Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Edukasi Dampak dan Pencegahan Ghost Fishing kepada Nelayan di Pelabuhan Perikanan Cikidang Pangandaran Dewanti, Lantun Paradhita; Khoerunnisa, Nurani; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Apriliani, Izza Mahdiana; Khan, Alexander M. A.
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i1.61314

Abstract

Pelabuhan Perikanan Cikidang yang terletak di Desa Babakan Kecamatan Pangandaran, merupakan pusat aktivitas perikanan tangkap dengan berbagai jenis alat tangkap seperti jaring insang hanyut, trammel net, rawai dasar, dan liong bun. Namun, penggunaan alat tangkap ini sering menimbulkan masalah, seperti hilangnya alat tangkap di laut yang berpotensi menyebabkan ghost fishing. Ghost fishing berdampak serius pada ekosistem laut, termasuk kerusakan habitat, penurunan populasi ikan, serta kerugian ekonomi akibat menurunnya hasil tangkapan. Alat tangkap yang ditinggalkan, hilang, dan dibuang (Abandoned, Lost, and Discarded Fishing Gear/ALDFG) bahkan telah diakui sebagai masalah global dengan dampak ekologis dan sosial ekonomi yang signifikan. Pemahaman nelayan di Pelabuhan Perikanan Cikidang mengenai ghost fishing masih minim. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan sebagai upaya edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran nelayan tentang dampak dan pencegahan ghost fishing. Pengabdian ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi yang bertujuan mendukung pengelolaan perikanan berkelanjutan dan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga ekosistem laut. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap edukasi bagi masyarakat nelayan di Pelabuhan Perikanan Cikidang tentang kelestarian sumber daya perikanan.
Mengurangi Jejak Sampah Laut melalui Aksi Bersih Pantai: Inisiatif Lokal di Teluk Penyu, Kabupaten Cilacap Wijayanti, Lady Ayu Sri; Khoerunnisa, Nurani; Akbarsyah, Nora; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Pasaribu, Buntora; Firdaus, Mochamad Ramdhan
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i1.60374

Abstract

Aksi bersih pantai merupakan salah satu upaya strategis untuk mengurangi dampak sampah laut yang mengancam ekosistem pesisir dan kehidupan masyarakat. Program ini dilaksanakan di Pantai Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai destinasi wisata penting. Program ini juga bertujuan untuk menciptakan sinergi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, guna memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Metode yang digunakan dalam program kegiatan ini adalah observasi, deskriptif, dan partisipatif. Subjek penelitian pada pengabdian kepada masyarakat ini yaitu Pengelola Pantai Teluk Penyu, para penggiat wisata di sekitar Pantai Teluk Penyu, para mahasiswa dan civitas akademik Prodi Perikanan Laut Tropis, PSDKU Unpad, Pangandaran. Melalui pendekatan berbasis komunitas, program ini berhasil mengumpulkan 16,651 kilogram sampah dalam satu hari. Selain kegiatan pembersihan, edukasi tentang pengelolaan sampah dan konservasi lingkungan juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan dampak positif berupa pengurangan volume sampah di pesisir, peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan, dan penguatan sinergi antara berbagai pihak dalam mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir. Program ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah laut terpadu yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya untuk mengatasi tantangan pencemaran laut secara efektif.
POLA ANTREAN KAPAL PENANGKAPAN IKAN DI PELABUHAN PERIKANAN KARANGSONG, KABUPATEN INDRAMAYU Rukmana, Raistsa Robbaanii Sunda; Apriliani, Izza Mahdiana; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Dewanti, Lantun Paradhita
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 15 No. 1 (2024): Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmf.v15i1.52230

Abstract

A catch unloading is a fishing vessel activity carried out regularly at the port. The high frequency of unloading activities leads to a long queue which requires fishing vessels to wait in significant time for their unloading turn. One of the fishing ports with a significant waiting time is Karangsong Port, where the unloading queue can reach three weeks. To reduce the waiting time, there is a need to identify the utilization level of unloading facilities and queue patterns, as well as calculate unloading time and its influencing factors at Karangsong fishing port. This case study was focused on vessel queuing patterns, utilization of port facilities and the length of unloading time. Data were collected through direct interviews and observations. Based on the calculation results, the utilization rate of the unloading dock is 20.16%, TPI is 36.63% and the port basin reaches 577.86%. The vessels queue in double lines with a single service facility. The average length of unloading time for >30 GT vessels is 2.60 hours while for ≤30 GT vessels is 11.92% faster which is recorded at 2.29 hours. Factors affecting the length of unloading time incorporate the vessel's size, crew size, number of catches, availability of scales, market demand as well as the vessel's position and number of vessels in the queue. Keywords : Queue, fish unloading, port facilities
Strengthening Capture Fisheries Information Systems through Data Optimization at Cikidang Fisihing Port, Pangandaran Khoerunnisa, Nurani; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Saputra, Yudi Ardiansyah; Hamdani, Galih
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 6, No 1 (2025): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 6 Nomor 1
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v6i1.12010

Abstract

Sustainable fisheries management requires accurate and digitalized catch data. Cikidang Fishing Port in Pangandaran holds significant potential; however, its current data collection system remains suboptimal. This study aims to formulate a strategy for optimizing fisheries data collection by identifying data flow processes and conducting a SWOT analysis, in order to strengthen an adaptive, accountable, and evidence-based fisheries information system that supports effective governance. The research was conducted at Cikidang Fishing Port involved direct observations and secondary data analysis, followed by the development of an optimization strategy based on internal and external factors derived from the SWOT framework. The result research showed that catch data collection is still predominantly carried out manually, with limited use of the digital Fisheries Port Information Center application. Nonetheless, coordination between data officers and auction stakeholders operates relatively well and serves as a key strength in the data collection process. The strengths of the current system lie in effective communication among staff, the presence of active enumerators, and the availability of basic infrastructure. Identified weaknesses include limited adoption of digital technologies and insufficient human resource capacity. Opportunities include policy support for data digitalization from the Ministry of Marine Affairs and Fisheries and potential cross-sector collaborations. Major threats involve the sustainability of fishery resources and the lack of active participation from fishers in data reporting. The proposed strategies include expanding the implementation of e-logbooks, enhancing enumerator training, strengthening interagency coordination, and conducting educational outreach to fishers. These strategies are expected to foster the development of a more efficient, accurate, and data-driven fisheries data system that supports sustainable fisheries management at the local level.
CONSUMPTION OF NATURAL FEED RICH IN CALCIUM AND PHOSPHORUS ON GROWTH, INTESTINAL CONDITION, AND HEPATOPANCREAS OF SAND LOBSTER (Panulirus homarus) IN PANGANDARAN REGENCY Rostika, Rita; Haetami, Kiki; Andikawati, Aulia; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Utama, Mochhamad Ikhsan Cahya; Wijayanti, Lady Ayu Sri; Maulida, Yulvina; Triyani, Dina Amalia
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 8 No. 2 (2025): August
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ajoas.8.2.230-239

Abstract

This study aims to investigate the stimulatory effects of natural feed with calcium and phosphorus supplementation on growth and survival via physiological poses of hepatopancreas and intestine in sand lobster (Panulirus homarus). A trial was done with three types of natural feed of shell rich in calcium and phosphorus for lobsters weighing 80 g (initial weight), and that contained different mineral values: shrimp (Acetes), with calcium/phosphorus content (mg/mg) of 757/292, anchovy (Stolephorus sp) with 500/500, and golden apple snail (Pomacea canaliculata) with 129/60. This study was conducted from October 2023 to December 2023 at the KJA of the Faculty of Fisheries and Marine Science, Universitas Padjadjaran, located on the East Coast of Pangandaran Regency. The parameters measured were survival, growth, histological health of the hepatopancreas and the intestine of the sand lobsters, and water quality. The results showed the highest survival of lobsters in the treatment fed by shrimp at 96%, and the highest specific growth rate of lobsters was found in the anchovy diet at 1.90 0.5117%. Intestinal villus area of lobster was 1857.667 µm2; besides this, the histology of Hepato pancreas and intestine has been described descriptively. Water quality parameters in the research site varied as depth-visibility was from 3.1 m, temperatures of 27 to 29°C, dissolved oxygen was 6.4 to 8.8 mg/L, pH range was 7 to 8, and the salinity range was 34 to 35 ppt
CHARACTERISTICS OF FISH COLLECTING VESSELS FLEET BASED IN NIZAM ZACHMAN JAKARTA OCEAN FISHING PORT (PPS) Muthiara; Apriliani, Izza Mahdiana; Suryana, Asep Agus Handaka; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 9 No 3 (2025): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.9.3.389-403

Abstract

Nizam Zachman Jakarta Ocean Fishing Port (PPS) generally produces catches for export activities, so it requires transportation that helps the efficiency of catch distribution. It should be noted that the mode of transportation in the form of fish collecting vessels that help the efficiency of catch distribution still needs to be expanded to comprehensive studies. This study aims to identify the characteristics of fish-collecting vessels based on size and general arrangement, analyze the licensing system applied, and analyze the work scheme of fish-collecting vessels based in PPS Nizam Zachman Jakarta. The method used in this research is descriptive method with data collecting techniques through observation, interviews, and literature studies. The results showed that the size of fish collecting vessels based in PPS Nizam Zachman Jakarta is in the range >100GT->300GT, with the layout on the ship mainly used for refrigerated holds and cold storage. The types of fish-collecting vessels consist of sea-to-port and port-to-port fish collecting vessels. The licensing system for fish transport vessels consists of registration to become a fishing vessel and sailing licenses. The work scheme of fish collecting vessels consists of preparation for operations, fish transportation operations, and handling fish catches at the port. Key words: fish transportation, licensing system, operational scheme, port to port, sea to port
PURSE SEINE’S PROFILE OPERATED IN PANGANDARAN WATERS Asri, Helmalia; Dewanti, Lantun Paraditha; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Akbarsyah, Nora
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 9 No 3 (2025): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.9.3.405-416

Abstract

Purse seine fishing gear is one of the active fishing gear widely used by fishermen in the waters of Pangandaran. The main target fish species for this fishing gear are black pomfret (Parastromateus niger), mackerel (Rastrelliger faughni), and skipjack tuna (Katsuwonus pelamis). This research refers to Ministerial Regulation No. 36 of 2023 to determine the profile of purse seine fishing gear in Pangandaran. The regulation discusses the placement of fishing gear and fishing aids in measured fishing zones and state fisheries management areas in inland waters. The research was conducted to determine the construction, specifications of fishing gear auxiliary equipment (ABPI) and vessels, as well as fishing routes for operating purse seine fishing gear in Pangandaran waters. The research was carried out from January to February 2025 at PP Cikidang and TPI Batukaras in Pangandaran District. The research was conducted using a descriptive method. A total of 30 samples were collected using the Slovin formula from both research sites. The research results indicate that the purse seine fishing gear in Pangandaran is locally known as tingkeran. The purse seine in Pangandaran has an upper rope length of 250–750 meters and a mesh size of 1.5–2 inches. The operation of this fishing gear is assisted by a 2 GT vessel equipped with an outboard motor as the propulsion system to navigate the fishing routes. Key words: exploratory, fishing area, mesh size, head rope
Edukasi Pengetahuan Nelayan tentang Alat Tangkap Ramah Lingkungan di Desa Batukaras, Kabupaten Pangandaran Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Ismiraj, Muhammad Rifqi
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 2 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i2.66006

Abstract

Aktivitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan masih marak terjadi di wilayah pesisir, termasuk Desa Batukaras, Kabupaten Pangandaran. Rendahnya pengetahuan nelayan terhadap prinsip alat tangkap berkelanjutan menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi ekosistem laut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman nelayan mengenai alat tangkap ramah lingkungan berdasarkan kriteria CCRF (Code of Conduct for Responsible Fisheries). Metode yang digunakan berupa survei pre-test dan post-test dengan teknik accidental sampling terhadap 50 orang nelayan pengguna gillnet dan purse seine mini. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar nelayan belum memahami prinsip selektivitas, ukuran mata jaring, dan dampak bycatch. Setelah diberikan penyuluhan singkat, terjadi peningkatan signifikan pada tujuh dari sembilan indikator pemahaman berdasarkan uji McNemar (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi langsung yang berbasis lokal dan kontekstual efektif dalam meningkatkan kesadaran ekologis nelayan. Kegiatan ini menjadi langkah awal menuju perikanan berkelanjutan yang partisipatif dan dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya.
ANALISIS KESIAPAN KESELAMATAN WISATAWAN DAN PENGELOLA PANTAI PANGANDARAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PARIWISATA Nurhamsyah, Donny; Fitri, Siti Yuyun Rahayu; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Maryam, Nenden Nur Asriyani; Fitri, Siti Ulfah Rifaatul
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 14, No 1 (2025): Dharmakarya Maret 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v14i1.52501

Abstract

Pantai Pangandaran merupakan destinasi wisata unggulan yang ramai dikunjungi wisatawan untuk menikmati keindahan alam serta kuliner laut khasnya. Namun, tingginya intensitas kunjungan menghadirkan tantangan serius dalam hal keselamatan. Program ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis keperawatan pariwisata sebagai platform yang mendukung informasi keselamatan wisata secara komprehensif di Pantai Pangandaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi survei awal guna mengidentifikasi kondisi keselamatan di pantai, pengembangan rencana dan desain SIG, serta peningkatan kapasitas melalui pelatihan keselamatan bagi pengelola dan wisatawan. Pada tahun pertama, fokus kegiatan diarahkan pada pengumpulan data di lapangan dan pembuatan prototipe SIG dalam bentuk website yang mudah diakses oleh wisatawan dan pengelola. Website ini diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat informasi terkait potensi risiko, langkah keselamatan, dan peta lokasi aman di kawasan pantai. Pengembangan ini direncanakan untuk dilanjutkan dengan transformasi SIG menjadi aplikasi berbasis web dan mobile yang interaktif dan dapat diakses dengan mudah. Hasil awal menunjukkan bahwa SIG berpotensi tinggi sebagai platform informasi keselamatan yang efektif, membantu wisatawan dan pengelola lebih waspada dan siap dalam menghadapi risiko. Prototipe website yang dihasilkan diharapkan mampu menjadi sumber informasi utama terkait keselamatan di kawasan wisata Pantai Pangandaran. Selain itu, dalam jangka panjang, SIG ini diharapkan dapat diadopsi oleh destinasi wisata pantai lainnya di Indonesia, sehingga turut berkontribusi pada peningkatan standar keselamatan nasional di sektor pariwisata pantai. Dengan adanya SIG berbasis keperawatan pariwisata ini, Kabupaten Pangandaran memiliki peluang untuk menjadi contoh dalam penerapan teknologi keselamatan wisata yang inovatif, memperkuat upaya perlindungan wisatawan di tingkat nasional, dan meningkatkan daya tarik wisata pantai dengan pendekatan berbasis keselamatan.
RASIO DIMENSI UTAMA KAPAL PENANGKAP IKAN TRADISIONAL TERHADAP PENGOPERASIAN ALAT TANGKAP STATIC GEAR DI PPN BRONDONG Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Novita, Yopi; Iskandar, Budhi Hascaryo; Apriliani, Izza Mahdiana; Zarrochman
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 8 No 1 (2024): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.8.1.069-079

Abstract

Bentuk kapal penangkap ikan di Indonesia memiliki perbedaan hampir di setiap daerah yang terjadi karena pembangunan kapal yang masih dilakukan secara tradisional. Pembangunan kapal secara tradisional akan memengaruhi kesesuaian antara karakteristik kapal dan juga metode alat tangkap, salah satunya pada alat tangkap static gear yang dioperasikan oleh kapal di PPN Brondong. Oleh karena itu diperlukan identifikasi karakteristik kapal tradisional yang sesuai dengan alat tangkap static gear dengan membandingkan rasio dimensi utama. Kesesuaian terhadap alat tangkap static gear dilakukan dengan membandingkan nilai kapal tradisional dengan acuan. Perbandingan juga dilakukan pada setiap jenis kapal tradisional untuk melihat perbedaan karakteristik pada setiap jenisnya. Berdasarkan perbandingan nilai rasio dimensi utama kapal tradisional di PPN Brondong hampir sesuai dengan kisaran nilai di beberapa wilayah Indonesia. Selain itu, kapal jenis etek memiliki perbedaan karakteristik dengan ijon-ijon dan perau. Kata kunci: karakteristik, kelaiklautan, kemampuan olah gerak kapal, stabilitas, tahanan