Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

The Smart City Implementation and Development Model in Realizing Bureaucratic Reform in the Local Government of Cimahi City Rohayatin, Titin; Abidin AS, Zaenal; Ristala, Harky
Khazanah Sosial Vol 5, No 4 (2023): Khazanah Sosial
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ks.v5i4.30523

Abstract

This study delves into the implementation and development of a Smart City model as a strategic approach by the Regional Government to achieve bureaucratic reform. The aim is to address challenges associated with inefficient service systems, lengthy processes, organizational structures, and bureaucratic placements that hinder effective government management. Focused on Cimahi City's urban development strategy, the Smart City concept integrates the Internet of Things (IoT) and information and communication technology (ICT) to optimize city assets, enhance law enforcement, streamline government agency information systems, and improve community services. However, despite its potential, the government's Smart City strategy faces obstacles, including server errors, login difficulties, frequent application loading, cumbersome display interfaces, and unresponsive buttons. In response, this research proposes the TRSCM model as a framework for the effective implementation and development of Smart City initiatives, aiming to overcome barriers and contribute to the realization of meaningful bureaucratic reform in government organizations.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DALAM MENGURANGI ANGKA KEMISKINAN MELALUI PENDEKATAN COMMUNITY BASED DEVELOPMENT (CBD) DI DESA WARNASARI KABUPATEN BANDUNG Setiawan, Agustina; Rohayatin, Titin; Kurnia, Dadan; Abidin AS, Zaenal; Kushartono, Toto; Fujilestari, Noer Apptika; Munawaroh, Siti; Dari, Widuri Wulan; Fauzi, Lukman Munawar; Siddha, Arlan; Rochaeni, Atik; Febriansyah, Dicky; Zulfikar, Waluyo; Septiansyah, Bayu; Aprilia, Bunga; Permana, Danny; Ristala, Harky
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v6i3.15373

Abstract

Luas wilayah Desa Warnasari adalah 8,62% dari luas wilayah Kecamatan Pangalengan. Kemiskinan di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan menghadapi sejumlah tantangan seperti kapasitas aparatur dalam mengimplementasikan program dan kebijakan dari Kecamatan dan Kabupaten serta pengelolaan komunitas lokal yang terdapat di Desa Warnasari. Kemiskinan di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan berkaitan dengan sebaran penduduk menurut pekerjaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan (1) Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan aparatur desa terhadap kapasitas aparatur dalam mengimplementasikan program dan kebijakan dari Kecamatan dan Kabupaten; (2) Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan aparatur desa pengelolaan komunitas lokal yang terdapat di Desa Warnasari. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, pendekatan kelompok, pendekatan individual, metode ceramah, metode diskusi/FGD. Indikator keberhasilan kegiatan dilihat dari tingkat partisipasi masyarakat dan hasil pre test dan post tes setelah kegiatan. Adapun hasil kegiatan menunjukkan bahwa keinginan atau partisipasi Masyarakat tinggi, namun belum semua memahami dalam perumusan, pelaksanaan suatu program yang betul-betul dapat meningkatkan kesejahteraan Masyarakat. Potensi komoditas lokal sudah ada namun saat ini masih peran pendatang yang lebih kuat, petani lokal belum maksimal dalam pengoptimalan dari komoditas lokal misalnya dalam pengelolaan kopi lokal, teh, sayuran, dan lain-lain, tempat pariwisata lokal, saat ini banyak dikelola oleh pihak luar, sehingga kesempatan penduduk lokal masih terbatas.
Penguatan Kapasitas Pemerintah Desa dalam Pengelolaan Potensi Desa di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Setiawan, Agustina; Rohayatin, Titin; Kurnia, Dadan; P, Dahly Sukma; Kushartono, Toto; AS, Zaenal Abidin; Wulandari, Widuri; Munawaroh, Siti; Apptika, Noer; Fauzi, Lukman Munawar; Siddha, Arlan; Febriansyah, Dicky; Rochaeni, Atik; Zulfikar, Waluyo; Septiansyah, Bayu; Aprilia, Bunga; Irawaty, Tinda; Yamardi, Yamardi; Permana, Danny; Ristala, Harky
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.16579

Abstract

Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan menghadapi sejumlah tantangan seperti kapasitas aparatur dalam mengimplementasikan program dan kebijakan dari Kecamatan dan Kabupaten serta pengelolaan komunitas lokal yang terdapat di Desa Warnasari. Kemiskinan di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan berkaitan dengan sebaran penduduk menurut pekerjaan. Desa Warnasari memiliki potensi desa yang sangat baik, namun belum didukung dengan kemampuan dari pemerintah desa dan masyarakat lokal dalam pengelolaannya, sehingga angka kemiskinan di Desa Warnasari masih tinggi. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini yaitu dengan cara penyampaian materi atau sosialisasi terkait kapasitas pemerintah desa dan pengelolaan potensi desa, serta diskusi atau Focus Group Discussion (FGD). Hasil dari kegiatan ini bahwa masyarakat lokal di Desa Warnasari sadar akan adanya potensi desa yang dimilik, seperti kopi, teh dan tempat wisata alam. Namun mereka belum mampu mengelola potensi desa dengan mandiri. Potensi desa yang mereka miliki masih dikelola oleh pihak lain yang bukan masyarakat lokal. Hal ini yang menjadi alasan mengapa tingkat kemiskinan di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung masih tinggi. Perlu ada penguatan kapasitas dari pemerintah desa dan masyarakat desa untuk mengelola potensi desa, agar mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan Masyarakat Desa Warnasari.
COLLABORATIVE GOVERNANCE IN REALIZING SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) IN CIBIRU WETAN VILLAGE CILEUNYI DISTRICT BANDUNG REGENCY Saputri, Riska; Rohayatin, Titin; Fauzi, Lukman Munawar
Indonesian Journal of Studies on Humanities, Social Sciences and Education Vol. 2 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Studies on Humanities, Social Sciences, and Education (IJ
Publisher : GoAcademica CRP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/6ahee946

Abstract

The title of this thesis is "Collaborative Governance in Achieving Sustainable Development Goals (SDGs) in Cibiru Wetan Village, Cileunyi District, Bandung Regency". This research is motivated by the less than optimal implementation of collaborative governance in increasing village economic growth, this incated by the lack of community participation, the complexity of survey instruments, the lack of maximum communication by the village government regarding the concept of SDGs, the lack of all stakeholders understanding their roles and responsibilities, and the collaboration process is not fully inclusive and synergistic. Problem formulation: how Collaborative Governance in realizing the SDGs as a pillar of economic growth. Research objective: to describe and analyze the implementation of cross-sectoral collaboration in sustainable village development. The theory used by Ansell and Gash, which includes four dimensions: starting conditions, institutional design, facilitative leadership and collaborative processes. A descriptive research method with a qualitative approach was employed. Data collection techniques through literature studies and field studies (observation, interviews, and documentation). Research informants: consists of five pentahelix elements, including village governments, communities, the private sector, academics and the media. The results show: (1) the initial conditions faced with resource gaps, low digital literacy, and lack of public understanding of the SDGs, (2) institutional design is seen through formal-informal regulations, but it has not been accompanied by a comprehensive understanding between stakeholders, (3) facilitative leadership can be seen from the active role of village heads in building communication and trust. (4) The collaboration process is carried out through a deliberative forum. 
Collaborative Governance Evaluation of Collaborative Governance in Realizing Bureaucratic Reform through Smart City Implementation in Cimahi City Abidin AS, Zaenal Abidin AS; Rohayatin, Titin
Publica: Jurnal Pemikiran Administrasi Negara Vol. 17 No. 2 (2025): Publica
Publisher : Department of Public Administration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpan.v17i2.45131

Abstract

Collaborative governance involves public institutions engaging non-state stakeholders in consensus-oriented, deliberative decision-making for public policy. In Cimahi City, stakeholder involvement in bureaucratic reform through the Smart City initiative is vital, yet collaboration remains underdeveloped. This study aims to describe, analyze, and map the roles, challenges, and efforts of Pentahelix actors government, private sector, academia, media, and civil society in implementing the Smart City concept. Using a descriptive-analytical method with a qualitative approach, the research explores collaboration through communication, coordination, and cooperation. Findings show the government is responsible for regulations, procurement, education, and assistance but is perceived as ineffective. The private sector aids job creation, yet opportunities remain limited. Higher education contributes innovation and expertise in policymaking. Media disseminates information and fosters networks. Public participation is low, especially in idea-sharing and technology use. NGOs assist through training and empowerment programs. Key barriers include weak communication, lack of coordination, and differing stakeholder perspectives. To address these issues, the government established a Smart City Expert Council as a collaborative platform. Overall, while roles are defined, actual implementation faces structural and relational challenges, requiring stronger integration and mutual understanding among all Pentahelix pillars to drive effective bureaucratic reform.
Peningkatan Kualitas Kebijakan Publik bagi Anggota DPRD dan Aparatur Sipil Negara di Wilayah Bandung Raya Rohayatin, Titin; Setiawan, Agustina; Lestari, Noer Apptika Fuji; Septiansyah, Bayu
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.153 KB) | DOI: 10.26874/jakw.v2i1.83

Abstract

Abstrak: Saat ini pemahaman terhadap serangkaian proses kebijakan khususnya di tataran pemerintah daerah masih dirasakan kurang, baik pemahaman dalam pengenalan jenis kebijakan, proses pembuatan kebijakan maupun mengendalikan pelaksanaan kebijakan serta pemahaman dalam melakukan kerja sama antara pemerintah daerah dengan luar negeri. Perlu disadari kualitas masyarakat di daerah ditentukan oleh kebijakan publik di daerah, mulai dari peraturan daerah hingga keputusan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Camat, hingga kebijakan di tingkat kelurahan dan desa. Dengan masih kurangnya pemahaman yang dimiliki oleh pelaksana pemerintahan di daerah, perlu diselenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi anggota dan sekretariat DPRD dan ASN daerah kabupaten atau kota. Metode pengabdian kepada masyarakat berupa diskusi, webinar, coaching, tutorial, pendampingan terkait tips dan strategi melakukan kerja sama Pemda dengan luar negeri, serta proses pembuatan bebijakan. Hasil kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman dan wawasan yang luas terkait kerja sama Pemda dengan luar negeri serta peserta dapat mengenali kebijakan pada tingkat daerah, dapat merumuskan draft naskah akademik, merumuskan konsep Raperda, dan merumuskan konsep Perda sebagai produk dari kebijakan di tingkat daerah. Kata kunci: Peningkatan Kualitas, Kebijakan Publik, DPRD, ASN
Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Rangka Tata Kelola Pemerintahan di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat Subagyo, Agus; Setiawan, Agustina; Rohayatin, Titin; Nurdin, Iing; Septiansyah, Bayu; Ristala, Harky
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.108 KB) | DOI: 10.26874/jakw.v2i1.105

Abstract

Abstrak: Artikel ini menguraikan tentang kepemimpinan Kepala Desa dalam rangka tata kelola Pemerintahan di Kabupaten Bandung Barat dan untuk mendeskripsikan kepemimpinan kepala desa dalam membangun desa. Deskripsi tersebut diperoleh melalui pengamatan, wawancara, dan penelaahan dokumen. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menyimpulkan bahwa Kepala Desa sebagai pemimpin formal di desa sebagai seorang motivator, fasilitator dan mediator sangat penting dalam menentukan keberhasilan setiap program dan rancangan pembangunan yang telah direncanakan. Oleh karena itu fungsi ini harus dilaksanakan dan implementasikan oleh seorang kepala desa dalam rangka pengembangan dan pembangunan desa. Selain itu kepala desa juga yang merupakan administrator pemerintah, administrator masyarakat dan administrator pembangunan mempunyai peranan yang sangat penting dalam menumbuhkan, menggerakkan dan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk ikut aktif dalam kegiatan pembangunan desa. Kata kunci: Kepemimpinan, Desa, Tata Kelola Pemerintahan.
Bakti Negeri Fisip Unjani Melalui Pelatihan Dasar Kepemimpinan dalam Pengelolaan Organisasi Siswa Intra Sekolah Tingkat SMA/K di Provinsi Indonesia Barat dan Indonesia Tengah Setiawan, Agustina; Rohayatin, Titin; Fujilestari, Noer Apptika
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v4i1.290

Abstract

Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) merupakan organisasi internal siswa sebagai sarana untuk pengembangan minat dan bakat siswa. Eksistensi siswa yang tergabung dalam OSIS ini bermanfaat bagi sekolah juga masyarakat. OSIS menjadi pioneer bagi tumbuhnya jiwa kepemimpinan dalam diri siswa. Permasalahan yang terjadi saat ini bahwa mayoritas siswa kehilangan eksistensinya dalam mengembangkan jiwa kepemimpinan sehingga perlu dilakukan pelatihan kepemimpinan dasar. Pelaksanaan kegiatan latihan dasar kepemimpinan sebagai wahana untuk membentuk jiwa kepemimpinan siswa masih berada di bawah kualitas standar. Banyak siswa mengikuti OSIS namun belum mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik dan melalaikan tanggung jawab pengurus OSIS dalam menjalankan amanahnya. Sikap kepemimpinan merupakan sebuah proses yang terus menerus dipelajari dalam tahapan menjadi seorang pemimpin. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan secara daring dengan memberikan pelatihan melalui ceramah pemberian materi kepada para siswa pengurus OSIS SMA/K di Indonesia bagian Barat dan Indonesia Tengah. Adapun hasil dari kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa OSIS sangat berperan sebagai sarana dan wadah dalam melahirkan siswa yang memiliki jiwa kepemimpinan. Hal ini terbukti bahwa para siswa lebih mengerti dan memahami tentang dasar-dasar kepemimpinan (leadership) dan memiliki kemampuan lebih baik dalam memimpin anggotanya. Dengan diadakannya kegiatan dalam memberikan pemahaman mengenai dasar kepemimpinan dalam pengelolaan OSIS diharapkan mampu menjadi bekal untuk landasan kemampuan dalam bekerja.
Peningkatan Kapasitas Pemerintah Desa Melalui Tata Kelola Aset Desa Kushartono, Toto; Rohayatin, Titin; Kurnia, Dadan; Wulandari, Widuri; Munawaroh, Siti
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i3.12963

Abstract

Pengelolaan aset desa merupakan sesuatu yang penting dan harus menjadi perhatian lebih dari Pemerintah Desa. Aset desa merupakan barang milik desa yang berasal dari kekayaan asli desa, dibeli atau diperoleh atas beban APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja) Desa atau perolehan hak lainnya yang sah. Pengelolaan aset desa dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat desa serta meningkatkan pendapatan Desa. Pengelolaan aset desa merupakan persoalan yang krusial, selain masalah anggaran dan keuangan desa. Apabila desa mampu melakukan pengelolaan aset secara baik dan berkelanjutan niscaya peran desa dalam pengentasan kemiskinan. Saat ini peran desa dalam mengelola assetnya masih belum berjalan maksimal. Hal ini dikarenakan beberapa factor seperti tingkat pemahaman, kepedulian, kepemimpinan dan tingkat pasrtisipasi masyarakat yang masih rendah. Pengelolaan aset desa selama ini hanya terbatas pada pencatatan saja. Belum sampai pada pengelolaan yang mampu menghasilkan pendapatan desa serta berdaya guna dalam jangka panjang. Program Studi Ilmu Pemerintahan melakukan pengabdian kepada masyarakat (Pengmas) berupa pendidikan dan pelatihan untuk memberikan wawasan kepada para aparatur pemerintah desa dalam mengelola aset desa. Pelaksanaan ini diikuti oleh berbagai perangkat desa yang berada di seluruh wilayah Indonesia.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BUMDES UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI KREATIF DI DESA PUSAKARATU KECAMATAN PUSAKANAGARA KABUPATEN SUBANG AS, Zaenal Abidin; Rohayatin, Titin; Kurnia, Dadan; Rochaeni, Atik; Fauzi, Lukman Munawar; Aprilia, Bunga; Gunawan, Wawan; Zulfikar, Waluyo; Wulan, Widuri; Ristala, Harky; Febriasnyah, Dicky
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i2.5721

Abstract

Pemberdayaan masyarakat sebagai strategi untuk meningkatkan ekonomi kreatif di desa merupakan langkah tepat dalam upaya pengembangan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan warga. Di Desa Pusakaratu, terdapat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bernama Cipta Akur Sejahtera yang dibentuk guna memajukan usaha ekonomi dan layanan publik. Namun, pelaksanaan BUMDes ini belum optimal akibat kurang efektifnya sosialisasi dan koordinasi terkait unit usaha yang dijalankan. Proses pengabdian masyarakat dilakukan dengan penyampaian materi dan diskusi kelompok terfokus (FGD) terkait fenomena yang terjadi. Hasilnya, pemanfaatan teknologi informasi menjadi salah satu solusi untuk mempromosikan potensi desa. Kegiatan ini diikuti oleh 83 peserta yang terdiri dari berbagai pihak seperti Camat Kecamatan Pusanagara, perangkat desa, anggota BPD, pengelola BUMDes, pelaku UMKM, karang taruna, PKK, dan posyandu. Pemberdayaan ini penting untuk memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi desa dengan dukungan teknologi informasi. Strategi penggunaan teknologi dalam mengembangkan ekonomi kreatif di desa mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah, memupuk kepedulian, meningkatkan persatuan dan tujuan bersama dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta membentuk kolaborasi dan jaringan bisnis yang berkesinambungan. Melalui pemberdayaan, desa menjadi lebih mandiri dalam menggali potensi dengan teknologi informasi sehingga ekonomi desa meningkat. Kegiatan ini direncanakan berlanjut sebagai bentuk pendampingan menuju desa mandiri melalui penerapan e-commerce dalam meningkatkan layanan masyarakat di Desa Pusakaratu.