Claim Missing Document
Check
Articles

Vaping Sebagai Bagian Dari Budaya Populer (Studi Gaya Hidup pada Perempuan Berhijab Pengguna Vape di Komunitas @hijabvapersindonesia) Audrey Andrea Hastan; Suzy S. Azeharie
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3889

Abstract

Penggunaan vape merupakan salah satu bentuk budaya populer yang banyak dilakukan oleh masyarakat. Penelitian ini ingin melihat satu komunitas pengguna vape yang terdiri dari para perempuan berhijab yang tergabung dalam grup Instagram @hijabvapersindonesia karena komunitas tersebut merupakan komunitas hijab vapers satu-satunya di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya hidup pada perempuan berhijab pengguna vape di media sosial Instagram. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Data yang berhasil dikumpulkan selanjutnya diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber data dengan narasumber seorang pemuka agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif dari kegiatan vaping yang dilakukan oleh para perempuan berhijab tersebut adalah karena gaya hidup dan pekerjaan. Penggunaan vape tersebut diawali dari hobi yang kemudian berlanjut menjadi pekerjaan sebagai seorang influencer.
Penyingkapan Diri Pasangan Lesbian di Instagram (Studi Tentang Pandangan Generasi Z pada Akun @just.yumi) Anastasia Cahyadi; Suzy Azeharie
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.15456

Abstract

As social beings, humans have a desire to create interpersonal relationships and communication. Interpersonal communication is also often created in the use of social media. However, this can lead to the merging of private space with public space so that private activities can be disseminated, including sexual orientation. One person who dares to reveal her sexual orientation is Yumi. In the @just.yumi account, she shows a lesbian relationship with her girlfriend. For this reason, this study wants to know the views of Generation Z on self-disclosure of lesbian couples on Yumi’s Instagram account. The theory used in this research are interpersonal communication and self-disclosure. The author uses a qualitative research approach with a case study method. The research data were obtained through interviews with six sources and one expert resource, simple surveys, documentation and literature studies. The results showed that Generation Z didn’t mind with Yumi’s content. According to them it is a right and freedom of expression. However, the majority of generation Z also said that Yumi's content could have a negative impact on Instagram users.Sebagai makhluk sosial, manusia mempunyai keinginan untuk menciptakan hubungan dan komunikasi interpersonal. Komunikasi interpersonal ini juga sering tercipta dalam penggunaan media sosial. Namun hal ini dapat menyebabkan bersatunya ruang pribadi dengan ruang publik sehingga kegiatan yang bersifat pribadi dapat disebarluaskan, termasuk mengenai orientasi seksual. Salah satu orang yang berani menyingkapkan orientasi seksualnya ialah Yumi, dalam akun @just.yumi, di mana pemilik akun memperlihatkan hubungan lesbian dengan pasangannya. Untuk itu penelitian ini ingin mengetahui pandangan generasi Z pada penyingkapan diri pasangan lesbian dalam akun Instagram. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi interpersonal dan penyingkapan diri. Penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Data hasil penelitian didapatkan melalui wawancara dengan enam narasumber dan satu narasumber ahli, survei sederhana, dokumentasi serta studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi Z tidak mempermasalahkan konten Yumi karena dinilai sebagai hak dan kebebasan berekspresi. Namun mayoritas generasi Z juga mengatakan bahwa konten Yumi bisa berdampak negatif pada pengguna Instagram.
Studi Komunikasi Budaya Buruh Pemetik Teh di Desa Cikendung, Slawi Rocki Prasetya Suharso; Suzy Azeharie
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i2.8148

Abstract

Culture is an accumulative store of knowledge, experience, beliefs, values, attitudes, meanings, hierarchies, religions, time choices, roles, spatial relations, broad concepts and material objects or possessions that are needed and supported by people or generations. Tea pickers in Cikendung Village, Slawi have their own culture which made their identity. The research wanted to find out how the communication culture of the tea pickers and how their social institutions. Social institutions, which means a system of behavior and relationships that are centered on specific activities in the lives of community groups, in this study are even more specific to tea pickers in Cikendung Village. The institutions that were researched are kinship, economic, religious, and somatic. This research uses a phenomenological research method by using descriptive qualitative. The research data were obtained from successful interviews with three sources, direct observations, document studies and literature studies. One of the conclusions obtained from this research is tea picker use Jawa Ngoko language to show intimacy between them, while with the foreman and guests they use Jawa Krama language to show respect.Budaya merupakan simpanan akumulatif dari pengetahuan, pengalaman, kepercayaan, nilai, sikap, makna, hirarki, agama, pilihan waktu, peranan, relasi ruang, konsep yang luas dan objek material atau kepemilikan yang dimiliki dan dipertahankan oleh sekelompok orang atau suatu generasi. Buruh pemetik teh di Desa Cikendung, Slawi memiliki budaya sendiri yang menjadikan hal itu sebagai identitas mereka. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimanakah komunikasi budaya buruh pemetik teh dan pranata sosial mereka. Pranata yang diteliti antara lain adalah kinship, economic institutions, religious institutions, dan somatic institutions. Penelitian ini menggunakan metode penelitian fenomenologi dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dari wawancara mendalam pada tiga narasumber, pengamatan langsung, studi dokumen dan studi kepustakaan. Salah satu kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah buruh pemetik teh untuk menunjukan keakraban diantara mereka maka mereka pake jawa ngoko, sementara dengan mandor dan tamu menggunakan bahasa jawa krama untuk menunjukan rasa hormat.
Studi Semiotika Pada Mural Di Jalan (Analisis Roland Barthes Pada Mural Yang Dihapus Setelah Viral) Bernica Irnadianis Ifada; Suzy S. Azeharie
Kiwari Vol. 1 No. 1 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i1.15512

Abstract

Mural is an art in the form of street art which is a medium of communication that is often used by the public to convey messages, hopes, and community criticisms to those in power. The Covid-19 pandemic is spreading rapidly around the world. The government makes policies and strategies to stop the spread of Covid-19. However, this resulted in many people being disappointed and dissatisfied. This dissatisfaction was shown by several people by making murals. This study will examine how the meaning of murals on the street are deleted after they go viral. The purpose of this study was to find out the meaning of the murals on the street was deleted after they go viral. The theory used in this research is the public sphere, the semiotics of Rolland Barthes, and the silent group. This research uses a descriptive qualitative research approach with the semiotic analysis method of Roland Barthes. The research data were obtained from observations, documentation studies, and literature studies. The conclusion of this study is that in public spaces, murals are used as social criticism. However, this mural often causes a lot of noise and the officers or officers reactively delete the messages as a form of silence. Mural merupakan seni yang berbentuk street art yang menjadi media komunikasi yang kerap digunakan oleh masyarakat untuk menyampaikan pesan, harapan dan kritik masyarakat kepada pihak yang memiliki kekuasaan. Pandemi Covid-19 menyebar dengan cepat keseluruh dunia. Pemerintah membuat kebijakan dan strategi dalam menghentikan penyebaran Covid-19. Namun mengakibatkan banyak masyarakat yang kecewa dan merasa tidak puas. Ketidakpuasan itu ditunjukan beberapa masyarakat dengan membuat mural. Penelitian ini akan meneliti bagaimana makna pada mural di jalan yang dihapus setelah viral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna pada mural di jalan yang dihapus setelah viral. Teori yang digunakan peneliti adalah ruang publik, semiotika Roland Barthes, dan kelompok bungkam. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dan menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes. Data penelitian diperoleh dari pengamatan, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah di ruang publik, mural digunakan sebagai kritik sosial. Namun mural ini kerap menimbulkan banyak kegaduhan lalu petugas atau aparat secara reaktif menghapus pesan-pesan itu sebagai bentuk pembungkaman.
Studi Komunikasi Budaya Masyarakat Toraja di Jakarta (Upaya Masyarakat Toraja Mempertahankan Budaya Asli) Irvan Andress Anthony; Suzy Azeharie
Kiwari Vol. 1 No. 2 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i2.15552

Abstract

Toraja is an area that has many unique cultures. However, over time many native Toraja people left hometown, and went to wander outside Toraja, one of which was Jakarta. The research with the title "Study of Cultural Communication of the Toraja Society in Indonesia" Jakarta (Efforts of the Toraja People to Maintain Indigenous Culture)” aims to: to find out how the Toraja people in Jakarta maintain their the culture. The method used in this research is the method qualitative with a descriptive approach. In support of this research, the authors using cultural theory, social exchange theory, and symbolic interaction theory. The author obtained data by using library research methods, interviews, and documentation. This research was conducted because there is no research that discusses the about how the Toraja people maintain their culture in Jakarta. Results research shows that the Toraja people in Jakarta still maintain their culture by still gathering together even though they are in Jakarta. Another way is to teach Toraja children in Jakarta about Toraja language and arts.Toraja merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak keunikan budaya. Namun, seiring berjalannya waktu banyak orang asli Toraja yang meninggalkan kampung halamannya, dan pergi merantau ke luar Toraja, salah satunya adalah Jakarta. Penelitian dengan judul “Studi Komunikasi Budaya Masyarakat Toraja di Jakarta (Upaya Masyarakat Toraja Mempertahankan Budaya Asli)” ini bertujuan untuk mengetahui cara masyarakat Toraja di Jakarta dalam mempertahankan kebudayaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam mendukung penelitian ini, penulis menggunakan teori budaya, teori pertukaran sosial, dan teori interaksi simbolik. Penulis memperoleh data dengan metode studi kepustakaan, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan karena belum ada penelitian yang membahas mengenai cara masyarakat Toraja mempertahankan budayanya di Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Toraja di Jakarta masih mempertahankan budayanya dengan masih berkumpul bersama walau sedang berada di Jakarta. Cara lainnya yaitu dengan mengajarkan anak-anak Toraja di Jakarta mengenai bahasa dan kesenian Toraja.
Disonansi Kognitif Pemakai Tato di Jakarta (Studi Kasus Penyesalan pada Pengguna Tato) Calvin Calvin; Suzy Azeharie
Kiwari Vol. 1 No. 2 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i2.15574

Abstract

Tattoos basically a work of painting that uses the body as the medium. The process of making it using a machine with a needle by adding colored ink to beautify the tattoo. Not a few who feel sorry for having tattooed themselves. This study aims to determine the cognitive dissonance process that occurs in tattoo wearers in Jakarta (Case Study of Regret On Tattoo Users). This study uses cognitive dissonance theory. and the sources of this research are individual tattoo users in Jakarta who regret it. Researchers used a descriptive qualitative approach with case study research methods, data collection techniques using interviews, observations, documentation and literature studies. In this study, there were five key informants and one expert informant. The results of the study show that tattoo users who experience dissonance are caused because in Jakarta there are still many who think tattoos are a bad thing and think that tattooing is not an art but tattoos are usually intended by criminals. and in Jakarta it seems that more women experience a sense of dissonance from using tattoos than men.Tato merupakan sebuah karya seni lukis yang menjadikan tubuh sebagai medianya. Proses pembuatanya menggunakan mesin dengan jarum dengan menambahkan tinta yang berwarna untuk memperindah tato tersebut. Tidak sedikit yang merasa menyesal karena telah menato dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses disonansi kognitif yang terjadi pada pemakai tato di Jakarta (Studi Kasus Penyesalan Pada Pengguna Tato). penelitian ini menggunakan teori disonansi kognitif. dan yang menjadi narasumber dari penelitian ini adalah individu pengguna tato di Jakarta yang menyesal. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian studi kasus, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi dan studi kepustakaan. Dalam penelitian ini terdapat lima informan kunci dan satu informan ahli. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pengguna tato yang mengalami disonansi disebabkan karena di Jakarta masih banyak yang menganggap tato adalah hal yang tidak baik dan beranggapan tato itu bukanlah sebuah seni namun tato biasanya ditujukan oleh penjahat. dan di Jakarta tampaknya lebih banyak perempuan yang mengalami rasa disonansi karena menggunakan tato dibandingkan dengan laki-laki.
Studi Tentang Perubahan Adaptasi dan Interaksi Sosial Mahasiswa (Studi pada Mahasiswa Perantau di Jakarta yang Terdampak Pandemi Covid-19) Karn Bell; Suzy Azeharie
Kiwari Vol. 1 No. 1 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i1.15757

Abstract

The Covid-19 virus is a new type of coronavirus that can be transmitted to humans. This virus may spread everyone including infants, children, adults, the elderly, pregnant women, and nursing mom. The spread of this virus can occur through physical contact or indirectly if you pass or come into contact with people who have been infected. The pandemic due to this virus affects various aspects of human activities, especially in the aspect of social interaction. Changes that occur in the social environment make people try to make social adaptations directly or indirectly affects the lifestyle of the community, including overseas students. This study aims to determine the changes in social interactions that occur in the lives of overseas students in the midst of the pandemic. This research uses Social Interaction theory and Social Adaptation theory. This research uses descriptive qualitative research with phenomenological research methods. The results of the study were obtained through observation data, interviews, and documentation of three interviewee. This study concludes that there are social changes, making the lifestyle of overseas students in Jakarta also change according to the rules during the pandemic in terms of finance, health, and communication. The social changes felt by overseas students foster a sense of sympathy and concern for the condition of others. It can be seen from the experience of the students who help others for sharing some foods and the emotional level of an incident of other individuals. Virus Covid-19 adalah virus baru dari Corona Virus dan dapat menular ke manusia. Virus ini menyerang semua orang mulai dari bayi hingga lansia, bahkan ibu hamil dan ibu menyusui. Penyebaran virus ini dapat terjadi melalui kontak fisik seperti berpapasan atau bersentuhan langsung dengan orang yang sudah terpapar. Pandemi akibat virus ini mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia terutama dalam aspek berinteraksi sosial. Perubahan yang terjadi di lingkungan sosial membuat orang mencoba melakukan adaptasi sosial dan hal tersebut langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap gaya hidup masyarakat terutama mahasiswa perantau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan interaksi sosial yang terjadi di kehidupan mahasiswa perantau di tengah pandemi. Penelitian ini menggunakan teori Interaksi Sosial dan teori Adaptasi Sosial. Pada penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan metode penelitian fenomenologi. Hasil penelitian diperoleh melalui data observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tiga narasumber. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adanya perubahan sosial, membuat gaya hidup mahasiswa perantau di Jakarta turut berubah menyesuaikan aturan selama pandemi berlangsung darisegi finansial, kesehatan, dan komunikasi. Perubahan sosial yang dirasakan mahasiswa perantau menumbuhkan rasa simpati dan peduli terhadap kondisi sesama. Hal ini dilihat berdasarkanpengalaman narasumber yang membantu sesama dalam berbagi makanan serta tingkat emosional akan suatu kejadian yang menimpa individu lain.
Strategi Komunikasi Pemilik Kucing Selebriti dalam Membangun Personal Branding Nurkholis Majid; Suzy S. Azeharie
Kiwari Vol. 2 No. 1 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i1.23070

Abstract

In this study, we analyze the communication strategy for using social media TikTok as a forum for building a personal branding for a celebrity cat owner on the TikTok account @kingvodkagentolet. Personal branding is important for a celebrity to be able to maintain a characteristic that can always be remembered by the public. Therefore, one of the communication strategies helps to maximize the formation of the branding that he builds. The communication strategy is important to be able to communicate the messages conveyed by these celebrities so that the public recognizes them as individuals who have good personal branding. TikTok is an entertainment social media as a means of self-expression for celebrity cat owners to upload all their daily activities with their cats so that this is considered entertaining by the public. Therefore, the purpose of this study is to find out how the communication strategies used by celebrity cat owners can make their cats famous and many big brands invite collaboration through them. This study uses qualitative research methods, with social media theory, TikTok, TikTok celebrities, authentic personal branding, and the circular model of SoMe for Social communication strategy. From the results of the analysis of this study, it is felt that using the TikTok application is easier to get engagement than other applications, the use of TikTok also helps to be recognized by the public more quickly so that it can be said that the use of the TikTok application is considered more effective in getting a wide reach by the owner of a celebrity cat, namely Angelia Dinata. Dalam penelitian ini menganalisis strategi komunikasi penggunaan media sosial TikTok sebagai wadah untuk membangun sebuah personal branding pada seorang pemilik kucing selebriti pada akun TikTok @kingvodkagentolet. Personal branding penting bagi seorang selebriti untuk bisa mempertahankan ciri khas untuk bisa selalu diingat oleh khalayak. Oleh karena itu salah satu strategi komunikasi membantu untuk memaksimalkan pembentukan branding yang ia bangun. Strategi komunikasi merupakan hal penting untuk bisa mengkomunikasikan pesan yang disampaikan oleh selebriti tersebut sehingga khalayak mengenali sebagai individu pemilik personal branding yang baik. TikTok adalah salah satu media sosial hiburan sebagai sarana ekspresi diri sang pemilik kucing selebriti untuk mengunggah segala aktivitas keseharian bersama kucingnya sehingga hal tersebut dinilai menghibur oleh khalayak. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui bagaimana strategi komunikasi yang digunakan oleh sang pemilik kucing selebriti untuk bisa membuat kucingnya menjadi terkenal dan banyak jenama besar yang mengajak kerja sama melalui dirinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan teori media sosial, TikTok, selebriti TikTok, authentic personal branding, dan strategi circular model of SoMe for Social communication.
Studi Komunikasi Antarpribadi Pelatih dengan Kapten Bola Eric Eric; Suzy Azeharie
Kiwari Vol. 2 No. 3 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i3.25876

Abstract

Communication must be done by humans, especially in this case is interpersonal communication that occurs between individuals. Likewise in the game of futsal communication will still occur, both between the players and between the coach and the captain. This research was conducted to examine interpersonal communication that occurs between captains and coaches in the My Team Team. Therefore, in this study, the informants involved were Vicky Venley (captain) and Andy Irawan (coach), this study also involved expert informants who had competence in the field of futsal as observers. This research uses descriptive research with a qualitative approach. The results obtained in this study are intense interpersonal communication between the captain and the coach. Interpersonal communication will also have a significant impact on the overall development of the team. Therefore it can be concluded that the interpersonal communication that occurs between the captain and also the coach has a very significant impact on the development of Team My Team. Komunikasi pasti dilakukan oleh manusia, terutama komunikasi antarpribadi yang terjadi antarindividu. Demikian juga di dalam permainan futsal komunikasi akan tetap terjadi, baik antara pemain maupun antara pelatih dengan kapten. Penelitian ini dilakukan untuk meneliti komunikasi antarpribadi yang terjadi di antara kapten dan pelatih di dalam Tim My Team. Peneliti menggunakan metode penelitian dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan metode yang digunaka adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang menginterpretasikan suatu peristiwa secara utuh disertai dengan hubungan dan latar belakang sosialnya dalam rangka menyajikan gambaran secara lengkap dan menyeluruh penelitian ini juga turut melibatkan narasumber ahli yang memiliki kompetensi di dalam bidang futsal sebagai pengamat. Adapun hasil yang diperoleh di dalam penelitian ini adalah komunikasi antarpribadi terjadi secara intens antara kapten dan pelatih terjadi cukup intens. Komunikasi antarpribadi juga akan memiliki dampak yang signifikan pada perkembangan tim secara keseluruhan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa komunikasi antarpribadi yang terjadi di antara kapten dan juga pelatih memiliki dampak yang sangat signifikan pada perkembangan Tim My Team.
Analisis Budaya Patriarki pada Film Layar Lebar Yuni Fenika Fenika; Suzy Azeharie
Kiwari Vol. 2 No. 3 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i3.25888

Abstract

This research seeks to reveal the patriarchal cultural hegemony in Yuni's film. The film, which was released on December 9, 2021, uses Jaseng (Javanese Attack) dialogue with a duration of 122 minutes. The writer is interested in bringing up Yuni's film because in this film it depicts the culture of patriarchal hegemony. The purpose of this study is to determine the hegemony of patriarchal culture by using Tzvetan Todorov's narrative analysis which analyzes starting from the initial plot, the middle channel to the final plot. This study uses a qualitative approach with documentation techniques, namely collecting footage from Yuni's film and noting important parts of Yuni's film. In the initial flow it is described that the situation is still fine, the students go to school calmly without any problems. In the next scene, the middle plot is described, namely starting from an imbalance with the appearance of the first application to the third application from three different men to Yuni who does not want to get married and still wants to continue her education as high as possible. The final plot depicts Yuni running away from home and feeling free. This film depicts various forms of patriarchal hegemony, gender inequality and makes women subordinate compared to men who place women only as a means of reproduction. Men's will is considered much stronger, even women are seen as not having the right to voice their opinions. Penelitian ini berusaha mengungkap hegemoni budaya patriarki pada film Yuni. Film yang dirilis pada tanggal 9 Desember 2021 dialognya menggunakan Bahasa Jaseng (Jawa Serang) berdurasi 122 menit. Penulis tertarik mengangkat film Yuni karena dalam film ini menggambarkan budaya hegemoni patriarki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik dokumenter yaitu. mengumpulkan materi dari film Yuni dan mencatat bagian-bagian yang sangat penting dari film Yuni. Pada aliran pertama digambarkan bahwa keadaan sekeliling Yuni masih baik, para siswa berangkat sekolah dengan tenang tanpa kendala. Adegan berikut menggambarkan plot tengah, yang dimulai dengan ketidakseimbangan ketika lamaran pertama untuk lamaran ketiga dari tiga pria berbeda muncul untuk Yuni, yang tidak ingin menikah dan masih ingin melanjutkan studinya semaksimal mungkin. Plot terakhir menunjukkan Yuni melarikan diri dari rumah dengan perasaan bebas. Film tersebut menggambarkan berbagai bentuk hegemoni patriarki, ketidaksetaraan gender dan subordinasi perempuan terhadap laki-laki yang memandang perempuan hanya sebagai alat reproduksi. Kehendak laki-laki dianggap jauh lebih kuat, perempuan juga tidak diperbolehkan untuk mengutarakan pendapatnya.
Co-Authors Abda Abda Adinda, Sheren Aldo Aldo Alma Syafiera Anastasia Cahyadi Anastasia Putri Yuniarti Anastasya, Nikita Andilia, Marcella Andy Andy Antony Antony Audrey Andrea Hastan Aulia, Shabila Aureliya Ramadhanti Bernica Irnadianis Ifada Calvin Calvin Chang, Keith Prasethio Chaterine Setiawan Chintia Oktavia Christa, Vanessa Christina Derio, Calvin Dhea Marianti Elvina Marcella Wijaya Enjelly, Enjelly Eric Eric Erlina Sebastian Fatinah Ghiyats Femisyah, Jazzy Tiara Fenika Fenika Fernando, Luis Fitria Ferliana Suryadi Garry Rykiel Hutama, Victor Huwae, Marchantia Putri Nesya Ian Handani Indrawan, Sanrio Intan Puspitasari Irena, Lydia Irvan Andress Anthony Jeceline Jeceline Jessica Gunawan Jessica Halim Juandi Rusdianto Kambey, Alannys Zefanya Karn Bell Kezia Natalia Sjofjan Leonardo Leonardo Mailinda Mailinda Marcella, Shellie Margareth, Hanna Marlene Sandra Mckanzie, Yoel Mela Cristanty Melina Melina Michael Stefanus Micheal Micheal Mikael Rainer Anggiprana Monica Veronica Muhammad Adi Pribadi Muljono, Andreas Putra Nathania, Metta Nelly Nelly Nigar Pandrianto Nissi, Keizah Noho, Nabir I.B. Novalia Novalia Nurkholis Majid Nurul Khotimah Olivia Junifer Cendana Paramita, Sinta Prameswari, Darlyss Charolina Eva Ratna Sari Puspa Rendy Reynaldo Rezasyah, Teuku Rini Oktaviani Rizki Tanto Wijaya Rizkiana, Talenta Rocki Prasetya Suharso Sandinatha, Alvina Oeyta Shani Dwi Putri Sheren Millennia Wijaya Solagracia, Andreas Stella Sonia Stella Stella Sthevani, Kezia Sukendro, Gregorius Genep Susanto, Veren Tania Tania Theonaldy, Kriston Thommy Thorina, Jenifer Vanessa Junaidi Vanny Novella Vicktor Fadi Vimala Yanthi, Valencia Viona viona, Viona Wensi Wensi Wicaksono, Raihan Zahran Willen Tifvany Wilson Wilson Winardi Aldrian Winoto, Jessica Vallery Wiryana, Febiola Wulan Purnama Sari Yoedtadi, Muhammad Gafar Yola Nahria Mufida Yuliana Yuliana Zeny Zeny