Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Effect of Papaya Seeds (Carica papaya) and Gandarusa Leaves (Justicia gendarussa) on the Spermatozoa Quality of Male Mice Jangga Jangga; Abdul Wahid Suleman; Saparuddin Latu; Sri Wulan Rini
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i1.69885

Abstract

Papaya seeds (Carica papaya L.) and gandarusa leaves (Justicia gendarussa Burm.f.) are considered medicinal plants that can be used as natural male contraceptives. Papaya seeds contain alkaloids, triterpenoids, saponins, and papain. Meanwhile, the gandarusa leaves contain flavonoids. These compounds have the function of antifertility for men. The purpose of this study was to determine the effect of papaya seeds (Carica papaya L.) ethanol extracts, gandarusa leaves (Justicia gendarussa Burm.f.), and its combination on motility, viability, and morphology of male mice spermatozoa (Mus musculus) most effective decrease concentration on motility, viability, and morphology of male mice spermatozoa (Mus musculus). This research was an experimental study. The samples of this study were 18 male mice with a body weight of 20-30 grams, aged 3-5 months, and were divided into six groups. The treatments given were control, papaya seed ethanol extract, gandarusa leaves ethanol extract, and its combinations to concentrations of P1 Na CMC1%, P2 (papaya seed 100mg/kgW), P3 (gandarusa leaf 50mg/kgW), P4 (papaya seed : gandarusa leaf 50:50 mg/kgW), P5 (papaya seed : gandarusa leaf  50:100 mg/ kgW), P6 (papaya seed : gandarusa leaf 100:50 mg/kgW). The extract was given for 35 days. On the 36th day, the mice were dissected to take their epididymis to observe the spermatozoa's quality (motility, viability, morphology). Those observations used a light microscope. Data were analyzed using one-way ANOVA and LSD post hoc tests. This study resulted differences in P1, P2, P3, P4, P5, and P6 towards motility, viability, and morphology of spermatozoa (p< 0.05). The conclusion of this study showed that both single and combination ethanol extracts of papaya seeds and gandarusa leaves could reduce the motility, viability, and morphology of spermatozoa of male mice, and the effective dosage in reducing motility, viability, and morphology of spermatozoa is P3 gandarusa leaves 50mg/kgW.
PEMANFAATAN EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L) SEBAGAI ANTIACNE DALAM BENTUK SEDIAAN MASKER PEEL-OFF Fitriani Fajri Ahmad; Jangga; Hasnaeni
Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jpsht.v1i1.1457

Abstract

Selama ini Biji Pepaya (Carica papaya L) dianggap sebagai limbah karena tak memiliki daya guna. Namun sebagai bagian dari produk alam, komponen dalam biji pepaya juga mengandung senyawa metabolit sekunder yang memiliki efek antibakteri. Dalam upaya memperkaya sumber bahan baku dari alam, telah dilakukan penelitian pemanfaatan ekstrak biji pepaya sebagai antiacne dalam bentuk sediaan masker Peel-Off. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi optimum ekstrak biji pepaya yang efektif menghambat bakteri Propionibacterium acnes. Biji pepaya diektraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Formulasi masker Peel-Off menggunakan basis HPMC dengan konsentrasi ekstrak biji pepaya 10, 15 dan 20%. Formulasi tersebut diuji kestabilannya dengan uji Cycling test selama 6 siklus. Konsentrasi optimum ekstrak biji pepaya yang dapat menghambat bakteri Propionibacterium acnes dilakukan dengan metode sumuran. Data penelitian dianalisis secara statistic uji One-way ANOVA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan masker Peel-Off dengan konsentrasi 10 % efektif menghambat bakteri Propionibacterium acnes.
Studi Etnomedisin Tumbuhan Obat Tradisional Masyarakat Adat Karampuang Kabupaten Sinjai Latu, Saparuddin; Bahar, Muhammad Yusuf; Mansur; Padjalangi, Andi Muhammad Yaqkin; Patarai, Muhammad Idris; Gaffar, Herry Darsim; Jangga
Proceedings Series on Health & Medical Sciences Vol. 7 (2025): Proceedings of the 1st National Seminar on Global Health and Social Issue (LAGHOSI)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pshms.v7i.1448

Abstract

Latar Belakang: Salah satu studi yang dikembangkan untuk menginventarisasi ramuan tumbuhan obat serta cara penggunaannya oleh etnis lokal tertentu yakni studi etnomedisin. Etnomedisin merupakan penelitian yang mengungkapkan pengetahuan lokal berbagai jenis etnis dalam menjaga kesehatannya. Etnomedisin merupakan salah satu cara untuk mendokumentasikan pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan cara pemanfaatan tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional pada masyarakat adat Karampuang Kabupaten Sinjai. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional yang menggunakan metode kualitatif. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebanyak 40 jenis tumbuhan dimanfaatkan sebagai obat. Organ tumbuhan yang dimanfaatkan antara lain daun, rimpang, buah, batang, akar, umbi, biji dan kayu batang. Kesimpulan: Pengolahan tumbuhan sebagai obat yaitu dengan cara direbus, diremas, dikunyah, dimakan langsung, ditumbuk, diparut dan dilumatkan.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN FACE MIST EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) DENGAN METODE DPPH Hariati, Hariati; Jangga, Jangga; Qalby, Moch Noer Alim; Padjalangi, Andi Muhammad Yagkin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.34794

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera L.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa kimia aktif yaitu flavonoid, saponin, tanin, asam askorbat, karotenoid dan fenol. Senyawa pada tanaman ini memiliki sifat antioksidan yaitu fenol yang mampu melawan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan menguji aktivitas antioksidan dari sediaan face mist berbasis ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) menggunakan metode DPPH. Daun kelor diketahui memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, tanin, asam askorbat, karotenoid, dan fenol yang berfungsi sebagai antioksidan yang dapat melawan radikal bebas. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan pelarut etanol 96% pada konsentrasi ekstrak 1%, 3%, dan 5%. Evaluasi dilakukan terhadap kestabilan fisik-kimia sediaan face mist melalui uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, dan kelembapan selama 6 siklus dalam 12 hari. Hasil uji menunjukkan bahwa sediaan face mist memiliki kestabilan yang baik, baik sebelum maupun setelah uji siklus. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH, dan didapatkan nilai IC50 sebesar 450 ppm untuk konsentrasi 1%, 320 ppm untuk konsentrasi 3%, dan 489 ppm untuk konsentrasi 5%. Semua formula memiliki aktivitas antioksidan yang dikategorikan sangat kuat (<50 ppm). Kesimpulannya, ekstrak etanol daun kelor dapat diformulasikan menjadi sediaan face mist yang stabil secara fisik dan kimia serta memiliki potensi sebagai antioksidan yang efektif.
ANALISIS STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) PADA INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT IBNU SINA Nurdin, Mufliha; Jangga, Jangga; Aminah, Ibtisamatul; Mahmudah, Rifa’atul; Marzuki, Asnah
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 3 No. 2: Desember, 2024, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v3i2.680

Abstract

Pelayanan farmasi yang berkualitas di rumah sakit sangat dipengaruhi oleh kepatuhan terhadap Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kepatuhan terhadap SPM dapat meningkatkan kualitas pelayanan farmasi yang berdampak pada kepuasan pasien. Rumah Sakit Ibnu Sina menjadi lokasi penelitian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan SPM dan pengaruhnya terhadap pelayanan farmasi.Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan terhadap SPM di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Ibnu Sina, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya, serta mengevaluasi persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan farmasi yang diterima.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan terhadap SPM di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Ibnu Sina sebesar 82,5%. Kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan farmasi rata-rata mencapai 4,02, dengan aspek yang paling memuaskan adalah keramahan staf farmasi dan keselamatan penggunaan obat. Uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara kepatuhan terhadap SPM dan kualitas pelayanan farmasi, dengan koefisien korelasi r = 0,75 dan p-value = 0,001. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan terhadap SPM dan kualitas pelayanan farmasi di Rumah Sakit Ibnu Sina. Peningkatan kepatuhan terhadap SPM diharapkan dapat memperbaiki kualitas pelayanan farmasi dan meningkatkan kepuasan pasien.
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY DALAM PENCEGAHAN SEDIAAN OBAT EXPIRED DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN PASANGKAYU Fadhilah, Nur; Jangga, Jangga; Anjani, Qonita Kurnia
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 3 No. 2: Desember, 2024, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v3i2.683

Abstract

Pengendalian bertujuan untuk memastikan pencapaian tujuan yang telah direncanakan. Pengendalian bukan hanya untuk mendeteksi kesalahan, tetapi juga untuk mencegah dan memperbaikinya jika terjadi. Proses pengujian dilakukan sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan kegiatan, hingga hasil akhir tercapai. Dengan adanya kontrol, diharapkan unit kontrol dapat digunakan secara efisien, dan kegiatan manajerial yang efektif dalam perusahaan dikenal sebagai pengendalian internal. Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui pengendalian jumlah pemesanan optimum obat, meminimalkan obat Expayer Date, dan mengetahui buffer stock dan reorder point (ROP). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengendalian/pengawasan persediaan obat melalui stock opname, kartu stok, buku defekta dan laporan bulanan dengan jumlah pemesanan optimum obat AMLODIPIN yaitu 16.490 strip obat setiap kali pesan, dilakukan pemesanan kembali ketika stok obat sudah mencapai 8.747 strip agar bisa meminimalkan obat expired, Buffer stock atau safety stock pada obat AMLODIPIN yaitu 5.879 strip, dan Reorder Point (ROP) obat AMLODIPN yaitu 8.747 pada instalasi farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Pasangkayu.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI N-HEKSAN, ETIL ASETAT DAN AIR EKSTRAK ETANOL DAUN SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS) TERHADAP PROPIONIBACTERIUM ACNES Hadijah, Sitti; Jangga; Mewar, Djulfikri; Rahmadani, Hijrah
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 no 2 periode februari - september 2025 ( continues)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i2.6256

Abstract

The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of n-hexane, ethyl acetate and water fractions of breadfruit leaves (Artocarpus altilis) against Propionibacterium acnes. This research method is a laboratory experimental method using a maceration extraction process with 96% ethanol solvent, then the results of the thick extract were diffracted using n-hexane, ethyl acetate and water solvents made with concentrations of 10%, 15% and 20% for each fraction. Furthermore, phytochemical screening and antibacterial activity tests were carried out against Propionibacterium acnes in each fraction. The inhibition zone against Propionibacterium acnes bacteria in the water fraction with a concentration of 10% was 12.47 mm, 15% was 12.88 mm and 20% was 13.37 mm. The inhibition zone of the ethyl acetate fraction with a concentration of 10% was 12.22 mm, a concentration of 15% was 12.62 mm and a concentration of 20% was 13.27. The inhibition zone in the n-hexane fraction with a concentration of 10% was 12.42 mm, 15% was 12.68 mm and 20% was 13.25 mm. It was concluded that for the n-hexane fraction, ethyl acetate and breadfruit leaf water (Artocarpus altilis) have antibacterial activity against Propionibacterium acnes.
Formulation and Activity Test of Grapefruit Peel Extract Anti-Acne Gel Preparation (Citrus maxima Merr.) Against Staphylococcus aureus and Propionibacterium acne Bacteries Latu, Saparuddin; Jangga; Suleman, Abdul Wahid; Putri, Hardyanti Eka; Herman, Sriyana; Mahmudah, Rifa’atul; Rusli; Nurhikmah
Public Health of Indonesia Vol. 11 No. 3 (2025): July - September
Publisher : YCAB Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v11i3.1005

Abstract

Background: Grapefruit (Citrus maxima Merr.) peel is known to contain bioactive compounds such as alkaloids, tannins, and flavonoids, which exhibit potential antibacterial properties, particularly against acne-causing bacteria.Objective: This study aimed to formulate an anti-acne gel incorporating grapefruit peel extract, evaluate its antibacterial activity against Staphylococcus aureus (SA) and Propionibacterium acnes (PA), and determine the optimal extract concentration for inhibiting bacterial growth.Methods: A laboratory-based experimental study was conducted using the well diffusion (pitting) method to assess antibacterial activity. Gel formulations containing grapefruit peel extract at concentrations of 5%, 10%, and 15% were tested against SA and PA.Results: The formulated gels demonstrated acceptable physical stability. The inhibition zones against SA were as follows: 5% (F1) = 10.2 mm, 10% (F2) = 11.2 mm, and 15% (F3) = 11.1 mm. Against PA, the inhibition zones were: F1 = 11.7 mm, F2 = 13.3 mm, and F3 = 11.7 mm. The 10% formulation (F2) exhibited the highest antibacterial activity against both bacterial strains, falling within the "strong" inhibition category.Conclusion: Grapefruit peel extract can be successfully formulated into an anti-acne gel and demonstrates effective antibacterial activity against Staphylococcus aureus and Propionibacterium acnes. Among the tested concentrations, 10% was identified as the most effective for bacterial inhibition. Keywords: grapefruit peel; citrus maxima; extract; antibacterial activity; anti-acne gel
Analisis Tingkat Pengetahuan Swamedikasi Siswa SMA Negeri 12 Makassar: ANALYSIS OF SELF-MEDICATION KNOWLEDGE LEVEL OF SMA NEGERI 12 MAKASSAR STUDENTS Aini, Azizah Nur; Jangga; Siti Nurul Haliza
JFL : Jurnal Farmasi Lampung Vol. 14 No. 2 (2025): JFL : Jurnal Farmasi Lampung
Publisher : Program Studi Farmasi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam-Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/b8vt6f40

Abstract

Self-medication is an act of treatment to overcome minor complaints with drugs independently without a doctor's prescription. Proper self-medication can be done with sufficient knowledge. Meanwhile, lack of knowledge can lead to unexpected impacts. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of self-medication of SMA Negeri 12 Makassar students. This type of research is descriptive quantitative using stratified random sampling technique. Determination of the number of samples was carried out using the slovin formula involving 10th, 11th and 12th grade students of SMA Negeri 12 Makassar. The research was conducted in March 2025. The results of the study from 93 students revealed that 78.49% of SMA Negeri 12 Makassar students used analgesics and antipyretics. Mild complaints are the reason for the majority of self-medication (78.49%). The results of the students' knowledge level were 58.1% with poor knowledge. This indicates that students do not have enough understanding to medicate themselves properly.   Keywords: Behavior, High School Student, Knowledge Level, Medication, Self-Medication
In vitro Evaluation of Anti-inflammatory Protein-Denaturation Activity of Cashew (Anacardium occidentale Linn) Stem Bark Using a UV–Vis Spectrophotometer Jangga; Sri Wahyuningsih; Abdul Wahid Suleman; Sulaiman
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 10 (2025): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i10.13160

Abstract

Inflammation is a protective response of the body caused by tissue damage due to abnormal physical conditions, harmful chemical compounds, or microbiological agents. The protein denaturation method for anti-inflammatory testing aims to determine whether the ethyl acetate and ethanol–water fractions of cashew (Anacardium occidentale Linn) stem bark exhibit anti-inflammatory activity using the protein denaturation method, and to determine the IC₅₀ values of both fractions. The anti-inflammatory activities of the ethyl acetate and ethanol–water fractions, along with the positive control, were tested using a UV–Vis spectrophotometer at concentrations of 100 ppm, 200 ppm, 400 ppm, 800 ppm, and 1600 ppm. The results showed that the ethyl acetate fraction of cashew stem bark (Anacardium occidentale L.) had an IC₅₀ value of 531.74 µg/mL, the ethanol–water fraction had an IC₅₀ value of 101.31 µg/mL, and the positive control had an IC₅₀ value of –70.85 µg/mL. These findings indicate that the ethanol–water fraction exhibited moderate anti-inflammatory activity, while the ethyl acetate fraction showed weak activity.