaman 5Internet :http://www.indonesiafinancetoday.comhttp://naturafia.blogspot.com/2012/06/kosmetik-halal.htmlhttp://www.halalmui.orghttp://www.indonesiafinancetoday.comhttp://www.beritasatu.com
Pengaruh Terpaan Iklan Sampo Clear dan Kelompok Referensi terhadap Keputusan Pembelian Sampo Clear Florensia Sonia Haniswari; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 7, No 2: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.175 KB)

Abstract

Clear is a shampoo brand that focuses on the problem of dandruff that promotes its products through advertising on various media, but sales of Clear shampoo have always declined over the past five years with an average decline of 1.06% annually. This study aims to analyze the effect of Sampo Clear advertising exposure and reference groups on the decision to purchase Clear Shampoo. The theory used is Advertising Exposure Theory to support the influence of Clear Shampoo exposure and Social Influence Theory to support the influence of reference groups on Clear Shampoo purchasing decisions. This research is a type of descriptive research with non probability incidental sampling technique. The study was conducted on 100 respondents aged 18-35 years who lived in Semarang, had seen Sampo Clear advertisements, knew about Sampo Clear products, and had considered buying Clear Shampoo. Data analysis was carried out by a simple linear regression test using SPSSS which was done twice to test each hypothesis. The results of the study show that consumers have a fairly good understanding of the contents of Clear Shampoo ads. However, from the hypothesis test, the results show that the exposure of Clear Shampoo (X1) does not have a significant effect on the purchase decision of Clear Shampoo (Y), which is indicated by a significance value> 0.05, which is 0.654, so the first hypothesis is not accepted. While the reference group (X2) has a very significant influence on the decision to purchase Clear Shampoo (Y) because the test results show a positive correlation and a significance number of 0,000 so that the second hypothesis is accepted. So the researchers suggested Clear to use a more creative promotion strategy to encourage people to talk about Sampo Clear, which then directed them to purchase, but did not eliminate the advertisement because the reminding function and the informing went well.
Co-Authors Abigail Betsy Eliasta Roos Abimanyu Ramadhan P Abiyyu Febi Diwangkoro Adi Nugroho Adi Nugroho Aditya Gilang Gifari Aditya Iman Hamidi Adityo Cahyo Aji Aeda Aldeafara Afi Sultan Ramadhan, Muhammad Agraha Dwita Sulistyajati Agus Naryoso Ahdani Gita Sadida Ahmad Fauzi Ahmad Fikar Harakan Aike Ingget Pratiwi Ainani Shifa Izazi Ainun Faizah Ainun Faizah Aisyah Monicaningsih Akbar, Bintang Albert Rivai Sinaga Aldedinda Auliantio Aldila Leksana Wati Alif Ibrahim Alya Farras Azzahra Amal Gamasi T.R Andrinanta Putra Pratama Andy Julianto Angga Dwipa Anggun Puspa Regita Anisa Dyah Permata, Cindy Anisa Wikantyas P Annisa Aulia Mahari Annisa Ilmi, Rizky Annisa Kusumawardhani Anugerah Dwitama Anugrah Beta Familio Apriliana, Jennifer Ardhisti Adi Utamanyu Ardini Koesfarmasiana, Ardini Arfian Muhammad Hakim Ari Pradhanawati Arista Sukmawati, Sarah Arlita Dwi Utami Arma Ngabeti Astrid Henariani Prakoso Atika Nabila Atika Surya Nuraini Aulia Nur Aulia Ratri Kusumastuti Ayu Sarah Shabrina Ayu Saraswati Bagaskara S.A.P Bareta Hendy Pamungkas Bayu Widagdo, Muhammad Bimandhika Sunu Wardhana Bisma Alief Brigitta Dwi Liusditari Budi Adityo Burhanudin Fakhri Kusuma Candra Sateria Chintya Dyah Meidyasari Christo Christian Destiyanto Daffa Argy Pradiptha Dameria Cathrine DENA ADI SANTOSA Deni Arifiin Destima Nursylva Anggraningrum Devi Yuhanita Qorina, Devi Yuhanita Dewi Luqmania . Dhita Dwi Nurhidayah Dhiyah Puspita Sari Dhyah Shanti Nur Kartika Diah Yuniasari ., Diah Yuniasari Dwi Purbaningrum, Dwi Eka Ardianto EKA NOVITASARI Elisa, Nova Fardhian Fitrahudin Pratama Farhan Haritz, Abdullah Farisa Dian Utami Fatia Sharfina Febi Eninta Br Munthe Febri Ariyadi Febriana Handayani Febriandani, Anisa Felda Aurellia Anandani Fitri Nur Hidayat Florensia Sonia Haniswari Frida Asih Pratiwi Gabby Aurelia Gabriel Antonio Chiesa Lumban Tobing Gabryella, Cathrine Georgina Inessa Zephira Gerald Waisaka Ginubahyang S P Greta Gabrielle Carl Hamidah, Nadiya Hanan Hauzan, Muhammad Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Sulistyani Hario Trigoseno Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Helmi Bayuputra, Rafli Hendrikus Setya Pradhana Henny Novita Rumono Hilal Al Roshid, Fhatwa Hilda Maisyarah I Nyoman Winata I Nyoman Winata Ifadhah Vellayati Widjaja Imam Fahmidin, Hanif Inayah Setia Azzahra Indah Pratiwi Indra Septia BW Intan Ayuningrum Ira Yunani Widyarini Istivani, Yulia Jaya Pramono Adi Jaza Akmala Ramada Jody Suryamar Yudha Joyo Nur Suyanto Gono Kanaya Az Zahrah Krisanti Cahyaningtyas, Yulia Laksono Nainggolan, Guntur Agung Lana Nastiti Mumpuni Lintang Ratri Rahmiaji Lintang Ratri Rahmiaji Lucia Eka Pravitasari Lukmantoro, Yanuar Lusia Wibowo, Marvela M Bayu Widagdo M Yulianto M. Bima Norta Ellyanda Mahardika Indra Pratama Maulana Ocky Adhicondro Melinda Wita Satryani Mia Maulyda Mohammad Akbar Rizal Hamidi Muchamad Yuliyanto Muhammad Azizan, Tengku Muhammad Luthfi Muhammad Sahil Muhamy Akbar Iedani Nabilah Amarilys Nadin Khairun Nisa Nadira Octova Yogiyanti Nanik Sudaryningtyas, Nanik Naomi Feby Yolanda Br Saragih Nayyara Aisyah Mahdiya Neysa Harwina Putri Nofita Fatmawati Noni Meisavitri Nurist Surayya Ulfa Nurist Surraya ulfa Nurist Surrayya Nuriyatul Lailiyah Nurrist Suraya Ulfa Nurrist Surayya Ulfa Oki Adi Saputra Petrus Orseola Rosarianto Pipin F.P. Lestari Prabowo Nurwidagdyo Prescilla Roesalya Primada Qurrota Ayun Puspa Ningrum, Kumala Puspita Mei Wardani Putri Febrianti Putri Susiandi, Alya Radika Oktavianti, Dina Rafi Oktafiandi Akbar Rafif Ghaffar Radana Rahmadianto, Rizky Rahmania Galuh Pawestri Raihan Wiguna, Ilham Randy Ardianto Wicaksono, Randy Ardianto Rangga Akbar Pradipta Reichan Anantyo, Muhamad Reni Shinta Dewi Rezky Utami, Nofiyanti Rieda Anindita Putri, Rieda Anindita Rifni Lestari Rizka Arsianti Rizky Wisnu Prayuda Nusantara, Rizky Rizqi Ganis Ashari Rosanna Fadiya S Rouli Manalu SALMAN AL FARISI, MUHAMMAD Salshabila Putri Persada Sandra, Syafira Selo Pangestu Imawan Septian Aldo Pradita Setyo Adhi Nugroho Shabara Wicaksono Sharon Gracia G Sholihudin, Nabiila Sigit Haryadi Soffa Wicaksono, Muhammad Sofianisa Rahmawati Sri Widowati Sri Widowati Herieningsih Sunarto Sunarto Susi Santiaji Tandiyo Pradekso Tandiyo Pradekso Tandiyo Pradekso Taufik Indra Ramadhan Taufik Reza Ardianto Tazkia Irsyad, Raihana Theo Domas Santika, Theo Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo Vania Ristiyana Vidiana Girinda Wardani Vidya Ayunita Vina Aulia Maharani Wahyu Hidayat Windariani Soeryo Handadari Wiwid Noor Rakhmad Wulan Septiana Putri Yanuar Luqman Yoga Yuniadi Yohanes Thianika Budiarsa Yuan Stephanie Yunita Indriyaswari Yusniar Dwi Ratnasari, Yusniar Zainul Asngadah Fatmawati