Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

MUTASI APARATUR SEBAGAI INSTRUMEN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEMERINTAHAN DAERAH Pratama, Ivan Yoga; Setyowati, Yuli
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v5i2.4300

Abstract

This study examines the role of apparatus mutation as an instrument of public sector human resource management in improving local government performance. The issue of mutation in regional bureaucracy is often associated with administrative routines and political considerations, while its strategic function in strengthening organizational performance has not been optimally explored. This study aims to analyze how mutation mechanisms contribute to improving government performance from a conceptual and managerial perspective. The research employs a qualitative approach using a literature review method by analyzing scientific articles, academic books, and policy documents published within the last ten years. Data analysis was conducted through thematic analysis and critical synthesis of relevant literature related to public human resource management, bureaucratic reform, and government performance. The results of the study indicate that apparatus mutation can function as a strategic human resource management instrument when implemented based on competence, performance evaluation, and organizational needs. Properly managed mutations are able to enhance employee motivation, improve job–person fit, and strengthen bureaucratic professionalism, which in turn supports better government performance. Conversely, non-transparent and non-merit-based mutation practices tend to weaken organizational effectiveness and reduce public trust. This study concludes that apparatus mutation should be positioned as a strategic managerial policy rather than merely an administrative procedure. Strengthening merit-based systems and institutional commitment is essential to ensure that mutation policies contribute positively to local government performance.
GAYA KEPEMIMPINANTRANSFORMASIONAL KEPALA DESA DALAM MEMBANGKITKAN PARTISIPASI MASYARAKAT DAN MEMUNCULKAN INOVASI LOKAL (Studi di Desa Purwasaba Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah) Albertus, Albertus; Setyowati, Yuli
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 4 No 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v4i2.832

Abstract

Penelitian ini menganalisis gaya kepemimpinan transformasional yang dapat dilihat dari idealisasi, motivasi inspirasi, stimulasi intelektual, pertimbangan individual dan implikasinya dalam memunculkan inovasi lokal dan membangkitkan partisipasi masyarakat pada sektor pembangunan Desa Purwasaba. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi secara mendalam fenomena sosial yang kompleks seperti gaya kepemimpinan, inovasi lokal, serta partisipasi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala Desa Purwasaba berhasil membangun kepercayaan dan keteladanan, menginspirasi masyarakat dengan visi yang jelas, serta mendorong partisipasi aktif melalui komunikasi dan pendekatan inklusif dalam proses pembangunan. Pendekatan ini turut mendorong kreativitas dan inovasi local termasuk pengembangan desa wisata, BUMDes, dan sistem pertanian terintegrasi yang berdampak positif pada kesejahteraan sosial, ekonomi, dan pelestarian budaya. Secara keseluruhan, gaya kepemimpinan ini meningkatkan partisipasi masyarakat dan menciptakan inovasi lokal dalam pembangunan desa yang berkelanjutan, inklusif, serta adaptif terhadap tantangan lokal dan global.
Membangun Kemandirian dari Dialog: Strategi Komunikasi Partisipatif di Yayasan Penyandang Cacat Mandiri. Sance Irene Mofu; Yuli Setyowati
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 4 No 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v4i2.870

Abstract

Pascagempa Bantul tahun 2006, penyandang disabilitas menghadapi berbagai persoalan sosial dan ekonomi, seperti keterbatasan akses kerja, ketergantungan terhadap bantuan, serta rendahnya kepercayaan diri akibat perubahan kondisi fisik dan sosial. Kondisi ini menuntut adanya proses pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kapasitas, partisipasi, dan kemandirian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi partisipatif yang diterapkan oleh Yayasan Penyandang Cacat Mandiri (YPCM) dalam membangun kemandirian penyandang disabilitas. Penelitian ini didukung oleh teori komunikasi partisipatif dan komunikasi pemberdayaan yang menekankan dialog setara, partisipasi aktif, serta penempatan individu sebagai subjek perubahan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive sampling dengan jumlah sembilan orang yang terdiri atas pengurus yayasan dan pekerja penyandang disabilitas yang terlibat aktif dalam kegiatan kerja di Yayasan Penyandang Cacat Mandiri. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi partisipatif diwujudkan melalui komunikasi dialogis, pendampingan kerja, pelibatan penyandang disabilitas dalam tahap perencanaan hingga evaluasi, serta penggunaan media komunikasi yang inklusif dan fleksibel. Temuan ini memperkuat teori komunikasi pemberdayaan bahwa komunikasi yang setara dan kontekstual mampu meningkatkan kapasitas individu. Dampaknya terlihat pada peningkatan kemandirian ekonomi, keterampilan kerja, kemandirian sosial, serta orientasi masa depan penyandang disabilitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi partisipatif berperan penting sebagai strategi pemberdayaan dalam membangun kemandirian penyandang disabilitas, serta menjadi pendekatan komunikasi yang manusiawi dan berkelanjutan.
Influential, but not singular: Social media use during the election 2024 in Sambirejo Village Setyowati, Yuli; Sulistyowati, Fadjarini; Muhsin , Habib; Susanto, Tri Agus; L, Irvan Riyadi
Jurnal Komunikasi Vol. 20 No. 1 (2026): VOLUME 20 NO 1 APRIL 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol20.iss1.art7

Abstract

Public participation is a critical component of elections, which function as indicators of state continuity. This study examines public participation and preferences for social media use during the 2024 general election in Sambirejo village. A qualitative descriptive-exploratory methodology was utilized, with data collected through observation, focus group discussions (FGDs), and interviews. Fifteen informants were purposively selected, representing youth, women, men, the village head and staff, and KPPS officers. The findings indicate that the Sambirejo community actively participated in the election, with nearly all eligible voters exercising their right to vote. This active engagement is attributed to factors such as local community characteristics, the village head's participatory leadership style, and KPPS outreach initiatives. Additionally, sa was identified as a significant source of election information; however, FGDs revealed that it is primarily used as a supplementary reference rather than the sole determinant of political decisions.
MANIFESTASI PROGRAM KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (PKSA) DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK JALANAN DI RUMAH SINGGAH ANAK MANDIRI (RSAM) YOGYAKARTA Aulia Widya Sakina; Yuli Setyowati; Oktarina Albizzia; Anastasia Adiwirahayu
Jurnal Academia Praja Vol 3 No 01 (2020): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v3i01.156

Abstract

The phenomenon of street children is one of the crucial problems that accompany the development process. The dynamics of the life of street children which are identical with the culture of poverty, are considered to deviate from the social function of children due to various activities carried out on the streets. Over the past 9 years, the Ministry of Social Affairs has implemented policies, strategies and Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) which aims to empower and meet the needs of children living on the streets, however these efforts are seen as not yet running optimally. Echoes of "Social Movements Towards a Street-Free Indonesia" as part of PKSA are still "foreign" to be heard, although statistics show a decrease in the number of street children in reality there are still many street children who carry out various activities in the corners of the city such as in traffic lights, stations , terminals and around shopping centers. This proves that protection programs and services for street children have not run effectively and are not well integrated. This study aims to determine the extent of PKSA manifestations in realizing the social welfare of street children at Rumah Singgah Anak Mandiri (RSAM) Yogyakarta. The method used in this study is a qualitative research method using descriptive analysis. After the data is collected, the data analysis technique is carried out with the stages of data selection, data presentation and drawing conclusions. So that research results can be trusted, triangulation is carried out to test the validity of research data. Based on the results of the study it can be concluded that the implementation of PKSA in Yogyakarta RSAM has a positive impact on street children. This can be seen from the achievement of the basic needs of street children who are fostered, the achievement of basic education of street children because most street children can go back to school, and the reduced time children are on the streets. Keywords: PKSA, Social Welfare, Street Children, RSAM.
GAYA KEPEMIMPINANTRANSFORMASIONAL KEPALA DESA DALAM MEMBANGKITKAN PARTISIPASI MASYARAKAT DAN MEMUNCULKAN INOVASI LOKAL (Studi di Desa Purwasaba Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah) Albertus Albertus; Yuli Setyowati
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 4 No 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v4i2.832

Abstract

Penelitian ini menganalisis gaya kepemimpinan transformasional yang dapat dilihat dari idealisasi, motivasi inspirasi, stimulasi intelektual, pertimbangan individual dan implikasinya dalam memunculkan inovasi lokal dan membangkitkan partisipasi masyarakat pada sektor pembangunan Desa Purwasaba. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi secara mendalam fenomena sosial yang kompleks seperti gaya kepemimpinan, inovasi lokal, serta partisipasi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala Desa Purwasaba berhasil membangun kepercayaan dan keteladanan, menginspirasi masyarakat dengan visi yang jelas, serta mendorong partisipasi aktif melalui komunikasi dan pendekatan inklusif dalam proses pembangunan. Pendekatan ini turut mendorong kreativitas dan inovasi local termasuk pengembangan desa wisata, BUMDes, dan sistem pertanian terintegrasi yang berdampak positif pada kesejahteraan sosial, ekonomi, dan pelestarian budaya. Secara keseluruhan, gaya kepemimpinan ini meningkatkan partisipasi masyarakat dan menciptakan inovasi lokal dalam pembangunan desa yang berkelanjutan, inklusif, serta adaptif terhadap tantangan lokal dan global.
Membangun Kemandirian dari Dialog: Strategi Komunikasi Partisipatif di Yayasan Penyandang Cacat Mandiri. Sance Irene Mofu; Yuli Setyowati
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 4 No 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v4i2.870

Abstract

Pascagempa Bantul tahun 2006, penyandang disabilitas menghadapi berbagai persoalan sosial dan ekonomi, seperti keterbatasan akses kerja, ketergantungan terhadap bantuan, serta rendahnya kepercayaan diri akibat perubahan kondisi fisik dan sosial. Kondisi ini menuntut adanya proses pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kapasitas, partisipasi, dan kemandirian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi partisipatif yang diterapkan oleh Yayasan Penyandang Cacat Mandiri (YPCM) dalam membangun kemandirian penyandang disabilitas. Penelitian ini didukung oleh teori komunikasi partisipatif dan komunikasi pemberdayaan yang menekankan dialog setara, partisipasi aktif, serta penempatan individu sebagai subjek perubahan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive sampling dengan jumlah sembilan orang yang terdiri atas pengurus yayasan dan pekerja penyandang disabilitas yang terlibat aktif dalam kegiatan kerja di Yayasan Penyandang Cacat Mandiri. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi partisipatif diwujudkan melalui komunikasi dialogis, pendampingan kerja, pelibatan penyandang disabilitas dalam tahap perencanaan hingga evaluasi, serta penggunaan media komunikasi yang inklusif dan fleksibel. Temuan ini memperkuat teori komunikasi pemberdayaan bahwa komunikasi yang setara dan kontekstual mampu meningkatkan kapasitas individu. Dampaknya terlihat pada peningkatan kemandirian ekonomi, keterampilan kerja, kemandirian sosial, serta orientasi masa depan penyandang disabilitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi partisipatif berperan penting sebagai strategi pemberdayaan dalam membangun kemandirian penyandang disabilitas, serta menjadi pendekatan komunikasi yang manusiawi dan berkelanjutan.
Partisipasi Kader Sebagai Salah Satu Pilar Utama Dalam Penyelenggaraan Integrasi Layanan Kesehatan Primer di Puskesmas Tempel II Kabupaten Sleman Eka Septiyaningsih; Yuli Setyowati
Journal of Indonesian Rural and Regional Government Vol 10 No 1 (2026): Rural and Regional Government
Publisher : Magister Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jirreg.v10i1.739

Abstract

Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) menjadi strategi utama dalam meningkatkan mutu dan aksesibilitas layanan kesehatan dasar di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi kader kesehatan dalam penyelenggaraan ILP di Puskesmas Tempel II. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader di di wilayah Puskesmas Tempel II sangat berperan secara aktif dalam penyelenggaraan integrasi layanan Kesehatan Primer berperan dalam promosi kesehatan, deteksi dini, rujukan kasus, serta pencatatan dan pelaporan.Partisipasi kader dipengaruhi oleh faktor pelatihan, dukungan institusi, insentif, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Hambatan yang dihadapi antara lain beban kerja yang tinggi dan kurangnya pengakuan. Penguatan kapasitas kader melalui peletihan berkelanjutan dan dukungan kebijakan yang memadai menjadi kunci dalam meningkatkan cakupan dan efektifitas program integrasi layanan Kesehatan primer