Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA ANAK DI KOTA KUPANG TAHUN 2023 Lemensi Mbulung, Eufrasia; Landi, Soleman; Ndoen, Honey Ivon; Riwu, Yuliana Radja
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45835

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis menduduki peringkat sepuluh besar penyebab kematian global dan merupakan penyebab utama kematian akibat infeksi. Kelompok yang memiliki risiko tinggi terinfeksi yaitu orang yang melakukan kontak erat dengan penderita TBC, seperti anak anak, lansia, dan orang yang memiliki masalah pada imun tubuh. Tahun 2022 Kota Kupang mencatat telah terjadi 19 kasus tuberkulosis pada anak usia 0-14 tahun dan pada tahun 2023 meningkat menjadi 49 kasus menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Kupang dan berada di peringkat ke 13 dari 22 kabupaten yang ada di NTT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis pada anak di Kota Kupang tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan case control. Sampel penelitian ini berjumlah 72 orang dengan metode pemilihan sampel yaitu total sampel dan simple random sampling. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan status gizi (p=0,002 < 0,05) dan ventilasi rumah (p=0,004 < 0,05) dengan kejadian tuberkulosis pada anak di Kota Kupang. Variabel ASI eksklusif (p=0,061 > 0,05) dan kepadatan hunian (p=0,471 > 0,05) menunjukkan tidak ada hubungannya dengan kejadian tuberkulosis pada anak. Hasil penelitian juga menunjukkan seluruh sampel telah melakukan imunisasi BCG, selain itu dari 72 anak yang melakukan riwayat kontak dengan penderita tuberkulosis sebanyak 16 anak (22,2%). Dinas Kesehatan Kota Kupang diharapkan untuk meningkatkan upaya promosi kesehatan terutama pencegahan tuberkulosis pada anak dengan kegiatan investigasi yang lebih aktif dan tindakan pencegahan pada orang dewasa penderita tuberkulosis agar tidak menulari anak-anak.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI PULAU SABU TAHUN 2024 Pelle, Santy Nurfiani; Landi, Soleman; Riwu, Yuliana Radja; Wahyuni, M. M. Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48529

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, termasuk di Pulau Sabu, yang dikenal sebagai wilayah endemis dengan angka kasus yang cukup tinggi. Kondisi tersebut menuntut adanya analisis komprehensif terhadap faktor-faktor risiko yang berperan dalam penularannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis enam faktor risiko yang diduga berkaitan dengan kejadian TB paru, yaitu perilaku merokok, pencahayaan, kelembaban, ventilasi, kepadatan hunian, dan riwayat kontak. Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol dengan pendekatan analitik observasional. Sampel penelitian terdiri dari 59 responden kasus yang terdiagnosis TB paru dan 59 responden kontrol yang tidak menderita TB paru. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode matching berdasarkan usia, jenis kelamin, dan lokasi tempat tinggal untuk meminimalkan bias. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner serta pengukuran kondisi lingkungan rumah dengan instrumen berupa lux meter, hygrometer, dan roll meter. Analisis bivariat dengan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara empat variabel dengan kejadian TB paru, yaitu perilaku merokok (OR=4,471; p=0,000), pencahayaan (OR=6,268; p=0,000), ventilasi rumah (OR=8,509; p=0,000), dan riwayat kontak (OR=2,135; p=0,019). Sedangkan kelembaban (p=0,829) dan kepadatan hunian (p=0,067) tidak berhubungan secara bermakna. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa faktor perilaku dan kondisi lingkungan rumah sangat berperan dalam proses penularan TB paru di Pulau Sabu. Oleh karena itu, upaya pengendalian perlu difokuskan pada intervensi perilaku merokok, perbaikan pencahayaan dan ventilasi rumah, serta pelacakan kontak erat. Strategi yang terintegrasi diharapkan mampu menekan beban TB paru di wilayah tersebut dan berkontribusi terhadap pencapaian target eliminasi TB nasional.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GIGITAN ANJING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NIKI-NIKI TAHUN 2024 Tefa, Dhea Natalin; Ndoen, Honey Ivon; Riwu, Yuliana Radja; Purnawan, Sigit
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46247

Abstract

Rabies merupakan penyakit zoonosis yang mematikan dan ditularkan melalui gigitan hewan penular rabies, terutama anjing. Puskesmas Niki-Niki merupakan Puskesmas dengan kasus gigitan tertinggi kedua di Kabupaten Timor Tengah Selatan selama tahun 2023-2024, dengan 537 kasus dan dua diantaranya meninggal dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gigitan anjing di wilayah kerja Puskesmas Niki-Niki tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desai survai analitik dengan pendekatan case control. Sampel terdiri dari 96 kasus dan 96 kontrol yang diambil secara simple random sampling dan matching. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa usia (p=0,020), tingkat pengetahuan (p=0,012), praktik kepemilikan anjing (p=0,000), jumlah kepemilikan anjing (p=0,019), provokasi HPR (p=0,006), status vaksinasi (p=0,002), dan pemeriksaan kesehatan (p=0,000) memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian gigitan anjing, sedangkan jenis kelamin (p=0,192) tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian gigitan anjing. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa jumlah kepemilikan anjing, provokasi HPR, status vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan merupakan faktor yang memiliki hubungan yang bermakna secara statistik. Beberapa faktor seperti usia muda, pengetahuan yang kurang, praktik pemeliharaan anjing yang berisiko, provokasi terhadap HPR, dan kelalaian dalam vaksinasi serta pemeriksaan kesehatan anjing secara signifikan berkontribusi terhadap kejadian gigitan anjing. Diperlukan intervensi edukatif dan preventif dari petugas kesehatan dan pemerintah untuk menekan angka kejadian ini.
Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Pencegahan HIV/AIDS pada Remaja Sekolah SMAN 8 Kota Kupang Novitasari, Novitasari; Yuliana Radja Riwu; Deviarbi Sakke Tira
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v4i4.6382

Abstract

Adolescence is a transitional period characterized by physical, psychological, and social changes that have the potential to influence risky behavior, including the transmission of HIV/AIDS. Indonesia continues to experience an increase in HIV/AIDS cases from year to year, with productive age groups, including adolescents, as one of the most vulnerable. Lack of knowledge and low access to information related to HIV/AIDS are factors that contribute to the low awareness of prevention among adolescents. This study aims to determine the description of knowledge, attitudes, and actions to prevent HIV/AIDS among adolescents at SMA Negeri 8 Kupang City using a descriptive design with a cross-sectional approach. The study population was students of SMA Negeri 8 Kupang, with the number of samples determined based on inclusion criteria and using stratified random sampling. The research instrument was a questionnaire that included aspects of knowledge, attitudes, and HIV/AIDS prevention actions, and data were analyzed univariately to describe the frequency distribution of each variable. The results showed that most respondents had knowledge in the moderate category, attitudes that tended to be positive towards HIV/AIDS prevention efforts, but the application of preventive measures in everyday life was still not optimal, indicating a gap between knowledge and real behavior. Suggestions for adolescents include improving knowledge about HIV/AIDS supported by the development of positive attitudes and environmental reinforcement to encourage consistent preventive actions, while school-based health education and the active involvement of health workers are essential in strengthening HIV/AIDS prevention efforts among adolescents.
Analysis of The Relationship Between Lifestyle and The Incidence of Dyspepsia in The Working Area of UPTD Oebobo Community Health Center, Kupang City, 2023.: Analisis Hubungan Gaya Hidup Terhadap Kejadian Penyakit Dispepsia di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Oebobo Kota Kupang 2023 Pellondou, Deflin; Tira, Deviarbi Sakke; Riwu, Yuliana Radja; Tedju Hinga, Indriati A.
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.2577

Abstract

Background: Dyspepsia is a syndrome or collection of symptoms, where patients experience complaints in the form of pain or discomfort in the epigastrium, nausea, vomiting, bloating, satiety, fullness, belching, bloating and a burning sensation that spreads to the chest. Objective: This study aims to analyze the relationship between lifestyle and the incidence of dyspepsia in the UPTD Oebobo Health Center Work Area in 2023. Method: This study is an analytical observational study using a Case Control design. This research was conducted at the UPTD Oebobo Health Center in May-June 2024. The population in this study were all residents/communities who visited the UPTD Oebobo Health Center as many as 18,105 people. The sample in this study was 118 respondents with a ratio of 1: 1, namely 59 respondents from the case group and 59 respondents from the control group, data collection was carried out using interview techniques to 118 respondents using random sampling techniques. Results: The results of the study showed that diet (p = 0.000; OR = 11.926), alcohol consumption habits (p = 0.043; OR = 2.127), stress (p = 0.001; OR = 5.538) had a significant relationship with the incidence of dyspepsia. Smoking behavior (p = 0.134; OR = 1.761) did not have a significant relationship with the incidence of dyspepsia. Conclusion: diet, alcohol consumption habits and stress have a significant relationship with the incidence of dyspepsia in respondents, while smoking behavior does not have a significant relationship with the incidence of dyspepsia in respondents. Therefore, to prevent the occurrence of dyspepsia, people can adopt a healthy lifestyle such as diligently checking their health, implementing a good diet such as choosing the types of food and drinks to be consumed, setting daily meal times and frequencies, and how to control stress so that people can avoid the occurrence of dyspepsia.
PENGUATAN PERILAKU SADARI UNTUK DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA Toy, Sarci Magdalena; Riwu, Yuliana Radja; Ndoen, Enjelita Mariance
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.12100

Abstract

Kanker payudara menempati urutan pertama terkait jumlah kanker terbanyak di Indonesia serta menjadi salah satu penyumbang kematian pertama akibat kanker. SADARI menjadi salah satu upaya pencegahan dan deteksi dini kanker payudara. Masalah yang seringkali dijumpai di masyarakat, khususnya perempuan, adalah kurangnya pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran melakukan deteksi dini kanker payudara dengan cara melakukan SADARI. Masalah ini juga ditemukan pada para ibu dan remaja putri jemaat GMIT Bukit Kasih Baumata. Oleh karena itu, diperlukan pendidikan kesehatan bagi perempuan mengenai pentingnya SADARI. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pemeriksaan payudara sendiri untuk deteksi dini kanker payudara serta menghasilkan media informasi berisi petunjuk SADARI. Sasaran kegiatan ini adalah remaja putri dan ibu-ibu di Jemaat GMIT Bukit Kasih RSS Baumata. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pendidikan tentang pengenalan kanker payudara, SADARI, praktik SADARI, dan pemberian media promosi kesehatan terkait teknik SADARI. Kegiatan dapat dikatakan berhasil karena terjadi peningkatan pengetahuan dari ibu-ibu dan remaja putri mengenai gejala kanker payudara dan juga peningkatan keterampilan untuk mempraktekan teknik SADARI secara benar. Gereja perlu berkolaborasi dengan pihak kampus dalam memberi edukasi tentang kesehatan secara berkala pada jemaat agar terjadi peningkatan pengetahuan yang mendukung terbentuknya perilaku masyarakat yang lebih sehat. Media informasi yang tersedia di gereja dapat dioptimalkan fungsinya dengan memuat informasi-informasi terbaru seputar kesehatan sehingga menambah wawasan pembaca, khususnya jemaat.
Co-Authors Abigail Mega Adi Susanti Nenabu Agnes Alvionita Ance Amelya Betsalonia Sir Antonius Hendrikus Suban Liwu Asa, Ansgaria Febriantika Carolin Florinia Rangku Chandra Yudit Fora Defika Adriana Leonora Ello Deviarbi Sakke Tira Deviarbi Sakke Tira Dewi Kelele Dua, Katarina Fangidae, Astry Yonitha Febriyanti Donata Peso Ndoka Francelina Ivanty Sao Da Fransiskus Yanto Seran Helga Jilvera Nathalia Ndun Hinga, Indiati A. Tedju Hinga, Indriati A. Tedju Imelda F. E. Manurung Ina Kii, Patricia Nathania Indriati A Tedju Hinga Indriati A. Tedju Hinga Indriati Andolita Tedju Hinga Irene Maria Bili Jenau, Priska Lidia Junias, Marylin Susanti Lemensi Mbulung, Eufrasia Limbu, Ribka Magdarani Kuku Yowa Magho Naga, Disa Clarita Malaikosa, Lianna Melina Manurung, Imelda F. E Margareta Abainpah Maria Yosephina Desita Mega Inang Marsalina Sarata Naddya Aprilia Marth Henuck Ndoen, Enjelita Mariance Ndoen, Honey Ivon Ndoen, Honey. I. Ndun, Helga J.N. Nguku, Marianus Ni Kadek Indria Mandala Putri Novita Scolastica Amsikan Novitasari Novitasari Pakan, Sikhry Christian Max Pelle, Santy Nurfiani Pellondou, Deflin Petrus Apriandre Nubatonis Purnawan, Sigit Ratu, Fernando Simson Regaletha, Tadeus A. L. Rina Waty Sirait Rosalina Lepu Sahdan, Mustakim Sarci Magdalena Toy Septiani, Ryska Sintya Soleman Landi Sontania Magdalena Carnance Sine Syamruth, Yendris K. Takaeb, Afrona E.L Tanesab, Delto Loisandro Tanti Rahayu Taopan, Sumardiana Tedju Hinga, Indriati A. Tefa, Dhea Natalin Tira, Deviarbi S. Tira, Deviarbi Sakke Wahyuni, M. M. Dwi Weraman, Pius Yoseph Kenjam Yuliana Febriani Parera Yusak, Cindy Putri Zamila, Zakya