Flourishing merupakan tingkat kesejahteraan tertinggi yang mengintegrasikan pendekatan hedonic dan eudaimonic, dengan pandangan bahwa kesejahteraan tidak hanya terbatas pada kebahagiaan, tetapi juga pada optimalisasi potensi individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi serta menguji properti psikometri Skala Flourishing (Flourishing Scale/FS) yang dikembangkan oleh Diener et al. (2009) dalam konteks budaya Indonesia. Skala asli terdiri dari delapan aitem yang mengukur delapan aspek, yaitu tujuan hidup, hubungan sosial, keterlibatan, kontribusi, kompetensi, kebajikan/nilai moral, optimisme, dan harga diri. Proses adaptasi dilakukan melalui tahapan terjemahan, sintesis, back translation, dan expert judgment. Data dikumpulkan dari 222 responden menggunakan teknik quota sampling dengan skala Likert tujuh poin. Uji validitas konstruk dilakukan menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan bantuan perangkat lunak JASP, sedangkan reliabilitas diukur menggunakan koefisien Cronbach’s Alpha. Hasil CFA menunjukkan bahwa model satu dimensi (unidimensional) memiliki kecocokan yang memadai dengan data empiris. Indeks kecocokan model menunjukkan hasil yang baik, ditunjukkan oleh nilai CFI = 0,960, NFI = 0,914, GFI = 0,960, SRMR = 0,045, dan RMSEA = 0,059. Seluruh aitem memiliki loading factor signifikan (> 0,600), dengan aitem kebajikan/nilai moral dan keterlibatan sebagai indikator paling dominan. Selain itu, skala menunjukkan konsistensi internal yang baik dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,802. Dengan demikian, Skala Flourishing adaptasi Indonesia terbukti valid dan reliabel untuk mengukur flourishing pada populasi penelitian, serta berpotensi digunakan dalam asesmen psikologis, penelitian, dan praktik di bidang industri/organisasi, pendidikan, dan klinis.